pertama-tama aku pingin ngucapin banyak-banyak terimah kasih buat temen-temen yang mau review, Astagaaaaaaaaaaaaa review kalian benar-benar menolongku, terima kasih banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk :*


Jongin tak tahu apa yang salah dengan keluarga Kyungsoo. Kyungsoo berasal dari keluarga baik-baik, jadi bagaimana mungkin ada dua orang penjahat sekaligus yang memasuki rumah Kyungsoo?

Kyungsoo benar-benar memiliki keberuntungan yang buruk dengan takdir.

Kedatangan tiga penjahat sekaligus di rumahmu itu bukan sebuah keberuntungan. Jongin juga penjahat kalau kau tak lupa.

Mengawasi dua penjahat itu sekaligus, jongin juga mengeluarkan revolvernya, dia selalu membawanya untuk berjaga-jaga. Jongin berniat untuk membersihkan dua penjahat itu sekaligus sebelum Kyungsoo keluar dari kamar mandi. Akan lebih baik kalau Kyungsoo tidak tahu tentang kejadian ini. Anak itu masih terlalu polos, dan terlalu baik.


Sehun sebenarnya bukan tipe orang yang suka bertindak gegabah, itu dia lakukan untuk kegiatan yang tidak melibatkan penjahat, tapi karena orang di hadapannya saat ini juga seorang penjahat. Jadi ia juga tidak segan-segan menodongkan senjatanya. Ia pikir Kyungsoo terlalu baik untuk jadi sasaran kejahatan orang ini.

Sehun dengan teliti mengamati si penjahat.

"buka topimu" perintah Sehun dengan nada rendah. Berjaga-jaga agar Kyungsoo tidak mendengarnya.

Orang itu kemudian dengan patuh melepaskan topinya dengan pelan.

Sehun sedikit terkejut karena begitu orang itu melepaskan topinya, wajah bocah 13 tahun terpampang di depannya. Sehun tak habis pikir ada seorang penjahat yang bisa memiliki wajah polos macam itu. Ia jadi sedikit ragu apakah orang di depannya ini seorang penjahat.

Perawakan orang itu lumayan mungil dengan rambut magenta serta bibir yang mungil, dan badan hampir menyerupai wanita kecuali dada. Bagian itu rata. Secara keseluruhan, orang itu bisa di katakan cantik. Tapi seorang wanitapun ada yang rata, seperti Amber Liu di kelasnya. Jadi, apakah orang itu adalah seorang wanita?

Sehun sedikit mengernyit, ia tak suka berurusan dengan wanita.

"apa kau wanita?" Tanya Sehun.

Si penjahat membelalakkan matanya bersamaan dengan mulutnya yang terbuka serta raut wajahnya yang berubah tak suka.

Orang itu hampir saja mengatakan sesuatu sebelum bunyi air keran terdengar dan menghentikan gerak mulutnya, mereka segera berpandang-pandangan. Waspada.

Tanpa pikir panjang, Sehun menarik orang itu bersamanya ke kolong ranjang, menyuruhnya diam dengan pistol masih terarah.

Tak lama setelah itu, terdengar bunyi pintu yang terbuka dan Sehun dapat melihat kaki Kyungsoo melintas.


Baekhyun meskipun terkejut tetap menuruti perintah orang itu, dan tak lama setelahnya, ia dapat melihat kaki-kaki Kyungsoo bergerak kearah mereka.

Baekhyun menepuk jidatnya, yang di tanggapi dengan heran oleh si penodong. Baekhyun lupa mengembalikan posisi bukunya seperti semula. Ia berdoa mudah-mudahan saja Kyungsoo tidak menyadarinya.


Kyungsoo mengeringkan rambutnya dan berjalan mendekati ranjangnya, saat ia melihat jurnalnya telah keluar dari tasnya, ia merasa aneh, karena seingatnya, ia belum mengeluarkannya sedari tadi. Pikiran Kyungsoo kemana-mana, ia sudah berumur 16 tahun, tapi ia memang takut dengan hantu. Ia menelan ludahnya kasar dan mengamati sekelilingnya dengan kepala kaku.

Bulu kuduknya berdiri perlahan-lahan.

"siapapun yang ada di ruangan ini tolong jangan ganggu aku" kata Kyungsoo, ia pikir ia tolol karena ngomong sama hantu "aku tak akan mengganggu kalian kok"

Sementara dua orang dibawah kolong ranjang sontak saja terbelelak tanpa mampu berkata apa-apa.

"tuan hantu sekalian"

Hah?! Baekhyun dan Sehun terkejut lagi, saling pandang, mereka hampir saja kelepasan tertawa kalau saja tangan Baekhyun tak segera menutup mulut mereka dengan cepat dan meletakkan jari telunjuk di mulut mungilnya, yang di tanggapi anggukan oleh Sehun. Mereka berdua sama-sama tak bisa menyembunyikan ekspresi wajah mereka satu sama lain. Well, emmm, punya teman untuk menertawakan kejadian konyol di saat seperti ini cukup menyenangkan ngomong-ngomong. Kekeke

"jangan ganggu aku ya… aku akan belajar di dapur saja, kau boleh menggunakan kamarku, tapi sebentar saja ya" Kyungsoo diam sebentar, berpikir "tapi kau juga tak boleh membuatnya berantakan" ia pikir ia terlalu berani menyuruh tuan hantu untuk tidak membuat kamarnya berantakan. Jadi ia takut akan diamuk dan segera bergegas mengambil tas serta jurnalnya terburu-buru dan segera keluar dari kamarnya tanpa mau peduli untuk menutup pintu. Pokoknya kabur.

Duo hantu- Sehun dan Baekhyun, segera tertawa setelah melihat Kyungsoo menghilang dari pintu. Mereka terkikik dan memegangi perut mereka, mereka saling pandang menertawakan kepolosan Kyungsoo sampai-sampai air mata keluar dari mata mereka.

Sementara Jongin yang masih bersembunyi di balik daun pintu hanya mampu speechless dan menepuk jidatnya, geleng-geleng dengan tingkah Kyungsoo, dan tingkah dua orang hantu penjahat lainnya yang sekarang menjadi tidak jelas.


Baekhyun dan Sehun keluar dari sisi kolong Ranjang yang berbeda dengan Baekhyun yang masih terkikik sembari menghapus air matanya dan Sehun yang masih memegangi perutnya. Entah mengapa mereka bisa menjadi dekat dengan tiba-tiba.

"Oh astaga, aku ingin melihat wajahnya" ucap Sehun

"benar, itu tolol sekaligus lucu" ucap Baekhyun "kita beruntung karena itu, aku pikir kita sudah ketahuan tadi"

"ya, kau hampir saja mengacaukan segalanya, memangnya apa sih yang kau lakukan? Kau ini ingin mencuri atau apa? Aku hampir saja benar-benar ingin membereskanmu karena ku pikir kau penjahat"

"astaga, lihat siapa yang berbicara" cibir Baekhyun "seseorang yang bersembunyi di almari orang lain dengan senjata api di tangannya, kau lebih menyerupai penjahat dari pada aku, harusnya aku yang membereskanmu, aku pikir kau akan menyerang Kyungsoo tadi, tapi karena aku tak punya senjata makannya aku diam"

"huh? Aku kesini bukan untuk menyerang Kyungsoo"

"lalu apa?"

"aku takkan memberi tahumu"

"cih, sok rahasia" cibir Baekhyun, ia melihat meja belajar Kyungsoo dan mendapati jurnal Kyungsoo tidak ada. Jurnal itu ikut di bawa oleh Kyungsoo. Ia tak mau menunggu Kyungsoo untuk mengambil jurnal itu, jadi sepertinya ia akan pulang saja.

"dengar ya tuan penodong, aku akan pulang karena barang incaranku sudah tak ada, dank arena kupikir kita juga tak perlu berkenalan"ucap Baekhyun sembari berjalan kearah jendela dan berdiri di sana"jadi", ia mengangkat topinya "sampai jumpa" dan ia segera menghilang dari sana.

"huh?! Silahkan" ucap Sehun pada udara kosong di hadapannya.

Sehun yang kemudian juga menyadari jurnal Kyungsoo tidak ada, juga memutuskan untuk pulang saja, ia juga tak mau menunggu Kyungsoo selesai belajar, ia masih punya PR yang belum dia kerjakan. Dan begitu pun dengan Jongin yang keluar dari pintu belakang.


Karena menurut Sehun akan percuma menunggu Kyungsoo seperti tadi malam, maka ia menyusun rencana lain untuk mengambil buku itu.

Dia bakal ngambek sama Kyungsoo.

Sementara Baekhyun dan Jongin, juga tentu saja punya rencana B.

Hmm… banyak jalan lain menuju roma.


Saat ini, Sehun bersedekap memalingkan muka dan membuat bibirnya mencebik pura-pura ngambek dengan Kyungsoo yang sekarang ada di hadapannya dengan wajah bersalah.

"ku dengar dari Seungri hyung kau marah karena kubilang aneh ya?"

"menurutmu?"

"huft… aku tidak ingin kau salah paham, makannya aku mengajakmu bicara sekarang"

"salah paham dari mana? Jelas-jelas aku mendengar dari banyak anak kau mengatakan aku aneh di jurnalmu"

"bukan aneh dalam artian seperti itu"

"tetap saja kau menganggapku aneh, kau harus menghapus deskripsi tentangku, aku kan malu"

"baiklah, aku minta maaf atas itu, aku akan menghapus deskripsi tentangmu, tapi aku lupa itu ada di halaman berapa"

" kalau begitu berikan padaku, biar aku yang mencarinya" yeah. Inilah rencananya.

"emm… tapi kau tidak bisa meminjamnya terlebih dahulu, sudah banyak yang mengantri sebelum kau Sehun"

Ugh.

"…"

"kau adalah antrian nomer ke 17 sebelum aku menyelesaikan jurnalku, karena akan segera ganti buku, jadi belum ada yang boleh meminjamnya sekarang, aku harus menyelesaikan 10 halaman terakhir dahulu"

"tidak bisakah aku duluan?"

"kau harus antri Sehun"

Sehun putar otak.

"ugh, tapi aku malu kalau mereka sampai membacanya terlebih dahulu"

"demi Tuhan Sehun, itu bukan sesuatu yang memalukan, kau tampak luar biasa"

Justru karena ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Mari kita katakana kalau rencana B Sehun gagal. Hmm… ya


Baekhyun mendekati Kyungsoo yang sedang makan bersama dengan teman-temannya.

"Hai Kyungsoo, boleh aku bicara denganmu?"

"oh, hai Baek, bicara apa?"

"jadilah pacarku"-yeah, inilah rencana B seorang Byun Baekhyun. kekeke

TBC