INVISIBLE

Author : kimykai

Cast : Sehun x Jongin

Genre : Romance, Hurt

WARNING! THIS IS YAOI/BOYS LOVE/ SHOUNEN AI

THIS IS CRACK COUPLE GUYS!

.

.

HAPPY READING^^

Chapter 3 : Game is Over

Sehun berjalan dengan angkuh memasuki ruangan yang terdapat papan nama dimeja yang bertuliskan 'Lu Han'. Kekasih yang sudah resmi menjadi tunangannya sebulan yang lalu. Lelaki tampan nan cantik yang sedang membelakangi Sehun saat ini sedang asik melakukan canda dan tawa dengan rekan kantornya. Minseok. Lebih tepatnya rekan bisnis perusahaan Sehun.

"Hai, hyung." Sapa Sehun. Mendudukkan tubuhnya pada meja kerja Luhan. Tangannya terayun untuk mengambil pena yang berada di samping kertas putih bersih.

"Sehuu-n." Suara parau itu terdengar pelan di telinga Sehun. Tanpa mengadahkan kepalanya, lelaki pucat itu tersenyum menyeringai. Suara itu bisa menjelaskan bahwa semua ini akan segera berakhir dan ia bisa segera pergi dari permainan busuk.

"A-aku bis.."

"Tidak perlu." Potong Sehun. Seringaian di bibirnya masih setia terukir, tangannya bergerak-gerak untuk menulis sesuatu dikertas putih kosong.

Sehun beranjak dari duduknya tat kala ia selesai dengan acara menulisnya. Berjalan mendekat pada Luhan yang menundukkan kepalan, tak kembali dilihatnya Minseok di ruangan tersebut. Sehun bisa menyimpulkan jika tunangannya itu menyuruh sang selingkuhan untuk pergi.

Selingkuhan?

Lalu bagaimana dengan Sehun? Ia juga berselingkuh bukan?

"Sehun.." Luhan berucap lirih. Menatap pada selembar kertas yang dipegang oleh Sehun. Luhan bisa mengetahui apa isi kertas tersebut karena Sehun dengan jelas memperlihatkan tulisan itu pada tunangannya. Air mata tidak dapat terbendung, dengan begitu lihai air berharga itu jatuh pada lantai yang kotor.

'GAME IS OVER'

Dan Sehun? Lelaki tampan itu berlalu pergi begitu saja tanpa pamit. Menyisakan Luhan dan tangisannya.

K

I

M

Y

K

A

Cling

Pintu cafe terbuka tatkala seseorang dengan pakaian serba hitam masuk. Lelaki dengan perawakan tinggi dan kulit kecoklatan yang membuatnya menjadi pusat perhatian para wanita. Tanpa menghiraukan bisikan-bisikan para wanita itu, Jongin berjalan dengan cepat, menuju meja nomor 7 yang berada dipojokan cafe tersebut.

"Lama sekali." Chanyeol menggerutu kesal tatkala Jongin sudah berada di hadapannya. Lelako jangkung itu sudah menunggi sekitar satu jam yang lalu. Terdengar cukup lama.

Jongin tertawa kecil, "Maafkan aku hyung. Jalanan begitu macet tadi."

Chanyeol menganggukan kepalanya sebelum berhasil mengacakkan rambut coklat sang kekasih, "Aku merindukanmu. Beberapa hari ini kau sulit ditemui."

Jongin terdiam sejenak, berpikir keras untuk mencari alasan yang rasional atas pertanyaan Chanyeol. Tidak mungkin Jongin harus berkata bahwa ia sedang patah hati karena kepergian Sehun. Tidak. Jongin tidak setega itu. Bagaimanapun Chanyeol adalah orang yang baik dan Jongin tidak ingin menyakitinya.

'Karena Chanyeol hyung sudah ku anggap sebagai kakakku.'

"Aku pergi menemui Ibu." Jawab Jongin dengan mantap sebelum mengambil secangkir kopi yang sudah Chanyeol pesankan untuknya.

"Maaf tidak memberitahumu." Lanjutnya.

"Tidak apa, sayang."

Hari itu Jongin memutuskan untuk bersama Chanyeol. Pergi dari satu tempat ke tempat yang lain. Senyum, tawa dan canda menyelimuti perjalanan mereka. Saling mengaitkan tangan satu sama lain, seakan ada lem yang menepel pada tangan mereka. Tangan Chanyeol yang besar begitu nyaman di tangan Jongin. Dan itu sempat membuat Jongin melupakan Sehun. Ragu untuk mengatakan pada Chanyeol bahwa.

'Aku mencintai Sehun.'

H

U

N

K

A

I

Bunyi sepatu melangkah menggema di lorong apartemen mewah disalah satu kota Los Angel. Suara langkah tersebut terhenti saat Sehun berhasil menemukan apartemen yang itujunya. Sebelum Sehun berhasil menyentuh bel yang berada disamping kiri tempatnya berdiri, pintu apartemen sudah terbuka seakan menyambut kedatangan Sehun yang telah dinantikan. Tanpa basa basi pemuda tampan itu melenggang masuk.

Sesuatu yang pertama Sehun lihat adalah pigura besar keluarga besar Oh yang terpampang dengan pada dinding ruang tamu. Sehun tersenyum kecut, tak akan lama lagi tidak aka nada dirinya dalam foto tersebut.

"Kau sudah datang." Seseorang datang dan menyadarkan Sehun dari pikirannya.

Sehun sedikit menundukkan kepalanya tanpa rasa hormat kepada sang ayah. Tidak ada senyum yang menghiasi wajah tampannya. Hanya ekspresi datar yang ia berikan pada sang ayah. Sungguh tidak sopan memang. Tetapi itulah Oh Sehun. Hubungannya dengan sang ayah adalah sangat buruk. Hal itu terjadi sekitar lima tahun yang lalu saat orangtuanya bercerai, dimana Sehun memutuskan untuk ikut bersama ibunya ke Seoul.

"Duduklah dulu. Kau pasti lelah." Ucap ayahnya seraya menarik pelan tangan Sehun untuk duduk disampingnya, tetapi dengan cepat Sehun menghempaskan tangan sang ayah. Tuan Oh tersenyum, ia memaklumi sifat anaknya yang sangat membenci dirinya.

"Kau ingin membicarakan apa?" Suara lembut itu terdengar begitu menjijikan ditelinga Sehun.

"Tentang perjanjian kita dulu. Kau masih mengingatnya Tuan Oh?"

.

.

TBC

Haloooo KimyKai update satu chapter lagi ^^

Aku ngerasa kalau chapter ini ngk rame banget wkwk

Efek kena writing block jadi gini.

Maaf ya tidak bisa panjang-panjang T_T

Mau dilanjut aja atau udahan?

Yang sudah baca tolong berikan support kalian dengan cara review okay?

Thankchuuuu~~

w/ Love KimyKai and EXO