Opening song:

-COURAGE-

Haruka tomatsu.

¤Uchida Tokugawa¤

-present-

Seperginya Naruto dari Laboraturium milik Madara ,Naruto langsung menuju sekolahnya karena tidak mau berurusan dengan si Ketua Osis berwajah tembok itu.

TAP!

Bunyi salah satu kaki Naruto yang mendarat dengan aman diatap sekolah,Kemudian Naruto celingak celinguk melihat keadaan sekitar,Apakah aman atau tidak.

"Hah...aman" Ucap Naruto lega kemudian mulai berjalan menuju pintu keluar, Namun sepertinya Dewi Fortuna masih belum memberkahinya dikarenakan pada saat Naruto membuka pintu sudah ada yang menunggunya sambil berdiri, Dan itu membuat Naruto kaget setengah mati karena harus berurusan dengan Sang Ketua Osis lagi.

"Sedang apa kau berada disini Uzumaki-kun?" Tanya Sona datar.

"A-aku sedang menemui kawan lama" Jawab gugup Naruto,Sedangkan Sona semakin Datar wajahnya -_-.

"Disaat pelajaraan berlangsung?dan tanpa ijin yang jelas?" tanya Sona lagi dan sukses membuat Naruto semakin Gugup.

"A-ah Y-ya mungkin" jawab Naruto lagi.

"Ikuti Aku keruang Osis" Ucap Sona dan belalu pergi keruang Osis.

"H-ha'i" Balas Naruto pelan kemudian berjalan mengikuti Sona.

Cklek!

Suara pintu ruang Osis yang dibuka seseorang dan sukses merebut seluruh perhatian penghuni Ruang Osis tersebut.

"Siapa dia Kaichou?" Tanya seorang perempuan bersurai putih kepada Sona sambil menunjuk Naruto,Sedangkan yang lain hanya diam karena pertanyaan mereka sudah diwakili oleh wanita bersurai putih tadi.

"Dia Murid baru yang membuat Masalah dihari pertamanya Momo" Jawab Sona sambil melirik Naruto sekilas dan melihat Naruto yang menyengir.

"oh" Hanya itu respon Momo setelah mendengar jawaban Kaichounya itu.

"Nah Uzumaki-kun silahkan ikut keruanganku" Perintah Sona kepada Naruto.

Sedangkan para anggota Osis terutama pria bersurai pirang sama seperti Naruto sempat Kaget melihat Kaichou tercintanya memanggil Naruto dengan suffix "Kun".

"Apa yang kau lakukan pada Kaichou sampai ia menggilmu dengan Suffix 'kun' pirang!" Ucap Anggota Osis bersurai pirang Kepada Naruto.

TWICH!

Tercetaklah Perempatan didahi Naruto saat mendengar sebutan yang dikatakan pria pirang tadi untuknya.

"Apa yang kau katakan tadi hah!" Balas Naruto ketus, Sedangkan yang lain hanya cengo melihat pertengkaran antara duo pirang tersebut.

"Yang aku katakan adalah ,apa yang Kau lakukan pada Kaichou sampai memanggilmu dengan suffix 'kun' Pirang?" Ulang si pirang kepada Naruto.

TWICH!

Bertambahlah perempatan didahi Naruto saat mendengar perkataan Si pirang itu.

"Aku tidak melakukan apapun ,dan apa apaan istilah Pirang itu! Kau juga pirang Baka!" Balas Naruto dengan nada mengejek.

TWICH!

"Sudahlah Saj-"

"Diamlah Kichou, biarlah Pawnmu ini membereskan parasite kuning ini." Ucap Saji memotong perkataan Sona dengan Mata berapi api sambil menunjuk nunjuk Naruto.

"Hei, Kau juga pirang Baka Akuma" Balas Naruto dan membuat suasana diantara mereka panas dan jika diperhatikan Background diantara mereka berdua sudah berubah menjadi Background Madara dan Hashirama dilembah kematian.

"A-apa kau bilang Duren!" Kata Saji sambil menahan emosi yang meluap luap.

"Aku bilang Baka Akuma~" Ulang Naruto dengan Nada pelan dan mengejek yang semakin membuat emosi Saji meluap luap.

"Dasar Duren" Ucap Saji.

"Labil" balas Naruto.

"Maniak Ramen"

"Jomblo"

"Kucing!"

"Kau kotorannya"

"A-ap-!"

"Dasar Lolicon/Perjaka!"

UGH!

Ucap Saji dan Naruto bersamaan diakhir kelimat ejekan mereka dan sama sama tertohok saat mendengar ejekan mereka yang terakhir.

Sedangkan Anggota Osis yang lain sweatdrope melihat tingkah mereka berdua yang seperti Anjing dan Kucing.

"Kalian berdua ikut aku keruanganku" Ucap sona mengakhiri sesi saling mengejek antar Naruto dan saji, Kemudian melenggang memasuki ruangan Osis.

"Ha'i" Jawab duo pirang dan mulai beranjak keruang Osis.

"Mereka berdua terlihat akrab ya" Ucap Momo yang diberi anggukan yang lain.

"Ya,Padahal mereka belum terlalu saling mengenal" Tambah wanita bersurai hitam sepinggang.

Sedangkan diruang Osis terdapat duo pirang yang duduk bersebelahan dan buang muka kearah lain dan dihadapan mereka ada Sona yang menghela Nafas melihat kelakuan Pawn kesayangannya ini dan Murid baru yang membuatnya merona setiap melihat senyumnya dan mendengar suffix 'chan' di Namanya.

"Sebagai hukuman kalian berdua harus membersihkan toilet pria sepulang sekolah" Jelas Sona kepada duo pirang dihadapanya ini dan sukses membuat keduanya lesu.

"Ha'i, Sona-chan/Kaichou" Jawab Saji dan Naruto bersamaan.

"Baiklah kalian boleh kembali" Kata Sona yang direspon anggukan oleh kedua Saji dan Naruto.

Sesudah Naruto pergi dari ruang Osis ,Naruto langsung menuju kelasnya supaya tidak mau mencari masalah dengan Sona.

SREEK!

Bunyi pintu kelas yang terbuka dan menampakan Naruto dengan wajah lesu,Kemudian Naruto berjalan kearah bangkunya tidak menghiraukan Akeno yang menatapnya agak bingung.

"Haah...lebih baik aku tidur dulu" Ucap Naruto kemudian meletakan kepalanya diatas meja.

Akeno yang sedari tadi melihat Naruto bersikap aneh pun akhirnya bertanya. "Ara ara kau kenapa Naruto-kun?"

"eh? Tidak apa apa kok Akeno-chan hanya saja aku terkena sedikit urusan dengan Sona-chan" Jawab Naruto tanpa mengangkat kepalanya yang masih bersender dimeja.

"Ara ara, Kau membuat masalah apa? Sampai berurusan langsung dengan Sona" Tanya serta heran Akeno,Karena biasanya yang memberi hukuman hanya Para anggota Osis saja sedangkan Sona agak jarang memberi hukuman sebab ia selalu sibuk karena jabatanya sebagai ketua Osis.

"Membolos dihari pertama mungkin..hehehe" Balas Naruto sambil nyengir.

"Oh pantas saja Naru" Balas Akeno kemudian mengeluarkan bento dari lokernya dan meletakanya dimeja, Akeno melirik Naruto yang masih tidur sebelahnya.

"Kau mau bento Naruto? Sepertinya aku hari ini membawa agak banyak" Tawar Akeno sambil menyusun Bento dimejanya.

"emm Bolehkah?" Tanya Naruto memastikan.

"Tentu" Jawab Akeno sambil mengangguk.

"Wah! kalau begitu kebetulan sekali, Karena aku tidak membawa Bento hari ini, Arigatou Akeno-chan!" Kata Naruto bersemangat dan berbinar binar matanya saat melihat isi Bento yang dibawa Akeno.

"Ara ara ,Tentu" Balas Akeno. "Silahkan dimakan Naruto-kun" Tambah Akeno sambil mulai mengambil dadar gulung dan melahapnya.

Naruto kemudian mulai menyumpit daging filet dan melahapnya.

"Uoooh! Enak sekali! Apakah kau semua yang membuat ini Akeno-chan!?" Tanya Naruto dengan mata berbinar binar.

"Iya Naruto-kun" Jawab Akeno sambil tersenyum melihat Naruto seperti anak anak.

"Hebat sekali Akeno-chan! Suatu saat jika Kau jadi Istriku Pasti Aku akan berhenti makan Ramen!" Ucap Naruto sambil melahap Bento Akeno dengan lahap, dan tidak melihat Akeno yang sekarang menunduk dan wajahnya merah padam.

"B-benarkah itu N-naruto-kun" Ucap Akeno gugup.

"Tentu Akeno-chan" Balas Naruto tanpa mengerti maksud omongan Akeno dan efek apa kedepanya dengan Naruto yang menjawab pertanyaan Akeno barusan.

"K-kalau B-begitu kutunggu" Ucap Akeno pelan tanpa didengar Naruto yang sedang makan dengan jelas.

SREK!

Bunyi pintu kelas terbuka dan menampakan wanita bersurai merah yang baru kembali dari kesibukanya dan kemudian wanita tersebut melihat Akeno sedang makan Bento bersama dengan Naruto, Ada perasaan Cemburu sedikit dihatinya saat melihat kedekatan antara Akeno dan Naruto, Kemudian Wanita tersebut mulai berjalan kemejanya dan mengambil kotak bentonya dan mulai berjalan kearah Akeno dan Naruto yang belum mengetahui kedatangan Wanita itu.

"Ne...Bolehkah aku bergabung hm?" Tanya siWanita pada Akeno dan Naruto.

"Boucho/Rias" Ucap Akeno dan Naruto kompak.

"Tentu" jawab Naruto sambil nyengir dan membuat Rias blushing tipis.

"Ara ara Kau membuat suasana Romantis antara sepasang suami istri hilang Rias" Sindir Akeno yang sedikit tidak suka melihat Rias Blushing tadi.

"A-apa!" Kaget Rias saat mendengar kata 'sepasang suami istri' yang keluar dari mulut Akeno.

"are" Hanya itu respon Naruto dan memakan Bento Akeno kembali dengan lahap.

"A-apa yang kau maksud Akeno?!" Tanya Rias sambil menatap Tajam Akeno.

"Yang kumaksud adalah sepasang Suami Istri, Bochou" Jawab Akeno santai sedangkan Rias semakin kesal mendengarnya.

"Darimana kau bisa menyimpulkannya begitu!" Balas Rias sengit dan mulai keluar percikan listrik diantara mata Rias dan Akeno.

"Bisa saja Bochou. Bahkan Naruto yang mengatakan aku Istrinya" Balas Akeno sambil tersenyum menang saat melihat wajah shock Rias.

"T-tidak m-mungkin!, Naruto-kun Benarkah bahwa yang dikatakan Akeno itu?" Tanya Rias kepada Naruto yang sedang Asik makan.

"Uapha Rhias?" Balas Naruto dengan mulut penuh makanan.

"Apakah benar bahwa Akeno itu istrimu!" Tanya Rias yang diakhir kalimatnya sedikit membentak.

"Oh kau salah paham Rias, Sebenarnya tadi aku bil-"

"Ara ara tidak usah bilang kepada siapapun saat kau melamarku tadi Naruto-kun" Ucap Akeno memotong kalimat Naruto sambil menarik dan membenamkan wajah Naruto diatara kedua Dadanya.

Rias yang melihat Akeno yang menarik Naruto dan membenamkannya keOppainya pun tambah kesal kemudian menarik Tangan Kiri Naruto dan memeluknya possesif.

"Aku tidak akan memberikan Naruto pada siapapun" Ucap Rias sambil menekan Naruto kedadanya.

"Eeeeh! Jangan kau benamkan suamiku di oppai besarmu itu Buchou!" Ucap Akeno dan menarik Tangan kanan Naruto dan Rias menarik tangan kiri.

"Aku yang menemukan Naruto pertama kali dan aku berhak memilikinya!" Kata Rias dan menarik Naruto.

"Naruto-kun bukan Barang Naruto dan bebas menentukan pasangannya yaitu aku" Ucap Akeno yang juga menarik Naruto.

Sedangkan Naruto yang ditarik tarik oleh kedua wanita tersebut mulai sadar dari pikiran Mesumnya sehabis merasakan Dada Rias dan Akeno tadi.

"A-apa yang kalian lakukan" Kata Naruto pelan sambil melihat Rias dan Akeno.

"Aku sedang Mempertahankan Suami/Miliku" kata Rias dan Akeno bareng.

"Hah...merepotkan" Ucap Naruto.

Sedangkan Dibangku sebelah utara dari bangku Naruto terdapat 3orang pemuda yang sedang menangis anime melihat kejadian antara Naruto,Rias,dan Akeno.

"Sialan Naruto! Dia bisa bisanya diperebutkan oleh Akeno dan Boucho!" ucap pemuda dengan gaya rambut ala Captain Tsubasa.

"Kau benar Issei!"

"Matilah para pria tampan!"

Kata kedua teman Issei bareng dengan Nangis Anime.

"Kau benar Matsuda,Motohama dan oleh karena itu,Sebagai PPMKA (persatuan pria mesum kuoh academy) tujuan kita yang akan menjadi raja harem tidak akan terhalang karena adanya mahluk pirang itu" Kata issei sambil menunjuk Naruto.

"Kau benar issei" Ucap Motohama.

"Harem banzai!" teriak Matsuda.

"hehehehe" Cengir Issei, Sedangkan para perempuan yang berada disekitar mereka dan mendengar teriakan Matsuda segera menjauh dari trio mesum.

Sedangkan dengan Naruto,Sekarang ia masih ada diantara Rias dan Akeno yang masih tarik menarik memperebutkan dirinya.

"Ugh! Kepalaku mulai pusing karena digocang goncang" Ucap Naruto.

"Lepaskan Boucho! Naruto-kun itu suamiku" Bentak Akeno dan menarik Naruto.

"Tidak akan Akeno! Karena Naruto itu miliku" Balas Rias dan menarik Naruto kearahnya.

"Sudah-"

"Diam!"

Perkataan Naruto kembali terputus karena bentakan dari Rias dan Akeno.

"Ini tak akan selesai" Ucap Naruto pasrah.

¤SORE HARI¤

Sekarang diruang klub penelitian ilmu gaib sudah berkumpul semua karena akan membahas masalah kotrak iblis mereka.

Sedangkan Naruto sekarang duduk disofa dan disebelah kiri dan kananya tengah diapit oleh Akeno dan Rias ,hanya nyengir gak jelas sambil melihat anggota klub lainya dan sweat drop saat melihat Issei yang Nangis bombay.

"Emm Boucho sekarang kita akan melakukan apa?" Tanya Kiba yang sedari tadi hanya memperhatikan ulah Akeno dan Bouchounya itu kepada Naruto dan sweatdrope seperti Naruto saat melihat Issei.

"Kita akan membasmi iblis liar dipabrik bekas diutara kuoh." Jawab Rias.

"Iblis liar?" Bingung Naruto.

"Iblis liar adalah iblis yang telah berkhianat kepada tuanya Naruto-kun" Jelas Akeno.

"Oh" Respon Naruto.

"Kau harus ikut dengan kami Naruto,Karena kau sudah menjadi bagian dari klub ini" Perintah Rias pada Naruto dan dijawab anggukan oleh Naruto.

Malam harinya para anggota klub beserta Naruto sudah berkumpul bersiap karena akan diteleport rias ketempat persembunyian iblis liar.

¤At Pabrik¤

Kelompok Rias sudah sampai dedepan gerbang panbrik tak terpakai ini.

"Disini lumayan seram" Ucap Naruto sambil bersembunyi dibelakang Akeno.

"Ara ara tenang saja Naruto-kun, Aku akan selalu melindungimu dari apapun" Ucap Akeno sambil berbalik menghadap Naruto dan mengelus kepalanya.

Rias yang melihat Adegan Romantis Akeno dan Naruto ingin membuyarkanya namun terhenti saat mendengar sebuah suara asing dari dalam pabrik.

"KHE-KHE-KHE! Ada makanan baru sepertinya" Ucap suara asing tersebut dari dalam kegelapan yang kemudian menampakan iris emas mata vertikal menatap anggota klub dengan tajam.

"Sudah menampakan diri" Ucap Rias pelan."Bersiaplah minna! Aku yakin ini bukan iblis liar biasa!" Tambah Rias sambil memasang posisi siaga.

WUSSSH!

Baru akan memasang posisi siaga ,Namun sudah dikejutkan oleh serangan kejutan dari mahluk yang belum menampakan diri itu.

"Awas bochou!" Teriak Issei saat melihat sebuah laser berwarna kuning dengan kecepatan gila sedang menuju ke Rias

Rias yang melihat sebuah Laser dengan cepat menuju kearahnya dengan cepat membuat sihir pelindung ,Namun Rias yakin bahwa sihirnya tidak dapat menahan laser dengan aura kuat yang sedang menuju kearahnya itu.

"G-gomen minna" Ucap Rias lirih.

"BOUCHO!"

"RIAS!"

INCURSIO!

WUSSH!

ZRAAT!BLARRR!

Suara teriakan Issei dan Akeno serta suara Naruto yang mengaktifkan INCURSIO dan membelah serangan laser yang menuju Rias itu.

"Kau tidak apa apa Rias?" Tanya Naruto yang berada didalam INCURSIO kepada Rias yang masih menutup matanya.

Rias yang merasa ada seseorang yang mengajaknya bicara kemudian membuka matanya dan melihat Seorang berarmor yang Rias tidak ketahui.

"S-siapa kau?" Tanya Rias kepada sosok Naruto yang berada didalam INCURSIO.

"Aku Naruto, Rias" Balas sosok didepanya sambil membuka armor kepalanya dan menampakan wajah tampan Naruto.

"N-naruto..." Ucap Rias kaget karena sosok didepanya dan telah menyelamatkanya adalah Naruto.

Grep!

"A-apa yang kau lakukan Naruto!?" Tanya Rias dengan wajah Merona karena tiba tiba Naruto menggendongnya ala bridal style.

"Aku akan membawamu kepinggir supaya kau aman Rias-chan" Balas Naruto kemudian melesat menuju kearah anggota klub yang masih mematung karena mengira Buchou mereka tewas.

TAP!

Bunyi langkah Naruto yang mendarat dihadapan anggota klub sambik menggendong Rias yang merona.

"Buchou!/Rias!" ucap para anggota klub dan mengampiri Rias dan Naruto.

"Syukurlah Buchou selamat" Ucap Issei bernafas lega.

"Terimakasih telah memyelamatkan Rias,Naruto-kun" Ucap Akeno sambil mencium pipi kiri Naruto dan sukses membuat Naruto merona dan Rias yang mendengus.

"Whoaaa! Kau begitu keren dengan armor itu Naruto! Dari mana kau mendapatkanya!?" Kagum Issei kemudian mendatangi dan melihat Armor INCURSIO.

"Armor buatanku lebih keren partner" Ucap sebuah suara dari sarung tangan Issei.

"Lebih keren punya Naruto, Draig" Balas Issei kepada partnernya itu.

"Huh! Akan ku tunjukan bahwa Armorku lebih keren." Balas Draig kapada Issei.

"KHE-KHE-KHE kalian bisa selamat dari seranganku ya...menarik" Ucap sosok Mahluk yang masih berada didalam kegelapan dan hanya menunjukan iris emas vertikalnya itu saja.

TAP!

TAP!

TAP!

Bunyi langkah yang mendekat kearah kelompok Rias dengan perlahan.

"KHE-KHE bersiaplah menjadi santapanku" Ucap mahluk tersebut yang sudah menampakan diri dan membuat kaget Rias karena mengetahui sosok mahluk tersebut.

Sekarang Tampaklah mahluk dengan tinggi 15meter berbentuk seperti dinasaurus Tirex yang memiliki sayap dan sepasang tanduk didahinya yang sedang menyeringai mempertontonkan giginya yang runcing.

"W-wyrm!" Kata rias tergagap saat mengetahui Mahluk didepanya ini bukan iblis liar melainkan sudah termasuk ras Naga.

"Are...ini hampir menyamai Kurama" Ucap Naruto pelan.

"Minna berhati hatilah! Musuh kita kali ini adalah sejenis Ras Naga" Ucap Rias.

"Nah partner aku akan menunjukan bahwa armorku lebih keren dari punya mahluk kuning itu,, lihat dan perhatikanlah" Ucap Draig tiba tiba kepada Issei.

"Ya Draig, aku juga akan membuat Mahluk tadi yang berani menyerang Buchou itu musnah" Balas Issei.

SET!

TAP!

Suara Naruto yang meloncat ketempat Issei kemudian mendarat disebelahnya.

"Nah Issei bisa kau membantuku membuat kadal itu musnah?" Ucap Naruto kepada Issei.

"Tentu Naruto!" balas Issei bersemangat.

"Baiklah kalau begitu bersiaplah!" Ucap Naruto

Sarung tangan Issei kemudian bercahaya menutupi Tubuh Issei ,setelah Cahaya itu menghilang terlihatlah Issei yang sudah memakai armor berwarna merah yang tak kalah keren dengan punya Naruto.

"Wah inikah yang kau maksud Draig! Ini keren!" Ucap Issei girang sambil memandang Armornya.

"Tentu Partner,dan teknik yang kau gunakan adalah Belance Breaker" Balas Draig.

"Baik partner" Ucap Issei kemudian memandang Wyrm yang ada beberapa meter didepanya.

"Nah Naruto ayo kita musnahkan kadal itu" Ucap Issei.

"Tentu Issei" Balas Naruto kemudian memasang kuda kuda ingin mengaktifkan Tekniknya, Begitu pula dengan Issei yang sama memasang Kuda kuda juga.

"INCURSIO!"

"BALENCE BREAKER!"

"SRINGGGH!"

Bunyi teriakan Naruto dan Issei saat mengaktifkan teknik masing masing.

"Teknik yang kuat" Kata Rias sambil menutup mata karena silau.

WUSSHHH!

Setelah sinar mulai menghilang dan menampakan 2mahluk menggunakan Armor berwarna Merah dan Abu2 dan membuat sang Wyrm menyeringai.

"Omoshiroi!" Ucap Wyrm.

"Nah Issei ayo maju!" Kata Naruto dan melesat kedepan dengan cepat.

"Ha'i " Balas Issei yang melesat mengikuti Naruto.

"Hahahaha majulah!" Ucap Sang Wyrm yang tertawa dan sedang mengumpulkan Partikel partikel berwarna Ungu mulutnya.

Inferno!

BLAAAR!

¤FBC¤

Fanfic bersambung coeg