Passionate Pleasure

Chapter 4

.

.

Jongin membuka matanya perlahan disaat netranya menangkap cahaya yang sangat menyilaukan, dia menutup matanya dengan punggung tangannya lalu berdecak pelan, pasti semalam dia lupa menutup tirai jendelanya lagi.

Jongin berniat duduk kalau saja dia tidak melihat wajah seseorang yang terlampau dekat dengan wajahnya saat dia berbalik. Itu Sehun. Dia hampir lupa kalau Sehun ada disini sejak semalam. Ia kembali berbaring miring, dengan lengan kanannya yang digunakan sebagai bantalan kepalanya. Ia menatap wajah Sehun yang polos kalau tidur seperti ini. Handuk yang semalam ia letakkan di dahi Sehun sudah tidak ada disana, mungkin terjatuh.

Perlahan, Jongin menyentuh wajah Sehun dengan menggunakan tangan sebelah kirinya, menyusuri lekuk wajah Sehun yang menurutnya hampir sempurna. Sedikit menyeringai tampan. Sampai tiba-tiba dia merasa Sehun melakukan sedikit pergerakan, ia dapat melihat kening Sehun yang berkerut, dan detik selanjutnya Sehun sudah membuka matanya, membiasakan bias cahaya yang masuk ke retinanya, sampai akhirnya membulat. Terkejut rupanya. Garis di bibir Jongin makin melebar melihat ekspresi wajah Sehun yang biasanya datar itu.

"Hai, Oh Sehun.."

Sehun segera menepis tangan Jongin yang masih berada di pipinya begitu ia sadar dan ingat dengan apa yang terjadi semalam. Dia ingat, Jongin memang menggendongnya semalam, tapi dia tidak tau kalau dia akan dibawa ke kamar Jongin, bukan kamarnya sendiri. Semalam entah kenapa kepalanya menjadi sangat pusing. Sehun duduk dengan cepat, dan menatap Jongin tajam. Namun, yang ditatap masih saja tidak merubah posisinya, tetap berbaring miring dengan tangan kanannya sebagai bantalan. Bedanya hanya kali ini Jongin agak menaikkan pandangannya karena Sehun yang tidak berbaring lagi. Masih dengan seringai tentunya.

Sehun langsung membuang wajahnya kesamping, berhenti menatap Jongin yang malah membalas tatapannya dengan dalam. Namun, dia malah menemukan sebuah baskom berisikan air, dan sebuah lap berwarna putih yang terjatuh di lantai.

"Semalam kau demam. Aku membawamu kesini karena kunci kamarmu hilang. Kau harus berterimakasih, bukan?"

Jongin makin melebarkan seringainya, nada ucapannya terdengar santai, tapi sangat terlihat kalau dia sedang meminta ucapan terimakasih dari Sehun.

Sehun menoleh cepat kea rah Jongin, kali ini bukan tatapan dingin yang ia berikan namun tatapan datar seperti biasa.

"Terimakasih. Dan aku harus pergi."

Belum sempat Sehun berdiri, tangannya sudah ditarik oleh Jongin sehingga Sehun kembari mendarat di kasur Jongin, namun kali ini dia bukan lagi duduk, melainkan berbaring. Dan entah bagaimana caranya, Jongin ada diatas Sehun sekarang, menindih tubuhnya. Dengan tangannya yang diperangkap oleh Jongin dikedua sisi tubuhnya. Sehun agak terkejut saat menyadari posisi ini.

"Apa begitu caranya berterimakasih, hm?"

Jongin menelusupkan wajahnya kepundak Sehun, makin dalam hingga ke ceruk lehernya. Menghirup dalam aroma dari tubuh Sehun. Sehun sedikit merasa geli karena rambut halus Jongin yg serasa menggelitik. Sehun dapat merasakan nafas hangat Jongin dilehernya. Namun, Sehun makin terkejut saat Jongin mulai mengendurkan pegangan tangannya pada tangan Sehun, dan menjatuhkan tubuhnya tepat diatas Sehun, berusaha menyamankan dirinya disana.

"Aku sudah menahannya sejak kemarin. Aku harus bagaimana hm?"

Sehun dapat mendengar gumaman pelan Jongin, yang ia rasakan selanjutnya hanyalah tubuh Jongin yang semakin melemas. Jongin tertidur –lagi-, namun Jongin begitu berat sehingga Sehun agak kesulitan mengangkat tubuh Jongin yang menindihnya. Hingga akhirnya Sehun bisa memindahkan tubuh Jongin kesamping kanannya lagi. Kini, giliran dirinya yang menatap wajah tenang Jongin saat tertidur. Dia teringat ucapan Jongin barusan, dia tidak mengerti apa maksudnya.

Sehun tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Untuk itu, ia segera keluar dari kamar Jongin tak lupa dengan tasnya yang ada dilantai dekat dengan meja nakas. Dengan cepat ia membuka pintu kamar Jongin, dan menutupnya kembali setelah dia sudah berhasil keluar.

Jongin membuka matanya pelan, dia tidak benar-benar tertidur. Dia hanya berusaha mengalihkan pandangannya dari leher Sehun yang sebenarnya sudah sempat ia cecap kemarin. Dia hanya tidak ingin berakhir melakukan hal itu dengan Sehun di tempat tidur seperti itu. Walaupun kenyataannya ia menginginkan Sehun… tapi Kim Jongin tetapah Kim Jongin, dia akan selalu berusaha mengelak. Dia bukan gay. Setidaknya tidak dalam waktu yang hanya sehari, bahkan dia baru mengenal Sehun kemarin. Menggelikan.

.

.

Ini akhir pekan. Sekolah libur. Asrama pun dibuka lebar-lebar. Hari yang paling diinginkan para siswa dan siswi. Termasuk Kim Jongin.

Jongin memakai pakaian kasual hari ini. Benar-benar keren. Siapa yang menyangka kalau orang ini adalah seorang troublemaker disekolah. Hari ini Jongin berniat pergi ke tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi.

"HEI JONG!"

Jongin memutar bola matanya malas, dia sangat kenal suara ini. Kim Jongdae. Jongin membalikkan tubuhnya, disana ia melihat Jongdae yang melambai cepat padanya, dengan Kris yang hanya tersenyum kecil dan berjalan dengan gaya yang keren disampingnya.

Jongdae langsung menepuk pundak Jongin setelah sampai di depan Jongin. Merangkul Jongin dengan erat. Ada apa dengan orang ini?

"Kau mau kemana? Tidak mengajak kami!"
Lagi-lagi Jongin hanya menatap malas orang didepannya ini. Jongin melepas rangkulan Jongdae, lalu tanpa menjawab pertanyaan dari Jongdae, dia segera pergi meninggalkan kedua temannya yang terbengong melihatnya. Sebenarnya hanya Jongdae yang menatap Jongin tak percaya, sedangkan Kris… Ia melihat ke arah lain.

"Kenapa anak itu? Menyebalkan kau Kim Jongin!"

Jongdae menoleh ke arah Kris, dan menemukan Kris yang tengah menatap kesamping tanpa berkedip. Jongdae semakin bingung. Dia mengikuti arah pandang Kris.

"Ah.. Kau menyukainya, hm? Sampai tidak berkedip."

Jongdae berbisik di dekat telinga Kris, membuat sang empunya berjengit kaget. Jongdae yang menyadarinya hanya terkikik pelan. Kris kaget. Dan itu jarang sekali diperlihatkan.

"Sialan, kau." Jongdae meringis mendengarnya. Namun setelahnya, ia berdehem dan menyikut bahu Kris.

"Kalau kau menyukainya, dekati saja dia. Benar kan? Kris yang ku kenal pasti akan langsung mendekati, bukan menatap tanpa berkedip seperti orang yang kurang waras."

Kris tidak bergeming dan hanya mendengarkan, namun Jongdae dapat melihat perubahan wajah Kris. Wajahnya berubah menjadi sendu. Jongdae mengangkat alisnya bingung. Namun setelah mendengar jawaban dari Kris, langsung saja Jongdae dengan cepat mengalihkan pandangannya pada orang yang berada di taman, dan ditatap Kris sedari tadi. Sehun.

"Aku ingin sekali mendekatinya. Tapi… dia adalah mainan baru Kai.."

"A…apa?"

Kris menoleh dan menatap Jongdae, kali ini tatapannya sudah kembali seperti semula. Dia menormalkan jantungnya yang terus memompa karena menatap Sehun yang sedang membaca buku di taman. Kris dengan cepat meninggalkan Jongdae yang masih berusaha mencerna ucapan Kris tentang mainan baru Kai.

'Dia mirip sekali denganmu…'

.

.

Sehun membolak-balikkan buku yang ia baca, ia tidak berencana pergi kemanapun hari ini. Disaat teman-teman –ah, bukan teman, lebih tepatnya siswa di asrama lebih memilih bermain keluar. Dia malah asik membaca buku di taman.

Sehun bisa saja pulang, kalau dia mau. Sayangnya dia tidak mau. Lagipula, tidak aka nada yang menunggunya dirumah. Jadi menurutnya sama saja, mau pulang atau tidak. Tetap akan berakhir dengan sendirian.

"Hei.. Sehun..."

Sehun mendongak, berusaha melihat siapa yang baru saja menyapanya. Tentu saja dengan wajah datarnya, ditambah setelah mengetahui siapa yang ada didepannya ini. Byun Baekhyun. Sehun rasa, teman sebangkunya itu tidak pulang –atau belum, atau mungkin dia akan keluar setelah ini.

"Sehun, kau tak pulang?"

Baekhyun membuka suaranya lagi disaat dia menyadari kalau Sehun tidak mungkin membalas sapaannya. Dia duduk disebelah Sehun yang sekarang menggeleng.

"Kenapa?"

Baekhyun dapat melihat Sehun menghentikan tangannya membalik buku yang dipegangnya. Apa Baekhyun salah bicara? Sehun kembali menyibukkan dirinya, tidak menjawab pertanyaan Baekhyun. Baekhyun menghela nafas pasrah. Mungkin Sehun memang belum mau bicara padanya.

"Baiklah kalau begitu, aku ingin pergi dengan Chanyeol. Kau tak mau ikut?"

Sehun terlihat berpikir. Baekhyun sangat berharap Sehun akan ikut, wajahnya sudah senang sekali melihat Sehun agaknya sedikit tertarik. Namun Baekhyun kembali menghela nafas saat Sehun menggeleng pelan –lagi.

"Baiklah. Aku pergi.. Sehun-ah"

Sehun dapat merasakan kalau Baekhyun sudah mulai menjauh. Tadinya, ia pikir mungkin berjalan-jalan sedikit akan membuatnya lebih baik. Tapi, ia memikirkannya dua kali. Ikut dengan duo aneh itu? Lebih baik dia tinggal saja.

Sehun beranjak dari kursi taman dan segera melangkah kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar, Sehun hanya duduk di kursi meja belajarnya. Sebenarnya dia bingung harus berbuat apa. Apa dia harus menelepon orang tuanya? Tidak. Asrama ini sudah begitu sepi, karena hampir semuanya pergi keluar. Bahkan sang troublemaker pun pergi. Sehun melihatnya tadi, hanya sekilas. Dan dia sudah memprediksi kalau orang itu pergi.

Karena tidak tau harus berbuat apa, akhirnya dia pun lebih memilih tidur sampai sore. Dia tidak peduli. Lagipula untuk apa sekolah membuat aturan seperti ini juga. Lebih baik tetap diadakan kegiatan belajar mengajar –itu menurut Sehun.

.

.

Jongin sampai ditempat yang sangat ingin ia kunjungi sejak lama, sekarang ia berada di sebuah club bersama dengan Kris dan Jongdae yang sudah menghilang entah kemana. Sepertinya mereka sudah menemukan mangsa mereka, tentu saja para pria uke manis yang berada disana. Ingatkan Jongin kalau teman-temannya itu gay.

Jongin menggelengkan kepalanya pelan ke kanan dan ke kiri mengikuti musik yang mengalun, sambil mengangkat champagne yang dipegangnya di tangan sebelah kanannya. Benar-benar tipikal anak nakal, namun seksi. Itulah yang dipikirkan waita wanita yang sepertinya prostitusi disana.

Jongin melihat seorang wanita seksi yang hanya memakai atasan kaos merah dengan dilapisi blouse jeans dengan miniskirt yang sangat mini berwarna senada dengan kaos yang ia pakai, Jongin dapat dengan jelas melihat paha mulus wanita itu.

Wanita itu berjalan mendekati Jongin, membuatnya berdecih pelan. Wanita itu berjalan dengan gaya yang menurut Jongin sangat menggoda. Ingin sekali rasanya Jongin menerkamnya sekarang juga.

"Hai, Jongina~~ sudah lama ya kau tidak kemari~ aku merindukanmu~"

Wanita itu berucap sambil mengalungkan lengannya dileher Jongin dan duduk dipangkuan Jongin. Dan Jongin hanya diam saja sambil menyeringai.

"Kau makin cantik, Yuri noona."

Langsung saja Jongin meraup bibir wanita didepannya ini. Melumatnya dengan kasar, dan tentu saja dengan senang hati dibalas oleh wanita yang bernama Yoona itu. Dia sudah sangat rindu dengan sentuhan tangan Jongin.

Jongin melepas ciumannya dari Yuri, saat merasakan kalau Yuri meraba pahanya dan berniat naik keatas lebih sedikit. Hal itu jelas membuat Jongin hard sekarang, namun ini bukan tempat yang tepat. Jongin menarik tangan Yuri, dan wanita yang ditarik hanya mengikuti Jongin dengan senyuman yang merekah. Dia jelas tau apa maksud Jongin. Kamar mandi.

Jongin langsung saja membanting Yuri ke dinding kamar mandi setelah sebelumnya mengunci ruangan itu dari dalam lalu kembali mencium Yuri dengan nafsu yang sudah tidak bisa ia kendalikan itu. Dia sangat yakin tidak ada orang disana. Tangannya mulai bergerak menggerayangi bagian tubuh yang dapat ia jangkau.

Jongin meremas pelan bongkahan kenyal bagian bawah tubuh Yuri, yang membuat wanita itu mendesah disela ciumannya dengan Jongin. Disaat Yuri mulai mengeluarkan desahan yang sedikit keras, tiba-tiba saja Jongin melepas ciumannya dan hanya terdiam menatap bayangannya sendiri dari kaca disampingnya.

Ia sendiri bingung. Kenapa, dia menghentikan akivitasnya. Jelas-jelas dia sudah sangat merindukan melakukan hal itu, dan miliknya dibawah sana benar-benar sudah mengeras. Ia mengacak rambutnya dengan kasar, sedangkan Yuri menatap Jongin bingung. Dia baru ingin bertanya.

"Maaf. Aku harus pergi."

Yuri menggerakan kakinya untuk mengejar Jongin namun setelahnya kembali terhenti. Gagal sudah rencananya untuk melakukannya dengan Jongin. Sudahlah, toh dia bisa mencari yang lain. Yuri segera keluar dari ruangan itu dan berjalan dengan santai setelah merapikan pakaiannya.

Jongin menggeram. Dia sudah tidak peduli dengan sesuatu diantara selangkangannya yang makin mengeras karena memikirkan sesuatu yang bahkan tidak seharusnya ia pikirkan. Ia bisa gila lama-kelamaan. Dia ingin pulang.

.

.

Sehun membuka matanya, lalu mendudukkan dirinya sambil tangannya bergerak naik memegang kepalanya yang terasa pusing. Apa ia tidur terlalu lama? Sehun melirik jam dinding dan sangat terkejut melihatnya. Dia tidur seharian penuh. Ini sudah jam Sembilan malam.

Sehun berdiri dari ranjangnya dan mengambil segelas air dari dispenser. Meminumnya dengan sekali teguk. Setidaknya hari ini berlalu dengan sangat cepat. Dan tidak ada yang spesial. Dia harus bersyukur akan hal itu.

Dia beranjak menuju ruang televisi, namun langkahnya terhenti saat mendengar pintunya yang diketuk dari luar. Sehun mengernyit, siapa yang mengetuk pintunya malam-malam begini? Apa ada anak-anak lain yang sudah pulang?

Sehun membuka pintunya dan langsung merasakan punggungnya terbentur ke tembok dengan keras sampai ia sedikit kesakitan. Dia melihat kalau pintu kamarnya ditutup oleh seseorang dengan menggunakan kaki.

Sehun mengalihkan pandangannya, berusaha mencari tau siapa orang yang sudah seenaknya masuk kedalam kamarnya. Namun pandangannya berubah kaget. Orang itu lagi.

"Apa maumu?"

Sehun menatap nyalang laki-laki didepannya ini. Dia sungguh jengah beberapa hari ini. Sudah dua kali punggungnya mencium tembok dengan keras, dan pelakunya adalah orang yang sama. Kim Jongin.

"Kau… sebenarnya apa yang kau lakukan padaku?"

Suara Jongin terdengar sungguh parau. Namun terdengar seksi. Sehun segera menepis pemikiran gilanya. Walaupun kenyataannya memang benar begitu.

Sehun merasakan tangannya yang diremas kuat oleh Jongin. Apa orang ini sedang mabuk? Sehun dapat mencium sedikit bau alkohol dari mulut Jongin.

"Kembalilah ke kamarmu. Sepertinya kau mab–"

Sehun tidak dapat melanjutkan ucapannya karena dengan cepat Jongin menempelkan bibirnya pada bibir Sehun. Sehun membelalakkan matanya. Jongin mulai melumat bibir Sehun, kali ini Jongin melakukannya dengan sedikit lembut. Hal itu membuat Sehun terbuai juga sehingga Sehun ikut memejamkan matanya. Mencoba menepis kalau dia menikmati permainan lembut bibir penuh Jongin diatas bibir tipisnya.

Sehun membuka matanya cepat ketika dia merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana. Sedikit terkejut kalau Jongin sudah mengeras. Apa dia sudah mengeras sebelum datang ke kamar Sehun? Sehun jelas dapat berpikir, mana mungkin Jongin mengeras hanya karena ciuman seperti ini.

Sehun melenguh ketika Jongin mulai merapatkan diri dengannya. Membuat sesuatu yang menegang hebat dibawah sana menubruk milik Sehun yang masih belum bangun. Sehun membuka mulutnya ketika lidah Jongin memaksa bibir Sehun untuk membuka dan menerobos masuk kedalam. Masih dengan lembutnya, Jongin mulai memainkan lidahnya dilangit-langit mulut Sehun, mengabsen semua gigi gigi Sehun dan mulai membelit lidah Sehun.

Jongin sendiri tidak mengerti kenapa dia berbuat selembut ini dengan Sehun. Dia juga merasa sedikit senang karena Sehun yang menikmati permainannya.

Lama mereka saling mencumbu. Jongin akhirnya melepas lumatannya dari bibir Sehun. dapat terlihat sebuah benang saliva tipis yang menghubungkan bibir Jongin dan Sehun, yang entah milik siapa. Jongin mengusap pelan bibir Sehun. Sedangkan Sehun sendiri masih mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Wajahnya sedikit memerah karena kekurangan nafas dan mungkin juga –malu.

"Kau... maukah kau–"

Sehun menatap Jongin masih dengan nafas terengah dan wajah merahnya. Namun pandangannya sangat dingin, sehingga membuat Jongin ingin membatalkan ucapannya. Namun akhirnya terucap juga dari bibirnya.

"–bermain denganku?"


.

TO BE CONTINUED

.


A/N : Heyhoo~ bersambung lagi :D Maaf kalo masih pendek ya, ini udah saya tulis udah lama jadi kalo mau di tulis ulang ntar malah jadi aneh :D Serius saya seneng banget sama respon kalian xD sukses bikin ketawa-ketawa lah haha :D Terimakasih buat yang udah baca terus review :')

Pada seneng banget ya liat Sehun sama Jongin gak berhenti gituannya xD lol

P.S : Dan untuk Let It Out, saya bener-bener gak dapet ide buat plot chapter selanjutnya. Duh, kena WB lagi. Yang ada malah ide ide baru yang keluar dari otak saya gitu :D Saya juga udah nulis beberapa ide saya, tinggal milih yang bakal di publish aja :D

P.S.S : Balasan review~~~ :D

ThatXX94 : Jongin udah grepein si Sehun kalo sampe Baek gak dateng wkwk xD

auliavp : Aww thank you udah baca ff ini ya :') Haha, Jongin cuma mainin Krystal, gimanapun mereka harus dibuat pegat lol xD Iya itu Kris, aduh gampang ditebak banget ya :')

babyjunma : Haha makasih :') Itu si tiang listrik Krisseu :3

Putrissekar : Itu abang tonggos nan tamvan Wu Yifan xD Ini sudah apdeett yethhh :D

exostalker : Jongin ntar udah gak single tapi masih sexy kok, kalo sama Sehun mah si Jongin harus sexy /duh/ Haha, Jongin kan sadar gak sadar mulai perhatian /ciaa/ Dan, yup itu emang Kris. Haha

Zelobabysehuna : Emang 10-11 chapter itu termasuk panjang? O.o padahal saya kira itu udah pendek... xD Sehun udah dilema tuh sama perasaannya haha lagian uri Sehun gampang terkontaminasi, jadi gimana juga dia bakal kena virusnya Jongin wkwk

Aelyn Kim's : Sehun lemes kan gara-gara Jongin wkwk. Iya itu abang tiang kita~ aah, liat nanti aja ya gimana ceritanya wkaka

Kimoh1412 : Iya mereka udah ngirim-ngirim sinyal gitu xD iya itu Kris. Gampang ketebak banget ya xD

PurpleGyu : Jongin itu sedikit muna gitu lah lol. Dia gamau ngakuin perasaannya gitu kalo dia udah suka sama Sehun tsk tsk xD

sehunskai : Iya Kai mulai care :3 liat aja, bentar lagi paling si Kai udah sukak wkaka

exolweareone9400 : Haha kalo Baekhyun kalo gak dateng malah bahaya xD ung, nanti mungkin ada ceritanya kenapa Sehun takut gelap. Tapi gak dibuat flashback, Cuma cerita singkat aja :D si Kris yang nolongin itu. Jongen sama Chanyeol kan gak saling kenal :D

vitangeflower : Ahaha, Baek mau nyelametin Sehunnya :3

sehuniesm : AHAHA Jongin ngga akan mikir kaya gitu kok, malahan dia udah bingung sama dirinya sendiri xD wkwkkwk

binisehun : Krystal harus digituin xDxD iya itu Kris :D

vipbigbang74 : Maaf ya kalo kurang panjang, tapi gak bisa diedit lagi... udah nulis chap 3 udah lama :') dan saya udah nentuin kalo tiap chap panjangnya segitu... :'D

Kaihun520 : Aww makasih :D Wkaka, itu Jonginnya tanpa sadar loh ngelakuin itu xD

xohunte : Hahaha yaampun seneng banget ya -_- Ini udah lanjut yaaa, maaf lama updatenya :D

ohmysehun : Hahaha, harus digituin. Kalo Jongin langsung ngegrepe Sehun disitu juga ntar gak seru lol

Ubannya Sehun : Beneeerr, saya gak akan biarin mereka grepean sampe yang anu anu sebelum resmii xDxD aaa beneerrr lol xD ahaha, si Jongin udah frustasi tuhh. Duh, kenapa pemikiran kita sama. Saya juga buat alur yang seperti itu lol xD ini sudah lanjuuttt

whirlwind27 : Harus jadiii, kalo gak jadi ini bukan KaiHun lagi lol xD

HilmaExotics : Iya si Kris. Iya jadi ceritanya Jongin emang minta kunci ke Kris. Tapi gatau juga kenapa saya bikin Kris nyampe duluan. Beginilah kalo cerita amatiran lol xD

Odult Maniac : Ahaha, rencananya emang mau nambahin make out nya lagi lol xD

Hann Hunnie : Aih, gabisa bayangin gimana desahannya Sehun deh /plakkkkk/ Hahaha, thank you :3 saya senang ada yang nunggu deh wkaka xD padahal menurut saya itu adegan nggak banget -_- Biasalah Jongin, mana pernah dia ngaku kan :D

ExoSechantansoo : Udah lanjut yaa :D

KimKaihun8894 : Iya, Sehun itu disini udah kaya malu-malu tapi mau /eh/salah/. Sehun kan disini tsundere gituu, ngomongnya apaaa padahal sebenernya apaa xD lol

qtjlili : Ini udah apdet ya wkaka xD

KaiHunnieEXO : Bhahak, tunggu saatnya aja Jongin bakalan bener-bener belok karna Sehun xD Iya soalnya kan Kai ini agak keras kepala gitu orangnya, jadi dia jarang manggil Kris hyung. Nah pas itu malem, dia manggil Kris hyung gitu. Tumben kan xD

Guest : Haha ini udah update ya :D iya, sekarang KaiHun kaya ngilang TvT

hunnie : Sehun tsundere kece :D

GaemGyu92 : Haha untung banget kan itu anak dateng xDxD

AleJongin : Hahaaha, sekarang udah nggak puasa xD jadi udah bebas deh mau update siang siang wkaka

ohxoho : Haha makasih xD Ini udah terlanjut tertulis segini... soalnya saya nulisnya udah lama dan udah dapet beberapa chapter... jadi kayanya bakal segini segini aja panjangnya deh :') maaf ya :')

Xing1002 : Wkakaka jangan culik Baek, Baek kan gatau apa-apa soal penggrepeannya Jongin xDxD Ho'oh itu si Kris wkaka xD

tanpa nama : Haha ngga papa, makasih udah review :D wkaka iya ini udah update~~ :D

Icha : Haha diusahain banyak kiss scene nya ya xD wkwkwk ditunggu aja... lol

Keteknyakai : Haha, tau aja ya :D makasih udah review ya :)

Dazzling Kaise : Aduuuhh, udah segini emang panjangnya :( soalnya udah terlanjur nulis seginiii.. kan kirain segini udah panjang :')

yh3810 : Ahaha, iya kenapa Jongin mau peduli yaaa xDxD wkwkwk

vantasfic : UDAH LANJUT YAAAAKKK XD

:)