¤HAPPY READ¤
Op' ost: Kyoran Hey Kids! (The Oral Cigarettes)
-Ost Noragami S2-
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.
.
.
.
.
.Shin seikatsu Uzumaki Naruto.
Warning: Abal" , geje, typo,alur kecepatan, dll.
Chapter XIV (Aishiteru Naruto-kun)
.
.
.
.
"Chibaku tensei"
Seusai Kalimat ucapan Kaguya barusan tiba tiba daerah kuat seolah sedang terjadi gempa dengan kekuatan besar dan dengan perlahan bongkahan batu mulai terangkat keatas dan dikuti oleh Bongkahan es yang Mengurung Kami juga mulai terangkat menuju sebuah energi sebesar bola kasti yang dilemparkan Kaguya tadi seolah energi tersebut mengeluarkan sebuah medan magnet kuat, dan tidak sampai 20 menit sekarang dihadapan Kaguya sudah tercipta sebuah replika bulan yang ia ciptakan beberapa saat yang lalu dan juga tatapan kagum dari yang lain.
"kekuatan yang luar biasa" Ucap Sirzech pelan ketika melihat sebuah replika bulan hasil ciptaan Kaguya tersebut.
Drrrtttt!
"A-apa ini?" Ucap Sirzech ketika merasakan sebuah Getaran disekitarnya dan juga Bulan yang diciptakan Kaguya beberapa saat yang lalu itu juga bergetar atau lebih tepatnya sumber getaran, sedangkan Kaguya yang melihat hal tersebut kemudian memutuskan mengmbil jarak dengan memasuki robekan dimensi yang ia ciptakan dan muncul disamping Susanoo Madara.
"Ku rasa kita benar benar akan melawanya sampai titik darah penghabisan" Ucap Cao cao ketika merasakan sebuah rembesan energi yang baru pertama ia rasakan energi sekelam ini dari bulan yang mengekang Kami tersebut.
"Sudah kuduga" Desis Kaguya pelan entah pada siapa.
Blaaar!
Braagh!
Semua yang berada disitu terkaget ketika sebuah kaki raksasa menembus keluar Chibaku tensei ciptaan Kaguya itu dengan mudahnya dan dilanjutkan dengan keluarnya sebuah raksasa dari dalam chibaku tensei tersebut (Bayangkan aja Titan Colosal dari anime Shingeki No Kyojin)
Tap!
Suara raksasa yang mendarat dengan mulus dihadapan Susanoo Madara yang berada agak Jauh dari raksasa tersebut dan jika diperhatikan Maka diatas kepala raksasa tersebut dapat terlihat Kami yang sedang duduk disebuah singgah sana raksasa sambil menyilangkan kakinya serta menopang dagunya sedang menatap mereka semua dengan tatapan bosan.
"Hanya itukah kekuatan kalian? jika iya maka sekarang izinkan aku menunjukan kekuatanku" Ucap Kami pelan dan kemudian Raksasa yang ditungganginya itu mulai berjalan mendekat kearah Madara dan semakin lami langkahnya menjadi cepat dan akhirnya berlari.
"Bersiaplah untuk pertarungan yang sesungguhnya!" Desis Cao cao ketika melihat Raksasa yang ditunggangi Kami melesat kearah mereka, Madara yang melihat ada sebuah raksasa yang mendekat kearah mereka kemudian menggerekan Susanoonya untuk membuat gerakan vertikal menggunakan True longinusnya kepada Mahluk Raksasa yang sedang ditunggangi oleh Kami tersebut.
Sringg!
Crassh!
"Groaaaar!"
Brakhhh!
Madara yang berhasil memotong lengan raksasa tersebut harus kaget ketika melihat regenerasi raksasa tersebut sangat cepat bahkan hanya dalam hitungan menit lengan yang sudah terpotong oleh True longinus itu kembali tumbuh seperti semula dan juga Susanoo Madara yang tubuhnya sudah dilapisi oleh Armor Belance breaker True Longinus itu harus bergeser mundur karena terkena pukulan kuat dari mahluk raksasa tersebut.
"Cih mahluk ini mempunyai regenerasi yang sangat cepat" Ucap Cao cao yang berdiri disamping Madara dan memandang mahluk yang sedang beregenerasi dihadapanya itu dengan pandangan datar, sedangkan Madara yang berada disampingnya hanya diam namun beberapa saat kemudian Madara menarik ujung bibirnya sepersekian senti seperti menemukan sebuah ide untuk mengalahkan raksasa dihadapanya ini.
"Amaterasu"
Groaaar!
Madara yang mendapat ide untuk melawan raksasa dihadapanya ini menggunakan Amaterasu dengan segera langsung mengarahkan api terpanas tersebut ketubuh sang raksasa yang membuatnya meraung nyaring dan berusaha memadamkan api tersebut namun bukanya padam malah api hitam itu semakin membara dan hal tersebut membuat Madara tersenyum kecil.
"Wow teknik yang hebat Madara" Puji Cao cao yang memerhatikan salah satu teknik keistimewaan mata terkutuk Sharingan milik Madara itu dari sampingnya.
"Hn, tetaplah waspada Cao cao, musuh kita kali ini bukan mahluk sembarangan" Desis Madara pelan yang dibalas anggukan oleh Cao cao.
"Ya~ Ya~ Kau ben-!"
Bruaaghh!
Duaar!
Perkataan Cao cao terputus dan melebarkan matanya ketika melihat raksasa dihadapanya dengan tiba tiba melakukan hal yang diluar akal Dirinya dan juga Madara yaitu menarik atau memotong bagian tubuhnya yang terkena api hitam Madara dan dengan begitu api tersebut padam, kemudian dengan cepat raksasa tersebut melayangkan sebuah bogem kearah kepala susanoo Madara yang dengan telak mengenainya serta membuat Susanoo Madara terjebam.
"Cih bukan hanya besar tubuhnya, ternyata ia juga pintar" Decih Madara tidak suka ketika melihat salah satu tekniknya berhasil digagalkan dan juga menerima pukulan tepat diwajah oleh raksasa tersebut.
"Madara biarkkan aku keluar" Ucap Naruto yang sedari tadi hanya diam melihat pertarungan raksasa tersebut melawan Madara.
"Baiklah, tapi tetaplah hati-hati Naruto" Balas Madara sambil memperingati Naruto untuk tetap berhati hati dan hanya dibalas Naruto dengan anggukan kecil.
Set!
Dengan cepat terbuka sebuah lubang dihadapan Naruto yang dibuat Madara agar Naruto dapat keluar dari Susanoo miliknya, kemudian dengan langkah pelan Naruto mulai berjalan keluar dari Susanoo Madara serta dengan perlahan tubuh Naruto mulai terbalut oleh sebuah Armor platinum atau lebih tepatnya Teigu Incursio.
Madara yang sudah memberi jalan kepada Naruto kemudian kembali fokus untuk melawan raksasa dihadapanya itu namun ketika Madara kembali melihat Raksasa tersebut, dirinya merasa ganjil seperti ada sesuatu yang aneh.
"Kemana mahluk yang mengendalikan raksasa itu?" batin Madara ketika melihat singgah sana yang berada diatas raksasa tersebut telah kosong tidak ada sosok Kami yang mendudukinya, kemudian dengan pelan Madara menoleh kearah Cao cao yang sepertinya juga sedang mencari sosok Kami yang menghilang sedari tadi.
"Apa kau dapat merasakan keberadaan Kami?" tanya Madara yang dibalas gelengan pelan oleh Cao cao.
"Bahkan True longinus tidak bisa mendeteksi kemana dia menghilang" Jawab Cao cao.
Tanpa disadari oleh Madara dan juga Cao cao, dengan sangat tiba tiba sebuah robekan dimensi tercipta dibelakang tubuh Kaguya dan keluarlah Kami yang dengan cepat menarik Kaguya kedalam robekan dimensi tersebut bahkan Saking cepatnya Kami, Kaguya tidak sempat melakukan perlawanan dan hanya pasrah tertarik Kedalam robekan dimensi tersebut yang kemudian robekan dimensi tersebut kembali menutup seperti semula.
"Kaguya!" Teriak Madara yang bisa mendeteksi keberadaan Kami dan ketika menoleh dirinya melihat Kaguya yang sudah terhisap oleh robekan dimensi buatan Kami tersebut, sedangkan Cao cao yang melihat hal dihadapanya itu hanya bisa mengumpat pelan dan kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Anggota fraksi lain yang masih terdiam didalam Susanoo Madara.
"Kalian semua diamlah disana dan jangan coba-coba untuk keluar dari tempat ini" Ucap Cao cao nyaring yang membuat dirinya ditatap oleh berbagai pandangan dengan arti yang berbeda beda.
"Jadi kau pikir kami ini lemah?" Balas Serafall sambil menatap Cao cao yang menghela nafas pelan ketika mendengar perkataan Serafall barusan.
"Kau pikir aku tidak memikirkan semuanya? Bahkan Pemegang Albion dapat dikalahkan dengan mudah andaikan Kalian semua dapat dibunuhnya maka keselamatan Makai dan Heaven bahkan alam semesta ini yang akan menjadi taruhannya, kalian ini masih diperlukan di Makai dan Heaven jadi kumohon untuk mengerti serta berpikirlah" Ucap Cao cao yang membuat Serafall terdiam serta anggota fraksi lain yang memandang Cao cao dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Apakah kita hanya diam disini Boucho/Kaichou?" Tanya Issei dan Saji bareng kepada Rias serta Sona yang hanya diam sedari tadi sambil memperhatikan perkataan Cao cao Barusan.
"Kurasa benar apa yang mereka katakan Issei" Balas Rias yang membuat Issei kembali diam, sedangkan Sona hanya mengangguk sebagai respon atas pertanyaan Saji tadi.
Blaar!
Crassh!
Semua mata yang berada didalam Susanoo itu langsung mengalihkan pandangan ketika mendengar suara ledakan serta tebasan dan ketika mereka melihat kearah sumber suara ,berbagai ekspresi langsung tercipta seperti, mual,jijik,ngeri sampai ekspresi datar, dihadapan mereka terlihat kepala raksasa tersebut yang jatuh karena terpotong atau lebih tepatnya dipotong oleh Naruto yang sudah dalam teigu incursionya serta ditangan kananya memegang Neutote yang berlumuran darah.
Sriing!
Naruto yang sedari tadi melawan raksasa tersebut mendongakan kepalanya ketika melihat sebuah robekan dimensi yang tercipta dilangit tepat diatasnya dan tidak lama setelah robekan itu tercipta tiba tiba sebuah objek jatuh dari dalam robekan dimensi tersebut yang jika diperhatika maka obyek itu mempunyai rambut putih panjang sampai kekaki serta memakai kimono yang sudah agak berantakan seperti habis bertarung, sedangkan Naruto yang melihat obyek atau lebih tepatnya sosok yang jatuh dari ketinggian tersebut melebarkan matanya karena mengetahui siapa sosok tersebut.
"Kaguya!"
Wusshh!
Teriak Naruto yang mengetahui sosok yang terjatuh dalam keadaan terluka itu adalah Kaguya dan dengan kecepatan tinggi melesat terbang mendekati Kaguya yang sepertinya tidak sadarkan diri.
Grep!
Dengan erat Naruto memeluk Kaguya yang dalam keadaan lemah entah karena ulah siapa Naruto belum mengetahuinya, kemudian setelah menangkap Kaguya yang tadi terjun bebas dari ketinggian, Naruto pergi menuju daerah yang terletak agak jauh dari tempat pertempuran tersebut.
Set!
"Kaguya" Ucap Naruto lirih sambil memandang wajah Kaguya yang belum sadarkan diri dengan pandangan sedih,sendu,marah,kecewa...Kecewa? Ya Naruto kecewa dengan dirinya sendiri karena hampir saja ia gagal kembali untuk melindungi orang yang ia sayangi dan ia juga kecewa dengan kekuatan dirinya yang lemah.
Sringgg!
Wusssh!
Naruto yang sudah meletakan Kaguya dibawah pohon yang berada agak jauh dari area pertempuran kembali menolehkan kepalanya kearah pusat area pertarungan ketika melihat sebuah robekan dimensi yang terjadi kesekian kalinya dan kali ini robekan dimensi tersebut mengeluarkan sinar yang terang.
"Kheh~ hem hem~ Akhirnya kekuatanku kembali~ ternyata kekuatan dewi kelinci tersebut agak menurun didimensi ini ya" Ucap suara yang terdengar dari dalam dimensi tersebut yang semakin lama kemudian mulai terlihat sebuah singgahsana raksasa mulai turun perlahan dari robekan dimensi tersebut serta sosok Kami yang menduduki singgahsana sambil memandang anggota fraksi lain dengan seringai, sedangkan Naruto yang melihat Kami yang sedang turun entah dari mana itu mengeraskan wajahnya serta energi merah kehitam hitaman yang mulai menguar dari armor Incursionya.
Tap!
Blaaar!
Kemudian dengan pijakan kuat Naruto melompat dengan kuat kearah Kami yang masih duduk disinggah sananya dengan tenang sambil memandang sekelilingnya, namun ketika dirinya melihat sebuah cahaya merah pekat yang melesat dengan kecepatan gila kearanya, Kami hanya tersenyum kecil dan kemudian membuat sebuah aksara sihir dihadapanya.
Wusssh!
Blaaar!
"Naruto!"
Madara yang terlalu fokus dengan Kami sampai tidak menyadari bahwa Naruto sedang bertarung diluar sana dan dirinya baru menyadari ketika melihat sebuah cahaya merah pekat yang ia asumsikan itu Naruto sedang mencoba melawan Kami, kemudian Madara yang berniat ingin membantu Naruto langsung menggerakan salah satu tangan Susanoonya yang mengenggam True longinus itu kearah Kami dari arah kanan sedangkan Naruto dari arah kiri.
Krak!
Krak!
Blaaar!
Suara retakan kekkai yang dibuat oleh Kami karena serangan Madara serta Naruto yang akhirnya menghancurkan kekkai tersebut dan dengan telak mengenai Kami.
"Kurasa itu percuma" desis Cao cao pelan tanpa didengar oleh yang lainya ketika dirinya melihat serangan Madara dan Naruto barusan karena dirinya berpikir musuhnya kali ini sedari tadi seperti hanya bermain dan belum serius.
Tap!
Wussh!
"A-apa?"
Madara kembali kaget ketika ia melihat serangannya dan juga Naruto kembali ditahan oleh Kami yang sekarang dikedua tangannya sedang memegang tangan Naruto yang akan memukulnya dan True longinus yang akan menebasnya tadi, kemudian dengan senyum kecil Kami memandang Naruto serta Susanoo yang Madara kendalikan itu dengan kalem.
"Kau sungguh ingin membunuhku y-!"
Siiinggg!
Blaar!
Perkataan Kami terputus ketika mendapat serangan laser tiba tiba yang dibuat oleh Naruto dari mulut helm Incursionya dan setelah terkena laser itu dengan telak Langsung kembali terkena pukulan True longinus dari Madara yang melihat ada celah, sedangkan Naruto yang juga ikut terhempas akibat tebasan True longinus tadi langsung membentangkan sayapnya lebar agar tidak ikut terhempas.
Cao cao yang sedari tadi hanya diam kemudian mengalihkan pandangannya kearah Madara yang sedang memandang tajam kearah tempat Kami yang terlempar sehabis terkena True longinus beberapa saat yang lalu.
"Ku rasa serangan kita tidak berefek apapun sedari tadi" Ucap Cao cao sambil menatap Madara yang juga menoleh kearah dirinya ketika mendengar perkataannya barusan.
"Menurut pengamatanku juga seperti itu, namun kita harus mencoba segala cara agar bisa mengalahkanya" Balas Madara yang membuat Cao cao terdiam beberapa saat dan kemudian menganggukan kepalanya pelan.
"Kurasa pemikiranmu ben-!"
"arggh!
"arggghh!"
Kalimat Cao cao terhenti dan menjadi kaget ketika melihat serta mendengar teriakan Madara dan Naruto yang berada diluar Susanoonya serta Cao cao merasakan bahwa Susanoo milik Madara yang mulai menyusut dan dengan perlahan mulai menghilang.
"Madara ada apa?!" Tanya Cao cao sambil merangkul Madara yang sedang merasa kesakitan entah karena apa.
"Ugh! Energiku seperti dihisap habis oleh sesuatu" Desis Madara sambil memuntahkan darah dan pegangan Cao cao semakin kuat ketika merasa tubuh Madara mulai limbung.
Sedangkan dengan Naruto yang sekarang juga sedang meringkuk kesakitan tidak jauh dari posisi Madara dan anggota fraksi yang lain karena Susanoo Madara telah hilang beberapa saat yang lalu, tanpa disadari oleh yang lain seorang wanita bersurai dark blue atau lebih dikenal dengan nama Akeno berlari mendekati Naruto yang sedang meringkuk kesakitan entah karena apa, bahkan armor teigunya yang beberapa saat lalu bersinar merah pekat sekarang mulai meredup.
Grep!
"Naruto-kun!" Panggil Akeno sambil memeluk Naruto dari samping ketika melihat Naruto yang mencoba berdiri dengan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan tersebut, sedangkan Naruto merasa ada yang memeluk dirinya dari samping kemudian menolehkan kepalanya dan melihat Akeno yang sedang memeluknya sambil menatapnya khawatir.
"A-akeno-chan K-kenapa kau kemari! D-disini berbahaya" Ucap Naruto agak nyaring yang membuatnya ditatap oleh anggota fraksi yang lain, namun Akeno yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya menunduk sejenak kemudian mendongak menatap Naruto sambil tersenyum kecil.
"Jadi kau berpikir bahwa aku harus selamat disana menunggumu dan melihatmu terluka serta hal yang paling buruknya aku akan melihat diriku kehilangan dirimu? Sungguh jika hal itu terjadi aku akan langsung menyusulmu dan memburumu dineraka Naruto-kun!" Balas Akeno pelan namun diakhir kalimatnya ia sedikit membentak Naruto dan membuat Naruto langsung terdiam seribu bahasa, namun dengan perlahan Naruto menggerakan tangannya kepipi Akeno kemudian mengelusnya pelan.
"Dan kau juga berpikir bahwa aku harus melihatmu terluka ketika membantuku dan yang paling parahnya kehilangan dirimu begitu? Jika itu terjadi maka alasanku untuk hidup sudah sirna Akeno-chan, jadi kumohon mengertilah, aku tidak ingin ada yang pergi meninggalkan diriku lagi seperti Mittelt-chan, sudah cukup aku menanggung semua penderitaan didunia Shino-!" Naruto yang akan menyelesaikan kalimatnya terhenti dan mematung ketika merasakan benda hangat serta kenyal yang menyentuh permukaan bibirnya hanya sepersekian detik dan setelah itu benda kenyal nan hangat itu kembali menjauh.
"Aku mengerti Naruto-kun, namun kumohon biarkan aku membantumu ketika kau terdesak" Ucap Akeno pelan dihadapan Naruto yang masih mematung sehabis ia cium beberapa saat yang lalu.
"B-baik-!"
"kheh! Energi kalian lumayan juga" Ucap Kami yang mulai menampakan dirinya serta memotong perkataan Naruto barusan, dan para petinggi fraksi terkejut ketika melihat penampilan Kami yang sekarang sedang menggunakan sayap mekanik berpendar putih dan tentu saja para petinggi yang lain sangat hapal dan mengetahui aura siapa yang sedang dipakai oleh Kami tersebut.
"D-dia menggunakan Secred Gear White one?" Desis Sirzech, sedangkan Azazel yang berada disampingnya hanya diam mematung.
"mahluk itu menggunakan Secred Gear milik Vali" Batin Azazel yang seperti dipikirkannya bahwa situasi kedepanya bakal semakin menjadi rumit.
Sedangkan Kami yang baru keluar dari reruntuhan bangunan yang menjadi media daratanya sehabis terkena pukulan Madara beberapa saat yang lalu itu hanya tersenyum kecil melihat hal dihadapanya itu tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Kurasa kalian butuh kebebasan"
"Divide"
"Divide"
"Ohok!"
"Ugh!"
"Naruto-kun!/Madara!"
Setelah terdengar bunyi mekanik dari sayap yang berpendar dipunggung Kami, Naruto serta Madara langsung memuntahkan darah yang membuat Cao cao dan Akeno yang berada disampingnya menjadi panik, sedangkan Kami yang melihat hal tersebut hanya tertawa pelan seperti tontonan yang dilihatnya itu adalah sebuah opera sabun.
"Ugh! Sial ini diluar perkiraanku" Desis Madara yang disela sela bibirnya masih mengalirkan darah, tidak jauh berbeda dengan Naruto yang sekarang sedang berada dipangkuan Akeno yang sedang meletakan tanganya didada Naruto untuk menyembuhkanya, memang Akeno tidak terlalu tau dengan hal medis namun ia sempat belajar dulu ketika sering berkunjung keperpustakaan klan Sitri.
Akeno yang sedang mengobati Naruto dengan kedua tanganya harus menghentikan kegiatanya ketika merasakan sebuah tangan yang menggenggam kedua tanganya dan ketika melihat siapa pelakunya ia dapat melihat Naruto yang sedang tersenyum kecil dan sedang berusaha untuk bangkit.
"Sudah cukup Akeno-chan" Ucap Naruto pelan dan perlahan mulai bangkit meskipun masih susah karena energinya telah habis entah kemana, sedangkan Akeno yang melihat respon Naruto barusan hanya menggenggam tangan Naruto yang berlapis teigu Incursio itu dengan erat sambil menggeleng gelangkan kepalanya pelan.
"Tidak, Naruto-kun masih belum sanggup bertarung, aku bisa merasakanya" Balas Akeno pelan sambil menggeleng, sedangkan Naruto hanya diam dan kemudian tersenyum kecil.
"Kembalilah ke yang lain Akeno-chan, disini berbahaya" Ucap Naruto pelan yang sekarang sudah berdiri memunggungi Akeno yang berada dibelakangnya.
"T-tapi Ak-!"
Grep!
Wussh!
Tap!
"Rias kumohon tolong jaga dia"
Perkataan Akeno terputus karena dengan tiba tiba Naruto memeluknya dan kemudian berteleport muncul disamping Rias yang juga sedang memandangnya kaget karena kemunculanya yang tiba tiba, kemudian Naruto menurunkan Akeno dari pelukanya dan kemudian mulai melangkah menjauh.
"Tapi dirimu sedang terluka Naruto" Ucap Rias yang membuat langkah Naruto terhenti.
"Kurasa lebih baik seorang saja yang terluka dari pada banyak orang serta melihat orang yang kau sayangi terluka dan juga tenang saja aku akan mengembalikan mahluk itu keasalnya kok hehe" Balas Naruto sambil menoleh kearah Rias dan Akeno yang sedang memandangnya khawatir namun semua mata disitu memandang Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan ketika mendengar kalimat terakhir Naruto serta kekehan yang baru pertama kali Naruto keluarkan sehabis tragedi yang membuat Naruto merubah sifatnya.
"B-baiklah" jawab Rias pelan, sedangkan Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum kecil kemudian mulai melangkah beberapa langkah dan menghilang (berteleport lagi).
Kami yang sedari tadi hanya diam dan menonton acara penuh drama didepanya itu dengan tenang dan saat sudah selesai serta Naruto yang sudah berada tidak jauh dihadapanya sekarang hanya bisa tersenyum kecil.
"jadi dramanya sudah selesai ya" Tanya Kami kepada Naruto yang sedang berada dihadapnya dan sedang menatap dirinya dengan pandangan datar.
"bersiaplah untuk musnah" Desis Naruto yang perlahan lahan mulai mengeluarkan aura merah pekat dari teigu Incursionya.
"Hmmm begitu kah? Baiklah aku akan memberikan serangan kecil agar kau menger-!"
Buaagghhh!
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Blaaar
Perkataan Kami terputus ketika merasakan sebuah bogem mentah dari Naruto yang sedang bergerak cepat dan menyerang Kami dengan pukulan bertubi tubi tanpa henti.
"Saatnya kau musnah!" Desis Naruto pelan dan mengarahkan Nuetote kearah tubuh Kami yang masih diam sehabis terkena pukulan bertubi tubi Naruto barusan.
Crassh!
Suara Neutote Naruto yang menembus tubuh Kami, sedangkan Kami yang tubuhnya tertusuk oleh senjata milik Naruto bukanya merasakan kesakitan malah ia tertawa seperti hal yang dilakukan oleh Naruto barusan tidak berpengaruh apa apa pada dirinya.
"Hahaha! Kuakui kau lawan pertamaku yang berhasil membuatku sesenang ini, namun kau taukan bahwa sudah kukatakan bahwa kekuatan kau bahkan mereka semua belum cukup untuk melawanku jadi..." Ucap Kami sambil tertawa pelan namun diakhir kalimatnya ekspresi Kami berubah datar dan menatap Naruto remeh, kemudian dengan pelan Kami memegang Nuetote milik Naruto sambil menatap Naruto datar.
Ctak!
Wussh!
Set!
"Sudah usai Ningen" desis Kami yang mematahkan senjata milik Naruto, kemudian berpindah tempat tepat dihapan Naruto dan membuat dirinya ditatap shock oleh Naruto setelah itu dengan perlahan Kami membuat sebuah aksara sihir ditangan kananya dan bersiap memukulkannya ke Naruto.
Naruto yang merasakan akam ada sinyal bahaya yang mendekat kemudian berniat melakukan lompatan menjauh namun semuanya sia sia karena dengan kecepatan yang melebihi Naruto, Kami langsung memukulkan pukulanya tepat diperut Naruto serta sukses membuat Naruto terpental jauh dan akhirnya menabrak bebatuan.
Blaar!
Set!
"Kurasa akan kuakhiri dengan cepat, aku sedikit kebosanan disini" Ucap Kami yang mulai mengawang keudara dengan perlahan, bahkan luka menganga diperutnya mulai menutup kemudian dirinya mengalihkan pandanganya kearah tempat Naruto mendarat tadi dan mengarahkan sebelah telapak tanganya searah dengan tempat Naruto.
"Ugh!"
"Nah sekarang saatnya untuk menghabisimu" Ujar Kami yang sedang mengangkat tubuh Naruto menggunakan kekuatan telekinesisnya dan sepertinya dirinya akan menghabisi Naruto dengan cara sama ketika dirinya mengahabisi Vali beberapa waktu yang lalu.
"Tidak akan kubiarkan!"
Kami yang akan menghabisi Naruto kembali menunda kegiatanya ketika mendengar sebuah teriakan dari arah bawahnya dan ketika melihat siapa pelaku peneriakan ia dapat melihat sosok berarmor merah yang sedang terbang melesat cepat kearahnya, sedangkan dibagian tempat para anggota fraksi berlindung terjadi kekagetan karena sang kaisar naga merah atau lebih dikenal Issei telah menghilang dari tempatnya.
"Issei jangan gegabah" Ucap pelan Rias melalui lingkaran sihir yang menyambung ke Issei namun tidak mendapat balasan dari Issei.
"Sekiryuteii heh? Namun kau terlambat" Ucap Kami pelan kemudian dirinya mencetikan jarinya.
Ctik!
Pyaar!
"Naruto!"
Suara cetikan jari Kami yang membuat armor yang digunakan Naruto hancur berkeping keping serta teriakan Issei yang mengelegar nyaring karena terlambat menyelamatkan temanya serta dirinya yang lemah, kemudian dengan kecepatan tinggi Issei menangkap tubuh Naruto yang terjun bebas.
"Ugh! I-issei? Kenapa kau kemari? Disini berbahaya" Ucap Naruto terbata karena dirinya berbicara sambil menahan rasa sakit yang teramat sakit disekujur tubuhnya bahkan ia rasa seluruh tulang dan organ tubuhnya telah remuk dan hancur beberapa.
"Jangan bodoh Naruto! Aku tidak akan membiarkanmu mati sebelum hidup bahagia bersama Akeno-senpai!" Balas Issei yang kembali membuat Naruto terdiam, sedangkan Kami yang melihat ada pendatang baru kembali tersenyum kecil.
"Sepertinya mengkoleksi kedua naga surgawi adalah ha yang menarik" Ucap Kami sambil memandang Issei ramah dan dibalas Issei dengan tatapan tajam.
"J-jika kau melawanya jangan sampai tersentuh" Rintih Naruto yang masih terbujur lemas dihadapan Issei, sedangkan Issei yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya mengangguk mantap sambil tersenyum semangat.
"Lihat saja aku akan mengalahkan mahluk itu dan membuat Boucho terpesona melihat kekuatanku ini" Ucap Issei semangat sambil mengacungkan jempolnya dihadapan Naruto yang hanya menatapnya dengan sebelah mata yang terbuka karena masih menahan rasa sakit ditubuhnya yang belum mereda.
"Gaki awas!"
Tap!
Blaaar!
Percakapan Issei dan Naruto harus terputus ketika Issei mendengar suara Draig yang menyeruka ada bahaya yang mendekat dan benar saja sepersekian detik sesudah ia melompat tiba tiba saja sebuah artefak salib raksasa jatuh menimpa ditempat dirinya berdiri tadi.
"Tadi itu hamp-!"
"Kau terlambat Sekiryuteii"
Dan Issei yang melompat jauh harus kembali shock karena tiba tiba saja Kami muncul dihadapanya dan bersiap memukulkan bogemannya kearah Issei.
"Bersiaplah menuju kebebasan"
"Shunshin no jutsu!"
Crassh!
Tidak seperti cara Kami ketika ingin mengambil Albion dari Vali, Kami yang akan mengambil Draig dari Issei sepertinya akan langsung memakai cara utamanya tanpa bertele tele lagi namun semuanya yang ada disana bahkan Issei juga melebarkan matanya ketika melihat bahwa bukan dirinya yang tertusuk tepat dijantung melainkan Naruto yang sepertinya melakukan teknik shunshin dengan energi terakhirnya untuk menukarkan posisinya dengan posisi Issei, namun yang paling shock sepertinya adalah sosok wanita disamping Rias yang sekarang sedang menatap Naruto dengan pandangan shock dan kemudian diantara kedua matanya mulai mengalir aliran air mata yang semakin lama semakin deras.
"Akeno jangan!" Suara teriakan Rias yang mencegah ketika melihat Akeno yang tiba tiba langsung berlari mendekati kearah Naruto dan Issei, namun suara teriakan Rias tidak digubris oleh Akeno yang kembali berlari dengan cepat.
Sedangkan Kami yang melihat bahwa yang ditusuknya sekarang ini adalah Naruto bukanya Sekiryuteii hanya menatap Naruto dengan pandangan datar.
"ini semua keputusanmu, kuharap kau tenang dialam sana" Ucap Kami pelan dan kemudian melepaskan sebelah tanganya yang masih menembus dada Naruto dengan pelan, yang Akhirnya membuat tubuh Naruto terjun bebas kebawah namun sebelum sampai membentur permukaan tanah tubuh Naruto telah berada dipelukan seseorang, yaitu seorang wanita yang sekarang sedang mendekap Naruto sambil terbang menggunakan kedua sayapnya yang berbeda yaitu sayap gagak dan kelelawar itu menjauh mencari tempat yang aman.
"Hiks! Kau mengingkari janjimu Naruto-kun" Ucap wanita yang sedang mendekap Naruto dengan lelehan air mata yang terus mengalir bahkan sampai menetes kewajah Naruto.
"A-akeno-chan jangan bersedih" Ucap Naruto bersusah payah karena menahan sebuah cairan merah kental yang sepertinya akan menyembur keluar dari mulutnya, sedangkan Akeno yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya semakin mengeratkan dekapanya tanpa berkata apapun.
Sedangkan dari kejauhan Madara yang sedang dipulihkan oleh Cao cao hanya menatap Kejadian yang terjadi beberapa saat yang lalu dengan tatapan datar.
"Bertahanlah Naruto dan tunjukanlah tekadmu" Batin Madara.
Naruto yang sekarang sedang terbujur lemah dihadapan Akeno yang sedang menempelkan kedua tanganya diatas dada Naruto yang bolong sehabis ditembus oleh Kami beberapa saat yang lalu dengan pandangan sendu dan kedua tangan yang ia tempelkan diatas dada Naruto itu bahkan bergetar dan Naruto yang melihat itu kemudian dengan pelan memegang kedua tangan Akeno.
"Akeno sudahlah" Ucap Naruto pelan sambil tersenyum.
"T-tidak Naruto-kun! Kau harus bertahan! S-sebab A-aku Me-mencinta-!"
Set!
Perkataan Akeno langsung terhenti ketika merasakan sebuah elusan hangat dipipinya yang dilakukan oleh Naruto sambil tersenyum hangat meskipun darah masih mengalir perlahan disela sela bibirnya.
"Tidak usah kau katakan aku sudah mengetahuinya Akeno-chan, Aishiteru Akeno-chan" Ucap Naruto sambil tersenyum kecil yang membuat Akeno diam membatu sehabis mendengar kalimat Naruto yang terkahir, entah Akeno harus bereaksi apa, senang, sedih, atau marah? ,semua perasaan itu sekarang berkecamuk dihati Akeno, namun kemudian akhirnya Akeno tersenyum manis sambil memandang Naruto yang juga memandangnya sambil tersenyum.
"Aishitru yo Narut-!"
Crasssh!
"Kheh~ karena aku merasa kasihan jadi aku akan mengirimnya bersamamu agar kalian bersama dialam sana, berterimakasihlah" Ucap Kami yang tiba tiba muncul dibelakang Akeno yang sedang mengobati Naruto kemudian menusuk Akeno tepat didada dari belakang hingga tembus serta membuat darahnya terciprat sebagian kewajah Naruto yang menatap kejadian dihadapnya ini dengan mata melebar shock.
"N-naruto-kun" Ucap Akeno terbata pelan dengan darah yang mulai merembes dari lubang didadanya dan mulutnya yang kemudian mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya dan akhirnya terjatuh menimpa tubuh Naruto yang sedang diam memantung seperti sedang memeroses kejadian dihadapnya yang sepertinya pernah terjadi dahulu.
"A-a-akeno-chan..." ucap Naruto yang sekarang pandanganya menjadi kosong seperti mayat hidup.
¤Mindscape Naruto¤
Terlihat ada sebuah singgahsana raksasa yang berdiri kokoh diahadapan seorang pria bersurai pirang yang seluruh bagian tubuhnya terlilit oleh rantai dan dihadapan pria yang terkekang rantai atau lebih tepatnya disinggahsana tersebut terdapat sosok mahluk yang memiliki surai panjang muncuat keatas serta memakai pakaian armor perang yang aneh dan juga mempunyai satu buah mata dikepalanya itu sedang menopang dagunya sambil menatap pria diahadapnnya itu dengan pandangan bosan. (Untuk penjelasan bentuk dari sosok tersebut, bayangin aja sosok Boros-sama dari anime One punch man, cuma disini ane ganti nanti namanya jadi Beros-sama)
"Hoi Gaki" panggil sosok tersebut dengan suara berat, sedangkan pria yang berada dihadapanya itu hanya menatapnya dengan pandangan kosong seperti mayat hidup dan itu membuat sosok yang duduk disinggahsana tersebut menyeringai lebar menampakan giginya yang tajam.
"Kau ingin menghancurkan mahluk yang melukai kekasihmu itu?" tanya sosok itu kembali dan kali ini ia berhasil membuat Pria bersurai pirang atau lebih dikenal dengan nama Naruto itu mendongak dan menatapnya kosong namun sempat sosok itu lihat sebuah kilatan dendam yang membara tampak dikedua mata Naruto yang sedang mentapnya kosong itu dan hal itu kembali membuatnya menyerungai.
"Serahkan jiwamu kepadaku maka akan kubuat kau membalaskan dendammu kepada mahluk sok kuat itu dan tunjukan siapa yang terkuat" Ucap sosok itu kembali, kali ini dengan nada yang lebih nyaring dan hal itu membuat Naruto mendongak menatapnya kosong namun Seperti ingin mengatakan sesuatu.
"A-aku akan melakukan hal apapun untuk menghancurkan mahluk yang sudah membunuh Mittelt-chan dan Akeno-chan dengan kedua tanganku ini, tidak peduli aku harus menjual jiwaku" Ucap Naruto pelan dan perkataan Naruto barusan sukses membuat sosok mahluk dihadapnya ini melebarkan seringainya.
"Hahaha! Kau sangat menarik Gaki! Sepertinya aku tidak salah memilih tubuhmu sebagai tempat bersemanyam energiku, mari bersenang senang!" Tawa sosok tersebut yang dengan perlahan bangkit dari duduknya kemudian melangkah pelan menekati tubuh Naruto yang terlilit oleh ratusan rantai dihadapanya.
Trank!
Trank!
Trank!
Suara rantai yang diputus oleh sosok tersebut yang membuat tubuh Naruto langsung terlepas dan terjatuh namun langsung ditangkap oleh sosok tersebut yang kemudian membawa tubuh Naruto kearah singgahsananya Dan dengan perlahan sosok tersebut membuka kaos yang Naruto kenakan hingga tampak dada Naruto yang bolong karena telah ditembus oleh sosok Kami beberapa waktu yang lalu.
"Omoshiroi" desis Sosok tersebut kemudian mulai meletakan sebelah telapak tanganya diatas dada Naruto yang berlubang dan dengan perlahan dada Naruto mulai bersinar terang serta sosok tersebut yang mendekatkan wajahnya kearah telinga Naruto.
"Panggil namaku untuk kebangkitanmu ketika kau sudah sadar Gaki! Dan namaku adalah Beros-sama!" bisik sosok yang bernama Beros itu pelan.
¤Real world¤
Deg!
Deg!
Deg!
Set!
Kedua mata Naruto langsung terbuka namun bukanya iris aquarime yang menenangkan melainkan iris hitam pekat dan aura hitam yang mulai berkumpul mengelilingi tubuhnya dan tubuh Akeno yang sudah tergeletak tak bernyawa diatas tubuhnya, kemudian dengan perlahan Naruto menatap langit yang mulai berubah menjadi merah gelap entah karena apa dan sehabis itu dirinya mengucapkan sepatah kata yang akan ia buat untuk membalas dendamnya selama ini.
"Beros!"
Blaaarrr!
-Beberapa menit sebelum kebangkitan Naruto-
Deg!
"Perasaan apa ini?" desis Cao cao yang merasakan hawa tidak mengenakan yang mulai memenuhi area pertempuran tersebut bahkan True longinus yang berada disampingnya mulai mengeluarkan sinar kelap kelip pertanda akan ada sesuatu hal yang buruk akan terjadi.
"Kau merasakanya juga Cao cao?" Tanya Madara yang berada disebelahnya dan pertanyaan Madara barusan itu membuat Cao cao menatap dirinya dan mengangguk pelan.
"Mereka semua merasakan ini, bahkan ini lebih mencekam dari aura ketika great war dulu" Ucap Cao cao yang sedang menatap sekelilingnya.
Blaaar!
Dan perhatian mereka semua teralihkan ketika terjadi sebuah ledakan energi yang luar biasa besar bahkan sampai menjulang tinggi kelangit.
-back to Naruto-
Naruto yang sekarang sedang berada didalam ledakan energi bersama Akeno masih tidak dapat terlihat karena tertutupi oleh asap hitam kemerah merahan yang menyelubungi area tersebut, dan beberapa saat kemudian asap tersebut mulai menipis dan akhirnya menampakan sosok Naruto yang sedang dalam sebuah armor yang menyerupai Incursio namun hanya berbeda warna, kalau Incursio berwarna merah abu abu sedangkan armor yang Naruto kenakan kini berwarna Abu abu,Ungu terang dan terdapat corak merah dibeberapa bagian armornya, dan juga dikedua tangan Naruto sekarang sedang menggendong Akeno bridal style dan sepertinya dirinya sedang mengambil ancang ancang untuk melakukan sebuah lompatn dibuktikan oleh kaki Naruto yang semakin menekuk kemudian...
Blaaar!
Sebuah lompatan tinggi Naruto lakukan dan ketika ia sudah melihat sasaran ia akan mendarat yaitu tempat para anggota fraksi berkumpul, kemudian Naruto melesat dengan cepat kearah tempat tersebut dan ketika mendarat dirinya mendapat berbagai tatapan dari para anggota fraksi yang lain.
Tap!
Suara kaki Naruto yang berlapis armor mendarat dengan mulus ditengah tengah para anggota fraksi dan tak lupa dikedua tanganya sekarang ia sedang menggendong Akeno bridal style, kemudian dengan pelan Naruto melangkah kearah kelompok Rias atau lebih tepatnya kearah Asia yang sedang menatapnya dengan pandangan entah apa.
Set!
Drap!
"Tolong jaga wanita ini, karena aku tahu wanita ini sangat berharga bagi bocah tersebut" Ucap Naruto dengan suara berat atau lebih tepatnya tubuh Naruto yang sedang dikendalikan oleh Beros.
"Kau bukan Naruto?" Tanya Cao cao yang merasa aneh dengan aura negative yang dikeluarkan oleh sosok Naruto dihadapanya ini, sedangkan Naruto yang tubuhnya sedang diambil alih oleh Beros hanya tertawa pelan ketika mendengar pertanyaan Cao cao barusan.
"Khehehe~ ,bisa dibilang kalau diriku bersemanyam didalam tubuh bocah ini ,dan sekarang mengambil alih tubuhnya sementara untuk melawan mahluk pengganggu tersebut, dan kalian bisa memanggilku dengan nama Beros" Jelas Naruto sambil menolehkan kepalanya sedikit dan kemudian kembali melangkah menjauh atau lebih tepatnya kearah Kami, sedangkan yang lain hanya terdiam sehabis mendengar penjelasan Naruto atau dirinya yang menyebutnya dengan nama Beros barusan.
"Sepertinya aku merasa pernah mendengar legenda tentang Beros" Ucap Cao cao pelan dan seperti mengingat ingat sesuatu hal, namun entah mengapa ia tidak bisa mengingatnya untuk sekarang, mungkin kalau pertempuran ini selesai ia akan mencoba berkunjung ketempat dewa mesum itu dan bertanya tentang hal ini.
Beralih ke Kami yang sekarang sedang mencekik leher Issei dengan sebelah tanganya dan sebelah tanganya lagi ia persiapkan untuk mengambil Secred gear milik Issei, sedangkan Issei yang sudah dalam keadaan terluka parah dapat dilihat dari sekujur tubuhnya penuh dengan luka serta armor Draig yang hampir 80% sudah tidak lengkap menutupi tubuhnya dan Issei kali ini berpikir bahwa dirinya bakal menyusul Naruto dan Akeno dialam sana.
"Semoga Naruto mau berbagi Oppai Akeno-senpai disana" Batin Issei nista disaat saat genting seperti ini.
"Bersiaplah menemui kebebasanmu" Bisik Kami yang sedang mencekik Issei dengan kuat, kemudian setelah berbisik Kami mengarahkan tangan kananya tepat kearah jantung Issei dan...
Deg!
"Heh? Ada apa ini?" Kami yang akan mencabut Secred gear Issei langsung menghentikan kegiatanya ketika merasakan sebuah energi yang sangat kelam bahkan Kami rasa ini lebih kelam dari 666 dan Satan, Kemudian Kami mengalihkan pandangannya kearah samping dan dirinya dapat melihat seorang pria bersurai kuning keabu abuan dengan iris hitam pekat sedang duduk disebuah singgahsana raksasa tidak jauh dari dirinya yang sedang mencekik Issei.
"N-naruto?" desis Issei dengan bersusah payah karena masih dalam keadaan tercekik oleh Kami.
Naruto yang melihat bahwa Issei sedang dicekik oleh Kami hanya tersenyum kecil dan kemudian mulai menggerakan jarinya kearah Issei yang sedang dicekik oleh Kami dengan perlahan dan ajaibnya seolah ada yang menggerakanya tubuh Issei mulai terlepas dari cengkraman Kami kemudian mendekat kearah Naruto yang masih duduk manis diatas singgahsananya.
Brugh!
"ugh! Bisakah kau meletakanku dengan sedikit berperasaan Naruto?" protes Issei kearah Naruto ketika dirinya yang sudah dalam keadaan terluka ini diletakan dengan cara dijatuhkan dari ketinggian sekitar satu meter, yah meskipun hanya satu meter tapi bagi orang yang terluka parah hal itu bisa membuatnya dijemput oleh shininggami, sedangkan Naruto yang sudah meletakan Issei kemudian menatap Kami yang juga sedang menatapnya dengan pandangan kaget juga bingung.
"Aree? Kau mengekang pergerakanku?" Tanya Kami ketika merasakan tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali bahkan untuk berkedip saja susah dan Naruto yang mendengar perkataan Kami barusan hanya tertawa pelan.
"Hehehe jadi kau ya yang sok kuat dan membuat kekacauan disini? Hmm mungkin memberimu sedikit pelajaran tentang prilaku sopan santun itu agak menarik" Ucap Naruto sambil menopang dagunya dan menatap Kami dengan pandangan bosan.
"Memberiku pelajaran? menarik namun aku tidak tertarik" Balas Kami yang diakhir kalimatnya ia tersenyum ramah kearah Naruto dan seketika itu juga tercipta sebuah artifak salib raksasa yang muncul tepat diatas singgahsana Naruto dan akan menimpa Naruto yang hanya menatap Artefak salib raksasa tersebut dengan pandangan bosan.
"Kau ingin bermain membunuhku dengan ini? Kheh jangan bermimpi Kami" Ucap Naruto pelan dan dengan perlahan ia mengangkat tanganya keatas.
Ctik!
Wusssh!
Dengan tiba tiba muncul sebuah api putih dalam skala besar yang mulai melahap artefak salib tersebut yang semakin lama semakin membesar kobaran apinya dan akhirnya artefak salib buatan Kami itu hilang tanpa sisa sebelum mengenai Naruto, sedangkan Kami yang melihat kekuatan Naruto barusan hanya bengong sesaat kemudian tersenyum kecil.
"Baru kali ini aku melihat ada yang bisa membuat artifak suci miliku lenyap seperti itu, dan kuakui energimu kali ini lebih besar dan bahkan sangat besar dari sebelumnya, namun itu tetap saja tidak berpengaruh untuku"
Wussh!
Set!
Ucap Kami memuji kekuatan Naruto yang meningkat secara drastis dan tanpa diduga tiba tiba Kami sudah berda dihadapan Naruto dan hanya berjarak beberapa senti saja.
"Kuharap kau bisa menghiburku nan-!"
Crassh!
Perkataan Naruto langsung terhenti ketika dirinya mendapatkan sebuah pukulan tepat didadanya dan yang lebih membuatnya kaget adalah tiba tiba tubuhnya meledak menjadi potongan potongan kecil dan Issei yang berada dekat dengan Naruto harus kembali kaget melihat kejadian dihadapanya ini.
"N-narut-!"
"Khahaha!"
Zruut!
Tap!
Bruaaagh!
Issei yang akan memanggil nama Naruto kembali terdiam ketika mendengar suara tawa yang ia kenal bahwa tawa tersebut adalah suara tawa Naruto dan dirinya kembali tercengang saat melihat potongan tubuh Naruto yang sudah meledak menjadi bagian bagian kecil itu tiba tiba kembalu menjadi sosok Naruto dan langsung memukul Kami tepat diwajah saat tubuhnya kembali seperti semula.
"kheh pukulan seperti itu kau anggap pukulan yang menyakitkan? Ayolah buat aku bergairah!" teriak Naruto sehabis memukul wajah Kami dan dirinya yang mulai berdiri dari singgahsananya serra memandang kearah tempat Kami tadi terlempar dengan tatapan remeh.
¤TBC¤
Yo akhirnya uchida up fic lagi , mohon maaf karena lama up ,sebab uchida banyak urusan :D
Untuk sosok yang bersemanyam didalan tubuh Naruto adalah Boros-sama dari anime one punch man
Dan jika ada yang masih kebingungan bisa bertanya langsung ke Uchida dan untuk kekuatan Naruto masih menjadi Rahasia.
.Dont Like Dont Read.
END OST: DISH (FLAME)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Shin seikatsu Uzumaki Naruto Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
