Cerita sebelumnya
Hinata POV.
Neji Nii-san, apakah kau sudah tenang di sana? Nii-san, bolehkah aku bertanya? Sebenarnya apa itu perasaan cinta? Kau pernah memberi tahu aku perasaan cinta adalah perasaan dimana kau merasa nyaman, bahagia dan merasa aman, namun kenapa perasaanku seperti ini? Aku merasa seperti dilema. Pada awalnya aku merasa sangat senang bisa menjadi kekasih Sasuke-kun, karena aku merasakan seperti saat bersamamu, aku merasa di lindungi, nyaman dan bahagia. Sasuke-kun memiliki sifat yang hampir sama dengan Nii-san. Saat bersama Sasuke-kun aku merasa senang namun aku juga merasa sedih karena aku seperti melihatmu pada diri Sasuke-kun. Tetapi aku merasakan hal yang sama juga saat bersama dengan Naruto-kun, tetapi aku merasa berbeda bila bersama Naruto-kun, aku merasa sangat bahagia bila bersama Naruto-kun, yang berbeda aku tidak merasakan kesedihan saat bersamanya, aku merasakan kehangatan saat bersamanya, Nii-san.
FLASHBACK
Dua setengah tahun lalu.
Saat itu aku masih sekolah dan saat itu tepat satu tahun setelah kepergian Neji Nii-san karena kecelakaan. Aku sedang mengerjakan tugas piketku seorang diri, lalu sebuah suara mengagetkanku dan ternyata itu adalah suara Naruto-kun, di hari itu aku sangat senang karena aku tidak merasakan kesedihan saat bersamanya, aku merasa nyaman namun kenyamanan saat bersama Naruto-kun berakhir karena Naruto-kun seperti menghindariku.
…
…
Aku kini berada di taman belakang, aku sedang duduk menyendiri sambil memandangi langit, aku adalah siswi yang pemalu, mungkin karena itu aku tidak memiliki banyak teman. Aku teringat Neji Nii-san, karena aku tadi pagi saat berangkat sekolah sempat bertemu dengan kekasih Nii-san – Tenten nee-san.
"Hinata, apa yang kau lakukan di sini sendiri?" Sebuah Suara masuk dalam pendengaranku.
"Sa-sasuke-san?" ucapku, ternyata itu suara Uciha Sasuke-kun. Dia adalah sahabat Naruto-kun.
"Hinata, apa yang kau lakukan di sini sendiri?" ulang pertanyaan Sasuke-kun.
"A-aku, hanya menyendiri." Ucapku agak gugup mungkin ini karena aku pertama kali mengobrol berdua dengan Sasuke-kun.
"Apa ada yang menggangumu?" Tanya Sasuke-kun.
"Ti-tidak. A-aku, ha-hanya teringat dengan mendiang Nii-sanku." Ucapku agak terbata.
"Aku mengerti. Kau merindukannya?" Tanya Sasuke-kun.
"Uhm." Aku hanya mengangguk.
"Jika kau merindukannya ikuti perintahku." Ucap Sasuke-kun. Aku hanya mengangguk mengerti.
"Pejamkan matamu." Aku memejamkan mata.
"Bayangkan, saat-saat kau bersama mendiang Nii-sanmu. Apa yang sedang kau lakukan bersamanya?" Tanya Sasuke-kun.
"Aku sedang berlari di padang bunga dengan Nii-san, Nii-san memegang erat tanganku takut aku terjatuh." Ucapku menjawab pertanyaan Sasuke-kun. Lalu aku merasakan seseorang memegang tanganku. Aku membuka mataku dan melihat kearah tanganku dan ternyata Sasuke-kun sedang memegang tanganku.
"Sa-sasuke-san." Ucapku terbata.
"Lanjutkan pikiranmu pada mendiang Nii-sanmu." Ucap Sasuke-kun. Aku hanya menganggukkan kepalaku.
…
…
Sejak saat itu Sasuke-kun dan aku semakin dekat, namun saat aku dan Sasuke-kun semakin dekat aku merasa semakin menjauh dari Naruto-kun. Dua bulan kemudian Sasuke-kun menyatakan perasaannya kepadaku.
Di atap sekolah, entah mengapa Sasuke-kun mengajakku kesana.
"Hinata." ucap Sasuke-kun sambil menatap lurus pada mataku.
"Ya, Sasuke-kun?" ucapku.
"Aku merasakan sebuah perasaan aneh saat bersamamu, aku merasakan perasaan dimana aku merasa nyaman dan bahagia saat bersamamu. Hinata, aku menyukaimu. Jadilah kekasihku." Ucap Sasuke-kun menyatakan perasaannya.
Entah mengapa aku merasakan jantungku berdebar-debar dan wajahku memanas, aku merasa gugup dan aku merasa seperti merasakan Neji Nii-san ada di depanku. Aku teringat apa yang pernah Neji Nii-san katakan itu seperti yang Sasuke-kun katakan padaku tadi. Lalu aku juga meyimpulkan bahwa aku juga menyukainya karena aku merasakan hal yang sama saat bersamanya dan aku pun merasakan seperti bersama dengan Nii-san saat bersamanya.
"A-a-aku, ju-juga menyukai-mu. Sa-sa-sasuke-kun." ucapku.
Perlahan Sasuke-kun mendekatkan diri, dia mencium keningku dan memelukku, lagi-lagi aku merasakan keberadaan Nii-san, namun aku pun juga merasakan sedih karena Nii-san bukanlah Sasuke-kun dan Nii-san telah tiada.
Kabar tentang aku dan Sasuke-kun yang menjadi sepasang kekasih sudah menyebar ke seluruh penjuru sekolah, namun yang aku pikirkan adalah Naruto-kun. Aku seperti tidak mengenalnya, ia sangat berbeda dari sebelumnya yang aku lihat hanya sebuah senyum tipis yang hangat saat Naruto-kun tersenyum namun seperti ada yang aneh dengan senyum itu, senyum tipis yang hangat itu hanya ada saat tidak ada Sasuke-kun di dekatku.
FLASHBACK. Off.
Nii-san, perasaan apa yang aku rasakan pada Sasuke-kun dan juga pada Naruto-kun. perasaan itu sangat membingungkan, aku sudah merasakan perasaan ini selama dua setengah tahun.
Hinata POV. End.
More Than Sincerity And Honesty
Masashi Kishimoto
Rate : T semi M
Warning : AU, OOC, No EYD, ABAL, Pasaran.
Hurt/Comfort/Romance
.
Chapter 4.
Naruto duduk diam sambil menaruh kepalanya di lipatan tangannya tepat di atas mejanya di ruang senat. Malas, Naruto sangat malas untuk berurusan dengan dokumen-dokumen permintaan yang menumpuk diatas mejanya.
Clek.
Pintu terbuka dan masuklah seorang laki-laki dengan tampang malas berjalan masuk kedalam ruangan. Sambil berjalan laki-laki itu langsung menidurkan diri pada sofa di ruang senat.
"Hei, apa-apaan kau? Masuk tanpa memberi salam lalu tidur seperti itu." Ucap Naruto kesal dengan teman sekaligus penasihatnya –Shikamaru.
"Aku mengantuk, aku sudah mengerjakan tugasmu kemarin setelah mata kuliah kemarin saat kau menghilang." Ucap Shikamaru sambil memejamkan matanya.
"Hah, kau ini, aku tidak memintamu untuk melakukannya. Baiklah, silahkan tidur aku akan membangunkanmu bila sudah akan memasuki jam mata kuliah." Ucap Naruto.
"Aku ingin keluar sebentar, aku akan kembali untuk membangunkanmu." Lanjut Naruto berdiri dan keluar dari ruang senat.
Naruto berjalan menuju taman belakang, ia ingin menghilangkan rasa penatnya. Ia telah membawa sebungkus roti untuk memberi makan ikan di dalam kolam ikan yang terdapat di taman belakang.
Sesampainya di teman belakang Naruto langsung berjalan menuju kolam ikan. Naruto berjongkok di tepian kolam dan membuka bungkus roti untuk memberi makan ikan.
"Wah, ternyata ada kolam ikan ya di universitas ini, tapi kenapa kolam ikannya ada di taman belakang?" terdengar suara seorang gadis yang masuk kedalam pendengaran Naruto, Naruto segera menoleh kearah suara itu.
"Siapa kau? Aku baru pertama kali melihatmu." Ucap Naruto yang melihat seorang gadis bersurai pink seperti bunga sakura, memiliki kulit putih dan bermata sewarna dengan warna batu emerald.
"Perkenalkan namaku Haruno Sakura. Aku mahasiswi baru di sini." Ucap Sakura sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangannya.
"Kau mahasiswa baru pantas saja aku tidak pernah melihatmu. Namaku Namikaze Naruto, salam kenal Haruno-san." Ucap Naruto sambil tersenyum dan menjabat tangan Sakura.
"Sakura, panggil aku seperti itu, aku merasa aneh bila di panggil dengan margaku. Namikaze-san." Ucap Sakura.
"Baiklah, dan jangan panggil aku juga dengan maragaku, kau seperti memanggil seluruh keluargaku, Sakura." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Baiklah, Naruto -kun." ucap Sakura.
"Naruto-kun?" gumam Naruto.
"Kenapa apa aku salah memanggil seperti itu?" Tanya Sakura sambil mengangkat sebelah alisnya.
"No, it's sounds good." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Naruto-kun, apakah kau adalah ketua senat di Konoha University?" Tanya Sakura.
"Ya begitulah, Sakura." Ucap Naruto dengan senyumnya.
"Ternyata benar, ketua senat di Konoha University memang orang yang ramah." Ucap Sakura.
"Eh. Maksudnya?" Tanya Naruto.
"Aku di beri tahu oleh temanku. Apa kau mengenal temanku? Dia bernama Yamanaka Ino." Tanya Sakura.
"Oh, Ino. aku mengenalnya. Memang apa yang dia katakan?" Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Saat aku bilang ingin pindah universitas dia menyarankan agar aku satu universitas dengannya di Konoha University. Dia bilang Konoha University memiliki fasilitas yang bagus dan dia menambahkan Konoha University memiliki ketua senat yang sangat kompeten, ramah dan tampan." Ucap Sakura agak merona saat menyebut kata 'tampan'.
"Eh… seperti itu kah?" ucap Naruto kikiuk dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Sebelumnya kau di universitas mana, Sakura?" tanya Naruto.
"Aku di Tokyo University, namun karena itu cukup jauh dari rumahku aku memutuskan pindah." Jawab Sakura.
"Kenapa kau tidak menyewa apartemen?" tanya Naruto.
"Aku tidak suka tinggal sendirian, Naruto-kun." Jawab Sakura.
"Begitu. Sakura apa kau sudah mengelilingi universitas ini?" Tanya Naruto.
"Saat ini aku sedang berkeliling, Naruto-kun." ucap Sakura.
"Baiklah, sebagai ketua senat aku akan menemanimu berkeliling." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Arigato, Naruto-kun." ucap Sakura.
…
…
Naruto dan Sakura berkeliling Konoha University, Naruto juga menjelaskan fasilitas-fasilitas di Konoha University kini mereka sampai pada perpustakaan.
"Nah, ini adalah perpustakaan, Konoha University mempunyai perpustakaan yang cukup lengkap." Ucap Naruto menjeleaskan seperti tim promosi universitas.
"Hahaha. Kau seperti tim promosi universitas Naruto-kun." ucap Sakura sambil tertawa.
"Aku memang pernah menjadi tim promosi universitas sebelum maju menjadi ketua senat, Sakura." Ucap Naruto sambil terkekeh.
Tanpa sadar ada sepasang mata amethyst yang menatap mereka dengan penuh arti dari salah satu sudut perpustakaan.
Hinata POV.
Aku melihat Naruto-kun bersama seorang gadis bersurai sewarna dengan bunga sakura dan memiliki mata berwarna hijau yang indah seperti batu emerald, aku seperti pernah melihat gadis itu. Ah... Aku ingat gadis itu adalah Haruno Sakura, dia adalah teman dekat Yamanaka Ino. Ino pernah memperkenalkannya padaku saat aku dan Ino tidak sengaja bertemu di Konoha Mall. Ino memberitahuku bahwa Haruno-san akan pindah ke Konoha University.
Kenapa perasaanku seperti ini? Perasaan ini sangat tidak menyenangkan. Mengapa dadaku sangat sesak saat aku melihat Naruto-kun tertawa bersama dengan Haruno-san? Mengapa seperti ini yang aku rasakan saat melihat Naruto-kun bersama gadis lain? Dan... Kenapa mataku terasa panas seperti ingin menangis seperti ini?
Hinata POV. End.
"Hinata." Sebuah suara bariton mengalihkan perhatian Hinata.
"Sasuke-kun." Ucap Hinata ketika melihat Sasuke yang memanggilnya.
"Kenapa kau melamun? Apa kau merasa tidak enak badan?" Tanya Sasuke.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit merasa bosan." Ucap Hinata.
"Bagaimana kalau kita ke taman belakang untuk mencari udara segar?" Tanaya Sasuke.
"Uhm." Hinata bergumam setuju.
...
...
Naruto dan Sakura kini berada di depan ruang senat.
"Ini adalah ruanganku. Ya setidaknya sampai enam bulan kedepan. Eh..." Ucap Naruto sambil tersenyum lalu terkejut.
Drt...Drt...
Sebuah pesan masuk di ponsel Naruto. Naruto segera membaca pesan itu.
"Hah, sebentar ya Sakura. Kalau kau ingin masuk, masuk saja." Ucap Naruto lalu masuk kedalam ruang senat.
"Hei, pemalas! Bangun!." Ucap Naruto sambil menggoyangkan bahu Shikamaru.
"Enghhh.. Apa mata kuliah akan segera di mulai?" ucap Shikamaru yang baru terbangun dari tidurnya.
"Shikamaru?" ucap Sakura ketika melihat wajah Shikamaru.
"Sakura, kau mengenalnya?" tanya Naruto.
"Iya, dia adalah tetangga Ino." Ucap Sakura dan Naruto hanya mengangguk.
"Shikamaru, aku memberitahumu nanti tidak ada mata kuliah. Orochimaru-sensei sedang ada urusan yang sangat penting. Jadi silahkan tidur lagi." Ucap Naruto lalu keluar ruangan senat.
"Hah, merepotkan." Gumam Shikamaru.
"Sakura? Kenapa kau ada disini?" tanya Shikamaru pada Sakura yang ada di universitasnya.
"Sekarang, aku mahasiswi Konoha University." Jawab Sakura sambil tersenyum.
"Hah, begitu, baiklah aku akan tidur lagi." Ucap Shikamaru lalu berbaring kembali.
"Dasar pemalas." Ucap Sakura lalu keluar dari ruang senat.
...
...
Naruto dan Sakura kini berjalan kembali menuju taman belakang, tepatnya menuju kolam ikan.
"Naruto-kun, kenapa kau ingin kembali ke taman belakang itu?" Tanya Sakura.
"Aku hanya ingin membuang waktuku untuk melihat ikan-ikan di kolam sana." Jawab Naruto.
"Lalu, kenapa kau ikut denganku ke taman belakang, Sakura?" tanya Naruto.
"Aku bingung harus kemana, ini adalah hari pertamaku masuk universitas ini dan Ino yang aku kenal sedang sakit jadi ia tidak masuk." Jawab Sakura.
"Begitu, baiklah tidak apa." Ucap Naruto. Sambil tersenyum.
Naruto berjalan sambil melihat ponselnya untuk melihat jam dan Sakura berjalan sambil melihat ke kiri dan kanan untuk memperhatikan universitas barunya.
Kini mereka telah sampai pada taman belakang, Naruto berjalan santai sambil memegang ponselnya. Sakura berjalan di belakang Naruto. Naruto tiba-tiba berhenti.
Krek.
"Fuck–" Umpat Naruto lirih dan hanya di mampu di dengar Naruto sendiri.
Sebuah suara yang cukup keras. Ternyata itu adalah suara dari ponsel di genggaman tangan Naruto yang mengeras sampai ponsel yang di genggamnya rusak seperti terinjak.
Suara itu mengintrupsi sesuatu yang terjadi, sebanyak tiga pasang mata melihat kearah Naruto.
Naruto diam dan segera berbalik, ia tidak ingin melihat apa yang ia lihat. Ia melihat Sasuke yang membingkai wajah Hinata dengan kedua telapak tangannya dan ingin mencium bibir Hinata. Naruto segera memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. Naruto berbalik dan berjalan dalam diam. Sakura yang melihat Naruto seperti itu menjadi heran lalu melihat kearah Sasuke dan Hinata yang juga melihat kearah Naruto dan Sakura.
"Naruto-kun, kenapa–" Ucapan Sakura terhenti, sepertinya Ia mengerti ada apa dengan Naruto saat pandangannya tertuju pada Sasuke dan Hinata yang juga sedang melihatnya.
"Bukankah itu Hyuga-san dan Uciha Sasuke?" batin Sakura
Sedangkan disisi Sasuke dan Hinata yang melihat Naruto berbalik dan berjalan menjauh hanya menggumamkan seseorang yang berjalan menjauh.
"Dobe." Ucap Sasuke pelan.
"Kenapa kau pergi? Apa dugaanku selama ini benar? Dan, kenapa ada Sakura?" batin Sasuke miris.
"Naruto-kun." Ucap Hinata dengan suara lirih.
"Kenapa aku merasa aneh saat melihat Naruto-kun? Dan Kenapa Naruto-kun harus melihat ini?" batin Hinata miris.
Naruto POV.
FUCK! KENAPA AKU HARUS MELIHATNYA!? ARRRGGGGHHHH.
Aku hanya bisa berjalan dalam diam, aku mencoba bersifat tenang namun aura di sekitar tubuhku melakukan hal yang lain. Aku hanya mampu menatap kosong jalan yang aku lewati. Berjalan dengan tenang ya tenang, kemana pun kakiku membawaku berjalan aku tidak perduli, yang terpenting aku harus menjauh dari apa yang tadi aku lihat.
"Naruto-kun!" Panggil Sakura padaku dengan agak berteriak menghentikan pikiranku aku berbalik dan menatapnya.
Naruto POV. End.
"Sakura, aku lupa aku memiliki janji dengan atasanku di kantor. Aku harus pergi." Ucap bohong Naruto pada Sakura.
Sakura langsung berhenti dan menatap Naruto yang berbalik dan berjalan dengan tenang.
"Kau berbohong, sepertinya kau mencintai gadis yang tadi, Naruto. Kau bisa berbohong dengan kata-katamu, namun matamu mengatakan kesedihan dan kesesakan." Batin Sakura.
...
...
Naruto kini berada di parkiran, ia segera memakai helmnya lalu menaiki motor sportnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, bunyi decitan ban dan deru bising knalpot motor sport Naruto menggema di parkiran.
Naruto sudah keluar dari area universitas. Ia melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan terasa sepi karena sekarang masih jam kerja. Naruto melirik kearah speedometer digital di motornya. Kini kecepatan motornya sampai pada 166 km/jam, 168 km/jam, 170 km/jam, 173 km/jam. Naruto terus melajukan motor sportnya sampai batas akhir dari kecepatan motor sportnya yang berscilinder 250cc pada jalanan yang sepi entah tujuannya kemana yang terpenting menjauh dari Konoha University.
"HAHAHAH... SEPERTINYA AKU KINI GILA DENGAN KECEPATAN, HANYA DENGAN INI AKU BISA MENYALURKAN EMOSIKU HAHAHAH..." batin Naruto.
Tiba-tiba bayangan beberapa saat yang lalu melintas di pikirannya. Bayangan Sasuke akan mencium Hinata.
"BRENGSEK! KENAPA AKU HARUS SEPERTI INI!?" teriak Naruto masih dengan melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi.
Beberapa saat, saat Naruto terfokus pada pikirannya tanpa Ia sadari ada seorang anak kecil yang menyebrang jalanan. Naruto yang baru sadar melihatnya segera mengerem dan membelokan ke kanan motornya untuk menghindari anak kecil itu agar tidak tertabrak.
Naruto berhasil menghidari anak kecil itu namun ada sebuah mobil dari lawan arah yang tidak dapat di hidari Naruto dan...
Brakk
Naruto menabrak mobil itu dari lawan arah dan terpental beberapa meter dari motornya.
TBC
Sebelumnya sudah saya update cp 4 ini, tapi karena ada sedikit yang terlupa jadi saya hapus dan saya update kembali.
