Hybrid Child

By: hanzabilah & lhr

Disclaimer: terinspirasi dari anime atau manga "Hybrid Child" by Shungiku Nakamura sensei

.

.

Part 2

8 tahun kemudian..

Pagi menyapa dunia dengan ramah. Sinar matahari masuk ke dalam kamar Baekhyun melalui jendela yang tak tertutup tirai. Baekhyun dapat merasakan hangatnya sinar matahari yang menyentuh wajah cantiknya. Baekhyun sedikit terganggu dengan itu, dia menaikkan selimutnya hingga menutupi wajahnya.

Terdengar suara pintu kamar Baekhyun dibuka oleh seseorang. Terlihat seorang namja tinggi masuk dan mendesis ketika melihat Baekhyun masih tertidur pulas di kasurnya.

"Aishh Byun Baekhyun!", kesalnya.

Namja itu langsung menarik paksa selimut Baekhyun. Baekhyun sedikit terkejut ketika selimutnya ditarik oaksa. Alhasil, Baekhyun akhirnya terbangun. Terbangun dengan wajah kusut karena masih mengantuk.

"Aduh Chanyeol! Aku masih ngantuk, nih!", teriak Baekhyun.

"Salahmu sendiri kenapa kemarin kau menonton drama sampai larut malam. Pagi ini kau ada kursus menyanyi lalu ada kursus menari kemudian sorenya kau ada home schooling dengan Lee Sungmin sonsaengnim", Chanyeol -namja itu- menjelaskan semua jadwal Baekhyun hari ini.

Baekhyun mendengus kesal. Dia malas melakukan semua itu. Baekhyun merebahkan tubuhnya lagi di kasur. Tapi Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun sehingga Baekhyun terbangun dan kali ini sudah tidak berada di atas kasur.

Chanyeol menarik Baekhyun menuju kamar mandi dan menyuruh Baekhyun mandi. Baekhyun terpaksa menurut. Jika tidak, Chanyeol pasti akan mengadukan kemalasannya ke ibunya.

"Dasar bawahan kesayangan eomma", kata Baekhyun.

"Aku melakukan ini bukan hanya karena permintaan Nyonya Byun, tapi juga untuk kebaikanmu Baekie", kata Chanyeol.

Baekhyun mendesis lalu menutup pintu kamar mandi dengan kasar. Baekhyun mulai mengomel dan bergumam tak jelas.

"Aku tak percaya Chanyeol akan tumbuh menjadi seperti ini. Dia sudah melebihi tinggiku. Dia lebih pintar dariku. Bahkan, dia juga lebih berbakat dariku. Sebal….", gumam Baekhyun.

Ya, 8 tahun lalu Chanyeol masih seperti anak kecil yang baru belajar tentang banyak hal. Baekhyun masih terbilang baru memiliki Chanyeol. Karena Chanyeol adalah Hybrid Child pemberian Yunho, yang menciptakan Hybrid Child, dengan cinta yang Baekhyun berikan kepadanya, Chanyeol bisa tumbuh seperti sekarang. Juga perkembangannya pun pesat. Chanyeol yang dulunya seperti adik bagi Baekhyun, sekarang menjadi kakak bagi Baekhyun.

Chanyeol yang mengurus Baekhyun. Mulai dari mengatur jadwal nya hingga mengatur keperluannya. Memang sudah seperti seorang kakak sekaligus pelayannya saja.

Tak lama, Baekhyun menyelesaikan kegiatan mandinya. Chanyeol sudah menunggu Baekhyun dan sudah mempersiapkan pakaiannya. "Aku akan ke ruang makan untuk melihat apa makanan untukmu sudah siap", izin Chanyeol. Baekhyun mengangguk. Chanyeol pergi meninggalkan Baekhyun dan setelah itu Baekhyun memulai lagi aksi mengomelnya.

"Ahh aku malas mau kursus menyanyi. Bosan rasanya, aku sudah kursus selama 4 tahun. Suaraku juga sudah bagus. Kursus menari juga. Aku tak ingin jadi penari balet!", omel Baekhyun.

Baekhyun terus mengomel sampai ia selesai berpakaian. Lalu Baekhyun turun ke bawah untuk sarapan paginya. Di meja makan sudah tersedia roti, puding, dan susu. Di sana juga ada ibu dan ayahnya. Baekhyun duduk dan memulai memakan puding yang sudah ada di hadapannya.

"Baekhyunie hari ini kau ada kursus ne? Jangan lupa sampaikan salam eomma untuk guru vokalmu ne", kata ibu Baekhyun.

"Ne eomma", jawab Baekhyun.

Baekhyun selesai memakan puding nya lalu meminum susu sambil memakan roti selai strawberry nya. "apa kau ingin tambah susunya, Baekie?", tanya Chanyeol. "Tak perlu. Ini sudah cukup". Chanyeol pergi setelah mengambil piring puding Baekhyun yang sudah kosong.

"Chanyeol, apa kau sudah makan?", tanya Baekhyun.

Chanyeol terhenti, "Ne, aku sudah makan", balasnya.

"Jinjja? Keotjimal!", Baekhyun tak percaya.

"Dia sudah makan dengan kita kok Baekhyun. Kau sangat khawatir ya dengan Chanyeol. Dia kan juga anak kami jadi kami tadi menyuruhnya makan sebelum membangunkanmu", kali ini ayah Baekhyun yang membalas Baekhyun.

Chanyeol tersenyum lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur. Baekhyun mem-poutkan bibirnya. Dia kesal, sejak orang tuanya menganggap Chanyeol sudah seperti anak mereka, Chanyeol jadi disuruh untuk menjadi kakak untuk Baekhyun. Padahal Baekhyun ingin Chanyeol menjadi adiknya.

"Chanyeol, nanti ketika kau mengantar Baekhyun kursus tolong ambilkan gaunku di laundry langgananku, ne", kata ibu Baekhyun lalu diiyakan oleh Chanyeol.

"Kajja Chanyeolie kita berangkat", ajak Baekhyun. Baekhyun pergi meninggalkan orang tuanya di ruang makan. Chanyeol berpamitan dengan kedua orang tua Baekhyun lalu mengikuti Baekhyun.

Baekhyun sudah duduk di kursi belakang mobil, sementara Chanyeol yang menyetir. Chanyeol sudah mempunyai SIM karena sudah lulus tes mengemudi. Sementara Baekhyun masih belum, dia sudah mencoba 10 kali tes mengemudi tapi semuanya gagal.

"Hari ini aku akan menunggumu sampai selesai kursus. Jadi jangan kesal seperti itulah", hibur Chanyeol. Baekhyun tetap cemberut. Dia tetap malas ingin kursus. "Walau suaramu sudah lebih bagus, apa salahnya tetap kursus sebagai latihan juga. Dan, kau kan masih tak bisa menari dengan bagus, jadi kau masih harus kursus menari", kata Chanyeol

"Kalau kursus menyanyi aku masih sedikit niat melakukannya, tapi aku tak berniat kursus menari. Masa seorang namja menari balet! Aku tak suka balet!", kesal Baekhyun

Chanyeol terkekeh. "Kalau begitu izinlah ke ibumu kau tak mau kursus menari balet. Pasti ibumu akan mengerti", Chanyeol mencoba memberi saran untuk Baekhyun.

"Ne, jadi nanti saat waktu kursus menari tiba, ayo kita pergi ke taman. Aku lelah tiap hari harus home schooling terus, kursus, dan lain lain", pinta Baekhyun.

"Baiklah. Ayo kita jernihkan pikiranmu hari ini, Byunbaek. Sekarang sana, gurumu pasti sudah menunggumu. Aku mau ke tempat laundry dulu untuk mengambil gaun Nyonya Byun", kata Chanyeol sambil mengacak-acak rambut hitam Baekhyun.

Baekhyun merasa tubuhnya memanas. Baekhyun menepis pelan tangan Chanyeol dan berjalan masuk menuju tempat kursusnya. "Kenapa tiba-tiba aku begini? Cuma karema dibegitukan Chanyeol?! Byun Baekhyun kau pasti sudah gila! Chanyeol itu adikmu!", batin Baekhyun.

Baekhyun tak fokus dengan kursusnya. Alhasil dia melakukan banyak kesalahan saat kursus. Baekhyun berulang kali minta maaf kepada gurunya. Ketika Baekhyun berusaha memfokuskan pikirannya ke kursus, selalu saja bayangan Chanyeol mengacak-acak rambutnya kembali lagi.

Sepulang kursus, Chanyeol dan Baekhyun pergi ke taman. Kebetulan taman sedang sepi, Baekhyun bisa leluasa melepas kepenatannya. Dari berlari kesana kemari hingga bernyanyi bermacam-macam lagu keras-keras.

Chanyeol tertawa melihat perilaku Baekhyun yang seperti anak kecil. Baekhyun menatap Chanyeol yang sedang menertawainya. "Chanyeol, kenapa kau tertawa?", tanya Baekhyun. "Memangnya tidak boleh ya? Habisnya kau childish sekali. Haha", goda Chanyeol.

Baekhyun menggembungkan pipinya kesal lalu mencekik pelan leher Chanyeol. "Kau mau mati hah? Aku tidak seperti itu! Aku tak suka jika dibilang seperti anak kecil!", kesalnya.

Chanyeol terkekeh. Chanyeol menangkupkan kedua tangannya ke kedua pipi Baekhyun. "Kau tak suka dibilang seperti anak kecil. Tapi aku suka melihatmu seperti itu, Baekie", kata Chanyeol.

Sontak Baekhyun terkejut dan menjauh dari Chanyeol, melepas tangannya dari leher Chanyeol. Baekhyun menyentuh kedua pipinya. Rasa hangat dari tangan Chanyeol masih terasa. Kemudian muncul rona merah di pipinya hingga ke telinganya.

"Baekie wae?", tanya Chanyeol.

Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Baekhyun tak berani melihat Chanyeol, dia tak mau Chanyeol melihat wajah memerahnya ini.

Grep!

Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang. Pelukan erat dan… hangat. Baekhyun meronta berusaha melepaskan diri dari Chanyeol. Tetapi percuma, Chanyeol lebih besar dan lebih kuat darinya. Baekhyun tak bisa lepas dari Chanyeol.

"C-Chanyeolie?", gumam Baekhyun

"Aku, mencintaimu, Baekie", kata Chanyeol.

Deg!

Jantung Baekhyun langsung berdegup kencang. Wajah Baekhyun makin memerah. Chanyeol jarang mengatakan hal itu, malah Baekhyun yang sering mengatakannya. Jadi ketika Chanyeol mengatakan itu, Baekhyun jadi senang. Tetapi rasa senang yang Baekhyun rasakan, bukan rasa senang seorang kakak yang dicintai oleh adiknya, melainkan rasa senang seperti seseorang dicintai kekasihnya.

Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun menghadap ke arahnya. Baekhyun tak bisa apa-apa, ia hanya menutup matanya. Chanyeol memajukan wajahnya ke wajah Baekhyun. Dan, cup! Bibir mereka bersentuhan satu sama lain.

Baekhyun menggenggam erat ujung kemejanya. Chanyeol mulai perlahan mengulum bibir Baekhyun seperti mengulum permen loli. Baekhyun merasa Chanyeol yang mulai bergerak berlebihan, langsung mendorong tubuh Chanyeol keras-keras.

Baekhyun mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Tanpa melihat Chanyeol, Baekhyun berjalan menuju mobilnya. "Ayo kita pulang!", titah Baekhyun. Chanyeol tersenyum dan menuruti Baekhyun.

Selama perjalanan pulang, Baekhyun hanya diam sambil menyentuh bibirnya. Baekhyun kesal, ciuman pertamanya di ambil oleh Chanyeol. Baekhyun terus mengomel di dalam hatinya. Dia juga heran kenapa Chanyeol tiba-tiba menggitukannya. Chanyeol tiba-tiba lebih care dari biasanya.

Karena perjalanan yang cukup jauh dan tubuh Baekhyun yang sudah merasa sangat kelelahan, Baekhyun akhirnya tertidur. Baekhyun sudah tak kuat menahan matanya yang mengantuk. Dia sudah tak terlalu memikirkan keanehan Chanyeol akhir-akhir ini

"Kita sudah sampai", kata Chanyeol. Baekhyun terbangun dari tidurnya. Anehnya, ia sudah tidak berada di mobil lagi. Tetapi sudah berada di atas kasur kesayangannya.

"Ini, dikamarku?", gumam Baekhyun. "Tadi aku tak berani membangunkanmu. Jadi aku menggendongmu ke kamarmu. Maaf jika aku akhirnya membangunkanmu juga", jelas Chanyeol.

Baekhyun kembali merebahkan tubuhnya. Ia ingin tidur lagi, tapi matanya tak mau menutup kembali. Baekhyun terus bergerak ke kanan ke kiri membuat tidurnya nyaman. Tapi tetap saja ia tak merasa ngantuk.

Chanyeol duduk di samping Baekhyun. Chanyeol mengelus pelan kepala Baekhyun. Baekhyun tidak terganggu dengan itu. Baekhyun malah merasa lebih nyaman dan akhirnya mengantuk juga.

Baekhyun sudah hampir terbang ke alam mimpi. Tiba-tiba, BRUK!

Chanyeol terjatuh di sampingnya. Baekhyun terkejut dan segera bangun dari tidurnya. Dia melihat Chanyeol terbaring lemas di sampingnya.

"Chanyeol! Chanyeolie!", teriak Baekhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya beberapa kali. Baekhyun terus memanggil nama Chanyeol. Sesekali ia memukul pelan pundak Chanyeol.

"Chanyeol, Chanyeol ireona! Ppali ireona!", teriak Baekhyun.

.

TBC

.

Part 2 sudah selesai, maaf membuat kalian menunggu~ Banyak tugas jadi membuat author ga sempet nge publjshnya segera-"

Thx for reading! Hope you like it! Mind to Review? Thx before~ Sorry for absurd story line (?)