Because Of Your Body
KIM JONGIN X OH SEHUN
KAIHUN FIC!
Warning : YAOI, OOC, TYPO(s), dll~
.
.
.
× KS ×
.
.
.
"Ahh sialan kau Kim!" Sehun keluar dari kamar mandi dengan tertatih, efek kejadian dua hari yang lalu. Sehun pikir rasa sakit dibokongnya akan hilang sehari setelah 'kejadian' tersebut, tapi ternyata sakitnya semangkin menyebar saja.
Mungkin karena lubangnya baru pertama kalinya di 'masuki' oleh penis, yeah penis Kai. Yang sialnya lagi begitu nikmat saat penis tersebut berada didalam lubangnya. Harus Sehun aku bahwa ia ketagihan akan rasa nikmat tersebut.
Masih teringat bagaimana kenikmatan itu begitu terasa saat penis Kai mengenjot lubangya kasar, bibir tebalnya yang menciumi seluruh tubuhnya ugh.
'OH MY GOD! Apa yang kau pikirkan Sehun?! Gara-gara makhluk hitam itu lubangmu jadi sakit begini' batin Sehun sambil memukul kepalanya yang berani-beraninya memikirkan kejadian yang membuatnya bokongnya sakit.
Sehun berjalan kearah meja rias yang ada dalam kamarnya dan Suho. Dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi melihat semua kelakuannya dari tempat tidur yang berada di belakangnya.
Orang tersebut tersenyum saat melihat tingkah pemuda pucat yang tadi memukul kepalanya. Menurutnya itu lucu, melihat Sehun yang keluar dari kamar mandi dengan mengeluarkan umpatan yang tertuju padanya dan kemudian setelahnya pemuda pucat tersebut melamun sebelum memukul kepalanya. Kekeke~
Orang tersebut masih menatap kearah Sehun yang sedang duduk bercermin, sebelum mendapati mata Sehun yang awalnya focus pada cermin berubah menjadi membulat dan membalikkan tubuhnya kearah nya.
"Sejak kapan kau disana?" tanya Sehun dengan nada terkejutnya. Ya ampun sejak kapan dia berada disana? Apa dia juga melihat semua yang ku lakukan tadi?
"Sejak kau masuk kedalam kamar mandi" jawab orang tersebut yang ternyata adalah Kai.
'Bodoh! Aku lupa mengunci pintunya' rutuk Sehun dalam hati.
"Oke sekarang aku mau kau keluar sekarang!" perintah Sehun.
"Aku tidak mau" jawab Kai santai.
Sehun memijat keningya pelan sebelum berjalan kearah Kai yang sedang duduk bersandar ditempat tidurnya.
"Aku bilang keluar!"
"Aku bilang, aku tidak mau Sehun~"
'God'
"Please Kai keluar!" Sehun dengan terpaksa memohon kepada Kai. Bagus Sehun kau menjatuhkan harga dirimu didepan pemuda tan ini.
"Kenapa kau begitu ingin aku keluar Sehun? Aku hanya ingin berkunjung ke kamarmu dan Suho Hyung. Atau kau takut akan sesuatu hm?" ucap Kai dengan santai masih dengan posisi yang sama dan jangan lupakan seringaian yang tersemat dibibirnya.
Sehun berdecak kesal. Sehun tidak takut sesuatu yang dimaksud Kai itu, Sehun hanya sedang tidak ingin melihat wajah Kai dan juga sedikit waspada karena Kai berada salam satu kamar dengannya.
Baiklah Sehun akui ia sedikit takut juga. Ya mana tau ada sesuatu yang akan terjadi jika ia bersama Kai, kan?
"Tidak, aku tidak takut akan sesuatu yang kau maksud Kai. jadi sekarang cepatlah keluar!" suara Sehun sedikit meninggi saat mengatakannya.
'Kenapa sulit sekali menyuruhnya keluar, ck! dasar keras kepala'
Tangan Sehun akan menarik kerah baju Kai, tapi sebelum itu terjadi Kai lebih dulu menarik tangan Sehun kearahnya. Sehingga membuat tubuh sehun tertarik ke depan dan kemudian tubuhnya jatuh diatas tubuh Kai.
Huh kau sangat pintar memanfaatkan keadaan Kai.
Sehun yang sadar akan posisinya sekarang segera akan berdiri, namun lagi-lagi ia kalah cepat dengan gerakan Kai. Kai dengan cepat melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sehun dan mengapit kedua kaki Sehun dengan kakinya.
"YA! LEPAS SIALAN" ucap Sehun marah. Ia berusaha memberontak dengan mengerakkan tubuhnya brutal. Sehun tidak mau berada dalam posisi seperti ini, menurutnya ini adalah awal dari bahaya yang akan datang.
Tangan Kai semakin mengerat dipinggang Sehun. "Hei tenanglah, aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu Sehun" bisiknya ditelinga Sehun.
Sehun tidak peduli dengan ucapan Kai. yang terpenting saat ini adalah ia harus lepas dari Kai.
Tangan kanan Kai melepas pinggang Sehun. Mengetahui itu Sehun tidak mau membuang kesempatan nya untuk lepas dari Kai. Tapi saat Sehun sedikit lagi akan lolos, ia merasakan tangan besar yang perlahan masuk ke dalam celananya dari belakang tubuhnya dan tangan itu menuju bokongnya. Seketika itu Sehun terdiam.
"Aku tau lubangmu masih sakit-" bisik Kai lagi ditelinga Sehun. Dapat Sehun rasakan tangan besar milik Kai mengelus bokongnya lembut, membuat sehun sedikit geli dan nyaman? Entahlah.
"Jadi jangan terlalu banyak bergerak Sehun" lanjut Kai.
"Huh! Ini kan gara-gara kau hitam!"
"Aku tau, maka dari itu aku kesini mau minta maaf dan mengobati lubangmu yang mungkin sedikit lecet" Sehun mendengun mendengarnya.
'Apa katanya tadi mungkin sedikit lecet? Yang benar saja, lubang ku bahkan lecet parah' batin Sehun.
Mereka terdiam. Sedangkan tangan Kai masih mengelus bokong Sehun lembut. Dasar!
Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Kai yang sedang memikirkan kejadian dua hari yang lalu dimana dirinya dan Sehun terbangun karena ketukan pintu. Sedangkan Sehun memikirkan bagaimana caranya lepas dari Kai.
.
.
.
FLASHBACK
TOK TOK TOK
"Kai, kau didalam?" tanya Suho dari luar kamar Kai dan Kyungsoo.
Suho sekali lagi mengetuk pintu kamar tersebut. Karena tidak ada sahutan dari dalam, ia bermaksud untuk langsung membuka pintu tersebut. tapi sayang nya pintu tersebut terkunci.
"Terkunci?" gumamnya pelan.
"Apa Kai sedang keluar?" pikirnya.
"Hum mungkin saja, ya mjngkin dia keluar dengan Sehun. Baiklah, lebih baik aku tunggu saja mereka"
Sedangkan didalam kamar,terlihat dua pemuda berbeda warna kulit sedang berpelukan tanpa sehelai benang pun di atas tepatnya pemuda dengan warna kulit sedikit gelap yang memeluk pemuda dengan warna kulit putih pucat.
Jam telah menunjukan pukul dua belas siang, dan pemuda dengan warna kulit putih pucat tersebut mulai mengeliat dalam pelukan pemuda berkulit tan. Kedua kelopak matanya perlahan terbuka menampakkan manik hazel caramel yang cantik.
Saat matanya telah terbuka sempurna, matanya berpendar menatap sekeliling. Pemuda pucat itu meringis saat mengerakkan tubuhnya untuk terlentang, rasanya sangat sakit saat ia mencoba bergerak dan juga ia merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal dibagian selatan tubuhnya. Bukan hanya itu ia juga merasakan bahwa ada tangan yang melingkari pinggangya dengan erat.
Matanya menatap tangan tersebut dan saat itu juga ia baru menyadari bahwa dirinya tidak mengenakan apapun ditubuhnya. Ia telanjang!
Merasa ada yang aneh ia kemudian berusaha untuk melihat kearah belakang dan yang didapatinya adalah wajah seseorang yang sangat ia kenal, Kai.
'God, kenapa ada Kai? dia memelukku dan dia juga telanjang! Oh my apa yang terjadi sebenarnya?!'
Pemuda pucat itu, Sehun. Dengan susah payah menggerakkan badanya dan berusaha lepas dari pelukan Kai. tapi lagi-lagi gerakkannya terhenti karena sakit yang mengganjal ditubuhnya.
Kai, pemuda berkulit tan tersebut merasa terganggu dengan gerakan yang dibuat oleh Sehun. Matanya kemudian terbuka dan menatap sehun yang meringis.
Sehun yang sadar bahwa Kai telah bangun menatap pemuda tan itu tajam. "YA LEPASKAN AKU BRENGSEK" ucap Sehun kasar.
Kai mendengus sebelum melepaskan pelukannya. Akhirnya Sehun lepas dari pelukkan Kai. Tapi iamasih merasakan ada yang mengganjal di tubuhnya. Ia kemudian melihat kebawah dan mendapati penis Kai yang masih tertancap dilubangnya.
'Penis Kai? pantas saja sakit-'
'-tapi kenapa bisa disana? Aneh sekali'
Butuh beberapa detik untuk sehun mencerna hal tersebut. dan…
"DASAR BRENGSEK!"
Kai menutup telingannya karena mendengar suara cempreng Sehun. "YA CABUT PENISMU DARI SANA"
Kai bingung. Maksud Sehun apaan sih? Cabut penis?
Dan setelahnya dia sadar bahwa saat selasai bermain dengan Sehun tadi lupa mencabut penisnya dari lubang pemuda pucat itu. Kau bodoh Kim!
Dengan santai Kai mencabut penisnya dari lubang Sehun yang berhasil membuat pemuda pucat tersebut semakin meringis sakit.
"DASAR BRENGSEK" Sehun mendaratkan pukulan diwajah Kai berkali-kali. Sehun marah dan kesal. Beberapa saat yang lalu ia baru sadar apa yang telah terjadi antara ia dan Kai.
Kai sendiri hanya diam mendapat pukulan dari Sehun, membiarkan pemuda pucat tersebut berbuat semaunya. Lagian pukulannya tidak sesakit tadi, mungkin karena ada rasa sakit yang Sehun rasakan yang membuat tenaga pemuda itu berkurang. Atau mungkin karena lelah?
Dapat Kai lihat wajah Sehun yang Meringis saat memukulnya. Ia jadi merasa kasihan.
Setelah puas memukul Kai Sehun segera beranjak dari ranjang tersebut, dan akan keluar sebelum suara Kai menginterupsi nya.
"Kau akan keluar dengan keadaan seperti itu?" tanya Kai sambil memandang tubuh telanjang Sehun yang telah banyak tanda darinya.
Dengan cepat Sehun segera mengambil pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
"Huh dasar" mata Kai masih tertuju pada pintu kamar mandi yang sudah tertutup.
FLASHBACK OFF
.
.
.
"Aku minta maaf" ucap Kai tiba-tiba.
"Huh?"
"Aku minta maaf atas kejadian dua hari yang lalu Sehun, aku terbawa suasana"
"Yeah yeah baiklah, sekarang lepaskan aku dan singkirkan tanganmu dari sana" oh yeah tangan Kai masih setia mengelus bokong Sehun.
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum mengobati lubangmu. Dan jujur saja Sehun, kau menyukai tanganku yang mengelus bokongmu kan?"
'WHAT THE-'
'Tapi iya sih'
'EH?!'
Sehun menatap Kai jengah, 'Dia mau mengobati lubangku? Trus aku harus menungging didepannya? Oh tidak terima kasih'
Sehun merasakan tubuhnya bergeser dan sekarang sudah berada di samping Kai, namun walaupun begitu Kai masih mengapit kaki Sehun agar tidak kabur.
"Sekarang buka celana mu atau kau mau aku bukakan?"
"YA! Tidak. Aku bisa mengobatinga sendiri"
"Tapi aku mau membantu mu, jadi jangan menolak" tangan Kai sedah siap untuk membuka celana Sehun.
"YAK YAK YAAAAAAAAAAAAA" itu teriakan Sehun.
.
.
.
Chapter ini membosankan ya? Adakah yang masih berminat ama ff ini?
Dan jan tanya kenapa ceritanya bisa jadi kek gitu, karna gue sendiri juga nggak tau ._.v
Dan ya kaihun nggak ketangkep basah/? Ama suho :v dan soal buat sehun nya lebih tsundere lagi, gue nggak bisa buatnya T_T gue bingung juga gimana buatnya waks :v
Ada yang mau bantuin gue? /nggaakk/
dan chap ini nggak di edit, yasih diedit atau nggak typo(s) tetep bertebaran -_- :v
Oke deh ya, gue minta tinggalin jejak lagi kay kay? :*
