[First Special Chapter] : Kaisoo

Kim Jongin / a careless yet thoughtfull boyfriend. Even tho he rarely replies to your text (maybe too busy reading or playing video games), but he is the only one you can always count on every time you feel down or when you need a shoulder to cry. You can always telling him anything bc he is an amazing listener, and also the perfect one you could ever ask for. ©k fluff

Fanfic by cbmascots

.

.

Setelah melewati rentetan quiz dan rangkaian ujian dadakan yang diberikan dosen mereka, akhirnya Kyungsoo dan Jongin juga mahasiswa lainnya mendapatkan liburan sebulan setelah 6 bulan lamanya. Hal ini disambut baik oleh Kyungsoo yang memang sudah sangat amat merindukan keluarganya dan memutuskan menghabiskan liburan bersama keluarga besarnya.

"iya iya aku akan mengantarmu"

"..."

"arrasseo, jam 7 pagi aku sampai disana"

"..."

"JAM 5?! Soo-ya. Kita libur sebulan dan jangan paksa aku untuk bangun pagi saat liburan"

"...?!...!"

"a-ani, hey Soo-ya, bukan begitu. Maksudk-"

"...!"

"Soo, tunggu. Aish, Soo-ya"

Panggilan terputus sepihak membuat Jongin mendapat gelengan kepala dari anggota keluargnya yang lain. Joonmyeon, Sehun, dan Baekhyun. Mereka sedang sarapan sebelum Kyungsoo menelpon Jongin dan mengingatkannya untuk menjemput dirinya yang akan berangkat ke Goyang besok.

"benar benar love-hate relationship" geleng Baekhyun,

"aku turut prihatin dengan hubungan kalian, hyung" geleng Sehun,

"itulah karmanya memulai hubungan tanpa di ketahui orang tua" geleng Joonmyeon.

Jongin bahkan menggeleng pada dirinya sendiri. Kyungsoo bukanlah seorang alter ego, tapi entah mengapa kekasihnya itu sering mengalami mood swing yang tiba tiba. Padahal baru saja semalam wanita itu datang ke kediaman Kim dan menghabiskan waktu bersama, tapi paginya Jongin malah mendapat amukan dari sang kekasih.

.

.

Inilah yang dimaksudkan 'liburan' oleh Jongin. Menghabiskan waktu sebulannya dengan tumpukan komik, novel (atau apapun yang bisa dijadikan bacaan) bersama video game. Jangan lupakan puluhan bungkus snack yang sudah dia persiapkan semalam.

Earphone sudah terpasang,

Lagu sudah di mulai,

Dan komik dengan series yang lengkap.

Jongin sudah berbaring di sofa ruang tamu dengan kepala dan kaki berada di lengan sofa yang berbeda beralaskan bantal sofa. Setelah mendapatkan posisi nyamannya bola matanya mulai bergerak mengikuti gambar yang tertera di komik detektif kecil tersebut. Sesekali tangannya mengambil beberapa chips dan menyedot minumannya, membuat kegiatannya sungguh menyenangkan untuk dilakukan berbelas jam kedepan.

Terlalu sibuk dengan komiknya sampai tidak menyadari pesan pesan yang masuk pada ponselnya. Kadang ia mengubah posisinya menjadi lebih nyaman lagi, bahkan mengangkat badannya ketika dia mulai gemas dengan konflik yang disajikan komik tersebut. Jongin bahkan tidak menyadari bahwa dia sudah menghabiskan 3 jamnya untuk 5 series komik tersebut.

"oppa, Kyungsoo unni menyuruhmu untuk menelfonnya. Kenapa kau tidak mengangkat telefonnya sedari tadi, ish menyusahkan" cibir termuda, Baekhyun.

Yang merasa dipanggil langsung melihat ponselnya,

Dan benar saja, puluhan miscall dan ratusan chat memenuhi notifikasi ponselnya. Jongin menggeram saat melihat chat terakhir Kyungsoo yang hanya berisi emotikon setan dengan tanduk merah dan muka merah padam 2 menit yang lalu. Jari besarnya menyentuh layar ponselnya untuk membuka chat dari Kyungsoo. Dan sungguh Jongin gemetaran sekarang.

"Kai, maaf aku tidak bermaksud memutuskan telfonnya tadi" 10:58

"kau mau memaafkanku kan?" 10:58

"ku mohon balas lah" 11:00

"aku tau aku salah" 11:00

"kalau kau merasa aku mengganggu mu, kau tidak perlu mengantarku ke Gyeonggi besok" 11:01

"dan kalau kau sudah tidak nyaman dengan hubungan kita," 11:01

"kau bisa mengakhirinya..." 11:02

"aku minta maaf telah mengganggumu selama kita menjalin hubungan" 11:02

"Kai, kau benar-benar marah?" 11:05

99+

"tapi bisakah kau mengantarku membeli barang untuk orang tua ku sekarang?" 12:45

"bagaimana dengan jam dua?" 12:45

99+

"BAEKHYUN BILANG KAU SEKARANG SEDANG MEMBACA KOMIK?!" 13:37

"YATUHAN KAI. KALAU KAU TIDAK MAU BILANG SAJA TIDAK MAU" 13:37

"JADI AKU SEBEGITU TIDAK BERHARGANYA DIMATAMU?" 13:45

"SSHIBAL.." 13:45

"JADI SEKARANG KAU MENGACUHKANKU HUH?!" 13:45

"REPLY NOW YOU ASSHOLE!" 13:46

"baiklah kalau begitu, aku akan mencari hadiah sendiri saja" 13:47

"(emotikon yang dimaksudkan tadi)" 13:48

MATI KAU KIM JONGIN,

HUBUNGAN KALIAN SUDAH BERADA DI UJUNG JURANG

"hyung, kau sudah melihat snapchat terakhir Kyungsoo nuna?" ujar Sehun dari tangga yang membuat Jongin menoleh padanya, Si jangkung kemudian menunjukkan ponselnya yang berisi story Kyungsoo, berisi foto kakinya di sebuah jalanan dengan caption,

'the man i loved so dearly, (maybe) has deserted me'

"APA MAKSUDNYA ITU OPPA?!" lengking Baekhyun sesaat setelah dia juga memeriksa snapchatnya. Jongin hanya membuka menutup mulutnya karena sungguh dia tidak bisa lagi berkata apa-apa. Kyungsoo benar-benar terlalu dramatis di hari pertama liburan panjang mereka. DAN INI BAHAYA.

BYUR...

Suasana bertambah tidak baik saat hujan tiba tiba mengguyur Seoul tanpa gerimis sedetikpun. Dan suasana semakin rumit saat Jongin ingat kalau pertama, Kyungsoo tidak bisa mengendarai mobil, kedua, Kyungsoo sangat tidak suka menaiki kendaraan umum, dan ketiga, dari snapchat tadi dapat disimpulkan bahwa Kyungsoo jalan kaki ke mall tujuannya. DAN DIA PASTI KEHUJANAN SEKARANG, KAN?

Tanpa basa basi lagi, pria dengan tinggi 180 cm lebih itu langsung meraih kunci mobilnya dan keluar dari rumahnya. Sembari membelah jalanan Seoul dengan kecepatan luar biasa yang menjadi salah satu keunggulan mobilnya, Jongin tak henti hentinya menelfon Kyungsoo, bermaksud menanyakan dimana kekasihnya itu berada. Tapi nihil, tiidak ada jawaban apapun.

Menepikan mobilnya dan menenangkan pikirannya adalah hal yang dilakukan Jongin kemudian. Dia membenturkan kepalanya pada stir mobil secara berkala, siapa tau ilham datang dan dia bisa tau dimana Kyungsoo berada sekarang. Dan Jongin sungguh tidak menyangka apa yang dia lihat di ujung jalan yang nampak berkabut itu.

.

.

Kyungsoo merapatkan cardigan yang dia pakai sambil saling menggosokkan kedua telapak tangannya agar dia merasa hangat. Terjebak hujan saat perjalanannya ke mall membuatnya harus meneduh di depan kedai kopi. Dia bisa saja masuk kalau saja Jongin berada bersamanya. Karena Kyungsoo tidak suka kopi, tapi entah mengapa dia suka melihat Jongin yang meminum kopi di sebrangnya. Dan dia juga suka kopi racikan Jongin seorang, karena sungguh minuman itu berupa kopi tapi tidak ada rasa kopi sedikitpun. Dan hanya Jongin seoranglah yang mengetahui resep racikan kopi itu.

Dia merasa seperti seorang yang kesepian sekarang, terlebih saat mengetahui bahwa dia tidak membawa ponselnya. Dengan begitu dia tidak dapat meminta bantuan Jongin sekarang. Kyungsoo merasa berdosa sekarang karena telah memaki maki Jongin beberapa jam yang lalu, tapi dia bahkan sangat membutuhkan lelaki itu sekarang. Sungguh mengharukan.

Seorang lelaki melewatinya dengan pakaian yang sungguh tertutup. Memakai topi yang menutupi sebagian wajahnya, jaket berbulu tebal, dan masker. Kyungsoo sempat mengiranya seorang bintang idola yang sedang diacuhkan oleh kekasihnya dan tidak menyukai kopi tapi takut dikenali fansnya. Sama seperti Kyungsoo tepatnya.

Kyungsoo meyakini ada yang salah dengan matanya, karena pria itu mempunyai bentuk badan yang mirip sekali dengan Jongin. Anggaplah dia terlalu rindu dengan Jongin sekarang. Melihat pria tersebut kebingungan mencari tempat duduk yang memang penuh, Kyungsoo menggeser sedikit tubuhnya,

"jeogiyo... kau bisa duduk disini" ujar Kyungsoo sambil menepuk tempat duduk disampingnya. Lelaki itu hanya mengangguk dan menuruti kemauan Kyungsoo. Lelaki tersebut lalu melepaskan jaket bulunya yang kemudian disamiprkan pada pundak Kyungsoo, membuat Kyungsoo membulatkan matanya. "perempuan sepertimu tidak baik kedinginan", Kyungsoo hanya mengangguk maklum dan membiarkan jaket itu tersampir di pundaknya, dia bahkan tak dapat melihat wajah sang lelaki sedikitpun.

"kau sendirian?" tanyanya, "yah, sebegitu terlihat mengenaskannya kah aku? Aku mempunyai seorang kekasih tapi dia tak mau mengantarku membeli hadiah untuk orang tuaku. Dia bahkan sedang senang-senangnya membaca komik saat kekasihnya bahkan sedang kedinginan disini sekarang. Aku sangaaatttt ini mengakhiri hubungan kita. Dia sangat menjengkelkan, berisik, bau, dan menyusahkan. Tapi aku bahkan tak bisa hidup tanpanya" oceh Kyungsoo.

Seorang pelayan kedai kopi yang di tempati Kyungsoo keluar dan menghampirinya, menurunkan segelas kopi dari tray dan menaruhnya didepan meja yang disediakan. Kyungsoo mengerenyit bingung pada sang pelayan. "maaf, tapi aku tidak memesannya" ungkapnya,

"seseorang memesankan ini untukmu, nona" ujar sang pelayan ramah. Siapa yang memesankan kopi tersebut? Kyungsoo berbalik melihat ke dalam kedai kopi lewat kaca yang berada dibelakangnya, mencoba menemukan tanda-tanda keberadaan Jongin, karena entah mengapa nama Kim Jongin langsung terbesit di pikirannya. Tapi nihil, tidak ada Jongin disana.

"siapa?" tanya Kyungsoo,

"seseorang yang ingin menghangatkanmu, tapi dia pikir kau tak mau lagi dihangatkan olehnya" ujar sang pelayan lalu meninggalkan Kyungsoo yang masih berpikir keras. Sungguh dia yakin kalau itu adalah kalimat Jongin, tapi sudah jelas-jelas pelayan tadi bukanlah Kim Jongin.

Kyungsoo menggenggam gelas kopi tersebut dan dia berterimakasih kepada siapapun yang memberinya kopi tersebut, karena setidaknya kehangatan kopi langsung menjalar ke tubuhnya, walaupun tidak meminumnya.

.

.

Lama dengan hanya menggenggam kopi tersebut, seorang di sebelah Kyungsoo membuka suaranya, "kenapa kau tak meminum kopi itu? Takut diracuni?". Kyungsoo terkekeh mendengar suara dari lelaki tertutup itu. Lalu dia menjawab ringan, "aku tidak suka kopi".

"lalu kau kira apa alasan orang itu memberimu sesuatu yang bahkan kau tak menyukainya?" Kyungsoo menoleh pada lelaki yang bertanya hal yang tengah Kyungsoo pikirkan. Orang yang ingin menghangatkannya tapi dia berpikir Kyungsoo tidak mau lagi dihangatkan olehnya. Oh, jangan takuti Kyungsoo dengan perkiraan bahwa dia sedang diincar ahjussi mesum di dalam sana. Tuhan selamatkanlah anak hawa ini.

Kyungsoo panik, dan dia meminum kopi itu. Dan sungguh takjub bahwa ini adalah kopi Jonginnya. Kopi yang bahkan tidak memiliki rasa kopi sedikitpun. DAN JONGIN PASTI ADA DISINI. Atau kemungkinan kedua, bahwa dia telah menyebar luaskan 'resep kopi tanpa rasa kopi' atau 'resep kopi kesukaan Kyungsoo'.

"kau baru saja meminumnya, by the way" ujar sang lelaki membuat Kyungsoo mengangguk masih dengan aura kagetnya, "dan kau tampak menyukainya" Kyungsoo menoleh lagi pada lelaki itu, "ini kopi buatan kekasihku, aku yakin ini kopi buatan Jongin".

"kenapa kau begitu yakin?" orang itu bertanya lagi, "tidak ada seorangpun yang memberiku kopi, karena mereka tau kalau aku tidak suka kopi. Hanya kekasihku yang biasanya memberikanku kopi dan mencoba memberitau kalau kopi itu dapat memperbaiki hidupku. Dan aku hanya bisa meminum kopi buatannya. Dimana kopi yang tak ada rasa kopi nyaa sama sekali"

"dan aku membutuhkannya sekarang, aku...aku ingin menangis di bahunya dimana dia tidak marah karena kemejanya yang basah karena air mataku ataupun ingusku, yang bahkan appaku saja marah saat aku melakukannya. Mengapa aku begitu yakin? Karena hanya dia yang tau aku tidak suka dingin, hanya dia yang tau aku tidak suka kopi, makanan asin, sesuatu yang berbau tajam. Hanya dia yang mengizinkanku men-"

grep

Kyungsoo di tarik kedalam pelukan lelaki itu, dan selama ini ternyata gadis ini benar. Dia, lelaki itu adalah Kim Jongin. Bahkan tanpa menghirup wangi parfum khasnya pun dia sudah tau kalau dia adalah kekasihnya, karena bahu Jongin bagai diciptakan khusus untuk dirinya.

Gadis itu sudah tersedu-sedu di dekapan Jongin, lelaki yang selama ini duduk di sampingnya. Lelaki yang selama satu setengah jam ini mendengar ocehan Kyungsoo yang menjelek jelekkan dirinya. Dia hanya tersenyum di balik maskernya saat tau bahwa Kyungsoo tidak benar-benar mau mengakhiri hubungan mereka.

"kau berani-beraninya berpikir kalau aku sudah tidak ingin dihangatkan dengan bahumu itu, huh?!" Kyungsoo mengusap sisa air matanya setelah 5 menit menangis di bahu Jongin. Sungguh tidakk ada tempat yang lebih nyaman di dunia, kecuali bahu kekasihnya.

"kau berani-beraninya bilang ingin mengakhiri hubungan kita, huh?!" balas Jongin, Kyungsoo tersenyum lebar bak anak kecil lengkap dengan deretan giginya. Di dekapnya lagi tubuh mungil Kyungsoo sambil mengelus sayang punggungnya, memeluk Kyungsoo adalah hal yang paling dia sukai dari semua hal yang menyenangkan di dunia.

"jangan pernah berani meninggalkanku, eh?"

"jangan pernah pergi tanpa ku"

"jangan merajuk terlalu berlebihan"

"jangan sering marah-mar-"

Rasa manis menyeruak di bibir Jongin saat tiba-tiba Kyungsoo mencium bibirnya, berusaha menghentikan Jongin yang mulai menunjukkan sifat posesifnya padahal jelas jelas dia yang bersalah di kasus ini. "aku hanya bercanda Kai..." ujar Kyungsoo sambil mengusak wajahnya di dada sang kekasih, sungguh dia tidak merasa kedinginan sedikitpun sekarang.

"tapi kau benar-benar tidak jadi mengakhiri hubungan kita kan?" tanya Jongin, kemudian kedua telapak tangan Kyungsoo digunakan untuk menangkup wajah Jongin, mengelus sayang rahang kokoh yang sangat diidamkan para perempuan di luar sana. Kyungsoo bahkan tak habis pikir bagaimana kisah hidupnya kalau dia tidak bertemu dengan Jongin di hari pelaksanaan pensi kampus itu.

"You, Kim Jongin. Is the answer to what i ever ask to God, i ask for perfect one for me. And you are those perfect creature".

.

.

TBC

CUAP TIME!:

ya jadi beginilah konsep 3 special chapter yang aku bikin. terinspirasi dari Fluff scenarios dari salah satu OA LI*****NE yaitu 'K Fluff'. terus disana kebetulan Sekaiyeol fluff scenarios nya lengkap. yasudah jadilah cerita absurd ini.

makasih buat yang udah penasaran sama 3 chapters special ini, maaf kalo ternyata ngecewain kalian, huhu.

see you in other special chapterssssssssssssssssssssssss;)))))