It's imposible
DISCLAIMER : Masashi kishimoto
Pairing : sasuke uchiha, hinata hyuuga, sakura haruno, naruto uzumaki
Warning :Typo,ooc, gaje, ide pasaran dan masih banyak kekurangan lainnya
Genre : Hurt/comfort, romance, drama, humor (sedkit)
" : Langsung, ': Dalam hati
Rated : T
It's imposible by Tanuma Chan
Warning! Don't like, Don't read
Chapter 2
_Happy nice reading,,O_O"_
Jangan Lupa review ya^,v"
Keesokan paginya hinata bangun lumayan pagi dan siap berangkat ke sekolah. Hinata melirik penampilannya dari atas sampai bawah, ia memakai rok 10 cm di atas lutut, baju nya yang sesuai dengan tubuhnya dan menggerai rambut panjangnya yang tidak lupa menjepitkan pita kupu-kupu di samping anak rambutnya menambah kesan sempurna pada dirinya. hinata segera mengambil tas dan pergi. Di perjalanan hinata terus memikirkan acara perjodohannya, tanpa sadar membuat kakinya keseleo "itaii.."
"hahahaha.. makanya kalau jalan lihat-lihat" ejek seorang laki-laki dengan gaya cool
Hinata membuang napasnya kasar " kenapa kau lagi sih" balas hinata dongkol melihat laki-laki yang ditemuinya kemarin .
"mungkin kita jodoh" jawab sasuke dengan seringai yang mempesona. Kalau saja hinata tidak punya pertahanan mungkin saja dia sudah pingsan sama seperti fansclubnya sasuke.
"ck.. aku tidak sudi berjodoh dengan mu"rungut hinata yang berusaha berdiri ' aku harus segera ke kelas, aku tidak mau lama-lama dengannya' tapi belum sampai beberapa langkah berjalan hinata terjatuh lagi 'itai..' hinata mengelus lututnya yang mengeluarkan darah.
"mau ku bantu?" sasuke mengulurkan tangan untuk membantu
"tidak perlu, aku bisa sendiri" balas hinata cuek, kemudian dia berusaha bangkit kembali namun lagi-lagi dia terjatuh.
"ck.. dasar gadis keras kepala" sasuke berjalan mendekati hinata dan membopongnya ke UKS.
'dag..dig..dug' begitulah suara jantung mereka namun tidak ada dari mereka yang mau mengakuinya.
"h-hei.. le-lepaskan aku misocool" ronta hinata di pelukan sasuke dengan muka memerah.
"kalau kau tidak diam, aku akan menciummu" gertak sasuke, hinata secara otomatis bungkam karna ancaman sasuke 'dasar nyebelin' rengut hinata sambil menggembungkan pipinya. Sasuke yang melihat tingkah hinata dari ekor matanya tanpa sadar tersenyum namun sangat tipis. Tak ada satupun dari mereka yang ingin memulai pembicaraan, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tak terasa mereka sudah sampai di ruang UKS, sasuke menjatuhkan hinata di pinggir ranjang "kau boleh pergi uchia san"usir hinata seenaknya
Sasuke mendecih kesal mendengar perkataan hinata "setidaknya kau mengucapkan terima kasih hyuuga san"
"ya, ya,ya terima kasih u.c.h.i.a san" ucap hinata setengah iklas
"Dasar nona bakpau . Panggil aku sasuke dan mulai sekarang kau harus terbiasa dengan ku uchia hinata" bisik sasuke dengan mesra. Sedangkan hinata mematung akan ucapan sasuke sampai beberapa detik kemudian "yak uchiaa, apa maksudmu?" teriak hinata yang akhirnya kembali sadar
Sasuke tidak mendengarkan teriakan hinata dengan santainya dia pergi meninggalkan hinata yang agak frustasi. Setelah mengobati lukanya hinata bergegas ke kelas, hinata berjalan dengan pincang baru sampai di depan pintu kelas hinata kembali dikejutkan oleh sahabat pingky nya "hinataaa.."
"kau mau buat aku masuk rumah sakit apa?" teriak hinata kesal
Sakura tidak merasa takut akan bentakan hinata, malahan dia nyengir, dia sudah terbiasa menghadapi sikap hinata. Dia pun tau hinata berubah setelah kejadian itu, kejadian yang membuat keluarga hyuuga dan termasuk dirinya yang telah sepenuhnya kehilangan hinata yang lembut, polos dan manis dan hanya beberapa orang yang tau tentang kisahnya, salah satunya sakura , yang merindukan sosok hinata yang dulu. Sakura sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan selalu ada untuk hinata.
"hehehe.. I'm sorry hinata-chan" ucap sakura yang sok inggris. Hinata menghela napas bosan 'ufft'
FLASHBACK
10 tahun yang lalu di rumah sakit
"hinata, maaf kan kaasan"ujar hikari hyuuga dengan lemah "kaasan mohon kembalilah kerumah tousanmu dan kaasan mohon jagalah adikmu" lanjut hikari dengan susah payah. Hikari menyentuh pipi anak sulungnya dengan penuh cinta.
"tidak kaasan, hinata mau nemanin kaasan disini"balas hinata yang terus meggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tidak setuju dengan permintaan sang ibu. Tak lama setelah itu hikari hyuuga menghembuskan napas untuk terakhir kalinya "kaasan, kumohon jangan tinggalkan aku" rintih hinata sambil menggoyang-goyangkan tubuh kaasannya. Namun tidak ada reaksi apapun yang membuat hinata putus asa.
"maaf nona, kaasan anda sudah tenang di alam sana" ucap sang dokter yang merasa ikut sedih.
"tidak mungkin dokter, kaasan tidak mungkin meninggalkan ku hiks..hiks.."tangis hinata yang belum menerima kenyataan. Hinata berlari keluar rumah sakit menuju hyuuga corp tempat ayahnya bekerja, tak henti-hentinya hinata menangis yang membuat dia beberapakali menabrak orang . langkahnya terhenti saat di gedung hyuuga corp, kemudian dengan terburu-buru dia masuk keruang direktur. Hinata masuk tanpa permisi, matanya terbelalak sempurna saat melihat pemandangan yang tersaji di depannya. Pemandangan seorang perempuan yang mencium tousannya dengan mesra, "t-tousan, kenapa kau tega menghianati kaasan"
Hiashi kaget dan segera melepas ciumannya, kemudian hiashi mendekati putri sulungnya yang terlihat salah paham "hinata, tousan bisa jelaskan.."
"tidak tousan, semua sudah jelas" potong hinata, hiashi memandang anaknya dengan rasa bersalah sedangkan hinata seperti ingin menghilang saat ini juga namun dia teringat pesan ibunya *kaasan mohon kembalilah kerumah tousanmu dan kaasan mohon jagalah adikmu*. Ya setidaknya aku masih punya hanabi 'tenang hanabi, aku akan selalu melindungimu' tekad hinata bulat, hanya hanabilah satu-satunya tujuan hidupku.
Sejak saat itulah Hinata tidak lagi mempercayai adanya cinta, Tapi sekarang seprtinya ia sedang bingung tingkat akut, Seperti sekarang ini Hinata memasuki kamarnya dengan perasaan tak menentu, ia terus memikirkan kejadian di UKS dan siapa yang menaruh bunga dilokernya. Ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang terlihat di raut wajahnya bahwa dia sedang berpikir keras ' Kenapa aku terus memikirkannya?, Apa aku menyukainya?' hinata mengacak rambutnya frustasi. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di ranjang "itu tidak mungkin" ucap hinata untuk meyakinkan dirinya sendiri. Hinata pun memeluk boneka panda kesayangannya itu 'kaa-san ada apa denganku' tanpa sadar ia pun tertidur.
Kediaman uchia
" apa kau serius otouto" itachi masuk dengan santainya ke kamar yang bernuansa biru.
"apa-apa'an kau nii-san, setidaknya bisakah kau mengetuk pintu dulu" ucap pemilik kamar dengan jengkel melihat kakaknya masuk ke tempat pribadinya.
Itachi duduk di samping adiknya, dia merangkul sasuke dan tidak menanggapi ucapan sasuke "hentikan sandiwaramu itu ototou, jangan sampai kau menyesal" seru itachi dengan serius.
Sasuke malah menyeringai " santai saja nii-san, semuanya pasti akan berjalan dengan lancer", itachi menghela napas dengan kasar "terserahmu saja, yang penting aku sudah memperingatimu. Oh ya apa kau sudah ke temu dengan bidadarimu otouto".
"ya, aku sudah menemukannya"
"terserah mu saja otouto" itachi menutup pintu sasuke dengan kasar.
Sang pemilik kamar hanya bisa dongkol melihat kelakuan nii-sannya "dasar tak punya sopan santun".
Di kishs
"pelajaran cukup sampai disini, untuk pr kerjakan halaman 270" setelah mengucapkan itu guru bermasker pergi meninggalkan kelas. semua siswa bersorak senang dan segera berhambur keluar yang meninggalkan sesosok perempuan berambut indigo dan bermata amethys yang indah.
"hufft,,, akhirnya selesai"gumam hinata. Dengan santai ia membereskan barang-barangnya ke tas. "apa sasuke-kun mengingat hari ini"senyum disertai serabut merah dipipinya menambah kesan manis di wajah hinata hyuuga, ia pun pergi ke taman belakang dengan riang. Tetapi saat sampai disana dia dikejutkan pernyataan seseorang.
" sakura maukah kau jadi pacar ku".
'DEG' bukannya itu suara sasuke. Hinata yang tadinya ingin menemui sasuke malah mengurungkan niatnya, dia pun bersembunyi di balik tembok yang membuat ia bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas.
" tidak bisa, bukannya kau sudah punya hinata"
"hinata bukan siapa-siapa ku, aku dijodohkan bukan berarti aku mencintainya, aku hanya terpaksa menerima perjodohan ini untuk membantu perusahaan ayahku, mengerti lah sakura" sasuke meraih tangan sakura dan menggenggamnya dengan erat "dan kau tidak perlu memikirkannya"lanjut sasuke dengan jengkel, kemudian dia memeluk sakura. sakura akhirnya luluh " aku mencintai mu sasuke-kun" sakura membalas pelukan sasuke dan menyesapi aroma maskulin lelaki yang sekarang menjadi kekasihnya ' gomen hinata-chan' sesal batin sakura.
Hinata pov
Dilain tempat hinata menegang mendengar penuturan sahabatnya, hinata memegang dadanya ' kenapa rasanya sesakit ini' tak terasa air mata keluar di pelupuk matanya. Hinata tidak sanggup melihat adegan mesra di depannya. Hinata berlari tak menentu arah, tujuannya sekarang hanya satu yaitu pergi menjauh di tempat terkutuk itu. Kenapa harus ada kejadian ini pada saat ulang tahunnya. Hinata terus merutuki kejadian tadi. Sekarang hinata yakin akan kepercayaannya yang dulu bahwa cinta tidak ada yang tulus hanya ada penghianatan dan rasa sakit.
Langit mendung yang menandakan akan hujan. Tapi hinata terus berlari tanpa tujuan"hiks..hiks.. aku membencimu" rintih hinata untuk kesekian kalinya. Mata amethys yang dulunya bercahaya sekarang tampak redup dan hujan pun dengan deras yang seakan-akan ikut bersedih. Ia tidak memperdulikan hujan yang mengguyurnya,sekarang dia hanya ingin lari dari kenyataan, hinata masih terus terisak "kami-sama tolong hilangkan rasa sakit ini" pinta hinata dengan senggugukan.
"a-aku mohon"hinata memegang kalung pemberian sasuke saat acara pertunangan mereka 'apa ini juga tipuan'lirih hinata yang membuat lututnya lemas.
Tiba-tiba di depan hinata ada sebuah truk yang melaju kencang, hinata sama sekali tidak bergerak dari tempatnya layaknya sebuah patung. ia tidak tau apa yang selanjutnya akan terjadi pada dirinya dia hanya bisa pasrah.
"chitt…."
Truk menabrak hinata, sehingga membuatnya terpental jauh, sang supir yang mengendarai truk ketakutan, "mati aku" ujar sang supir yang panik, dia pun meninggalkan seorang gadis yang terbujur kaku di tengah jalan.
Hinata pov end
Hujan semakin deras menyebabkan jalan sepi di mana-mana. Hanya sedikit mobil berlalu lalang di tengah hujan.
" kau harus kembali ke suna secepatnya, karna besok ada acara peresmian perusahaan dan kau harus datang naruto" kata seseorang dari telepon
"iya bu"
"kalau kau tidak datang, semua fasilitasmu akan ibu cabut"
"tapi bu…"
"tidak ada tapi-tapian" potong ibu naruto yang diketahui bernama kuhsina namikaze
"iya ibu, besok aku akan pergi" ujar naruto pasrah. Naruto tidak mau berdebat lama-lama dengan ibunya lantas dia mematikan ponsel secara sepihak.
Naruto menghela napas, dan mencoba untuk fokus mengendarai, kemudian matanya terbelalak.
"Astaga.." pekik naruto, dia pun segera menepikan mobil sportnya, ia pun keluar dari mobilnya dan melihat seorang perempuan yang bercucuran darah, dia pun membawa perempuan itu kedalam mobilnya, dan segera bergegas ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit naruto menggendong perempuan itu masuk ke ruangan bibinya yang juga seorang dokter di rumah sakit ini.
"brak" naruto mendobrak pintu.
"Tsunade baa-chan" teriak naruto saat pintu yang sudah tidak berbentuk lagi dan menampilkan seorang wanita yang berpakaian dokter, wanita itu menyerit tanda dia heran "apa yang sudah kau lakukan naruto?"
"jangan salah sangka baa-chan, aku hanya menolongnya"
"sudahlah, cepat bawa perempuan itu ke sini" tunjuk tsunade ke tempat tidur di ruangan itu.
Naruto pun mengikuti perintah Tsunade dan membaring perempuan itu ke tempat tidur.
" sebaiknya kau keluar naruto" perintah tsunade
"baiklah" ucap naruto, kemudian dia menutup pintu.
Setelah 30 menit kemudian pintu tadi terbuka, Tsunade menghembuskan napasnya "sungguh wanita yang beruntung", tsunade mendekati naruto yang sedang tertidur.
"oi naruto.." panggil Tsunade
"hoam… ada apa baa-chan" mata naruto masih belum terbuka, sepertinya naruto belum sepenuhnya sadar . "apa dia baik-baik saja?" lanjut naruto.
" Dia gadis yang beruntung, kalu saja terlambat 10 menit kemungkinan besar dia tidak selamat. Tapi.."Tsunade menggantungkan kata-katanya.
"tapi apa baa-chan?"
"…"
"Ayolah baa-chan, jangan bikin aku penasaran" rayu naruto.
"dia Amnesia"
"ha? I.n.d.o.n.e.s.i.a" eja naruto.
"bukan Indonesia baka, tapi A.M.N.E.S.I.A"jelas Tsunade.
"oowh"
" jadi apa yang akan kau lakukan?"
"mungkin menikahinya" jawab naruto asal yang dilengkapi dengan senyum lima jari khasnya. Tsunade memukul kepala naruto " dasar bodoh".
"itaii… aku hanya bercanda, aku akan membawanya ke suna" ujar naruto, yang mengusap-ngusap kepalanya yang benjol.
"ya sudah, aku pergi dulu" Tsunade pergi meninggalkan naruto. Naruto memasuki ruangan tadi, dan duduk di sofa untuk melanjutkan aktivatasnya yang tertuda.
"oyasumi.." kata naruto sebelum terlelap.
Naruto mencium aroma khas rumah sakit. Dia baru ingat kalau dia sedang di rumah sakit. "hoam,, ini jam berapa ya?"ucap naruto yang sudah sepenuhnya sadar, matanya melirik jam tangannya "ternyata udah jam 05.00, aku harus berkemas". Gumam naruto dan pergi keluar dari rumah sakit.
TO BE CONTINUED
Author's note : hallo minna, Aku author baru disini, maaf kalau ideku banyak bertebaran di mana-mana, terima kasih atas dukungannya,terima kasih juga yang ngefollow dan ngefavoritekan fic ini, aku hanya mau menyalurkan imajinasiku ke kalian semua dan aku menulis ff ini sebagai wujud cinta ku akan anime naruto. Hmm sebenarnya ff ini awalnya mw dibuat komik, tpi karna kami masih penggambar amatir, sampai skarang komik itu gak jadi-jadi. Mohon kritik dan sarannya ya.
Balasan Review :
Tokori Mono : aq ini masih volos #lempar author ke Pluto, hehehe iya deh insyah allah.
Kyouki Nouri : iya nih udah update ^^, semoga suka.
Next chap:
"kamu tau siapa aku?"
"baiklah namamu hitomi uzumaki dan aku nii-san mu, naruto uzumaki"
" sasuke-kun aku khawatir dengan hinata sudah hampir seminggu dia bolos sekolah, gimana kalau nanti kita jenguk dia?
"apa..? hinata menghilang?"
Review kalian adalah sumber kekuatanku^^
Thank's for read my story,,.
Mind to review?
