Chapter 2

NARUTO MILIK MASHASI KSIMOTO

SEMUA LAGU DAN TOKOH MILIK PENGARANG ASLI,BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF

IDE MUNGKIN PASARAN biasa alur pasti cepat

Pagi yang cerah untuk setiap orang yang tak terkecuali bagi keluarga Namikaze,terlihat ibu berambut merah sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua tak berselang lama muncul pria dewasa berambut pirang datang sambil menguap.

"selamat pagi" kata sang pemimpin keluarga dengan menggaruk bagian kepala belakang.

"pagi,kau kemarin pulang terlambat " kata sang istri.

"ya..kemarin aku menemani Sandaime-sama"balasnya menundukan kepala agar bisa menatap mata sang istri yang tubuhnya lebih pendek.

"bagai mana diskusinya,kau kemarin bilang pertemuan penting bagai mana hasilnya" tanyanya dengan lembut dan senyum manisnya.

Minato sedikit tersentak dia teringat kejadian kemarin malam saat dia dan Hiruzen keluar dari Komplek Uchiha,perundingan berhasil permasalahan mereka adalah karena merasa disingkirkan dan tersinggung semua desas desus tentang mereka, ternyata melukai harga diri mereka bukan rahasia lagi di tanah elemental bahwa Uchiha mayoritas memiliki harga diri yang terlalu tinggi dan mudah terluka jangan lupakan sifat arogan mereka karena memiliki mata yang mereka anggap sebagai mata dewa nyatanya klan uchiha di dunia Shinobi sekarang adalah di cap sebagai klan pencuri jutsu.

"Sandaime-sama anda tidak perlu mengotori tangan anda lagi,aliansi penuh kebencian antara Senju dan Uchiha telah melindungi perdamaian desa dan akan terus berlanjut seterusnya" kata Minato

Sedangkan di belakang mereka terlihat Itachi tersenyum,kembali melihat istrinya dan membelai pipi dan rambut merah rubinya perlakuan sayang sang suami membuat wajah ayu Kushina bersemu,Minato lalu mengambil koran dan membacanya.

"berhasil,oh..dimana Naruto?"tanya Minato.

"Anak itu,bangun kesiangan lagi"Kushina lalu berlari kekamar Naruto.

Minato menghitung mundur hitungan mulai dari tiga,mulai terdengar teriakan Kushina dan lolongan minta ampun dari Naruto tak berselang lama sudah ada adegan Naruto terbang ke meja makan,memberi tatapan pada ayahnya yang berisi bagai mana bisa tahan dan menikah dengan ibu,senyum yang di dapat itu pasti membuat Naruto sangat kesal acara makan berlalu Naruto pamit untuk pergi bermain.

"gaki,lebih baik kau gunakan libur panjang ini untuk latihan" kata Kurama dari pikiran Naruto.

"kau benar,walaupun semua jurusku ikut kembali namun tubuhku belum siap ada saran?"

"aku tau pelatihan ayahmu cukup keras,coba minta untuk dibuatkan segel beban pada ibumu letakkan di tangan,kaki dan tubuh"

"akan ku minta ibu untuk membuatkanya,sekarang aku ingin menemui Hinata"

Dia berlalri menuju kediaman klan Hyuga,tak butuh lama dia sudah sampai semenjak menyelamatkan Hinata satu minggu yang lalu dia sudah biasa berkunjung ke kediaman Hyuga dan mereka tak mempermasalahkan hal itu,salah satu penjaga menunjukan dimana Hinata berada saat menuju dimana Hinata berada tak sengaja dia mendengar percakapan,insting ninjanya menyuruh untuk sembunyi dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

"kita harus menyingkirkan istri Hiashi,dia akan mengganggu rencana kita" kata suara satu.

"kau benar,kita lakukan saat anak kedua Hiashi lahir"

Mata Naruto melebar sedikit karena mendapat informasi ini,dia jadi tau alasan kenapa ibu Hinata mati di waktu asli bukan karena proses kelahiran Hanabi tapi di bunuh memikirkan langkah terbaik Naruto meninggalkan tempat itu.

"sebaiknya kau melakukan sandiwara dalam kasus ini gaki,Hiashi patut tau akan hal ini" kata Kurama.

"kau benar,sial aku datang kesini untuk menemui Hinata malah dapat masalah ini kubalas kalian nanti " balasnya pada patner bertempurnya.

Bergaya seperti tidak terjadi apa apa dia lalu menuju tempat Hinata entah ini takdir atau apa dia menjumpai juga Hiashi dan Hitomi sedang bermain dengan Hinata,fokus bergeser sedikit kesamping dia melihat kembaran Hiashi dan seorang yang dia kenal.

"selamat pagi semua" katanya dengan riang dan mendapat perhatian dari keluarga Hinata.

"oh..ternyata Naruto-kun,ingin bermain dengan Hinata"kata Hitomi dengan senyum.

"iya,Hitomi-sama"

Kini Naruto tau bagai mana sifat asli Hiashi dia bukan manusia es yang dia temui di waktu asli,kesimpulan yang dia buat adalah mungkin karena kematian istrinya Hiashi berubah menjadi dingin ia mungkin melupakan Hinata yang menginginkan ia kembali seperti semula.

"hey Neji kemari,bermainlah bersama kami"

Kata Naruto sebenarnya dia terganggu merasakan rasa negativ dari neji,ia Iri ingin bermain bersama mereka tapi yang menghambatnya adalah posisinya dia merasa tak pantas melirik sang ayah yang diam saja membuat ia dilema,namun ia tersentak karena tangan seseorang menaringnya ternyata orangnya adalah Naruto,bagai bisa melihat dan merasakan seperti burung yang dikeluarkan dan bebas terbang keangkasa entah dia merasa orang yang menariknya bisa membawa perubahan bagi siapa saja yang di sekitarnya.

"Hinata-sama,sudah waktunya latih tanding"

Kata salah satu orang dari rumah cabang, Naruto merasa akan ada sesuatu yang terjadi meminta ijin dari Hiashi untuk melihat sesi latihan dan di perbolehkan ia dan Hiashi serta Hitomi menuju tempat latihan ternyata disana sudah ada lawan untuk Hinata,dari segi usia tampaknya satu tahun di atas naruto dan bagi Hinata menjadi dua.

"Hiashi-sama,setelah acara ini bisa kita bicara"bisik naruto

"bisa ada apa Naruto-kun" kata Hiashi.

"kau akan tau segera"

Hinata telah memasuki area pelatihan,dia nampak lucu dimata Naruto saat bersifat malu-malu dia memang ninja terbodoh kenapa bisa buta dan tersadar saat yang mencintainya tulus telah pindah ke alam abadi,sesi sparing telah dimulai Naruto mengerutkan dahinya karena separing yang seharusnya ramah kini tampak berubah maksut,yang dia lihat sekarang adalah separing untuk membuat Hinata babakbelur,Nampaknya ini juga di ketahui oleh Hiashi,saat lawan Hinata memberi serangan terahir di hentikan oleh Naruto dengan cara membantingnya,tak ada yang menyadari pergerakan Naruto.

'dia memang pantas mendapat gelar ajaib' pikir Hiashi nyatanya salah

"waha maaf ya,tapi tadi di separing dilarang bahaya" kata Naruto dengan nada jenaka.

Mencoba lepas dari kuncian Naruto namun tak berhasil,hanya mengumpat yang dia bisa kuncianterlepas saat Hiyashi menyuruh Naruto untuk melepasnya memberi tatapan tajam pada Naruto lawan separing Hinata itu lalu pergi,Hinata lalu mendapat pengobatan dari ibunya melihat halitu Naruto lalu memberi kode ke Hiashi dalam diam mereka meninggalkan Hinata dan Hitom menuju ke kantor Hiashi tak lupa memasang segel diam.

"nah apa yang kau bicarakan,Naruto-kun" kata Hiashi.

"langsung keintinya,tanpa sengaja aku mendengar anggota klanmu sendiri ingin membunuh istrimu"kata Naruto.

"Apa,siapa mereka" kata Hiashi murka.

"aku tak tau,yangpasti itu akan dilakukan saat adik Hinata-can lahir"tambahnya.

"terimakasih atas informasimu,Naruto-kun" dan dibalas anggukan.

Cukup lama berada diruangan Hiashi jam sudah menunjukan waktu makan siang,pada awalnya Naruto ingin pulang namun di tahan oleh Hitomi dia dipaksa untuk ikut makan bersama keluarga Hyuga dengan terpaksa dia mengiyakan,sedangkan Hyashi sedang merencanakan untuk mengetahui siapa musuh dalam selimut yang ada di kelanya,acara makan telah selesai merasa cukup untuk hari ini dia pamit untuk pulang.

"sekarang waktunya memasang segel"

Dia berlari kerumah sesampainya disana tak ada seorangpun dirumah melihat jam dia ingat kebiasaan ibunya,membawakan makanan kekantor kage untuk ayahnya sedikt tawa keluar dari mulut Naruto ucapan terimakasih mungkin tak cukup untuk kesempatan yang diberikan oleh rikudo sannin.

"jadi ini yang dinamakan memiliki keluarga"ucabnya dengan setetes air mata karena rasa bahagia di hatinya.

"cukup,aku harus menemui ibu untuk membuat segel dan secepatnya kumulai pelatihan" dengan itu dia melesat ketempat kerja sang ayah.

Sedangkan diruang kage terlihat Minato yang sibuk bertempur dengan gunungan kertas yang berjumpelah lima tingkat,konsenya terganggu karena mendengar ketukan di pintu saat menyuruhnya masuk yang dilihat pertama adalah surai merah,mata keunguan,tak lupa jepit rambut yang menahan mahkota merah itu.

"oh..Kushina-chan"kata Minato.

"aku membawakanmu makanan,kuyakin kau lupa lagikan"kata sang istri.

Minato lalu menarik Kushina kedalam pelukanya "terimakasih,sayang"

"dasar" mereka terdiam beberapa waktu,menikmati kersamaan namun itu semua tak akan lama karena.

"ayah curang,tak mengajak Naru" kata Naruto dengan nada anak kecil,dan mendapat geraman jijik dari kurama di dalam tubuhnya.

Mereka tersadar karena kehadiran anak mereka,wajah mereka di hiasi oleh rona merah karena malu saat berprilaku seperti pasangan muda didepan anak mereka yang berumur baru lima tahun itu yang mereka tahu cepat sadar dari rasa malu mereka dan menanyai tujuan naruto datang.

"ibu,tolong buatkan segel beban ditubuh Naru" kata Naruto.

"eh,untuk apa Naru-kun" balas sang ayah.

"untuk latihan fisik"balasnya

"baik,akan kubuatkan tapi jangan berlebihan bahaya" kata sang ibu

Tak butuh lama segel beban sudah di buat di tubuh Naruto, melihat hasil karyanya Kushina tersenyum bangga menyuruh anaknya untuk menyalurkan cakra kini segel membuat tubuh Naruto terasa tiga kali lebih berat.

"untuk penyesuaian,kau berada di level 3"jelas sang ibu.

"pantas rasanya berat sekali"

"ingat,naikan secara perlahan jangan berlebihan" peringat sang ayah.

Mengucapkan terimakasih Naruto pergi meninggalkan kantor,gerakanya melamban dari biasanay tak ingin langsung pulang ia lalu menuju tempat latihan dengan berlari sekaligus digunakan untuk latihan fisik.

Yaha kuharap kalian suka chap satu ini ,bila ada salah maaf dan untuk alur cepat dan minta di perlambat akan saya usahakan soalnya kurang bisa butat cerita alur lambat hihi maaf ya