Chapter 3
NARUTO MILIK MASHASI KSIMOTO
SEMUA LAGU DAN TOKOH MILIK PENGARANG ASLI,BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF
IDE MUNGKIN PASARAN biasa alur pasti cepat
Langit penuh bintang nampak indah bila dilihat dari kantor kage dalam ruangan semu gelap terlihat seorang pria berambut gelap masih mengerjakan dokumen,keseriusanya terpecah saat menyadari bukan dia seorang di dalam kantor melihat orang lain yang di belakangnya ia tersenyum karena pamiliar dengan orang itu.
"bila kau dihajar ibumu,aku tak mau menolongmu Naru-kun"katanya dengan hangat.
"apa ayah tega?"balas Naruto.
"tidak,ada apa kau kemari ini sudah malam"tanyanya pada sang anak.
"kebenaran tanggal 10 oktober,kuharap tak mencelanya"balasnya datar
Mata minato sedikit menyempit,dengan tenang dia mempersilahkan Naruto untuk bicara entah kenapa dia merasa ini akan mengungkap rasa penasaran besarnya tentang kejadian serangan Biju terkuat dan siapa sebenarnya orang yang menolongnya.
"kumulai dengan siapa aku sebenarnya,kuyakin kau paham dengan konsep ruang dan waktu kan ayah aku Uzumaki Naruto berasal dari masa depan tepatnya dua belas tahun dari sekarang saat perang dunia ninja ke empat" kata Naruto dan kejutan besar berada di wajah Minato.
"bagai mana bisa,kau jangan bercanda" kata Minato.
"tunggu sebentar dengar sampai selesai,intinya aku di kirim kemasa lalu sebenarnya untuk mencegah hinata untuk mati di medan perang namun tak kusangka di kirim saat waktu penyegelan,sekarang kau tau siapa remaja compang camping yang dengan mudah memukul kyubi atau kurama dengan mudah dengan sekali pukul"malam ini membuat Minato menjadi sangat pusing.
"apa ada lagi yang akan kau ungkapkan,selesaikan sekarang Naruto-kun"kata Minato lemas.
"kuharap bila bertemu orang ini kelak kau bisa memaafkanya ayah,Obito masih hidup yang menyerang dan mengaku Madara dia,ia di manipulasi si berengsek Madara"
"apa kau yakin,dia mati di reruntuhan waktu misi jembatan kanabi" kata minato.
"asal kau tau,di waktu asli kau dan ibu mati waktu penyegelan dan aku menghabiskan awal hidupku dengan menerima segala hal yang mungkin melebihi bayanganmu ayah,bagai mana perasaanmu bila pengorbananmu tidak di ikuti dan mendapat perlakuan berutal setiap hari,aku paling tidak suka orang sok tau tentang rasa sakit karena aku di besarkan oleh rasa sakit" kata Naruto dengan sorot derita.
"aku punya permintaan,aku ingin masuk Anbu untuk mengubah masa depan dan melindungi orang-orang yang berharga" kata Naruto serius.
"baik,akan kukabulkan kode name Kitsune kuharap Kushina tidak membunuh kita" ucabnya dengan senyum
Malam sunyin kala itu di isi oleh oleh kebenaran yang Naruto ungkap kepada sang ayah,kini ia dan ayahnya menuju rumah seperti pencuri yang masuk kedalam rumah dengan perlahan membuka pintu dan masuk jantung mereka terasa akan lepas saat tiba-tiba lampu dinyalakan.
"wa..ternyata ada tikus yang masuk rumah" suhu mulai turun berbarengan dengan suara wanita itu.
"eh..hai hihi"duo ayah anak itu berbarengan.
"KEMANA SAJA KALIAN HAH INI SUDAH MALAM,BERANINYA KALIAN MENINGGALKANKU DI RUMAH SENDIRI" ucab KUSHINA.
Malam ini ditutup oleh teriakan Kushina,pagi menyambut jiwa yang telah beristirahat selama sang ratu malam berkuasa Hari ini menjadi awal dimana Naruto menjalankan Tugas sebagai Anbu seperti biasa untuk anggota baru di adakan tes berupa tes fisik,kemampuan dan sikis.
"baik,tes pertama tes sikis aku yang akan mengujimu"kata Inoichi.
"silahkan"
Pemimpin klan yamanaka itu lalu memasuki pikiran Naruto untuk melihat ingatanya,dia memasuki ingatan masa kecil Narutosampai dewasa tak mau mempercayai semua dan mencari bukti itu palsu,namun itu nyata ia keluar dari pikiran Naruto dengan wajah pucat.
"tak kupercaya,kau melalui itu semua dan kau masih stabil" kata Inoichi.
"kutebak kau tau siapa aku sesungguhnya,ingat yang kau ketahui adalah SS rank" kata Naruto.
Tes berpindah ketahap berikutnya ,yaitu tes fisik yang dilakukan oleh Anbu bertopeng badak tes berupa ketahanan fisik di dalam tekanan berat dan hal ekstrim lainya namun bisa dilewati dengan mudah,dilanjut tes kemampuan mencakup seberapa cepat mengambil keputusan,kemampuan dalam memimpin tim dan lain,Naruto menyeringai melihat siapa pengujinya.
"kurasa ini akan menjadi menyenangkan Inu,kuharap kau tak mengalah" kata Naruto.
"kau percaya diri sekali,baik kita mulai".
Suatu komplek di konoha tepatnya milik Klan Hyuga nampak sang pemimpin sedang berdiskusi dengan seorang pria berambut pirang,Hiashi sedikit memandang heran ada dua alasan pertama wajah pemimpin desa ini nampak seperti di hajar sampai tak berdaya dan kedua kenapa dia bisa 'bebas'.
"ada apa,kau nampak seperti melihat hantu Hiashi"kata Minato dengan sedikit menahan sakit.
"kalau kau babak belur aku tak terlalu kaget,tak kusangka kau bisa bekerja dengan sangat cepat mengatasi kertas iblis itu" balas Hiashi.
"ucabkan terimakasih pada Naruto,tak terpikir oleh kage sebelumnya gunakan Bunshin" balas Minato sambil meminum kopi yang sudah di sediakan.
"Minato,aku punya penawaran untukmu"kata Hiashi.
"apa"
"Kita jodohkan Naruto dengan Hinata,ingat rahasiakan ini dari mereka bila kau setuju"
"EHH...memang kenapa"
"ini ucapan terimakasihku padadia,soalnya dia yang memberiku info ada duri dalam daging di klanku" ucab Hiashi dingin di ujung kalimat.
"begitu,aku setuju"
tujuh tahun sejak persetujuan yang dibuat dua ayah itu,dan sudah tujuh tahun juga Naruto di Anbu dalam bayangan dia telah mulai merubah alur cerita waktu dia telah berhasil terhubung dengan hampir semua Jinchuriki ,jangan lupakan Hubungan rahasia dengan Nagato,Konan dan Yahiko tepatnya Nagato ia memasukan nagato dalam sekenarionya dalam merubah masa depan sebab Nagato adalah sekutu yang sangat membantu.
"tak kusangka,Anbu sangat berat"
Naruto ingat saat pertama dia masuk Anbu tak terlupakan wajah ibunya,sudah tujuh tahun bekerja dalam bayangan lamunanya terganggu karena tepukan di bahunya saat menoleh ternyata pelakunya adalah Itachi dan Shisui,ia tersenyum dua Uchiha ini tau kebenaran tentang Naruto .
"apa yang kau pikirkan Naruto?" tanya Shisui.
"sudah mendekati Ujian chunin,invansi sebentar lagi jika waktu sama"kata Naruto tanpa mengalihkan pandangan dari akademi.
"tenanglah,kita akan lebih siap saat itu"kata Itachi mengarahkan pandanganya pada objek yang dilihat Naruto sebuah senyum dipasang diwajah.
"sial aku lupa,,Itachi shisui seberapa bagus kalian bisa membaca plagan rikudo"tanya Naruto.
"kami sudahmencapai Mangekyou saringan jadi kami bisa membaca semuanya,memang kenapa Naruto-kun"tanya Shisui.
"bila boleh,kalian mau melakukan ini untukku"kata Naruto menyerahkan sebuah gulungan.
"apa ini"tanya Itachi.
"mau percaya atau tidak,plagan yang ada di klan kalian sudah dirubah dan di gulungan itu adalah yang asli bisa dikatakan selama ini klan kalian sudah di manipulasi seseorang"kata Naruto datar.
"APAAA"Hilang sudah sipat tenang Uchiha mereka lalu mengeluarkan plagan asli dari Naruto dan membacanya.
"maaf,aku melupakan hal ini kata Hagoromo-jiji itu takdir kalian untuk mencari tahu siapa pelakunya bahkan walaupun sampai Uchiha terahir bila perlu" kata Naruto.
"terimakasih,akan kami lakukan sebaik mungkin bila gagal kami serahkan nyawa kami untukmu"kata mereka,satu yang dapat di pelajari dari Uchiha yang merupakan salah satu poin dasar,bila kau dapat pengakuan dan kepercayaan mereka bahkan sampai mati mereka akan melayanimu.
"kalian berlebihan,aku bukan tiran" setelah itu mereka lenyab meninggalkan Naruto sendiri.
Meninggalkan Naruto sendiri nampaknya dia tertular kebiasaan Asuma memandangi orang yang dia cinta dari kejauhan,ia memperhatikan Hinata yang berada di dalam kelas memperhatikan penjelasan dari Iruka guru akademinya dulu,ia ingat masa akademinya dulu sebelum keluar dan bergabung dengan anbu,senyum kini terukir kembali di wajah tan Naruto melihat perubahan yang terjadi di Hinata dia mulai memanjangkan surai indigonya yang telah sampai pundak,entah kenapa dia melihat sosok Hinata semakin anggun dan mempesona atau mungkin karena tugasnya di Anbu yang membuatnya jarang bertemu atau yang lain dia tak tau.
"mungkin aku terlalu sibuk dengan Misi" kata dia dengan helaan nafas yang desar.
"penguntit,itu yang tepat untukmu Naruto"
"bukan urusanmu Yamato-sanpai,ada apa?"tanya Naruto pada sosok wajah di sampingnya.
"kau di panggil Hokage-sama"
Tanpa ada jawaban ia sudah menghilang dengan kepulan asab,tak berselang lama dia sudah sampai di kantor kage yang berisi beberapa orang yang dia kenal siapa lagi kalau bukan ayah,ibu Hiruzen dan Jiraiya dia sedikit menaikan alis .
"langsungsaja,kau dan Jiraiya akan mencari Tsunade kembali kedesa"kata Minato
"baik,dengan siapa misi ini?"
"dengan orang cabul ini"kata Hiruzen,naruto melihat jiraiya dejavu.
"dengan ero-sannin tak buruk"
tbc
