- Calon Suami -


Cast : Jongin Sehun dan keluarganya [di ff ini wkwk]

Genre: humor!

Disclaimer: sorry for typo and ooc, and thanks for respect to read, comment and not plagiarism

Summary:

Diantara Baekhyun, Jongdae, dan Jongin siapa yang akan menjadi calon suami Sehun?/ "Mandilah! Kau sangat berkeringat! Setelah itu bergabunglah dengan kakakmu di taman belakang..."/ "Memangnya ada tamu bu?"/"Calon menantu ibu..."/


.

.

Prev:

"Pengumuman-pengumuman... lomba dansa-nya akan dimulai sebentar lagi... Jadi, untuk masing-masing couple diharapkan untuk bersiap-siap di lantai dansa... Semoga beruntung!"

Sehun meneguk ludahnya sekali lagi. Duh, kenapa dia jadi deg-deg-an begini ya Tuhan?! Apa yang hrus dia lakukan?! Ini tak pernah dibayangkan di otaknya menari dansa dengan Jongin si tukang rusuh kalengan itu demi sebuah tiket VIP konser G-Dragon! Dan detik berikutnya Jongin sudah menggiringnya ke lantai dansa.

"Kau datang untuk ini, kan? Mari kita buat mereka tercengang dan menangkan tiket itu..."


.

Chapter 5

.

Happy reading gaes!

.

.

Kesaaaal! Sehun kesal bukan main! Kenapa?! Karena ya tentu saja tiket-GD-gratisan itu kini tak berada ditangannya. Ugh! Pasti ini takkan terjadi kalau saja... kalau saja malam itu...

.

.

Setelah pengumuman dari Jungsy –aka Krystal— tentang lomba dansa itu, mereka masing-masing couple –termasuk Jongin Sehun— langsung menempatkan pada lantai dansa yang telah disediakan. Musik pun dihidupkan. Sebuah instrumental yang terkenal dari musician jepang, Yiruma –River flows in you— perlahan masuk ke gendang telinga Sehun. Yeah, Sehun pikir akan mudah karena Sehun dan Jongin adalah anak klub dance. Benar-benar kesempatan diambang mata. Semua benar baik-baik saja –berjalan sangat baik malah karena keduanya menjiwai lagunya juga— sebelum mimpi buruk itu datang...

Benar-benar buruk bagi Sehun...

Dengan tak eloknya, heels sepatunya –sebelah kanan— patah dengan tiba-tiba dan dia pun keserempet gaunnya sendiri –akhirnya— sehingga hal yang terduga pun terjadi. Dia hampir saja jatuh ke belakang. Iya, hampir! Karena dengan cekatan Jongin menarik tangan Sehun agar tak jatuh hingga terbentuklah sebuah pelukan tak sengaja. Sampai saat ini sih mereka fine-fine saja. Tapi ya, pada dasarnya motorik Sehun terlalu sensitif untuk merespon, niatnya mau pelukan pada Jongin, eh malah Jongin kehilangan keseimbangan. Dan hal itu mengakibatkan kesalahan fatal. Mereka berdua jatuh dengan Jongin yang di bawah, menyenggol waitress yang sedang membawa minuman, minuman itu mengenai salah seorang gadis yang sedang menonton, dan... o-oh! Secara reflek dia mengibaskan tangannya dan menyenggol kue tart ultahnya Jungsy! Wu. Sehun. Mati. Kau!

.

Mianhae Jungsy-ssi, pestamu jadi berantakan gara-gara gadis bernama Wu Sehun!

.


Selepas pesta itu Sehun menangis terus dalam kamar. Tak mau keluar. Tak mau makan. Dan bla bla bla yang lain. Oh ayolah Sehun! Bahkan Jungsy pun tak marah padamu! Kenapa masih saja menangis sepanjang hari dan membuat Jongin khawatir setengah mati?!

"Sehunniee... Keluar sayaangg..." bujuk sang Daddy.

"Sehunnieee... makan yuk nak..." bujuk sang Ibu.

"HUNN! Ada GD di tivi nih!" teriak Luhan dan itu membuat tangisan Sehun makin menjadi.

"HUWEEEE~~~~~"

Yeah semua bujukan dari orang tua maupun kakaknya tak membuahkan hasil. Oh, ayolah Sehun! Jungsy sudah memaafkanmu kan?! Bahkan dia menanyakan keadaanmu baiik-baik saja kan?!

"Huks— huks— tiket gratisnya huks— huks—"

Oh. Ternyata uri Sehun tak pernah berubah ya. Ku kira dia sangat terpukul atas kekacauan yang dia buat di esta ultah Jungsy tempo hari. -_-


Sudah seharian ini Sehun tak keluar kamar. Tapi karena kekeringan –di kerongkonannya— melanda, akhirnya Sehun pergi ke dapur. Kenapa rumah sepi begini?!

Beberapa menit kemudian, pintu depan rumahnya pun terbuka. Oh, itu Ibunya dan Luhan.

"Oh, Sehunie? Kau sudah bangun, nak?"

Sehun mengangguk lesu.

"Eomma sama Lulu eonnie darimana?" kini Sehun bersuara.

"Mengantarkan Jongin ke asrama-nya bersama keluarga Park. Hari ini kan jadwal Jongin kembali ke asrama, sayang..."

HAH?! APA?!

"Oh baguslah si tukang kalengan sudah balik ke habitatnya!" kata Sehun setengah emosi.

"HUSH! Tidak boleh begitu, sayang! Kau tahu? Dari kemarin dia sangat khawatir denganmu! Dan tadi dia menanyakanmu terus 'apa Sehun baik-baik saja' begitu..." kata sang Ibu. Yeah, penegak norma sopan santun nomor satu di keluarga Wu.

Sehun hanya mencibir. Jadi anaknya eomma disini aku apa Jongin sih?!

"Kau pasti menyesal kalau melewatkan yang satu ini..." kata Luhan sambil membawa amplop putih sedang.

Kedua alis Sehun berkerut. "Apa ini?"

"Titipan dari Jongin... Tapi, kau harus berjanji dulu tidak menyobek amplop ini sebelum melihat isinya..."

"IYA! IYA! SINI BERIKAN PADAKU!"

'Isinya apan sih? Kekanak-kanakan sekali pakai titp-titipan segala?!'


Setelah mendapatkan amplop itu, Sehun pun pergi ke kamarnya. Setiba dikasur empuknya, Sehun menyamankan dirinya di atas bantal-bantalnya. Membuka amplop putih itu pelan. Menemukan sebuah surat –mungkin?— dan juga sebuah... tiket?

HAH? WHUT?! I-INI KAN TIKET GD?! AAARGGHHH!

Mata Sehun berbinar-binar melihat tiket itu. Memeluknya erat-erat seakan tak mau hilang dari pandangannya sedetik pun. Lalu, Sehun teringat pada kertas yang mungkin berupa surat dari Jongin, surat minta maaf misalnya? Aih, Jongin~~

.


Dear Sehun manusia albino tercerewet abad ini,

Sehun mengkerutkan bibirnya tak suka. Jongin mungkin tak sebaik yang dia kira.

Kalau kau sedang membaca surat ini, berarti kau sudah tau isinya dong?!

Sehun jengah. Apa Jongin hanya ingin mempermainkannya?

Hehe. Kau suka tidak isinya? Pasti kujamin kau akan berterima kasih padaku.

Cih! Terlalu percaya diri banget sih orang ini?! Tapi, terima kasih ya, anyway.

Sorry, gara-gara 'tukang kalengan'mu ini kau tak mendapatkan tiket gratisan itu.

Heh! Baru sadar kau tukang kalengan?! Sehun terkikik pelan.

Tapi sekarang kau mendapatkannya kan? Seharusnya kau senang!

Iya iya senang! Puas? Sehun terkikik lagi.

Gara-gara kamu, aku tidak jadi beli jersey Chelsea yang baru nih!

Hek! Apa-apan orang ini?! Jadi dia tidak ikhlas nih? pikir Sehun.

Tapi tidak apa-apa kalau kau senang kan?

Sehun terhenyak kali ini.

Oh ya, hari ini aku kembali ke asrama. Kau senang kan akhirnya tidak ada yang mengganggumu lagi? Haha aku jamin kau pasti sedang guling-guling tertawa di kasurmu! Yeah, ini bagaikan mendapatkan jackpot bagimu kan? Haha.

TIDAK! –eh— Benar kata Jongin. Seharusnya Sehun senang sekarang. Tapi, entah kenapa hatinya hampa. Ada getaran aneh di dalamnya seakan tak rela Jongin berkata begitu.

Aku harap suatu saat nanti kita bertemu lagi, kau sudah tak marah pada tukang kalenganmu ini. Oh ya, selamat memilih calon suami ya, kakak ipar! Hahaha kau tak mungkin memilihku kan? Hahaha.

P.S : Oh ya, Baek-hyung itu playboy! Jongdae-hyung kuper! Tapi mereka baik kok! Good luck princess!

Calon adik iparmu yang tampan,

Park Jongin


Sekian surat dari Jongin. Hati Sehun mencelos. Kenapa Jongin berkata seperti begitu? Tidak begini saja? Apa Jongin tidak menyukainya? Sehun bodoh! Mana mungkin Jongin suka dengan gadis sepertinya?! Bahkan Jongin menyebutnya manusia albino tercerewet abad ini tadi.

Satu air mata perlahan menetes dari mata Sehun. Dengan erat dia memeluk surat itu.

'J-Jongin...'

.

.


-To be continued-

.

.

A/N:

Duh, akhirnya kelar juga chapter 5 nya huhuhu maaf late-update ya hohoho maaf juga ya scene-scene nya tidak ada humornya sama sekali hoho dan malah nge-angst begini huweeee maafkan saya ya, readers-nim T.T

Duh ini karena backsong waktu nulis lagu 'back seat' sih #ngeles

Thanks ya yang masih setia sama ff ini #bow

Untuk yang minta sequel 'Big Fans' masih dipikirin alurnya. Mau Jongin pas wamil apa pas Jongin selesai wamil?

O to kay habis ini gimana kehidupan Jongin sama Sehun ya? hmmm... stay turn ya! #soksokan -_-

So, mind R/R? Keung~~ keung~~ Bungbungie~~ /?

Aug,7th 2014

Sincerely,

Elnim