Balasan review :

Rahmahime : nih lanjut. Makasih ya pujiannya :). Insha Allah bakal seru.

Cuka-san : soal Hinata, nanti juga ada penjelasannya. Tunggu aja yang sabar ya! :D. ikutin aja terus ceritanya :)

Byakugan no Hime : kasian banget Narutonya :( jadi korban harkos.

Win : sipo (y)

Triavivi354 : makasih yaa! :)

ra-chan : gak banyak kok. NaruShion cuma awalan buat menuju ke NaruHina

lalalili : soal Tenten belum kepikiran. Tapi nanti Amaya bakal pertimbangin buat adanya Tenten

dinda : iyaa ga ya? Hehe. Ikutin terus aja ya ceritanya. Nanti bakal ada penjelasannya.

atha hime'chan : syukur atuh kalau suka mah. Duh, Amaya gak bisa bikin lemon. Maaf ya! :')

.

.

.


"Konbanwa, ba-san! Bolehkan aku masuk?" tanya seorang lelaki berambut panjang setelah membungkuk hormat.

Sang calon mertua yang menyambutnya tersenyum senang melihat lelaki itu mengunjunginya. "Silahkan, nak! Shion sedang berada di kamarnya."

"Ohh begitu. Apa dia sudah tidur? Kalau begitu, aku akan mengunjunginya besok saja."

"Ahh anak itu! Ba-san tidak tahu. Sedari tadi dia terus di kamarnya. Masuk saja dan tengok dia, Neji!"

Lelaki berambut panjang yang dipanggil Neji itu tersenyum lalu berjalan menuju kamar Shion.

Sedangkan gadis yang dimaksud, setelah melihat ada seseorang yang datang ke rumahnya, langsung membaringkan tubuhnya membelakangi pintu masuk kamar dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

'Ceklek'

Membuka pintu, sepasang mata lavendernya tertuju pada sosok yang mungkin saja telah tertidur. Namun, tanpa mempedulikan sang empu telah tidur atau belum, Neji masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Tanpa ragu, lelaki itu berjalan kearah pemilik kamar.

"Aku tahu kau belum tidur. Bangunlah!" ucapnya tegas.

Tak kunjung mendapat respon, Neji mulai kesal. Padahal barusan dia mendengar pintu kamar ini ditutup. Menandakan kalau gadis ini berpura-pura tidur.

"Sekali lagi, bangunlah! Atau aku yang akan memaksamu untuk bangun!"

Beberapa detik kemudian, Shion belum mau membuka matanya. Gadis ini sungguh keras kepala, pikir Neji.

Dengan kasar, Neji menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Shion dan membuat sang empunya terkejut bukan main.

"Ayo ikut aku!"

Neji langsung menarik tangan Shion keluar kamarnya.

"Ba-san, kami akan mengerjakan tugas sekolah. Shion akan menginap di apartemenku malam ini." Kata Neji yang langsung membawa Shion keluar setelah ibu Shion mengangguk setuju.

Setelah Neji menghentikan mobilnya di apartemennya, dengan keras dia membawa tunangannya ke dalam kamar apartemen miliknya. Karena telah jauh dari pandangan keluarganya, lelaki itu merasa bebas untuk melakukan apa saja di belakang mereka, selama tunangannya ini tidak membuka mulut.

"Kau tahu apa kesalahanmu?"

Shion menggeleng.

"Kulihat, kalian dekat akhir-akhir ini."

Gadis itu memberanikan diri untuk menatap lawan bicaranya. "Aku tidak mengerti."

"Kau dan lelaki Namikaze itu. kalian selalu bersama. Apa kau telah tidur dengannya?"

"Apa?"

Tubuhnya semakin bergetar saat Neji mendekatkan dirinya dan membuatnya mundur ke belakang.

"Bagaimana rasanya? Ternyata kau tidak ada bedanya dengan gadis-gadis di luar sana yang datang padaku untuk memeras uangku atau terpikat oleh ketampananku."

Akhirnya punggung Shion telah menyentuh tembok sehingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Neji.

"Ataukah lelaki itu yang memaksamu? Dia membayarmu dengan membelikan barang mewah? Ahh aku lupa kalau dulunya si Naruto itu sangat miskin. Mungkin saja kau yang memanjakannya, ya kan?"

'PLAK'

"JAGA UCAPANMU! NARUTO TIDAK SEPERTIMU!" bentak Shion setelah menampar tunangannya sendiri.

"Ohh, sekarang kau telah berani pada tunanganmu sendiri? Baiklah! Aku akan memberikan pelajaran pada perempuan yang telah dekat dengan lelaki yang telah membuatku di drop out. Dan bandingkanlah aku dan dia saat di ranjang."

Seringai Neji semakin lebar saat melihat wajah pucat Shion. Selanjutnya adalah kekejaman Neji pada tunangannya sendiri. Lelaki itu menampar Shion dan membantingnya ke atas ranjang. Lalu melakukan hal tak senonoh pada gadis malang itu.


Between Love and Hate

By Amaya Katsumi

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort, Drama, Family

Pairing : NaruShion (sementara)

Rate : M (for some reason)

Warning : Typo, gak jelas, gak nyambung, pasaran (dan kesalahan lainnya)

Don't like, don't read!


...

Naruto POV

Suasana di dalam sini menjadi hening. Tak ada yang mau membuka mulut. Sedari tadi aku menunggunya untuk berbicara, tapi dia tak kunjung bersuara. Wajahnya terus murung tanpa ingin berbicara.

"Hiks… hiks…!"

Dan sekarang aku malah melihatnya menangis. Suara isakanlah yang kudengar. Aku semakin tidak mengerti!

"Tolong katakan yang jelas! Aku tidak mengerti kau ini kenapa karena kau malah menangis. Apa Neji melakukan sesuatu lagi padamu?" tanyaku.

"…"

Tak ada jawaban. Gadis ini terus menangsi tanpa henti. Mungkin dengan pelukan dan dekapan akan membuatnya sedikit tenang.

'Plak'

Tapi yang terjadi adalah dia menepis tanganku.

"Jangan sentuh aku!"

Aku jadi semakin bingung dengan sikapnya itu. wanita memang sulit dimengerti!

"Aku kotor! Bajingan itu telah menodaiku! Tangan kotornya menyentuh seluruh tubuhku!" ucapnya.

Aku membelalakan mataku. Walaupun ucapannya memang kurang jelas, tapi aku dapat mengerti apa yang dia maksud. Lalu Shion membuka baju seragamnya.

"Hoi, apa yang kau lakukan?" ucapku panic.

Namun setelah melihat apa yang terjadi, baru kumengerti. Shion ingin memperlihatkan kulitnya yang dipenuhi bekas kecupan serta lebam. Ada juga luka bekas cambukan yang telah mengering.

Dasar Neji bajingan! Berani-benarinya dia menodai tunangannya sendiri! Jika saja kau baik dan dapat membahagiakan Shion, aku rela melepasnya demi kau. Tapi jika seperti ini, aku tidak akan mundur!

Perlahan, aku memeluk tubuh rapuh itu dari belakang sambil memakaikan kembali seragamnya.

"Tidak apa-apa! Meski kau seperti ini, aku selalu tetap mencintaimu. Mendengar perlakuan tunanganmu, aku menjadi semakin ingin melindungimu." Ucapku.

Yah, meski kau tidak lagi suci, rasa ini tetaplah tidak berubah. Hanya saja, aku ingin kau menjauh dari Neji. Lepaskanlah dia, dan datanglah padaku!

Normal POV

Sekolah sudah lama sepi. Matahari mulai menenggelamkan dirinya yang mengakibatkan cahaya jingga yang semakin memudar.

Ada satu orang lagi yang masih di perpustakaan. Akhirnya sekarang dia membereskan semua buku serta laptopnya. Kenapa dia memilih mengerjakan di sini dan bukan di rumah? itu karena dia ingin hari ini juga semua pekerjaannya selesai sudah! Jika di rumah, dia akan malas dan memilih tidur.

'DRRRRTTT DRRRRRTTT'

Tiba-tiba bunyi getaran beserta nada dering handphone-nya, seperti menuntutnya untuk segera mengangkatnya. Sebelah alisnya sedikit terangkat ketika melihat nama orang yang memanggilnya.

"Kushina-basan? Tumben sekali!" pikirnya.

Tanpa pikir panjang, orang itu menekan tombol hijau dan menempelkan benda itu ke telinganya.

"Moshi-moshi, Kushina-basan!" ucapnya.

"Sasuke-kun, apa anakku bersamamu?" tanya penelfon itu dengan nada khawatir.

"Tidak, basan! Aku masih di sekolah. Kulihat Naruto sudah pulang sedari tadi." Jawabnya.

"Naruto-kun belum pulang sejak tadi. Padahal dia sudah menghubungi basan untuk pulang lebih cepat. Jikalau akan ada urusan mendadak, pasti dia sudah menghubungi basan. Dan basan sudah menelfonnya, tapi tidak ada jawaban." Jelasnya.

Hah? Padahal Naruto sudah mengatakan kalau dia akan pulang cepat hari ini karena orang tuanya ada di rumah. Sasuke yakin Naruto sudah ada di rumah sekarang. kecuali, jika ada sesuatu yang terjadi pada anak ceroboh itu.

"Sasuke-kun, tolong cari lagi dia. Basan sangat khawatir. Basan pernah kehilangannya, dan sekarang basan tidak ingin hal itu terjadi lagi. Jika sesuatu terjadi pada anakku"

Dari jendela, Sasuke bisa melihat seluit lelaki berambut panjang dan memakai seragam sekolah berjalan bersama beberapa temannya.

"Wakatta! Aku akan mencarinya untukmu. Aku juga khawatir pada Naruto."

'Klik'

Setelah mengucapkan salam dan Kushina berterima kasih padanya, Sasuke memutuskan sambungannya dan segera mencari si baka Dobe itu ke seluruh penjuru sekolah.

Halaman sekolah, ruang kelas, toilet, ruang guru, lapangan, ruang olahraga, sudah dilewatinya. Kemana lagi dia harus mencari sekarang?

"AAAARRRRRGHHHHH!"

Tiba-tiba Sasuke mendengar suara rintihan kesakitan saat dia duduk di tangga. Suara berasal dari gudang di lantai dua.

Suara rintihan itu semakin terdengar jelas dan keras saat dia berjalan mendekati pintu gudang. Bulukuduk Sasuke semakin merinding karena takut jika itu bukan suara orang yang dicarinya. Bisa saja dia adalah orang asing atau orang yang akan berbuat jahat kepadanya. Nyawanya bisa terancam. Dan yang lebih menakutkan lagi, Sasuke takut jika itu adalah makhluk astral. Menginat sekarang sudah gelap, semua hal itu bisa saja terjadi kan?

Pasalnya, Sasuke tidak tahu harus mencari Naruto kemana lagi. Selain di sekolah, tempat yang sering Naruto kunjungi adalah rumahnya, rumah Sakura, dan kantor Minato. Tidak ada lagi tempat yang Naruto sering kunjungi selain tempat-tempat itu. jika saja Naruto pergi ke rumah Sakura, Sakura pasti sudah menghubunginya sekarang. dan jika si Dobe itu pergi ke kantor ayahnya, Kushina tidak akan menelfonnya.

'CEKLEK'

"UUGHHHHH!"

Mata Sasuke terbelalak melihat keadaan orang yang sudah ditemukannya di sini. Di sisi lain dia senang karena dia adalah Naruto. Tapi di sisi lain, dia khawatir karena temannya itu terlihat sangat tidak baik. Tubuhnya berbaring dan kedua tangannya diikat di belakang dengan kondisinya yang babak belur. Dan yang paling menghkhawatirkan adalah mulutnya yang mengeluarkan buih seperti sudah keracunan. Namun Sasuke sedikit lega karena sepertinya ini belum terlambat karena Naruto masih sadar walaupun kedua matanya melotot.


To be continue


...

Amaya's note :

Libur tlah tiba! Hore! \(^o^)/

Kondisi Amaya udah mulai drop lagi :(. Tapi Alhamdulillah masih bisa berpikir. Untuk penulis, berpikir adalah modal utama. Kalau Amaya dikasih sakit kepala, udah weh gak akan bisa ngelanjutin fanfic.

Kayaknya fic ini bakal lebih cepet selesai daripada yang '2 in 1' sama yang 'Dua Cincin'. Karena fic ini udah pernah Amaya bikin. Jadi, tinggal inget-inget tuh alurnya.

Amaya sedih nih karena gak bisa lanjutin fic SasuSaku yang 'Menggapaimu'. Udah ngeblank pisan sama ceritanya.

Gak apa-apa ya curhat sedikit? :3

Udah cukup kok! :D

Arigatou untuk para reader yang sudah membaca fic ini. Amaya bersyukur Karena ternyata fic ini banyak yang suka. Sebelum meninggalkan fic ini, tolong beri komentarnya di kotak review ini ya! ;)