¤HAPPY READ¤

Op' ost: Kyoran Hey Kids! (The Oral Cigarettes)

-Ost Noragami S2-

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.

.

.

.

.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto.

Warning: Abal" , geje, typo,alur kecepatan, dll.

Chapter XIII (Power)

"Baiklah kalau begitu aku menyetujuinya" Ucap Madara yang menghilangkan Auranya dan mengelurkan tangannya untuk memulai perdamaian yang akan membuat setiap fraksi aman dikemudian hari.

"Nah begitu lebih bai-!"

Blaaar!

Perkataan Azazel terhenti saat dengan tiba tiba atap ruangan itu hancur dan menampakan sebuah laser sihir berkapasitas gila yang melesat mengarah kearah mereka.

"ugh! Apa yang terjadi?" Tanya Azazel yang juga kaget dengan serangan dadakan tadi, namun ketika ia melihat sekililingnya ia melihat aura biru yang menyelubunginya serta para fraksi lain dari sihir tadi.

"Untung aku sempat melindungi kalian, jika tidak kita sudah menjadi abu" Ucap Madara yang mulai menghilangkan Susanoo nya dan menatap kearah serangan sihir tadi berasal guna mencari sipenyerang.

"Yare yare kau hebat juga Ningen , dan juga bukankah kau yang waktu itu sempat bertarung denganku? Kita bertemu lagi yo" Ucap sosok yang masih tertutupi oleh asap bekas ledakan tadi dan semakin lama semakin terlihat yang menampakan seorang pria yang sedang mengawang diudara dan mengenakan Baju zirah putih.

"Kau yang waktu itu?" Desis Madara pelan.

Blaaaar!

Perkataan Madara kembali harus terhenti saat tembok disampingnya juga hancur berkeping keping karena serangan seseorang.

"kheh? Jadi pertemuan fraksinya jadi kacau begini?" Ucap Seorang pria bersurai hitam dan memakai pakaian khas cina dan dibahunya ia menenteng sebuah tombak yang menguarkan aura suci yang gila,namum yang lain tidak kaget dengan kedatangan pria tersebut melainkan kaget karena pria yang ada disamping pria cina tersebut.

"N-naruto!?"

Kaget ,ya ekspresi kagetlah yang dikeluarkan oleh hampir seluruh anggota fraksi disana ketika melihat Naruto yang berada disamping pimpinan buronan DxD tertinggi itu dan yang sebenarnya paling shock adalah wanita bersurai dark blue yang berada disamping Rias itu menatap Naruto dengan pandangan shock juga bahagia bahkan sampai dari kedua matanya mengalir aliran kecil air mata yang mulai turun membasahi baju wanita tersebut, Sedangkan pria berzirah putih yang sedang mengapung diudara itu hanya menatap Cao cao dan Naruto dengan tersenyum kecil entah karena apa.

"Hmmm... Jadi kalian mau main kroyokan ya" Ucap pria berzirah putih itu dengan nada tenang seakan tidak terusik dengan aura Madara,Sirzech,Naruto,Azazel bahkan Dengan Aura True longinus yang sekarang sedang menguar dengan tekanan besar tidak berpengaruh terhadap pria tersebut, Sedangkan Sirzech yang melihat kedatangan Naruto dan Cao cao sang buronan DxD tertinggi langsung berposisi siaga takut dua pendatang baru ini akan mengambil tindakan menyerang.

"Mau apa kalian datang kemari?!" Tanya Sirzech dengan sedikit menaikan oktav suaranya ,sedangkan Naruto hanya menatap dirinya datar.

"Kheh~ Tenanglah Lucifer, kami berdua kemari hanya ingin mendatangi pertemuan tiga fraksi ,namun karena ada gangguan jadi kali ini aku akan membantu kalian" Ucap Cao cao merespon pertanyaan Sirzech tadi dan diakhir kalimatnya Cao cao menatap seluruh anggota fraksi dengan wajah kalemnya, sedangkan semua petinggi fraksi hanya menatap Cao cao waspada setelah mendengar perkataanya barusan.

Cao cao yang merasa agak kebosanan karena suasana hening ini kemudian mengalihkan pandangannya kearah pria berzirah yang sekarang juga sedang menatap dirinya dan juga Naruto sedari tadi.

"Jadi kau ya? Yang selama ini membuat masalah dibumi? Dasar mahluk pendatang" Ucap Cao cao yang diakhir kalimatnya mengandung kalimat ejekan untuk memancing emosi lawanya tersebut, namun seakan pria tersebut tidak mempunyai emosi malahan pria tersebut tersenyum kecil layaknya seorang yang merindukan dan baru bertemu kepada semua orang disana termasuk dirinya.

"Tenanglah kalian semua Tenshi, Datenshi ,Akuma ,Ningen aku datang kemari hanya ingin melihat lihat saja namun ketika mendengar perjanjian kalian yang sedikit melenceng dari rencanaku sepertinya aku harus turun tangan" Ucap pria berzirah itu dengan nada pelan.

"memangnya kau merencanakan apa? Jika yang kau maksud adalah ingin menguasai dunia ini, kurasa kau sudah tau jawabannya bukan" Balas Cao cao sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan, sedangkan Naruto hanya menatap datar ketuanya itu entah apa yang ia pikirkan sedari tadi.

Akeno yang sedari tadi hanya memperhatikan Naruto yang sepertinya acuh dengan semua orang diruangan itu kemudian dengan perlahan Akeno berjalan mendekati Naruto tanpa disadari oleh semua orang karena terlalu fokus dengan sosok pria berzirah yang sedang mengapung tersebut, dan ketika sudah berada disamping Naruto dengan pelan Akeno menyelipkan sebelah tanganya ketangan Naruto kemudian menggenggamnya erat seolah menyalurkan rasa sakit dan rindu yang selama ini ia pendam karena kehilangan dirinya, sedangkan Naruto yang merasa tangannya dingenggam erat seseorang kemudian menolehkan pandanganya untuk melihat sipelaku dan terlihatlah Akeno yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis dan itu sedikit membuat Naruto kehilangan mimik datarnya.

"Kau harus menjelaskan semuanya seusai ini Naruto-kun" Ucap Akeno pelan sambil tersenyum manis, sedangkan Naruto sebenarnya ingin menjawab tidak namun ketika merasakan genggaman pada tanganya menguat serta sedikit bergetar membuat Naruto tahu bahwa Akeno, wanita yang Naruto sayangi dan tinggal satu satunya ini sedang menahan tangis dan hanya menutupinya dengan mimik tersenyum dan akhirnya Naruto hanya mengangguk sebagai respon Iya untuk permintaan Akeno barusan dan membuat Akeno tersenyum kembali ,senyuman tulus yang membuat Naruto tersenyum kecil tanpa disadari oleh Akeno karena Naruto berpikir mungkin caranya untuk melindungi sesuatu yang berharga untuknya ini salah namun tidak ada pilihan lagi selain ini jadi mungkin kali ini ia akan mencoba seperti dulu, sedangkan kembali ke Cao cao yang sekarang sedang berbicara dengan pria berzirah itu entah tentang apa sedangkan yang lain hanya diam karena kali ini Cao cao mewakili perkataan mereka semua.

"Jadi memang benar kau yang membuat masalah akhir akhir ini hanya untuk tujuanmy itu ya" Ucap Cao cao tenang.

"Hmmm~ jika kalian bertanya tentang tujuanku sepertinya kalian akan mengerti nanti ketika sudah terlaksana, tenang saja aku ini akan membuat suatu perdamaian dunia ini dengan jalanku dan kalian mau tidak mau harus menurutinya jika tidak kalian bisa membuat sedikit hambatan dikedepanya, dan juga kalian bisa mengenal atau memanggilku dengan sebutan Kami " Balas sosok berzirah yang menyebut dirinya Kami itu dengan nada ramah dan juga tersenyum, sedangkan yang lain hanya memandang dirinya shock karena mendengar perkataan bahwa dirinya Kami, namun perhatian mereka semua teralihkan saat mendengar suara tawa Cao cao yang entah tertawa karena apa.

"kheh hahaha~ Itu sama saja dengan pemaksaan bodoh!, dan juga kau sebut dirimu Kami? Kheh jangan membuat lelucon , bahkan Tombakku ini dapat merasakan energi kegelapan dari dalam dirimu, jadi mustahil jika kau Kami" Ucap Cao cao yang diakhir kalimatnya memandang Kami dengan pandangan mengejek, sedangkan Kami yang mendengar perkataan Cao cao barusan hanya terdiam namun senyum dan pandangan ramah yang ia umbar sedari tadi hilang entah kemana dan terganti dengan mimik datar dan seketika hawa disekitarnya menjadi hampa dan itu membuat para anggota fraksi waspada.

Wusssh!

"!"

Cao cao dan para anggota fraksi lain sempat melebarkan mata mereka ketika melihat kecepatan sosok yang mengaku Kami tersebut karena hanya sebatas kedipan mata bahkan mungkin lebih cepat dari itu dan sekarang sudah berdiri dihadapan Cao cao yang juga masih terdiam karena kaget karena kecepatan sosok dihadapanya sekarang dan kaget karena kecepatan sosok ini bahkan tidak bisa dilacak oleh True longinus yang sedang dirinya tenteng dibahu tersebut, sedangkan Kami yang sekarang sedang berdiri dihadapan Cao cao dan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saya seperti pasangan yang akan melakukan ciuman (namun itu terjadi jika fic ini Yaoi :v)

"Kau tau? Bahwa kata-katamu tadi sedikit membuatku tersinggung dan karena aku menganggap bahwa sepertinya kau akan menjadi pengganggu dikedepanya maka aku akan menyingkirkanmu dahulu" Desis Kami dihadapan Cao cao.

Wussh!

Tap!

Cao cao yang merasakan bahaya dengan cepat langsung bersalto kebelakang dan benar saja karena sepersekian detik sehabis ia melompat kebelakang dengan tiba tiba muncul sebuah patung salib dari ketiadaan dan jatuh menimpa tempat ia berdiri beberapa saat tadi.

"Semuanya waspada! Dia mulai menyerang dan juga kita belum mengetahui seberapa kuat dirinya, jadi kuharap kalian berhati hati dan jangan Gegaba-!" Perkataan Madara terputus saat mendengar suara mekanik dari arah sampingnya dan suara tawa maniak yang juga dari sampingnya dan ketika dirinya menoleh ia melihat vali yang tersenyum maniak.

'Belance Breaker'

'Scail Mail'

"Hahaha sepertinya kau adalah lawan yang pantas untuku, jadi aku akan menatangmu sekarang dan bersiaplah!" Ucap Vali dengan suara berat dan dengan kecepatan tinggi ia melesat kearah Kami dengan sebuah tinjuan berlapis energi Albion yang berkumpul ditangan kananya tersebut ,sedangkan Kami hanya menatap Vali datar namun beberapa saat kemudian tersenyum kecil seperti halnya mengejek.

"Vali jangan gegabah!" Ucap Azazel nyaring namun tidak didengarkan oleh Vali yang masih dengan kecepatan tinggi melesat kearah Kami yang masih diam berdiri menanti pukulan Vali.

"Kau membuat darah bertarungku mendidih! Maka akan kuhancurkan kau!" teriak Vali dan ketika sudah berada dihadapan Kami dengan kekuatan penuh Ia memukulkan bogemnya kepipi Kami yang bahkan sampai membuat gelombang kejut yang besar disekitarnya.

Buaagh!

Blaaar! Wussshhh!

Suara ledakan energi Vali ketika dirinya membogem telak wajah Kami, sedangkan Vali yang merasa bahwa dirinya berhasil membuat musuhnya ini terkena serangan mematikannya ini hanya tersenyum kecil dari dalam helm naganya.

"Apakah berhasil?" Ucap Sirzech bertanya tanya sambil mencoba melihat kearah Vali dan Kami yang masih terhalang oleh debu bekas ledakan energi beberapa saat yang lalu, Cao cao yang mendengar perkataan Sirzech barusan hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian menoleh kearah Azazel yang sedang menatap kearah pertarungan Vali.

"Kita harus menyelamatkannya secepat mungkin karena terlambat sebentar saja nyawa menjadi taruhanya dan jika kalian mau menanyakan maksud perkataanku ini, kalian akan kuberitahu nanti jika masalah ini sudah usai dan juga aku akan membuat Kekkai perlindungan untuk para iblis muda karena kali ini yang kita lawan bukan mahluk sembarangan karena yang kudengar dari beberapa bawahanku bahwa mahluk ini sudah membunuh Great Budha beberapa waktu yang lalu" Ucap Cao cao yang membuat dirinya ditatap kaget oleh yang lain minus Madara dan Kaguya yang sudah mengetahui tentang hal tersebut, Kemudian Cao cao mengambil tombaknya dan mengetuk ngetukannya ditanah dan dengan ajaibnya tiba tiba tercipta sebuah penghalang tipis yang melindungi anggota Rias dan Sona , Namun sebelum penghalang itu menutup sempurna Cao Cao menolehkan kepalanya kearah Naruto yang juga menatapnya datar.

"Naruto kami membutuhkan bantuanmu" Ucap Cao cao pelan dan dibalas anggukan oleh Naruto, Naruto yang akan melangkah maju kembali terhenti langkahnya ketika merasakan genggaman ditangan kananya kembali menguat dan saat ia menoleh ia dapat melihat Akeno yang sekarang sedang menatapnya khawatir.

"Berjanjilah untuk kembali dan menjelaskan semuanya kepadaku" Ucap Akeno pelan dan tidak disangka sangka ketika dikalimat terakhirnya dengan cepat Akeno memeluk Naruto dan membuat Naruto terdiam serta ditatap oleh yang lain dengan pandangan yang sulit diartikan, namun juga tidak disangka bahwa beberapa detik kemudian Naruto mengelus surai Akeno dengan lembut dan juga ketika Akeno mendongak dirinya dapat melihat Naruto yang sedangkan tersenyum kearahnya dan itu membuat air matanya kembali menggenang dikedua matanya dan mengalir dengan pelan menetes kejaket Naruto.

Set!

"Jangan lagi menangis, itu membuatku sakit hati melihatnya Akeno-chan dan aku janji akan menjelaskan semuanya seusai ini" Ucap Naruto yang mengulurkan tanganya kearah wajah Akeno kemudian menghapus aliran air matanya dan tersenyum hangat, sedangkan Akeno hanya terdiam menerima perlakuan Naruto itu namun kemudian dengan senyum manis Akeno mengangguk dan juga memegang kedua tangan Naruto yang sedang mengelus pipinya dengan tangan kecilnya.

"H'um" Balas Akeno sambil mengangguk dan tersenyum manis meskipun dibagian pipinya masih terdapat bekas aliran air mata yang mengering, sedangkan Naruto hanya tersenyum melihat respon Akeno dan kemudian melepaskan genggaman tangan Akeno dan berbalik kemudian melangkah menuju luar Kekkai kearah Cao cao yang sedang menunggunya.

"Nah sekarang kuharap kita berhati hati melawanya dan saat ada kesempatan kita menyerangnya dengan skala besar" Ucap Cao cao ketika melihat Naruto yang sudah berada disampingnya dan juga dibalas anggukan oleh para anggota fraksi yang lain, kemudian dengan pelan Cao cao mengalihkan pandanganya kearah Vali yang sekarang sedang memukul serta menembaki Kami dengan energi Albion dengan skala besar bahkan membuat area disekitarnya hancur rata dengan tanah, sedangkan Kami yang menerima serangan Vali hanya diam dan tidak membalas seolah serangan tersebut tidak berpengaruh apa apa terhadap dirinya.

"Hahaha! Mati kau!"

Blaar!

Blaar!

Blaar!

Grep!

"!"

Semua mata yang melihat pertarungan Vali harus melebarkan matanya ketika melihat Vali yang akan kembali membogem wajah Kami dengan kuat dapat ditangkap oleh Kami menggunakan sebelah tangannya dengan mudah dan kemudian Kami menatap Vali yang juga menatapnya shock.

"Kau tau bahwa kekuatanmu itu lemah sekali, jadi jangan mencoba membuat onar Gaki" Ucap Kami sambil tersenyum kecil sedangkan Vali yang merasakan bahaya dengan sigap langsung melompat menjauh dari hadapan Kami yang sedang tersenyum.

"Percuma saja! Kau tetap akan mati!" Ucap Vali yang sudah menjauh dari hadapan Kami dan kemudian sayap yang berada dipunggung Vali kemudian mulai bercahaya terang.

'Devide'

"ugh!"

"Kekuatanmu sudah terisi penuh kembali Gaki! Jangan memaksa untuk membagi kekuatanya kembali" Ucap Albion memperingati Vali dari dalam pikirannya.

"Itu Mustahil! Bahkan aku baru sekali membagi kekuatanya!" Balas Vali sambil memgangi dadanya yang masih terasa sakit karena kelebihan kekuatan sehabis dirinya mencoba membagi kekuatan Kami, sedangkan Albion yang mendengar perkataan Vali barusan hanya menghela nafas pelan.

"Itu memang benar Vali! Kekuatanya berada jauh diatas kita! Bahkan aku tidak bisa mengukur seberapa besar energinya" Ucap Albion yang membuat Vali dengan Susah payah kembali menatap Sosok Kami yang berada tidak jauh dihadapanya juga sedang menatapnya dengan diam.

"Jadi seranganmu membagi kekuatan dengan hanya menyentuhnya ya? Kau mengingatkanku dengan pertarungan melawan dewa kelinci itu, namun aku juga bisa lo membuat serangan dengan hanya menyentuh dan karena tadi kau menyentuhku jadi..." Ucap Kami sambil tertawa kecil diakhir kalimatnya, dan dengan tiba tiba armor yang membalut tubuh Vali bersinar agak terang entah karena apa dan juga banyak bermunculan tulisan aksara yang menyebar diseluruh armor yang membungkus tubuh Vali.

"Gaki bahaya!" Peringat Albion ketika merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi dikedepanya dan Vali yang mendengar kalimat Albion barusan kemudian mencoba menembakan serangan laser kearah Kami yang sedang menatapnya sambil tertawa kecil.

Pyaaar!

Namun terlambat karena ketika Vali ingin menembakan Laser kearah Kami dengan tiba tiba Armor Albion yang membungkus dirinya pecah dan hancur berkeping keping juga dirinya dapat merasakan tubuhnya yang serasa seperti diremas oleh tangan transparan dan itu membuat beberapa tulang yang berada dalam tubuhnya patah.

"Arggh!"

Kami yang mendengar rintihan Vali hanya tersenyum kecil kemudian dengan pelan ia menarik vali kearahnya seolah ia dapat mengendalikan benda benda disekelilingnya atau juga bisa disebut sebagai kemampuan telekinesis dan ketika Vali sudah berada dihadapanya, Kami hanya menatapnya sanbil tersenyum ramah.

"Kurasa kekuatan Albion kurang cocok jika kau yang memilikinya, jadi sementara aku akan memegangnya" Ucap Kami yang kemudian mengangkat tanganya yang mulai mengeluarkan sinar putih yang agak terang dan membuat Vali menyipitkan Matanya.

Crassh!

"Arrgggh!" Teriak Vali kesakitan ketika tubuhnya ditembus paksa oleh tangan Kami dan ketika Kami menarik tanganya, dirinya dapat melihat walaupun samar, tangan Kami yang menembus tubuhnya tadi sedang memegang sebuah bola kristal berwarna putih dan dirinya juga dapat melihat bahwa bola kristal tersebut kemudian ditelan oleh Kami dan setelah menelanya Kami memandang Vali yang sedang sekarat itu dengan pandangan ramah seolah hal yang ia lakukan beberapa saat yang lalu itu adalah hal yang wajar.

"nah sekarang aku akan membuat dirimu bebas" Ucap Kami yang mulai mengangkat tanganya kearah leher Vali berniat membunuh Vali.

"Bebaslah"

Wussh!

Tap!

Brakh!

Namun kegiatan Kami harus terhenti dan juga harus merelekan tangan kirinya yang ia gunakan untuk mengendalikan tubuh Vali dengan kekuatan telekinesisnya terpotong serta tubuhnya yang terpental jauh karena sehabis menerima pukulan tombak berbasis cahaya yang memukulnya dengan kuat barusan, sedangkan Vali yang dalam keadaan sekarat kemudian terjatuh dengan kencang kedaratan namun dengan Sigap Naruto menangkapnya sehabis dirinya tadi memotong lengan kiri Kami menggunakan Neutote yang ia summon sebelum maju untuk menyelamatkan Vali.

"Kerja bagus Naruto" Ucap Cao cao yang sedang berjalan kearahnya yang juga sehabis memukul Kami dengan True Longinus miliknya barusan, sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Cao cao barusan hanya mengangguk kemudian berniat melompat menjauh ingin meletakan Vali ditempat yang aman namun kembali terhenti ketika dengan tiba tiba dibelakang Vali tercipta robekan dimensi dan menarik Vali kedalamnya, Naruto yang melihat itu berniat menariknya namun ia urungkan niatnya ketika mendengar suara dari arah belakangnya.

"Kau fokuslah untuk melawannya Ashura-kun, biarkan Aku yang mengurusnya dan juga ia adalah lawan yang kuat" Ucap Suara dari arah belakang Naruto dan ketika dirinya menoleh ia dapat melihat Kaguya yang sudah dalam mode bertarungnya bahkan mata ketiga didahinya sudah terbuka.

"Wakatta" Balas Naruto yang kemudian membuat handseal seperti tanda tambah dikedua tangannya.

"Kai!"

Pofffttt!

Bunshin yang sedang duduk bersila disebelah Akeno tiba tiba saja menghilang karena dilepaskan oleh Naruto dan membuat energi Senjutsu memasuki tubuh Naruto dibuktikan oleh kedua iris mata Naruto yang berubah mata Katak dan disekitar mata Naruto menjadi warna orange, setelah melakukan hal tersebut Naruto kemudian mengepalkan kedua tanganya dengan erat.

"Incursio"

"Active"

"Evolution Gear"

"Active"

Suara mekanik yang terdengar ketika Naruti mengaktifkan Teigunya dan juga sampai ketahap evolution yang membuat Incursio Naruto yang awalnya berwarna abu abu merah menjadi Kuning abu abu serta munculnya kedua sayap Wyrm diantara punggung Naruto.

Wussh!

Naruto kemudian melesat tinggi keatas menuju langit dan beberapa menit kemudian muncul lambang bintang yang besar dari atas langit tempat Naruto menghilang tadi dan ketika lambang tersebut semakin mendekat terlihatlah Naruto yang sedang turun dengan perlahan dengan sebuah energi berwarna kemerahan yang sedang berputar ditanganya dan membentuk menyerupai shuriken.

"Hancurlah!" Ucap Naruto pelan kemudian melemparkan energi yang berkumpul ditanganya tersebut layaknya sebuah shuriken kearah Kami yang masih belum menampakan dirinya sehabis terkena pukulan Cao cao beberapa saat yang lalu, sedangkan Cao cao yang melihat hal tersebut kemudian menatap para anggota fraksi yang lain.

"Sekarang saatnya!" Ucap Cao cao agak nyaring dan membuat para anggota fraksi yang lain melesat maju kearah Kami.

"Amaterasu" Ucap Madara pelan dan tiba tiba di rasen shuriken Naruto tersebut muncul api hitam yang berkobar dan kemudian menyatu menjadi satu dengan serangan Naruto tersebut, setelah menggunakan Amaterasu kemudian Madara mengaktifkan Susanoo nya sampai kebentuk sempurna dan ketika sudah sempurna dirinya menatap Cao cao yang juga sedang menatapnya.

"Cepat kita lakukan apa yang kukatakan tadi" Ucap Madara dan dibalas Anggukan oleh Cao cao, kemudian dengan cepat Cao cao melompat memasuki Susanoo Madara dan kemudian berdiri disamping Madara yang sedang mengendalikan Susanoonya, sedangkan Cao cao yang sudah berada disampingnya kemudian memejamkan matanya sejenak kemudian mengetuk ngetukan tombak True longinusnya perlahan.

[Belance Breaker]

[Polar Night Longinus Chakravartin]

Sringgg!

Tiba tiba sebuah armor platinum mulai membungkus Susanoo Madara dengan perlahan serta munculnya tujuh buah bola raksasa dipunggung Susanoo Madara yang membuat Cao cao serta madara yang melihat keberhasilan teknik gabunganya ini tersenyum kecil (Bayangkan seperti Susanoo Sasuke Dan Kyuubi Naruto bergabung di Boruto the Movie bedanya cuma disini Susanoonya memegang True Longinus)

"Baiklah selanjutnya serangan penghabisan" Desis Madara yang kemudian tercipta sebuah Tombak raksasa yang sepertinya ada True longinus versi raksasa yang sekarang sedang digenggam oleh Susanoo Madara, kemudian Susanoo Madara menancapkan Tombaknya ditanah dan membuat sebuah getaran kecil disekitarnya, kemudian dengan cepat mulai tercipta sebuah aksara sihir tepat diatas Kami yang masih belum menampakan diri tersebut, sedangkan yang lain hanya mebatap teknik Madara dan Cao cao dengan pandangan kagum minus Kaguya dan Naruto yang hanya tersenyum kecil.

Sirzech yang melihat sekarang adalah saat yang tepat untuk mengakhiri hal tersebut kemudian membuat sebuah Power of distruction berukuran besar dihadapanya yang dikuti oleh Serafall yang memnyiapkan sihir Ice agenya serta Azazel yang menyiapkan Light spear yang seukuran pesawat Boeing untuk menghancurkan Ancaman dunia tersebut.

"Musnahlah!" teriak Sirzech kemudian melemparkan power of distructionnya dan dikuti oleh Light spear Azazel.

Wussh!

Blaaaar!

Krak!

Krak!

Suara ledakan dahsyat ketika Rasen shuriken Naruto yang menyatu dengan Amaterasu milik Madara dengan telak mengenai Kami serta Power of distruction milik Sirzech dan Light spear milik Azazel dan membuat ledakan tersebut semakin besar, Madara yang melihat hal tersebut kemudian mengalihkan pandangannya kearah Cao cao dan dibalas Anggukan oleh Cao cao.

"Polar of destiny"

Blaaar!

Ledakan yang terjadi ditempat Kami semakin menjadi jadi ketika Aksara sihir yang terbentuk dilangit ciptaan True longinus tersebut menembakan sebuah cahaya dengan intensitas besar kearah Kami dan semakin membuat ledakn membesar bahkan area sekolah tersebut sudah menyamai are pertempuran Naruto melawan Madara dulu.

"Sekarang waktunya Sera, Michael!" Ucap Sirzech dan dibalas anggukan oleh Serafall dan Michael.

"Akan kubekukan dan kuakhiri semua ini" Ucap Serafall datar dan kemudian disekitar Kami yang masih terjadi ledakan itu mulai diselubungi oleh air yang semakin lama air yang berkumpul tersebut mulai membentuk msnyerupai bola raksasa.

"Ice Age" Ucap Serafall pelan dan seketika bola air tersebut mulai membeku perlahan dan beberapa saat kemudian bola air tersebut membeku menjadi bongkahan es raksasa dan disetiap bagian esnya terdapat tulisan aksara sihir seperti tulisan penyegel, sedangkan Michael yang melihat teknik Serafall sudah selesai kemudian juga mulai mengaktifkan tekniknya dan dibuktikan dengan Michael yang melafadkan sesuatu seperti sedang berdoa serta tubuhnya yang mulai bersinar terang.

"Maria wall"

"Amien"

Ucap Michael yang kemudian dikeempat penjuru diantara bongkahan es milik Serafall yang mengurung Kami tersebut muncul sebuah artefak salib raksasa dan setiap salib satu dan yang lainya terhubung sebuah rantai raksasa yang mulai mengikat bongkahan es tersebut.

"Nah sudah Usa-!" Kalimat Sirzech terhenti ketika melihat Kaguya tiba tiba melesat maju kearah bongkahan es tersebut entah karena apa.

Sedangkan Kaguya yang merasa diperhatikan oleh yang lain hanya acuh dan terus melesat kearah bongkahan tersebut karena menurutnya serangan tadi masih belum cukup untuk membuat Mahluk tersebut mundur, dan ketika dirinya sudah berada dihadapan Bongkahan tersebut, Kaguya mulai mendekatkan kedua telapak tanganya seperti bertapa dan dengan ajaibnya diantara kedua telapak tangan yang akan menyatu itu tercipta sebuah energi hitam yang berukuran seperti bola kasti dan kemudian Kaguya melemparkan energi tersebut keangkasa, sedangkan Madara dan Naruto yang melihat hal tersebut melebarkan mata mereka dan dengan cepat mereka berdua melihat para anggota fraksi yang lain.

"Cepat kalian masuk kedalam Susanoo ciptaan ku! Tempat ini akan hancur!" Ucap Madara nyaring yang membuat Para anggota fraksi yang lain kaget dan kemudian menuruti perkataan Madara dengan memasuki Susanoo ciptaan Madara diikuti oleh Naruto, Madara yang merasa bahwa mereka semua sudah memasuki Susanoonya kemudian mengendalikan Susanoonya mendekat kearah Kekkai yang melindungi Anggota Rias dan Sona, kemudian salah satu bola yang berada dipunggung Susanoo Madara mulai membesar dan akhirnya melindungi mereka semua minus Kaguya yang masih menyelesaikan tekniknya diluar sana.

"Chibaku tensei"

Seusai Kalimat ucapan Kaguya barusan tiba tiba daerah kuat seolah sedang terjadi gempa dengan kekuatan besar dan dengan perlahan bongkahan batu mulai terangkat keatas dan dikuti oleh Bongkahan es yang Mengurung Kami juga mulai terangkat menuju sebuah energi sebesar bola kasti yang dilemparkan Kaguya tadi seolah energi tersebut mengeluarkan sebuah medan magnet kuat, dan tidak sampai 20 menit sekarang dihadapan Kaguya sudah tercipta sebuah replika bulan yang ia ciptakan beberapa saat yang lalu dan juga tatapan kagum dari yang lain.

"kekuatan yang luar biasa" Ucap Sirzech pelan ketika melihat sebuah replika bulan hasil ciptaan Kaguya tersebut.

Drrrtttt!

"A-apa ini?" Ucap Sirzech ketika merasakan sebuah Getaran disekitarnya dan juga Bulan yang diciptakan Kaguya beberapa saat yang lalu itu juga bergetar atau lebih tepatnya sumber getaran, sedangkan Kaguya yang melihat hal tersebut kemudian memutuskan mengmbil jarak dengan memasuki robekan dimensi yang ia ciptakan dan muncul disamping Susanoo Madara.

"Ku rasa kita benar benar akan melawanya sampai titik darah penghabisan" Ucap Cao cao ketika merasakan sebuah rembesan energi yang baru pertama ia rasakan energi sekelam ini dari bulan yang mengekang Kami tersebut.

"Sudah kuduga" Desis Kaguya pelan entah pada siapa.

Blaaar!

Braagh!

Semua yang berada disitu terkaget ketika sebuah kaki raksasa menembus keluar Chibaku tensei ciptaan Kaguya itu dengan mudahnya dan dilanjutkan dengan keluarnya sebuah raksasa dari dalam chibaku tensei tersebut (Bayangkan aja Titan Colosal dari anime Shingeki No Kyojin)

Tap!

Suara raksasa yang mendarat dengan mulus dihadapan Susanoo Madara yang berada agak Jauh dari raksasa tersebut dan jika diperhatikan Maka diatas kepala raksasa tersebut dapat terlihat Kami yang sedang duduk disebuah singgah sana raksasa sambil menyilangkan kakinya serta menopang dagunya sedang menatap mereka semua dengan tatapan bosan.

"Hanya itukah kekuatan kalian? ,jika iya maka sekarang izinkan aku menunjukan kekuatanku" Ucap Kami pelan dan kemudian Raksasa yang ditungganginya itu mulai berjalan mendekat kearah Madara dan semakin lami langkahnya menjadi cepat dan akhirnya berlari.

"Bersiaplah untuk pertarungan yang sesungguhnya!" Desis Cao cao ketika melihat Raksasa yang ditunggangi Kami melesat kearah mereka.

¤TBC¤

Yo akhirnya uchida up fic lagi , mohon maaf karena lama up ,sebab uchida banyak urusan :D

Dan jika ada yang masih kebingungan bisa bertanya langsung ke Uchida dan untuk kekuatan Naruto masih menjadi Rahasia.

.Dont Like Dont Read.

END OST: DISH (FLAME)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-