Chapter 4
Meninggalkan Naruto sendiri nampaknya dia tertular kebiasaan Asuma memandangi orang yang dia cinta dari kejauhan,ia memperhatikan Hinata yang berada di dalam kelas memperhatikan penjelasan dari Iruka guru akademinya dulu,ia ingat masa akademinya dulu sebelum keluar dan bergabung dengan anbu,senyum kini terukir kembali di wajah tan Naruto melihat perubahan yang terjadi di Hinata dia mulai memanjangkan surai indigonya yang telah sampai pundak,entah kenapa dia melihat sosok Hinata semakin anggun dan mempesona atau mungkin karena tugasnya di Anbu yang membuatnya jarang bertemu atau yang lain dia tak tau.
"mungkin aku terlalu sibuk dengan Misi" kata dia dengan helaan nafas yang desar.
"penguntit,itu yang tepat untukmu Naruto"
"bukan urusanmu Yamato-sanpai,ada apa?"tanya Naruto pada sosok wajah di sampingnya.
"kau di panggil Hokage-sama"
Tanpa ada jawaban ia sudah menghilang dengan kepulan asab,tak berselang lama dia sudah sampai di kantor kage yang berisi beberapa orang yang dia kenal siapa lagi kalau bukan ayah,ibu Hiruzen dan Jiraiya dia sedikit menaikan alis .
"langsungsaja,kau dan Jiraiya akan mencari Tsunade kembali kedesa"kata Minato
"baik,dengan siapa misi ini?"
"dengan orang cabul ini"kata Hiruzen,naruto melihat jiraiya dejavu.
"dengan ero-sannin tak buruk"
NARUTO MILIK MASHASI KSIMOTO
SEMUA LAGU DAN TOKOH MILIK PENGARANG ASLI,BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF
IDE MUNGKIN PASARAN biasa alur pasti cepat
Sudah setengah hari dua sosok lelaki itu keluar dari desa seorang lelaki tua sekitaran umur 50an dan remaja yang nampak 12 tahunan kini mereka singgah di kota kecil untuk istirahat, mungkin lebih tepatnya di suatu kedai ditemani segelas ocha dingin dua ninja itu sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"oe,ero sannin" muncul perempatan dilawan bicaranya.
"gaki sialan,apa Minato tidak mengajarimu sopan hah".
Senyum tipis terpasang dibibir Naruto walaupun tampak marah dia sebenarnya hanya pura-pura, sedikit kenangan saat melakukan perjalanan dalam pelatihan diwaktunya melintas dalam pikiranya merebahkan tubuh dan memandang awan sebelum dia melanjutkan pembicaraan ini.
"aku mau tanya,bagai mana caramu untuk bisa membujuk Tsunade-baa san?"
"entah,aku belum memikirkanya"
Entah kenapa mereka kompak menghela nafas, Sedang di desa lebih tepatnya sebuah kamar nampak tiga orang sedang bermain dengan seorang anak berumur lima tahun siapa lagi bilabukan Hitomi,Hinata dan Kushina.
"ayo Hana-chan,katanya mau menjadi Ninja ayo rebut ini dari Kakak"
"kakak menyebalkan huh"
Sedangkan dua wanita dewasa yang mengawasi mereka tertawa melihat tingkah Hanabi yang kesal,sangkakak ikut tertawa menambah kekesalanya melihat itu Hinata menjadi tidak tega dia lalu menyerahkan sepiring danggo pada sang adik kecilnya itu dia lalu mengajaknya atau lebih tepatnya menggendong Hanabi menuju sang ibu.
"kau sudah seperti ibumu saat seumuranmu,Hinata"puji Kushina.
"anda terlalu memuji,Kushina-sama"kata Hinata sambil memerah.
"oh,Iya aku mau tanya padamu?".
"ada apa,Hitomi"
"kami tidak pernah bertemu Naruto,dia kemana"kata Hitomi,sedangkan Kushina tidak langsung menjawab Hinata dan ibunya tau adayang salah.
"apa dia baik-baik saja,Kushina-sama"tanya Hinata Nada kuatir terdengar.
Sebenarnya tidak terjadi sesuatu dengan anaknya,persoalanya disini adalah Naruto tidak mau statusnya sebagai anggota anbu terbongkar oleh Hinata otak konoichi yang di juluki Habanero itu berpikir keras mencari jawaban.
"dia sehat,tenag dia tak apa-apa"balasnya.
"KUSHINA" Hitomi sudah mengeluarkan sisi lainya,walaupun dia terlihat lembut namun dibalik itu ada sesuatu yang menyeramkan, teman dekat dari Hitomi tau akan hal itu naasnya Kushina salah satu orangnya.
"baik akankujawab,kau bisa melihat kondisi Naruto dalam satu bulan ini hah kalian bisa meintrogasi dirinya selama yang kalian mau" kata Kushina pasrah,dalam Hati dia meminta maaf pada anaknya kelak bila kembali.
Sedangkan dilain tempat seorang remaja pirang tiba-tiba merinding dia merasa akan terjadi hal merepotkan,Masuk dalam miscabe dia bertanya pada Kurama dan rubah itu menyuruhnya untuk mengabaikanya pembicaraan mereka terpotong karena tepukan Jiraya.
"apa yang kau pikirkan?"
"tidak,aku hanya sedang bicara dengan Kurama"kata Naruto dia lalu merebahkan tubuhnya memandang langit yang mulai menghitam dan ditabur berlian.
"siapa dia?".
"kyubi"
"APA,HAL ITU SANGAT BAHAYA KAU BISA DI MANIPULASI RUBAH ITU"
Kata enteng Naruto dibalas teriakan panik Jiraiya,sedangkan remaja pirang itu hanya menggosok telinganya karena jeritan Jiraya dia lalu menjelaskan apa yang sebenanhya terjadi mulai dari siapa sebenarnya dirinya dan sekilas yang terjadi dimasa depan.
"aku tak menyangka,dunia Shinobi menjadi seperti itu".
"sudahlah,lebihbaik kita selesaikan misi kita dulu".
Hari telah berganti kini mereka berda di pintu gerbang kota Tanzaku pusat perjuadian di negara api,menurut agen Jiraiya Tsunade ada disini mereka langsung masuk kedalam kota Namun ingin sekali kali ini Naruto menghajar Jiraya kebiasaan buruknya kumat, rasanya dejavu sama seperti saat mencari Baa-sanya peramakali dulu untuk menggantikan jijinya yang tewas.
"dasar,yang penting ini ditanganku"
Seringai iblis terlihat di muka Naruto ia kini memegang dompet dan kartu rekening Jiraiya,tak sabar untuk mendapat hasil menyampingkal hal itu Naruto lalu melanjut perjalanannya melihat kota perjudian terbesar di tanah api tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
"maaf,akutak sengaja"
Saat melihat siapa yang ditabrak alangkah terkejutnya aku, dua orang yang sangat dia kenal siapa lagi kalo bukan Tsunade dan Shizune melihat ekpresi wajah naruto mereka sedikit terganggu.
"kenapa denganmu bocah?"
"baa-can akirnya aku menemukanmu"
"APA KAU BILANG "kata Tsunade karena tak terima di panggil nenek oleh bocah yang baru ditemuinya.
"tenang,sebaiknya kita cari tempat untuk ngobrol" kataku enteng.
Walaupun dengan bujukan Shizune Tsunade mau ikut dengan Naruto kini mereka berada di suatu kedai ,tak berselang lama pesanan mereka telah tiba Tsunade terlihat jelas raut wajah kesal karena dia bukan tipe orang yang suka berbasa basi.
"apa tujuanmu bocah".
"misi membawamu kembali kedesa"kata Naruto sambil meminum tea.
"tidak,aku tidak mau kembali kedesa yang memberi aku rasa sakit"kata Tsunade dingin, tawa terdengardari naruto baik bila dengan cara baik maka dia akan menggunakan cara itu.
"baik kalo begitu,kita taruhan bila aku menang kau kembali kedesa dan melakukan tugas sepenuh hati dan bila kalah akan kutanggung semua Hutangmu" tawar Naruto.
"apa taruhanya?".
"kita bertarung ,siapa yang lebih dulu kalah atau mengaku menyerah dia adalah pemenangnya temui aku dalam satu minggu di sisi utara kota ini" setelah menaruh uang Naruto pergi.
"Tsunade-sama,apa kau yakin" kata Shizune.
"aku yakin,memang apa yang bisa dilakukan bocah itu"
Disuatu tempat atau bisa di sebut gua terlihat pria bermasker sepiral tengah duduk termenung memikirkan rencana, sedang dilain tempat kini Naruto tengah berada di luar kota tanzaku dia dalam posisi meditasi
"ho,nampaknya kau sudah bisa lolos dari mereka ero-sannin".
"sialan kau gaki,beraninya kau"balas Jiraiya.
"biar kau jera".
"sudahlah tak penting,apa yangkau pikirkan dalam otakmu" nada serius keluar dari sannin konoha ini.
"kau akan lihat dalam satu minggu kedepan,mungkin akan ada hal yang bagus" balas Naruto.
Satu minggu telah berlalu kini hari yang ditunggu telah tiba mereka berada ditempat yang ditentukan sebuah tempat yang lapang dan jauh dari pemukiman,Tsunade nampak oktimis sedangkan sang lawan masih terlihat tenang.
"kenapa,apa kau takut menyerahlah sebelum menyesal."
"baa-san,lebih baik kau jangan meremehkan lawanmu seharusnya kau tahu hal ini kan"
Angin berhembus diantara mereka Jiraya langsung memberi kode untuk memulai pertarungan,Naruto melempar kunai dan berasil dihindari oleh Tsunade namun dia tak sadar bahwaa kunai itu telah diberi segel ledakan dan hasilnya dia terlempar beberapa meter.
"cerdik juga kau"
"terimakasih"
Tanpa ada aba-aba Tsunade maju menyerang bagi mata biasa dia seolah menghilang,menyadari bahaya Naruto lalu melompat dan benar saja sebuah kawah telah tercipta di tempat bekasnya berdiri namun bukan hanya itu Tsunade lalu melakuan tendngan namun berhasil ditangkis oleh Naruto.
"sial,aku harus lebih serius"
Membuat beberapa Bunshin untuk menyerang Tsunade namun berhasil dikalahkan tetapi tanpa ada yang tau dia mengirim satu Bunshin untuk mengumpulkan energi alam, Sedangkan Jiraiya dan Shizune melihat pertempuran antara Tsunade dan Naruto hanya kagum karena seorang anak mampu bersaing dengan sannin.
"hebatjuga,namun aku yang akan menang gaki"
"tidak secepat itu,Baa-san"
Naruto kini melepas segel pemberat yang selama 7 tahun mengikat tubuhnya,dan hasilnya pergerakan dia sangat cepat sampai mata Tsunade kesulitan mencocokan pergerakannya ia lalu melancarkan seranganya kini sannin siput itu sudah seperti samsak tinju,sedikit darah keluar dari mulutnya satu tinju terahir mengirim Tsunade kedalam kawah.
"uh,kau hebat sampai memaksaku memakai ini" kini dia sudah memakai jurus regenarasinya.
"baik,akan kutingkatkan sedikit separing ini"
Asab menyelimuti tubuh Naruto setelah asab menghilang dia sudah memakai jubah merah dengan api hitam di bawahnya,Jiraiya tercengang merasakan aura ini Sage mode setelah ini mungkin akan lebih panas.
"maaf,tapi yang menang adalah aku"
Mereka lalu maju menyerang dan benarsaja setelah beberapa saat Tsunade sudah terkapar ditanah,jutsunya telah berahir sedangkan Naruto terengah engah mencoba mengumpulkan Nafas Jiraiya dan Shizune mendekat untuk mengecek mereka dengan cekatan murit sannin siput itu melakukan pertolongan pada sang guru.
"tak kusangka,kau bisa mengalahkan tsunade-Hime "kata Jiraiya.
"dia meremehkanku,makanya aku menang dan ini sebagai tanda maafku"
Dengan tanda matahari ditangan kanan dia menyembuhkan Tsunade kini dia sudah dalam kondisi semula walau belum sadar,sedangkan Naruto dia runtuh sontak Jiraya menangkapnya hari telah berganti saat Naruto bangun dia mendapat pemandangan aneh,mungkin dia harus bertemu Inoichi saat sampai kedesa apa mungkin dia sudah gila sampai melihat pemandangan ini bagai mana tak diragukan kini dia melihat Jiraya sang sannin katak dengan Tsunade orang yang dianggab nenek olehnya tengah tidur dengan posisi mesra,tidur di dekat jendela dengan Jiraya memeluk Tsunade sedangkan sang Baa-san terlihat nyaman dengan tidur didada Jiraya sambil dipeluk,senyum bahagia terpasang dibibirnya ingat itu.
"naruto-kun,kenapa kau?".
Tanpa menjawab dia lalu menunjuk pada dua sannin raut wajah Shizune sama dengan Naruto,entah kenapa mereka menjerit sontak membangunkan dua sannin yang sedang tidur itu.
