Curiosity That Brings The Love
Author : Choi Arang
Cast : Kim Joonmyun-Zhang Yixing
Other : Find it by yourself
Rated : T
Genre : Friendship, Romance, Family
Summary : Yixing itu bukan orang yang sangat ingin tahu seperti Baekhyun dia termasuk orang yang tidak terlalu peduli tapi seorang Kim Joonmyun dapat membuat Yixing menjadi sangat penasaran padahal Joonmyun sama sekali tidak melakukan apapun.
Disclaimer : Semua cast milik keluarganya dan tuhan, SuLay orang tua arang xD
.
.
.
BOYxBOY
.
.
.
IF YOU DON'T LIKE THIS
.
.
.
GO BACK PLEASE
.
.
.
LIKE THIS ?
.
.
.
SORRY FOR TYPHO
.
.
.
HAPPY READING ^^
Boleh ya?
Yixing ingin bilang ini ajakan kencan
Boleh tidak?
Iya xing boleh. Terima kasih banyak untuk pak Lee, berkat beliau Yixing jadi makin akrab dengan Joonmyeon. Percaya tidak? Ternyata tugas kemarin harus diketik komputer. Habis sudah. Mereka murid rajin yang menulis tangan di berlembar-lembar kertas hvs.
Diputuskan –hari ini, sabtu sore, di café tempat Joonmyeon bekerja- mereka akan menyalin ulang tugas kemarin. Hanya berdua. Baekhyun akan pergi ke rumah neneknya di gang won-do, terpaksa hanya Joonmyeon dan Yixing lah yang mengerjakannya. Tidak terpaksa juga sih, baru kali ini Yixing senang sekali ditinggal Baekhyun pergi ke rumah neneknya, biasanya Yixing pasti mengemis minta ikut.
Joonmyeon lah yang pertama kali mengajak Yixing–maksudnya mengusulkan untuk sore ini juga mereka langsung mengerjakannya. Walau, sejujurnya, masih banyak waktu tersisa untuk mereka. Tapi makin cepat makin baik lah.
Melupakan fakta kalau bisa saja ini merupakan bagian dari sesuatu yang mereka rencanakan, ini luar biasa bikin senang. Selama enam belas tahun hidupnya, sembilan tahun dirinya tinggal di korea, pertama kalinya Yixing pergi sabtu sore dengan seseorang selain Baekhyun.
Tujuan mereka memang bukan pergi ke festival dan senang-senang, tapi mengerjakan tugas. Tetap saja, perasaan Yixing membuncah dirinya terlalu senang terlalu bahagia terlalu-
Apa-apaan dia ini?
Dia tidak boleh terlalu senang. Ingat, dia mungkin sedang dimanfaatkan untuk sesuatu. Cari info banyak-banyak. Jangan kira karena tampangnya bodoh Yixing jadi gampang dibodohi. Bagaimana pun caranya, Yixing perlu tahu apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Sesuatu yang buruk kah?
Yixing harap tidak. Karena…Baekhyun juga ikut terlibat
.
.
.
.
"Maaf agak lama"
Joonmyeon duduk tepat didepan Yixing yang sudah siap dengan laptop dan kertas materi yang kemarin sudah mereka tulis. Juga, segelas ice coffe latte gratis hasil traktiran Joonmyeon. Yixing mengangguk, matanya menatap Joonmyeon lekat-lekat, namja itu mengambil alih laptopnya, laptop milik Joonmyeon.
"Ayo xing bacakan biar aku yang ketik"
Yixing mengangguk. "Baiklah bait pertama–"
"Gangguan pada darah dapat terjadi karena kerusakan, faktor keturunan, pola makan, rokok, juga apa sih yang kau rencanakan?"
"Apa sih yang kau rencanakan?" Joonmyeon mengulang, memastikan ia tidak salah dengar "Yixing… serius itu yang kita tulis?"
Yixing mengerjapkan matanya, sekilas, tampak bodoh "Memang tadi aku bilang apa?" dengan tenang ia meminum ice coffe latenya.
"Kau bilang apa yang aku rencakan" ucap Joonmyeon, mendekati wajah Yixing yang kini menggigit bibir bawahnya dan memegang erat-erat gelasnya, "Kau menyadarinya, ya?"
"Menyadari… apa?" jawab Yixing, lambat-lambat. Tangannya bergetar, bayangan buruk kalau Joonmyeon akan 'menyerang' Yixing karena rencana namja itu terbongkar, sudah bergentayangan di benaknya.
Wajah Joonmyeon yang semula serius berubah merah padam menahan tawa. Ia kembali ke tempatnya, masih dengan ekspresi sama yang menggelikan. "Astaga, Yixing memang apa yang aku rencanakan? Mengajakmu ke Lotte World?"
Mengetahui dirinya aman, Yixing menarik napasnya dalam-dalam. Sungguh, rasanya benar-benar menakutkan saat dihadapkan dengan Joonmyeon yang bertanya dengan nada menuduh begitu.
"Sudahlah kita lanjutkan lagi Joonmyeon" ucap Yixing, sambil berusaha keras bertahan untuk tidak mengucap isi hati yang mungkin dapat membuatnya dalam masalah besar.
Fyi saja, Yixing sebenarnya kepingin diajak Joonmyeon ke Lotte World.
.
.
.
.
Pukul Yixing sekarang. Sampai babak belur juga ia terima.
Joonmyeon benar-benar mengajaknya ke Lotte World. Kembali lagi, ini bukan karena namja itu benar-benar mengabulkan keinginannya.
Joonmyeon punya pekerjaan sampingan sebagai pengurus bayi, ternyata.
Namanya Mindae, bayi cantik dengan wajah mirip campuran Sohee wonder girls dan kotak kardus. Saat mereka berdua menyelesaikan tugasnya, ayah Mindae datang menghampiri mereka di cafe, lalu, menyerahkan Mindae dalam gendongan Joonmyeon.
Yixing kira Joonmyeon sudah punya anak. Namun, mendengar Mindae memanggil Joonmyeon dengan panggilan 'paman' membuatnya mengerti kalau Joonmyeon adalah seorang pengurus bayi.
"Mau permen kapas~" Mindae merengek lucu, tangan mungilnya menunjuk-nunjuk kedai permen kapas dengan permen beragam warna.
"Iya, Yixing titip Mindae."
Yixing mengangguk, menerima Mindae dalam gendongannya. Ia menciumi gemas pipi tembam Mindae yang tertawa senang. Tidak sampai sepuluh menit, Joonmyeon kembali, dengan permen kapas bersamanya.
"Jangan bilang noona kalau aku membelikanmu permen, mengerti Mindae?"
"Arraseo.. terima kasih mengajakku kesini paman!" Mindae yang masih dalam gendongan Yixing, mencium pipi Joonmyeon yang berdiri di sebelahnya. Joonmyeon tersenyum, menyerahkan permen ditangannya pada gadis mungil itu.
Sementara Mindae masih sibuk memakan permen dalam gendongannya, Yixing sendiri masih berpikir keras. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Kok Yixing nggak paham?
"Hey Joonmyeon-"
"Ayo naik kincir!"
Mindae meloncat dari gendongan Yixing, agak mengejutkan sebenarnya, ia lalu menarik-narik tangan Joonmyeon untuk mengantre bersama beberapa orang lain.
Yixing juga terpaksa mengikuti mereka, entah apa yang ada di otaknya sehingga ia mau-mau saja ikut Joonmyeon bekerja, well, Joonmyeon memang sedang bekerja kan?
Kan?
.
.
.
.
Kincir yang mereka naiki bergerak pelan, pelan sekali, sampai rasanya Yixing ingin meloncat saja.
Tidak, bohong.
Ia menikmati angin yang membelai lembut wajahnya, ia menikmati pemandangan dari atas sini, dan ia menikmati kebersamaannya bersama Joonmyeon.
"Hey Joonmyeon." suara Yixing memecah keheningan diantara mereka, Joonmyeon dengan Mindae yang tertidur dalam gendongannya –hey anak kecil mana yang masih aktif sampai jam sepuluh malam? –menghadapkan kepalanya yang semula tertunduk menatap kerlipan lampu dibawah sana kearah Yixing yang menampilkan wajah seriusnya.
"Kenapa aku ikut denganmu sih?"
"Lho? Kau yang tadi minta ikut."
"Masa sih?" Yixing memiringkan kepalanya, seolah tidak percaya dengan yang dikatakan Joonmyeon.
"Iya, waktu Mindae diantar ayahnya, ingat tidak? Kau mengusulkan kita pergi ke Lotte World, bareng."
Setelah berpikir agak lama, Yixing baru ingat. Ya habis, siapa sih yang tahan saat dihadapkan dengan anak kecil lucu kebangetan semacam Mindae? Bawaannya pengen ngajak jalan-jalan.
"Ehehe… Joonmyeon sudah berapa lama jadi pengurus bayi?"
Joonmyeon mengernyit, tapi kemudian tersenyum tampan, "Sejak Mindae lahir mungkin? Entahlah aku lupa."
Yixing mengangguk-angguk mengerti, "Hanya Mindae?" tanyanya, dijawab anggukan Joonmyeon.
"Xing aku mau tanya,"
"Apa?"
"Mau jadi pacarku tidak?"
Yixing tersedak. Matanya menatap Joonmyeon nyalang.
"Lagi becanda?" Yixing berusaha menahan nada–jujur saja–senang dalam suaranya. Perasaanya jadi campur aduk. Antar senang, bingung, dan curiga.
Senang karena ditembak orang setampan Joonmyeon.
Bingung apa yang harus ia katakan.
Curiga apa ini hanya rencana pemuda itu.
"Hal serius tidak boleh dijadikan bahan candaan Yixing." Joonmyeon menunduk, mengalihkan pandangannya dari wajah Yixing, ia menatap kerlipan lampu dibawah sana.
Lalu mereka terdiam agak lama. Yixing sibuk dengan pikirannya sementara Joonmyeon masih asyik menunduk.
"Bisa biarkan aku mengenalmu lebih jauh?"
Sampai kemudian Yixing bicara dengan suara nyaris berbisik, membuat Joonmyeon kembali menatapnya dan tersenyum maklum.
"Terlalu cepat ya? Kupikir tidak yah kalau itu maumu. Tentu saja,"
Secepat kilat Yixing mencium pipi Joonmyeon, membuat pemuda itu membeku dengan ekspresi kaget.
"Ayo myeon sebentar lagi kita turun….dan terimakasih mau memeberiku waktu."
.
.
.
.
"Kau dasar bodoh! Kau pakai anakku untuk bisa berkencan dengan pacarmu? Sialan kau Joonmyeon!" Untuk ketiga kalinya malam ini Minseok memukuli kepala Joonmyeon dengan tas tangan LV keluaran terbarunya. Wanita mungil itu marah besar mendapati anak kesayangannya pulang larut dengan bekas permen kapas teringgal di giginya yang rapih dan putih.
Mindae langsung terbangun begitu sampai rumah, anak kecil itu terlalu bersemangat sampai melupakan janjinya untuk tidak bercerita apapun pada ibunya. Benar, anak kecil yang sekarang sudah kembali tidur pulas di kamarnya yang bernuansa Meitantei Conan.
Ini bukan candaan, Mindae benar-benar tergila-gila pada Shinichi Kudo.
"Astaga noona, aku pamannya tidak apa kalau mengajaknya bersenang-senang"
"Aku ibunya bodoh!" Minseok memilih menyerah, ia duduk di sofa panjang bersebelahan dengan suaminya yang bersebrangan dengan sofa tempat Joonmyeon duduk, "Jadi, apa kau sudah mendapatkannya? Kau akan habis saat ibu datang Joonmyeon"
Mendapati Joonmyeon menggeleng sebagai jawaban, Minseok merebut gelas kopi ditangan Jongdae, suaminya yang hanya bisa menggeleng takjub. Minseok menghabiskannya dalam sekali teguk. "Kau mau menikah dengan Kyung-ie? Lalu mau kau apakan si Chanyeol itu? Dan siapa err –Baekhyun? Kau tahu kalau, maaf, ibu sedikit tidak waras menentukan siapa pendamping anaknya"
"Kau mau bilang aku tidak waras begitu?" menanggapi perkataan Minseok, Jongdae berkata tajam dengan sedikit nada jahil di dalamnya, sebenarnya.
.
.
.
.
Joonmyeon terpekur begitu mendapati anak yang biasanya hobi mengganggu sekarang terbaring di ranjang rumah sakit. Tugas ayahnya di China hampir selesai, dan ia tidak pernah menyangka tidak akan mendapati Yixing melambai dengan senyum lebarnya saat Joonmyeon kembali ke Korea.
Mereka belum lama berteman, Joonmyeon juga tidak banyak bicara saaat bersama Yixing, namun, entah mengapa Joonmyeon merasa Yixing sudah bersama-sama dengannya sejak ia lahir. Menjadi bagian penting dari hidupnya. Yixing terlalu hebat sampai bisa membuat Joonmyeon berpikir seperti itu.
Yixing tiba-tiba bangun, mengagetkan Joonmyeon yang sedari tadi asyik melamun. Anak itu menjerit histeris lalu menangis meraung-raung. Para perawat langsung datang mengerubungi Yixing.
Joonmyeon memilih mundur ia menatap takut setiap yang terjadi di ruangan ini. Paman Hangeng dan Bibi Heechul teman ibu dan ayahnya sekaligus orang tua Yixing datang terburu-buru.
Joonmyeon semakin memundurkan tubuhnya, ia tidak mengerti apa yang terjadi. Terlalu sibuk berpikir, ia bahkan tidak menyadari sudah digendong ayahnya keluar ruangan, mengikuti ibu dan kakaknya yang sudah lebih dulu pergi.
Joonmyeon benar-benar ingin tahu. Benar firasatnya saat pertama kali melihat Yixing. Anak itu punya sesuatu yang membuatnya semakin ingin tahu, kejadian-kejadian yang berkaitan dengan Yixing, perangainya, semuanya.
Namun, tentu saja Joonmyeon tidak tahu kalau ibunya lebih patut mendapat firasat yang ia rasakan pada Yixing, bahkan, harus lebih dalam dari yang ia berikan pada Yixing . Wanita itu diam-diam tersenyum jahil. Sebagai ibu, tentu ia mengerti.
Yixing lah orangnya.
Namun, dengan kejadian ini kemungkinan bisa menyatukan anaknya dan Yixing terlalu sulit.
Tapi, ia tahu bagaimana solusinya.
.
.
.
.
TBC
A/N
Ampun deh apaan sih ini -_-" udh bikinnya lama hasilnya ga karuan begini :' maaf ya aku lg sibuk-sibuknya, entah karena apa pokoknya sibuk/? Sampe on twit aja ga bisa *curhat* T_T aku bener-bener minta maaf buat keterlambatan ini /anjay/ semoga bisa dimenegerti h3h3. Dan teman-teman chapter selanjutnya adalah chapter terakhir pada ga ngerti kan kenapa udh mau end? Sm aku jg-_-
Oke ayo balas review!
Maymfa10 : hehe thanks ya . Thanks Reviewnya, Review Lagi ya ^^
SilentB : soalnya aku ga suka yg panjang2/apasih, ini udh lanjut^^ . Thanks Reviewnya, Review Lagi ya ^^
parkchanyeol . chanyeol . 35 : iya iya inget hehe, ini udh lanjut^^ . Thanks Reviewnya, Review Lagi ya ^^
chenma : sekali2 Yixing pinter wkwk ya mungkin? Hehe:v . Thanks Reviewnya, Review Lagi ya ^^
