- Calon Suami -

Cast : Jongin Sehun dan keluarganya [di ff ini wkwk]

Genre: humor!

Disclaimer: sorry for typo and ooc, and thanks for respect to read, comment and not plagiarism

P.s: ini GS loh... maaf ya cast-nya aku nistain semua T.T

Summary:

Diantara Baekhyun, Jongdae, dan Jongin siapa yang akan menjadi calon suami Sehun?/ "Mandilah! Kau sangat berkeringat! Setelah itu bergabunglah dengan kakakmu di taman belakang..."/ "Memangnya ada tamu bu?"/"Calon menantu ibu..."/

.

.

Prev:

"E-eh tadi aku tak pamit eomma kalau mau kesini... bye-bye kaak!" Sehun langsung pergi terburu-buru sebelum tukang rusuh itu merusuhi hidupnya lagi!

Eh-tapi sepertinya Sehun terlambat kali ini...

Dari balik tangga itu muncullah anak perjaka yang –emm— bisa dibilang tipe Sehun sih tapi ketika Sehun sadar kalu itu tukang rusuh hidupnya...

.

.

Chapter 2

.

.

Sehun memasuki rumahnya dengan langkah gontai. Apalagi wajahnya, seperti kain yang tak disetrika selama satu minggu.

"Sehun pulang!"

Sehun langsung ke dapur, memposisikan pantatnya pada kursi di ruang makan. Lalu menangkupkan wajahnya yang lesu ke meja.

"Eoh, Sehunie? Kau abis darimana? Kenapa wajah anak eomma, hmm?"

Sehun mengangkat wajahnya. Junmyeon mengelus-elus puncak kepala anak gadisnya. Terlihat nada sendu dari tatapan gadis kecilnya.

"HUH! Aku benci Jongin jeleekk!"

Sang ibu mengernyitkan dahi. 'Jadi, dia sudah ketemu dengan Jongin huh? Wah, Bagus!'

"Kau sudah ke rumah Park ahjussi huh? Sepertinya kau tak sabar bertemu dengan Jongin? Kkk~"

"Maksud eomma?"

"Hehe tidak apa-apa my baby hunniie..." kata Junmyeon sambil mencubit hidung mancung milik anaknya itu.

"EOMAAA~~~ appoyo~~"

"EOMMA! Eomma tahu high heels-ku yang warnanya babyblue tidak?"

—itu Luhan, eonni-nya Sehun yang beda satu tahun dengannya, yang hobbinya kencan —itu kata Sehun—. Luhan itu juga seorang fangirl-nya team basket sekolah Jongin. Maklum targetnya juga masuk team basket sekolahnya Jongin.

"Tidak sayang~ memangnya terakhir kau taruh dimana?" kata Junmyeon sambil teriak karena posisi mereka di lantai satu dan lantai dua.

"Didekat pintu kamar Sehun, bu...kemarin masih ada, kok... tapi sekarang tidak ada..." balas Luhan juga dengan sedikit teriak.

—oops! Sehun baru ingat! Sehun hanya nyengar-nyengir sampai Junmyeon menyadarinya. 'pasti di pakai Hunnie'

"Sayang, sepertinya high heels-mu dikamarnya hunie..." kata Junmyeon, sedangkan Sehun masih saja menampilkan cengiran-yang-pastinya-membuat-Luhan-muntah.

"YA! HUNNIE! KAU APAKAN HIGH HEELSKU?!"

"AKU HANYA MEMINJAMNYA KOK UNTUK LATIHAN DANCE COVER EONNIEE Kkkk~~"

Dan setelah itu terjadilah pengeledahan paksa oleh Luhan ke kamar adiknya. Mengacak-acakkan kamar adik kesayangannya sebagai usaha balas dendamnya. Sedangkan sang adik akan memaki-maki kakaknya yang tidak bertanggung jawab. Ya beginilah yang biasa di dengar oleh Junmyeon. Terlalu mainstream, katanya.

.

.

Suasana makan malam di keluarga Wu pada hari itupun sama seperti pada hari-hari biasanya. Hanya terdengar peraduan sendok dan garpu dengan piring. Yeah, meskipun mereka keluarga yang berisik, mereka tetap menghargai tata krama di meja makan —sebenarnya Yifan, ayah Sehun dan Luhan, tidak terlalu memikirkan itu, tetapi istrinya terlalu perfeksionis dalam menjaga tata krama—.

"Ekhm, Sehunie, Lulu... eomma dan Daddy mau bicara..." suara Junmyeon memecahkan keheningan.

Sehun mengangkat wajahnya menatap kedua orang tuanya. 'tumben eomma melanggar tata krama-nya sendiri'

"Ya?" jawab Sehun singkat.

"Emm... begini sayang... kau tahu kan keluarga kita dengan keluarga Park-ahjussi..."

"Terus-terus?" jawab kedua kaka adik itu kompak.

"Kami ingin menjodohkan salah satu dari kalian dengan putra Park ahjussi..." kedua orang tua itu pun kompak menampilkan wajah yang berbinar-binar. Sementara itu anak mereka...

"MWO? NO WAY!"

"Eomma... Daddy... aku tidak bisa! Aku bahkan baru berkencan dengan Minseok oppa! Sehun saja kalau begitu..." kata Luhan sambil menampilkan wajah memelasnya.

"HAH? ANDWAEEE!"

"Ya! Sehunie... kau kan masih jomblo... tidak apa-apa kan kalau kau yang dijodohkan... lagipula kan enak kau bisa memilih Jongin... Jongin kan keren sekarang..." bujuk Luhan.

"HAH? APA? DENGAN TUKANG RUSUH ITU? NOOOOOO!"

"Sehun... berhenti berteriak, nak... tidak enak kalau sampai terdengar tetangga..." Yifan menghela nafasnya. Sebenarnya bakat teriak yang dimiliki kedua gadisnya ini diturunkan siapa? Padahal dirinya orangnya super calm begitu. Oh, Yifan lupa! Ibu kedua anak mereka kan hobi teriak pada saat Yifan sedang menggodanya dulu di jaman mereka masih duduk di bangku kuliah. -_-

"Huwee~~~ Eomma Daddy jahat~~~ masa menjodohkan aku dengan tukang rusuh~~~~~" Sehun mendramatisir keadaan. Sampai-sampai keluar ingusnya. Padahal dia tidak menangis sama sekali. Tsk!

"E-eh k-kan eomma belum bilang kau akan dijodohkan dengan siapa... kau bebas menentukan pilihan... Ka anak Park ahjussi bukan hanya Jongin, ya kan? Jadi, eomma dan daddy akan memberikan waktu untuk Sehun agar lebih tahu secara detail calon suami Sehun nanti... Ya kan, Dad?"

Yifan hanya mengangguk. Ya pada dasarnya dia jarang berbicara.

"B-begitu? Huh! Tapi aku pastikan aku tidak memilih si Tukang rusuh itu!" kata Sehun berapi-api.

"Jangan begitu Hun... nanti kau menyesal..." Luhan menasehati.

"Huh! Tidak akan! Camkan itu!"

Yifan hanya memasang wajah datarnya sedangkan sang istri dan anak pertamanya terkikik geli melihat Sehun. Yeah kita lihat saja nanti siapa yang akan dipilih Sehun...

.

.

One message arrived!

From: Kak Jongdae

'Hai Sehun... maaf ya tadi aku sedang ada urusan jadi tak bisa menemanimu belajar...'

Sehun hanya berbinar-binar melihat pesan itu. Lalu, mengetik balasannya.

'Emm iya gapapa kak... kan juga udah diajarin kak Baekhyun kok ^^'

Send!

Tak lama kemudian pesan dari Jongdae pun tiba.

'Oh ya, besok aku akan bertemu Liyin noona, kau mau ikut tidak? Dia bisa menjadi guru vokalmu...'

Wah! Apakah ini ajakan kencan Sehun-ssi? Chukkae-yo Sehun! Ini kemajuan!

Sehun semakin merona melihat pesan dari Jongdae. Ugh! Betapa romantisnya Kak Jongdae-nya!

'Jeongmal? Wah, gomapta oppa^^'

Send!

Tuut! Tuut!

Lagi-lagi pesan dari Jongdae membuat Sehun merona.

'Okay, besok aku jemput jam sepuluh ya? sekarang tidurlah, sudah malam! Jaljjayo~'

Ugh! Sekarang Sehun ingin teriak! Tapi itu sama saja bunuh diri di hadapan eomma-nya!

.

.

To be continued...

Omake~~

"Emm... kalau begitu Sehun pamit pulang ya kak... salam buat Kyungsoo-eomma..."

"Loh, kenapa terburu-buru Sehunie?"

'Iya! Karena aku mau menghindari tukang rusuh!'

"E-eh tadi aku tak pamit eomma kalau mau kesini... bye-bye kaak!" Sehun langsung pergi terburu-buru sebelum tukang rusuh itu merusuhi hidupnya lagi!

Eh-tapi sepertinya Sehun terlambat kali ini...

Dari balik tangga itu muncullah anak perjaka yang –emm— bisa dibilang tipe Sehun sih tapi ketika Sehun sadar kalau itu tukang rusuh hidupnya...

"Heh ternyata anak Daddy ada disini?" sapa anak perjaka tadi.

"Apaan sih?! Emang kenapa?! Ga boleh?!" balas Sehun ketus.

Anak perjaka tadi memenjarakan Sehun ketembok lalu meminimalisir jarak antara mereka, membisikkan sesuatu di telinga Sehun. Ugh, ini terlalu intim!

"Boleh-boleh aja sih... Kan kamu mau nyari calon suamimu kan? Aku mau kok jadi calonmu..."

Kedua belah pipi sehun pun langsung berubah seperti kepiting rebus tanpa disuruh sang empunya.

"HIH! SIAPA JUGA YANG MAU SAMA TUKANG RUSUH KALENGAN KAYA KAMU?!"

Dengan begitu Sehun mendorong anak perjaka itu lalu pergi dari rumah Park ahjussi yang terasa bagai neraka bagi Sehun. Dari dalam rumah pun terdengar suara husky yang sedang tertawa terbahak-bahak.

Sehun menggerutu dalam hatinya.

'AWAS KAU PARK JONGIN!'

.

.

Ini tbc beneran... sumpah wkwk

Oh ya maaf ya untuk chapter ini agak garing ring malah terkesan crunchy huhuhu T^T

Satu lagi, makasih buanyak yang udah komen untuk ff ini! Salut buat kalian untuk tidak jadi siders hohoho /thumbs up/

Yang terakhir, mind to review pwease? Haruskah pake aegyo? Baiklah... iching~~~~~ ^^

Wkwkwk

Kkeut~~ zzangzzang~~

Sincerely,

130714

elnim