DESTINY

Naruto hanya milik Masashi Kishimoto-san

Banyak kekurangan dalan fict ini

OOC-Miss Typo-No bully

Terimakasih buat reviewnya

Chapter : 2

Ajang mengutarakan cinta dipagi hari sudah berlalu, semua murid sudah duduk ditempat duduknya masing-masing mendengarkan guru menerangkan pelajaran.

Seorang laki-laki berambut pirang jabrik yang tengah memperhatikan dengan seksama guru menerangkan.

"Uzumaki Naruto,coba kau kerjakan soal nomor 2" perintah sang guru pada laki-laki berambut pirang jabrik yang bernama Uzumaki Naruto.

Naruto segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kedepan kelas.

Tidak ada 1 menit,Naruto berhasil menyelesaikan soal tersebut tanpa beban. Teman-teman Naruto, hm mungkin orang-orang disana tidak menganggap Naruto sebagai teman karena tingkat sosial yang berbeda.

Mereka kaya-Naruto apa adanya. Tapi berbeda dengan Naruto,Naruto menganggap mereka semua adalah teman, bahkan keluarga.

Mereka sudah biasa melihat Naruto maju kedepan mengerjakan soal, mengingat Naruto ber-IQ lebih tinggi dari si-pemalas jenius Shikamaru.

Naruto segera mundur ketempat duduknya kembali, tempat duduk Naruto berada dipojok kelas paling belakang , ia pun hanya duduk sendiri. Karena semua orang menjauhinya.

SKIP TIME

Waktu istirahat tiba,murid-murid berhamburan keluar kelas menuju ke cafetaria sekolah, tapi tidak bagi Naruto, ia memilih atap sekolah untuk menikmati waktu istirahat.

Dengan earphone terpasang ditelinga, Naruto berbaring santai menikmati ciptaan Tuhan,kadang ia berfikir kenapa Tuhan harus menciptakan manusia kalau mereka tidak bisa menerima orang lain dengan senang hati.

Pernah sekali Naruto menyalahkan Tuhan tentang kejadian beberapa tahun yang telah merampas kebahagiaanya. Tapi Naruto sadar bahwa Tuhan akan melindunginya dalam segala hal yang menurut-Nya baik.

Karena jam istirahat akan segera habis,Naruto segera bangkit dari posisinya dan mengucapkan sebuah doa,"Tuhan, kuharap Kau menjaga mereka" ucap Naruto pelan.

Ia segera berjalan santai menuju kelasnya,perjalanan menuju kelasnya lagi-lagi terhambat karena ada lagi kerumunan yang mengelilingi sesuatu.

"Apa akan ada korban lagi"ucap Naruto dalam Hati.

"jadi Hyuuga-san, apakah kau mau menjadi kekasihku?"ucap siswa berambut coklat

,"hm, jadi kekasihmu? apa harta keluargamu bisa melebihi harta keluargaku? kalau ya aku bersedia dan kalau tidak maka jangan lagi muncul dihadapanku" ucap Hinata ketus

Siswa tadi hanya diam seribu bahasa,dia tidak mungkin bisa melebihi harta kekayaan keluarga meninggalkan kerumunan itu dan berjalan menuju kelasnya.

Kerumunan itu akhirnya bubar karena tontonan mereka sudah usai.

Sedangkan Naruto hanya melihat dari kejauhan tanpa ada rasa penasaran sedikitpun dalam prinsip Naruto sekarang ini adalah kesampingkan cinta-utamakan hidup.

Naruto kembali melanjutkan keinginannya untuk kembali kekelas,bel tanda berakhirnya istirahat akan berbunyi 5 menit lagi.

Saat Naruto sampai didalam kelasnya,pandangannya sempat teralihkan ke 3 orang perempuan yang sedang bercanda ria dengan senangnya.

Naruto hanya memandangnya sesaat lalu menuju kebangkunya.

"Hei Uzumaki, pinjamkan aku tugas matematikamu"pinta seseorang, hm lebih tepatnya suruh seseorang yang tak lain adalah idola sekolah, Hyuuga Hinata.

Tanpa banyak basa-basi, Naruto segera membuka tasnya dan mengambil buku matematika yang diminta.

Naruto hanya tak mau ada urusan dengan Hinata.

Menariknya lagi,saat Hinata mengembalikan buku milik Naruto, Hinata mencoba menjahili Naruto dengan cara mengulurkan buku kearah Naruto, saat Naruto baru akan menerima bukunya, Si Hinata menjatuhkan buku Naruto dengan sengaja.

"Maaf Uzumaki, aku sengaja" ucap Hinata dengan wajah tanpa dosa. Naruto tidak menggubris perkataan Hinata,ia membungkuk dan kembali mengambil bukunya.

SKIP TIME

Pulang sekolah, waktu yang dinanti-nanti para murid, semua berhamburan keluar kelas agar segera meninggalkan tempat membosankan itu.

Naruto berjalan santai tidak terlalu jauh dari idola sekolah, Hyuuga Hinata.

Seorang perempuan cantik melambai kearah Hinata, "Hinata, disini" teriak perempuan itu dari sisi jalan yang lain. Ya,mereka berdua sering menunggu jemputan mereka dibawah pohon yang sejuk dekat sekolah.

Hinata cepat tanggap dan segera menyebrang jalan tanpa lihat kanan dan kiri.

Terlihat mobil yang melaju kencang dari kiri, Naruto yang menyadari itu segera berlari untuk menyelamatkan Hinata, karena Naruto tidak ingin melihat temannya menderita.

Suara klakson mobil dengan cepat terdengar oleh pendengaran Hinata, dengan cepat Hinata menoleh kesumber suara dan menemukan sebuah mobil yang melaju kencang kearahnya.

Karena terlalu kaget,Hinata tak dapat menggerakkan kakinya.

Naruto berlari secepat mungkin dan... BRUUUUUKKKKKKKK

To Be Continued..?

Yo...Chapter 2 complete

Jangan berfikir kalau Hinata akan langsung...ada deh, tunggu next chapter aja biar tahu...

Maaf buat para review tak bisa mencantumkan nama kalian

Next chapter akan saya publish secepat mungkin. Saya tidak mau mau fict yang cepat tamatnya :D

Masih nunggu para review buat update

Ada yang tahu ekspresi Naruto di Image cover? bakal saya buat seperti apa ya...? tunggu sampai last chapter aja deh...Hinata gak ada mirip-miripnya sama sekali ya...Gomen

Moga reviewnya bertambah

Sampai jumpa lagi di Next Chapter

NB : Untuk beberapa chapter awal pairing NaruHina belum terlalu menonjol