All about love

.

.

Kaihun^^

.

.

Warning : typoo bermekaran, boys love, dkk.

.

.

.

.

Hope you like it.

.

Don't like don't read.

/

/

/

8. Jealous and... (Park eh, Part I)

.

.

Sehun berubah.

Bukan, bukan berubah seperti sailor moon dengan rok super duper tinggi yang anehnya tidak pernah tersingkap. Bukan juga seperti power rangers pink kesukaan Baekhyun yang memenuhi setiap sudut kamar mandi Baekhyun dengan bentuk poster poster dan kaos-nya, oh jangan lupakan helm pink yang menurut Baekhyun begitu lucu dan menggemaskan(?).

Maksud berubah disini adalah...

"Sehun."

"Hm."

"Kau kenapa? Apa tanganmu sakit?" tanya Jongin perhatian. Arm sling Sehun telah boleh dilepas kemarin sebenarnya, tapi tetap saja pasti tetap ada sakit yang tertinggal meski sedikit.

Kini mereka tengah duduk di bangku taman kota yang lumayan ramai. Hari telah beranjak sore, dan jangan lupakan ini akhir pekan.

"Tidak." Jawab Sehun singkat.

"Lalu kau kenapa, hunna? Kenapa diam saja dari tadi?" tanya Jongin bingung. "Kau sedang sariawan?" lanjutnya.

"Hidungmu itu yang mirip sariawan!" Sehun beranjak pergi dari tempat itu setelah mengatakan kalimat tadi. Meninggalkan Jongin yang ternganga. Sekalipun, Sehun tidak pernah membicarakan hidung kutilnya.

"Apa ini karena hyung sialan itu?" gumamnya. Mata onyx Jongin mengawasi punggung Sehun yang mulai mengecil sebelum memutuskan mengejarnya.

"Sehuna!" panggilnya saat mereka telah beriringan.

"..."

"Kau kenapa, sih?"

"..."

"Hei."

"..."

"Sehun, kal-..."

"Tao hyung!" ucap Sehun memanggil Tao yang terlihat akan menyebrang jalan. Tao yang mendengar namanya dipanggil pun berhenti dan menoleh ke belakang. Senyumnya terbit saat melihat Sehun yang berlari menghampirinya, oh, ada juga Jongin yang ikut berlari di belakangnya.

"Oh, Hunnie. Ada apa?" tanyanya begitu Sehun dan Jongin –yang mirip dengan bayangan, ada dua alasan kenapa Tao menyebutnya begitu. Yang pertama karena Jongin mengikuti Sehun di belakang yang kedua karena Jongin hitam. Hm, simple reason.- sampai dihadapannya.

"Hyung mau kemana?"

"A-aa, aku mau ke rumah Mr. Im, ada sedikit urusan." Sebenarnya Tao sedang dalam masa hukuman, satu bulan lalu saat festival dia tidak sengaja memecahkan kaca jendela ruang guru karena mendengar suara Sehun. Dan Tao harus rela membersihkan toilet laki-laki selama dua bulan penuh. Tujuannya ke rumah Mr. Im, untuk meminta keringanan sebenarnya.

"Aku boleh ikut."

'Terima kasih, Tuhan.' Batin Tao bersyukur.

Mr. Im adalah salah satu dosen yang mem-favoritkan Sehun(?) jadi tentu akan mudah baginya mendapat keringanan. 'Sorry, hunnie. Aku memanfaatkanmu sekali ini saja.'

"Tentu saja!" jawab Tao kelewat semangat.

Jongin yang merasa menjadi obat nyamuk pun angkat suara.

"Hey! Bagaimana denganku? Sehunna, bukankah hari ini kita sedang kencan?"

"Kencan sana sama saus tar-tar!"

Dan ini kedua kalinya dalam hari ini Sehun meninggalkan Jongin dengan keadaan melongo.

-/-

Jongin uring uringan. Dia tidak mood makan dan tidak mood untuk memakai krim pagi-malam miliknya. Nafas saja Jongin ogah-ogahan. Andai saja dia tidak ingat dengan rencananya memiliki banyak anak dengan Sehun, Jongin pasti telah ditemukan sekarat dengan dua buah kuaci yang mengganjal lubang hidungnya.

Sayangnya, Jongin masih sayang Sehun.

Mana bisa Jongin meninggalkan Sehun dan pergi ke Surga bersama bidadari-bidadari yang...

'Ya Tuhan... Jongin! lupakan imajinasimu!'

Jongin kini duduk di kursi rotan yang terpasang didepan teras rumah Sehun. Setelah kemarin dengan seenak muka imutnya Sehun meninggalkan Jongin ditaman untuk pergi bersama Panda made in China itu.

Sehun tidak tinggal di apartement lagi, dia memilih menyewa rumah ini untuk satu tahun kedepan. Dikarenakan gedung apartement itu sedang dalam masa perbaikan dan pasti membutuhkan banyak waktu.

Cklek~

Jongin menoleh ketika mendengar suara pintu dibuka. Sehun ada disana. Sehun mengenakan kaus berwarna biru dengan jeans hitam pendek selutut. Itu yang dilihat Jongin, karena Sehun hanya memperlihatkan sebagian tubuhnya, sedangkan sisanya tertutupi pintu bercat putih yang hanya dibuka sedikit.

Mana tahu Jongin kalau misalnya sebelah badan Sehun yang tidak terlihat, pemuda Oh itu mengenakan kaos transparan yang begitu ketat dan menonjolkan nipple mungil yang berwarna merah mu-...

'Oke, stop Jongin!' teriak batinnya.

"Sehuna, kau baru bangun?" tanya Jongin lembut, dia telah berdiri berhadapan dengan Sehun. Tangannya meraih gagang pintu, hendak mendorongnya. Namun ditahan oleh Sehun. Anak itu malah semakin memasukkan badannya kedalam rumah. Kini hanya kepalanya yang terlihat.

"Kau ini kenapa? Biarkan aku masuk, hunna." Pinta Jongin lagi, kini dengan menekan handle pintu lagi. Namun lagi-lagi ditahan oleh Sehun.

"Shireo!" Sehun masih bersikeras menahan pintu.

"Hunna, biarkan aku masuk."

"Shireo!"

"Biarkan aku masuk, Sehun."

"Shireo, Shireo, Shireo, Shireo!"

Dan entah kekuatan dari mana, Sehun berhasil menutup pintu itu dengan sempurna. Sempurna dalam artian keras dan kuat. Itu benar-benar terbukti. Lihatlah jidat Jongin yang menghantam pintu hingga si hitam tersungkur ke belakang.

"Aduduh~" rintihnya. "Kau tega sekali, hun."

Jongin bangkit dan kembali duduk di kursi rotan. Usapan bertubi-tubi dilakukannya pada jidat pusaka miliknya. Ugh, itu pasti sakit.

"Apa salahku sih? Kenapa kau tega sekali, membiarkan kekasihmu yang tampan ini terbentur pintu, Sehun tega tega tega tega te-..."

Cklek~

"Hun, kau kembali. Aku tahu kau tidak mungkin tega mem-..." Sehun memang mendekatinya, bukan untuk apa. Tapi Sehun-

"Aduh!" Jongin sukses terjatuh dari kursi setelah didorong dengan tidak manusiawi oleh kekasihnya. Jongin menatap Sehun kaget plus takjub. Bagaimana mungkin Sehun sekuat itu?

"Kenapa ka-..."

"Jangan duduk dikursi ku." Ucapnya cuek dan menarik dua kursi yang ada disana masuk ke dalam rumah. Jongin berdiri untuk melewati pintu dari celah yang dibuat Sehun. Tapi terlambat.

Jongin kembali tersungkur dengan sadis.

"Olongin Ongin ea Tuhan." Doanya alay. Kini Jongin duduk meringkuk dipojokkan sambil meratapi jidat dan bokongnya yang menjadi korban keganasan Sehun. Seharusnya hari ini Jongin dan Sehun berkencan romantis, nonton bioskop, berjalan bergandeng tangan di pantai dan makan malam romantis di restoran italia.

Ya~ itu sih seharusnya. Tapi Sehun sepertinya tidak bisa di ajak berkompromi hari ini.

"Sehuna kau kenapa sih? Jangan sampai dia menolakku." Ucap Jongin pada dirinya sendiri.

"La la la~ aku sayang sekali~ Doraemon. La la la~ ak- eh?" nyanyian Luhan berhenti begitu dia melihat seonggok(?) manusia tanpa tulang hidung yang lengkap sedang meringkuk dan memeluk tiang rumah yang Luhan ketahui milik adik manisnya.

"Itu kan si Jongos? Sedang apa dia di sini?" gumam Luhan. Dengan segenap kekuatan dia berteriak.

"WOI JONGOS! SEDANG APA KAU?"

Jongin tersentak kaget hingga terjengkan ke belakang. Kepala belakangnya berdenyut ngilu karena terantuk keras dengan lantai. Dengan kesal dia bangkit dan menuding nuding orang yang membentaknya.

"HEI! APA YANG- LUHAN HYUNG?!"

"IYA! AKU LUHAN! KAU SEDANG APA DISANA?! KAU MAU MENCURI TULANG HIDUNG SEHUNNIE KAN SUPAYA HIDUNGMU TIDAK RATA LAGI!" teriak Luhan was-was. Jika sampai Jongin mencuri tulang hidung Sehunnie-nya yang manis, Luhan pastikan hidung Jongin yang mirip kutil akan dia buat seperti tempelan sebiji nasi!

"AKU SEDANG TERNAK KINGKONG! KAU TIDAK LIHAT AKU SEDANG DUDUK, HAH?!" semprot Jongin emosi. Dia kini beranjak beberapa langkah lebih dekat dengan Luhan.

"HEI BOCAH! MANA TAHU AKU KALAU KAU DUDUK. KAU TERLIHAT SEPERTI MANGKOK MI AYAM DIPOJOKKAN! SEPERTI PEDOFIL YANG SUKA PELUK PELUK TIANG RUMAH ORANG!"

"APA MAKSUDMU, BONCEL!"

Luhan mengembang-kempiskan hidungnya. Mentang-mentang Jongin lebih tinggi darinya, Luhan yang kece ini di panggil boncel? Tidak bisa di biarkan!

"DASAR KAU TIANG JEMURAN! MUKA ASPAL! HIDUNG TANPA SALURAN IRIGASI!"

'What the?!' batin Jongin.

"KAU SENDIRI PEDAGANG UPIL! MUCIKARI(?) BORAKS!"

"KAU JUGA BOCAH PENCEMIL(?) BERAS PLASTIK! DASAR TUKANG SAPI GELONGGONGAN!"

"BERANINYA KAU, CEBOL!"

"KAU PIKIR AKU TAKUT, HEH PESEK! JANG-"

JDUUAGG~ Krontang krontang~ (Sound efex gagal T_T)

"WADAAOOWW." Teriak keduanya kompak. Ciye kompak ciyee~

"KALIAN BERISIK!"

Kemudian Jongin dan Luhan di diagnosa pingsan terjengkang dengan tidak elit karena dua buah panci melayang menghantam keduanya. Dan sang tersangka, malah dengan santai membuka pagar rumah Sehun setelah sebelumnya menendang pantat Luhan yang sedang mencoba berdiri hingga Luhan terjerembab dengan wajah yang masuk dalam panci.

"Minggir minggir." Ucapnya Santai.

Sang tersangka pun mengetuk rumah Sehun dengan riang.

"Sehunnie~ hyung datang~"

Sehun membuka pintu rumah dan tersenyum manis.

"Kyungsoo hyung!" pekik Sehun senang. "Loh, itu apa item-item disana." Tunjuk Sehun pada tubuh Jongin yang tengkurap dengan panci terbalik di atas kepalanya.

"Itu juga! Yang didepan pagar!" lanjut Sehun, tangannya ganti menunjuk orang yang posisinya tidak jauh beda dengan yang satunya, kecuali wajah orang itu yang masuk ke dalam panci.

"Ah, mereka orang gila. Kau harus berhati-hati hunnie, kunci pintumu." Pesan Kyungsoo.

"Baik hyung, tapi sepertinya tadi aku mendengar suara Jongin dan Luhan hyung." Oh, Sehun, apakah kau sudah lupa? Kau bahkan sedang marah pada dua orang itu.

"Sepertinya kau belum minum susu, ayo hyung buatkan susu."

Dan pintu itu tertutup. Meninggalkan dua jasad mengenaskan yang mungkin saja tidak teridentifikasi selanjutnya.

"Ah, kyungie hyung bilang akan menambal panci kan?" terdengar suara Sehun dari dalam rumah.

"Iya, tapi sudah ku gunakan menjadi sesuatu yang lebih berguna." Sehun menatap Kyungsoo penasaran. "Untuk mengusir Onta yang tersesat di depan rumahmu tadi."

"Oooh~"

-...-

Tbc.

*Tukang Bisnis Cabe*

Holla...

Padahal awalnya ngga niat bikin ini happy ending loh, niatnya sih gini :

karena Jongin terlalu over pada Sehun, akhirnya Sehun jadi males pada si Jojong tapi dia tetep bertahan soalnya kasian ama si jojong. Akhirnya jojong tau kalo Sehun itu udah mulai bosen sama dia, jadi jojong mutusin buat ngelepas Sehun buat Chanyeol dan jojong pergi ke luar negeri. Tapi baekhyun kaga terima soalnya dia juga suka sama Chanyeol. Karena cemburu bin marah ama sehun, baek ngerencanain hal hal nggak baik.

Eh pas lagi berlovey dovey ama Chanyeol, Sehun dapet berita kalo pesawat jojong jatuh en kebakar a.k.a meledug. Sehun nyesel terus mau bunuh diri tapi di tahan sama Luhan. Baek dateng ke Sehun terus ngehasut dia buat bunuh diri, nyalah-nyalahin gitu ceritanya. Karena stress, Sehun bunuh baekhyun. Dan tak disangka-sangka#ceileh Luhan ngeliat, akhirnya Sehun lari trus ketabrak truk truk nyemplung jembatan. Luhannya jadi gila trus selesai. Tamat

Gituuu seharusnya. Tapi apa daya ku... tidak jadi semua imajinasi jahat saya. Karena takut ber-efek kurang baik terhadap Kaihun shipper.

Bukan maksud mau nge-bashing chara ya, Cuma buat seru-seruan aja kok. Mohon maaf buat yang tersinggung.

Chapter kemaren kasian Jojong ya, disalahin orang orang. Lagian jojong emang gitu sih #toyorpalaJojong

Oh, dan terimakasih atas dukungannya selama ini, atas review readers yang kece kece.

Chapter depan adalah chapter akhir yaa... #horray...

So, untuk dua chapter akhir.

Mind to review?

Bisa nggak dapet 30 review? Aku liat di salah satu ff ada standarisasi(?) kaya gitu. Jadi ikut ikutan gitu ceritanya. Ok. 30 review yaa~~~

.

.

*Pojok Pembalasan(?)

GaemGyu92 : Ngga nyangka si cadel udah gede #Terharu

Cheonsa-chan : sip, ini udah di lanjut^^

Minnie163 : aku juga ngga ngerti #nangis bareng

Kireimozaku : Jojong akan selalu di bully soalnya(?)

Daddykaimommysehun : aku ngga tau, aku ngga tau, beneran.

Exolweareone9400 : makasih sarannya^^ sip, udah dilanjut.

Izz. Swetcity : Jojong pekerjaan sampingannya kabur sih.

HilmaExotics : oke, udah next kok^^

Utsukushii02 : baper itu apa? #ngganyambung. Sip udah next broo.

JongOdult : hahaha #akukenapa?

Nagisa Kitagawa : hahaha #akukenapalagi?

Zelobysehuna : yo yo sayang jantung yo #nge-rap bareng bang cahyo

Baby Wolf Jonginnie 'Kim : sip, udah next^^

Dia. Luhane : udah lanjut^^ happy reading

Choi fai fai : oke, udah lanjut^^

Yunacho90 : thanks for tunggu-annya(?)

Auliavp : Jongin mah gitu orangnya

Whirlwind27 : 27 itu bulan lahirmu ya? #mulaisotoy

D. W. Cokroleksono : sip sip, lanjut lanjut

akaSunaSparkyu : ngga bisa kilat, lagi musim kemarau

0000000000