Oh my GOD….. ternyata usahaku selama Ber jam- jam melototi nh cerita sia-sia karena belum ku save sebelum ku close, jadi masih asli belum tak revisi. jadi para readers sekalian yang terlanjur baca fic abal-abal ini aku minta maaf…nh dia fic yang udah ku pelototi lagi…
Selamat membaca…
Pink Nimpha
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance/adventure.
Pairing : Sakura/ Sasuke
.
.
.
.
Grrrrr.
Dari balik semak di hadapan rumah Sakura, sepasang mata merah memandang bengis sosok gadis di kamar lantai 2 sebelum menghilang ditelan kegelapan.
Cit
Cit
Cit
Suara kicauan burung membangunkan tidur gadis bersurai merah muda. Sakura mengerjapkan mata emeraldnya guna menyesuaikan cahaya hangat matahari yang menembus horden putih di jendela kamarnya,kemudian melangkah pelan menuju kamar mandi.
Jrass...
Suara shower yang mengalirkan air ke bawah membasuh tubuh putih nan mulus milik Sakura. Luka di punggungnya akibat kecelakaan kemarin sudah menutup sempurna. Beberapa saat kemudian Sakura mulai mengoleskan sabun merata ke seluruh tubuh dan membilasnya, lalu mengenakan handuk sebatas dada sampai setengah pahanya. Kembali sakura melangkahkan kakinya berjalan pelan keluar dari kamar mandi. Sakura memandang tubuh telanjangnya di depan cermin.
Beberapa waktu yang lalu dia bermimpi bertemu dengan Fladimir 'salah satu bangsa Elf yang menjaga hutan' di sebuah padang rumput dan bunga lily putih tersebar di manapun, disana juga terdapat burung-burung Phoenix berbulu merah keemasan. Ada beberapa diantaranya telahir dari abu suci yang terbakar dan seekor Pegasus bersurai putih keperakan yang diyakini Sakura sebagai tunggangan Fladimir. Sakura mendekati Pegasus tersebut lalu mengelus surai di lehernya. Cantik…. itulah gambaran sang Pegasus. Dengan senang hati kuda bersayap itu menundukkan kepalanya seakan menikmati tangan halus sang putri.
"Sakura-sama," panggil Fladimir sembari membungkuk hormat kepada sang putri.
Sakura mengalihkan atensinya dari surai Pegasus kearah lelaki tua yang mengenakan baju satin berwarna putih itu. Sebenarnya bangsa Elf bisa merubah wujud sesuai kehendak sang Elf namun Fladimir memakai wajah aslinya, bagaimanapun juga Sakura sebagai Nimpha bisa dengan mudah mengetahui wajah asli dari setiap makhluk di hadapannya. Jadi sia-sia saja jika Fladimir menunjukkan rupa seperti pemuda tampan diusia ke 1500th nya.
"Sakura-sama… Anda harus bergegas menuju Arandel, disana sudah ada Arshi-sama beserta pengikut nya yang akan melindungi anda," ucap Fladimir mengingatkan.
Sakura tahu… Sepenuhnya mengerti bahwa hidupnya semakin dekat dengan bahaya. Bagaimanapun juga statusnya sebagai pelindung alam memaksanya untuk 'hidup' apapun yang terjadi.
"Huh ternyata benar ya firasatku!?" ucapan Sakura membuat Fladimir tercengang, jika Sakura sudah mengetahuinya kenapa dia tidak cepat-cepat pergi ke Arandel tempat teraman saat ini.
"Kenapa ?" tanya Fladimir kemudian, dia penasaran dengan alasan Sakura.
"Ada sesuatu yang harus ku urus dulu dan aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja! Bagaimanapun juga aku adalah remaja 15th,ada urusan hati yang harus kuselesaikan!" jawab sakura dengan semburat merah di kedua pipinya.
"Aku mengerti Sakura-sama,akan kusampaikan alasan anda kepada Arashi-sama, aku mohon pamit!" ujar Fladimir kemudian menaiki kuda Pegasusnya terbang ke angkasa.
Sepeninggal Fladimir Sakura berjalan pelan mendekati burung Phoenix yang terlihat baru saja dilahirkan. Sang putri mengelus bulu-bulunya dengan lembut lalu mengecup mata sang Phoenix, detik berikutnya Sakura kembali tertidur dalam kamarnya.
Sakura kembali membuka mata, lalu melirik jam beker yang berada di atas meja riasnya. Jam 7pagi waktunya Sakura berangkat ke sekolah. Sebenarnya Sakura bisa menghilang kemudian muncul di dalam kelas 'salah satu kemampuan sebagai Nimpha adalah melakukan perpindahan tubuh dengan cepat' hanya saja dia ingin menjalani hidupnya layaknya remaja berusia 15th. Bisa bercanda bersama sahabat, ngumpul bareng lalu shoping ke mall, bertukar cerita atar sesama wanita. Pokoknya melakukan hal-hal umum sebelum pergi ke Arandel lalu menempuh perjalanan ke barat menuju surga para Elf bernama Valinor untuk selamanya.
Hah... Sakura menghela nafas lelah, sejak kemarin malam dia tidak melihat orang tua asuhnya. Oh… iya lupa kata Fladimir sang ayah 'Arashi' sudah berada di Arandel, mempersiapkan segala perlindungan untuk Sakura bila ia sampai disana. Sang ibu.. Sakura yakin kalau ibunya sama seperti ayahnya yang menyiapkan perlindungan untuknya di Midle Earth ini.
Setelah memakai seragam dan memoles make up minimalisnya Sakura berangkat ke sekolah, berjalan keluar rumah menuju halte bus terdekat. Menunggu bus yang akan mengantarkan dirinya ke sekolah.
.
.
.
Menstruasi atau haids atau datang bulan adalah perubahan fisiolgis pada tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopaous. Selain manusia periode ini juga terjadi pada….. Kakashi menerangkan siklus alami yang dialami para remaja putri yang sudah menginjak usia pubertas. Dan hal itu juga mengingatkan Sakura bahwa hari ini tamu bulanannya datang. Saat sakura mengalami menstruasi keadaan tubuhnya dalam kondisi terlemah, dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatanyang ia punya bila terjadi penyerangan dari makhluk lain. Terlahir sebagai seorang Nimpha, Sakura menyadari bahwa banyak makhluk lain yang mengincar nyawanya. Beberapa hari yang lalu saat ia berdiri di depan jendela kamar, Sakura merasakan aura gelap nan pekat yang mendekat kearahnya, namun saat itu Sakura berada dalam kondisi prima dengan kekuatan penuh siap menyerang balik siapapun yang mengincarnya. Lain halnya bila sekarang, saat terlemahnya.
…
Sebuah amplop kecil berwarna ungu muda tergeletak di atas mejanya, saat Sakura kembali dari kantin. Memang Sakura, Ino, Tenten, Hinata dan Temari sudah cukup akrab untuk makan siang bersama namun teman-temannya itu akan ngobrol setelah makan dan duduk lama di kantin yang membuat Sakura tidak menyukainya, menyia-nyiakan waktu pikirnya.
Apa ini? gumam Sakura sembari membuka amplop tersebut.
Tertulis di sana 'Undangan Pesta Ulang Tahun'
Mungkin menghadiri pesta ulang tahun teman sekelas tidak ada salahnya, karena makhluk lain yang mengincarnya tidak pernah muncul di tempat ramai dan terang. Sakura memutuskan akan berangkat ke pesta Ino. Tapi di undangan tertulis bahwa ia harus membawa pasangan. "Dengan siapa?" pikir Sakura.
Tak lama kemudian datanglah Kiba membawa undangan yang sama.
"Sakura-chan maukah jadi pasanganku di pesta Ino nanti?" tanya Kiba disertai anggukan Lee yang menyusul langkahnya dari belakang.
"Um.. maaf teman-teman sepertinya aku menunggu seseorang!?" jawab Sakura sambil melirik Sasuke yang duduk membelakanginya.
"Yahhh...," desahan kecewa dari Kiba dan Lee bersamaan.
Sasuke pov.
Aku melihat gadis bersurai merah jambu memasuki kelas. Sungguh anggun ditiap langkah kakinya. "Sialan... Kau mengacaukan ku pinky...!" batinku masih melirik Sakura berjalan menuju bangkunya. Beberapa hari ini duniaku selalu teralihkan oleh keberadaanmu. Apalagi sejak kemarin, waktu aku mengikutimu kau begitu tangguh menolong kucing rapuh itu. Inginku menghampirimu tapi kau menghilang saat berbelok di tikungan. Lihatlah noda hitam disekitar mataku, ini bukti bahwa aku semalaman tidak bisa tidur karena memikirkanmu. Sekitar 10menit kemudian pemuda anjing dan pemuda lebay itu menghampiri gadisku. Ahh.. Gadisku.. Aku suka dengan sebutanku untukmu. Meskipun aku terlihat tidak peduli tapi ku pasang tajam pendengaran ku.
"Sakura-chan maukah jadi pasanganku di pesta Ino nanti?" tanya pemuda anjing 'jika kudengar dari suara jeleknya'. Kunantikan jawabanmu atas pertanyaan Kiba, berharap penolakan yang akan kau sampaikan.
"Um maaf Kiba-san sepertinya aku menunggu seseorang!? jawabmu dengan suara merdu yang mengalun indah masuk di kupingku. Aku menyeringai mendengar penolakan mu, tapi tunggu dulu... Siapa pemuda yang kau tunggu itu? Mungkinkah aku Saki sayang? Ah senangnya menyebutmu sayang.
Sasuke pov End
"Um...Sakura-chan kau sudah terima undangan pestaku?" tanya Ino sekembalinya dari kantin bersama yang lain.
Sakura tidak menjawab hanya mengangkat undangan ungu muda ditangan kanannya "Thanks ino,"
"Pastikan kau datang Sakura-chan…, kalau tidak aku akan marah padamu seumur hidupku!"
Sakura tersenyum, "aku tidak keberatan jika kau marah! Memang siapa yang akan mengajarimu kimia saat kesulitan memahami rumus-rumus sialan itu? dan siapa yang akan memberimu contekan PR kalau kau memusuhiku hem?!" tanya sakura menyeringai.
"Hah kau menyebalkan Sakura-chan!"
"Memang dari dulu, kau baru sadar?!"
...
…..
Hahaha... Serempak ruangan kelas dipenuhi oleh tawa mereka berlima. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka saling melontarkan candaan atau mengejek satu sama lainnya. Meskipun Sakura mencuri perhatian para siswa di kelas sejak kedatangannya tapi Ino dan temannya mau menerima Sakura dengan tangan terbuka sehingga cepat akrab. Tak jarang pula mereka saling adu argumen, merasa dirinyalah yang paling benar namun kembali lagi ke urusan persahabatan yang tidak akan goyah karena alasan kecil.
"Aku peringatkan sekali lagi jidat, awas saja kalau kau tidak dating!" ujar Ino dengan pose tangan kanan mengorok leher serta tangan kiri berkacak pinggang.
Sakura menjulurkan lidahnya untuk mencibir peringatan Ino." Iya-iya cerewet!" kemudian melirik sasuke dengan ekor matanya dengan rona tipis tercetak jelas dikedua pipinya. "Apakah kau akan mengajakku Sasuke-kun?"
Sama seperti gadis remaja pada umumnya, Sakura terpikat dengan ketampanan dan kepopuleran Sasuke, lihat saja setiap pagi kalau Sasuke masuk ke sekolah akan ada barisan para fans girls yang mengerubungi sang pangeran sekolah dan meneriakkan namanya. Namun Sakura harus tetap jaga image, hei tidak mungkinkan… seorang Nimpha juga berteriak gaje, bagaimanapun juga Sakura masihlah gadis usia 15th..er..5th jika kau lupa. Sakura terkadang malu juga saat kebetulan bertemu pandang dengan Sasuke, Jantungnya berdetak 3x lipat. "Huh sungguh tidak baik untuk kesehatan mental!" pikir Sakura.
...
Sakura mengobrak-abrik seluruh baju di lemari. Dia bingung mau pakai gaun yang mana untuk menghadiri acara pesta ulang tahun sahabatnya, Yamanaka Ino. Lagi pula Sakura gugup, ingin tampil semenarik mungkin di hadapan Sasuke. Ingatannya kembali pada waktu pulang sekolah.
Saat itu kelas sudah sepenuhnya kosong karena 10menit yang lalu bell pulang berbunyi,menyisakan 2 anak Adam dan Hawa. Sakura yang memang tidak menyukai keramaian menunggu sekolah sepi baru pulang, sedangkan Sasuke...
Sret..
Sasuke berdiri dari tempat duduknya hingga menimbulkan bunyi saat kursi bergeser di atas lantai, kemudian melangkah mendekati Sakura. Sedangkan Sakura memandangnya gugup.
"Kau jadi pasanganku di pesta Ino!" bukan permintaan yang Sasuke ucapkan tapi perintah.
"A apa?" ujar Sakura bingung mencerna kalimat Sasuke.
"Hm.!" jawaban absurd yang keluar dari mulut tipis Sasuke, kemudian menarik tangan Sakura lembut keluar dari kelas.
"Ku antar kau pulang!"
Bersama mereka berjalan keluar dari sekolah menuju rumah Sakura dengan tangan sasuke menggenggam erat tangan Sakura. Sasuke menyeringai saat melihat rona tipis di pipi Sakura . Ah mungkin nanti waktu yang tepat.
Akhirnya pilihan Sakura jatuh pada dress putih berbahan sutra. Dengan model tanpa lengan memperlihatkan leher jenjangnya serta kulit putih pada bagian punggungnya yang terbuka. Taburan kristal pada bagian dada menambah kesan manis untuk pemakainya. Kemudian berkerut dibagian pinggang membentuk lekuk perut langsingnya lalu sedikit mengembang sampai di atas lutut, sementara itu stiletto warna perak menghiasi kaki jenjangnya. Gadis cantik ini menyisir pelan rambut pinknya kemudian menyanggul sedemikian rupa dengan menyisakan anak rambut yang dikeriting. Menatap sekali lagi bayangannya di cermin, Sakura segera keluar kamar turun ke lantai satu menunggu jemputan Sasuke.
Ting ….
Tong ….
Sakura melangkah menuju pintu depan, dimana sosok Uchiha Sasuke berada.
Ceklek.
Didepannya seorang pemuda tampan berdiri mengenakan kemeja putih ketat menempel pas di badan memperlihatkan perut six packnya, lengan kemejanya di gulung sampai sesikut yang tak dapat menyembunyikan lengan kekarnya. Kemudian celana jins hitam dan sepatu sport warna putih sebagai alas kakinya. Uchiha Sasuke berdiri tegap dihadapan Sakura. Mereka terpana menatap satu sama lainnya, Sakura terlihat begitu anggun nan cantik bagaikan seorang dewi, sedangkan sasuke begitu tampan dan gagah layaknya dewa.
5 menit
10 menit
...
"Um… Apa yang kita akan berangkat Uchiha-san?" tanya Sakura memecahkan keheningan di antara mereka.
Seakan tersadar dari lamunannya, Sasuke segera menarik tangan gadis cantik ini menuju mobilnya.
"Hm..!"
Sasuke membuka pintu mobil hitam sport merk Lamborghini Veneno miliknya, mempersilakan Sakura masuk kemudian mengitari depan mobil untuk masuk ke bangku pengemudi, selanjutnya mobil mewah tersebut melaju pelan meninggalkan rumah Sakura. Gadis cantik ini menghela nafas panjang, kecewa akan reaksi yang di berikan Sasuke. Tidak bisakah ia memuji hasil make overnya? Oh sakura lupa bahwa pemuda tengil tapi tampan ini orang yang jarang berekspresi, mana mau repot-repot memujinya. Menyebalkan...
Mobil mewah Sasuke berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah, masih dengan wajah datarnya…
"Kau cantik sakura!"
"Eh... Trims, ka kau juga tampan uchi...," ucapan Sakura terpotong,
"Sasuke, panggil aku Sasuke ," sela Sasuke.
"Ah.. Kau juga tampan Sasuke-san!" cicit Sakura dengan rona merah di kedua sisi pipinya.
Sedangkan Sasuke menyeringai, gadis pujaan disampingnya ini memujinya tampan. Indahnya malam ini. Seperti bunga-bunga bermekaran memenuhi perutnya serta kupu-kupu berterbangan di dadanya. Alamak….
Sasuke memarkirkan mobilnya di halaman rumah Ino,disana sudah terdapat mobil-mobil mewah lain yang terparkir. Kemudian membuka pintu mobil untuk Sakura. Mereka berjalan bersama kedalam dengan Sasuke menggenggam erat tangan Sakura.
Hingar-bingar kemeriahan pesta terdengar jelas saat mereka memasuki rumah Ino. Pesta ulang tahun Ino bertemakan standing party yang berada di halaman belakang. Tersedia disana makanan maupun minuman tersaji diatas meja besar, didekat kolam renang.
"Selamat ulang- tahun Ino!" ucap Sakura memeluk Ino.
"Thanks! Nah Sakura-chan, Sasuke perkenalkan dia Shimura Sai, pacarku, dan Sai ini Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke teman sekelasku!" ucap Ino. Sakura dan Sasuke menjabat tangan laki-laki berambut hitam klimis itu.
"Salam kenal"
...
"Sakura ikut aku, ada yang mau ku bicarakan!" Sasuke menarik tangan Sakura menuju taman agak jauh dari pesta menghindari suara musik yang terdengar kencang.
"Aku mencintaimu sakura!"ucap Sasuke tiba-tiba.
Sakura yang mendengarnya kontan terperangah, "Bagaimana mungkin...? Bagaimana mungkin kau mencintaiku yang baru beberapa hari ini kita bertemu. Maksudku bahkan kita belum saling mengenal sebelum kau mengajakku ke pesta Ino?"
"Mungkin ini terlalu cepat bagimu, namun disini -Sasuke memegang dada kirinya -jantung ini berdetak lebih cepat ketika bersamamu,"
Sasuke mendekati sakura, "Memang kita belum saling mengenal tapi duniaku selalu teralihkan oleh keberadaanmu Sakura, bagiku ini juga terlalu cepat namun hatiku resah saat kau jauh dariku!"
Sasuke memegang tangan Sakura sembari menatap lurus mata emerald yang selama ini memikatnya,
"Sakura maukah kau menjadi kekasihku?
Gadis cantik ini terdiam setelah mendengar pengakuan Sasuke, Sakura resah. Memang dia mencintai Sasuke tapi statusnya sebagai Nimpha memberatkannya untuk menerima Sasuke. Belum lagi makhluk lain yang mengincar nyawanya dan akan membahayakan Sasuke juga.
"Aku... Aku.."
Beberapa saat Sasuke tidak mendengar jawaban dari Sakura kembali berkata, "Aku tahu ini membingungkanmu tapi maukah kau memikirkannya dulu mungkin kau butuh waktu untuk menyadari isi hatimu Sakura?" Kemudian tangan kanan Sasuke menangkup pipi mulus Sakura turun kebawah memegang dagunya dan mengecup bibir Sakura.
1 kecupan
2 kecupan
3 kecupan
Seakan tidak rela bibir lembut itu meninggalkan kehangatannya Sasuke memanggut intens bibir Sakura. Dengan lembut ia menghisap bibir bawah Sakura. Menyusuri belahan bibir Sakura dengan lidahnya, lalu kembali melumat bibir pink itu dengan lembut.
"Aku mencintaimu Sakura.. Benar benar mencintaimu, dan ak... ?!" ucapan Sasuke terpotong.
Grrrrr...
Sasuke syok melihat makhluk yang kini tiba-tiba berdiri dibelakang Sakura. Makhluk sebesar singa dengan bulu menyerupai jarum-jarum hitam kasar mencuat diseluruh tubuhnya. Sasuke lebih syok lagi saat matanya memandang 3 kepala hewan buas tersebut. Sasuke tidak sadar bahwa tubuhnya bergetar saat fokusnya melihat taring besar meneteskan air liur kekuningan.
Perlahan Sakura dan Sasuke mundur menjauhi makhluk itu, inginnya mereka cepat-cepat berlari menjauh menyelamtkan diri tapi tubuh bergetar yang mereka punya tidak membantu sama sekali. Tidak seperti biasanya Cerberus mengincar Sakura ditempat keramaian, apalagi ada seseorang menemaninya. Ah.. Sakura lupa bahwa halaman belakang rumah Ino berbatasan langsung dengan hutan tanpa adanya dinding kokoh mengelilinginya apalagi kondisi gelap seperti ini. Tapi itu semua tidak penting karena sekarang mereka harus berlari sejauh mungkin dan kembali ketempat pesta. Sasuke yang sudah mendapatkan kesadarannya langsung menarik tangan sakura cepat. Mereka berlari tanpa menoleh ke belakang. Sekuat tenaga Sasuke menggenggam tangan Sakura bermaksud menariknya cepat. Cerberus pun tak tinggal diam makhluk itu berlari cepat mengejar mangsanya .
Tap
Tap
Tap tap
Langkah kaki mereka semakin cepat berlari menyelamatkan diri, Sakura dan Sasuke sama-sama kehabisan nafas, selain karena panik juga jarak yang lumayan jauh dari rumah Ino. Seakan mereka berlari berkilo-kilometer. Sasuke mengutuk dirinya dalam hati jika saja dia tidak membawa Sakura pergi sejauh ini.. "Ah..fokus.. Fokus.. Sasuke, jangan pikir macam macam, sekarang nyawamu dan Sakura berada di ujung tanduk !" motivasinya. Tinggal sedikit lagi...
"Sakura... Sasuke... Kau darimana saja? Acara dansa mau dimulai kalian tak ingin ikut?" Ucap Hinata setelah ia menemukan kedua remaja tersebut.
"Lari..cepat lari Hinata selamatkan dirimu!" teriak Sakura yang masih berlari cepat.
Hinata cengo, dia melihat jauh ke belakang tubuh Sasuke dan Sakura mencoba melihat apa yang mengejar mereka, hanya kegelapan dan ribunnya pohon di hutan yang tertangkap matanya.
"Kalian kenapa? Dikejar hantu?" celetuk nya.
"Ha..." Sakura menengok kebelakang. Hilang! Makhluk yang tadi memburu mereka hilang. Bahkan Sasuke juga menjatuhkan rahangnya. Kemana makhluk sialan itu?
Bruk..
Tubuh Sasuke dan Sakura sama-sama terjatuh akibat kelehahan pasca lari sprint mereka.
Hah..
Hah..
Mereka bernafas rakus mengambil banyak udara yang bisa mereka raup. Kuso... !
...
Grrrrr..
Cerberus masih memandang bengis gadis cantik berambut pink itu diantara rumput-rumput tinggi dihalaman belakang. Kemampuannya berklamuflase, dapat dengan mudah menyembunyikan sosoknya didalam semak.
Musik mengalun merdu ketika kedua remaja itu kembali ke pesta. Musik bit telah berganti musik waltz pengiring dansa. Ditengah ruangan terlihat Ino dan Sai berdansa. Setelah beberapa menit berlalu giliran pasangan lainnya turut berdansa.
Tiba tiba Sasuke mengulurkan tangan kanannya...
"Sakura... ,"
Sakura menyambut uluran tangan kekar Sasuke, seakan mereka berdua berkomunikasi melalui telepati. Sakura mengerti ajakan Sasuke untuk berdansa hanya dengan memanggilnya absurd.
Sasuke dan Sakura menjadi pasangan terakhir bergabung dalam dansa. Dengan tangan Sasuke melingkar dipinggangnya dan tangan Sakura melingkar dileher Sasuke mereka mulai berdansa.
"I love you Sakura," ucap sasuke di tengah dansanya.
Mereka saling menatap mutiara dihadapannya. Saling mengunci pandangan mencoba menyelami isi hati masing masing. Perlahan tapi pasti Sasuke mulai memangkas jarak diantara mereka memajukan wajahnya dan melumat lembut bibir manis Sakura.
...
Kembali mobil sasuke menyusuri jalan-raya untuk mengantar gadisnya pulang. Satu lagi belokan mereka akhirnya sampai dihalaman depan rumah Sakura. Setelah menghentikan mobilnya Sasuke turun kemudian berjalan mememutar membukakan pintu bagian penumpang mempersilakan Sakura turun.
"Thanks,"ucap Sakura
Dengan gentle Sasuke menggandeng tangan Sakura mengantarnya sampai pintu depan.
"Masuklah.. ! Sudah malam sebaiknya aku langsung pulang saja!"
"Um..," Sakura berpaling mulai membuka kunci pintunya.
"Sakura...! Apa orangtuamu dirumah?" tanya Sasuke yang baru sadar sejak menjemput gadisnya, dia belum bertemu orang tua Sakura.
"Mereka keluar kota," dusta Sakura. Bagaimana pun Sakura belum sepenuhnya mempercayai Sasuke tentang statusnya.
"Kau sendirian?"
"Um.!"
"Aku khawatir sakura, aku tidak bermaksud macam-macam tapi maukah kau menginap di rumahku? Kurasa lebih aman setelah apa yang kita lalui di pesta Ino!"
Sakura menggeleng, "Aku akan baik baik saja! Sasuke-san."
"Sasuke-kun, panggil aku dengan sufiks –kun!" pinta Sasuke dengan wajah memerah menahan malu.
Sakura tersenyum lalu mengangguk, "Hai Sasuke-kun, " jawabnya merona.
"Berhati hatilah sakura! Aku pulang. Jangan lupa mengunci pintu dan jendela!"
Sasuke memeluk erat tubuh Sakura.
"Masuklah... Hubungi aku jika terjadi sesuatu!"
"Um!"
Kemudian Sakura masuk kedalam rumah meninggalkan Sasuke yang bertahan ditempatnya memandang pintu rumah di mana gadisnya masuk, kemudian melangkah menuju mobilnya.
Sakura pov
Tanpa kusadari kami telah sampai depan rumah. Kulihat Sasuke turun kemudian membukakan pintu mobil untukku. Aku malu diperlakukan seperti seorang putri. Tak cukup sampai disitu sasuke kembali menggandeng tanganku masuk ke rumah.
"Sakura...! Apa orangtuamu dirumah?" tanyanya.
"Mereka keluar kota," dustaku. Bagaimana pun aku belum sepenuhnya mempercayai Sasuke tentang statusku sebagai Nimpha.
"Kau sendirian?" tanya lagi
"Um.!"
"Aku khawatir sakura, aku tidak bermaksud macam-macam tapi maukah kau menginap di rumahku? Kurasa lebih aman setelah apa yang kita lalui di pesta Ino!"
Dia mengkhawatirkan ku, Oh... Rasanya bunga bunga bertaburan dimana mana.
...
Sakura naik tangga kelantai dua, kamarnya. Meski lelah karena memakai high heel berjam-jam namun itu semua terbayar dengan pujian Sasuke. Inginnya langsung berbaring di ranjang mengingat kembali momen romantisnya di pesta tadi, tapi saat sakura membuka pintu kamar..
"Aaaaaa..." teriaknya kencang.
Detik berikutnya terjangan dari cakar tajam mencengkeram kuat di bahunya memaksa Sakura terjatuh dengan keras di lantai. Bunyi 'Bruk' terdengar jelas di telinganya. Sakura membuka mata untuk melihat makhluk apa yang mencengkeramnya. Cerberus dengan 3 pasang mata merahnya memandang bengis diatas tubuhnya
"Tolong..." teriak Sakura sekuat yang ia bisa, berharap ada seseorang yang menolongnya.
Grrrrr..
Cerberus menggeram memandang buruan di bawah cakar kaki tajamnya. Mulutnya terbuka meneteskan air liur dari taring tajamnya siap mengoyak gadis Nimpha di bawah kungkungannya.
Graaaooowww...
...
Sasuke belum meninggalkan rumah Sakura, kekhawatirannya membuat Sasuke berat membiarkan Sakura di rumah sendirian. Dia masih duduk santai di dalam mobil sambil menatap rumah Sakura.
"Tolong.. "
Mendengar teriakan gadisnya, dengan cepat Sasuke keluar mobil, berlari secepatnya kerumah Sakura. Sasuke mengetuk pintu yang terkunci, beberapa menit berlalu belum ada tanda-tanda Sakura akan membukanya. Tak kehilangan akal Sasuke mendobrak pintu tersebut sekuat tenaga. Berdoa kepada Kami-sama berharap dia belum terlambat menyelamatkan Sakura.
Brak...
Usahanya yang kesekian akhirnya pintu tersebut terbuka lebih tepatnya terpisah dari engselnya. Tak menghiraukan bahunya yang terluka Sasuke segera menaiki tangga karena dari lantai atas terdengar geraman hewan buas.
Disana... Di depan kamar bercat pink Sasuke melihat Sakura berdarah di bawah kungkungan cakar makhluk buas yang beberapa jam yang lalu mengejarnya dan Sakura di pesta Ino. Tanpa pikir panjang Sasuke melayangkan hantaman keras tepat di tengkuk sang makhluk.
Buagh..
Meski sebenarnya nyalinya ciut saat melihat bagaimana rupa makhluk tersebut, dipikiran Sasuke sekarang menyelamatkan nyawa Sakura Lebih penting walaupun ia harus mempertaruh nyawanya sendiri menghadapi hewan buas didepannya. bahkan dia tak sadar kumpulan duri kasar di tengkuk cerberus bisa di pastikan membuat tangan sasuke terluka setelah memukulnya.
Kaing...
Kaing...
Suara hewan buas tersebut mengaing layaknya anjing kesakitan. Memanfaatkan kesempatan yang ada Sasuke segera membopong tubuh Sakura, secepat mungkin turun tangga keluar rumah. Namun Cerberus pun tak akan lagi melepaskan buruannya, segera melompat ke lantai bawah.
Bruk..
Sasuke yang masih berjalan turun tercengang saat cerberus melompat tepat didepan tangga terakhir menghadangnya, menghalanginya kabur.
Grrrrr..
Keringat dingin mengalir deras di pelipis Sasuke, seakan otak jeniusnya macet untuk mencari jalan keluar dari keadaan genting saat ini.
" Blizzara.." teriak Sakura lemah.
Prang...
Tiba-tiba sebongkah balok es kokoh mengungkung tubuh Cerberus. Dengan sisa kekuatan yang Sakura miliki , sang Nimpha mengeluarkan sihirnya.
"Cepat Sa..su.. ke, a aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi..!" Ucap sakura diambang batas kesadarannya.
Sasuke melewati tubuh beku Cerberus itu, kemudian bergegas keluar menuju mobilnya. Sasuke menstater mobil susah payah sangking paniknya, dia melihat Cerberus tersebut sudah keluar rumah bermaksud mengejarnya.
"Ayolah...!"
...
Brrum...
Sasuke segera menginjak habis gas mobilnya, melaju secepat mungkin menghindari kejaran Cerberus. Decitan Keras dari ban mobil memekakkan telinga. Dibelokan pertama Sasuke melakukan aksi drift tanpa mengurangi kecepatannya. Berterimakasihlah pada mobil mewah yang dihadiahkan orang tuanya tersebut sehingga mampu melakukan aksi menganggumkan seperti itu. Deru napasnya memburu, jantungnya berdetak cepat, pikirannya kacau, hei.. Makhluk apa itu yang sekarang mengejar mobilnya..? Dia tidak pernah tahu ada hewan seperti itu sebelumnya bahkan tidak pernah melihatnya di buku-buku yang selama ini dipelajarinya.
Lampu lalu-lintas menyala merah di depannya, "Gawat!" pikir Sasuke, apa dia harus menerobos lampu merah sialan itu, yang kemungkinan besar akan berakhir kecelakaan. Itu artinya dia akan ma..."Tidak-tidak fokus Sasuke ada kekasihmu yang harus kau selamatkan!" ucap iner Sasuke. Tinggal 10 meter di depannya, namun lampu sialan itu tidak juga berganti hijau.
Mobil Sasuke berhenti dibelakang mobil lain yang juga berhenti karena lampu merah. Sasuke melihat arah belakang dari kaca spion, memastikan hewan sialan yang tadi mengejarnya.
Hilang...
Sasuke cepat melihat sekeliling. Memastikan tidak ada Cerberus di balik mobil-mobil lainnya.
Tiiiinnnn...
Bunyi klakson mobil di belakangnya mengembalikan fokusnya. Ah..Sasuke baru sadar saat ini dia sudah berada di jalan raya utama dengan mobil berlalu-lalang di sekitarnya. Dan didepan sana lampu sialan itu kini berganti warna hijau.
Tiiiinnnn
Tiiiinnnn
Bunyi klakson lagi dari mobil di belakang, segera Sasuke melajukan mobilnya kembali menuju rumah sakit.
.
Tbc
.
Catatan Author :
Pertama aku mau ucapkan selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Minal aidzin wal faidzin, mohom maaf lahir-batin.
Kedua sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan di sana-sini, tapi sumpeh deh dah aku pelototin nih fic ku jadi kalau teman-teman nemuin typo mohon maaf.
Ketiga terimakasih untuk para readers yang menyempatkan waktunya membaca dan Terimakasih yang sebanyak- banyaknya untuk para senpai yang telah meluangkan waktu dan tangganya untuk mengetik review cerita abal-abalku ini.
Ke empat dan paling penting Ku tunggu review yang berikutnya ya…( maksa nih ! sambil melotot menghunuskan pedang. HAHAHA )
See u next chapter…..
