- Calon Suami -

Cast : Jongin Sehun dan keluarganya [di ff ini wkwk]

Genre: humor!

Disclaimer: sorry for typo and ooc, and thanks for respect to read, comment and not plagiarism

Summary:

Diantara Baekhyun, Jongdae, dan Jongin siapa yang akan menjadi calon suami Sehun?/ "Mandilah! Kau sangat berkeringat! Setelah itu bergabunglah dengan kakakmu di taman belakang..."/ "Memangnya ada tamu bu?"/"Calon menantu ibu..."/

.

.

Prev:

'Sebentar... sebentar... kemarin kan dia pergi dengan kak Jongdae... terus kak jongdae ada urusan mendadak jadi tak bisa mengantar Sehun pulang. Terus kak Jongdae minta kak baekhyun untuk menjemput Sehun kan tapi yang datang malah si tukang rusuh kalengan itu kan? Terus... E-eh apa? Tukang rusuh kalengan itu?! TUKANG RUSUH KALENGAN ITU?! Jangan-jangan...'

.

.

Chapter 4

.

.

"HEI... POKOKNYA NANTI MALAM KALIAN HARUS DATANG BERPASANGAN YA?! AKU TIDAK MAU MENERIMA PROTES!" kata Soojung dengan berkacak pinggang.

Persetan dengan ulang tahun Soojung! Sehun tidak akan datang. 'Kenapa harus bawa pasangan sih?! Mereka mau menyindirku ya karena masih jomblo?! Huh!'

"Kenapa harus bawa pasangan sih, Jungsy? Kasian kan yang masih jomblo –termasuk Sehun kkk—?" kata Sulli. Sebenarnya mungkin Sulli kasian pada Sehun dan yang lainnya, tetapi kalimat itu terlalu menyakitkan bagi Sehun.

"Iya, soalnya dipestaku nanti akan ada lomba dansa... makanya kalian harus datang berpasangan... sayang sekali lho ada hadiahnya..."

"Memang apa hadiahnya? Kalau foto dengan dirimu aku mau hahaha..." timbal Moonkyu.

"YA! KAU INI! Enggak dong sorry ya wajahku tidak diperjualkan! Hadiahnya itu tiket VIP konsernya G-Dragon..."

'HAH?! APA?! TIKET KONSER G-DRAGON SECARA CUMA-CUMA?! GOD BLESS YOU JUNGSY-AH!'

Dan detik itu juga Sehun berjanji harus mendapatkan tiket itu bagaimanapun caranya.

.

.

Dirumah, Sehun kebingungan sendiri. Dia harus meminta tolong ke siapa. Dia memikirkan beberapa nama yang bisa diajak ke pestanya Soojung nanti malam. Ugh! Sepertinya akan sedikit sulit bagi Sehun mengingat dia tidak pernah punya teman dekat laki-laki –kecuali Jongin sih—.

Mulai dari teman sekelas hingga teman club dance-nya dia hubungi. Tetapi tidak ada satupun yang bisa. Dari yang beralasan sudah punya pasangan sampai belajar kelompok. Duh, ya masa Sehun harus merelakan tiket VIP cuma-Cuma itu sih?! Kan sayang~~ padahal Sehun sudah lama mengidamkan tiket itu huhuhu. Ah! Apa dia mengajak Daddy-nya saja? Yang penting kan pasangan! Okay, anggap saja Sehun sudah gila sekarang.

Luhan yang sedari tadi melihat sang adik sibuk mondar-mandir pun akhirnya curiga.

"Ya Sehunie apa kepalamu tak pusing dari tadi cuman mondar-mandir begitu?"

Sehun kaget dengan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba. Untung saja dia bukan penderita serangan jantung, huft. Melihat Luhan dipintu kamarnya muncullah ide dibenak Sehun.

"Eonnie~~ eonnie sayang kan sama Sehun?"

Luhan tentu saja mengangguk. Sehun pun mengutarakan niatnya untuk meminta tolong pada Luhan. Tetapi...

"MWO?! ANDWAE! ANDWAE! MEMANGNYA KAU PIKIR MINSEOK OPPA ITU BARANG APA SEENAKNYA KAU PINJAM-PINJAM?! NOOO!"

"Eonnie~~ sekali ini saja ya ya?"

"sekali enggak ya enggak Sehunie... lagipula Minseok oppa sedang sibuk dengan ujian... mana mungkin aku menganggunya?"

"Yah~~ Eonniee~~ tapi itu tiket VIP eonniee~~ Cuma-Cuma lagi..." Sehun merajuk.

Luhan berpikir. Sejenak suasana jadi hening. Sehun hanya diam semoga Luhan menemukan solusi untuknya. Dan benar saja, Luhan sepertinya punya solusi bagus untuknya.

"Sehunie... kau kan punya calon-calon suami... kenapa tidak minta tolong mereka saja?"

"AH! Iya juga! Eonnie~~ kau yang terbaik!" pekik Sehun riang. Setidaknya dia masih ada harapan untuk mendapatkan tiket berharga itu!

.

.

Disinilah Sehun berakhir. Di ruang tamu keluarga Park-ahjussi. Ditemani oleh kak Baekhyun-nya.

"Jadi, kak Baekhyun tidak bisa menemaniku ya? yah sayang sekali..." Sehun memasang wajah memelasnya.

"Iya Sehun... maaf ya aku tidak bisa membantu... Jongdae juga masih latihan sampai nanti malam..."

"Enggak apa-apa kak mungkin belum saatnya aku mendapatkan tiket itu..." kata Sehun putus asa.

"Eh tapi Jongin dia di rumah deh mungkin dia bisa menemanimu..."

'E-eh apa? Tukang rusuh kalengan itu?! Oh my...'

"Oy~ Jongin... nanti malam kau tak ada acara kan?"

"Tidak ada hyung memangnya kenapa?" Jongin menyahuti kakaknya dari ruang tengah. Maklum, selain keluarga Wu yang suka teriak-teriak, keluarga Park juga melakukannya. -_-

"Kau bisa menemani Sehun di pesta ulang tahun temannya... bisa tidak?"

Hening. Sekarang kita lihat betapa cemas dan khawatirnya Sehun menuggu jawaban Jongin.

'jangan... Jongin jangan please jawab tidak usah...Mending gausah daripada sama kamu please'

"Nanti malam ya? Okay baiklah... nanti aku jemput jam tujuh..."

Sehun tidak percaya. 'Katakan itu bukan suara jongin?! Katakan!' tapi sayang sekali, Sehun. Itu memang suara si tukang rusuh kalengan.

Okay, Sehun... say goodbye untuk harga dirimu. Setelah ini Sehun sepertinya butuh operasi plastik hahahahaha.

.

.

Dengan bantuan –sepenuhnya— Luhan dan ibunya, akhirnya Sehun tampil beda malam ini. Sebenarnya sehun ingin tampil biasa saja –takut Jongin terpesona katanya— tetapi ibu dan kakaknya memaksa mendadani-nya habis-habisan.

"SEHUN... PPALII PPALLI JONGIN SUDAH DATANG..." teriak Luhan dari lantai dasar.

Sehun menata hatinya dan juga mental untuk bertemu Jongin. Huh! Kenapa sih dia harus mengalami nasib sesial ini? Apa salah sehun Tuhan?

Dengan pelan-pelan Sehun menuruni tangga. Dan ketika di depan pintu, dia melihat Jongin di teras rumahnya. Dia berjalan menunduk, belum berani menatap si tukang rusuh kalengan itu.

"Nak Jongin, Eommonim titip Sehun ya..." kata Junmyeon sambil berseri-seri.

"Iya, tentu saja Eommonim..."

"Ciee calon suami yang baik..." Luhan menimpali, Sehun men-deathglare Luhan. Sedang yang di sebut calon suami hanya menggaruk tengkuknya. Dan detik berikutnya, mereka –Sehun dan pangeran kalengan-nya— pun melesat dengan motor sportnya Jongin.

.

.

Sehun masih menunduk manis. Sedaritadi dia tidak banyak bicara. Sampai-sampai Jongin merasa dia berbicaradengan patung!

Setiba di tempat pesta, Sehun menuju Jungsy –krystal— dan teman-temannya dengan Jongin yang mengekor di belakangnya.

"Jungsy-ah, saeng il chukkae..." kata Sehun pelan.

"Ah, Gomawo Sehunie... aku kira kau takkan datang kkk~~"

Sehun mempoutkan bibirnya.

"Hahaha aku bercanda bayi besar... whoaa~~ siapa yang dibelakangmu? Pacarmu?"

Sehun segera menggeleng kasar, tetapi Jongin terlanjur buka suara.

"Aku Park Jongin. Calon suami Sehun."

Teman-teman Sehun langsung bersorakmenyelamati Sehun –sepertinya bayi besar sudah dewasa kkk~—. Dan jangan lupakan Sehun dengan jawdrop-nya, speechless dengan kata-kata Jongin barusan. 'Duh, pasti besok akan beredar gosip tak benar! AWAS KAU JONGIN KALENGAN!'

Krystal menyuruh Sehun dan Jongin untuk menikmati pestanya karena dia harus menyapa teman-temannya yang lain. Sekarang tinggallah mereka berdua. Sehun ingin marah pada Jongin, tapi ini bukanlah waktu yang tepat.

"Ya... Wu Sehun... kau sakit? Kau tak banyak bicara malam ini..."

Sehun hanya ber-eyesrolling. Ini semua gegara anak kalengan disampingnya! Andai saja dia bisa marah.

"Aku tahu aku tampan... jangan memandangiku begitu..."

Sehun tersedak ludahnya. Anak ini memang! Sehun sudah tidak bisa menahan amarahnya.

"YA! KAU PIKIR KAU INI SIAPA SEENAKNYA MENGATAKAN CALON SUAMIKU HUH?!"

"Haha jadi Sehun kita sudah balik huh? Lebih baik begini... ini seperti Sehun yang ku kenal..."

"Arrgh! Sialan kau Park-kalengan-Jongin!"

"Hahaha... sudahlah ngapain marah-marah? Kau harusnya bersiap-siap..."

"Siap-siap untuk apa?" Sehun cengo kali ini.

"Pengumuman-pengumuman... lomba dansa-nya akan dimulai sebentar lagi... Jadi, untuk masing-masing couple diharapkan untuk bersiap-siap di lantai dansa... Semoga beruntung!"

Sehun meneguk ludahnya sekali lagi. Duh, kenapa dia jadi deg-deg-an begini ya Tuhan?! Apa yang hrus dia lakukan?! Ini tak pernah dibayangkan di otaknya menari dansa dengan Jongin si tukang rusuh kalengan itu demi sebuah tiket VIP konser G-Dragon! Dan detik berikutnya Jongin sudah menggiringnya ke lantai dansa.

"Kau datang untuk ini, kan? Mari kita buat mereka tercengang dan menangkan tiket itu..."

.

.

-To be continued-

.

.

Duh, akhirnya kelar juga chapter 4 nya huhuhu maaf ya scene-scene nya kurang humor karena gua hari ini lagi nyesek dua kali gegara drama sama ff T.T padahal tadinya alurnya enggak gini tapi udah mtbd duluan T.T

Terimakasih yang masih mau review ya /flying kiss/ h3h3

Gua sengaja nge-cut ceritanya segini aja biar greget :"D

Jadi, tunggu chapter depan ya...

Sekian terima kasih dan yang terakhir Mind to review please? :"D

Kkeut~~ zzangzzang~~

Sincerely,

170714

elnim