Gempar.

Tentu saja. Gabungan seorang Do Kyungsoo dan Byun Baekhyun bukanlah jenis couple yang akan di bayangkan banyak orang.

Lihat mereka. Kau mau menyebut mereka pasangan mini?

Lelucon macam apa ini?!

Untuk beberapa cowok keren yang mengincar seorang Do Kyungsoo dalam waktu lama, ini merupakan sebuah penghinaan. Di tikung oleh seorang Byun Baekhyun bukanlah hal yang keren. jadi bagaimana mungkin mereka merelakannya? Ini kiamat. Mereka tidak akan merestuinya. TIDAK AKAN. Sampai kapanpun, catat, SAMPAI KAPANPUN!

Para lelaki yang merana ini,saat ini hanya mampu menatap tajam dari jauh pada dua sosok yang tengah berbicara di tengah koridor. Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo.

Sementara seorang Kim Jongin, hampir-hampir tidak bisa menahan tawanya untuk kejadian ini. Lelucon paling menarik di 2 tahun hidupnya yang seringkali datar. Gara-gara ini, ia selalu mendapat banyak omelan dari teman-temannya yang mengidolakan Kyungsoo.

Moonkyu habis akal oleh kelakuan seorang Kim Jongin yang saat ini duduk di depannya, lelaki hitam itu sedari jam istirahat tadi hampir tak berhenti tertawa dan sekarang sedang berusaha meredam tawanya di balik tumpukan lipatan tangannya diatas meja. Tidak merasa kasihan sedikitpun pada Ilhoon dan Baro yang saat ini duduk di samping mereka dengan tampang tak , menurut Moonkyu, setidaknya Jongin harus memberikan sedikit respek, bagaimanapun mereka sedang berkumpul saat ini.

"Kim Jongin, teman macam apa kau ini, kau tertawa di atas penderitaan orang lain, respeklah sedikit" sindir Moonkyu sambil memakan rotinya.

"pfft"

Dan Moonkyu hanya menghela nafas, karena si hitam itu malah tertawa lagi.

"kau akan terkena karma Jongin, ingatlah perkataanku, kau akan segera terkena karma" ujar Baro yang masih mendongak menatap langit-langit kelas mereka dengan hampa.

"oh baiklah, aku ikut berduka untuk berita ini kawan" ucap Jongin sambil memegang dadanya dramatis, tapi cengiran itu tak lepas dari wajahnya. Dustanya terlihat jelas.

"kalau kau bukan temanku, aku pasti sudah memitingmu, jadi hentikan itu" Ilhoon mengancamnya.

"oh ayolah" canda Jongin "masih ada banyak cowok manis di luar sana, kalian hanya tinggal move on"

1

2

"KIM JONGIIIIIIIINNN"

Dan ia segera diserang dengan membabi buta oleh dua rekannya yang tadi baru saja merana. Tentu saja, perkara move on bukanlah suatu perkara yang mudah.

"aku sudah memperingatkanmu" ucap Moonkyu santai.

Di tempat lain, Oh Sehun benar-benar merasa kecolongan, dia baru sadar kalau dia bego. Meskipun Baekhyun bukan siapa-siapa, tapi status seorang pacar itulah yang dia butuhkan, karena tentu saja itu jadi membuatnya lebih dekat dengan Kyungsoo.


Lampu dalam ruangan itu cukup terang, tapi itu tidak membantu menghilangkan tekanan yang ada di dalam ruangan itu sejak tadi.

Sesosok pria yang duduk dibalik meja besar di ruangan itu hanya mampu terdiam dengan wajah gusar di balik dua kepalan tangannya yang menutupi sebagian wajahnya.

"aku pikir kalian sudah tahu apa yang terjadi" ujarnya pada dua sosok tinggi yang berdiri di hadapannya.

"mereka memperbesar jaringan mereka, kalian juga sudah tahu kalau mereka merekrut anggota-anggota baru"

Dua sosok jangkung disana diam mendengarkan.

"kita tidak bisa menghadapi mereka sendirian, komplotan mereka sangat banyak dan berada di beberapa negara, seperti yang kita tahu, Seoul akan dijadikan sebagai markas besar mereka"

Suara ketukan beberapa langkah kaki terdengar dari luar ruangan itu.

"meskipun demikian, Seoul masih merupakan cabang baru, jadi sebelum mereka menjadi besar, aku ingin kalian menghentikannya"

Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan tiga sosok orang dengan tinggi yang berbeda, dan berjalan mendekat pada tiga orang lain yang lebih dulu berada di ruangan itu.

Salah satu dari mereka mendekati meja dan menyerahkan dokumen pada sosok di balik meja.

"mereka adalah bantuan yang dikirim oleh China untuk kita" lapornya.

"baiklah, mulai saat ini, aku ingin kalian bekerja sama dengan teman kita dari China, Luhan dan Tao" ujar pria di balik meja kepada dua orang dengan tinggi menjulang di hadapannya.

"Siap, kapten"


Kim Joonmyeon hanya duduk menatap laptop yang saat ini tengah terbuka di hadapannya.

Dia hanya terdiam menatap undangan yang ada di layar monitor.

"aku tak menyangka mereka berani mengundang kita" ucap Jongdae yang sedang membaca buku di sudut lain ruangan itu dengan santai.

"mereka berkembang cukup pesat" balas Joonmyeon.

"ya, untuk pemain baru, mereka punya nyali yang lumayan"

"haruskah kita balas?"

Pertanyaan Joonmyeon menarik dahi Jongdae berlipat. Berpikir sebentar.

"kau tertarik dengan tawaran itu?"

"tidak, aku hanya ingin memberi mereka pelajaran penting" Joonmyeon menyeringai.

"hm, ide yang bagus"


Kyungsoo tak habis pikir bagaimana Baekhyun bisa menyukainya. Maksudnya, dia tak pernah berpikir mereka memiliki kedekatan yang lumayan untuk membuat sebuah hubungan, dan ia juga tak pernah berpikir Baekhyun lebih dari seorang teman.

Hari ini adalah hari paling aneh yang pernah di rasakan oleh Kyungsoo. Pertama, ia berurusan dengan Sehun yang ngambek, lalu ia di hadapkan pada Baekhyun yang menyatakan cinta padanya, kemudian sekarang, ia dihadapkan pada seorang Kim Jongin yang terdiam membatu di depannya.

"ma-maafkan aku Kyungsoo, aku tidak sengaja" ujar lelaki hitam itu dengan wajah bersalah.

Kyungsoo hanya menatapnya diam. Sekeliling mereka juga terdiam, tidak enak untuk ikut campur dalam kejadian ini. Tetesan air teh yang tumpah dan membasahi bajunya tidak ia hiraukan, genangan air di meja itu semakin surut, tapi tidak mengubah kenyataan kalau genangan air itu tumpah lebih dulu mengenai jurnalnya yang terbuka, hingga cetak foto di halamaan itu menjadi memudar, merembes pada halaman lain di kertas itu. Kemudian yang bisa ia lakukan hanya berteriak.

"KIM JONGIN, AKU MEMBENCIMU"


Sehun teringat pada tiga nama penting.

Oh Sehun-dirinya sendiri.

Byun Baekhyun.

Dan, Kim Jongin.

Ia menyeringai. Tapi setidaknya, Kim Jongin tidak terlihat seperti seorang wanita di matanya, melainkan pria yang satu lagi. Byun Baekhyun. Jadi, ia memutuskan untuk sedikit menggodanya.

Saat ia tak sengaja menemukan Baekhyun, ia berbisik seraya melewatinya.

"kau lumayan cantik saat tak memakai kacamata"

Dan itu langsung membuat langkah Baekhyun terhenti.

Sementara seringai dibibirnya semakin lebar saat jarak diantara mereka berdua semakin jauh.

Bingo.

TBC