- Calon Suami -

Cast : Jongin Sehun dan keluarganya [di ff ini wkwk]

Genre: humor!

Disclaimer: sorry for typo and ooc, and thanks for respect to read, comment and not plagiarism :)

P.S : ini GS loh... maaf ya gua nistain cast-nya huwee~~

Summary:

Diantara Baekhyun, Jongdae, dan Jongin siapa yang akan menjadi calon suami Sehun?/ "Mandilah! Kau sangat berkeringat! Setelah itu bergabunglah dengan kakakmu di taman belakang..."/ "Memangnya ada tamu bu?"/"Calon menantu ibu..."/

.

.

Prev:

'Okay, besok aku jemput jam sepuluh ya? sekarang tidurlah, sudah malam! Jaljjayo~'

Ugh! Sekarang Sehun ingin teriak! Tapi itu sama saja bunuh diri di hadapan eomma-nya!

.

.

Chapter 3

.

.

Hari minggu yang cerah untuk keluarga Wu, terutama untuk Sehun. Kau tahu kenapa? Karena jam sepuluh nanti dia akan kencan dengan kak Jongdae! –sebenarnya bukan kencan sih, hanya Sehun yang menganggap begitu—.

Setelah di ajak ke kedai bubble tea, akhirnya mereka ke studio milik teman Jongdae. Kau belum lupa kan kalau hari ini Jongdae bertemu dengan Liyin noona-nya?

"Eoh, noona! Kau sudah menunggu lama, ya?" sapa Jongdae pada seorang wanita –yang menurut Sehun itu emm tipe istri idaman!—.

"Ah, tidak juga, Jongdae-ah..."

'Hah apa? Jongdae-ah? Aapa mereka sedekat itu?' batin Sehun.

"Emm ini pasti Sehun ya? Wah... kau memang lebih manis dari fotomu..."

'Hah? Foto?'

"E-eh, annyeong Sunbae-nim hehe..."

"Ah, panggil saja eonnie... Liyin eonnie..."

Sehun mengangguk. Sebenarnya Sehun ingin menanyakan sesuatu pada wanita itu, tapi Jongdae dengan cepat memotongnya.

"Oh, ya noona Sehun ini setengah korea setengah chinese..."

"Jinjjayo? Wah... kau bisa memanggilku jie-jie kalau kau mau... aku juga chinese kkk~"

"Ah, ne jie-jie..."

Suasana jadi hening seketika. Jongdae masih sibuk memandangi Liyin noona-nya yang masih setia menampilkan eyesmile-nya. Sehun memandangi Jongdae lalu berganti memandangi Liyin.

'Tatapan kak Jongdae ke Liyin jie-jie kenapa penuh cinta begitu?! Apa jangan-jangan... huweeee~~ eommaaa~~~'

.

.

Setelah dua jam Sehun mempelajari not-not balok itu akhirnya dia menyerah juga. Entahlah, dia terlalu jenuh dengan hal-hal yang berbau klasik, lebih baik mendengarkan pop & black soul lalu menari sesuka hati. Laa~ laa~ laa~.

Melihat dua orang sekarang yang sedang berduet menyanyikan lagu china yang entah apa judulnya Sehun tak tahu –dan tak mau tahu karena itu tak penting!—, Sehun rasa firasatnya benar. Kak jongdae-nya menyukai Liyin jie-jie! Huwee~~ eommaa~~ lalau nasibku bagaimana?! Eh! Kan masih ada kak Baekhyun! –dan juga Jongin kkk— 'heh! Coret yang terakhir!'

Setelah menjadi kacang garing diantara kak Jongdae dan Liyin jie-jie, akhirnya mereka pulang juga! Daaann... sekarang dia hanya berduadengan kak Jongdae! 'Ugh, mianhae Liyin jie-jie kak Jongdae lebih memilihku! Kkk~'

Tapi mimpi buruk datang. Tiba-tiba ponsel Jongdae berdering. Terlihat wajah khawatir di wajah Jongdae. 'Pasti itu dari Liyin jie-jie! Huh! Padahal belum juga keluar dari gedung!'

Setelah menerima panggilan tadi, sekarang Jongdae sibuk menelepon seseorang juga. 'Memangnya ada apa dengan Liyin jie-jie? Apa separah itu ya sampai-sampai kak jongdae khawatir begitu?'

"Ekhm... Sehunie, maaf ya aku tak bisa mengantarmu pulang... ada urusan mendadak... oh,ya aku sudah menghubungi Baekhyun agar menjemputmu disini... kau tunggu di lobby saja ya?"

"Ah ne... baiklah kak"

"Kau... kau tidak apa-apa kan aku tinggal?"

'Iya! Gapapa! Daripada aku jadi kacang seharian!'

"E-eh... gwaenchana oppa... aku tidak apa-apa..." Sehun tak lupa tersenyum –fake smile tentunya hahaha—.

"Yasudah, aku duluan ya Sehunie... Lain kali aku akan mentraktirmu bubble tea... daah~"

Dan dengan begitu Sehun berjalan menuju lobby gedung itu. Setidaknya dua puluh menit lagi pahlawannya akan datang. Sehunie, fighting!

.

.

Setelah setengah jam menunggu –sepuluh menit lebih lama dari yang dia perkirakan— sebuah motor sport berwarna hitam menghampiri Sehun. 'Apa ini kak Baekhyun?'

Si pengendara motor itu membuka helmnya dan taraaaa~~~ Surprisee~~~.

"Ayo naik! Kau sudah menunggu lama kan?"

Sehun tentu sja masih shock. Jelas saja! Tadi kan kak Jongdae bilang kak Baekhyun yang akan menjemputnya, nah ini?! Kenapa si tukang rusuh kalengan –yang ekhm tampak keren dengan motornya— ada disini?!

"HEH?! KENAPA KAU ADA DISINI?!"

"Aish, menjemputmu lah! Ayo naik!"

"HA? YANG BENAR SAJA! AKU TIDAK MAU!"

"Kau ini rewel sekali! Sudah untung aku mau menjemputmu! Ayo naik atau kutinggal?!"

"TINGGAL SAJA AKU TIDAK RUGI KOK!" Sehun sebenarnya ingin langsug pulang, tapi dia malu sama gengsinya.

"Aish! Kau ini masih saja bandel!"

Jongin pun turun dari motornya, lalu menghampiri Sehun yang berdiri dengan tangannya yang disilangkan di dadanya. Dan sedetik berikutnya Jongin sudah memasangkan helm yang ia bawa ke kepala Sehun lalu menarik paksa gadis itu menaiki motornya. Dan selama itu Sehun merasa tubuhnya tak sepaham lagi dengan otaknya.

"Pegangan yang erat! Aku akan ngebut!"

"HAH? APA?"

Sedetik itu pula motor itu melaju dengan kecepatan tinggi. Reflek atau tidak, Sehun langsung memperat pelukannya di perut jongin. Jongin pun hanya menyeringai licik.

.

.

Setelah menjelajahi jalanan kota Seoul, tibalah mereka di depan rumah Sehun.

"Sudah sampai. Sana turun!" perintah Jongin.

Tidak ada pergerakan dari Sehun. Tangannya pun masih memeluk perut Jongin.

"Sehun... sudah sampai... kau tidak mau masuk?"

Sehun masih saja tidak bergeming.

"Sehun... S-sehun... kau tidur?"

Jongin pun melirik ke belakang. Benar saja daritadi Sehun tak mau melepaskan pelukannya.

"Sehun... ireona... ini sudah sampai Sehun..."

Ah, nampaknya takkan berhasil membangunkan Sehun. Sehun itu klau tidur memang tak tahu tempat. Membangunkannya sama saja kau membangunkan singa, kau tahu?

.

.

Sinar matahari terlalu terik pagi ini sehingga membangunkan putri tidur kita. Sehun menguap. Meregangkan tubuhnya. Ah, dia baru sadar kalau tak ganti baju sejak kemarin kkk~

Sehun pun keluar dari kamarnya, menuju dapur.

"Pagi semuaa" kata Sehun. Dia mengecup pipi sang eomma, Daddy, dan kakak tercintanya satu per satu.

"Ciee... yang abis digendong pangerannya..." cibir Luhan.

"Ha? Maksudnya eonnie?" dengan santainya Sehun mencomot roti panggang di meja.

"Kkkk~~ kau memalukan Sehunie... masa kamu tidur dan harus digendong sih? Kkk~" kini giliran sang ibu menggoda. 'Memangnya kemarin dia kenapa? Sampai-sampai pagi yang cerah ini ternodai dengan godaan mereka...'

"Duh, aku juga mau dong digendong ala bridle kaya gituuu..." kata Luhan sambil memampangkan aegyo-nya.

"Iya kalian sangat serasi sekali kkk~" kata Junmyeon, sang ibu yang seperti mendapatkan sale 90% barang kesukaannya.

'Sebentar... sebentar... kemarin kan dia pergi dengan kak Jongdae... terus kak jongdae ada urusan mendadak jadi tak bisa mengantar Sehun pulang. Terus kak Jongdae minta kak baekhyun untuk menjemput Sehun kan tapi yang datang malah si tukang rusuh kalengan itu kan? Terus... E-eh apa? Tukang rusuh kalengan itu?! TUKANG RUSUH KALENGAN ITU?! Jangan-jangan...'

.

.

To be continued...

Omake~~

Setelah menjelajahi jalanan kota Seoul, tibalah mereka di depan rumah Sehun.

"Sudah sampai. Sana turun!" perintah Jongin.

Tidak ada pergerakan dari Sehun. Tangannya pun masih memeluk perut Jongin.

"Sehun... sudah sampai... kau tidak mau masuk?"

Sehun masih saja tidak bergeming.

"Sehun... S-sehun... kau tidur?"

Jongin pun melirik ke belakang. Benar saja daritadi Sehun tak mau melepaskan pelukannya.

"Sehun... ireona... ini sudah sampai Sehun..."

Ah, nampaknya takkan berhasil membangunkan Sehun. Akhirnya jongin memutuskan mengendong Sehun untuk masuk ke rumahnya. Ketika pintu rumah Sehun terbuka, Jongin dihadiahi pemandangan tiga orang yang tidak bisa dijelaskan ekspresinya. Setengah girang setengah kaget juga sih.

"Ah, mianhamnida. Kamar Sehun?" kata Jongin denngan nada kikuk.

"Ah ya, di lantai dua pintu kamarnya warna pink..." jawab Junmyeon.

"Maaf ya, nak Jongin. Sehun merepotkanmu..." kini Yifan menyampaikan rasa bersalahnya karena anak bungsunya merepotkan orang.

"Ah ne, gwaenchana Ahjussi... ini masalah kecil..."

Jongin langsung menaruh Sehun pada ranjang kecilnya. Dia tersenyum sekilas melihat Sehun masih saja terlelap.

'Jaljjayo putri tidur~ mimpi indah~'

.

.

Hahahaha akhirnya chapter 3 selesai hohoho update kilat lagi kkk~~ mumpung tanggal bagus wkwk

Makasih ya yang masih setia baca dan komen ff gilak ini /sobs/ /bow/

Oh,ya ini chapter ini kaihun momentnya cukup kah? Kkk~ satu lagi! Enaknya ini dikasih konflik apa ya? biar sehun menderita :"D wkwk jangan lupa komen ya ya~~~

Yang terakhir, mind to review pwease

Kkeut~~ zzangzzang~~

Sincerely,

140714

elnim