Passionate Pleasure

Chapter 6

.

.

Jongin sedikit kaget dengan respon Sehun. Dia merasa jika Sehun sedikit melemaskan tubuhnya, segera saja Jongin melepaskan pelukannya yang terlampau erat dari Sehun. Dia beralih menuju sisi depan Sehun dengan cepat, takut jika tubuh Sehun yang melemas adalah karena Sehun yang kembali sakit.

Namun, saat dia melihat wajah Sehun. Sehun malah mengalihkan pandangannya ke bawah, dan itu membuat Jongin mengerutkan dahinya. Samar, Jongin melihat sedikit rona merah di pipi yang lebih muda. Lagi-lagi Jongin mengira itu adalah efek karena Sehun yang masih kelelahan.

"Ya. Kau memerah. Lihat, bahkan kau masih belum sembuh. Duduklah lagi. Aku akan menyuapimu."

Dan Jongin sangat senang melihat Sehun yang menuruti kata-katanya. Jongin tersenyum tipis melihat Sehun yang seperti ini.

Persetan dengan orientasinya yang sudah berubah. Dia benar-benar sudah tidak peduli lagi. Jongin benar-benar gila hanya karena seorang Oh Sehun.

Jongin mengambil mangkuk bubur yang dibawanya tadi dan mulai menyendokinya, mengarahkannya pada Sehun.

"Buka mulutmu."

Ucapan Jongin memang masih dingin dan menyebalkan seperti biasanya. Membuat Sehun berdecih pelan sambil mengalihkan wajahnya kesamping. Masih enggan melihat wajah Jongin. Namun Sehun sedikit terkejut, saat merasakan wajahnya tersentuh oleh sesuatu yang sedikit kasar. Itu tangan Jongin. Jongin menangkup wajah Sehun dengan sebelah tangannya yang bebas, dan membuatnya kembali menatap Jongin.

"Kau harus makan."

"Jangan memaksaku, aku tidak ma––hmmp"

Sehun membulatkan matanya saat merasakan sesuatu yang memaksa melesak kedalam mulutnya. Merasakan rasa manis yang bercampur. Jongin memasukkan makanan yang sebelumnya sudah dia kunyah di dalam mulutnya kedalam mulut Sehun, mentransfer melalui mulutnya.

Jongin memang mesum. Begitulah batin Sehun.

Jongin menyeringai sebelum akhirnya melepas tautan mereka. Bibir Sehun masih terasa manis meskipun sedang demam sekalipun. Kalau tidak ingat Sehun sedang sakit, mungkin Jongin tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.

"Kalau kau tidak mau memakan makananmu, aku yang akan memberimu makan."

Sialan. Sehun merutuk dalam hati. Bagaimana bisa dia sempat merona tadi. Jongin itu player, dia tidak boleh percaya begitu saja dengan lelaki itu. Dia harus bisa menahan perasaannya. Ya, harus.

Dan dengan terpaksa, Sehun mengambil mangkuk berisi bubur yang dibawa oleh Jongin. Menghindari hal-hal yang bisa saja terjadi seperti tadi. Dia memakan bubur yang sebenarnya tidak berasa itu dengan pelan. Ia jadi teringat, Jongin yang memasaknya sendiri bukan? Rasanya benar-benar hambar.

Jongin berdiri dari tempat tidur. Memutuskan untuk mengambil sepiring makanan juga untuk dirinya. Sejak siang dia memang tidak makan apapun. Ia hanya mengurus Sehun yang demam. Dan saat dia kembali dari dapur, dia sudah tidak menemukan Sehun lagi di atas tempat tidurnya. Bubur yang diberikan pun sudah habis tak tersisa di atas nakas.

Jongin menghela nafas kasar sambil menggeram pelan. Oh Sehun.

.

.

Sehun duduk di kursi meja belajarnya. Untung saja dia bisa melarikan diri tadi. Untung juga, Jongin mengambil makanan jadi dia bisa berlari kembali ke kamar dan bisa berhenti bersikap canggung disana tadi.

Sehun tidak mengerti apa yang terjadi dengannya. Kenapa dia marah saat tahu Jongin bercinta dengan seseorang. Kenapa wajahnya memerah saat Jongin memeluknya tadi. Padahal sebelumnya dia bahkan merasa risih dan ingin menendang wajah menyebalkan milik Jongin.

Sebenarnya dirinya ini kenapa?

Mana mungkin ia menyukai Jongin kan? Yang benar saja, selama ini dia bahkan tidak menyukai Jongin dan berusaha menghindar dari orang-orang pembuat masalah seperti Jongin. Dia lebih menyukai seseorang yang perhatian, lembut, dan tidak memaksa.

Sedangkan Jongin? Itu semua jauh berbeda. Sangat bertolak belakang. Jongin kasar-sangat kasar, mungkin saja Jongin hanya mempermainkannya saja.

Tiba-tiba Sehun merasa sesak. Entah kenapa sesuatu didalam rongga dadanya berdenyut sakit saat ia memikirkan tentang Jongin yang hanya memainkannya saja. Lagi-lagi dia berusaha untuk menyangkal, dan memang sudah seharusnya seperti itu.

Sehun melihat ke arah jam dinding dikamarnya. Ternyata ia sudah cukup lama ya tidur di kamar Jongin. Terbukti dari jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. Jam sekolah akan selesai satu jam lagi. Tapi ia lebih memilih kembali ke kamarnya saja.

Untungnya, tidak ada tugas apapun hari ini. Jadi dia bisa mengambil tasnya besok, dan tidak harus kesusahan seperti sebelumnya saat dia mencari tasnya yang disembunyikan Yongguk.

Kalau diingat, seharusnya hari ini ia mulai mengajari Jongin privat mtematikanya. Sehun menghela nafas. Karena kejadian hari ini, ia jadi gagal mengajari Jongin. Sebenarnya ia malas, tapi mau bagaimana lagi, guru sudah memberinya titah. Jadi mau tidak mau ia harus terima.

Sehun mengunci kamarnya sebelum ia kembali tidur. Kepalanya masih sedikit pusing. Ia harus makan lagi setelah ini, dan bukannya bubur hambar buatan Jongin. Uh? Apa?

Sepertinya pikirannya memang sudah mulai aneh. Jadi, Sehun membuka bukunya dan memilih untuk belajar. Dia ingin fokus untuk ujiannya yang akan diadakan sebentar lagi. Bukannya alasan dia pindah ke asrama memang untuk itu?

Setelah berkali-kali berkutat dengan buku. Nyatanya dia malah menggeram frustasi karena tidak bisa fokus. Dia malah memikirkan hal yang sebenarnya tidak penting dan tidak pantas.

Dia kembali memikirkan bagaimana bibirnya tadi bersentuhan dengan bibir Jongin. Bagaimana desahan dan erangan Jongin malam kemarin. Bagaimana wajah Jongin yang sungguh terlihat lebih seksi saat memerah dan bernafsu.

Tidak! Sepertinya otaknya mulai lelah dan berpikiran macam-macam. Sehun menggelengkan kepalanya keras-keras berharap semua pikiran kotornya menghilang dari sana. Kenapa dia ikut-ikutan jadi mesum begini? Teriaknya dalam hati frustasi.

Ia tidak boleh terlihat seperti seorang gadis yang baru pertama kali dijamah oleh kekasihnya. Demi Tuhan itu bukan dirinya yang dikenal seluruh masyarakat sekolah.

Oh Sehun sadarkanlah dirimu. Sial.

.

.

Jongin tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Meskipun dia harus mendapatkan Sehun yang sudah menghilang dari kamarnya. Tapi rasa senang itu tentu ada.

Jongin memakan makanannya sambil terus tersenyum membayangkan Sehun yang sedikit merona tadi. Laki-laki itu masih sakit, jadi wajar kalau wajahnya merona. Tapi entah kenapa Jongin merasa ada hal lain yang membuat Sehun merona.

"Manis," Gumamnya pelan.

Dia memakan makanannya dengan cepat. Dengan tetap tersenyum. Sigh. Sepertinya Jongin memang sudah gila karena bocah albino dingin itu. Hanya dalam waktu empat hari, ia sudah terjatuh seperti ini.

Tiba-tiba hal itu terpikirkan olehnya. Bukankah niat awalnya hanya menjadikan Sehun sebagai toy-nya? Damn. Sekarang malah dia yang tidak bisa menghilangkan Sehun dari otaknya.

Dan pemikiran selanjutnya membuat nafsu makannya hilang. Kalau Jongin sudah jatuh ke dalam Sehun. Itu artinya, dia––

Gay?

"Shit."

Dia menaruh nampannya di meja. Sudah setengahnya habis, dan dia kehilangan nafsu makan hanya karena memikirkan apakah dia gay atau tidak?

Sepertinya baru tadi ia berkata persetan dengan orientasinya. Tapi kali ini kenapa rasanya dia malah tidak ingin menyebut dirinya sendiri gay? Apa dia memang gay? Demi apapun, ia masih 'mengeras' membayangkan milik wanita.

Tapi hanya membayangkan wajah polos Sehun bisa menenangkannya. Mengingatkannya agar tidak berbuat lebih pada wanita lain yang ingin ia 'mainkan'. Seperti saat malam kemarin. Saat dia datang dengan kacau ke kamar Sehun dan berakhir dengan pengusiran halus Sehun.

Jongin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Terlihat begitu frustasi hanya karena masalah ini. Ia hanya belum bisa terima kalau ia adalah penyuka sesama jenis.

Jongin mengerutkan dahi saat memikirkan kata itu. Penyuka sesama jenis? Hey, dia hanya turn on dengan Sehun kalau boleh jujur. Ia mulai membayangkan Kris yang sedang topless atau Jongdae yang baru selesai mandi dengan rambut yang masih berair.

"Ugh, itu menggelikan."

Jongin malah tidak ingin membayangkan hal itu lebih jauh. Sangat menjijikkan membayangkan tubuh dua orang yang paling dekat dengannya seperti itu.

Dan ini membuatnya semakin bingung. Ia hanya tertarik dengan Sehun. Bukan lelaki-lelaki lain disana. Ia masih menyukai wanita dan barang milik mereka. Lalu dia ini apa?

Biseksual?

Jongin menggeram pelan. Tidak ingin membahas hal ini. Jongin berdiri dari posisi duduknya, melihat keluar jendela. Ugh, sudah hampir malam.

Ternyata hanya karena memikirkan hal seperti itu, bisa menghabiskan banyak waktu seperti ini. Tsk.

"Oh Sehun..."

Mungkin dia tidak akan bisa tidur lagi malam ini.

.

.

"Sehun-ah,"

Sehun membalikkan badannya saat merasa ada yang memanggilnya. Hari ini ia berangkat cukup pagi. Jadi dia agak kaget mendapati ada seseorang yang memanggilnya dengan akrab seperti itu.

"Hm?" Dan ternyata seperti dugaannya. Baekhyun. Berjalan setengah berlari ke arahnya, dengan tatapan yang Sehun sulit mengerti.

Pria itu berjalan berdampingan dengan Sehun. Mensejajarkan langkah mereka. Dan meskipun Sehun lebih tinggi dari Baekhyun, dia tidak melangkah lebar-lebar.

Mereka hanya berjalan ringan menuju kelas tanpa bicara. Dan itu mengherankan bagi Sehun, karena Baekhyun adalah orang yang cerewet.

Ugh, kenapa dia mulai memperhatikan orang-orang di sekitarnya?

"Um, Sehun-ah.." Baekhyun membuka suaranya saat mereka sampai dikelas. Dia ingin menanyakannnya dengan Sehun, meskipun dia tahu kalau dirinya sedikit kurang sopan jika menanyai kehidupan pribadi Sehun.

Tapi jawaban dari Sehun membuatnya berani, "Ada apa?"

"Eung, sebenarnya... kau dengan umm..." Sehun tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin Baekhyun sampaikan, semua tampak kacau di bibirnya, tapi Sehun hanya terus memperhatikan sampai Baekhyun akhirnya melanjutkan ucapannya, "Kau dengan Kim Jongin..."

Sehun mulai paham dengan apa yang ingjn dibicarakan Baekhyun. Sekali, Baekhyun pernah melihatnya––lebih tepatnya menyelamatkannya dari Jongin yang hampir 'mengapa-apakan'-nya. Pasti saat ini Baekhyun penasaran dengan yang terjadi pada Sehun.

"Kemarin, Chanyeol bilang... dia melihat Jongin membawamu yang sedang umm-entahlah, pingsan? Atau tidur?"

Ah, karena itu juga ternyata. Sehun membatin dalam hati. Ia melihat dari ujung matanya, bagaimana Baekhyun yang mulai salah tingkah karena tak mendapat respon darinya.

"Err.. ma-maaf. Bukannya bermaksud mengurusi kehidupanmu. Hanya saja aku––eum aku terlalu pe–penasaran."

Baekhyun berbicara dengan tersendat. Membuat Sehun tersenyum tipis. Sebenarnya ia tidak tersinggung sama sekali dengan apa yang ingin Baekhyun bicarakan. Sama sekali. Entah kenapa, ia sendiri tidak tahu.

"Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Kebetulan kemarin dia menemukanku pingsan lalu membawaku ke ruang kesehatan." Jawab Sehun pelan. Tidak mengalihkan tatapannya pada Baekhyun yang kini terlihat kaget.

Bagaimana tidak. Sehun baru saja membalas pertanyaannya dengan tenang. Bukan dingin seperti biasa. God. Baekhyun harus bersyukur. Benar-benar bersyukur. Sehun sepertinya mau mulai untuk membuka diri padanya.

"Kenapa?" Tanya Sehun lagi membuyarkan kekagetan Baekhyun.

"A-ah, itu.. hanya saja.. eung.."

"Dia hanya bermain-main... kurasa.." Entah perasaan Baekhyun saja atau bagaimana. Tapi dia sedikit melihat raut kecewa di wajah Sehun. Hanya sedikit tapi sangat kentara. Mungkin itu karena Baekhyun yang sudah sering memperhatikan wajah Sehun dan ekspresi-ekspresinya.

"Aku juga tidak menyukainya begitu saja.."

Bohong!

Sehun berjengit saat mendengar suara lain yang meluncur dari pikirannya. Tadi itu apa? Bohong? Ia tidak bohong! Pikirannya balas menjerit di dalam sana. Apa ini sebenarnya?

Baekhyun baru akan menyahuti ucapan Sehun saat tiba-tiba ada suara bass yang sudah sangat dia kenal masuk ke gendang telinganya. Baekhyun mengerang pelan, Chanyeol datang disaat yang tidak tepat.

"Baekki~" Errm... Chanyeol memang menyebalkan dan sangat tidak peka ya, "Ah, hai Sehun.." Jangan lupakan sifat sok kenalnya dengan senyunan selebar jari tangan. Ugh.

Sehun hanya melirik Chanyeol, tidak berniat untuk membalas. Oh. Sikap dingin dan acuhnya sudah kembali. Terimakasih untuk Chanyeol yang merusak semuanya.

Chanyeol yang merasa dipandangi dengan tajam oleh Baekhyun hanya bisa mengernyit dengan bingung. Kenapa? Apa salahnya sampai Baekhyun seakan ingin mendepaknya dari sini saat ini juga?

"Err.. apa aku mengganggu?"

Dan Chanyeol berkata dengan tanpa dosanya. Baekhyun langsung saja menarik tangan Chanyeol untuk pergi dari sana. Sekaligus menceramahi Chanyeol.

.

.

Entah kenapa hari ini Jongin begitu malas untuk melakukan aktivitas apapun. Dia hanya diam dan diam sambil banyak melamun. Atau hanya sesekali memainkan ponselnya ditangan. Jelas, Jongdae dan Kris yang melihatnya jadi sangat bingung.

"Jong? Sebenarnya kau kenapa? Kau kerasukan?" Jongdae bicara dengan tampang sok polosnya. Dan anehnya, Jongin tidak membalas ucapan Jongdae seperti biasanya. Dia seperti tidak mendengar apapun.

Jongdae melirik Kris yang sedang duduk sambil memainkan bola tennis ditangannya. Entah untuk apa dia memegang bola itu. Kris juga aneh hari ini, walaupun tidak separah Jongin, tapi Kris juga agak pendiam. Apa hanya Jongdae yang ceria hari ini? Arrgh...

"YAK! SEBENARNYA ADA APA DENGAN KALIAN?"

Jongdae sudah tidak tahan, dia tidak ingin diacuhkan lebih lebih dari ini lagi. Jadi dia berteriak, dan hasilnya adalah dengusan malas dari Jongin.

Shit. Ingin rasanya Jongdae mengebiri Jongin saat ini juga.

"Kau jadi agak diam, Jong. Ada apa sebenarnya?" Lihat siapa yang berbicara. Tidak sadarkah kalau dia juga sedari tadi hanya diam?

"Kau juga sama Kris."

Kris hanya mengangkat bahu, "Setidaknya itu hal yang biasa untukku. Bukan untukmu.."

Jongdae ikut menghembuskan nafas lega, akhirnya ada yang membicarakan ini. Ia bisa mati kebosanan disekolah kalau tidak bicara dengan dua makhluk absurd ini.

"Sepertinya aku menyukainya..."

Kris cepat-cepat menoleh kearah Jongin yang sekarang terlihat frustasi. Membaringkan tubuhnya di sebuah kasur kecil yang disediakan sekolah untuk mereka atas permintaan Jongin.

Kalau Kris terkejut. Jongdae malah tidak mengerti dengan maksud dua orang didepannya ini. Siapa yang disukai Jongin sampai terlihat kacau seperti ini?

"Ini pertama kalinya kau tampak kacau, Kim."

Ucapan Jongdae membuat Jongin dengan segera membuka matanya yang tadi terpejam, lalu menatap Jongdae tajam, "Aku tidak kacau..."

Well, Jongin. Teruslah mengelak. Padahal ia sudah tahu sendiri kalau ia memang 'sedikit' kacau.

Jongdae memutar bola mata malas, sudah bagus juga dia memberitahu Jongin. Tapi tetap saja yang namanya Jongin itu keras kepala, "Terserahmu saja."

Hening.

Hanya diam sampai beberapa saat. Kris tidak juga membuka mulutnya untuk sekedar berkomentar seperti Jongdae atau memberi nasehat pada Jongin yang memang tampak berbeda beberapa hari ini.

Sepertinya Jongin memang sudah jatuh kali ini.

"Kau menyukainya hanya dalam waktu lima hari? Memang apa yang dia lakukan sampai bisa meruntuhkanmu?"

Akhirnya Kris bertanya. Sebenarnya dia agak tidak rela jika Jongin benar menyukai Sehun. Karena sebenarnya, dirinya sendiri pun begitu. Ia juga menyukai Sehun sejak menemukannya di kelas malam itu.

Tapi apa memang Kris benar-benar menyukainya? Atau... ada alasan lain?

"Aku tidak tahuuu. Sial." Jongin terdengar frustasi sambil menutup wajahnya wajah dengan telapak tangannya sendiri.

"Apa kau sudah yakin? Setahuku kau bukan gay. Dan kau bilang dia hanya mainanmu kan.."

Itu suara Jongdae yang mengalihkan tatapannya dari komik yang dibacanya pada Jongin. Ia mengerti siapa orang itu saat Kris mengatakan kalimat pertamanya tadi.

Dapat terdengar Jongin yang menggeram agak keras. Benar-benar menggelikan melihatnya seperti ini. Seperti bukan Jongin saja.

"Kau tahu? Aku jijik melihatmu seperti orang yang banyak hutang sana sini seperti ini, Jong." Jongdae menerima tatapan membunuh setelahnya, tapi dia mengabaikan tatapan Jongin yang seperti itu, "Well, aku hanya ingin membantu, dude. Lebih baik kau memastikan perasaanmu terlebih dahulu."

Memastikan perasaannya terlebih dahulu? Jongin harus melakukannya? Demi apapun Jongin tidak pernah melakukan hal semacam itu sebelumnya. Ia suka dengan wanita, ia menjadikannya kekasih. Ia bosan, ia memutuskannya dan mencari yang lain.

"Memang terdengar bukan seperti kau. Tapi aku tahu kali ini berbeda keadaannya Jongin. Dia bukan wanita yang biasa kau ajak kencan dengan mudah. Dan kalau kau sampai benar menaruh perasaan padanya... ini akan menjadi berita besar bagi para mantan-mantanmu itu."

Oh. Shut up, Jongdae. Tak tahukah kalau Jongin sudah menyimak sedari tadi dan malah seperti itu akhirnya? Ini malah semakin membuatnya frustasi saja. Jongdae memang tidak bisa diandalkan.

Atau––bisa?

Oh. Jongin mulai gila. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Apa memang dia harus memastikan dulu bagaimana perasaannya? Yeah, diingat lagi dia memang tidak pernah serius dengan semua perempuan yang pernah dikencaninya. Hanya berselang beberapa bulan, dia akan mulai bosan.

Dan ini baru beberapa hari dia mendekati Sehun, tapi dia sudah bisa berkata kalau dia menyukai pemuda manis berkulit pucat itu? Argh, dan ditambah membuatnya otomatis berubah orientasi menjadi gay? Begitu?

Jongin kembali memejamkan matanya frustasi. Lalu kenapa dirinya harus sekacau ini kalau bukan karena menyukai Sehun? Menggeram pelan, ia berkata dalam hati, 'Itu pasti hanya nafsu, Kim Jongin..' dengan ragu.

"Lebih baik kau turuti ucapan Jongdae... Mungkin dia benar, Jong. Kau harus memastikannya..."

Mungkin memang ia harus mendengarkan ucapan kedua orang ini...


To Be Continued


A/N : Hello~ Sesuai janji saya kemarin, saya publish chapter 6 nya setelah tiga hari dari chapter kemarin :D walaupun agak telat, karena memang bisanya malam :D

Semoga nggak kecewa sama chapter ini :') yang menurut saya malah aneh sekali...

Saya gak tau mau bilang apa. Agak kaget waktu liat review chapter kemarin sampe segitu :')

Dan terimakasih buat semangatnya :D semoga saya bisa tetep semangat nulis ya :3 gimanapun juga, KaiHun masih satu-satunya OTP saya wkaka walopun Jongin makin unyu xD

Terus, saya juga tau kalo ff ini tiap chapternya pendek. Tapi ya mau gimana lagi, udah dari awal nargetin wordsnya segitu. Chapter yang saya buat juga udah lumayan banyak... TvT Maafkan saya...

Dan jugaaaa... buat adegan 'gitugitu'nya, saya masih bimbang mau buat apa nggak lol, takutnya gak ada feel. Duh. Masih takut juga lolol :D ditunggu aja :P Saya suka main php *gak.

Duh, mau nulis apa lagi ya? Troye Sivan again? Oh, jangan. Gak ada yang kenal dia disini lol. Yang suka buka buka youtube mungkin tau wk :D

Oke, mungkin segini dulu. Yang terakhir, review lagii? :D /terbangsamajongin/


Thanks To :

Keteknyakai ; Kai tambah unyu :""" udah di lanjuutt~ baca lagi baca lagi :D

Oh Se Hyun ; kehilangan dikit doang kok, terus balik-balik sendiri kalo udah liat moment KaiHun gitu :D tenang aja, saya gak bisa nulis ff lain selain KaiHun pair kok. Cuma suka baca aja kalo yang lain itu mah :D makasih pesannya ^^

yunacho90 ; Jongin mah sweet bastard hihi~ dia bisa manis kapanpun dia mau :D

exolweareone9400 ; hihi bener ya? Ntar pada protes protes lagi :D saya juga rencananya emang bakal namatin kok. Sekitar beberapa chapter lagi juga bakal end u,u itu bukan ayahnya Kai loh hihi

Jongin's Grape ; haha saya sering baca HunKai juga loh :D tapi tetep feelnya lebih dapet Sehun uke ketimang Sehun seme. Jongin itu udah ditakdirin buat jadi seme soalnya wkwk ^^ thanks udah review ya :)

GaemGyu92 ; Sehun sebenernya pingsan kan gara gara efek demam seelumnya. Dipaksain sih, jadi sakit lagi. Minta diperhatiin sama Jongin wkwk

Echi ; Ini sudah lanjuuuuuuttt :D dibaca lagi yaa~~

kjinftosh ; Sehun mulai panasss lol

Zelobysehuna ; Baru masuk SMA ya berarti kamu? ^^ ditunggu ya yang Let It Out. Itu saya kena WB parah xD

HilmaExotics ; Hihi mereka bisa lebih sweet lagi kalo Sehunnya nggak malu malu kucing xD

vitangeflower ; Ini udah lanjut yaaa :3

KaiHunnieEXO ; Monggu aja nggak gonggong galau Jongin jadi gay /eh/ nah Sehun mah gitu, bilangnya nggak suka. Tapi liat Jongin sama yang lain, dianya malah jeles :D

Nagisa Kitagawa ; Jongin juga masih labil. Bilangnya ini, eh keluarnya itu, eh besok gini lagi. Duh, susah ya Jongin itu. Gak mau yang gampang-gampang aja. Ini udah next :') Let It Out nya slow update TVT

babyjunma ; Kalo mereka bersatu, enaknya Sehun tetep cuek cuek kucing gak? :D

Kimoh1412 ; Iya bener sih ya, Sehun mah jagonya aegyo. Gwiyo gwiyo gitulah mukanya. Gimanapun tetep gak bisa jadi seme buat Jongin ya? :D

ohhanniehunnie ; Semoga mereka cepet sadar sama perasaannya dulu xD wkaka

exobabyhun ; Tapi Chanyeol Cuma figuran /laah/ dan dia udah naksir sama temennya sendiri, bukan Sehun TvT saya Cuma mau bikin Jongin yang susah dapetin Sehun aja disini, gak ada cowok cowok sok kece yang mau rebut rebut Sehun wk :D /duh/

sehunskai ; Jongin mah jadi care tiap ada Sehun xD

JongOdult ; Apa iya? Kenapa saya liatnya masih tetep tinggian Sehun TvT Sehun itu udah tinggi, kurus juga. Jadi keliatan tambah kaya tiang gitu TvT

exobabyyhun ; Haha, gak usah di bom dong :D ini sudah update chapter enamnya~~~ Bentar lagi Jongin saya buat tobat biar gak mainin cewek lagi xD

; Kalo diterusin ntar keenakan di Jonginnya wkwk xD jadi mending jangan diterusin sampe mereka resmi deh... aduh :3

dia,luhanie ; Sebentar lagi dia bakal ngaku. Dan dia harus ngaku. Kalo nggak ngaku, ini ff gak jadi KaiHun. Wkaka :D makasih udah review ya ^^

OhstupidSehun ; Sama-sama aduh :3 Mari di aca lagi chapter enamnya yaa :D review lagi hihi

; Sehun mah emang gitu orangnya. Jelesan. Tipe tipe tdundere sukanya gitu ya wkaka. Maunya sih update seminggu sekali, tapi kadang susah dan kalo direncanain malah gak jadi jadi gitu :D jadi saya update kalo emang bener ada waktu aja :"")

SpringBee ; Iya tenang aja, gak akan pindah ke HunKai kok. Kehilangan feel KaiHun kan bukan berarti feel saya pindah ke HunKai xD Cuma tenggelam bentar aja kok feelnya wk. makasih udah suka ff abal saya :') makasih udah review :D

utsukushii02 ; Sehun tsunderee. Dan Jongin suka tipe tipe kaya Sehun lol xD

sayakanoicinoe ; Iya, maaf ya kalo pendek :')

0007 ; Ini udah next chap nyaa~~ mari dibaca :D

ooh ; Haha, Sehun mah orangnya gampang terbuai. Apalagi kalo Jongin yang grepein lol

KimKai : Aduh makasih :') Saya jadi terharu, padahal ini ff aneh TvT iya maaf kalo pendek ya, udah dari sananya segitu /eh/ nanti deh chapter lain agak saya panjangin :) Ini udah update ya :)

KimKaihun8894 : Wkaka, saya sering denger ada kelas etika di drama drama korea lol jadi saya tulis aja kelas etika soalnya bingung mau nulis kelas apa yang nggak disukain orang cerdas sejenis Sehun. Mungkin emang cocok sama Sehun yang wajahnya datar datar aja lol xD

Sehun uke ; SMRookies kan juga keren-keren tuh. Adik adik imut ;') nggak termasuk Taeyong sama Johnny yang udah jadi senior xD lol

Sekar Amalia ; Iya, makasih udah review ya ^^

Oh Yuugi ; Iya, silakan dibaca ^^ makasih udah review~~

Auliavp ; Nanti kalo Sehun juga udah sadar kalo dia suka Jongin wkaka

Dya Kim ; Aduh gatau mau bilang makasih atau maaf gara gara udah uat baper xD saya emang tukang php lolol xD ditunggu aja enaena nyaaa, kalo saya buat tapi wkwk makasih udah mau mampir ke ff saya :3

Kris hanhun ; Aduh makasih udah suka sama ff ff saya Kris :D iya deh, saya gak akan masalahin soal tinggi badan mereka lagi ;") Makasih udah mau review ^^ dibaca lagi yaa :")

Minsooeun ; Makasih :D makasih udah nyampe feelsnya wkaka :D makasih udah review juga ^^

GYUSATAN : Iya maaf kalo pendek ya ^^

YunYuliHun ; Nggak kok, di ff ini gak akan ada campur tangan orangtua sampe jodoh-jodohan segala u,u Mungkin di ff lain yg udah saya siapin /eaak /spoiler wkaka

vantasfic ; Bener itu mah. Jongin nggak dari dulu pake cara pelan sih. Mainnya nyosor mulu :D

xohunte ; Aduh iya! xD sampe ngumpat juga duh. Iya bener, karena Kai masih sexy dan hawty lol. Emang masih imutan Sehun ya ;')

-Kkeut- ^^

Ternyata panjang juga, err... ^^