3. Romantic
.
.
Hari ini Sehun tengah duduk bersama sahabatnya, Do Kyungsoo di taman belakang kampus yang memang jarang dikunjungi. Mereka duduk di bawah pohon maple berdaun kecoklatan yang menjulang ditengah-tengah taman. Sesekali terdengar tawa kecil yang tercipta dari keduanya.
"Apa benar itu, soo?"
"Iya, benar, wajahnya begitu lucu saat itu, benar-benar menggelikan.""
"Aku tidak menyangka, Suho hyung akan seperti itu." Ucap Sehun masih terkekeh.
"Lalu bagaimana dengan Jongin?" tanya Kyungsoo.
"Bagaimana apanya, Kyung hyung?"
"Jongin, apa dia pernah melakukan hal seperti tadi?" pertanyaan Kyungsoo sukses membuat Sehun cemberut.
"Kenapa?" tanya Kyungsoo sembari meremas tangan, menahannya agar tidak menghasilkan cubitan pada pipi Sehun.
"Jangankan berlaku romantis, memberikan bunga seperti Suho hyung saja tidak pernah. Mungkin Jongin pernah bersikap manis, tapi kemudian dia akan bersikap biasa seolah itu tidak terjadi." Sehun menghela nafas.
"Eh? Yang benar?" tanya Kyungsoo.
"Kyungie hyung tidak percaya pada ku?" tanya Sehun pelan.
"Ya ampun~ tentu hyung percaya pada maknae cadel ini." Ucap Kyungsoo sembari mengacak surai coklat muda Sehun.
"Hyung, aku tidak cadel!" protes Sehun.
"Lalu?"
"Ah! Hyung menyebalkan." Bibir sehun semakin mengerucut, tak lupa tatapan sengit dia luncurkan kepada Kyungsoo.
"Baiklah, maafkan hyung ya?" ucap Kyungsoo masih dengan senyum geli.
"Baiklah, tapi Kyungsoo hyung nanti belikan aku bubble tea ya." Puppy eyes Sehun mulai turn on.
"Iya, iya."
"Aku menyayangimu, hyung." Sehun nyengir aneh.
"Tapi... apa benar Jongin tidak?" tanya Kyungsoo penasaran.
"Iya hyung, saat aku menang olimpiade sains seminggu yang lalu, aku bahkan tidak diberi bunga. Aduh~ malangnya nasibku memiliki kekasih tak berperasaan seperti Jongin." Drama Sehun.
"Tapi setidaknya ada Tao hyung yang memberikanku bunga waktu itu." Ucap Sehun sembari tersenyum.
"Tao memberimu bunga, huh?" tanya Kyungsoo kaget.
"Memang ada yang salah, hyung?"
"Tidak, lalu menurutmu Tao seperti apa?"
"Mmm, dia baik, tampan, ramah, pintar mmm, apalagi ya? Oh ya, Tao hyung sangat romantis!"
'Sehunnie sayang, dimana?'
Sehun mengernyitkan alisnya bingung, tumben sekali Jongin mengirimkan pesan seperti itu, biasanya dia hanya bertanya 'dimana' tanpa tercantum tanda tanya maupun namanya, apalagi sebutan sayang. Jemari lentiknya mengetikkan balasan.
'Siapa? Kau bukan Jongin ya?'
Kerutan di dahinya semakin bertambah saat membaca balasan pesannya.
'Apa maksudmu sayangi? Ini aku Kim Jongin, kekasih mu. Apa kau lupa, Sehunnie?'
'Bohong, kau pasti alien.'
'Sehunnie, aku mencintaimu, aku benar benar Jongin.'
Karena tidak percaya, Sehun menelpon nomor itu.
"Halo sayang, ini aku , kenapa kau tidak percaya padaku baby?"
Sehun segera mematikan sambungan teleponnya. Nafasnya terengah engah, tangannya membawa ponsel itu ke dekapannya.
"Dia pasti hantu, itu bukan Jongin, itu bukan Jongin, itu bu-..." deringan telepon mengagetkan Sehun. Dia segera mengangkat panggilan itu.
"H-haloo."
"Sayang~ my baby hunnie, dimana? Aku merindukanmu~"
"U-uh, Jjonginnie, A-aku sedang di kkantin. Kkenapa?" tanya Sehun gugup plus takut. Takut karena apa? Entahlah, hanya dia dan Tuhan juga author yang tau. #diinjek.
"Hunnie, tunggu disitu, aku akan segera kesana, jaljayo chagi."
"Jaljayo? Jongin menyuruhku tidur? dia benar benar alien." gumam Sehun aneh.
x.x.x.x.x.
Sehun masih menatap ponsel putih yang beberapa menit lalu berdering, matanya masih terpaku dengan pandangan aneh. 'siapa tadi?' batinnya bingung.
"Sayang~" tengkuknya merinding begitu mendengar suara berat dengan aksen aneh seperti itu, membuatnya segera mengangkat kepala bersurai coklat muda itu.
"J-jjonginnie?" panggil Sehun dengan suara aneh. Sampai Jongin duduk di hadapannya pun, pandangan aneh tetap bersemayam di mata coklatnya.
"Sampai kapan kau akan memandangiku seperti itu sayang?"
"T-tidal." Jawab Sehun singkat.
"Mm~ Sehunnie, bagaimana kalau nanti kita pergi makan malam bersama? Ku dengar ada restoran Perancis yang baru buka di dekat apartementmu."
"Huh? Jongin-..."
"Lalu setelah itu kita akan pergi ke bukit lalu melihat bintang, bagaimana?"
"Emm Jonginnie-..."
"Ssst.. aku sudah tau jawabanmu, sayang." Ucap Jongin sembari mengelus pipi Sehun. Lalu bibirnya mengecup lama tangan putih milik kekasihnyanya itu.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu."
"S-sebenarnya, Jonginne, aa-aku di minta Ki ahjumma untuk datang ke tempat kerja part time ku. Katanya akan ada acara dan kafe akan sangat sibuk. Maaf Jonginnie." Sehun menunduk dan menutup matanya rapat, bersiap mendengar ucapan tajam Jongin. Tapi reaksi berikutnya membuat Sehun menatap Jongin seketika.
"Tidak apa apa, kita bisa melakukannya lain kali. Yang penting kau senang." Jemari tan Jongin mengelus kepala Sehun penuh kasih sayang. Sehun hanya bisa ternganga. Mana kata-kata 'seharusnya kau bisa membagi waktu' atau 'pacarmu itu aku atau kafe itu sih' juga 'ahjumma sialan!' yang biasanya akan Jongin ucapkan saat Sehun menolak ajakan Jongin karena pekerjaannya.
"Jongin sebenarnya kenapa?" tanya Sehun pelan.
"Kenapa apanya?" tanya Jongin balik.
"Kenapa menjadi seperti itu? Apa Jongin ada masalah? Jongin bisa cerita pada Sehun."
"Aku hanya rindu pada kekasihku."
"Bukannya kemarin Jongin juga sudah bertemu denganku?" tanya Sehun heran. Kepalanya dimiringkan lucu.
"Bahkan hanya satu menit tak melihatmu rasanya oksigen serasa menjauh dariku."
"J-jongin!"
"0"
Guguran daun maple menghiasi jalanan. Warna kecoklatannya menyapu setiap sudut taman, menambah kesan tenang dan nyaman di sana. Berbanding terbalik dengan seorang pemuda milky skin yang tengah mengerutkan dahi dan mengerucutkan bibir peachnya, juga jemari yang terkadang mengetukkan pensil yang digenggam ke kepalanya. Sesekali terdengar geraman putus asa yang meluncur dari tenggorokkannya.
Pemuda bernama Sehun ini tengah bergulat dengan jajaran soal tentang logaritma yang tak kunjung menuju titik temu bernama jawaban. Otak encernya kembali memproses kumpulan rumus di atas buku putih di hadapannya.
Entah kenapa dia sama sekali tak bisa berkonsentrasi akan hal ini, untaian kalimat lebay dari kekasihnya dari seminggu yang lalu begitu membayanginya.
Apakah Jongin ada masalah? Kenapa dia bersikap seperti itu?
Seharusnya Sehun senang dengan perubahan sikap Jongin. Tapi tidak, ini semua begitu tiba-tiba tanpa ada penjelasan. Serasa ada yang aneh dan di sembunyikan. Dan tibalah kesimpulan itu.
Itu bukan Jongin.
Tidak, itu memang Jongin. Dari segi fisik itu memang Jongin, senyumnya masih semenawan Jongin, warna kulitnya masih kontras dengan kulit Sehun. Tak ada yang berubah dari fisik Jongin.
Tapi itu bukan fisik, tapi sikap dan sifat. Selama 6 tahun menjalin kasih –terhitung dari kelas 1 high school hingga kuliah semester 6- membuatnya mengerti dan terbiasa, begitu terbiasa dengan sifatnya. Tapi seperti dikatakan tadi. Ini terlalu tiba tiba tanpa penjelasan. Dan itu terasa ganjal.
Sehun menggelengkan kembali kepalanya, mengusir bayangan tentang Jongin yang semakin lama semakin menyakitinya. Jongin ada masalah dan dia tidak ingin Sehun tau. Itu lah yang disimpulkannya. Sehun memang –iya- pemuda yang tidak peka, tapi setidaknya Jongin berusaha untuk memberitahu apa masalah yang di alaminya.
'Apa Jongin sudah tidak percaya padaku?' batin Sehun.
Sehun menggigit bibirnya, menahan air mata yang telah sedikit merebak dari mata indahnya. Tidak, Sehun tidak boleh berpikiran buruk tentang Jongin. Tidak boleh.
Sehun tersentak saat merasakan tepukan di pundaknya, dan senyum terbit saat melihat seseorang yang –ternyata lelaki- tadi menepuknya.
"Tao hyung." Tao mengangguk dan mendudukkan dirinya di bangku sebelah Sehun.
"Tao hyung kenapa disini?"
"Tidak ada tulisan 'Huang zi tao dilarang masuk' di depan sana." Sehun terkekeh.
"Hei, bukan seperti itu."
"Hm, hanya sekedar jalan jalan." Sehun baru akan membuka mulutnya saat Tao kembali melanjutkan.
"Dan kebetulan aku melihat tuan putri tampak ingin melepas kepalanya dengan mengetukkan pensil ke kepala bodohnya."
"Tao hyung, aku tidak bodoh." Sungut Sehun.
"Llalu apa yang sedang kau kerjakan?"
"Matematika, tapi sepertinya aku kehilangan selera, kapan kapan saja." Ucap Sehun sembari membereskan bukunya.
"Hei! Oh Sehun."
"Hmm~." Gumam Sehun masih sibuk membereskan buku terakhirnya.
"Ini." Sehun menoleh, matanya melebar saat melihat setangkai mawar di hadapannya.
"Apa ini?"
"Entahlah."
"Aish, Tao hyung!"
"For you." Ucap Tao.
"Thankseu." Sehun mengernyitkan dahinya. "Tao hyung mendapatkannya dari mana?" tanya Sehun saat melihat mawar tersebut masih lengkap dengan akar dan ceceran tanah. Tao menunjuk sebuah pot di sebelahnya dengan cuek.
Pletakk~
"Aduh Sehunnie." Pekik Tao.
"Habisnya Tao hyung seenaknya mencabut tanaman, modal lah sedikit." Gerutu Sehun. Tao masih mengusap kepalanya sembari meringis sakit, membuat Sehun merasa bersalah.
"Hyung tidak apa apa? Apa begitu sakit hyung?" Sehun mengusap kepala bersurai hitam Tao pelan.
"Sangat sakit, Sehunnie." Rajuk Tao.
"Maaf hyung, aku tidak sengaja, aku benar benar minta maaf."
"Tapi tak perlu kau jatuhkan mawar dariku." Ucap Tao sembari menunjuk mawar yang dipetik –dicabut dengan paksa- dengan susah payah tadi.
"Hehehe."
Tangan putihnya baru akan menyentuh mawar merah itu sebelum dia merasakan tarikan yang cukup kuat pada lengannya, membuat kepalanya terbentur meja.
"Ssst.. aw." Kepalanya mendongak, melihat siapa yang telah menariknya, membuat kepala imut(?)nya terbentur dengan cukup keras ke meja semen.
"Hei! Kau in- eh, Jonginnie?"
Jongin hanya diam dan menarik Sehun dari situ, tak peduli teriakan Tao dari belakang sana.
x.x.x.x.x..x.
"Jongin, lepaskan tanganku, ini sakit." Pinta Sehun.
Jongin menabrakkan sehun ke sebuah pohon maple yang masih berada di area taman. Sehun meringis sakit saat merasakan punggungnya terbentur batang keras pohon di belakangnya.
"Jongin, ada apa? Apa yang terjadi pada Jongin?" tanya Sehun pelan, tangannya yang lain masih mengusap pergelangan tangannya yang memerah.
"SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA BEGITU PADAMU!" mata Sehun berkaca-kaca mendengar kalimat bernada tinggi yang terlontar dari bibir kekasihnya. Sekalipun Jongin tidak pernah membentaknya dengan nada sebegitu tingginya. Apa salahnya?
"Jj-jongin-..."
"APA YANG TERJADI PADAMU?! TAK PUASKAH KAU HANYA DENGANKU? PERLUKAH KAU MENGGODA PEMUDA LAIN?! KAU BENAR-BENAR MURAHAN!" bentak Jongin.
Sehun tersentak. Tadi, yang baru saja mengatakannya murahan itu benar-benar Jongin, kan? Kristal bening tanpa bisa terkendali meluncur dari mata coklatnya.
"AKU BUKAN PEMUDA MURAHAN!" sekarang Jonginlah yang tersentak. Dia baru tersadar saat melihat aliran air mata dan bentakan dari kekasihnya.
"Hiks, UNTUK APA KAU MENJADIKANKU KEKASIHMU JIKA HANYA UNTUK KAU HINA?! ADA APA DENGANMU, hiks."
Jongin terpaku, dia merasa bersalah. Ucapannya tadi benar-benar tidak bisa dikontrolnya. Satu yang dia tau, Sehun tidak pernah menggunakan kata 'kau' untuk memanggilnya, kecuali dia benar-benar marah atau kecewa. Dan dalam persoalan ini, kecewa adalah kata yang tepat.
"JIKA KAU ADA MASALAH KATAKAN PADAKU! JANGAN HANYA DIAM DAN MELUAPKAN SEMUANYA SECARA TIBA-TIBA SEPERTI INI! KAU PIKIR AKU SIAPA?"
"Ss-sehun."
"JIKA KAU BOSAN PADAKU, KATAKAN SAJA. TAK PERLU MENYIKSAKU SEPERTI INI! KITA BISA MENGAKHIRINYA DENGAN BAIK-BAIK. TAK PERLU MENGHINAKU!"
Jongin menarik Sehun kedalam dekapannya. Tangannya memeluk erat tubuh Sehun dengan kepala yang ditenggelamkan di bahu rapuh namja yang telah dia sakiti. Mengingatnya saja membuat hatinya berdenyut ngilu.
"Hiks, aku memang hanya orang miskin. Tapi kau tidak berhak menghinaku hanya karena kau orang kaya. Hiks, lepaskan aku, aku membencimu, hiks sangat membencimu!"
"Ssstt, maafkan aku Sehun, aku kelepasan tadi. Maafkan aku, aku benar benar minta maaf."
"Aku tidak peduli, hiks lepaskan aku."
"Sehun, kumohon. Maafkan aku, aku tadi tidak sengaja, kau boleh memakiku, kau boleh memarahiku, tapi jangan membenciku, jangan akhiri kisah kita, Sehun. Aku tidak bisa membayangkan jika aku hidup tanpamu. Kumohon, maafkan aku."
Sehun tidak membalas ucapan Jongin. Dia hanya terisak dalam dekapan Jongin tanpa membalas rengkuhannya. Jongin menarik dirinya, menyisakan sedikit ruang untuk menatap wajah sedih kekasihnya yang begitu tidak ingin dia lihat.
"Lalu, kau kenapa? Ada apa denganmu?" tanya Sehun pelan.
"Maafkan aku ya Sehunnie, waktu itu aku tidak sengaja mendengar ucapanmu tentang Tao saat di taman belakang."
"Huh?"
"I-itu, tentang Tao yang romantis dan aku tidak. Aku tidak ingin kau menyesal denganku, jadi, aku merubah sifatku. Aku tidak ingin kau meninggalkanku dan memilih pemuda panda itu." Muka Jongin memerah. Di luar dugaan, Sehun kembali terisak dan menenggelamkan dirinya di dada Jongin.
"Bodoh! Benar benar bodoh!"
"Sehunnie-..."
"Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu, berapa lama kita bersama? Dan kau tidak juga mengerti jika aku begitu mencintaimu?! Untuk apa kau merubah sikapmu? Jikapun aku tidak menyukaimu yang tidak romantis, sudah jauh jauh hari aku meninggalkanmu! Bodoh!"
Jongin tersadar. Hunnie nya begitu mencintainya, seperti dia mencintai Sehun. Ini hubungan timbal balik. Lalu untuk apa dia meragukan perasaan Sehun. Padahal, Sehun bisa saja meninggalkannya dari dulu. Bahkan hubungan mereka telah berjalan 6 tahun dan belum ada permasalahan yang begitu serius hingga berakhir dengan dirinya membentak Sehun.
Pertengkaran mereka bisa di hitung dengan jari. Seharusnya Jongin berterimakasih karena Sehun telah bersabar dalam menghadapi segala macam sikapnya selama enam tahun ini.
"Terima kasih banyak, Sehunnie. Aku mencintai mu." Jongin menarik dagu Sehun menghadapnya. Dikecupnya pelan bibir yang menjadi candu baginya. Bagaimana bisa dia meragukan Sehun? Otaknya sepertinya perlu diperiksakan.
"Aku benar benar mencintaimu, Sehunnie. Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku." Terdengar egois memang, tapi itulah Kim Jongin.
"Kau juga, jangan menghinaku seperti itu, aku tidak suka." Ucap Sehun pelan.
"Janji, jadi panggil aku seperti biasa, jangan gunakan 'kau'. Aku benar-benar merasa bersalah."
"Aku takut kalau Jongin membentakku. Sangat takut." Sehun kembali tenggelam dalam rengkuhan Jongin.
"Maaf dan aku mencintaimu, Oh Sehun."
"Aku juga mencintaimu."
Mereka kembali tenggelam dalam ciuman manis nan panjang mereka. Melupakan fakta jika mereka berada di tempat umum. Tapi siapa peduli, toh tempat itu sepi.
Tapi, apa iya?
T.B.C
(Tendang Bang Chanyeol) :-P
T.B.C
(Thehun Bareng Chongin #maksa)
T.B.C
(Tuh, Belum Celecai)
Chapter ini gimana? Jiejie kok ngerasa aneh ya, kalian juga iya?
Ketawa sendiri baca review
pas kata 'thor' refleks pegang bibir sambil mikir "aku jonthor(?) ya" #ngga penting
Gomawo for review di ff abal ini, kawan.
ok, akhir kata. Happy brithday...
RnR juseyo~
Baliew (balasan review)
From : izz . sweetcity
Ini gombalan? Kok aku baru nyadar ya#kudet
From : ohhhrika
Aku chessy karena Jongin chessy sama aku tapi lebih chessy an kalau sama Sehun padahal aku juga mau keju(?). Kata kata akhirnya? T.B.C maksudnya? Ok deh, di chap ini tbc nya aku ketik tiga kali ya biar kamu seneng ^.^
From : yunacho90
#sodorin baskom. Sana gih meleleh :-P
From : kin ocean
Ini kenapa thehun lagi sdih yang di koment malah jongin yang pinter ngegombal? #Stress tingkat kecamatan
From : daddykaimommysehun
Jadi, aku manggil kamu daddy kai apa mommy sehun? ~ngga nyambung
From : gyusatan
Jangan ditabok, ntar bales di tabok thehun lho~ jomblo pasti bertemu #nyanyi
From : leeyeol
*aku terkejut kuadrat*
From : choi fai fai
Segera kedokteer!
From : love kaihun
Awawawawawawaw(?)
From : ayanesakura chan
Ok beb, ini udah ngga kok. Makasih sarannya #bungkuk bungkuk sampai sujud(?)
From : mr. Jongin albino
Ada kayaknya :-P
From : syakilashine
Ngga perlu lama lama, sebentar sebentar aja jongin juga udah mesum ^.^
From : sehunskai
Huuooo(?) kenapa manis? Karena aku menularkan kadar kemanisanku pada ff ini #diinjek
From : nagisa kitagawa
Hehehe, sip, udah next ;-)
From : MikyuEvil
Ngga Cuma kamu, nenekku juga ikut blushing lho~
From : Istrinya Sehun Bininya Kai
Haayyuukk...
From : DiraLeeXiOh
Peluk? #sodoringuling
From : dia . luhane
Minum obat ya, diabetes itu ngga baik lho~ jangan ngonsumsi yang manis manis, ntar bisa kena diabetes, diabetes itu ngga baik lho~ jangan ngonsumsi yang manis manis, ntar bisa kena diabetes, diabete... #digiles
From : guest
Sip, thanks for review guest brow...
From : Zelobysehuna
Aku baru tau kalau jongin mesum, kukira dia Cuma memiliki hormon diatas rata rata ^.^
From : BabyWolf Jonginnie'Kim
Sip, udah lanjut
From : xxx
Klepek klepek kaya ikan dong?
From : citrarois
Ya itu.. aku agak belibet di EYD :-P
From : LKCTJ94
Ciiee... review ni yee #nggajelas
From : urikaihun
Hiee?
