¤HAPPY READ¤

Op' ost: Kyoran Hey Kids! (The Oral Cigarettes)

-Ost Noragami S2-

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.

.

.

.

.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto.

Warning: Abal" , geje, typo,alur kecepatan, dll.

Chapter XV (Cry)

.

.

.

.

"Kuharap kau bisa menghiburku nan-!"

Crassh!

Perkataan Naruto langsung terhenti ketika dirinya mendapatkan sebuah pukulan tepat didadanya dan yang lebih membuatnya kaget adalah tiba tiba tubuhnya meledak menjadi potongan potongan kecil dan Issei yang berada dekat dengan Naruto harus kembali kaget melihat kejadian dihadapanya ini.

"N-narut-!"

"Khahaha!"

Zruut!

Tap!

Bruaaagh!

Issei yang akan memanggil nama Naruto kembali terdiam ketika mendengar suara tawa yang ia kenal bahwa tawa tersebut adalah suara tawa Naruto dan dirinya kembali tercengang saat melihat potongan tubuh Naruto yang sudah meledak menjadi bagian bagian kecil itu tiba tiba kembali menjadi sosok Naruto kemudian langsung memukul Kami tepat diwajah saat tubuhnya kembali seperti semula.

"kheh pukulan seperti itu kau anggap pukulan yang menyakitkan? Ayolah buat aku bergairah!" teriak Naruto sehabis memukul wajah Kami dan dirinya yang mulai berdiri dari singgahsananya serta memandang kearah tempat Kami tadi terlempar dengan tatapan remeh.

Tap!

Puk!

Puk!

"Yare yare kau lumayan menarik juga ya, jadi mungkin aku akan serius kali ini" Suara langkah mendekat yang menampakan Kami berjalan pelan dari arah puing bebatuan yang ia hantam beberapa saat yang lalu sehabis menerima bogeman Naruto sambil membersihkan zirahnya dari debu, sedangkan Naruto hanya menyeringai lebar ketika mendengar perkataan Kami barusan.

"Kuharap omonganmu benar" Desis Naruto yang tubuhnya mulai mengeluarkan sebuah asap hitam tebal serta hawa mencekam.

Set!

Naruto sedikit menaikan alisnya saat melihat Kami melepas zirahnya menampakan tubuh berotot yang dipenuhi oleh tatto tulisan yang Naruto juga tidak mengetahui makna dari arti tulisan yang tertulis ditubuh Kami tersebut, kemudian setelah melepas zirahnya Kami yang mulai berdiri tegak menatap Naruto datar dan sepertinya kali ini Kami tidak lagi memakai ekspresi ramah atau senyumanya lagi.

"Nah mari kita berpesta"

"Wakarimashita"

Wussh!

Blaaar!

Selesai kalimat terakhir Kami dan Naruto yang bersamaan tubuh mereka berdua langsung hilang tidak terlihat dan yang terdengar hanya suara ledakan serta cahaya yang bergerak dengan kecepatan tinggi bahkan Madara yang melihat dari kejauhan agak sedikit kesusahan melihat pergerakan Naruto dan Kami menggunakan Mangekyo Sharingan miliknya.

"Kurasa kita hanya bisa berharap kepada Naruto untuk mengakhiri masalah ini" Ucap Cao cao sambil menatap pertarungan yang berada jauh dihadapanya itu dalam diam.

"Bagaimana keadaan Akeno?" tanya Madara sambil menatap tubuh Akeno yang masih terbujur lemas dengan asap hitam menutupi bekas lobang didadanya akibat serangan Kami beberapa saat yang lalu, sedangkan Rias yang mendengar perkataan Madara sekaligus King dari Akeno akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan Madara barusan.

"Entah perasaanku saja atau tidak, aku merasakan bahwa tubuh serta energi ditubuh Akeno tetap stabil untuk sekarang namun jiwanya seperti sudah meninggalkan raganya" Jelas Rias pelan yang diakhir kalimatnya ia sedikit menitikan air mata karena sedih melihat salah satu keluarganya terluka, Madara yang mendengar jawaban Rias hanya diam tidak menjawab.

"Kekuatan mahluk itu kah?" Batin Madara yang menatap kearah luar kekkai buatan Naruto yang sekarang sedang mencekik leher Kami sambil menyeringai.

Sedangkan dengan Kami yang sekarang sedang dicekik oleh Naruto hanya menatap datar lawanya ini namun sebenarnya ia terkejut bahkan sangat terkejut dengan kekuatan luar biasa besar yang tiba tiba saja Naruto gunakan untuk melawanya.

"Dapat dari mana mahluk ini kekuatan?" Batin Kami bertanya tanya, namun ketika ia menatap kedua iris Naruto yang juga sedang menatapnya kosong akhirnya Kami tahu kenapa Naruto bisa sekuat ini dan dengan senyuman kecil ia menatap Naruto.

"Kheh? Jadi kau yang membuat mahluk ini kuat ya mata satu?" Desis Kami pelan dan tetap dalam posisi dicekik oleh Naruto yang menyeringai sebagai respon atas perkataan Kami barusan.

"Ya mungkin bisa dibilang begitu, namun tetap saja pada akhirnya kau akan musnah juga" Ucap Naruto kemudian melemparkan Kami dengan kuat kearah bawah sampai membentur permukaan tanah menyebabkan getaran kecil.

Play ost Let me Hear (Fear and loathing in las vegas)

Tap!

"kheh! Kurasa cukup basa basinya, kuanggap kali ini adalah sebuah ancaman serius dan oleh karena itu aku akan menghancurkan kalian terutama dirimu" Tatap Kami serius dan dengan perlahan tubuhnya mulai mengeluarkan sinar atau lebih tepatnya setiap tulisan yang berada ditubuh Kami mulai bersinar terang serta tercipta sebuah lambang sihir raksasa dilangit kuoh.

Naruto yang melihat bahwa Kami sepertinya mulai serius hanya menyeringai kecil dan kemudian dirinya juga membentangkan kedua tanganya lebar yang tiba tiba sebuah bola mata raksasa yang masih terpejam tercipta dengan ajaibnya dilangit kuoh sama halnya seperti lambang sihir milik Kami yang muncul secara ajaib, kemudian bola mata tersebut mulai membuka kelopaknya menampakan iris merah kelam yang membuat para anggota fraksi yang juga berada tidak jauh dari arena pertempuran merasakan tekanan yang mencekam.

"Ugh!" Desis Sirzech sambil memegang dadanya yang terasa sesak karena dua buah kekuatan besar dihadapanya sedang mendominasi satu sama lain dan keadanya tidak jauh berbeda dengan para petinggi yang lain.

Naruto yang merasa sudah cukup dengan energi yang dikeluarkanya kemudian menatap Kami yang juga menatapnya sambil tersenyum kecil.

"Alsiel" Bisik Naruto pelan dan seketika tercipta sebuah barier raksasa yang mengurung dirinya beserta Kami didalamnya, kemudian Naruto dengan perlahan turun kepermukaan tepat beberapa meter dihadapan Kami.

"Nah bagaimana jika kita selesaikan~" Ucap Naruto pelan yang membuat Kami tersenyum kecil entah Karena apa.

Kami yang mendengar kalimat Naruto barusan hanya tersenyum kecil kemudian dirinya duduk bersila seperti memikirkan sesuatu, sedangkan Naruto hanya menatapnya datar.

"Baiklah jika itu kei-!"

Zruut!

"Kaichou kurasa cukup dulu sampai disini, jangan buang energimu berlebihan dan ingat tujuan utama kita"

Perkataan Kami terhenti dan juga Naruto yang sedikit terkejut karena disamping Kami tiba tiba saja tercipta robekan dimensi yang mengeluarkan sosok manusia berjas yang berarti sosok tersebut berhasil menerobos barier ciptaan Naruto dan hal itulah yang membuat Naruto sedikit terkejut, sedangkan Kami melihat kedatangan sosok yang memanggilnya Kaichou itu hanya menghela nafas pelan.

"Baiklah baiklah, kurasa sudah cukup aku pemanasan dari tadi" Ucap Kami pelan kearah sosok yang berada disampingnya, kemudian dirinya menoleh kearah Naruto.

"Kurasa kita akan menyelesaikan masalah kita nanti dimedan perang Nee~ ,namun sebagai hadiah perpisahan kita aku akan memberi sesuatu" Ucap Kami yang bangkit dari duduknya kemudian menghadap kearah Naruto.

Ctik!

"Jaa" Ucap Kami yang dengan perlahan tubuhnya mulai memudar bagaikan hantu dan akhirnya menghilang seutuhnya, sedangkan Naruto yang melihat musuhnya kabur hanya menatapnya datar namun sebenarnya Naruto sedang memikirkan perkataan Kami yang terakhir sebelum kepergianya beberapa saat yang lalu dan benar saja tidak sampai beberapa menit kemudian tiba tiba langit kuoh mulai bersinar terang membuat beberapa mahluk yang berada disana menyipitkan matanya karena silau.

"cih" Decih Naruto pelan ketika melihat kawasan kuoh yang akan mengalami hujan artefak salib dan juga para anggota fraksi lain yang melebarkan matanya ketika melihat bahwa mungkin mustahil bagi mereka untuk selamat dari serangan kali ini, namun mereka tersentak ketika melihat sebuah aura merah yang mulai menyelubungi mereka semua dilanjutkan terbentuknya sebuah kerangka dari aura tersebut dan ketika mereka melihat siapa pemilik aura tersebut dapat dilihat Madara yang mulai bangkit berdiri serta kedua matanya yang menyala merah terang.

"Kurasa ini cukup untuk melindungi kalian semua" Ucap Madara datar kemudian dengan perlahan Susanoo Madara mulai terlapisi oleh armor platinum dan ketika Madara menoleh dirinya dapat melihat Cao cao yang tersenyum kecil kearahnya.

"Kurasa ini juga cukup untuk melindungi kita semua dari dampak terburuknya" Ucap Cao cao yang membuat Madara juga tersenyum kecil.

Sedangkan Naruto yang sudah menghilangkan Bariernya kemudian mendongak menatap hujan salib yang sebentar lagi akan menabrak permukaan tanah yang ia pijak sekarang ini, namun itu tidak akan Naruto biarkan dibuktikan Naruto yang sekarang sedang merentangkan kedua tanganya lebar sambil menatap kearah bola mata yang masih belum ia hilangkan dan masih tercipta dilangit kuoh.

"Catalsym"

(play ost ' Listen to your heart' )

Ucap Naruto pelan yang kemudian bola mata yang berada dilangit kuoh itu dengan perlahan mulai menjadi abu dan terbang tertiup angin yang ajaibnya juga hujan salib yang akan menghujani mereka semua mulai terbakar oleh api putih yang membakar setiap artefak salib ciptaan Kami dengan perlahan dan akhirnya semua salib salib ciptaan Kami hilang menyisakan langit yang mulai cerah kembali juga Naruto yang diam memandang kearah langit.

"Kurasa masalah kedepanya akan semakin rumit" Ucap Naruto pelan entah kepada siapa, dan dengan perlahan iris mata Naruto yang sebelah kanan mulai kembali menjadi iris Aquarime yang terlihat sendu entah karena apa.

"Jika tidak ada dirimu entah apa yang akan terjadi dikedepanya Beros" Ucap Naruto yang sudah kembali sadar dan membuat Beros yang mengambil alih kesadaranya saat bertarung tadi hanya tersenyum kecil.

"Kurasa memang aku yang terlambat untuk memberimu kekuatan Naruto" Balas Beros pelan yang mengambil alih tubuh Naruto bagian kiri dibuktikan dengan iris kiri Naruto yang masih berwarna hitam pekat, sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Beros barusan hanya mengepalkan tangannya kuat.

"Namun aku kembali gagal melindungi orang yang kusayangi Beros!" Ucap Naruto dengan suara meninggi namun diakhir kalimatnya Naruto bersuara lirih dan tanpa disadari tercipta sebuah aliran kecil air mata yang mengalir dari mata kanan Naruto dan menetes pelan kepermukaan tanah ketika dirinya mengingat Akeno yang terbunuh tepat dihadapnya yang lemah saat itu dan itu membuat sebuah penyesalan yang teramat besar dihati Naruto.

"Naruto emosimu tidak stabil" Ucap Beros ketika merasakan emosi Naruto yang menjadi tidak setabil ketika mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu tentang kematian kekasih dari partnernya ini, sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Beros barusan hanya semakin mengepalkan tangannya kuat dan aliran air matanya yang semakin banyak mengalir.

"Biarkan untuk kali ini saja aku menumpahkan seluruh kesedihanku Beros" Desis Naruto pelan yang membuat Beros terdiam.

"Naruto!"

Naruto menolehkan kepalanya pelan ketika mendengar suara teriakan yang memanggil namanya dari arah belakangnya dan ketika menoleh ia dapat melihat Madara serta para anggota fraksi lain yang melangkah bahkan ada yang berlari kearah dirinya.

Grep!

"Syukurlah kau tidak apa Naruto-kun"

Naruto hanya diam ketika mendapat sebuah pelukan erat oleh Rias yang sekarang sedang memeluknya erat sambil terisak pelan serta tatapan yang sulit diartikan dari para fraksi yang lain.

"N-naruto K-kau berubah?!" Kaget Rias ketika ia melihat dua buah tanduk yang tumbuh dikepala Naruto serta tangan kanan Naruto yang bersisik dan kuku kukunya memanjang seperti halnya tangan naga (Bayangkan aja kaya tatsumi dari akame ga kill yang berubah jadi naga ketika Over power).

Naruto yang mendengar perkataan Rias barusan diam tidak menjawab dan kemudian dirinya memandang seluruh anggota pertemuan antar fraksi yang sudah berkumpul ditempat itu.

"Bocah ini berubah karena terlalu over power ketika menggunakan Incursionya dan juga kuharap kalian semua Akuma, Tenshi, Datenshi, dan Ningen mempersiapkan diri kalian untuk menghadapi perang besar yang mungkin akan terjadi tidak lama lagi" Potong Beros ketika Naruto akan bersuara dan perkataan Beros barusan membuat para fraksi lain terdiam karena mimpi buruk yang selama ini mereka khawatirkan yaitu perang akan terjadi.

"Ngomong-ngomong anda siapa Beros-san?" Tanya Sirzech yang memang sedari tadi sudah penasaran akan sosok yang menghuni tubuh Naruto.

"Jika kau atau kalian semua bertanya tentang aku maka akan susah untuk menjelaskanya kepada kalian, namun yang terpenting aku disni berada dipihak kalian" Jelas Beros membuat beberapa orang disana menghelas nafas pelan, sedangkan Naruto yang sedari tadi diam kemudian mengalihkan pandanganya seperti mencari sesuatu dan ketika menemukan sesuatu yang ia cari kemudian dengan perlahan ia melangkah tidak mengindahkan Beros yang masih berbicara kepada anggota fraksi lain.

Tap!

Suara Naruto yang menghentikan langkahnya didepan dua buah tubuh yang sedang terkulai lemas dihadapanya dan ketika melihat hal didepanya ini kembali membuat Naruto merasa bersalah,kecewa,marah,sedih semuanya menjadi satu.

"Aku gagal Akeno-chan, Kaguya-chan" Ucap Naruto lirih yang membuat dirinya ditatap dengan pandangan sulit dimengerti oleh yang lainya, dan Beros yang berada disisi kiri Naruto kemudian angkat suara.

"Aku bisa menyelamatkan kekasihmu itu Naruto, namun hal itu beresiko" Ucap Beros pelan dan membuat Naruto tersentak ketika mendengar perkataan Beros barusan, kemudian dengan cepat Naruto menatap kearah Beros.

"Cepat selamatkan Akeno-chan Beros! Aku akan menanggung semua Resikonya" Ucap Naruto mantap.

"Resikonya itu memakan usia kehidupanmu Naruto, apakah kau sudah berpikir jika kekasihmu ini hidup kembali dan tidak sampai lama kau akan mati meninggalkanya?" Jelas Beros yang membuat mata Naruto melebar sesaat kemudian melunak dan tersenyum lembut sambil menggenggam tangan Akeno yang terasa dingin.

"Aku rela Beros karena yang kuinginkan hanya cukup melihat ia bahagia dan pergi menyusulku jika aku mati suatu saat nanti dengan cara yang layak dan tidak dengan cara seperti ini" Ucap Naruto pelan yang membuat Beros terdiam serta Rias yang sempat menangis ketika mendengar perkataan Naruto barusan.

"Aku tidak terlalu dengan jalan pikiran kalian Manusia namun aku merasakan bahwa kali ini emosi dirimu stabil yang sudah cukup memberitahuku bahwa keputusanmu kali ini adalah pasti, kalau begitu bersiaplah Naruto" Ucap Beros dan kemudian mengarahkan telapak tangan kiri Naruto kearah dada Akeno yang lubang karena terkena serangan Kami beberapa waktu yang lalu, kemudian dari telapak tangan kiri Naruto tercipta sebuah lambang hexagram yang mulai menyelebungi seluruh tubuh Akeno dan bersinar terang dan semakin terang.

Sriiing!

Setelah sinar tersebut mereda terlihatlah tubuh Akeno yang masih terbujur lemah namun lubang didadanya telah menutup kembali serta sebuah dengusan yang teratur menandakan bahwa Akeno bernafas yang berarti telah hidup kembali dan hal tersebut membuat air mata Naruto untuk sekali lagi menetes dengan perlahan.

"Arigatou Beros" Ucap Naruto pelan sambil menggenggam tangan Akeno erat, sedangkan Beros yang mendengar kalimat Naruto barusan hanya tersenyum kecil.

"Kurasa hanya itu bantuan yang bisa kuberi untuk membuatmu bahagia Naruto" Ucap Beros pelan, sedangkan Naruto yang sudah selsai menyelamatkan Akeno kemudian bangkit menatap Rias.

"Rias tolong jagalah Akeno" pinta Naruto pelan dan dibalas Rias dengan anggukan.

"Tentu Naruto-kun, aku akan menjaga keluargaku" Balas Rias yang membuat Naruto tersenyum kecil.

"Nah kalau begitu bagaimana kalau kita memperbaiki seluruh kekacauan ini" Ucap Azazel sambil memandang seluruh daerah yang sudah rata dengan tanah bahkan ada tercipta sebuah lubang raksasa akibat ulah Kaguya yang membuat Chibaku tensei ketika melawan Kami, sedangkan yang lain hanya mengangguk saat mendengar perkataan Azazel barusan.

"Kalau begitu Ay-!"

"Argh!"

"Hoek!"

"Naruto!"

Perkataan Sirzech terputus dan menjadi teriakan panik ketika melihat Naruto yang tiba tiba merintih kesakitan dan kepanikan mereka semakin menjadi ketika melihat Naruto memuntahkan darah dalam intesitas banyak dari mulutnya.

"Secepat ini kah efeknya?" batin Beros ketika melihat tubuh Hostnya ini sedang kesakitan bahkan sampai memuntahkan darah, padahal dirinya sudah memberitahukan efek dari ritual pembangkitan Akeno beberapa saat yang lalu namun entah mengapa ia sulit bahkan tidak memahami tentang perasaan manusia yang bahkan rela untuk menolong sesama mereka dan akhirnya Dirinya mengabulkan keputusan bocah pirang ini untuk menghidupkan Akeno dan beginilah efeknya.

"P-pandanganku Mulai menggelap" Desis Naruto pelan yang mulai kehilangan kesadaranya dan akhirnya pingsan dan sebelum terjatuh tubuhnya telah ditangkap oleh Madara yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.

"Mungkin aku akan beristirahat beberapa waktu" batin Beros pelan yang kemudian menghilang dibuktikan oleh iris kiri Naruto yang kembali menjadi biru aquarime.

"Rias tolong bawa tubuh Akeno dan Kaguya kedalam ruang klubmu dan aku yang akan membawa Naruto" Perintah Madara yang dibalas anggukan oleh Rias.

Rias serta para pelayanya yang sudah berada dihadapan Akeno dan Kaguya kemudian membawa kedua tubuh perempuan tersebut melalui lingkaran sihir dan diikuti oleh Madara yang menghilang dengan shunshinnya sambil menggendong tubuh Naruto yang sedang tidak sadarkan diri dan meninggalkan para anggota fraksi yang lain.

"Nah kalau begitu tugas kita adalah membereskan kekacauan ini" Ucap Azazel pelan.

¤Next time¤

Sudah beberapa bulan sejak kejadian penyerangan kuoh telah berlalu dan sekarang disebuah kamar terlihat seorang pria bersurai pirang pudar yang sedang terbujur lemas diatas sebuah ranjang dan disampingnya terdapat seorang wanita bersurai dark blue yang menatap pria yang sedang terbujur lemas itu dengan pandangan sendu dan menggenggam sebelah tangan pria tersebut dengan erat seolah menyalurkan rasa khawatir serta sedih kepada pria yang sedang terpejam itu.

"Naruto-kun sampai kapan kau akan seperti ini" Lirih Akeno sambil menggenggam telapak tangan Naruto erat dan tidak disadarinya bahwa telas menetes bulir bulir air mata yang menggenang dipelupuk mata Akeno ketika menyadari bahwa pria yang dicintainya ini tidak pernah terbangun dari tidurnya sejak penyerangan kuoh yang merenggut nyawanya sampai sekarang.

Cklek!

"Akeno jangan memaksakan diri, tubuhmu masih lemah"

Suara pintu terbuka dan menampakan Rias yang menyuruh Akeno untuk beristirahat karena tubuhnya yang masih belum terlalu sehat dan juga Akeno kurang tidur karena Rias tau bahwa Akeno selalu menunggui Naruto hampir setiap harinya bahkan sampai melupakan waktu makan dan hal itu membuat dirinya khawatir akan kesehatan Queennya ini, sedangkan Akeno yang mendengar suara pintu terbuka dan menampakan Rias yang menyuruhnya untuk beristirahat hanya mengangguk pelan.

"Aku akan tidur disini Rias, kamu pulanglah duluan ke klub" Balas Akeno pelan sambil menatap Rias yang juga menatapnya dengan pandangan khawatir ketika melihat wajah Akeno yang dibagian matanya terdapat warna kehitaman menandakan Akeno yang kekurangan tidur dan bekas aliran air mata yang mengering disudut matanya semakin membuat Rias khawatir akan kesehatan Queenya ini.

"Jangan memaksakan diri Akeno, kalau begitu aku duluan dan jagalah kesehatanmu karena Naruto akan kecewa jika melihatmu seperti ini" Ucap Rias pelan sebelum keluar dari ruangan tersebut dan membuat Akeno terdiam saat mendengar kalimat Rias yang terakhir, kemudian dengan perlahan Akeno menaiki kasur tempat Naruto tertidur dan tidur disamping Naruto sambil memeluknya erat.

"Cepatlah kembali Naruto-kun" Bisik Akeno pelan sebelum terlelap, sedangkan Rias yang sudah berteleport kedepan klubnya kemudian membuka pintu ruangan klub tersebut.

Cklek!

Rias dapat melihat bahwa klubnya kali ini sedikit ramai karena bertambahnya beberapa orang yaitu Madara yang sedang duduk disofa klub serta disebelahnya terdapat seorang pria berpakaian khas mandarin yang juga sedang menatapnya ketika mendengar suara pintu terbuka.

"Bochou?" Ucap Seorang pria bersurai coklat atau lebih dikenal dengan nama Issei sang Sekiryuttei.

"Kau sudah kembali Bochou" Tanya seorang pria bersurai pirang dengan nada kalem, sedangkan Rias yang ditanyai hanya mengangguk pelan.

"Aku kembali sehabis mengecek keadan Akeno juga Naruto" Jawab Rias yang membuat pria bersurai pirang atau lebih dikenal dengan panggilan Kiba itu tersenyum kecil.

"jadi Naruto masih belum bangun sampai saat ini?" Tanya Cao cao kepada Rias ketika dirinya mendengar perkataan Rias beberapa saat yang lalu, sedangkan Rias yang ditanyai hanya mengangguk sebagai jawaban.

Cao cao yang melihat jawaban yang diberikan Rias hanya menghela nafas pelan kemudian dirinya kembali menatap Madara yang duduk disampingnya.

"Dengan ini Hero faction akan membantu kalian ketika perang nanti dan juga karena kemungkinan yang bisa melawan mahluk tersebut hanya Naruto dengan begitu kami akan berada dipihak kalian" Ucap Cao cao yang membuat Madara tersenyum kecil.

"Baiklah kalau begitu, aku akan mendatangi pihak Youkai untuk meminta kepihakan mereka dalam perang yang akan terjadi nanti" Balas Madara yang bangkit duduknya dan melangkah kearah jendela kemudian menatap langit malam kouh dalam diam.

"Kuharap semua ini dapat berjalan lancar" Batin Madara sambil memandang langit dalam diam.

Keesokan harinya terlihat matahari yang mulai nampak diufuk timur dan suara cicitan burung yang saling sahut menyahut dengan burung lainya dan terlihatlah sekarang disebuah rumah atau lebih tepatnya disebuah kamar terdapat dua manusia yang berbeda gender sedang tertidur pulas dengan si wanita yang memeluk pria dengan erat dan jika diperhatikan maka kedua mata sang pria seperti sedang mengerejap menandakan akan bangun dari tidurnya.

"Ugh!" Rintih Sang pria pelan ketika mulai membuka kedua matanya dan ketika ia membuka kedua matanya dirinya dapat melihat sebuah ruangan yang belum ia kenali dan juga ia merasakan sebuah pelukan dari arah sampingnya kemudian ketika ia menoleh dirinya melihat Akeno yang sedang terlelap sambil memeluknya dan hal tersebut membuat Naruto kembali meneteskan air matanya sambil tersenyum lembut.

"Syukurlah" Bisik Naruto pelan sambil mengelus surai Akeno lembut.

¤Beberapa jam kemudian¤

Akeno yang masih terlelap sepertinya akan terbangun ketika merasakan bahwa media yang jadi pelukanya menghilang atau Naruto yang sepertinya sudah pergi beberapa saat yang lalu meninggalkan Akeno seorang diri.

"Enggh Naruto-kun" Lenguh Akeno pelan sambil mulai membuka kedua kelopak matanya dan ketika dirinya sudah membuka kedua matanya merasakan ada hal janggal seperti ada sesuatu yang menghilang dan ketika dirinya menyadari hal yang janggal tersebut yaitu hilangnya sosok Naruto dari tempatnya dengan cepat Akeno langsung bangun kemudian berlari kearah pintu kamar.

"Naruto-kun!"

Tap!

Tap!

Tap!

Brak!

Play ost kiseju 'It's The Right Time'

"Aree? Kau sudah bangun Akeno-chan?" Ucap Naruto pelan juga sedikit kaget karena teriakan Akeno serta suara pintu yang dibuka dengan kuat dan sekarang dirinya sedang menuangkan susu pada cangkir yang ia letakan dimeja juga terlihat dimeja tersebut terdapat beberapa makanan yang sudah dibuat oleh Naruto untuk dirinya dan juga Akeno buat sarapan, sedangkan Akeno yang sekarang melihat Naruto yang juga sedang menatapnya bingung kemudian menunduk sampai wajahnya tertutupi surainya dan melangkah mendekati Naruto.

"Akeno-cha!"

Plaak!

"Baka!"

Grep!

Terdiam, ya Naruto terdiam ketika Akeno yang berada dihadapanya sekarang tiba tiba menamparnya dan berteriak namun Naruto langsung tersenyum lembut ketika tiba tiba dipeluk oleh Akeno yang mulai menangis dalam pelukanya dibuktikan oleh pakaian yang dikenakan Naruto mulai basah karena air mata Akeno.

"Kau tidak tau betapa khawatirnya aku Naruto-kun *hiks*" Ucap Akeno sambil terisak dalam pelukan Naruto, sedangkan Naruto hanya diam tidak menjawab perkataan Akeno namun dirinya membalas pelukan Akeno dan mengelus surai dark blue yang tidak dikat pony tail itu dengan lembut.

"Kau juga tidak tau betapa tersiksanya diriku ketika mendengar bahwa kau menggunakan cara yang seperti itu untuk menghidupkan ku Naruto-kun! Kau mem-!"

Perkataan Akeno terhenti ketika Naruto tiba tiba membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman yang dilakukan Naruto.

"Cukup Akeno-chan" Bisik Naruto pelan sambil melepaskan ciumanya dan menatap Akeno lembut yang juga sedang menatapnya dengan wajah sedih.

"T-tapi aku tidak kuat jika harus kehilangan D-dirimu lagi Naruto-kun" Isak Akeno pelan sambil menatap kedua mata safir Naruto dalam, sedangkan Naruto hanya tersenyum sebagai respon untuk perkataan Akeno barusan.

"Tenang Akeno-chan, bukankah aku sudah berjanji pada saat waktu itu untuk kembali kesisimu dan selalu berada disampingmu" Ucap Naruto yang membuat Akeno terdiam kemudian Naruto melepaskan pelukanya dan melangkah kearah meja makan dan menarikan sebuah kursi sambil menatap Akeno.

"Duduklah Akeno-chan ,ayo kita sarapan dengan masakan yang dibuat oleh chef Naruto ini" Canda Naruto sambil tersenyum dan secara perlahan membuat Akeno mau tidak mau akhirnya tersenyum kecil karena tingkah Naruto.

"Baiklah, aku juga penasaran dengan rasa masakan chef Naruto ini" Balas Akeno sambil melangkah kearah kursi yang sudah disediakan Naruto barusan dan setelah duduk Akeno melihat hidangan yang ada diatas meja kemudian Sweatdrope.

"Ramen semua?" Batin Akeno Sweatdrope ketika melihat hidangan yang disediakan Naruto semua hanya berbasis Ramen.

"Enak" Ucap Akeno ketika mencoba ramen buatan Naruto yang ternyata rasanya sangat enak menurut Akeno sedangkan Naruto yang melihatnya hanya senyam senyum.

"Hmm masakan buatan chef Naruto memang lezat Akeno-chan" Ucap Naruto sambil nyengir lebar dan kembali membuat Akeno yang melihatnya tertawa kecil.

"Namun perbuatanmu yang berani meninggalkanku sendiri harus dapat hukuman lho Naruto-kun" Ucap Akeno sambil mengedipkan sebelah matanya dan mmbuat Naruto menelan ludahnya dengan susah payah ketika melihat sifat bahaya Akeno mulai bangkit.

"A-apa maksudmu Akeno-chan?" Tanya Naruto gugup.

"Kau harus dlmendapatkan Hukuman Naruto-kun" Jelas Akeno yang semakin membuat Naruto gugup karena merasakan hal tidak mengenakan dikedepanya.

"H-hukuman?! H-hukuman apa Akeno-chan?" Tanya Naruto lagi memastikan yang membuat Akeno tersenyum nakal saat melihat Naruto yang gugup, kemudian Akeno mendekatkan bibirnya ketelinga Naruto.

"Kau harus memberiku bayi sebagai hukumanmu Naruto-kun~" Bisik Akeno dengan nada sensual yang diakhir kalimatnya ia menjilat daun telinga Naruto dan sukses membuat Naruto memerah.

"Gyaaaa!" jerit Naruto saat Akeno menyeretnya kekamar namun dalam jeritanya Naruto tersenyum dalam hatinya karena dirinya merasa bahagia sekarang dan Naruto berpikir dirinya tidak perlu berubah sifat hanya untuk melindungi dan membahagiakan orang yang ia sayangi cukup hanya dengan selalu berada disisinya itu sudah cukup menurut pemikiran Naruto dan Naruto akan berusaha melindungi serta bertahan hidup demi orang yang ia cintai setidaknya sampai saat ini.

¤TBC¤

Yo akhirnya uchida up fic lagi , mohon maaf karena lama up ,sebab uchida banyak urusan :D

Untuk fic yang lain mungkin akan Uchida tunda beberapa waktu karena mau fokus fic ini dulu Dan jika ada yang masih kebingungan bisa bertanya langsung ke Uchida dan untuk kekuatan Naruto masih menjadi Rahasia.

.Dont Like Dont Read.

END OST: DISH (FLAME)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Shin seikatsu Uzumaki Naruto Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-