2. Failed test.
.
Jongin menatap layar ponselnya takut, sudah puluhan kali dia menelfon uke-nya, tapi tidak satupun yang dijawab. Jongin khawatir tentang keadaan Sehun, begitu dia mendengar kabar dari teman sefakultas Sehun tentang namjachingunya yang gagal test untuk bekerja di salah satu rumah sakit di Seoul.
Padahal dia telah melihat usaha keras Sehun untuk dapat bekerja disana. Jongin tidak sanggup melihat wajah Sehun yang kecewa dengan air mata mengalir dari kedua mata meneduhkan miliknya. Tapi Jongin akan membenci dirinya sendiri jika dia membiarkan Sehun sendiri dengan keadaan seperti itu.
"Kemana kau Oh Sehun?" gumamnya pelan.
Jongin berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya. Dia telah memutari gedung fakultas Sehun yang tidak bisa dibilang besar, melainkan super besar. Universitas mereka adalah Universitas yang... oke, tidak ada waktu untuk menjelaskan betapa megahnya Universitas ini, yang jelas, seorang namja mungil bernama Byun Baekhyun yang merupakan sunbae sekaligus salah satu sahabat Sehun tengah berlari menghampiri Jongin.
"Ya, Jongin!"
"Eh, Baekhyun hyung."
"Aku sudah menemukan Sehunnie." Adu Baekhyun. Jongin segera menegakkan badannya begitu mendengar nama Sehun.
"Eodiseo? Sehun Eodiseo?" tanya Jongin.
"Dia berada di atap gedung, seper-..."
"Ah, Ghamsahamida Hyung." Potong Jongin cepat dan berlari meninggalkan Baekhyun.
"Hhh~ cinta masa muda." Ucap Baekhyun seperti seorang Haraboji yang berbau tanah(?)
x.x
Jongin dengan tergesa membuka pintu atap. Dengan nafas terengah dia mengedarkan onyxnya ke seluruh sudut dan berhenti di salah satu titik. Disana terlihat Sehunnya tengah duduk dengan lutut ditekuk dan kepala yang menunduk, menyembunyikan wajahnya diantara lipatan lengannya. Terlihat bahunya yang bergetar, menandakan baby hunnie nya masih terisak.
Dengan langkah pelan Jongin berjongkok menumpu badannya dengan salah satu lututnya. Tangan tannya menarik tangan Sehun dan bergerak memeluk sang pemilik tangan.
"Hiks... Jonginnie." Panggil Sehun pelan.
"Ssstt... Uljima Sehunnie, semuanya baik baik saja."
"Hiks... tapi aku hiks..."
"Gwenchana sehunnie, uljima, aku sedih melihatmu seperti ini."
"Mianhae Jonginnie."
"Anniya, seharusnya aku yang meminta maaf, mianhae Sehunnie telah membiarkanmu menangis."
Sehun menarik diri dari pelukan Jongin, mendongak menatap namjachingunya. Sehun menggeleng.
"Anni, Jongin tidak salah, mungkin aku tidak berusaha keras." Jongin membawa Sehun ke dekapannya lagi.
"Uljima ne? Aku tidak suka melihatmu menangis." Sehun mengangguk dalam pelukan Jongin. Jongin mengelus bahu punggung Sehun lembut, berusaha membuat Sehun kembali tenang dan nyaman dipelukannya.
"Walaupun kau tidak berhasil mendapatkan pekerjaan itu, aku tetap akan bersamamu Sehun, walaupun kau selamanya tidak akan mendapat pekerjaan itu, aku akan sangat bersedia membawamu tinggal bersamaku-..." mata Sehun kembali memanas mendengar ucapan tulus Jongin.
"...kau tak perlu menjadi dokter, kau tak perlu, cukup menjadi orang yang selalu berada disisiku, cukup hanya menjadi orang yang selalu mencintaiku, persetan dengan test atau rumah sakit sialan itu, Kau bahkan bisa masuk ke hatiku, ke pikiranku tanpa perlu test itu, karena kau pemenang di dalam hidup Kim Jongin." Tangisan Sehun kembali pecah mendengarnya.
Sehun tak menyangka Jongin akan sangat berarti, padahal dulu Jongin tak ubahnya hanya sekedar namja usil yang selalu mengganggunya. Sungguh dia berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengirimkannya malaikat seperti Jongin.
"Eh, kenapa menangis lagi Sehunnie? Apa kata-kataku salah?" sehun menggeleng dalam dekapan sehun, membuat Jongin merinding saat kepala sehun bergerak didadanya. 'sabarlah Kim Jongin, tunggu sampai kau menikahinya' batin Jongin menyadarkan diri.
"Hiks... Saranghae Jonginne, Jeongmal Saranghae." Ucapnya teredam.
Raut khawatir Jongin berubah, senyum tulus terbit dibibirnya.
"Nado saranghae Sehunnie, Jeongmal saranghae."
T.B.C
#Baner (balasan corner)
From
Hehehe, ngomong2 aku suka keju #ngganyambung.
From choi fai fai
Kkamjong mah item, kalo sehun baru manis. #dikeroyok.
From xxx
Yeph, tapi kayaknya jiejie ngerasa kkamjong di chapter satu masih amatiran. Ajarin kamu gih #nyodorin kkamjong ^.^
From kin ocean
Jongin belajar nge gombal dari aku kakak~ :-P ne, bakal lanjut, tapi entahlah ^.^ seharusnya jiejie yang bilang thanks. Thanks for review ^_^
From syakilashine
Thehun ngegemesin? Lebih ngegemesin aku kok :-P sip, makasih sudah ditunggu(?)
From park eun hwa
Hehehe, jongin mesum? Padahal udah di samar in(?) apa bener keliatan mesum -.-
From akhir kata
Ne, sankyu~ ngga perlu bbuing bbuing #blushing #abaikan
Buat yang login cek PM ^_^
x.x
Annyeong~ #tebar duit
Gomawo buat review dan sarannya, chingu ;-)
Di chapter ini entah kenapa rasanya Jongin begitu... begitu... begitu... #ditabok
Mianhae kalau chapter ini menyebalkan, membosankan dan tidak fluff sama sekali. Jiejie sudah berusaha, tapi ya... namanya newbie ^.^
Akhir kata, RnR juseyo~
