Hybrid Child
By: hanzabilah & lhr
Disclaimer: Terinspirasi dari anime dan manga "Hybrid Child" by Shungiku Nakamura Sensei
WARNING: TYPO, CERITA GAJE, maybe boring tpi InshaAllah enggak(?)
.
.
.
Part 3
"Chanyeol, Chanyeol ireona! Ppali ireona!", teriak Baekhyun.
Chanyeol yang tak kunjung bangun juga membuat Baekhyun panik kebingungan. Baekhyun turun dari kasurnya mencari kedua orang tuanya. "Eomma! Appa!", panggilnya. Tapi, di rumah tak ada orang. Hanya ada beberapa maid yang saat ini ada di rumah.
"Tuan dan Nyonya sedang ada urusan. Apa Tuan muda butuh sesuatu?", ucap salah seorang maid.
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berlari kembali ke kamarnya. Di kamarnya, Chanyeol masih terbaring tak bergerak. Baekhyun mulai sangat khawatir. Mata Baekhyun mulai menitihkan air mata. Baekhyun tak henti-hentinya memanggil nama Chanyeol.
"Chanyeolie…. Andwae…. Kajima!", tangis Baekhyun.
Baekhyun menangis dengan keras sambil menundukkan kepalanya.
Lalu, ia merasa ada yang berdiri di depannya. Baekhyun mendongak. Baekhyun terkejut melihat Chanyeol sedang berdiri di depannya sambil memasang wajah bersalah.
"Baekie.. Aigoo aku tak bermaksud sampai membuatmu menangis. Aigoo mianhae mianhae!", Chanyeol menenangkan.
Baekhyun hanya membelalakkan kedua matanya. Baekhyun menatap wajah Chanyeol.
"Mianhae, a-aku tadi hanya pura-pura pingsan. Tadi aku bermaksud mengerjaimu. Mianhae, kau sampai menangis seperti ini", sesal Chanyeol.
Baekhyun kembali terisak walau tadi ia sempat berhenti menangis. "Chanyeol babo kenapa kau tega melakukan itu! Kau jahat! Kau tau betapa khawatirnya aku?!", teriak Baekhyun sambil memukul-mukul dada Chanyeol.
Chanyeol berhasil memegang satu tangan Baekhyun lalu menariknya. Sekarang Baekhyun sudah berada di pelukan Chanyeol akibat tarikan darinya. Baekhyun terus menangis didekapan Chanyeol.
"Aku janji tak akan melakukan itu lagi. Aku janji tak akan meninggalkanmu, Baekie", ucap Chanyeol. Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun bermaksud untuk menenangkannya
Tangis Baekhyun semakin lama semakin memelan. Chanyeol melepas pelukannya dan menangkup wajah mungil Baekhyun. "Uljima Byun Baekie. Kau terlihat jelek jika menangis", hibur Chanyeol, ehm mungkin juga dengan sedikit ejekan.
Baekhyun menghentikan isakannya. Sebagai gantinya, sekarang dia kesal karena Chanyeol mengejeknya.
"Aku menangis juga ini karena leluconmu itu! Baboyaa Chanyeol babo babo babo!", teriak Baekhyun.
"Haha apa kau sedang menirukan idolamu itu? 'Babo~' hahahaha jelek sekali!", Chanyeol makin mengejek Baekhyun sehingga membuat Baekhyun kesal.
"Yak! Chanyeol awas saja—", ucap Baekhyun lalu terpotong oleh Chanyeol.
"Awas apa? Tapi itu bisa menghentikan tangisanmu, kan? Nah gini baru manis. Seorang lelaki tak boleh mudah menangis!", ucap Chanyeol sambil mengeluarkan senyuman khasnya.
Baekhyun terdiam. Baekhyun terdiam melihat senyuman Chanyeol. Baekhyun mencari-cari apakah senyuman itu asli atau palsu. Baekhyun tak percaya jika dia benar-benar tak apa-apa. Tapi, Baekhyun tak menemukan kepalsuan senyuman Chanyeol. Dia benar-benar tersenyum karena senang.
"Kenapa tersenyum?", kata Baekhyun dengan nada sinis.
"Karena aku senang melihat Baekie kembali seperti semula. Jangan cengeng. Kalau aku pingsan lagi jangan nangis lagi ya", kata Chanyeol.
Baekhyun memukul pundak Chanyeol. "Pingsanlah lagi kalau berani!", tantang Baekhyun.
Chanyeol terkekeh. "Aniya, aku janji tak akan pingsan lagi", ucap Chanyeol lalu memeluk Baekhyun lagi.
—
—
—
Esoknya..
Keluarga Baekhyun kedatangan tamu. Ada keluarga artis terkenal datang bertamu ke kediaman Byun. Baekhyun tau siapa mereka. Mereka adalah keluarga Wu. Keluarga Wu juga adalah pemilik perusahaan artis bernama 'Wu Media'di China. Mereka datang untung menawari sebuah kontrak kerja sama dengan 'Byun Ent'. Keluarga Wu ingin anak mereka yang bernama Wu Yifan atau Kris Wu menjadi artis dibawah naungan 'Byun Ent.'
Anehnya, mereka tak hanya menawarkan sebuah kerja sama saja. Tapi juga menawarkan sebuah perjodohan, Kris dengan Baekhyun. Orang tua Baekhyun diam beberapa menit memikirkan semuanya. Mereka setuju Kris jadi artis di 'Byun Ent', tapi tentang perjodohan mereka masih bingung. Jika mereka setuju , Baekhyun pasti marah besar.
Baekhyun menguping pembicaraan orang tuanya dengan keluarga Wu. Ketika mendengar kata 'perjodohan', Baekhyun langsung kembali ke kamarnya.
Baekhyun membuka pintu kamarnya dengan kasar dan membanting pintu itu dengan sangat keras. "Kenapa harus perjodohan?!", teriak Baekhyun.
Chanyeol yang ada di kamar Baekhyun bingung dengan sikap Baekhyun, masuk kamar sambil marah-marah tak jelas. "Aku mau dijodohin sama anak dari keluarga Wu! Aku tidak mau!", kesal Baekhyun.
Chanyeol tersenyum kemudian mengelus punggung Baekhyun bermaksud untuk menenangkannya. ,"Sudah-sudah. Lagipula bukankah Kris orang yang baik? Dulu kan kita pernah bertemu dengannya. Dia sangat baik kepadamu, Baekhyunie", kata Chanyeol dengan suara yang lembut.
"Apa kau tidak keberatan dengan perjodohan ini?", tanya Baekhyun.
"Hmm… Aku kan adikmu. Aku selalu mendukung semua keputusan orang tuamu yang sudah kuanggap seperti orang tuaku juga", kata Chanyeol sebelum menampilkan senyumnya yang manis.
Baekhyun mem-poutkan bibirnya. Baekhyun tak puas mendengar jawaban Chanyeol itu. Baekhyun pikir Chanyeol hanya berbohong mengatakannya. Tapi ketika Baekhyun melihat Chanyeol, tak ada kebohongan yang terlihat. Chanyeol benar-benar setuju dengan perjodohan Baekhyun dengan Kris.
"T-tapi, a-apa kau ti—"
"Baekhyun! Kemarilah nak ada yang ingin kami bicarakan", panggil ayah Baekhyun memotong apa yang ingin Baekhyun katakan ke Chanyeol.
Chanyeol mengelus pelan puncak kepala Baekhyun. "Ayahmu memanggil, cepatlah ke sana". Baekhyun kembali mem-poutkan bibirnya. Dengan terpaksa ia keluar kamar menuju ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, Baekhyun melihat wajah-wajah cerah dari orang tuanya dan orang tua Kris juga Kris sendiri. Baekhyun duduk di kursi samping orang tuanya setelah memberi salam kepada keluarga Wu.
"Baekhyunie, kita mau membicarakan sesuatu denganmu", kata ibunya memulai penjelasan
"Aku sudah tau, aku akan dijodohkan dengan Kris kan? Dan kalian setuju dengan penawaran perjodohan itu? Aku sudah dengar semuanya", kata Baekhyun.
"Baekhyun—"
"Aku tak suka dijodohkan, eomma, appa! Aku kesal dengan kalian semua!", bentak Baekhyun lalu pergi berlari meninggalkan ruang tamu.
Orang tua Baekhyun hendak mengejar Baekhyun, tapi Kris menawarkan diri untuk yang nengejar Baekhyun. Orang tua Baekhyun mengangguk setuju. Kris dengan cepat berlari mengejar Baekhyun.
Baekhyun berlari hingga ke taman belakang rumahnya. Nafasnya tersengal-sengal karena lelah berlari. Baekhyun memutuskan duduk di bangku yang ada di taman itu. Baekhyun sesekali berteriak kesal. Dia kesal, kesal dengan semua orang. Dia kesal dengan orang tuanya, kesal dengan Chanyeol, dan kesal dengan dirinya sendiri.
"Eomma dan appa tak mengerti perasaanku, Chanyeol juga kenapa harus ikutan setuju dengan eomma dan appa! Kenapa aku terlahir dengan nasib seperti ini?! Harusnya yang dijodohkan yeoja bukannya namja sepertiku! Lagipula apa sih yang menarik dariku sehingga si Kris itu terlihat senang sekali dijodohkan denganku?!", omel Baekhyun.
"Itu karena kau cantik, baik, unik, dan juga manis. Aku tertarik denganmu, Byun Baekhyun. Itu sebabnya aku senang dijodohkan denganmu", ucap Kris dari belakang Baekhyun berada.
Baekhyun tersentak mendengar suara berat milik Kris itu. Baekhyun mengernyitkan dahinya. "Tadi dia bilang tertarik denganku?", batinnya.
Kris mendekati Baekhyun. Baekhyun tiba-tiba merasa tubuhnya kaku. Dia juga tak bisa memalingkan wajahnya dari Kris. Baekhyun terpana melihat wajah Kris yang ternyata sangat tampan jika dilihat dari dekat.
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan imut, mencoba menyadarkan dirinya dari magnet hipnotis sang Kris Wu. Kris tertawa kecil melihat Baekhyun yang begitu imutnya menggelengkan kepalanya.
"Kau memang sangat manis dan cantik, lebih cantik dari yang kulihat di foto", kata Kris hingga berhasil membuat pipi Byun Baekhyun merona.
Baekhyun merasakan suatu hal yang aneh. Rasa ini, berbeda sekali ketika Baekhyun bersama dengan Chanyeol. Jantungnya berdebar kencang. Ketika melihat Kris tersenyum, entah mengapa Baekhyun merasa hangat sekali saat melihatnya. "Ti-tidak mungkin aku menyukai Kris...", batin Baekhyun.
Di sisi lain, tanpa mereka sadari, Chanyeol, melihat Baekhyun dan Kris yang berada di taman belakang rumah melalui jendela kamar Baekhyun. Kebetulan jendela kamar Baekhyun langsung menghadap ke arah taman belakang rumah.
Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun dan Kris. Tetapi, senyum Chanyeol terlihat sedih tak seperti biasanya. Chanyeol memegang dadanya. "Aku harap, dia bisa membuatmu lebih bahagia. Lebih bahagia, daripada bersama dengan diriku, Baekie", ucapnya lirih.
.
.
TBC
Author Han dan teman author, author LHR mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya bagi yang sudah mau menyempatkan diri mau membaca ff ini dan juga menulis review nya.
Author juga mengucapkan segenap permintaan maaf karena lama untuk mengupdatenya dikarenakan pada saat proses pembuatan, author Han dan LHR kehabisan ide(?)
Author Han cuma nemu ide buat ngelanjutin ff Confession Game gara2 habis liat banyak fanartnya YoonMin(?) Juga author lagi galau nih, galau gara2 tadi author baca ff tapi ffnya ga dilanjutin sama yang buat makanya bisa tiba2 nemu ide ngelanjutin part 3 #gananya
Banyak yang kepo pasti tentang kelanjutan ff nya? #plakk Tunggu saja next part nya! Maaf jika lama-lama ceritanya aneh dan ya aneh banget(?)
Author akan berusaha membuat cerita yang lebih menarik lagi, walau akhirannya agak kurang menarik.. Once again, thx for everything! Lovelovelove sarangsarang muahmuah Σ―(〃°ω°〃) →
