¤HAPPY READ¤
Op' ost: Courage (Haruka Tomatsu)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
.
.
.
.
.
.Shin seikatsu Uzumaki Naruto.
Warning: Abal" , geje, typo,alur kecepatan, dll.
-Chapter ll (Dark or light)-
Naruto yang sejak kemarin malam mendapatkan perasaan yang tidak mengenakan malah semakin menjadi jadi saat beberapa saat yang lalu mendapat telpon dari Madara yang mengatakan bahwa mata matanya mendapatkan informasi bahwa organisasi yang belum jelas asal usulnya itu sudah mulai bergerak dan Madara memperingati Naruto agar tetap waspada untuk beberapa waktu kedepan.
"Ada apa Naruto-kun?" Suara Akeno tersebut berhasil membuyarkan lamunan Naruto yang memang Naruto sudah hampir seharian ini banyak melamun dan para anggota klub sudah menyadarinya sedangkan Kaguya hanya diam karena ia tahu isi hati Naruto.
"Tidak ada apa apa kok Akeno-chan" jawab Naruto sambil menunjukan cengiran khasnya.
sedangkan Akeno hanya memandang khawatir Naruto karena memang sudah hampir seharian ini ia hanya melihat ekspresi naruto yang sering melamun, bahkan cengiranya saja yang barusan itu terkesan seperti dipaksakan.
'Kau berbohong Ashura-kun' Batin Kaguya yang hanya memperhatikan Naruto sedari tadi.
Tidak lama setelah itu akhirnya Naruto pamit untuk pergi keluar mencari angin dan sempat Ditawari Akeno dan Kaguya untuk ditemani namun dengan halus Naruto menolaknya.
¤Madara Laboratory¤
Sedangkan di Lab Seorang mantan buronan rank SS di dunianya Naruto dulu itu telah berkumpul dengan beberapa orang yang entah sedang membicarakan masalah apa, namun dari mimik wajah yang dikeluarkan sang mantan buronan rank SS itu aka Madara sudah membuktikan bahwa pembicaraan itu termasuk serius.
"Hn..jadi mereka sudah mulai bergerak ya" Tanya Madara pada sosok yang berada dihadapanya itu.
"Benar, dan juga si legenda iblis dari daratan cina itu bahkan sudah mulai terlihat pergerakannya beberapa waktu ini, dan juga aku sempat merasakan auranya dikota ini beberapa hari yang lalu" Jawab salah satu sosok, Sedangkan Madara yang mendengarnya hanya terdiam.
"Aku tidak mengetahui dengan pasti, organisasi mereka itu apa dan tujuan mereka itu apa,namun jika kabar yang kudengar dari tanah mandarin ini benar maka organisasi mereka dan juga kekuatan mereka pasti akan sangat merepotkan" Ucap Madara pelan yang ditatap bingung oleh beberapa sosok yang berada diruangan itu.
"Kabar?" Tanya salah satu sosok disana.
Madara hanya menghela nafas pelan kemudian menatap mereka semua dengan ekspresi datar andalanya, "Sang Great Buddha Telah tewas dibunuh oleh pimpinan mereka" Jawab Madara singkat yang membuatnya ditatap shock oleh beberapa orang disana.
"Apa! Bagaimana bisa!"
"Bahkan sun wokong saja yang kekuatanya menyamai dewa dapat disegel oleh Great buddha"
Suara ketidak percayaan terhadap perkataan Madara banyak dikeluarkan oleh beberapa sosok yang sedang berkumpul itu, sedangkan Madara hanya menatap datar mereka kemudian dengan nada datar Madara mengatakan kepada mereka.
"Mungkin ini terdengar gila, namun semua itu adalah kenyataan dan juga bukti ini dibuktikan oleh lepasnya sang sun wokong dari segel sang Great Buddha tersebut" Jelas Madara dengan nada datar, sedangkan yang lain hanya terdiam membisu saat mendengar perkataan Madara yang memang benar kenyataannya.
"Kalau begitu organisasi itu sangat berbahaya, dan juga belum lagi masih ada organisasi Khaos Bridage yang dipimpin oleh Ophis" Jelas salah satu sosok disana dengan nada malas.
Madara yang mendengar perkataan sosok tersebut hanya sedikit tersenyum kemudian Madara mengatakan sesuatu.
"Namun, aku percaya kepada seseorang yang dapat membuat suatu perubahan didunia ini" Ucap Madara pelan yang ditatap heran oleh semua sosok tersebut.
"Siapa yang kau maksud itu?" Tanya salah satu sosok yang penasaran akan perkataan Madara barusan.
Madara hanya tersenyum kecil kemudian menatap kearah luar jendela lebih tepatnya kearah langit sore yang cerah, "Dia adalah sosok yang keras kepala ingin menciptakan perdamain dan sangat menghargai arti dari seorang teman dan juga dialah dulu yang menghentikan aku untuk menghancurkan dunianya dulu, dialah Uzumaki Naruto yang berada dibawah perlindungan Iblis Gremory itu" Jelas Madara.
"Apakah Dia seorang saja cukup kuat untuk melindungi dunia ini?" Tanya Salah satu sosok disana yang masih meragukan Naruto.
Madara yang mendengar kalimat tersebut langsung menatap tajam sang penanya itu, "Jika dia terdesak dan mengalami masalah suatu saat nanti, maka aku sendiri yang akan membantunya" Ucap Madara pelan, sedangkan Sosok yang bertanya tadi hanya terdiam saat mendengar perkataan Madara barusan.
"Ya aku harap ini akan sesuai perkataanmu Madara" Ucap salah satu dari keempat sosok tersebut.
¤Back to Naruto¤
"Entah kenapa perasaanku tidak enak untuk beberapa waktu ini" Ucap Naruto pelan yang saat ini sedang duduk bersandar disebuah pohon dipinggir danau yang terletak dikota tersebut.
Naruto yang sedang duduk dibawah pohon tersebut tidak menyadari bahwa disebelahnya telah berdiri sosok pemuda bersurai coklat yang tidak sengaja melihatnya saat pemuda tersebut pulang dari aktivitasnya.
"Yo naruto!" sapa pemuda tersebut sambil melambaikan tangan kearah Naruto yang menoleh kearahnya.
Naruto yang merasa dipanggil seseorang pun akhirnya menoleh kearah samping dan melihat seorang pemuda bersurai coklat yang Naruto kenal dengan nama Issei yang tingkat kemesumanya hampir menyamai Jiraya jika naruto pikirkan.
"Yo Issei!" Balas Naruto sambil tersenyum.
Issei yang melihat Naruto meresponya kemudian mulai melangkah mendekat dan saat sudah berada disamping Naruto, Isseipun mengambil duduk disebelahnya.
"sedang apa kau berada disini naruto?" Tanya Issei pelan.
"Aku hanya sedang bosan diruang klub saja Issei" Jawab Naruto sedikit berbohong.
Sedangkan Issei hanya menggut manggut mendengar jawaban Naruto barusan namun acara manggut manggutnya langsung terhenti saat mengingat bahwa ada hal yang ingin dia tanyakan kepada Naruto dari tadi pagi.
"Anoo... Naruto" Panggil Issei yang direspon Naruto dengan menoleh kearahnya.
"Apakah Mittelt masih berada di Grigori Naruto? Aku tidak melihatnya beberapa hari ini" Tanya Issei.
Sedangkan Naruto yang mendengar pertanyaan Issei sedikit tersentak karena Naruto baru menyadari bahwa Mittelt memang belum terlihat beberapa hari ini dan juga mungkin karena hal ini ia mendapatkan perasaan tidak enak dalam kurun waktu dekat ini.
"Entahlah Issei, mungkin aku akan menanyakannya kepada Azazel habis ini" Jawab Naruto singkat namun diwajahnya telah menunjukan ekspresi yang sarat akan khawatir.
"Yare-Yare, ada yang menyebut Grigori dan namaku hm? Ada apa ini?" tiba tiba terdengar suara seseorang yang mulai melangkah mendekati mereka dan membuat Naruto dan Issei menoleh kearah sumber suara dan terlihatlah seorang pemuda yang berusia sekitar 30an bersurai coklat dan pirang dibagian jambulnya serta memakai yukata dan membawa pancing dipundaknya sedang tersenyum kecil kearah mereka.
"Azazel" Ucap Naruto pelan karena mengenal sosok yang berjalan mendekat itu sedangkan Issei hanya terdiam karena belum mengenal sosok Azazel itu.
"Yo Naruto lama tidak berjumpa! Bagaimana kabarmu dan Mittelt hn?" Tanya Azazel yang sudah berada disamping Naruto kemudian ikut duduk bersandar dipohon yang juga dibuat bersandar oleh Issei dan Naruto.
Naruto yang mendengar perkataan Azazel barusan sedikit mengernyitkan dahinya kemudian Naruto menatap Azazel dan bertanya.
"Apakah Mittelt masih berada diGrigori Azazel?" Tanya kepada Azazel yang juga memandang bingung Naruto.
"Dia sudah pergi dari Grigori sejak kemarin pagi Naruto dan juga seharusnya dia sudah sampai kemarin siang diklubmu" jawab Azazel pelan.
Naruto yang mendengar jawaban Azazel barusan kemudian terdiam dan juga kekhawatiranya semakin menjadi jadi karena Mittelt belum juga pulang dan juga kabar dari Madara yang mengatakan bahwa Organisasi yang belum pasti diketahui itu sudah mulai bergerak.
'Jadi dimanakah kau berada Mittlet-Chan' Batin Naruto.
Issei yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara karena penasaraan akan sosok Azazel yang naruto ajak bicara sedari tadi.
"anoo...Azazel-san ini siapa ya?" Tanya Issei pelan sambil memandang Azazel sedikit kikuk.
Azazel yang mendengar pertanyaan Issei hanya tersenyum kecil kemudian menjawabnya, "Perkenalkan aku adalah Azazel sang gubernur malaikat jatuh yang paling mesum digrigori dan paling tampan dialam semesta ini" Jawab Azazel narsis yang membuat Issei sweatdrop dan berbinar seketika saat mendengar kalimat mesum dari perkataan Azazel barusan.
"kalau begitu kita sama paman" Ucap Issei girang sambil menatap Azazel dengan mata berbinar.
"Sama apa hm?" Tanya Azazel yang sedikit menaikan alisnya saat mendengar kalimat 'sama' dari pemuda yang bernama Issei itu.
Issei yang mendengar pertanyaan Azazel tentang kesamaan itu kemudian mengambil sesuatu didalam bungkusan plastik yang ia bawa sedari tadi kemudian menunjukannya tepat dihadapan Azazel, dan Azazel pun langsung berbinar seperti saat Issei melihatnya tadi.
"Kau benar bocah! Ini adalah Majalah para dewa!" Ucap Azazel sambil berbinar saat melihat sebuah majalah yang ada tanda 18+ dibagian pojok bawahnya itu.
Tap!
Naruto yang sedari tadi sedang memikirkan Mittelt akhirnya bangkit dari duduknya dan menatap kearah Issei dan Azazel yang sedang kegirangan itu.
"Aku akan pergi mencari Mittelt!" Ucap Naruto pelan sedangkan Azazel dan Issei yang sedang kegirangan itu seketika kembali normal saat mendengar perkataan Naruto.
"Akan ak-"
Perkataan Issei terhenti saat tepat dihadapan mereka tercipta sebuah Robekan kecil dimensi yang perlahan lahan semakin membesar dan dengan perlahan mulai keluar aura ungu yang menyebar kesekitar tempat itu.
"Kedatangan tamu disaat yang tidak tepat" Ucap Azazel pelan sambil memandang robekan dimensi dihadapanya itu sedangkan Naruto hanya diam tidak berkomentar apapun.
"Hehehe... Yo kita bertemu kembali Naruto-kun" Suara sosok yang baru keluar dari robekan dimensi itu dan membuat Naruto tersentak karena ia mengenal mahluk dihadapanya ini.
"Kau yang waktu itu! Mau apa kau hah!" Ucap Naruto yang intonasi suaranya semakin meninggi.
Sedangkan mahluk tersebut hanya menyeringai saat melihat ekspresi Naruto yang sedang marah itu, kemudian sosok tersebut memandang Naruto kalem dan tersenyum yang menurut Naruto adalah senyuman menjijikan.
"Maa...maa Tenanglah Naruto-kun~ aku tidak ingin mencari masalah dan hanya mau memberi ini saja kepadamu, dan juga jika kau mau menemukanya maka datanglah ketempat kami" Ucap mahluk tersebut sambil melemparkan suatu benda yang ditangkap oleh Naruto.
Naruto yang melihat benda yang dilemparkan oleh mahluk terbut membelalakan matanya karena ia mengetahui siapa persis pemilik benda ini.
"Dari mana kau mendapatkanya hah?!" Tanya Naruto dengan nada marah.
Mahluk tersebut hanya menyeringai saat mendengar perkataan Naruto barusan dan dengan perlahan ia mulai masuk kedalam robekan dimensinya itu.
"anggap saja itu adalah hadiah dariku untukmu dan jika kau ingin menemukan sipemiliknya maka temui aku ditempatku dengan ini" Ucap sosok tersebut sebelum menghilang kedalam robekan dimensinya dan melemparkan sebuah kertas kearah Naruto.
Naruto yang melihat sebuah kertas yang dilempar oleh mahluk tersebut langsung menangkapnya kemudian menggenggam benda yang dimiliki oleh Mittelt yaitu sebuah jepit rambut berbentuk kelopak sakura itu dengan erat.
"Lihat saja aku pasti akan menyelamatkanmu Mittelt" Desis Naruto pelan.
"Jangan gegabah Naruto, bagaimana jika mereka telah membuat rencana jika kau datang kesana" Cegah Azazel pelan saat melihat Naruto yang akan melangkah pergi.
Naruto yang mendengar perkataan Azazel kemudian meliriknya datar kemudian kembali melangkah menjauh.
"Aku tidak perduli tentang hal itu, yang terpenting Mittelt akan kubawa pulang dengan selamat meskipun aku mengorbankan nyawaku" Ucap Naruto datar yang kemudian melangkah kembali menjauhi Azazel yang menghela nafas karena tingkah Naruto yang terkesan keras kepala dan tidak memikirkan keadaan diri sendiri.
"Tunggu Naruto! Aku akan membantumu!, kalau begitu aku permisi dulu Azazel-san" Ucap Issei nyaring kemudian menoleh kearah Azazel untuk pamit.
Azazel hanya mengangguk kemudian mulai melangkah pergi dari tempat itu entah kemana.
"Naruto tunggu!" Teriak Issei yang berlari mengejar Naruto yang sedang berlari ala Shinobi kearah Hutan.
Naruto yang mendengar ada seseorang memanggilnya pun berhenti kemudian menoleh kearah belakangnya dan menemukan Issei yang ngosngosan karena mengejarnya sedari tadi.
"Kenapa kau mengikutiku Issei?" Tanya Naruto datar.
"Tentu saja untuk membantumu Naruto" Jawab Issei sambil tersenyum.
Naruto yang melihat bahwa temanya ini memang baik hatipun kemudian tersenyum kecil dan menepuk pundak Issei pelan.
"Arigatou Issei" Balas Naruto pelan, "Kalau begitu ayo" Sambung Naruto pelan kemudian mulai melangkah kearah dalam hutan yang diikuti Issei dibelakangnya.
Beberapa menit kemudian Naruto dan Issei pun sudah sampai didalam hutan kemudian Naruto menghentikan langkahnya yang membuatnya ditatap bingung oleh Issei.
"Kenapa berhenti Naruto?" Tanya Issei bingung.
"Disini daerahnya lumayan aman Issei jadi aku akan mengaktifkan sihir portal ini" Jelas Naruto sambil melemparkan selembar kertas yang mempunyai lambang heksagonal dibagian tengahnya dan mulai mengeluarkan sinar ungu saat dilempar oleh Naruto tadi.
"Baiklah kalau begitu Naruto" Balas Issei.
Naruto yang melihat bahwa portal didepanya ini sudah tercipta pun berniat memasukinya namun sebelumnya Naruto sempat memandang jepit rambut yang berada digenggaman tangannya kemudian tersenyum kecil.
"Tunggu aku Mittelt, Onii-chanmu ini akan membawamu pulang kembali" Ucap Naruto pelan kemudian melangkah memasuki portal tersebut sedangkan Issei yang merasa ditinggal oleh Naruto pun langsung ikut memasuki portal tersebut.
Tanpa Naruto dan Issei sadari setelah mereka memasuki portal tersebut dari belakang salah satu pohon yang berada didekat portal tersebut keluar seorang pria bersurai raven sepunggung yang memakai jas kerja sedang memandang datar kearah portal tersebut.
"Mungkin aku akan membantunya kali ini" Ucap pria itu dengan nada datar yang kemudian ikut melangkah memasuki portal tersebut.
Sedangkan Naruto dan Issei yang sudah memasuki portal tersebut terdiam saat mereka melihat dihadapan mereka adalah sebuah kota seperti diera kerajaan zaman dahulu.
"Sebuah kota?" Tanya Issei entah pada siapa saat melihat sebuah kota yang berada dihadapanya sekarang ini.
Naruto yang sudah keluar dari acara diamnya kemudian melangkah kearah pintu gerbang yang menghubungkan kota tersebut dengan alam luar dari kota tersebut dan beberapa detik kemudian juga diikuti oleh Issei.
"Ayo Issei" Ajak Naruto yang kemudian mulai melangkah pergi memasuki kota tersebut.
Sedangkan Issei hanya mengagguk sebagai respon kepada Naruto, namun kitika akan berjalan, Issei kembali terdiam saat mendengar suara telepati dari Draig yang berada didalam tubuhnya itu.
"Aku mempunyai perasaan yang tidak mengenakan tentang kota ini,Bocah" Ucap Draig melalui telepati kepada Issei.
"Ya aku juga mempunyai firasat itu Draig, namun aku berharap tidak akan terjadi hal yang merepotkan untuk kedepanya" Balas Issei pelan sambil memandang keseluruhan kota yang akan ia masuki nanti itu.
"Cih... Kau berada disini saja itu sudah akan menjadi hal merepotkan Bocah, tapi terserah kau saja yang terpenting aku akan membantumu jika kau terdesak nanti" Jelas Draig yang kemudian memutuskan telepatinya kepada Issei yang tersenyum ketika mendengar kalimat Dari partnernya itu.
"Arigatou Draig" Ucap Issei pelan kemudian berlari memasuki kota tersebut karena ingin menyusul Naruto yang sudah berada agak jauh didepanya.
Tap!
Suara langkah seseorang yang baru saja keluar dari portal sihir tersebut dan juga sempat terdiam ketika melihat ada sebuah kota didalam portal sihir ini.
"Jadi ada kota didalam dunia sihir buatan ini ya? Menarik" Ucap seseorang tersebut yang kemudian juga melangkah memasuki kota tersebut.
Sudah hampir tiga jam Naruto berkeliling dikota itu sedangkan Issei entah sudah berapa jam karena saat memasuki kota tersebut Naruto memutuskan untuk berpencar dan disetujui oleh Issei sehingga akhirnya Ia dan Issei berpencar dan mencari keberadaan Mittelt dikota tersebut sampai sekarang.
"Dimana kau Mittelt? Jika kau tidak berada disini maka kau berada dimana?" Bisik lirih Naruto sambil menggenggam jepit rambut milik Mittelt dan sedang bersandar disebuah Tiang bendera yang berada dipusat kota tersebut.
Tes!
Naruto yang merasakan bahwa pipinya terkena suatu cairan pun dengan pelan mengelapnya menggunakan tanganya dan mengernyitkan dahinya saat melihat bahwa cairan yang mengenai pipinya tersebut berwarna merah pekat layaknya darah.
"Apakah didunia ini hujanya berwarna merah seperti darah ya?" Ucap Naruto bertanya tanya entah pada siapa, namun Naruto kembali terdiam saat wajahnya kembali terkena tetesan cairan yang berwarna merah tersebut, kemudian melihat sekelilingnya dan diam kembali.
"Tidak hujan" Ucap Naruto pelan.
Naruto yang penasaran akhirnya mendongak keatas atau lebih tepatnya kearah sumber yang berulangkali meneteskan cairan merah tersebut, Namun objek yang menjadi sumber dari cairan tersebut ternyata adalah suatu mimpi buruk serta perasaan buruk yang berusaha ia hilangkan dan tak pernah ia anggap ada dipikiranya saat melihat sebercak darah dijepit rambut yang diberikan oleh mahluk yang sore tadi menemuinya itu, namun sekarang yang Naruto lihat dengan mata kepalanya sendiri adalah kenyataan buruk yang tidak pernah ia harapkan sama sekali saat ia baru memulai kehidupan baru didimensinya dan juga mengingatkannya tentang pengorbanan Sasuke dan juga Nejii saat melindunginya dulu.
"M-mitlet!"
Bruk!
Suara Naruto yang jatuh terduduk serta matanya yang masih membelalak lebar tidak percaya akan kenyataan pahit ini saat melihat sebuah kepala yang menancap dengan indahnya diujung tiang tersebut.
Naruto yang sedang jatuh terduduk sambil memandang shock kearah tiang tersebut sampai tidak menyadari bahwa ia telah dipanggil berulangkali oleh Issei yang sedang berlari menuju kearahnya karena melihatnya jatuh terduduk barusan.
"Ada ap-!" perkataan Issei terputus dan memandang shock sama seperti Naruto saat melihat kearah pandang yang sama dengan Naruto.
Issei yang telah sadar dari shocknya dengan perlahan mendekat kearah Naruto yang masih berlutut sambil menunduk, "N-naruto tenanglah" Ucap Issei pelan sambil memegang bahu Naruto yang bergetar menandakan bahwa Naruto sedang menangis.
"S-siapa yang melakukan ini *hiks*" Isak Naruto pelan sambil tetap menunduk.
"Tenang Naruto, kendalikanlah dirimu" Ucap Issei saat merasakan energi Naruto yang tidak stabil.
Sedangkan seorang pemuda bersurai coklat yang berada didalam tubuh Naruto juga sama shocknya seperti Naruto dan Issei karena kejadian ini sama persis seperti yang pernah terjadi didunianya dulu.
Saat Naruto yang masih dalam keadaan shock serta Issei yang sedang menenangkanya, tiba tiba tercipta robekan dimensi kemudian muncul sosok mahluk yang sore tadi memberikan menemui Naruto atau bisa disebut Orochii yang keluar dari robekan dimensi itu dengan perlahan.
"Hahaha bagaimana hasil karyaku ini Naruto-kun?" Tanya Orochii yang baru keluar dari sobekan dimensinya yang membuat Naruto meliriknya dengan pandangan kosong.
"Jadi kau yang melakukan semua ini!?" Ucap Naruto dengan nada datar namun terkesan berat.
Orochii yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya tertawa, "Hahaha memang benar dan selanjutnya kaulah yang seperti itu!" Balas Orochii sambil memandang Naruto remeh.
Naruto hanya diam namun beberapa saat kemudian Naruto mulai berdiri dan berbalik menghadap Orochii sambil menunduk.
Sedangkan Issei yang merasakan tekanan aura Negative yang menguar disekitar Naruto pun akhirnya memutuskan untuk memanggilnya dengan memegang pundaknya pelan.
"N-naruto" panggil Issei ke Naruto yang masih menunduk dan kedua matanya tertutup poninya yang melambai pelan tertiup angin.
"Pergilah Issei" Balas Naruto pelan.
"Na-!"
"PERGI!" teriak Naruto yang membuat Issei kaget dan segera menjauh.
Naruto yang sudah merasa bahwa Issei telah menjauh kemudian mulai mengalihkan perhatianya ke Orochii yang masih menyeringai.
"Bersiaplah untuk pembalasan dan kehancuran" Ucap Naruto pelan tanpa mengandung sarat akan emosi disetiap katanya ,dan dengan perlahan tubuh Naruto mulai mengeluarkan sebuah sinar kuning keemasan yang semakin lama semakin besar bahkan membuat Orochii menyipitkan matanya.
"INCURSION EVOLUTION GEAR"
Ucap Naruto dan seketika armor Naruto meledakan sinar cahaya keemasan yang membuat Orochii terpental ratusan meter.
Wuussh!
Brak!
Dengan perlahan Orochii mulai berdiri kembali sehabis terlempar barusan dan setelah itu kembali memandang Naruto yang sedang mengawang diudara dengan menggunakan armor berwarna keemasan, "Omoshiroi!" Seringai Orochii saat melihat armor Naruto yang kekuatanya lebih besar dari pada saat pertama kali mereka bertemu.
"Neutote"
Ucap Naruto pelan yang tiba tiba dengan perlahan ditangan kanan Naruto mulai tercipta sebuah tombak yang semakin lama semakin memanjang dan akhirnya menjadi bentuk sempurna (Tombak asli Teigu Incursio).
"Jadi kau akan menggunakan senjata juga ya...baiklah kalau begitu" Desis Orochii pelan kemudian mengambil sabit miliknya dari dalam robekan dimensi yang dia buat barusan, "Majulah" Tantang Orochii dengan seringainya.
Sedangkan Naruto hanya diam tidak menjawab Orochii dan hanya menatap kosong seakan tidak ada kehidupan lagi didalam dirinya.
Wusssh!
Orochii sedikit tersentak saat melihat Naruto yang tiba tiba saja menghilang serta tidak terlihat disekitar area tersebut, dan langsung mengambil posisi waspada saat ia merasakan ada aura yang semakin mendekat kearahnya.
Zraaaat!
Trank!
Blar!
Orochii yang merasakan bahaya dari arah sabelahnya langsung menangkis sebuah tebasan yang Naruto lakukan kepadanya namun Orochii sempat melebarkan matanya saat merasakan energi kekuatan yang sangat besar dari dalam tubuh Naruto bahkan ia kalah kuat ketika menahan tebasan Naruto yang akhirnya terhempas dan menabrak tembok.
"Ugh! Kekuatanmu sungguh merepotkan tahu, namun jika kau ingin bermain seperti itu maka akan kukabulkan" Ucap Orochii yang mulai bangkit dan dengan perlahan tubuhnya mulai mengeluarkan Aura ungu yang mengelilingi tubuhnya dengan perlahan, "Sekarang giliranku" Tambah Orochii yang melesat kearah depan.
Blaaar!
"Terlihat kau"
Wussh!
Trank!
Trank!
Orochii yang melesat kedepan tiba tiba saja meledakan aura yang dikeluarkannya tadi dalam skala dan jangka lingkup yang panjang sehingga membuat Naruto yang sedang ikut melesat kearah Orochii tiba tiba saja terlihat entah karena apa.
Tap!
Suara langkah Naruto yang mendarat dengan sempurna sama dengan Orochii, kemudian Naruto mengangkat kedua tangannya sebatas kepala dan membuat sebuah Hand seal .
Poft!
Poft!
Poft!
Muncul tiga bunshin disebelah Naruto yang kemudian dua bunshin serta Naruto yang asli juga ikut melesat kedepan menuju Orochii yang berulangkali kaget saat melihat teknik milik Naruto yang dikategorikan unik ini.
Wussh!
Bunshin pertama hanya melempar tiga buah kunai peledak kearah Orochii yang dapat menghindarinya dengan mudah dengan melompat kearah samping namun saat itu juga bunshin kedua juga muncul dengan membawa rasengan dikedua tangannya yang siap mengenai perut Orochii.
"Menarik" Ucap Orochii pelan saat melihat bunshin Naruto yang akan mengenainya sebentar lagi, namun tiba tiba saja Orochii menghilang dari hadapan bunshin tersebut dan muncul tepat diatasnya sambil mengayunkan sabitnya kearah bunshin tersebut.
Crassh!
Poft!
"Hanya yang palsu ya, jadi dimana yang- Arrggh!"
Blaarr!
Perkataan Orochii terputus dan menjadi rintihan saat tiba tiba dari arah belakangnya muncul Naruto asli yang ditangan kanannya membawa Rasengan yang kemudian dihantamkan dengan telak kepunggung Orochii yang shock karena tidak menduga bahwa Naruto akan menyerangnya dari arah belakngnya serta ia yang sedikit menurunkan kewaspadaanya tadi.
"S-sial" Rintih Orochii yang mulai bangkit perlahan dan mengusap darah di sudut bibirnya menggunakan punggung tangan.
Sedangkan Issei yang hanya menonton dari pinggir pun berniat ingin membantu, namun dicegah oleh Draig yang mengatakan bahwa jika Dia membantu maka dia akan terkena serangan Naruto juga karena Naruto saat ini hampir enam puluh persen dari pikiranya telah dikendalikan oleh Teigu Incursio nya.
"Biarkan saja bocah! Jika kau maju untuk membantu bisa bisa kau juga diserangnya nanti, dan juga kau sudah tidak bisa menggunakan mode Belance breaker lagi" Ucap Draig kepada Issei melalui telepati sedangkan Issei hanya mengangguk kemudian kembali menatap kearah pertarungan Naruto kembali.
Trank!
Trank!
Trank!
Crassh!
"Ugh! Kenapa dengan tubuhku ini"
Bunyi senjata yang saling beradu serta suara Orochii yang merintih karena terkena tebasan ditangan kirinya hingga putus serta ia juga merasakan bahwa energi ditubuhnya yang perlahan lahan hilang seperti diserap oleh sesuatu , setelah ia sempat terkena laser aneh dari armor Naruto yang menembus tubuhnya namun anehnya ia tidak merasakan sakit sama sekali.
"Apa yang kau lakukan pada tubuhku ini" Ucap Orochii yang jatuh berlutut sambil memegangi lengan kirinya yang terputus tadi.
Naruto hanya memandang datar kearah Orochii yang sedang jatuh berlutut dihadapannya ini, dan dengan perlahan Naruto mengangkat tombaknya bersiap ingin menebaskanya kearah Orochii.
"Kau memang kuat namun kau lengah dalam kewaspadaan, energi kehidupanmu telah dihisap secara perlahan oleh INCURSIO saat tadi kau terkena laser darikul, jadi sekarang teeimalah pembalasaan dan kehancuranmu" Ucap Naruto yang suaranya terdengar Berat Kemudian langsung menebaskan tombaknya kearah Orochii yang masih berlutut itu.
Wuss!
Crassh!
Naruto hanya menatap datar saat melihat Orochii yang sudah ia penggal kepalanya itu berubah menjadi bangkai ular yang kemudian mulai berubah menjadi ular ular berukuran lebih kecil dan masuk kedalam tanah.
"Matilah!"
Zraatt!
Krak!
Ctak!
"Apa!"
Naruto hanya melirik kearah belakangnya saat tiba tiba Orochii muncul dari arah belakangnya dan ingin menebasnya dengan sabitnya, namun Orochii kali ini harus kembali lagi tersentak saat melihat sabit yang menjadi senjata utama dan telah membunuh hampir seluruh pasukan saat perang melawan dinasti China dulu ,patah dan hancur berkeping keping saat terkena armor Naruto.
Naruto yang melihat bahwa Orochii masih terkaget karena kekuatan armornyapun langsung melesat kearah Orochii yang masih lengah itu kemudian menusukan tombaknya tepat didada Orochii.
Tap!
Wush!
Jleb!
"Ugh! K-kenapa bisa seperti ini" Ucap Orochii yang tidak percaya akan kenyataan yang ia hadapi ini, ia seorang iblis dari daratan china yang terkenal akan kekuatanya harus kalah dan musnah ditangan seorang manusia yang beruntung mendapat kekuatan unik ini.
"Kau sudah kehilangan tangan kirimu namun kau tetap menyerang dengan sembarangan, jadi Musnahlah" Balas Naruto sambil memandang Orochii yang memuntahkan darah beberapa kali.
Sring!
Blar!
Blar!
Blar!
Naruto yang sedang akan membunuh Orochii tidak menyadari dan harus terkena hujan salib berwarna hitam yang tiba tiba saja bermunculan dalam jumlah banya diatasnya ,yang mengunci seluruh pergerakanya.
"Haaah~ ternyata kau akan matii juga ya, melawan bocah ini Orochii?~" Ucap Seorang pemuda yang memakai baju zirah putih yang tiba tiba saja muncul ditempat itu layaknya hantu.
"K-ketua?" Ucap Orochii yang masih menahan sakit didadanya sehabis mendapat tusukan dari tombak milik Naruto barusan.
"Groaaar!" Raungan Naruto yang nyaring karena tidak bisa bergerak sebab tubuhnya ditimpa puluhan salib berwarna Hitam yang tiba tiba tercipta dan menimpa tubuhnya itu.
Pemuda berzirah yang mendengar raungan Naruto tadi hanya menyeringai kemudian melangkah mendekat namun langkahnya terhenti ketika dengan tiba tiba sebuah laser berwarna merah pekat melesat cepat kearahnya dan saat pemuda itu berhasil menghindarinya kemudian melihat siapa sang penyerang itu, ia melihat seorang pemuda bersurai coklat yang berdiri dihadapan Naruto yang masih terkunci dibawah puluhan salib itu.
"sekarang kau adalah lawanku" Ucap pemuda yang bernama Issei itu dengan mengarahkan Gauntletnya kearah pemuda berzirah itu kemudian menembakan laser kembali.
[Dragon shoot]
Blaar!
Pemuda itu hanya menghindar dengan mudah kemudian dia menatap datar Issei setelah itu membuat sebuah portal disampingnya.
"Jadi disini ada Sekiryutei juga ya...semakin menarik saja" Ucap pemuda tersebut kemudian mencetikan jarinya dan dengan seketika dari portal sihir disampingnya itu menembekan sebuah api putih dengan skala besar kearah Issei dan Naruto yang tidak bisa bergerak kemanapun itu.
"S-sial" Ucap Issei yang merasa bahwa ini adalah akhirnya bersama Naruto didunia ini, karena ia yakin bahwa meskipun ia bisa lolos namun ia juga akan harus berhadapan dengan orang aneh tadi dan akhirnya kalah.
Wussh!
Tap!
[Shinra Tensei]
Blaaar!
"Kenapa kau jadi mudah menyerah hm?"
Issei yang melihat bahwa api putih tersebut sebentar lagi akan mengenainya dengan Naruto akhirnya memejamkan mata, namun setelah beberapa waktu ia tidak merasakan panas sama sekali dan harus membuka matanya saat mendengar sebuah suara dari arah depanya dan saat membuka matanya ia melihat seorang pria bersurai raven sepunggung yang bersidekap dihadapanya sambil memandang datar kearah pemuda berzirah itu.
"Siapa kau?" Tanya Issei yang masih belum mengenal sosok dihadapanya ini.
"Perkenalan urusan belakang, yang terpenting adalah membawa kalian berdua keluar dari dimensi ini dengan selamat" Balas pria tersebut datar.
Sedangkan sosok berzirah itu hanya menatap datar kearah mereka, "Hah dasar penganggu, kalau begitu aku permisi dulu" Ucap pemuda tersebut kemudian mulai menghilang seperti hantu yang diikuti oleh Orochii yang sedang terluka parah disampingnya.
Pria yang menolong Issei dan Naruto tadi itu hanya bisa menghela nafas saat melihat musuhnya kabur dan juga melihat Naruto yang masih terkekang oleh puluhan salib yang menimpanya, kemudian dengan pelan pria itu melangkah menuju Naruto yang menatapnya kosong.
"Kau ini kenapa tidak seperti Naruto yang kukenal dulu hm?" Ucap Pria tersebut pelan, yang kemudian ia berdiam sesaat sudah berada dihadapan tubuh Naruto yang terkekang.
[Susanoo]
Blaar!
Bunyi ledakan saat pria tersebut tiba tiba saja membuat sesosok mahluk astral berwarna biru yang besar kemudian dengan kekuatan penuh sosok astral tersebut menghantamkan samurainya menuju Salin yang mengkekang Naruto sehingga salib tersebut hancur dan membuat sebuah ledakan yang lumayan besar didimensi buatan Orochii tersebut.
Naruto yang merasakan bahwa ia telah terlepas dari teknik musuhnya tadi itu kemudian mulai berjalan gontai kearah Tiang menara yang sudah roboh dan juga yang menjadi pemicu marahnya tadi, sedangkan Madara dan Issei hanya menatap Naruto yang berjalan gontai itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
Tap!
Tap!
Tap!
Naruto berjalan dengan pandangan kosong saat melewati puing puing menara yang berserakan karena hancur saat terkena imbas dari pertarungan tadi dan menghentikan langkahnya didepan sebuah jasad seorang perempuan yang hanya tersisa kepalanya dari seluruh anggota badanya.
Bruk!
Grep!
Hiks!
Hiks!
Hiks!
"Maafkan Onii-chan"
Hiks!
Suara Naruto yang masih berada dalam Mode Incursionya jatuh terduduk dan langsung memeluk jasad tersebut serta suara tangisan putus asa yang terdengar memiluka ditelinga yang mendengarnya, bahkan madara mengalihkan pandangan kearah lain karena tidak tega melihat hal yang berada dihadapanya ini.
"M-mittelt-chan *Hiks*" Isak Issei yang mengelap air matanya saat melihat kenyataan yang ada dihadapanya ini.
Tang!
Bunyi helm armor yang Naruto buka dan ia lemparkan kesembarang arah dan jika diperhatikan maka ada sedikit yang berubah dari diri Naruto saat ia membuka helmnya tadi yaitu surai Naruto berubah warna menjadi sedikit ke abu abuan,sedangkan dulunya adalah berwarna kuning, kemudian dengan masih terisak dia menoleh kearah belakangnya lebih tepatnya kearah Pria yang menolongnya tadi dan Issei yang masih sedikit terisak.
"Kalian pergi terlebih dahulu... Aku ingin menyendiri" Ucap Naruto datar dan memandang mereka kosong, "bantulah Issei untuk bisa keluar dari dimensi ini Madara...jangan pikirkan aku" Tambah Naruto pelan kemudian kembali mengalihkan pandanganya.
Madara yang mendengar perkataan tersebut hanya menatap Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan namun sesaat kemudian melirik kearah Issei dan melangkah pergi dari tempat itu.
Issei yang mengerti maksud dari tatapan Madara kemudian menatap kearah Naruto yang Masih bersedih kemudian kembali menatap Madara.
"Bagaimana dengan Naruto?" Tanya Issei kepada Madara yang menoleh datar.
"Biarkan saja, dia akan baik baik saja, hanya butuh waktu untuk menenangkan diri" Jawab Madara kemudian kembali melangkah menjauh, "Ayo pergi" Sambung Madara pelan sambil melangkah, sedangkan Issei hanya mengangguk kemudian mengikuti Madara, namun sebelum melangkah menjauh ia masih sempat melirik Naruto yang masih bersedih itu sebentar kemudian kembali menatap kedepan dan melangkah menyusul Madara.
Jrasssh!
Tiba tiba saja ditempat itu terjadi hujan deras yang membuat seluruh daerah tersebut basah dan juga termasuk Naruto yang masih menangis sambil memeluk jasad Mittelt, namun Naruto tidak memikirkan semua hal itu karena sekarang pikirinya sedang kalut dan mencoba menepis kenyataan yang ia alami ini meskipun itu percuma dan akhirnya yang bisa Naruto lakukan hanyalah menangis putus asa ditengah guyuran hujan didimensi tersebut.
¤Uchida¤
Sekarang diatas sebuah bukit yang terletak disamping hutan tempat Naruto mengaktifkan sihir portal tersebut terdapat Naruto yang sedang berdiri didepan sebuah sebuah makam dan memandang makam tersebut dengan pandangan kosong.
Setelah beberapa menit menatap makam tersebut akhirnya Naruto berbalik mau melangkah pergi namun langkahnya kembali terhenti dan melirik makam tersebut untuk terakhir kalinya.
"Tenang saja Mittelt-chan, Onii-chanmu ini akan membalaskan dendamu" Desis Naruto pelan yang kemudian kembali melangkah pergi meninggalkan bukit tersebut.
Sedangkan Madara dan Issei sekarang sedang berada diruang klub penelitian ilmu Gaib dan sedang ditanyai banyak pertanyaan dan juga ada yang menangis saat mendengar berita bahwa Mittelt telah tewas,namun yang paling sedih diklub itu adalah Akeno yang mengkhawatirkan keadaan Naruto, sedangkan Kaguya hilang entah kemana.
"Jadi bagaimana keadaan Naruto? Madara-san" Tanya Rias yang juga mengkhawatirkan keadaan Naruto,sedangkan Akeno hanya menangis sedari tadi.
"Dia baik baik saja, paling sekarang dia hanya membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya saja" Jelas Madara datar.
"T-tapi aku ingin derada disisinya sekarang ini, untuk membantunya menenangkan diri *Hiks*" Ucap Akeno sambil terisak.
Madara yang mendengar itu hanya memutar matanya malas, "Biarkan saja dia sendiri, aku yakin dia dapat melewati ini ini semua seorang diri" Sambung Madara pelan, sedangkan yang lain hanya terdiam.
Cklek!
Semua perhatian diklub itu terlaihkan saat mendengar pintu ruangan klub itu terbuka dan menampakan Naruto yang sedang menatap mereka semua dengan datar dan pandangan yang kosong.
"Naruto" Ucap Issei dan Kiba bersamaan, sedangkan yang lain hanya terdiam dan memandang Naruto dengan sedikit menaikan alis karena melihat rambut Naruto yang berubah warna menjadi kuning ke abu abuan(Kaya Cloud di final fantasy) sedangkan dulunya berwarna kuning cerah.
"Aku-"
Grep!
"*hiks* syukurlah kau kembali dengan selamat Naruto-kun *Hiks* Syukurlah"
Perkataan Naruto terputus saat mendapatkan pelukan erat dari Akeno yang saat ia memasuki Ruangan tersebut Akeno sudah langsung berlari kearahnya berniat untuk memeluknya.
"Akeno-chan bisa tolong lepaskan pelukannya" Ucap Naruto datar,.sedangkan Akeno yang mendengar perkataan Naruto barusanpun kaget dan langsung memandang Naruto yang sedang memandangnya datar.
"K-kau kenapa Naruto-kun?" Tanya Akeno saat merasakan bahwa sifat Naruto berubah menjadi lebih dingin.
Naruto yang mendengar pertanyaan Akeno barusan hanya menatapnya sekilas kemudian menatap seluruh penghuni ruangan tersebut dengan datar.
"Aku memutuskan untuk keluar dari klub ini dan juga aku keluar dari sekolah ini misi yang tidak dapat kujelaskan, jadi terimakasih untuk waktu menyenangkan yang pernah kalian berikan padaku dulu" Ucap Naruto datar kemudian melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut.
Sedangkan beberapa penghuni disana beberapa detik kemudian setelah berhasil mencerna arti dari perkataan Naruto barusanpun akhirnya shock karena perkataan Naruto tadi adalah salam perpisahan.
"Naruto-kun! /Naruto!"
Brak!
Tap!
Tap!
Suara teriakan Akeno dan juga Issei yang keluar dari ruangan klub tersebut untuk mengejar Naruto ,namun sayangnya saat mereka keluar untuk mengejarnya Naruto telah terlebih dahulu menghilang tanpa jejak.
"Dia seperti aku dulu" Ucap Madara pelan yang masih setia duduk disofa yang berada diruanh klub tersebut.
*Hiks*
*Hiks*
"Naruto no bakaa"
Isak Akeno yang semakin bersedih karena Naruto, sedangkan Issei hanya memandang Hujan dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Apa yang terjadi denganmu Naruto?" Bisik Issei pelan.
Sedangkan Naruto yang sedari tadi melihat kejadiaan itu dari dalam armor teigu Incursionya (Dalam mode invisibel/menghilang) hanya bisa tersenyum miris karena jika ia tidak melakukan ini maka akan ada korban lagi dan ia tidak ingin melihat orang yang Naruto sayangi terluka bahkan mati, setelah itu Naruto kembali melangkah menjauh dari bangunan sekolah tersebut.
¤Uchida¤
Sudah hampir dua jam Naruto berjalan tanpa tujuan dan akhirnya ia memutuskan untuk berteduh disebuah bangunan tak terpakai, Naruto yang baru memasuki Bangunan tersebut sedikit menaikan alis saat ia melihat seorang pemuda yang memakai pakaian ala china dan membawa sebuah tombak yang diletakan dibahunya sedang tersenyum kearahnya.
"Kau Naruto uzumaki" Tanya Pemuda tersebut sambil tersenyum
"hn, apa maumu?" Balas Naruto dengan Nada datar.
Pemuda tersebut hanya menyeringai saat orang didepanya ini memang Naruto uzumaki, dan dengan pelan pemuda itu melangkah kearah Naruto kemudian menjulurkan tanganya kearah Naruto.
"Perkenalkan namaku Cao-Cao dan aku ingin bergabung dengan organisasi golongan Pahlawan" Ucap Cao Cao sambil tersenyum Ramah.
¤FBC¤
End'Ost : Konna sekai, shiritakunakata (Miku sawai)/ end ost akame ga kill.
Yo...akhirnya Uchida akhirnya kembali update...fiuuh...
Dan jika ada yg bertanya disini tentang warna rambut Naruto adalah berwarna kuning ke abu abuan (Karena pengaruh kekuatan Incursio) dan juga mungkin fic ini akan sedikit ngambil alur cerita tokyo ghoul :b.
Sekian... Sankyuu :p
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Shin seikatsu Uzumaki Naruto Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
