Passionate Pleasure

Chapter 3

.

.

"Eungh..hh.."

Sial. Rutuk Sehun dalam hatinya, kenapa dia bisa-bisanya mengeluarkan suara laknat itu. Mereka sudah ada disana selama sejam pelajaran. Dan Jongin terus saja mengerjai Sehun. Buktinya, seragam Sehun yang sekarang sudah tidak berbentuk lagi, dua kancing paling atasnya sudah terbuka akibat tangan jahil Jongin, bahunya terekspos dengan banyak bercak merah disana.

Terlihat sekali kalau Jongin menyerangnya bertubi-tubi. Jongin menyeringai melihat wajah Sehun yang sudah sangat memerah sekarang. Sedari tadi Sehun seperti menahan sesuatu, ia menahan sebisa mungkin suara-suara yang tidak ia kehendaki untuk dikeluarkan, seperti lenguhan ataupun erangan.

"Menikmatinya, hm?"

"L…Lepashkhannh… Berhenthihh…" Sehun berusaha berucap tanpa harus mengeluarkan desahan memalukan seperti tadi. meskipun agaknya kurang berhasil.

Jongin kembali mendaratkan bibir tebalnya pada bahu Sehun yang terekspos. Terus menjilatinya sampai ada bekas dari air liurnya sendiri. Jongin mengaku kalau dia lurus, dia terus mengucapkan itu dalam hatinya dan berusaha mati-matian menganggap kalau ini hanya permainannya.

Sehun sudah tidak kuat lagi rasanya untuk berdiri, punggungnya yang sekarang berdekatan dengan tembok memang menopangnya, namun kakinya terasa lentur. Jongin keparat. Umpat Sehun dalam hati.

'BRAKK'

Jongin terkejut dengan suara yang ia dengar dari belakang. Pintu kamar mandinya terbuka, dan menampilkan seorang laki-laki manis yang mungil dan berkulit putih yang menganga dengan pemandangan yang dia lihat di depannya.

"Shit!" Umpat Jongin pelan. Dia merasa terganggu disaat-saat seperti ini. Dia melihat Sehun yang sudah merosot kelantai dengan nafas yang terengah. Tadi Jongin secara reflek langsung melepaskan Sehun saat mendengar suara pintu yang dibanting. Ia masih menatap Sehun yang menurutnya sangat sexy. Tapi sepertinya, dia harus menghentikannya sekarang.

"S..Se..Sehun…"

Laki-laki tadi langsung secepat kilat menghampiri Sehun yang masih terengah. Melupakan niatnya yang tadi berlari dari kelasnya saat pergantian jam untuk menuju kamar mandi dan membuang isi kantung kemihnya yang sudah penuh sedari tadi. Jongin menatap laki-laki manis itu dan melirik name tag nya, 'Byun Baekhyun'.

"Sehun? Kau.. Kau baik-baik saja?"

Baekhyun lalu menatap Jongin dengan tatapan yang sulit diartikan. Jongin yang ditatap seperti itu langsung melesat pergi dari kamar mandi sambil merutuk, tadi itu hampir saja kalau laki-laki bernama Byun Baekhyun itu tidak datang dan mengacaukan segalanya.

Jongin berhenti sejenak. Dia berpikir, tapi kenapa rasanya menyenangkan.. seperti ada sesuatu yang bergejolak didalam perutnya tadi. Jongin menggeleng kencang dan berusaha membuang pikirannya itu. Dia hanya bermain saja, ya itu benar. Dia juga berpikir kalau sebenarnya ia agaknya beruntung, setidaknya Byun Baekhyun itu datang sebelum jongin kecil dibawah sana bangun.

.

.

Baekhyun masih memegangi Sehun yang kini sudah bisa mengatur nafasnya dengan seperti biasa. Dengan insiatifnya sendiri, Baekhyun membantu Sehun mengancingkan seragamnya yang berantakan. Baekhyun menelan ludahnya saat melihat bahu putih Sehun yang penuh dengan kissmark. Baekhyun sangat tau sebenarnya, apa yang Kai lakukan tadi. Tapi, apa Sehun memiliki hubungan dengan Kai yang terkenal sebagai troublemaker itu?

"Sehun, kau baik-baik saja?"

Baekhyun mencoba bertanya lagi saat dirasanya nafas Sehun sudah normal kembali. Dan dia bernafas lega saat Sehun menganggukkan kepalanya. Baekhyun pun membantu Sehun berdiri dan membiarkan Sehun merapikan seragamnya dan dasinya yang sempurna, benar-benar kusut.

"T..tadi kau.."

"Jangan membahasnya."

Nyali Baekhyun ciut. Sehun bahkan memotong ucapannya padahal Baekhyun belum selesai bertanya. Dia jadi tidak bisa bertanya lagi tentang hubungannya dengan Kai.

Baekhyun menatap heran punggung Sehun yang sudah berada jauh di depannya, sedangkan ia masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Sehun bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa dan terus berjalan seperti biasanya. Sebenarnya ada apa ini? Baekhyun mengedikkan bahunya, lalu masuk kedalam kamar mandi lagi. Kantung kemihnya terasa penuh lagi.

Sehun tidak menuju kelasnya setelah meninggalkan Baekhyun. Dia terlalu lelah karena aktivitasnya tadi. Entah itu masih bisa dibilang aktivitas atau bukan. Dia juga bersyukur karena kedatangan Baekhyun sehingga aktivitas laknat itu segera berakhir tanpa ada kelanjutan. Laki-laki bersurai pirang itu terus mengumpat dan merutuki Kim Jongin. Hal yang langka sebenarnya bisa mendengar Sehun mengumpat.

Sehun berhenti didepan perpustakaan, lebih baik dia beristirahat disini sampai jam pulang nanti. Semoga saja keadaannya sepi. Ini pertama kalinya untuk seorang Oh Sehun membolos, dan itu karena Kim Jongin. Ini juga salahnya yang begitu lemah tidak bisa melawan. Dan dia membenci fakta yang satu itu.

Saat ia sudah duduk di salah satu meja perpustakaan paling pojok dan paling belakang, seketika ia teringat saat Guru Shin memintanya menjadi tutor matematika untuk Jongin. Shit. Rasanya dia ingin mengumpat saja. Dia tidak bisa membayangkan harus mengajari orang itu, dan hanya berdua saja. Dia jadi teringat kejadian di kamar mandi tadi, Jongin benar-benar sexy saat melenguh seperti tadi. Tanpa diketahui, wajahnya sudah memerah mengingat hal itu. Ugh, kau seperti anak perempuan yang baru saja dicumbu kekasihnya, Oh Sehun. Ucapnya dalam hati.

Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghilangkan pikirannya yang kurang waras itu. Ia memposisikan kepalanya diatas meja, menyamping, dan berencana untuk tidur sebentar.

.

.

Jongin melangkahkan kakinya menuju asrama, Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Dan seperti biasa, banyak yang meneriaki namanya, misalnya saat ini…

"Kai oppa!"

"Kim Jongin sangat tampan ya.."

"Ya! Lihat, pangeranku sudah lewat. Keren sekali."

Jongin hanya membiarkan gadis-gadis pubertas itu meneriakinya, asal mereka tidak macam-macam saja mendekatinya lalu meminta cium. Walau begini, Jongin masih pemilih. Dia yang akan memilih siapa yang bisa diciumnya atau bahkan dicumbuinya.

"Kai!"

Jongin menghentikan langkahnya hanya untuk sekedar membalik badan, melihat Krystal yang melambai dan sedikit berlari ke arahnya. Jongin menaikkan kedua alisnya saat Krystal langsung saja menyerbu bibirnya, dan melumatnya sedikit. Para gadis yang meneriaki nama Jongin tadi seketika memasang wajah sedih, patah hati, sangat menyedihkan.

Krystal langsung menggelayut mesra dilengan Jongin, dan menyeretnya pergi dari situ. Krystal tersenyum menang, ia agak bangga karena bisa memamerkan kemesraan dengan Kim Jongin, si popular.

"Oppa, kemarin itu tanggung sekali ya… Kenapa juga harus ada yang datang seperti itu. Menyebalkan."

Jongin meresapi perkataan Krystal, yang ia sudah pasti mengerti tentang apa. Ini pasti mengenai aktivitas mereka semalam yang tiba-tiba berhenti karena datangnya Sehun. Tapi, sedetik kemudian dia malah teringat kejadian di kamar mandi saat dengan Sehun tadi, yang semuanya terhenti karena datangnya Baekhyun. Benar, itu sangat tanggung. Kenapa kejadiannya bisa mirip begitu ya.

Krystal yang sudah bercerita panjang lebar mengenai kejadian kemarin pada Jongin hanya mendengus kesal saat mendapati dirinya diacuhkan oleh Jongin.

"Kai oppa! Kau dengar tidak sih?"

Jongin kembali ke kesadarannya sekarang. Dia menatap Krystal yang masih menggandeng tangannya mesra. Ia menghembuskan nafasnya kasar, kenapa ia malah tidak suka, dan menganggap Krystal menyebalkan sekarang.

"Hm?" Ucap Jongin malas.

"Anak yang melihat kita kemarin itu tidak mengadu ke kedisiplinan kan? Aku tau kau pasti sudah mengancamnya seperti yang biasanya kau lakukan kalau kita ketauan, iya kan oppa?"

"Hn.."

Krystal mengerucutkan bibirnya kesal. Ada apa dengan Kai-nya hari ini. Tidak seperti biasanya saja. Jadi Krystal berencana untuk membuat mood Kai menjadi baik seperti semula.

"Aku dengar kau pindah ke lantai tiga?"

"Ya."

"Bolehkah aku bermain? Hmmm.. atau, kau mau ikut bermain?"

Jongin merasa jengah. Entah kenapa dia merasa tidak suka dengan topik yang diucapkan Krystal. Jongin segera saja menghentakkan lengannya sampai pegangan Krystal terlepas. Krystal menatap Jongin dengan tatapan tidak percaya.

"Op–oppa…."

"Berhenti membuat kepalaku sakit, kau menyebalkan."

Jongin memajukan tubuhnya kearah Krystal, memiringkan kepalanya, dan berkata dengan nada menyeramkan, "Sepertinya aku mulai bosan denganmu. Aku ingin bermain dengan mainan baru. Jadi lebih baik kau pergi dari sini, dan jangan pernah menemuiku lagi.."

Krystal tergagap, dia ingin mengucapkan sesuatu tetapi tidak bisa, harga dirinya sudah jatuh sekarang. Ia dicampakkan oleh Kai-nya, dan Kai-nya mengaku kalau dia sudah bosan padahal kemarin mereka masih bercumbu mesra. Tanpa pikir panjang, Krystal segera berlari sekencang mungkin menuju asrama puteri.

Jongin yang melihatnya hanya tersenyum miring, masih sangat menyeramkan.

.

.

Sehun terbangun, masih di perpustakaan. Dia melirik jam dinding, sudah pukul 9 malam, sudah satu jam berlalu sejak bel pulang berbunyi. Ah, dia tertidur sangat lama sampai tidak terasa kalau sudah malam. Sehun segera berjalan keluar perpustakaan, menuju kelasnya karena ia harus mengambil barang-barangnya yang ia tinggal tadi.

Sehun sebenarnya takut dengan gelap. Lorong disekolah kalau sudah malam gelap sekali. Namun, dia tetap memberanikan diri menuju kelasnya karena ada Pekerjaan Rumah yang harus ia kerjakan dan dikumpulkan besok pagi.

Sesampainya dikelasnya, ternyata Sehun tidak menemukan tasnya berada dibangkunya. Ia mengernyit lalu berdecak sebal. Pasti ulah Yongguk, yang menyembunyikan tas Sehun. Sehun mulai mencari-cari tasnya dan tanpa ia ketahui, pintu kelasnya telah dikunci oleh petugas sekolah.

"Ah, akhirnya aku menemukannya. Yongguk sialan."

Sehun segera menenteng tasnya yang ia temukan di belakang loker. Saat ia berusaha membuka pintu kelasnya, dia terkejutnya bukan main. Pintunya terkunci, dia berusaha menggedor pintu dan berteriak agar petugas sekolah yang mungkin masih berada disana membuka pintunya. Namun nihil, tidak ada balasan dari luar sana. Dan hal yang paling mengejutkan, sekarang lampu kelasnya ikut padam. Tadi memang Sehun masih menyalakan lampu kelasnya, namun setelah sekolah akan ditutup, lampu akan dipadamkan dari pusat.

Sehun benar-benar ketakutan sekarang. Keringat dingin mulai menetes di dahinya. Dia benar-benar benci gelap. Bisa dibilang dia memiliki phobia gelap, dan itu sudah sejak ia kecil.

Sehun terus berteriak meminta tolong. Dia tidak bisa memanjat lewat jendela, karena memang jendela sudah dikunci semua.

Setengah jam berteriak, membuat Sehun benar-benar lemas. Dia tidak tau harus bagaimana lagi, tenaganya seakan-akan habis. Sebenarnya, dia memang sudah tidak enak badan sejak tadi pagi. Ditambah perlakuan Jongin, dan sekarang terperangkap didalam kelas yang sangat gelap, tak terlihat apapun.

Tubuh Sehun merosot ke lantai, ia sudah tidak kuat lagi berdiri. Matanya terasa berat, pandangannya mengabur, sampai akhirnya dia mendengar suara pintu yang dibuka dan menampilkan seorang laki-laki bertubuh tinggi yang langsung menangkapnya agar tidak terjatuh ke lantai. Samar-samar Sehun dapat merasakan tubuhnya diangkat, dan kesadaran Sehun pun menghilang setelahnya.

'Manis sekali.' Begitulah yang dipikirkan oleh orang yang datang menemukan Sehun itu.

.

.

Jongin berlari menuju sekolah, setelah mendapati kamar Sehun yang kosong. Tadi dia berniat ke kamar pemuda itu, namun setelah beberapa kali mengetuk pintu, dia langsung meminta kunci cadangan kamar Sehun pada Kris. Walau awalnya Kris memang menolak, namun pada akhirnya ia tetap memberikannya pada Jongin. Dia juga meminta kunci cadangan untuk masuk kesekolah.

Suasana sekolah gelap sekali, sedikit membuat Jongin bergidik ngeri. Ternyata begini keadaan sekolah kalau sudah malam. Karena melihat hal ini, dia jadi ragu kalau Sehun ada disekolah. Tapi dia segera meralat pemikirannya itu saat melihat seseorang yang sedang menggendong tubuh laki-laki berkulit pucat, yang dia yakini adalah Sehun.

Dia segera saja berlari ke arah orang itu, mencari jalan agar bisa lebih dulu daripada orang yang membawa Sehun. Jongin merasa mengenal postur tubuh itu, maka dari itu Jongin secepat mungkin menghilangkan rasa takutnya saat melewati lorong sekolah yang jarang dilewati siswa bahkan saat siang hari. Dan disinilah dia sekarang, berada tepat didepan orang yang membawa Sehun. Dan agak terkejut melihatnya. Orang yang membawa Sehun pun sama terkejutnya, namun ia langsung menghilangkan raut terkejutnya itu.

"Ah, jadi kau sudah menemukannya lebih dulu ya…"

"…"

"Dia kenapa?"

"Tadi aku menemukannya pingsan dikelasnya, saat aku ingin mengambil sesuatu."

"Apa yang ingin kau ambil? Dikelas orang lain.."

Jongin sedikit memicingkan matanya menatap orang didepannya dengan curiga.

"Hey, tenanglah Jong, kau ingat adikku sekelas dengannya.. dan dia menyuruhku mengambil dompetnya yang tertinggal, namun aku malah belum sempat mengambilya karena anak ini pingsan."

Sehun sedikit membuka matanya dan mendapatkan dada bidang seseorang didepan nya. Dia merasa tubuhnya diangkat, dan benar saja, dia sedang digendong ala bridal oleh seseorang.

"Kalau begitu, sepertinya kau harus kembali untuk mengambil dompet adikmu. Kau bisa menyerahkan Sehun padaku.."

Sehun kenal suara ini. Ini… Jongin. Sehun dapat mendengar kekehan dari orang yang tengah menggendongnya ini. Sehun memilih berpura-pura pingsan seperti tadi.

"Kau seperti orang yang sedang cemburu melihat kekasihnya digendong oleh orang lain, Jong... kau tau."

"Tsk… berikan saja dia padaku, hyung!"

Sehun sedikit tersentak. H–hyung? Kenapa Jongin memanggil orang ini hyung? Siapa orang ini? Apa ia mengenalnya?

"Arasseo! Kemarilah!"

Jongin segera menghampiri orang yang dipanggilnya hyung itu, lalu mengambil tubuh Sehun dari orang itu.

"Omong-omong, aku baru mendengarnya lagi. Kau memanggilku hyung tadi."

Dapat didengar Sehun kalau Jongin mendesah keras. "Terserahmu. Selesaikan urusanmu, dan terimakasih sudah memberiku kunci cadangan kamar anak ini dan kunci sekolah…"

Laki-laki bertubuh tinggi itu hanya menganggukan kepalanya santai lalu berbalik meninggalkan Jongin dan anak berkulit albino yang baru diketahuinya bernama Sehun itu. Tersenyum sedikit miring dan kembali ke kelas ia menemukan Sehun tadi.

.

.

Jongin melanjutkan langkahnya kembali ke asrama, dengan Sehun digendongannya tentunya. Sesekali melirik Sehun yang masih menutup matanya, dan membenarkan gendongannya yang sedikit menurun karena Sehun itu tetaplah laki-laki yang beratnya berbeda dengan perempuan.

Tanpa Jongin sadari, Sehun sebenarnya masih sadar. Kepalanya miring menghadap dada bidang Jongin. Sehun sendiri dapat mencium aroma khas Jongin disitu. Entah kenapa, Sehun suka baunya. Keringat Jongin yang bercampur dengan aroma coklat yang kentara.

Setelah Jongin sampai didepan kamar Sehun, dia tidak bisa menemukan kunci kamar Sehun disakunya karena sulit mencarinya sambil menahan Sehun agar tidak jatuh. Jongin yang sudah lelah pun akhirnya tanpa pikir panjang langsung membawa Sehun masuk kekamarnya. Dia membaringkan tubuh Sehun di sisi kiri tempat tidurnya, lalu membaringkan sendiri tubuhnya di sisi sebelah kanan.

Jongin memiringkan tubuhnya, menatap wajah Sehun yang terlihat polos jika seperti ini. Mengelus pipi Sehun yang merona entah karena apa secara perlahan. Seketika dahi Jongin mengkerut. Dia yang salah atau memang benar kalau pipi Sehun terasa hangat? Jongin menyentuh dahi Sehun, benar saja. tangannya serasa terbakar. Sehun demam.

Dengan cepat Jongin berdiri, melupakan rasa kantuknya dan berlari kearah dapur. Dia membawa baskom kecil dengan air dan lap didalamnya. Ia tidak mengerti kenapa dia bisa bersikap seperti ini. Namun ia tidak memikirkan itu, dia dengan segera memeras lap berwarna putih itu dan menaruhnya di dahi Sehun. mengulanginya beberapa kali. Sampai akhirnya dia merasa lelah dan memilih berbaring disamping tubuh Sehun, memeluk Sehun berusaha menghangatkannya. Lalu menarik selimut untuk mereka berdua.

.

.

To Be Continued

A/N : Hola~ :D bersambung lagi~ dan maaf kalo makin pendek TvT malah jadi aneh juga wkwk. Dan buat yang minta ini dilanjutin sampe ke adegan ehem ehem, ah ternyata digagalin tuh sama Baek xD jadi ngga nyampe deh... lol. Jongin doang yg mau nganuan sih, Sehunnya ngga mau lol

Oke. Maaf ya ^^

P.S : Saya ketawa sendiri tiap baca review kalian xD jadi, pengennya sih kalian reviewn lagi :D juseyo~

P.S.S : Balasan review kalian yang ngocok perut xD

-JongOdult : Jongin harus jadi gay! wkwk

-auliavp : Krystal udah dipegat sama Jongin! Yeay! xD

-Byun Aelyn : Bahaha, duh jadi malu /ga/ xD masa ya gitu sih adegan kissunya? Padahal itu agak aneh deh TvT makasih udah review ya :3 wkwk xD

-exolweareone9400 : Sehun itu ngga pernah pacaran, jadi dia ngga tau dia masih lurus apa udah belok jadi gay xD lihat nanti ya gimana ceritanya wkwk. Sehun kan ngga cengeng makanya dia ga nangis. Biasalah, uke tipe tsundere gitu lol :D makasih udah review :)

-ThatXX : Haha xD sampe dihayati duh, pasti Jonginnya hot /eh :D makasih udah review

-Park Ji In : Ahaha, puasa puasa gini saya malah jadi setan ya xD update fanfic begini wkwk xD makasih reviewnya :))

-salsabiladinda19 : Jonging mah emang gitu, sukanya nyosor nyosor. Gak sabar banget ya ckck, hormon -_- makasih buat reviewnya :D

-Yessi94esy : Haha, dulu waktu bikin ff ini, kirain segini udah panjang... xD kalo gak berhenti disitu, ntar nggak seru wkwk... makasih udah review :D

-my love double b : Wkwk, ikut deg-degan gitu ya bayanginnya.. aaa saya juga xDxD duh, sayangnya ngga lanjut ke yang lebih 'err' tuh, digangguin sama Baekhyun wkwk

-Ath Sehunnie : Nah iyaaaa, bener iniii xD jangan biarkan Jongin nyentuh Sehun dulu wkwk, maunya bikin Jongin galauin Sehun duluuu~ xD makasih reviewnya :D

-binisehun : Jongin insyafnya juga karna Sehun ini kok nantinya wkwk xDxD makasih udah review~~ :)

: Haha, siappaun orang itu, dia adalah Byun Baekhyun xDxD udah lanjut yaa :) review lagi ya wkwk xD

-Han Hunnie : AHAHA, duh dikabulin doanya sama yang diatas. Ini hadiah buat kamu wkwkwk xDxD Sehun belum pernah digituin sih, jadi pasti dia pengen kabur, tapi ya dia juga suka disentuh sentuh Jongin /aaaatidak/ wkwk. Makasih reviewnyaaa :))

-ParkJitta : Itu moment yang tepat wkwkwk. Yah, ntar duaduanya luluh luluhan kok /eaak/ xD ini udah lanjuut~ maaf kalo jelek lanjutanya :))

-ohmysehun : Itu adegan sweet? Wkwk xD saya kira itu adegan rape xD haha. Ini sudah lanjuuut~~ makasih reviewnya xD

-gwanghwamun : Sudah lanjut author-nim xDxD makasih reviewnyaa :D

-Zelobysehuna : Yaah, sayangnya yg nolongin bukan yang suka sama Sehun TvT dia Cuma orang yang pengen jadi temennya Sehuuunn~~ maaf ya kalo mengecewakan lanjutannya xD gatau juga ini bakal sampe chapter berapa.. mungkin Cuma 10 apa 11 aja :D

-Ubannya Sehun : Jongin harus suka sama Sehun! wkwk xD ini udah lanjuuttt~ review lagi yaa :D

-sehunsemoq : lol, saya pengen ketawa liat uname kamu :D sayangnya ini ngga berlanjut ke adegan ranjang TvT

-sexkai : Adegan grepe grepenya pengen dilamain, biar Jonging seneng :D makasih reviewnya :)

-whirlwind27 : Sehun pasrah aja TvT dia pengen kabur, eh malah kegesek /apaanyaa? -_- Jongin udah ga sabar.. hormon dia tinggi /eh xD wkwk

-Nagisa Kitagawa : Jongin mah gatau karma, jadi dia mainin Sehun terus liat deh ntar gimana jadinya wkwkw xD makasih reviewnya authornim :D

-D. : Jongin sih always mesum lol. Biasalah Jongin, kalo hormonnya gak lebih lebih, bukan Jongin namanya xDxD

-utsukushii02 : Udah next yaa :D thanks reviewnyaa~~ :)

-Icha : Saya ngga bisa buat NC huaa TvT haha xD

-Hanna Kim : Haha, sayangnya udah ada Baek yg nolongin tuuh :D:D

-vitangeflower : Aaak saya jugaa wkwk xD ini udah next yaaa :)

-xohunte : Kalo Jongin yang ngapa2in mah rela ya.. rela xD tapi tunggu Jongin nya beneran suka dulu dehyaa wkwk xD

-GaemGyu82 : Ada yang berhasil nyelametiiin xD dan dia adalah Byunnnnn wkwk. Makasih reviewnya :)

-KimKaihun8894 : Whaa, caps jebol xDxD Sehun disini agak agak diam tapi dalem hatinya dia juga sama sama manusia xD tipe tipe tsundere lah wkwk xD

: Aduh, deg degan juga ya xD wkwk. Sehun harus bisa ngerubah Jonginnn, sebelum Jongin berubah, fic ini ga akan tamat /laaah xDxD

-Odult Maniac : ini bukan foreplay TvT karena gak berlanjut, jadi gak bisa dibilang foreplay wkwk xDxD mereka Cuma makeout... eh, bukan.. ini mah adegan pemerkosaan /lah -_-

-aoixo : Hahaha, itulah hebatnya sentuhan Jongin /duuh xDxD hyungnya Sehunn ituuu, lihat nanti aja yaa xDxD

-MinnieWW : Jongin mah emang songong ya... wkkw xD ini sudah next yaa~~

-difialusena : wkwk sayangnya doanya nggak terkabull xD karena ada Baekhyun yang jadi penyelamat Sehun :D makasih reviewnya ya :)

-rosianakawai : aaaa udah terhentikan oleh baeeekk TvT nah kalo bacanya pas sahur masih bisa wkwk xD

-HilmaExotics : Ini sudah lanjuuut :D

-AleJongin : Ini udah lanjuuuuttt :D makasih udah baca yaa :))

-Jirania : Uhh.. Sehun kan baru pertama, jadi dia pasrah ajaa... xD

-YunYuliHun : Jongin mah emang gituuu xDxD

-Yehet : YEAY KAIHUN! :D

: udah lanjuuuut :D

-Vantasfic : Ini udah lanjut kooook :D

-Xing1002 : haha menegangkan dimananya? xD mirip film horor gitu ya makanya menegangkan xDxD mereka nggak lanjut sayangnya TvT haha makasih udah baca dan review yaa :)) jangan lupa review lagii :)