Passionate Pleasure
Chapter 7
.
.
Sehun membuka pintu kamarnya. Dan lagi-lagi dia menemukan Jongin yang bersandar disana, menatapnya dengan tatapannya yang tidak biasa. Sehun melihat ada yang aneh pada Jongin pagi ini. Namun dia hanya mengabaikan Jongin. Dia melewati Jongin dan terus berjalan.
Sehun merasa memang ada yang aneh dengan Jongin. Jika biasanya Jongin akan menyapanya dengan kalimat-kalimat nakalnya. Maka kali ini berbeda. Jongin hanya berjalan dengan lambat dibelakangnya dan tidak berkata apapun.
Dan demi apapun, Sehun tidak ingin mengakui kalau dia merasa ada yang janggal di dirinya. Jadi untuk menghilangkan perasaan itu, dia berhenti berjalan lalu berbalik ke arah Jongin, melihat Jongin yang kini menatapnya juga dengan alis yang diangkat sebelah.
"Pulang sekolah nanti, jangan lupa. Aku akan mengajarimu hal-hal yang tidak kau mengerti. Kau yang menentukan sendiri tempatnya."
Dan setelah Sehun mengucapkan kalimat itu. Dia bisa melihat sebuah seringai yang biasanya dia lihat muncul di wajah Jongin. Great. Jongin sudah kembali.
"Anything for you, babe."
Dengan wajah datarnya seperti biasa. Sehun kembali membalikkan badan dan berjalan di depan Jongin. Entah kenapa Sehun bisa merasakan kalau Jongin sedang memandanginya dari belakang. Serasa punggungnya sudah berlubang karena terus dipandangi.
Dan saat dia mulai merasa risih, dia ingin membalikkan badannya lagi. Namun, yang terjadi malah sesuatu yang sangat ingin disesalinya. Jongin mengecup bibirnya secara kilat barusan. Tahu begitu dia tidak akan berbalik tadinya.
"Thanks, babe. Aku rasa aku harus pergi sekarang. Kelasmu sudah dekat kan. Sampai jumpa nanti malam." Kerling Jongin dengan nada main-main.
Dan setelahnya, Sehun bisa melihat punggung Jongin yang semakin menjauh dan hilang di belokan kedua. Jelas itu bukan kelasnya. Pasti Jongin ingin bermain-main dengan para gadis-gadis terlebih dahulu.
"Bahkan setelah dia menciumku, dia masih ingin mencium gadis-gadis lain.. cih." Gumamnya pelan tanpa sadar. Dia merasa sedikit sesak membayangkan Jongin akan bercinta lagi dengan gadis-gadis mainannya. Entahlah, Sehun sedang berusaha menepisnya lagi kali ini.
Dia kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Kali ini, dia datang cukup siang. Tidak seperti kemarin yang berangkat pagi-pagi hanya untuk mengindari Jongin. Tapi setelah itu dia berpikir, untuk apa menghindari orang itu? Jadi lebih baik dia bersikap seperti dia yang biasa saja.
.
.
Jongin tidak bersemangat hari ini, dia tahu. Dia tidak ingin melakukan apa-apa sebenarnya. Bahkan seharusnya dia tidak datang ke sekolah dan hanya akan tidur di kamarnya. Dia sedang tidak ingin menjadi bajingan hari ini. Namun, kenyataannya, dia malah bangun dari tempat tidur empuknya dan memakai seragamnya.
Entah, rasanya dia hanya ingin melihat Sehun saja. Dia tersenyum kecil mengingat kejadian tadi saat dia mencium Sehun singkat. Hanya mengecup saja bisa membuatnya gila. Apa iya dia sudah jatuh? Tsk. Kenapa harus memikirkan itu sekarang sih. Merusak mood saja.
"Tidak masuk kelas lagi hari ini?"
Tiba-tiba, disampingnya sudah ada Kris yang datang dengan membawa dua gelas kaleng minuman bersoda. Kris lalu menyodorkannya pada Jongin, yang tentu diterima dengan senang hati oleh Jongin.
"Memikirkan masalah kemarin?" Kris bertanya lagi, dan kali ini ditanggapi dengan anggukan pelan oleh Jongin yang masih meneguk sodanya, "Sebegitunyakah dirimu? Pertama kalinya aku melihatmu seperti ini, kau tahu." Kris tersenyum kecut mengucapkannya.
Jongin membuang nafasnya pelan, "Entahlah. Ada yang aneh dengan diriku."
"Kau baru sadar? Aih.." Kris terkekeh pelan menanggapi ucapan Jongin.
Jongin terdiam lagi. Dia belum melakukan apa-apa untuk memastikan perasaannya. Memang, hal apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus menerkam Sehun untuk membuktikannya? Jongin tersenyum penuh arti membayangkan Sehun yang berada dibawahnya dan mendesah-desah seksi.
"Akh." Jongin meringis pelan merasakan pukulan di kepalanya, "Hyung, kenapa? Kenapa memukulku dengan kaleng? Aish, ini sakit sekali, bodoh." Makinya pada Kris yang baru saja memukul kepala Jongin dengan kaleng soda yang dipegangnya.
"Wajah mesummu itu membuatku bergidik tahu. Kau membayangkan apa dengan Sehun? Dasar mesum."
Jongin memutar bola matanya malas. Kalau sudah berurusan dengan Kris yang out of character seperti ini sudah pasti membuatnya diam. Namun tidak tahu kenapa, ini seperti Kris yang setahun yang lalu. Saat Kris ditinggalkan oleh orang yang paling disayanginya.
"Ada masalah apa, hyung?" Dan entah kenapa, Jongin ingin menjadi teman yang berguna untuk Kris saat ini.
"Kau selalu tahu semua tentangku, Jong."
Kris bisa mendengar Jongin yang berdecih pelan, lalu dia melihat Jongin yang tersenyum masam pada Kris. Kris tidak tahu apa arti senyum itu, namun setelahnya dia bisa tahu dari kalimat yang diucapkan Jongin padanya.
"Yeah, tidak tahu kenapa aku bisa dengan mudah menebakmu, hyung. Termasuk kau yang juga menyukai Sehun.."
Kini giliran Kris yang tersenyum kecut. Harusnya dia tahu itu. Harusnya dia sadar kalau Jongin pasti akan tahu tentang dia yang menyukai Sehun-nya. Namun saat ini, dia merasa perasaannya kacau. Bukan karena Jongin yang mulai menyukai Sehun. Lebih dari itu. Dia merasa, kalau dia tidak benar-benar menyukai Sehun...
"Aku–"
"Aku tahu. Kau tidak mungkin menyukai Sehun dengan sungguh-sungguh. Aku tahu kau masih menyukai'nya' kan. Orang itu."
Dan Kris sepertinya harus mulai menjaga ekspresi wajahnya atau apalah yang dia punya di depan Jongin. Karena demi apa, Jongin bisa dengan mudah menebaknya. Sebenarnya Jongin ini apa? Anak itu hanyalah seorang troublemaker di sekolah, anak penurut saat dirumah, dan menjadi seorang yang ehm sexy saat diluar sekolah atau rumah. Ugh, ya Kris mengakuinya.
"Jangan menatapku seperti itu. Kau tahu ini keahlian khususku. Spesial untukmu." Ucap Jongin dengan nada main-main. Dan mendapat hadiah tamparan bantal dari Kris. Mereka sempat tertawa beberapa detik sebelum Jongin kembali membalikkan topik sebelumnya.
"Apa orang itu sudah kembali?" Tanyanya dengan nada biasa.
Kris tersenyum kecil lagi, "Sepertinya kau pantas untuk menjadi peramal, Jong. Tebakanmu semuanya benar. Dan seharusnya kau bisa menebak sendiri bagaimana perasaanmu terhadap Sehun."
Jongin menggeram pelan. Dia tahu Kris sedang mencoba mengalihkan pembicaraannya. Kenapa Kris harus membahas Sehun lagi disaat moodnya sudah lebih membaik. Sudah dia bilang kan kalau kali ini dia ingin menjadi teman yang baik bagi Kris.
"Baiklah terserahmu saja hyung. Aku tidak akan memaksa."
Tidak akan memaksa katanya. Tapi nadan bicaranya barusan yang terdengar begitu dingin menandakan kalau dia marah dengan Kris. Tidak akan memaksa apanya. Kalau begini sih namanya memaksanya dengan tidak langsung. Atau Kris tidak akan diajak bicara selama satu minggu penuh. Itu pengalaman Kris.
"Baiklah."
Dan akhirnya Kris memilih mengalah dan menceritakannya pada Jongin sebelum kejadian setahun lalu saat Jongin bahkan tidak ingin menatapnya kembali terulang. Mereka akan menghabiskan satu atau mungkin dua jam pelajaran. Dan kali ini tanpa Jongdae. Karena dari yang mereka tahu, kelasnya sedang ada ulangan mendadak. Poor him.
.
.
Sehun duduk di tempat tidurnya. Hari ini melelahkan sekali. Banyak tugas yang harus dia kerjakan dan harus dikumpulkan besok. Dan berhubung hari ini dia juga akan mengajari Jongin untuk yang pertama kali. Dia akan sangat yakin kalau tugas-tugasnya akan lama dia selesaikan.
Sehun menghela nafas pelan. Sebelum dia mendapat kabar dari Jongin, lebih baik dia membersihkan badannya terlebih dahulu. Dia ingin lebih segar rasanya, agar tidak terlalu stress karena banyaknya tugas karena siswa paling akhir.
Tapi, sebelum dia melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Dia malah mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Dia mengira kalau itu adalah Jongin yang datang. Namun setelah membuka pintunya, ternyata yang datang adalah Chanyeol dan juga Baekhyun.
"Hai." Sapa mereka bersamaan.
Sehun hanya menatap mereka dengan tatapan datarnya. Menatap Chanyeol dan Baekhyun bergantian. Sedangkan Chanyeol dan Baekhyun meringis pelan melihat ekspresi Sehun yang datar datar saja. Sepertinya mereka datang di waktu yang tidak tepat.
"Kami boleh belajar bersama disini? Eung.. kita bertiga kan sekelas, dan tugas-tugas ini emm harus dikumpulkan besok, jadi..." Baekhyun berhenti sebentar, memperhatikan wajah Sehun yang masih belum berubah juga, "Bolehkah?"
Sehun berpikir sebentar. Kalau ada duo aneh ini dikamarnya, kemungkinan dia malah jadi tidak bisa belajar dengan tenang. Dan tugas-tugasnya pasti tidak akan selesai. Meskipun faktanya dua orang didepannya ini adalah teman sekelasnya juga yang mendapat tugas yang sama. Dia tetap tidak yakin..
Sehun baru akan menjawab pertanyaan Baekhyun, kalau saja tidak ada suara Jongin yang menginterupsi dari belakang Chanyeol dan Baekhyun, "Ada apa ini?"
Otomatis, Baekhyun dan Chanyeol menoleh ke belakang, memberikan pandangan yang berbeda-beda pada Jongin. Chanyeol yang merasa familiar, sedangkan Baekhyun yang kaget menemukan Jongin ada disini.
Acara pandang memandang Jongin mereka terputus saat Jongin dengan tidak elitnya mendorong Baekhyun dan Chanyeol kesamping lalu berdiri tepat didepan Sehun yang kini memandangnya dengan tatapan aneh. Yang entah kenapa membuat Jongin sedikit berdesir mendapat pandangan seperti itu dari Sehun.
Dan yang menyadari tatapan Sehun itu selain Jongin adalah Baekhyu. Dia tahu kalau tatapan Sehun sedikit berbeda dari biasanya, meskipun dia yakin apa yang dilihat Chanyeol pasti adalah wajah Sehun yang seperti biasa. Datar dan dingin. Namun, sepertinya tidak sedingin itu kali ini.
"Hey, babe. Jadi, acara kita malam ini kan?" Ucap Jongin sambil melangkah masuk kedalam kamar Sehun. Membuat Chanyeol lagi-lagi melongo. Dirinya dan Baekhyun saja harus minta izin dengan canggung pada pemilik kamar, kenapa bocah hitam itu bisa dengan seenaknya masuk.
Sedangkan Baekhyun juga terkejut. Bukan alasan yang sama dengan alasan Chanyeol.
Baekhyun terkejut dengan panggilan Jongin pada Sehun. Babe? Apa mereka sudah menjalin hubungan sejauh itu? Baekhyun mulai bertanya-tanya dalam hati. Ditambah Sehun yang sekarang wajahnya sedikit merona. Tapi tetap tertutupi karena ekspresinya yang datar.
Sehun menghela nafas pasrah. Malam ini akan menjadi malam yang paling tidak tenang pastinya. Dia sudah pusing memikirkan Jongin, dan akan ada dua orang aneh lagi dalam kamarnya. Lalu Sehun menatap dua orang didepannya masih dengan wajah datar, dan mengkode mereka untuk segera masuk sebelum dia berubah pikiran.
Sudah pasti Baekhyun dan Chanyeol masuk cepat-cepat, meskipun masih sedikit canggung karena ini pertama kalinya mereka masuk ke kamar Sehun. Ditambah lagi, ini kamar Sehun sendiri. Melihat barang-barang mewah di dalamnya, membuat Chanyeol sedikit terkagum. Kamarnya dan Baekhyun tidak seperti ini.
"Baiklah. Kalian bertiga, tunggulah disini. Aku akan mandi sebentar." Ucap Sehun tanpa nada.
"Perlu aku mandikan, baby?"
Sehun rasanya ingin sekali menyumpali mulut Jongin yang sekarang semakin seenaknya memanggilnya. Pikiran kotor itu yang harus dia mandikan. Tapi Sehun tidak mengucapkannya pada Jongin dan hanya berlalu dengan biasa.
Selama Sehun mandi. Jongin hanya duduk menyeringai, membuat Chanyeol merasa takut sekaligus aneh melihatnya. Baekhyun sendiri menatap Jongin tajam. Dan Jongin yang merasa diperhatikan pun menoleh ke arah Baekhyun, mendapati pria itu yang menatapnya seperti ingin menuntut sesuatu.
Ah, Jongin ingat orang ini. Byun Baekhyun. Bukankah laki-laki kerdil ini yang mengganggu acaranya dengan Sehun tempo hari di kamar mandi. Dan Jongin malah menjadi kesal, karena rencananya yang akan berduaan dengan Sehun malam ini jadi kacau karena kehadiran orang-orang ini. Ingin mengganggunya untuk yang kedua kali huh?
Tidak berapa lama kemudian Sehun keluar dari kamar mandi dan menatap tiga orang di depannya yang sedang saling menatap aneh. Apa yang orang-orang ini perbuat?
"Apa yang kalian lakukan?" Tanyanya dingin.
Ketiganya menoleh pada Sehun yang masih berdiri di depan kaamar mandi dengan handuk di pundak. Dalam hati berpikir kalau Sehun sungguh manis dengan piyama yang dia kenakan. Dan hanya satu orang yang menganggap kalau Sehun dengan kadaan seperti itu sangat seksi. Seperti sudah siap untuk diterkam.
Sehun berjalan menghampiri mereka setelah dia menggantungkan terlebih dahulu handuknya. Duduk di depan mereka bertiga, lalu menatap ketiganya satu persatu. Kemudian menghembuskan nafas pelan begitu bertemu dengan mata Jongin. Mata itu begitu instens menatap Sehun.
"Baiklah. Kalian berdua, coba kerjakan tugas kalian dan tanyakan apa yang kalian tidak mengerti, aku akan menjawabnya sebisaku. Dan kau," Sehun menatap Jongin dengan mata menyipit, "Katakan mana yang tidak kau mengerti di pelajaran matematika."
Jongin menyeringai, lalu dia menepuk tempat disebelahnya, menyuruh Sehun untuk duduk disana, "Aku tidak akan bisa bertanya kalau kau duduk jauh disitu kan?"
Dan dengan terpaksa Sehun duduk di sebelah Jongin. Jongin tanpa ragu langsung melingkarkan lengannya di pinggang Sehun dan menariknya lebih dekat sehingga bahu mereka bersentuhan. Tersenyum kecil, Jongin melepaskan lengannya lalu mulai bertanya, "Aku tidak mengerti semuanya, bisakah kau ajarkan aku."
Sehun menahan nafas saat wajah Jongin ternyata dekat sekali dengannya. Tapi dia berhasil mengatur lagi mimik wajahnya menjadi datar dan tenang. Padahal dalam hatinya dia sedang merutuki Jongin kenapa anak itu dekat sekali dengannya.
.
Satu jam berlalu, Baekhyun dan Chanyeol sudah kembali ke kamar mereka karena semua tugasnya sudah selesai atas bantuan Sehun. Sehun sendiri juga sudah menyelesaikan tugasnya sendiri saat menyuruh Jongin mengerjakan soal yang diberikannya. Sesekali, Sehun bisa melihat bagaimana seriusnya Jongin dalam mengerjakan soal yang dia beri.
Dengan dahi yang mengerut, Sehun bisa mengerti kalau Jongin tidak mengerti juga. Padahal dia sudah mengajari Jongin berulangkali. Orang pintar mana yang selalu mendapat nilai bagus di semua mata pelajaran kecuali matematika? Hanya orang pintar seperti Jongin yang begitu.
Sehun sendiri tidak mengerti dimana masalahnya. Apa Jongin punya hal tersendiri yang menyangkut dengan matematika? Padahal nilai Fisika dan Kimianya selalu mendapat nilai sempurna. Lalu apa yang salah dengan matematika?
"Kenapa memandangku seperti itu?"
Sehun terkejut karena Jongin mendapatinya sedang memandanginya. Lalu seringai itu terlihat lagi. Sehun tahu ada hal yang akan terjadi kalau seringai itu sudah muncul. Sehun tahu benar.
Dan tidak butuh waktu lama, Jongin sudah menelusupkan kepalanya ke leher putih Sehun dan menjilatinya seenaknya. Jongin hanya sekedar mengecup, mencium, dan menjilati saja. Menahan tangan Sehun yang mulai ingin menahan dada Jongin untuk berhenti dan Jongin semakin menenggelamkan kepalanya ke belakang leher Sehun.
Sehun menggerakkan kepalanya tidak nyaman. Tapi hal itu malah membuat Jongin semakin leluasa menggencarkan aksinya untuk mencumbui leher itu. Jongin kembali menciumi bagian samping leher Sehun, lalu semakin maju kedepan, dan berhenti di tonjolan kecil di leher depan Sehun. Mengecupi jakun Sehun berulang kali. Membuat Sehun mendesah tertahan.
Jongin menghentikan aksinya, menatap Sehun yang baru saja mengeluarkan desahan pelan. Lalu tak butuh waktu lama, Jongin kembali mendekatkan kepalanya dan menggigit keras leher Sehun. Membuat Sehun memekik pelan. Meninggalkan bekas berwarna merah disana, lalu benar-benar melepaskan Sehun.
Jongin tersenyum melihat karyanya. Sedangkan Sehun langsung memegangi bagian leher yang digigit Jongin. Menatap Jongin tajam, sangat tajam.
"Kau milikku Oh Sehun."
Sehun tidak mengerti, kenapa dia malah merasa aneh saat Jongin mengatakan hal itu. Mengatakan bahwa dirinya adalah milik Jongin. Ada yang mengganggu di pikiran serta hatinya. Dia merasa berdebar, lega, juga takut dan kecewa disaat yang bersamaan. Jadi Sehun mulai mengalihkan kepalanya ke samping dan tidak menatap ke arah Jongin.
"Kau lebih baik pulang. Kau tidak mengalami kemajuan di bidang ini. Mungkin aku akan meminta kepada guru matematika itu untuk mengganti guru privatmu, karena aku harus fokus untuk ujian nanti."
Jongin melunturkan seringainya mendengar tuturan panjang Sehun. Mengganti, katanya?
Entah kenapa ucapan Sehun malah membuatnya merasa aneh. Baru sekali Sehun mengajarinya tapi dia sudah akan mundur untuk mengajari Jongin? Apa-apaan itu.
"Kau tahu, kau seperti pengecut. Baru satu jam kau menjadi guru privatku dan kau sudah menyerah hanya karena muridmu menciummu? Huh."
"Tidak. Aku memang tidak pernah ada niatan untuk mengajarimu kalau tidak diperintahkan. Aku juga tidak pernah ingin berurusan dengan seorang sepertimu. Dan semuanya menjadi kacau karena aku pindah ke asrama ini. Cih. Harusnya aku tidak pernah pindah kemari."
Jongin tertegun mendengarnya. Menaklukan Oh Sehun memang sangat sulit. Tapi bukan Jongin namanya kalau dia sudah menyerah begitu saja. Bagaimanapun, dia memang harus memastikan perasaannya terlebih dahulu. Dan membuat Sehun jatuh ke dalam pesonanya. Dia menginginkan Sehun. Sangat.
Jongin segera berdiri dan keluar dari kamar Sehun dengan membanting pintu kamar Sehun. Meninggalkan Sehun yang kini merutuki mulutnya kenapa bicara seperti itu. Walaupun dia memang kesal, tapi dia benar-benar tidak berpikiran untuk berhenti menjadi tutor Jongin. Bagaimana dia akan menjelaskan pada guru nantinya? Dan alasannya berhenti menjadi tutor Jongin?
Sehun mendesah keras memikirkannya. Baru kali ini dia berucap tanpa berpikir. Ugh.
.
.
"Appa? Kenapa tidak ada yang menjemputku disini? Aku sudah tidak ingat jalanan disini. Semuanya sudah berubah." Rengeknya pada sang ayah di seberang telepon sana.
"Ah? Benarkah? Baiklah, aku akan menunggu disini. Sampai jumpa dirumah Appa."
Dia menutup sambungan teleponnya dan tersenyum melihat tempat yang sudah lama tidak dia injak ini. Dia merindukan semuanya. Dan dia juga sudah merindukan bunny kecilnya. Dan mulai menerka-nerak bagaimana kira-kira bunny kecilnya itu tumbuh.
"Ah, aku benar-benar ingin bertemu kalian berdua. Rindunya." Ucapnya pada dirinya sendiri, sambil tersenyum manis sangat lebar menatap kumpulan awan diatasnya.
.
To Be Continued
.
A/N : Hello~ TBC again kkk :D Harusnya sih saya update besok, tapi gara-gara takut besok gak sempet. Jadi hari ini saya update chapter 7 nya. Semoga sih nggak mengecewakan ya. Apalagi yang minta moment KaiHun dibanyakin, belum bisa banyak-banyak. Soalnya ceritanya gak cuma tentang kisah cinta KaiHun aja. Tapi juga persahabatan Jongin sama temen2nya, juga Sehun sama Baekhyun. Juga Kris. Keluarga mereka juga. Hihi :D
End-nya juga mungkin masih beberapa chapter lagi. Masih lama, duh :D
Doakan aja bisa update cepet xD seminggu sekali aja udah syukur bisa update, biasanya sebulan sekali wkwk lol
Makasih buat yang udah review chapter kemarin. Lavyuhhh :*****
And last. Mind to review? ^^
See you next week. Boaye~
Thanks To :
sayakanoicinoe ; Keteknyakai ; Kim Sohyun ; kenlee1412 ; Hun'Ae ; YunYuliHun ; rytyatria ; echi ; kim minki ; GaemGyu92 ; exolweareone9400 ; kjinftosh ; Jongin's Grape ; KaiHunnieEXO ; .5 ; utsukushii02 ; Kimoh1412 ; exobabyyhun ; yunacho90 ; Kris hanhun ; HilmaExotics ; kaihunn ; ; vitangeflower ; Octa918 ; GYUSATAN ; OhstupidSehun ; KimKaihun8894 ; babyjunma ; ohhanniehunnie ; Sekar Amalia ; ooh ; vietrona chan ; ; Yessi94esy ; xohunte ; SpringBee ; JongOdult ; Phcxxi ; Lucky8894 ; Zelobysehuna ; Nagisa Kitagawa ; yeon1411
