Brother-in-law

.

A fanfiction by cbmascots

Chanbaek / Kaisoo / Hunhan

.

.

Semuanya berlalu begitu saja, sepuluh menit setelah Jongin memberitahukan kembali kabar duka kepada Sehun, mereka langsung menuju rumah sakit Chungmu yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pemotretan. Baekhyun yang terlebih dahulu sampai karena dia dibonceng Chanyeol dengan motornya, sementara Sehun dan Luhan (yang memaksa ikut) naik taksi.

Junmyeon kecelakaan, kalau kalian mau tau.

Seseorang sepertinya telah berencana mencelakakan lelaki yang memasuki usia kepala empat itu. Rem mobil pribadinya blong dan mobil tersebut tertabrak truk tronton saat berada di lampu merah perempatan dekat rumah mereka. Nasib baik berada di pihak Junmyeon tapi tidak berada di pihak Lee Jonmo, atau yang lebih dikenal dengan Lee ahjussi.

Nyawanya tidak bisa diselamatkan karena dia kehilangan 75% darah dalam tubuhnya dan dan pendarahan pada otaknya akibat benturan yang cukup keras karena dia terpental jauh ke pagar pembatas jalan. Sedangkan Junmyeon sampai sekarang sudah melewati masa kritisnya tapi masih dalam keadaan koma. Tulang lehernya sedikit bergeser karena dia terjebak didalam mobil saat kecelakaan tersebut, dan tangan kirinya patah. Kepalanya pun tak lepas dari perban karena juga mengalami pendarahan yang lumayan hebat.

"sekali lagi, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi tuhan berkehendak lain" ujar sang dokter sebelum meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol. Lelaki bersurai gelap itu sangat ingin menenangkan Baekhyun kalau saja Sehun dan Luhan tidak sampai di menit itu.

"ada apa? Bagaimana keadaan appa?" tanya Sehun beruntun pada Chanyeol karena melihat adiknya yang menangis tersedu,

"Junmyeon ahjussi sudah melewati masa kritisnya tapi sekarang masih koma didalam" dada Sehun turun kompak dengan helaan lega yang keluar dari mulutnya, "tapi..."

Mendengar satu kata laknat itu, mata Sehun menyala. TADI DIA BILANG AYAHNYA SELAMAT, NAMUN DIA MASIH BERKATA 'TAPI'?

"sabarlah dulu hyung, aku bersumpah appa kalian selamat. Tapi tidak dengan Lee Junmo ahjussi. Dia menderita pendarahan yang cukup parah sehingga dokter tidak bisa menyelamatkannya"

Sehun membelalakkan matanya kaget. Lee ahjussi sudah seperti paman kandung mereka. Dia sudah bekerja bahkan sebelum Sehun dan Baekhyun belum diadopsi. Baekhyun bahkan sering sekali bermanja manja dengannya. Lee ahjussi juga menganggap mereka bertiga sepeti anaknya sendiri.

Jongin menunjukkan batang hidungnya setelahnya bersama Kyungsoo, dia habis mengurus administrasi rumah sakit dan pemakaman Lee ahjussi. Memang tidak ada sebulirpun air mata di wajahnya tapi raut mukanya berkata bahwa dia juga sedang berkabung. Si sulung membawa si bungsu ke dalam pelukannya dan menepuk punggung Sehun. Berniat menenangkan, padahal Kyungsoo sempat melihat kekasihnya mengusap air matanya sesaat setelah dia mendapat berita itu dari salah satu rekan kerja ayahnya.

"pemakaman Lee ahjussi akan diselenggarakan besok. Aku juga sudah menghubungi keluarga Lee ahjussi di Daegu dan menyuruh supir kantor appa menjemput mereka tadi" Jongin jelas sudah tumbuh dewasa, terlihat dari caranya berfikir kedepan dan menyelesaikan permasalahan dengan cepat. Dia jelas sudah tau posisinya sebagai anak pertama dalam keluarganya.

Dan paginya pemakaman terselenggara dengan khidmat. Dihadiri keluarga Lee ahjussi juga ketiga anak keluarga Kim, Chanyeol, Kyungsoo, Luhan, Shin ahjumma, beberapa kenalan Lee ahjussi. Isak haru mewarnai pemakaman lelaki berusia 66 tahun itu. Dan berakhir setelah gundukan tanah telah berhiaskan bunga berupa-rupa dan batu nisan bertuliskan nama Lee ahjussi.

.

.

Dua hari setelah pemakaman Lee ahjussi, Junmyeon sudah sadar dari komanya. Tapi dia masih harus berbaring di ranjangnya karena tulangnya masih terlalu rapuh untuk digerakkan. Mendengar bahwa Chanyeol, Kyungsoo dan seorang gadis cantik lagi menemani anak anaknya selama dia koma, membuat senyum bangga tak lepas dari wajahnya yang masih pucat. Lihat saja, sebentar lagi juga mereka meresmikan hubungan mereka seperti si sulung Jongin.

Junmyeon sudah menerima kabar mengenai wafatnya Lee Junmo, asisten sekaligus supir pribadinya yang sudah bekerja dengannya setelah pernikahan dirinya dan Yixing. Junmyeon juga sudah bertemu dengan keluarga Lee ahjussi sebelum mereka pulang ke Daegu dan meminta maaf sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi.

Lelaki itu bahkan sudah mengira bahwa ia akan bangun ditemani dengan Yixing di surga, merasakan betapa fatalnya kecelakaan itu terjadi. Tapi Yixing dan Tuhan mungkin memberikan kesempatan padanya untuk melihat anak-anaknya bahagia bersama pasangan mereka dahulu sebelum istri tercintanya itu menjemputnya.

"Kai-ya cepat bawakan airnya. Appa mu ini kehausan. Dan kalian berdua, ishh... jangan bermain kartu. Ini rumah sakit!" Kyungsoo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Chanyeol-Baekhyun yang malah asyik bermain kartu. Sedangkan Sehun dan Luhan biasanya menyusul setelah kelas tambahan mereka karena bagaimanapun beberapa minggu lagi mereka akan melaksanakan rentetan ujian. Sebenarnya siapa yang menjadi anak dan calon menantu disini, huh!

Tak lama setelah mendengar omelan kekasihnya, Jongin datang membawa water goblet berisikan air putih untuk ayahnya yang sedang sarapan dengan kekasihnya, terlihat akrab.

"try to get blessing, huh?" bisik Jongin sebelum menyerahkan segelas air putih kepada ayahnya yang sudah tersenyum nakal, walaupun tidak mendengar bisikan Jongin tadi dengan melihat pipi Kyungsoo yang bersemu merah dapat membuatnya mengerti.

Junmyeon terkekeh melihat Kyungsoo yang masih bersemu merah sedangkan Jongin sudah sibuk dengan laptopnya di meja yang juga dihiasi pemandangan si bungsu dan si tinggi sedang bermain kartu, aigoo mereka lucu sekali. Mata putrinya melengkung membuat eyesmile yang begitu cantik, sedangkan Chanyeol hanya tersenyum kecil. Mungkin kalau dia perempuan pipinya akan bersemu merah tomat.

Sehun sampai ketika Chanyeol hendak pulang mengantar Baekhyun, sedikit kecewa karena ternyata Luhan hari ini akan menyelesaikan tugas praktikum mereka yang akan dikumpulkan 3 hari lagi. Hari ini jatahnya Sehun untuk menginap dan mengurus ayahnya. Sedangkan Jongin masih bersikeras baru akan pulang jika ayahnya sudah memakan dinnernya masih setia dengan lembaran-lembaran tugas dan kekasihnya.

"hyung, lebih baik kau pulang sekarang, kasian Kyungsoo nuna dia kelelahan"

Jongin menatap ke sampingnya melihat Kyungsoo yang sudah terlelap dengan kepala di pahanya dan kakinya di lengan sofa. Jongin bahkan baru menyadarinya karena ada ujian farmasi besok dan dia terlalu fokus belajar. Dia lalu melirik ke ranjang rumah sakit dan melihat ayahnya juga tengah beristirahat.

Si sulung mengangkat pelan kepala kekasihnya, membebaskan dirinya. Lalu dia menggendong tubuh Kyungsoo ala bridal agar tidak mengganggu tidur sang kekasih. Sehun memindahkan posisi tangan kyungsoo menjadi memeluk leher Jongin lalu terkekeh nakal. Persetan dengan para suster, dokter atau siapapun yang melihat. Jongin tidak peduli.

.

.

Chanyeol merasa pundaknya memberat sejak 5 menit lalu dan pegangan Baekhyun pada pinggangnya merengang. Saat traffic light menunjukkan warna merah Chanyeol melirik sedikit kearah penumpangnya. Si penumpang rupanya sudah tertidur lelap di pundak Chanyeol dengan mulut yang sedikit terbuka dan kepala yang kadang oleng ke kanan.

Chanyeol lalu menutup kaca helm Baekhyun dan menarik kedua lengan gadis itu agar memeluk pinggangnya, biar tidak jatuh maksudnya. Baekhyun tampak sedikit terganggu tapi dia tidak membuka matanya sama sekali, malahan mempererat pelukannya pada pinggang Chanyeol dan kembali memposisikan kepalanya agar lebih nyaman.

SHIT.

PARK CHANYEOL ANDA SUDAH DIPERSILAHKAN MATI SEKARANG.

Kalau saja bukan karena suara klakson dari mobil di belakang motornya mungkin Chanyeol benar-benar mati saat itu. Tapi untung Tuhan masih menyelamatkannya. Dengan heart attack yang tengah dideritanya, Chanyeol melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Tidak terlalu cepat agar Baekhyun tidak oleng dan terjatuh. Tidak terlalu lambat karena jantungnya sungguh seperti tidak sabar untuk minta keluar dari rusuknya.

Dering pesan dari ponselnya berbunyi saat dia kembali berjumpa dengan traffic light tempat kecelakaan ayah Baekhyun terjadi. Pesan dari Jongin. Tumben sekali tertua itu mengiriminya pesan. Dan bagaimana dia mendapatkan id Chanyeol?

Jongin

Bolehkah Baekhyun menginap di rumahmu saja?

Aku akan menginap di apartemen Kyungsoo hari ini dan tidak ada siapapun dirumah.

Bibi Shin sedang ada urusan keluarga.

Terimakasih sebelumnya, Chanyeol-a.

WOW. APA-APAAN INI.

SI KAKAK TERTUA MENYURUH SANG ADIK KESAYANGAN MENGINAP DI RUMAH SEORANG PARK CHANYEOL?

WOW. KRIS PASTI AKAN HEBOH MENDENGAR BERITA INI SENIN NANTI.

Sebelum traffic light itu menurun menjadi warna hijau Chanyeol masih sempat membalas pesan kakak tertua.

Chanyeol

Baiklah, kalau itu atas permintaan mu, Hyung.

Kuharap kau sudah memberitahu Sehun hyung agar dia tidak salah paham.

ur welcome.

Chanyeol menunjukkan senyum tipisnya, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumahnya.

.

.

Sehun merebahkan tubuh tingginya ke sofa yang berjarak tak jauh dari ranjang rumah sakit ayahnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan membuka beberapa notifikasi aktif kemudian mengecek snapchat nya. Matanya menyipit lucu saat melihat update-an Luhan 3 menit yang lalu. Di foto snap itu Luhan menyorot ke tanaman hidroponik yang mereka tanam 3 hari yang lalu sudah tumbuh tinggi dengan caption 'our baby is grow up well'.

Tanpa sadar Sehun menekan option chat dan memotret jari jempol dan telunjuknya yang membentuk 'love' dan menambahkan tulisan 'thanks for caring our baby'. Dan dia baru sadar akan apa yang dia lakukan saat jempolnya terlanjur menyentuh icon 'send'.

Merutuki kebodohannya, Sehun melempar agak kasar ponselnya ke arah kanannya dan menjauh sejauh 10 senti seperti dia akan mendapat pesan kematian nantinya. 10 menit kemudian ponsel itu berdering sedikit menandakan satu notifikasi diterima. Tubuhnya enggan membuka ponselnya tapi hatinya ingin sekali melihat balasan dari Luhan.

Memang dasar hati Sehun yang keras kepala seperti dirinya sendiri, si albino itu mengambil ponselnya dan me-unlock benda persegi panjang itu. Ada notifikasi dari snapchat 10 menit yang lalu, dan itu dari Luhan. Ragu untuk membuka pesan itu, Sehun menggerakkan jempol nya asal dan tanpa sengaja meng-klik satu satunya notifikasi itu,

Terlihat gambar Luhan yang tengah memakai kaos putih dengan tulisan yang tak terlalu terbaca dengan dua jari kanannya membuat bentuk V yang di tempelkan di dekat matanya. Cengirannya membuat deretan giginya terlihat, senyumnya tidak tampak dibuat-buat. 'your welcome'. Tulisan itu berada di bawah wajah cantiknya, jari jarinya bergerak menyimpan foto tersebut.

Tak berniat membalas, si albino lalu meletakkan ponselnya di meja sampingnya. Sudah cukup hari ini, kalau di teruskan dia bisa tidak tidur semalaman dan dimarahi guru karena tidur di kelasnya. Atau mungkin dia bisa mati karena hatinya bisa bisa meleleh seperti coklat.

JADI OH SEHUN BISA JUGA MERASAKAN RASANYA KASMARAN.

.

.

Jangan mengira terjadi 'apa-apa' selama Jongin menginap di apartemen Kyungsoo. Ini memang bukan pertama kalinya Jongin menginap di apartemen kekasihnya, tapi ini pertama kalinya mereka tidak melakukan 'apa-apa' saat mereka tidur satu ranjang . Kalian tau sendirilah apa yang dimaksud kata berkutip tersebut.

Jongin hanya kelelahan karena dia harus mengurus semuanya karena ayahnya harus beristirahat. Kurang lebih 3 hari ini Jongin tidak tidur karena ternyata ayahnya benar benar orang yang sangat sibuk. Dia bahkan sudah 3 hari terpaksa mengikuti 'hospital schooling' karena dia terlalu tidak tega meninggalkan ayahnya sendiri, lebih tidak tega lagi menyuruh kedua adiknya mengurus ayahnya.

Tapi besok Jongin terpaksa harus masuk ke kampus karena akan diadakan quiz yang berpengaruh pada nilainya nanti. Karena itulah Kyungsoo mengajak kekasih malangnya bermata mengerikan itu untuk menginap bersama, setidaknya selama bersamanya Jongin masih makan dengan teratur dan tidak sakit.

Wanita yang tingginya setara dengan Baekhyun itu keluar dari kamar mandi dengan piyama karakter 'brown' line serba coklat. Jongin yang sedang merebahkan tubuhnya di kasur mengangkat sedikit kepala dan pundaknya melihat Kyungsoo mendekat. Untuk pertama kalinya dia melihat Kyungsoo tidur menggunakan piyama, yeah karena biasanya saat lelaki itu menginap Kyungsoo terbiasa menggunakan lingerie atau gaun tidur tipis.

Ternyata Kyungsoo masih ada sisi imutnya juga. Jongin kira Kyungsoo terlalu seksi untuk menjadi imut.

"jangan menatap ku seperti itu, Kai" ujar Kyungsoo menjatuhkan dirinya di bahu Jongin, membuat lelaki itu dapat menyium wangi vanila rambut Kyungsoo. Si kecil menenggelamkan kepalanya di dada kekasihnya lalu mengangkatnya cepat, "kau bau sekali, cepat sana mandi"

Jongin memainkan alisnya lalu membuka bibirnya, "untuk apa aku mandi sekarang kalau nantinya kita akan mandi bersama, Soo-ya" kini Jongin membalik posisinya, membuat Kyungsoo berbaring dan dirinya tengkurap di atas kekasihnya. Melihat Jongin yang akan meraup bibirnya, Kyungsoo cepat-cepat menjauhkan wajah mereka.

"aku tidak menyuruhmu menginap untuk melakukan 'aktifitas' disini, ahjussi. Aku menyuruhmu menginap agar aku bisa mengontrolmu selama appa mu sakit. DAN SEKARANG CEPAT MANDI AHJUSSI MESUM!"

Kyungsoo memang terbiasa memanggil Jongin dengan sebutan 'ahjussi' jika lelakinya ini mulai bertingkah mesum. Dengan satu kekuatan-entah dari mana, Kyungsoo mendorong dada lelaki yang berada diatasnya. Sukses membuat Jongin terjengkang ke belakang. Bukannya bibirnya mendapatkan ciuman dari Kyungsoo, kini malah pantatnya yang mendapat ciuman dari lantai marmer itu.

Dengan kekesalan yang mendalam, Jongin melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan menutupnya keras-keras. Hanya butuh 5 menit bagi pria itu untuk membersihkan tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang dililit di pinggang yang menutup sampai ke lututnya.

Melihat Kyungsoo yang lenyap dari posisi awalnya dan mencium bau harum dari arah dapur, tanpa ragu Jongin melangkah ke dapur apartemen. Melihat kekasihnya tengah membelakanginya sibuk dengan segala masakan untuk makan malam mereka. Jongin mengejutkan Kyungsoo dengan back hug nya. Wanita itu dapat mencium harumnya rambut khas shampoo kesayangan kekasihnya. Jongin memang selalu menaruh shampoo di apartemen Kyungsoo untuk persiapan.

"cepat berpakaian, Kai" suruh wanita itu setelah pelukan mereka lepas, Kyungsoo membawa samgyetang yang baru matang itu ke meja makan. Jongin malah mendudukkan dirinya di meja makan sambil menyambut makanan utama yang dibawa Kyungsoo. Merasa perintahnya tidak dilakukan, Kyungsoo menarik kembali mangkuk besar berisi sup ayam utuh itu.

"cepat berpakaian, Kim Jongin" Jongin meletakkan kembali sumpitnya lalu menatap Kyungsoo sengit, "aku mau berpakaian seperti apa? Aku kan tidak membawa baju ganti dari rumah, Soo-ya" ujar Jongin mendapatkan decakan malas dari wanita yang menatapnya tak kalah sengit.

"ck, kau pernah membeli piyama bermotif sama dengan piyama yang ku pakai, Kim Jongin. Bahkan kau tak pernah memakainya" balas Kyungsoo membuat Jongin mengingat-ingat. Mereka membeli piyama couple itu sekitar 2 bulan yang lalu, atau pertama kali Jongin menginap di apartemen ini. Mengapa dia tidak pernah memakainya? Jawabannya akan segera terungkap...

"jadi kau memakai piyama itu adalah kode agar kita tidur dengan piyama yang sama, Soo-ya? Ah, aku tidak menyangka kau masih menyimpannya" goda Jongin membuat Kyungsoo memutar matanya malas, TENTU SAJA KARENA INI ADALAH SATU-SATUNYA PIYAMA YANG KYUNGSOO PUNYA ATAS PAKSAAN JONGIN.

"ah, lihat. Apakah aku pantas memakai piyama ini, hahah. Kenapa begitu aneh ya memakai piyama saat menginap di apartemenmu"

"ITU KARENA KAU SELALU TELANJANG SAAT TIDUR BERSAMAKU, AHJUSSI MESUM"

Astaga. Omongan kekasihnya ini sangat frontal sekali rupanya.

.

.

Chanyeol masih berada diatas motornya dan Baekhyun masih berada di pundaknya, masih tertidur pulas. Chanyeol tidak tega menggendong Baekhyun ke dalam rumahnya karena itu pasti akan mengusik tidur gadisnya. Oleh karena itu sejak 15 menit yang lalu Chanyeol ditemani tiga anggota keluarga Park yang lain menunggui Baekhyun sampai setidaknya sadar bahwa mereka sudah tiba.

Ayah, ibu, dan kakak perempuannya itu sudah mengerubungi mereka berdua semenit setelah mereka mendengar Chanyeol sampai tapi tak kunjung memasuki rumah mereka. Keluarga Park (termasuk Chanyeol pastinya) menatap dengan tatapan memuja wajah Baekhyun yang tengah tidur,

"aigoo, dia saat tidur saja seperti putri tidur, cantik sekali calon menantuku ini" ujar nyonya Park yang sedari tadi gemas sekali ingin mengusak rambut halus Baekhyun,

"iya, yeobo. Beda sekali dengan Yoora yang tidur dengan gocan, tidak ada cantik cantiknya" setuju tuan Park, membuat satu satunya kakak Chanyeol itu mendelikkan matanya tidak terima, "YAK, APPA!"

Pletak,

Pletak,

"hoosh..."

Dua sentilan mendarat di jidat berharga wanita keturunan Park setelah si sulung berteriak tak setuju, membuat sesuatu di pundak Chanyeol bergerak dan perlahan beban itu menghilang. Baekhyun terbangun dari tidur 30 menitnya itu dan mengerjapkan matanya yang tertutup poninya itu lucu. Setelah mengucek sebentar matanya, dia baru sadar dimana dia sekarang setelah suara ibu Chanyeol menyapa telinganya,

"eommaya, maafkan Yoora karena membangunkanmu nak" akhirnya hasrat dari nyonya itu terpuaskan setelah dapat mengusak sayang rambut Baekhyun. Yang baru bangun hanya menangguk dan menunjukkan cengirannya yang lebar. Setelah mereka-akhirnya turun dari motor Chanyeol, mereka langsung di giring masuk.

"kenapa aku ada disini?" tanya Baekhyun pada Chanyeol saat mereka digiring masuk, baru saja membuka mulutnya dan membunyikan huruf 'A' Yoora menyelaknya, "kata Chanyeol, Jongin oppa mu menyuruh kau menginap di rumah kami, karena tidak ada orang dirumah" ujar Yoora yang sudah berada di tengah tengah keduanya, memisahkan mereka.

Baekhyun hanya mengangguk maklum sambil tersenyum manis. Tuhan semoga keturunan Park tidak akan menderita penyakita gula atau diabetes atau apalah penyakit yang disebabkan terlalu manisnya senyum calon menantu mereka.

"kau mau tidur di kamar tamu atau tidur bersama Chanyeol saja, nak?" pertanyaan nyonya Park itu membuat Chanyeol membulatkan matanya sebulat bola pimpong. Ibunya jangan bercanda, walaupun Chanyeol juga mau melakukannya tapi dia masih terlalu menyayangi Baekhyun sehingga tidak ada setitik pun niat untuk merusak Baekhyun.

Tak jauh berbeda dengan Baekhyun yang juga terkejut dengan pilihan kedua yang diberikan ibu Chanyeol. Apalagi setelah mengucapkan itu keluarga Park –terkecuali Chanyeol tertawa terbahak seakan hal itu sudah biasa. Apakah Chanyeol semurahan itu?

"kami bercanda, Chanbaek-ah"

Kedelapan mata itu mengarah ke arah wanita berusia kepala dua itu bingung, Chanbaek?

"ya, Chanbaek. Chanyeol dan Baekhyun. Bukankah itu lucu? Sekarang sedang zamannya menentukan nama couple tau" jelas Yoora sambil menyengir lebar. Membuat keenam mata tadi menghembuskan nafas frustasi sedangkan dua mata sisanya tersenyum lucu, "ne, Chanbaek, neomu kyeopda!" ujar Baekhyun senang membuat empat orang lainnya tersenyum lebar melihat tingkah Baekhyun. Jangan lupakan Chanyeol dengan senyum tipis nan menawannya.

.

Setelah mengganti pakaiannya dan mendengar tteriakan ibunya kalau Kris datang kerumahnya membuatnya Chanyeol cepat-cepat meninggalkan kamarnya dan berhenti di depan pintu kamar seberangnya. Kamar tamu yang biasa saja itu menjelma menjadi kamar tuan putri, karena keberadaan Baekhyun di dalamnya. Setelah kembali pada dunia sadarnya, Chanyeol kemudian tersenyum dan berlalu menuruni tangga. Menemui orang yang sangat dirinduinya.

Bule kanada itu sedang sibuk dengan cemilan yang diberikan oleh nyonya Park dan menonton tv bersama tuan Park. "Yifan!" Chanyeol menggerakkan kepalanya kesamping mengajak si bule itu mengobrol di luar saja. Karena seperti yang kalian tahu, kalau mereka sudah berbincang pasti setidaknya ratusan atau ribuan umpatan yang keluar dari kedua mulut mereka.

"you're so lucky as fuck boy, Baekhyun benar-benar menginap dirumahmu? What the fuck is that" benarkan? Baru saja dimulai percakapannya, umpatan itu sudah keluar.

"benar sekali, Kris. Dan kau tau she's my fucking girls next door" Kris menepuk tangannya mendengar keberhasilan sohibnya yang idiot itu. Tidak menyangka bahwa seorang Chanyeol sudah seratus langkah di depan para pengejar Baekhyun.

"you such a lucky bastard, geez" Kris mengambil sebatang biskuit dalam toples lalu mengunyahnya pelan sebelum seseorang keluar dari dalam rumah Chanyeol membawa nampan berisi matcha latte. Lalu menaruhnya di meja yang memisahkan kedua laki laki itu.

"hey, Kris" sapa Baekhyun setelah meletakkan kedua gelas itu lalu duduk di kursi panjang sebelah Chanyeol.

"selamat atas kemenanganmu di tanding basket kemarin" ujar Baekhyun setelah duduk, mendapatkan dua reaksi yang berbeda,

Kris berterimakasih secara malu malu sedang Chanyeol terkaget.

"KAU MENANG? WOAH congrats, buddy" Chanyeol memeluk bangga sahabatnya, akhirnya ada juga yang bisa dibanggakan dari Kris.

"sebenarnya kalian orang pertama yang menyelamatiku selain team basketku, ehe" Kris tersenyum lebar, aneh memang. Tapi sungguh Kris sedang memperbaiki gaya bicaranya karena ada Baekhyun disini.

"BAEKHYUN CEPAT TIDUR NAK, KAU BESOK HARUS MENJEMPUT AYAHMU, KAN? BIARLAH KEDUA PEMUDA ITU MENGOBROL SAMPAI PAGI. MEREKA KAN MEMANG ANAK YANG MALAS" teriak nyonya Park dari dalam rumah membuat yang dipanggil namanya berdiri dari duduknya, "aku tidur duluan ya, jalja".

Selepas kepergian Baekhyun, Kris langsung mengambil tempat disamping Chanyeol lalu berbisik misterius, "aku mencium bau bau restu dari keluarga Park dan keluarga Kim", Kris menepuk pundak Chanyeol dengan senyum khasnya lalu masuk sebentar ke dalam rumah untuk pamit lalu meninggalkan rumah Chanyeol.

.

.

Oh Sehun

Hyung, kenapa kau membiarkan Baekhyun menginap di rumah Chanyeol

Michyeosseo?

Sama saja kau membiarkan lelaki mendekati Baekhyun,

Chanyeol kan juga seorang lelaki.

Kim Jongin

Apa boleh buat

Hari ini aku ada quiz

Daripada Baekhyun sendirian dirumah?

Oh Sehun

tapi tetap saja,

ini sama saja mempermalukan diri kita

semua orang tau kalau Baek tidak boleh sembarang mendekati lelaki,

kecuali Jongdae

Kim Jongin

Geuman!

Bukankah kau sudah berjanji pada appa untuk membiarkan Baek bergaul?

Lagipula rumah Chanyeol hanya beda dua blok dari rumah kita

Stop being childish, Sehun

Oh Sehun

I'm not even try to being childish, hyung.

Kim Jongin

So what?

wanna play our childish game?

playing with Chanyeol?

Oh Sehun

Teasing Chanyeol?

Apa rencana mu kali ini, hyung?

.

.

"Baekhyun ayo makan sarapanmu, nak"

"iya Baekhyun nanti Yoora bisa menghabiskan semua"

"YAK! EOMMA! Baekhyun ayo coba, kau mau canape isian apa?"

"lebih baik kau makan buah dulu. Baru kau makan sandwich. Sini biar eomonim potongkan"

"sandwich dulu, eonni bangun pagi untuk membuatnya. Yeogi, buka mulutmu aaa..."

"ini potongan kiwinya, Baekhyun buka mulutmu aaaa..."

"tunggu dulu eomma, dia sedang mengunyah"

"minum susu ini dulu agar dia mengunyah dengan benar"

"jeom babwa, dia membuka mulutnya, wlee"

"Baekhyun ayo, ini sandwich isian telur favorit Chanyeol. Buka mulutmu sayang, aaa..."

"uhuk"

"YAK EOMMA, APPA, NUNA!"

Suara bantingan pisau dan garpu membuat keempat orang yang ribut sedari tadi itu diam melihat ke sumber suara, Park Chanyeol. Dia sedari tadi sudah sabar melihat Baekhyun-NYA dijejali dengan segala jenis makanan sejak sepuluh menit terakhir tanpa diberi jeda sedetikpun untuk mengunyah.

Sampai saat Baekhyun tersedak, dia langsung mengeluarkan suara beratnya yang sedikit serak karena sedari tadi ia tahan.

Chanyeol lalu berdiri dan menghampiri Baekhyun yang duduk di sebrangnya dan menarik perempuan itu untuk duduk di sampingnya. Selesai mendudukkan Baekhyun, Chanyeol mengambil piring dan mengisinya dengan beberapa sandwich buatan sang nuna berbeda isian (kecuali isian blanched shrimp karena Baekhyun alergi udang) ke piring itu juga beberapa buah warna warni potongan sang eomma dan segelas susu yang dituangkan sang appa. Terakhir, dia meletakkan gelas tumbler lalu dia menuangkan air mineral sebagai pelengkapnya.

Baekhyun hanya mengikuti pergerakan Chanyeol seakan dia sudah seperti waiter (tampan) yang sedang melayaninya. Setelah air itu dituang, Chanyeol kembali duduk ditempat asalnya, sebelah kanannya. Mengatur nafasnya sebentar lalu menepuk tangannya ceria,

"jal mokgesseumnida~"

Akhirnya keluarga itu makan dengan khidmat, tidak ada yang meneriaki nama Baekhyun lagi ataupun menjejali Baekhyun dengan makanan. Gadis itu sedang makan dengan tenang dan senyum tipis di bibirnya. Masih memikirkan apa yang Chanyeol lakukan padanya barusan. He tryin to feed her?

...

Selepas acara breakfast yang khidmat barusan, Baekhyun tengah berada di kamar tamu keluarga Chanyeol. Merapikan ranjang itu kembali dan berniat membawa 2 setel pakaian Chanyeol yang ia pakai saat menginap ke laundry. melihat kamarnya sudah rapi kembali, dan pakaian yang sudah siap di laundry, dia malah merebahkan kembali tubuhnya.

Entah mengapa dia nyaman menginap di rumah Chanyeol. Orang yang membayarkan pembalut untuknya, orang yang membantunya saat roknya tembus, orang yang mengantar-jemputnya kesekolah. Memang kalau dipikir-pikir pertemuannya dengan Chanyeol bisa dibilang pertemuan yang memalukan, tapi entah mengapa Chanyeol mau saja membantunya.

Apalagi kelakukan keluarganya yang membuatnya tertawa seharian ini. Tuan Park yang diam-diam humoris, pecinta sepak bola, dan tak kalah tampan dengan anaknya. Nyonya Park yang katanya menyesal melahirkan Chanyeol kedunia karena saat kecil dia kira Chanyeol akan tumbuh sebagai seorang nerd tapi nyatanya dia malah berhasil membawa pulang gadis secantik dirinya (ini kata nyonya Park loh ya).

Dan si Yoora nuna yang sangat ingin adik perempuan, katanya dia pernah mengunci tuan dan nyonya Park dalam kamar, mempersilahkan keduanya melakukan apapun asalkan membuahkan adik perempuan untuknya. Karena ia iri dengan temannya saat di SMA yang mempunyai adik perempuan yang bisa didandaninya.

"eomma geumanhae..."

Baekhyun mendengar suara Chanyeol merajuk membuatnya bangun dan merapikan ranjang itu kembali dan bersiap membuka pintu,

"hari ini Baekhyun harus menjemput appa nya bersama kedua hyung itu,

Baekhyun tersenyum mendengar rajukan Chanyeol sebagai tolakan karena sang ibu ingin mengajak Baekhyun ke sejenis perkumpulan ibu rumah tangga (walaupun sebenarnya nyonya Park bukanlah hanya ibu rumah tangga).

...aku tidak mau kena omelan kedua vampire berbeda jenis itu. Bagaimanapun tanpa sepengetahuan appa mereka, mereka bisa menghajarku kapan saja"

Oh crap.

.

.

.

Jadi selama ini Chanyeol hanya takut pada kedua oppa nya? Bukan berniat murni menjaganya dan menaruh hati padanya?

.

.

Junmyeon sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisi tulang leher dan kakinya sudah membaik, walaupun masih harus dibantu kursi roda untuk beraktifitas. Hari ini hanya Baekhyun dan Chanyeol yang bisa menjemputnya. Kai ada quiz, dan Sehun ada simulasi ujian = siswa seangkatan Baekhyun dan Chanyeol dan angkatan dibawahnya diliburkan.

Entah apa ada yang aneh atau memang Chanyeol saja yang aneh, sejak Baekhyun terlihat lebih diam sejak mereka berada di mobil berdua untuk menjemput ayah Baekhyun. Padahal sebelum masuk dia masih sempat menimpali Yoora dan cekikikan dengan sang ibu, tapi ketika pintu mobil ditutup seakan nyawa Baekhyun tertinggal diluar. Dia seperti mayat hidup—yang cantik.

Chanyeol hanya menganggap enteng hal itu, siapa Chanyeol menyuruh Baekhyun berbicara leluasa padanya? Beruntung mereka bisa tidur satu atap—beda kamar. Tapi hal itu menjadi benar-benar janggal saat Baekhyun memilih untuk duduk bersama ayahnya di kursi belakang dan meninggalkan Chanyeol dikursi depan layaknya supir. Baik, anggap saja gadis itu mau bermanja-manja dengan ayahnya.

"Baekhyun, tidak baik membiarkan Chanyeol duduk sendirian di depan. Dia bukan supir" tegas sang ayah pada Baekhyun yang terlihat aneh saat menjemputnya. Biasanya walaupun dengan supir-pun Baekhyun lebih memilih duduk di depan, tidak peduli seberapa rindunya dia dengan sang ayah,

"biarkanlah appa, toh dia cocok menjadi supir"

Suara itu berasal dari ponsel Junmyeon yang sedang tersambung video call dengan Jongin yang sudah sampai di rumah mereka, membuat Junmyeon menatap layar ponsel dengan delikan tajamnya.

"dengar, kalau kau tidak duduk di depan sekarang juga. Appa akan menyuruh Chanyeol mengantarmu ke sekolah setiap h-"

"ANDWAE!" Kompak kedua adik kakak tidak sedarah itu,

Dengan cepat Baekhyun membuka pintu nya dan membantingnya sebal, lalu muncul kembali di kursi depan dan langsung membantingkan badannya pada kursi mobil samping Chanyeol. Mendapat tepukan senang dari yang lebih tua.

"sshibal, baiklah appa. Sampai jumpa dirumah~~"

...

"MENJADIKAN CHANYEOL SEBAGAI SUPIR SELAMA APPA BELUM MENEMUKAN SUPIR PRIBADI BARU?"

Junmyeon langsung menggelengkan kepalanya tidak setuju mendengar ide dari Sehun, kini mereka sedang berkumpul keluarga bersama Kyungsoo.

Jongin langsung mengusap wajahnya frustasi karena memang sudah memperkirakan semua ini akan terjadi. Bodohnya Sehun karena telah menelan bulat-bulat ide tersebut dan menyampaikannya sebulat-bulat itu juga.

"geundae, dokter melarang appa mengendarai mobil sendiri, sedangkan appa bersikeras mau ke kantor besok pagi. Aku jelas tidak bisa mengantar appa karena besok kelas pagi, dan Sehun masih ada ujian. Jangan harapkan Baekhyun, dan jangan sekali-kali mencoba naik kendaraan umum. Itu terlihat seperti appa dengan anak yang durhaka" jelas Jongin mendapat anggukan Sehun,

"toh kalian memang anak durhaka yang tidak sayang lagi pada appa. Lebih sayang pada pasangan masing-masing" Junmyeon memalingkan wajahnya, bertingkah merajuk. Membuat Jongin dan Sehun gelagapan dan Kyungsoo menertawai kekasihnya.

"bukan begitu appa..",

"ya, lalu seperti apa?" tanya balik Junmyeon cepat, membuat Sehun yang tadi bicara hanya membuka-tutup mulutnya tak dapat berkata, mencoba mencari bantuan tapi tak ada yang berniat membantunya. Dasar hyung sialan, umpatnya dalam hati.

"ini adalah strategi untuk melihat apakah Chanyeol benar-benar tulus pada Baekhyun, kalau iya maka harusnya dia tidak keberatan untuk menjadi benar-benar menjadi supir pribadi appa sekalipun" senyum Jongin merekah saat melihat ayahnya tampak mengkerutkan keningnya, sedangkan Baekhyun –yang ternyata ikut berkumpul berpura-pura tidak mendengar. Tapi sungguh dia menunggu-nunggu apa keputusan ayahnya sekarang.

"Chanyeol itu terlahir sebagai pria sejati, menyukai Baekhyun ataupun tidak dia pasti akan terima tawaran itu. Dia sangat menghormati orang tua nya kalian tau?"

Jongin gemas sendiri dengan ayahnya yang selalu membela bocah raksaksa itu, sebenarnya siapa anaknya disini?

"setuju atau tidak itu bukan masalah, yang jelas rencana ini akan tetap berjalan. dia akan mengantar dan menjemput ayah seminggu penuh dimulai dari besok. Aku akan pastikan tidak akan terjadi apapun padanya, aku bisa mengontrol Sehun tapi aku tidak janji mengontrol diriku sendiri.."

"aku yang akan mengontrol Jongin" ucap Kyungsoo memotong omongan Jongin dan mendapat dua jempol dari ayahnya,

"baiklah, ini hanya satu minggu appa. Kalau berjalan lancar yeah mungkin kami akan..."

"enak saja kalian harus benar-benar Chanyeol jika memang ia mencintai Baekhyun dan kalian tidak boleh mengganggu keduanya kalau mereka melakukan date atau apapun itu"

SKAKMAT. Mau tidak mau Jongin harus setuju dengan persetujuan yang malah dibuat oleh ayahnya. Setidaknya dia dan Sehun dapat melaksanakan aksinya dan membuat Chanyeol tidak bisa mendekati adik mereka lagi.

"baiklah kami setuju! Bagaimana dengan appa?"

"deal"

to be continue

a.n:: yey, jadi juga Chapter 6 nya. gak terlalu ngaret kan kayak chapter 5? ya walaupun makin gak jelas juga akhirnya ehe...

buat yang minta bangho gak parah-parah sakitnya, ya lumayanlah ini gak terlalu parahkan?gak.

terus aku mau kasih tau kalian sesuatu, tentang sedikitnya momen HUNHAN disini.

itu terjadi karena aku gabisa bikin momen mereka,

gangerti kenapa susah ngebayangin pasangan yang satu itu, terlebih aku juga gapernah baca ff pairing mereka. mianhae hunhan shipper, aku harus jadiin mereka selingan doang jadinya.

Dan seperti janji atas permintaan maafku kemarin, aku bakal nulis 3 chapter special. tapi gak bisa fast update karena aku sibuk sama pr sama konser juga. tapi tenang, bulan maret aku dapet banyak libur kok. mungkin 3 chapter itu bakal rampung, tapi kalo enggak masih ada hari libur yang lain kan,,

yaudah segitu aja cuap cuapnya,

thanks for read, follow, fav, and reviewmy ff

-bow down-

last but not least