- Calon Suami -

Cast : Jongin Sehun dan keluarganya

Genre: humor, GS!for uke

Disclaimer: sorry for typo and ooc, and thanks for respect to read, comment and not plagiarism :)

Summary:

Diantara Baekhyun, Jongdae, dan Jongin siapa yang akan menjadi calon suami Sehun?/ "Mandilah! Kau sangat berkeringat! Setelah itu bergabunglah dengan kakakmu di taman belakang..."/ "Memangnya ada tamu bu?"/"Calon menantu ibu..."/

Prev:

Jongin melepaskan Sehun dari pelukannya.

"Mereka sudah pergi..."

"..."

"Hun? Sehun? Wu Sehun?" —chapter 7

Chapter 8

.

.

Pagi yang cerah di langit Seoul hari ini. Matahari bersinar dengan terik serta awan-awan yang berkejaran diangkasa. Suara-suara kicauan burung gereja semakin menambah kecerahan di pagi hari. Selambu-selambu putih tak menghalangi sinar matahari menembus sebuah kamar. Ya, sebuah kamar yang terdekorasi serba pink ini. Oh, jangan lupa seorang gadis yang tengah tidur pulas ditengah ranjang dengan posisi yang … ew, sangat tidak harus dijelaskan.

"—hun?! Sehun?! Wu Sehun!"

Sayup-sayup suara terdengar dari luar ruangan.

Kriet.

"SEHUN! YA AMPUN! KENAPA KAU BELUM BANGUN HEH?!"

"…" masih diam.

"SEHUN?! YA! WU SEHUN!"

"…." Masih diam part 2.

"YA! WU SEHUN! BANGUN! BANGUN!"

"Kak Luhan! Jangan berisik! Kau mengganggu tidur suciku saja!"

"HEH? Kau sudah gila? Hari ini kau akan menikah, baka!"

"Yayaya aku akan men…. EH?! APA? AKU AKAN MENIKAH?!"

Luhan menganggukkan kepalanya.

"APA? INI TANGGAL BERAPA?!"

"E-em 22"

"22?! Tapi ini masih bulan mei!"

"L-lalu kenapa?!"

"Bukannya masih bulan depan? Aku kan menikah bulan juni!"

"Kamu lupa kali! Sekarang jadwal kamu menikah Sehuun!"

"HEH? Mana bisa begitu?! Kan…kan diundangannya…. N-nanti tamunya…. Gedung resepsinya…?"

"POKOKNYA KAMU MENIKAH SEKARANG. TITIK."

"….."

"Sekarang kamu mandi nanti makeup artist akan datang lima belas menit lagi… jadi lebih baik kamu siap-siap dulu, okay adikku sayang?"

Luhan mengusap pelan pipi adiknya, Sehun. Lalu memilih berlalu begitu saja setelah meletakkan sebuah gaun putih off shoulder –yang sangat kaya akan detail bordir dan lace, serta dilengkapi veil super panjang dan lebar— di ranjang Sehun. Sebuah gaun pengantin rupanya.

Jadi, aku benar akan menikah ya hari ini?

Sigh.

Sehun pun bergegas ke kamar mandi. Ada sesuatu yang mengganjal. Ah, bukan sesuatu lebih tepatnya seseorang.

.

.

Beberapa makeup artist telah bekerja pada wajah Sehun. Sentuhan terakhir, blush on dipoleskan ke pipi gadis pale itu. Sempurna. Sehun telah bertransformasi bak seorang putri dongeng.

Pintu dari ruangan tersebut terbuka, menampilkan sosok yang dipanggil mommy oleh Sehun, Junmyeon, dan tak ketinggalan kakak kesayangan Sang Putri, Luhan.

"Wah, kau cantik sekali Sehun…. Aku jadi iri kenapa kau yang menikahkan duluan!" kata Luhan.

"Lalu kenapa bukan kakak saja yang menikah? Gantikan saja diriku"

"Hush! Sehun kau tidak boleh begitu! Jangan kecewakan Dad and Mom, Sayang…." Kali ini Junmyeon yang merajuk.

"Tidak kok mom… Sehun hanya bercanda… Kak Luhan sih yang mulai"

"Heh?! Kenapa aku yang disalahkan?! Awas saja aku akan mendesak Minseok untuk menikah denganku!"

"Memangnya kak Minseok mau sama kakak? Cantikkan juga aku wlee"

"Sini kau adik kurang ajar!"

Dan sebelum Luhan menghancurkan tatanan rambut Sehun, maka Junmyeon melerai mereka berdua.

"Sudah-sudah! Kalian ini! Ini hari yang istimewa, kalian jangan membuat kepala mommy pusing…"

"—siapa yang duluan menikah itu bukan masalah. Yang penting kalian bahagia, itu yang penting bagi mommy dan dad. Salah satu dari kalian akan menikah hari ini. Itu tandanya akan ada yang mengambil kalian dari kami."

"—Putri-putri mom sudah besar ternyata. Rasanya baru kemarin kalian mommy antar ke playgroup. Baru kemarin mommy membuatkan bento untuk makan siang kalan di sekolah. Baru kemarin rasanya kalian minta kelon sama mommy. Baru kemarin juga rasanya kalian mendapatkan haid pertama kalian…. Tapi sekarang salah satu putri mommy akan menikah…."

Junmyeon mengelus puncak kepala kedua putrinya itu sayang.

"Mommy…." Lirih Sehun dan Luhan bersamaan.

"—nanti kalau kalian sudah tinggal bersama suami kalian, jangan lupakan mom dan dad, ya. Jangan segan-segan ke rumah. Buatkan mom dan dad cucu-cucu yang lucu okay? Pokoknya jangan lupakan keluarga kita okay?"

Junmyeon menitikkan air matanya. Kedua tangannya tidak berhenti mengusap kepala putri-putri kesayangannya itu.

"Sehun sayang mommy!"

"Luhan juga sayang mommy!"

Mereka pun berpelukan seperti teletubbies. Like Mom, Like Daughters.

.

.

Sehun menaiki mobil pengantin dengan didampingi oleh Daddy-nya, Yifan. Sementara Luhan dan Mommynya di mobil lain. Suasana hening menyelimuti anak dan ayah itu. Bahkan Sehun hamper menjatuhkan bucket bunganya ketika Yifan mengeluarkan suaranya.

"Sehun…."

"Ya dad?"

"Sehun tahu kan daddy sayang sama Sehun?"

"Hm…." Sehun mengangguk kecil.

"Tidak mau memeluk daddy untuk terakhir kalinya kamu berstatus gadis, nak?"

"Apasih daddy… Sehun kan malu.."

Meski begitu, kedua orang ini akhirnya saling berpelukan. Erat sekali. Sehun terlihat nyaman di perpotongan leher dan bahu ayahnya.

"Sehun anak daddy, sebentar lagi kau akan menjadi milik orang lain… tapi dad masih bolehkan memanggil kamu putri kecil daddy?"

"Daddy jangan bicara seperti itu… biar bagaimanapun Sehunie akan tetap menjadi anak mom dan dad… tidak ada yang berubah…"

"Dad bisa pegang janjimu?"

"Hm…" Sehun mengangguk kecil. lalu mengeratkan pelukannya pada ayahnya.

"Sehun sayang daddy…"

"Dad lebih sayang Sehunie"

"Ekhm… maaf menganggu tuan, sudah sampai di gedung pernikahannya…"

Pelukan mereka terinterupsi oleh suara supir yang mengantarkan mereka. Yifan menengok kesebuah gedung megah di pinggir jalan. Ah, sudah sampai ternyata. Yifan mengulurkan tanganya kepada Sehun.

"Putri kecil, sudah siap menemui pangeranmu?"

Sehun pun tersenyum kecil kepada ayahnya. Mengangguk tanda setuju. Tak lupa menyambut uluran tangan Yifan dan melangkah keluar mobil.

.

.

.

Sehun kini di ruang tunggu mempelai wanita. Daritadi dia tidak sendirian. Tadi juga mommy dan mertua soon-to-be nya, Kyungsoo, sempat menjenguknya. Memberikan wejangan sebelum menikah katanya. Banyak teman-temannya, seperti Sulli, Soojung, Seulgi, Seungwan, Suzy menjenguknya. Mereka menyalami Sehun satu per satu. Memang hanya baru Sehun lah yang akan melepas masa lajangnya diantara geng mereka. Mereka juga memberikan kado pernikahan untuk Sehun. Seperti biasa, jika para gadis bertemu pasti ada aja yang digosipkan. Mulai anjing Sulli yang akan melahirkan, Mantan pacar Soojung yang ternyata psikopat dan pacar-soon-to-be Seulgi yang ternyata kakak Suzy. Sehun hanya melempar senyum menanggapi forum girls talk dadakan geng mereka. Bahkan di detik-detik terakhir dia melepas masa lajangnya masih saja memikirkan orang itu.

Sigh.

Beberapa menit kemudian setelah teman-temannya pamit pergi menuju aula pernikahannya, orang itu datang. Bukan, bukan dia. Tetapi kekasihnya, Lee Taemin.

"Selamat ya, Sehun. akhirnya kau jadi menikah juga…."

"Terima kasih Taemin sudah mau datang ke pernikahanku…." Jawab Sehun. tetapi mata tidak bisa berbohong. Dia mencari seseorang. Kekasih orang ini. Musuh bebuyutannya. Orang yang selama ini dicintai diam-diam oleh Sehun.

"Kau….. sedang mencari siapa? Jongin?"

"Ah… t-tidak… mana mungkin aku mencari musuh bebuyutanku itu…."

Taemin tersenyum kecil melihat Sehun salah tingkah begini.

"Jongin pasti sedang di ruang mempelai pria bersama kakak-kakaknya…."

Mendengar kata-kata Taemin membuat Sehun menundukkan kepalanya dalam.

Jadi dia tidak ingin menemuiku, ya? Apakah janji semalam hanya omongan belaka?

"Yasudah, ya Sehun. aku ingin menemui Jongin dulu, sambil menyalami sang mempelai pria."

"A-ah iya… terima kasih Taemin"

.

.

.

Sepuluh menit lagi huft.

Apakah dia akan menemuiku?

Sepertinya tidak

Tetapi, untuk apa dia janji denganku malam itu?

"Sehun, aku mencintaimu sungguh! Aku akan lakukan apapun itu meski harus mengecewakan keluarga kita…"

"Aku juga mencintaimu Jongin… t-tapi bagaimana dengan persiapan pernikahanku? Kau kira gampang membatalkan itu semua?! D-dan bagimana perasaan mom, dad, dan juga orang tuamu?"

"Sst! Percaya padaku Sehun. aku akan berusaha meski itu sulit… kalau bisa aku akan membawamu kabur di hari pernikahanmu… kau bisa pegang janjiku, Sehun"

"Sst! Sehun! Sehunie!" seseorang mengendap-endap menuju Sehun.

"E-eh?! Baekhyun oppa?! Kenapa kau ada disini? Kita kan tidak boleh bertemu sebelum ke altar…"

"Kata siapa memangnya?"

"B-bukannya kita sedang dipingit…?"

"Hehe aku hanya ingin mengecek keadaanmu, Sehunie… masa tidak boleh?"

"B-bukanya begitu, oppa…. T-tapi kan—"

"Sst! Jangan keras-keras… kau cantik sekali hari ini Sehunie!"

"E-Eh? Terima kasih… Baekhyun oppa juga tampan hari ini…"

"Sehunie! Kau harus janji ya! Nanti kau jangan bilang keberatan! Bilang saja 'I do' mengerti?"

Lima menit lagi….

Apakah dia benar-benar tidak akan datang?

Dasar lelaki bodoh!

Manis di mulut saja!

Aku membencimu, Jongin!

Lelaki bodoh! Tidak tahu diuntung! Tidak berperasaan! UGH!

"—hun? Sehun? Down to earth, Sehun…"

"Ah, iya baiklah oppa… aku janji…"

Sehun tersenyum. Ya, senyum yang terlhat dipaksakan. Senyum kekecewaan terhadap Jongin. Lelaki yang seenaknya menebar janji palsu padanya.

"Baguslah kalau begitu Sehun…."

Chup.

"Bye Sehunie…"

"Bye oppa"

Goodbye, Jongin.

.

.

.

.

.

A/N: hai masih ada yang inget ff ini ga? Gada ya? Sedih :"

Apa ya aku gamau bilang apa-apa selain maaf banget nih ff sudah terlantar dari setahun yang lalu huhu :"

Ini sudah dilanjut ya tinggal satu chapter lagi nih!

Tapi aku ga janji bakal fast update karena TA sudah terpampang nyata :" (Sudah tau mau TA masih ae ngetik ff lu thor! -_-)

Do'ain ya TA ku lancar sedikit revisi aamiin wkwk xD

Jadi, mohon reviewnya ya apa yang kurang dari chapter ini, jujur ini cerita alurnya kemana-mana, ga diedit ulang, berantakan sekali-_-

Bye-bye.

PS: jadi siapa yang akan nikah sama Sehun pada akhirnya? Baekhyun, Kai apa Jongdae? Wkwk xD

See you next chap!

Sincerely,

Elnim.

Feb 29th , 2016