WHEN ANIME COMES TRUE!
DISCLAIMER : I'm not the man who had any of Naruto Character
Rated : T
Pair : NARUHINA(NOT THE REAL HINATA)
Genre : Adventure , Romance
I made this story because I am sad with many terrorism which done in the name of God lately. I really hate that terrorist, they dare to sacrifice many live in the name of God. Do you think that's a God orders? that's a satan orders.
Thankyou Guys
Happy Reading
~ Ringkasan dari chapter sebelumnya ~
Megumi menemukan dan menolong sesosok pria yang dianggapnya sebagai cosplayer, bagaimana tidak? Wajah orang itu mirip sekali dengan Naruto dalam manga.
Tapi keputusan yang dia buat ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Pria itu benar – benar mengajaknya melompat dari gedung.
Siapa orang itu sebenarnya?
Mengapa dia dapat melompat bak ninja?
"Tenang saja Hime.. kita ada diatas menara yang kau tunjuk tadi. Kau tidak jadi telatkan? Kenalkan aku Uzumaki Naruto, yoroshiku.", kata Naruto dengan gaya yang dibuat sekeren mungkin.
Chapter 2 ~ CAHAYA~
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!", Teriak Megumi.
BUAGHHHH! (Bisa bayangin ga? Megumi teriak lalu ninju muka si Naruto.. XD)
…[Hening]
"Hei hei.. Kenapa aku dipukul hanya karena aku memperkenalkan diri?", kata Naruto sambil menunjukan wajah paling menyedihkan yang dapat dia buat.
"… Salahmu sendiri, mengapa kau melakukan hal yang gila seperti ini. Dan… dan… apa – apaan dengan wajah sok kerenmu itu dan lagi kau… kau seenaknya menggendongku! Sekarang cepat turunkan aku.", jawab Megumi sambil menunjukan nada sarkatisnya, sayangnya itu hanya bertahan di kalimat pertama saja, di kalimat terahirnya wajahnya memerah dan menjadi tergagap menyadari apa yang sedang dilakukan pria itu terhadapnya.
"Ermm… Maaf tadi sebenarnya aku hanya menunjukan kemampuan ninjaku. Baiklah akan kuturunkan.", Naruto menjawabnya dengan nada sangat menyesal, tanpa menyadari perubahan dari jawaban Megumi, lalu melepaskan Megumi begitu saja….
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!", Jerit Megumi
Naruto lupa bahwa Megumi bukan Hinata, dan tentu saja bukan seorang Ninja, "Astaga, apa yang aku lakukan… ".
Naruto langung melompat terjun kebawah untuk menyelamatkan Megumi. Naruto berhasil menangkap Megumi dan mendarat dengan baik.
"Hehe, maaf ya, tadi aku lupa kalau kita sedang ada di atas menara.", jelas Naruto polos.
….
Plakkk!
Satu pukulan lagi mendarat di pipi Naruto. "Baka! Apa kau gila? Menjatuhkan seorang gadis dari ketinggian seperti itu. Sudah kubilangkan, aku hanya remaja biasa, bukan ninja..errr baiklah, bukan ninja sepertimu.", kata megumi setelah mengakhiri tamparan manis di pipi Naruto.
"ermm.. maafkan aku", maaf Naruto tulus.
Megumi yang mendengar permintaan maaf Naruto hanya bisa menghela nafas, seingatnya memang Naruto adalah karakter yang bodoh dan ceroboh. "hahh.. baiklah, aku jadi kehilangan niatku untuk bersekolah hari ini. Naruto, bisa kau antar aku kesuatu tempat? Anggap saja ini harga yang harus kau bayar karena kemarin menginap di rumahku dan juga membuat masalah seperti ini.", kata Megumi.
"Yosh! Tentu saja akan kuantarkan. Jadi kau ingin pergi kemana?", jawab Naruto yakin.
"Antar aku ke bukit di belakang gedung tinggi di sebelah utara itu, disana ada sebuah danau yang indah, dan nyaman untuk beristirahat, aku ingin mendengarkan semua ceritamu, kenapa kau bisa sampai ditempat ini. Kau bisakan?", kata Megumi sambil menunjuk bukit yang ingin dia kunjungi.
"Tentu saja! Hmm…. Jika dilihat dari jaraknya, kita hanya perlu waktu sekitar lima belas menit jika dengan mode biasa, sepuluh menit dengan mode senin, beberapa detik dengan mode kyu…"
BUAGHHHH!
Megumi memukul Naruto dengan tasnya. "Baka! Aku tidak perlu informasi itu, sudahlah cepat kita berangkat!", kata Megumi agak sebal dengan kebodohan pria yang sedang menggendongnya ini. Wajah Megumi memerah ketika tersadar dengan keadaanya saat ini. "Kenapa? Kenapa aku merasa nyaman di gendong oleh pria ini? Dan mengapa aku tidak meminta untuk diturunkan? =.=", pikir Megumi.
Naruto meminta maaf sambil mengusap matanya yang berair karena kesakitan dipukul oleh megumi tadi, setelah itu menjawab dengan bersemangat, "Maaf! …. Yosh! Ayo kita berangkat!".
Naruto melakukan Hiraishin kearah bukit tadi dengan mode Kyubi.
"Tunggu? Aku bisa menggunakan mode Kyubi? Itu artinya…", Naruto yang menyadari sesuatu mencoba menutup matanya.
"Kurama? Apa kau disana?", Panggil Naruto.
"ZZZzzz…", dengkur Kurama. "Kenapa dia tertidur sepulas itu ya?", tanya Naruto kepada dirinya sendiri. Ini pertama kalinya dia melihat Kurama tidur senyenyak itu. Naruto mencoba sekali lagi untuk membangunkannya, tapi hasilnya Nihil. "Ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi disini", pikir Naruto.
Naruto kembali membuka matanya. Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka. "Ternyata dia benar – benar Naruto yang ada dalam manga. Tapi mengapa dia bisa muncul ditempat ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini.", pikir Megumi. "Baiklah Naruto. Aku rasa kau bisa menurunkan aku disini. Sampai kapan kau akan menggendongku terus.", kata Megumi pada Naruto sambil berusaha menahan dirinya agar kata – katanya terdengar senormal mungkin.
"oh, maafkan aku.", Naruto menurunkan Megumi secara perlahan.
"Ayo kita duduk disana saja.", kata Megumi pada Naruto sambil menunjuk tempat teduh yang ada di pinggir danau.
Mereka berjalan dan duduk dibawah pohon yang tadi ditunjuk oleh Megumi. "Jadi? Apa yang sebenarnya terjadi? Bisa kau ceritakan padaku kronologisnya? Mengapa tiba – tiba bisa muncul di dunia ini?", tanya Megumi to the point secara bertubi – tubi.
"Hmmm.. Aku tidak terlalu ingat kronologisnya, yang jelas aku sed…", kata – kata Naruto terpotong.
Tiba – tiba saja Naruto merasakan kehadiran orang lain ditempat itu. Benar saja beberapa saat kemudian munculah sekelompok orang tidak dikenal ditempat itu.
Megumi Pov
"Siapa mereka semua?", tanyaku pada Naruto.
"Aku juga tidak tahu. Aku tidak pernah melihat orang – orang seperti mereka sebelumnya. Tapi kurasa mereka tidak kesini untuk mendengarkan ceritaku juga.", jawab Naruto.
Orang – orang itu tampak sangat aneh bagiku. Tinggi mereka kira – kira sekitar dua meter, dengan jubah panjang yang menutupi seluruh tubuh mereka, dengan tudung merah yang menutup kepala mereka dan juga topeng bergambar segi enam aneh dengan wajah iblis ditengahnya untuk menutupi wajah mereka. Di topeng itu hanya ada dua lobang untuk memperlihatkan mata mereka.
Mereka tampak sungguh menakutkan bagiku, tapi kurasa tidak untuk pria didepanku ini. Naruto berdiri dengan gagah didepanku, beberapa saat kemudian sosoknya berubah menjadi... ermmm aku rasa itu adalah yang sering disebut mode Kyubi di dalam manga. Namun melihatnya secara langsung dan nyata seperti ini, terlihat sungguh menakjubkan.
Tiba – tiba saja orang – orang aneh yang ada di depan kami bergerak. Mereka bergerak sangat cepat mendekati kami. Ketika semakin dekat mereka mengeluarkan pisau dari dalam jubah mereka dan berusaha untuk menghujam kami. Naruto yang menyadari itu segera membuat sebuah perlindungan dari aura yang dia keluarkan.
KRAKKKK!
"Sial kuat sekali mereka. Hanya dengan pisau seperti itu dia bisa membuat retakan di aura perlindungan yang kubuat ini. Apa yang harus kulakukan?", kata Naruto mulai panik.
"Naruto….", kataku kebingungan karena tidak bisa melakukan apapun.
"Tenang saja Megumi, aku pasti akan melindungimu.", kata Naruto meyakinkanku.
"Emm", jawabku sambil menganggukan kepala.
BLAMMM!
Perlindungan yang dibuat Naruto hancur, aku yang melihat itu menjadi semakin ketakutan dan merapatkan tubuhku ke pohon yang ada dibelakangku. Naruto bertarung dengan sengit dengan mereka.
"RASENGAN!"
DARR!
Mereka terus bertarung dalam waktu yang cukup lama, awalnya hasil pertarungan itu cukup seimbang meskipun Naruto sering dipojokan, namun lama kelamaan Naruto mulai kehabisan staminanya. Jumlah dan kekuatan mereka sangat tidak seimbang. Naruto terus dipojokan, hingga akhirnya Naruto kehabisan kekuatannya dan terjatuh didepanku.
"Naruto! Kau tidak apa – apa?", jeritku sambil melihat keadaan Naruto.
"AWAS MEGUMI!", teriak Naruto padaku
Aku terkejut dan mencoba melihat kebelakang, tiba – tiba salah satu dari orang – orang itu mengarahkan pisaunya untuk menghujamku. Aku hanya dapat menyilangkan tangan berusaha menangkis hujaman itu, meski sebenarnya jelas mustahil. "Apa ini akhir hidupku?", pikirku menyadari bahwa hidupku hanya tersisa beberapa detik lagi.
Tapi saat itulah tiba – tiba.
SRINGGGG!
Liontin dari gelangku bersinar, liontin berbentuk salib itu membuat sebuah kubah yang cukup lebar. Pisau yang tadinya diarahkan padaku patah saat membentur kubah itu. Tiba – tiba saja aku merasa terhisap kesebuah dimensi yang aneh.
"MEGUMI!", Aku dapat mendengar jeritan Naruto memanggilku, namun suaranya terus menerus mengecil hingga tidak dapat kudengar lagi, semua yang ada didepanku juga perlahan menghilang hingga akhirnya menjadi gelap dan aku tidak bisa melihat apa – apa lagi.
"Megumi? Megumi?"
"Siapa itu? Aku tidak pernah mendengar suara itu sebelumnya?", pikirku saat pertama kali mendengarnya. Kucoba membuka mataku untuk memastikan siapa itu. Saat kubuka mataku, aku cukup terkejut dengan apa yang aku lihat. Semuanya terlihat putih sejauh apapun mata memandang.
"Megumi? Kau bisa mendengar suaraku nak?", tanya suara itu lagi.
"Ya. Aku bisa mendengarmu. Tapi siapa kau? Mengapa aku ada disini? Kenapa aku hanya bisa mendengarmu tapi tak bisa melihatmu?", tanya Megumi kebingungan.
Suara itu menjawab lagi dengan suara yang lembut dan menangkan hati, "Megumi anakku, aku adalah awal dan akhir, aku adalah sumber dari semua pengetahuan, aku tidak memiliki raga yang hidup, namun aku juga tidak mati, aku adalah ayah dari semua ayah, ibu dari semua ibu, cahaya dari cahaya, terang dari terang, aku dikenal dimanapun namun dengan nama yang berbeda, aku adalah inti dari kehidupan. Mungkin kau akan bingung dengan semua ini. Namun untuk saat ini dia yang kupanggil untuk hidup sedang dalam bahaya, Jadi aku akan menjelaskannya secara singkat untuk saat ini, namun tentu saja nanti aku akan menemuimu lagi.".
"Pria yang kau temui itu adalah orang yang aku pilih, dan memang dia aku bangkitkan dari sebuah cerita, aku merasa dia dapat untuk menemani dan melindungimu dalam menjalankan misi yang akan aku berikan. Pasti kau ingin tahu apa misi itu dan kenapa kau yang dipilih? Misi ini adalah untuk memusnahkan sebuah organisasi yang diciptakan dengan meminjam kekuatan dari iblis, mereka menyebut dirinya HEXAGONAL SATAN PRISM, mereka organisasi yang sangat berbahaya, mereka memasukan ideal – ideal sesat kedalam kepercayaan – kepercayaan yang ada diseluruh dunia. Orang – orang yang menyerangmu adalah bagian dari organisasi ini. Aku bisa saja menghancurkan mereka sekarang, tapi ketika aku menghancurkan semua itu, akan muncul masalah baru, mereka yang tersisa dari organisasi itu dapat dengan mudah menghasut orang – orang untuk tidak percaya lagi, jika itu terjadi aku akan hilang dan umat manusia akan musnah, karena aku ada karena kalian percaya, dan kalian ada karena aku ada. Itu mengapa aku memilihmu untuk melakukan ini, kau adalah orang yang aku ciptakan dengan watak murni. Liontin yang kau miliki sudah kuberikan sedikit bagian dari kekuatanku. Kekuatan yang kuberikan adalah kekuatan untuk memurnikan. Liontin itu dapat berubah menjadi senjata apapun yang kau mau, namun tidak akan bisa digunakan untuk membunuh. Memurnikan artinya kau menghapus semua keraguan dihati orang – orang tersebut. Ketika kau berhasil menghancurkan keraguan mereka maka mereka akan kembali kejalanku.", Jelas suara itu kepadaku dengan lengkap dan hampir menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalaku.
"Lalu mengapa Naruto kau sertakan disini? Bukankah dia hanya karakter fiksi dalam manga bagaimana kau bisa memunculkannya. Lalu kenapa harus Naruto?", tanyaku lagi, dan kurasa ini memang pertanyaan terakhirku.
"Pertanyaan terakhir yang bagus nak.", jawaban dari suara itu membuat aku agak terkejut. "Jadi dia memang Kami - sama.", pikirku mendengar tanggapan suara itu.
"Yah wajar kalau kau baru percaya. Kau membutuhkan orang yang kuat namun tidak terlalu mencolok, dan dari semua karakter dialah orang yang paling tepat karena dia bertarung dengan tangan kosong. Aku juga sudah menidurkan rubah ekor Sembilan yang ada didalam tubuhnya. Untuk cara memunculkannya mudah saja bagiku, itu seperti ketika kau membuat sebuah komik, lalu kau menggambarkan ada seorang yang sedang menggambar komik, lalu tokoh yang ada di dalam komik yang sedang dibuat tokoh didalam komikmu muncul kehadapan si tokoh. Sekarang kembalilah dan bantu Naruto, kau bisa menggunakan cahaya dalam liontin untuk mengembalikan kekuatannya namun kemampuan itu hanya bisa digunakan kali ini saja, karena itu artinya kau membagi nyawamu dengannya.", jawab suara itu kepadaku.
"Baik Kami – sama, aku mengerti, kalau memang ini sudah jalan yang kau berikan, maka aku yakin ini yang terbaik dan aku yakin aku dapat menyelesaikannya", aku menjawab dengan yakin lalu memejamkan mataku.
SSssshhhh
Aku merasakan aliran udara disekitarku lagi. Ternyata aku sudah kembali.
"Megumi, kau tidak apa – apakan.", kata Naruto khawatir padaku meski dia sendiri masih terbaring didepanku.
"Tenang saja, aku baik – baik saja.", jawabku sambil tersenyum padanya.
Kuperhatikan sekitarku, aku masih berada didalam kubah pelindung yang keluar dari liontinku tadi. Aku melihat liontin yang ada di tanganku. Liontin ini adalah liontin salib yang terbagi menjadi dua bagian, liontin ini merupakan hadiah ulang tahun dari ibuku. Liontin itu bercahaya, aku teringat bahwa Kami – sama mengatakan aku harus memberikan cahaya itu pada Naruto terlebih dahulu. Kuarahkan liontinku yang sedang bercahaya itu ke dada Naruto. Lalu cahaya itu seperti terserap masuk menyebar keseluruh tubuh Naruto.
"Kekuatanku kembali sepenuhnya…. Bagaimana bisa?", tanya Naruto keheranan sambil bangkit berdiri.
"Nanti aku jelaskan, yang lebih penting untuk saat ini, kita harus mengalahkan mereka. Naruto kau cukup melumpuhkan mereka dan aku akan menangani sisanya.", jelasku padanya.
End of Megumi Pov
Kubah yang dibuat oleh liontin megumi kembali kedalam liontin tersebut. Orang – orang aneh yang dari tadi berusaha menghancurkannya, melompat kegirangan. Mereka melompat dan mendekati Megumi dan Naruto secara bersamaan sambil mengarahkan pisau mereka tadi. Naruto yang sudah siap dengan rencana yang dibuat Megumi, langsung menyerang balik. Dengan Mode seninnya dia menciptakan
"RASENGAN"
BLAMMM!
Salah satu dari mereka terkena serangan Naruto, sedangkan mereka yang berada di dekat orang yang terkena serangan Naruto mundur kebelakang karena dampak dari ledakan yang diakibatkan Rasengan. Mereka sungguh terkejut karena dampak serangan Naruto barusan kembali seperti serangan pertama yang dia lakukan sebelum kelelahan.
Tiba – tiba….
ZLAPPP!
Sebuah panah cahaya menembus dada dari orang yang dilumpuhkan Naruto. Mata orang itu memutih dan terjatuh ketanah. Semua mata termasuk Naruto terkejut dengan kejadian itu, mereka segera mencari asal arah dari panah tersebut. Diarah panah itu datang terlihat siluet seorang gadis sedang memegang sebuah busur berwarna perpaduan perak dengan emas.
To be continued
