Epilogue

.

.

Kris tengah sibuk mentandatangani setumpuk dokumen di hadapannya. Dasi yang biasanya selalu terpasang rapih itu kini nampak sedikit longgar karena sang pemakai menariknya berulang – ulang karena kesibukan yang mencekik lehernya. Ia sedikit terganggu dengan decitan pintu tanda seseorang masuk ke ruangannya.

"Sudah kubilang aku tidak bisa diganggu sekarang." Ujarnya tanpa mengangkat kepala dari dokumen di hadapannya.

"Bagaimana jika aku yang mengganggumu?"

Kris menghentikan kegiatannya ketika suara yang ia kenal tertangkap oleh telingannya. Sontak ia mengangkat kepala yang sejak tadi tertunduk itu. Wajahnya sedikit terkejut menemukan siapa yang sudah berada di ruangannya kini.

"YA!"

"Tak terasa setahun berlalu ya hyung."

Kini mereka duduk disebuh café tak jauh dari kantor Kris. Di hadapan mereka kini sudah tersaji satu cangkir kopi dan satu cangkir coklat panas beserta sepotong cake.

"Kau baik – baik saja kan, Sehun-ah?" tanya Kris dengan tak melepaskan pandangannya pada pria di hadapannya itu.

"Seperti yang kau lihat, hyung."

"Pengobatanmu? Kondisimu? Semua baik – baik saja kan?"

"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu."

"Ada apa? Semua baik – baik saja kan? Jangan membuatku panik, Sehun Wu!"

"Hahahaha santai, hyung. Semua baik – baik saja. Aku ingin mengatakan kalau aku sudah benar – benar sembuh sekarang."

Mendengar penuturan Sehun nyatanya membuat Kris terdiam cukup lama. Ia hanya melotot ke arah Sehun dengan tatapan tak percaya.

"Aku tak menyangka setelah dulu hyung membiarkanku pergi kini hyung tak suka jika aku sembuh. Ckckck hyung benar – benar berubah."

"YA! Bagaimana bisa kau baru mengatakannya sekarang bocah sialan! Seharusnya kau memberitauku terlebih dahulu! Kau tau aku selalu merasa tidak tenang jika kau tidak meneleponku sehari saja."

"Wow…. Chill out hyung. Hahahahaha….. aku ingin memberikan kejutan padamu!"

"Not funny, Sehun Wu."

"Aish, jika kau marah – marah terus seperti ini aku akan membatalkan kepindahanku ke Korea. Aku akan mengadukanmu pada eomma dan appa! Lihat saja nanti!"

"YA! Tunggu… kau akan pindah kesini?"

"Semua pengobatanku sudah selesai, hyung. Tapi jika kau akan terus marah – marah seperti ini aku lebih memilih tinggal di Vancouver saja dan melihat model cantic setiap hari."

"Aish, tidak boleh! Kau harus menemaniku di sini!"

"Ya! Selfish old man."

"Apa kau bilang?"

"Kau makin jelek hyung! Pacarilah salah satu model eomma dan cepat menikah!"

"Kau diam adik cerewet."

"Wleee….."

Keduanya kemudian tergelak dalam tawa setelah satu tahun tidak bertemu. Tak dipungkiri perasaan rindu yang disimpan di hati masing – masing. Mencoba menahan rasa rindu itu dengan berbagai cara. Kris dengan sibuknya pekerjaan, dan Sehun dengan segala macam pengobatannya.

"Sehun-ah, terimakasih untuk bertahan sampai akhir." Ujar Kris serius kini.

Sehun menyunggingkan senyum manisnya. Pria itu nampak begitu bahagia, terlebih lagi setelah kembali ke negara asalnya dan kembali bertemu dengan sang kakak. Ia tak berhenti bersyukur pada Tuhan atas kebahagiaan yang diberikannya kini. Semua ini memang tidak didapat dengan mudah. Bahkan ia sampai harus bergelut dengan kematian. Tetapi semuanya terbayar dengan ending yang indah seperti ini. Hidup bersama sang kakak, ibu, dan ayah yang ia harapkan untuk berkumpul sejak dulu.

.

.

END

.

.

.

yeaaayy akhirnya ff ini juga beres wkwkwkw

gimana sama akhirnyaa? tuhh yang minta happy ending aku kabulin hehehehe

cliche maybe, tapi yaaa semoga bisa menghibur ajaaa :D

karena udah beres semoga bisa bikin ff ff yang lainnya lagi

ditunggu yaaaa

makasih buat semua review selama ini (maafin gak pernah bales tapi pasti aku baca kooo review dari kalian semua)

makasih buat mendukung sampai ff ini beres

jangan lupa review di chapter ending ini yaaaaa

MANY THAAAANKKKKSSSSS

KISSEUUU :*****