Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto.

Warning: Typo(s), FemNaru, Psychological (may be), AU.

Summary: Aku memiliki kehidupan yang sangat normal, terlalu normal hingga aku bingung dengan apa yang disebut 'abnormal'.

Prolog

Namaku Uzumaki Naruto, mahasiswi semester dua jurusan psikologi di sebuah Universitas negeri yang tidak terlalu terkenal di Negara ku. Aku memiliki kehidupan yang sangat normal, terlalu normal hingga aku bingung dengan apa yang disebut 'abnormal'. Aku dilahirkan di sebuah keluarga yang sederhana, kaya atau miskinnya keluargaku, tergantung pada sudut pandang yang kalian gunakan.

Dilahirkan sebagai anak perempuan terakhir dari empat bersaudara tak membuatku hidup bergelimangan kasih sayang. Jika kebanyakan dari teman-teman ku mengatakan bahwa anak terakhir selalu mendapatkan kasih sayang berlebih, aku sama sekali tidak setuju dengan opini itu. Kenyataannya, hidup ku tak jauh berbeda dari tiga kakak ku yang lain, bahkan menjadi anak terakhir itu cukup tidak menyenangkan, kau tahu kenapa? Karena kau tidak memiliki kekuasaan untuk memerintah. Kehidupan ku dipenuhi dengan perintah ini dan itu.

"Kenapa aku yang harus melakukannya sementara kalian duduk manis disini?" ucapku dengan wajah cemberut ketika suatu hari kami berkumpul.

"Haha tentu saja karena kau yang paling kecil disini. Cepat sana!" kakak perempuan pertamaku yang bernama Kyuubi menyahut dengan wajah sumringahnya. Dan aku pun terpaksa melakukan apa yang mereka perintahkan.

Sebenarnya aku juga tidak terlalu memerdulikan hal semacam itu, tapi kadang pada titik tertentu, ketika aku merasa lelah dengan suatu hal, aku merasa semua ini cukup tidak adil. Aku merasa di jadikan pembantu di rumah ku sendiri. Melakukan semua hal, memasak, membersihkan rumah, cuci piring, semua harus aku lakukan. Dan bagian yang paling menyebalkan adalah ketika aku melupakan suatu hal saja, ibu ku akan marah-marah dan berbicara seolah aku adalah anak pemalas yang tidak pernah mengerjakan apapun. Dan saat itulah lelehan air mata membasahi pipiku, mengimbangi hatiku yang terluka.

Siapa bilang hanya Cinderella yang mempunyai nasib seperti itu?

Bedanya hidup ku dengan kehidupan salah satu tokoh dongeng yang sudah ku tonton beberapa kali itu adalah ayah ku tidak menikah lagi sehingga aku tidak terpaksa harus hidup bersama ibu tiri dan saudara tiri yang tidak menyayangiku sama sekali. Tidak, tidak. Mereka semua adalah keluarga kandung ku. Dan meskipun mereka bersikap seperti itu, aku juga tidak bisa memungkiri bahwa mereka juga menyayangi ku. Terutama ayah dan ibu ku. Mana mungkin aku bisa meragukan kasih sayang mereka bila mereka sudah membesarkan ku sampai sekarang tanpa memaksa ku untuk mulai menyicil semua biaya yang telah mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan ku selama ini? Tentu saja aku tahu itu, dan tentu saja akupun menyayangi mereka. Karena sudah jelas, aku ini bukan Cinderella dengan sepatu kacanya. Aku adalah Uzumaki Naruto. Seorang gadis biasa yang terjebak di dunia realitas yang normal. Terlalu normal hingga aku bingung dengan apa yang didesebut 'abnormal'.