WHEN ANIME COMES TRUE!

DISCLAIMER: I'm not the man who had any of Naruto Character

Rated: T

Pair: NARUHINA (NOT THE REAL HINATA)

Genre: Adventure , Romance

Thank you Guys

Happy Reading

Chapter 3 ~ PEWARIS BARU~

...

"Megumi?", tanya Naruto melihat siluet di balik cahaya tersebut.

Naruto sungguh terkejut dengan apa yang dilihatnya, orang yang menembakkan panah tersebut benar – benar Megumi.

Naruto PoV

Aku melompat kearahnya, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan gadis yang kukenal polos itu. Ketika aku berjarak cukup dekat dengannya, terlukis jelas dimataku wajah gadis itu terlihat sangat sedih, menatap pilu kedepan dengan air mata yang tidak berhenti mengalir di wajahnya yang cantik itu.

"Naruto?.. Apa aku.. hikss.. apa aku telah .. membu.. membunuh seseorang?.. hikss", tanyanya dalam tangisan yang benar – benar pilu.

Suara tangisan itu benar – benar membuat hatiku sakit ketika mendengarnnya. Akupun tidak menyangka akan menjadi seperti ini, jika saja dia seorang ninja mungkin aku tidak perlu melihat air matanya itu. Tapi sayangnya gadis ini benar – benar bersih, jangankan untuk membunuh, bahkan terlibat dalam sebuah konflik yang mengakibatkan adanya korban yang tewas mungkin dia belum pernah. "Megumi…", aku tidak mampu melanjutkan kata – kataku. Aku benar – benar bingung dengan apa yang harus aku lakukan agar air mata itu dapat berhenti mengalir.

"Nar.. Naru.. to aku telah membunuh…", akhirnya dia tidak dapat membendung perasaannya lagi, tangisan itu terdengar sangat pilu, membuat siapapun yang merasakan pasti dapat merasakan penderitaannya. Dia terjatuh berlutut didepanku, busur panah yang tadi dia pegang bercahaya dan menghilang.

"Benda apa itu? apa yang terjadi?", pikir Naruto.

"Dia bilang… apapun yang aku la..ku..kan.., hikss tidak dapat mem..bunuh.. siapa..pun… hikss.. ta.. pi..", lanjutnya lagi dengan tangis yang sama.

"Siapa? Darimana kau mendapatkan senjata itu? Apa yang seben..", tiba – tiba kalimatku terpotong.

Srekk..

"Megumi lihat..", kataku tidak percaya kepada Megumi sambil menunjuk kearah suara tadi.

Pria yang tadi terkena panah Megumi kembali bangun dan berdiri. Wajah dan tubuhnya yang seharusnya terluka parah terkena seranganku tanpa terlihat terluka atau bahkan kelelahan sedikitpun dan berjalan kearah kami. "Bagaimana mungkin dia masih bisa bertahan? Bahkan dia tidak terluka sedikitpun…", kataku panik.

Pria itu mendongakkan kepalanya. "Nona, tidak perlu takut… Aku baik – baik saja, aku telah melihat semuanya, aku telah menemukan cahaya, terimakasih nona.", kata pria kepada Megumi. "Jadi dia benar – benar masih hidup..", pikirku.

"…. ", Megumi akhirnya menghentikan tangisnya.

"A.. yokatta ne Megumi-chan.. Aku rasa siapapun dia yang memberimu kekuatan itu, dia tidak berbohong. Lihat? Pria itu masih hidup.", kataku meyakinkannya.

"Enn..", jawabnya sambil menganggukan kepala dan tersenyum.

"Tapi ji-san kenapa ji-san tidak menyerang kami lagi? Dan bagaimana dengan luka ji-san? Kenapa bisa lenyap begitu saja?", tanyaku penasaran.

"Haha, anak muda.. Sepertinya kita akan lanjutkan perbincangan ini nanti. Apa kau tidak melihat para pria dibelakang sana sudah siap untuk melakukan serangan lagi. Oh ya Megumi-chan.. errr kalau tidak salah tadi si kepala durian-kun ini memanggilmu begitukan? Hmm, lebih baik kau siapkan senjatamu lagi nak!", katanya padaku sambil menyarankan Megumi untuk mengeluarkan senjatanya lagi.

"Kepala duri…=_=".

"hai ji-san!", jawab Megumi memotong protesku tanpa ragu.

Sepertinya semangat Megumi sudah kembali setelah mengetahui bahwa ji-san itu baik – baik saja. Aku sendiri sempat kawatir padanya tadi karena hal ini.

End of Naruto PoV

Para pria berjubah hitam itu bersiap menyerang lagi, Naruto yang melihat itu mulai memasang kuda – kudanya, ji-san yang tadinya membantu para pria itu juga segera memasang kuda – kuda tapi bedanya kini dia berada di pihak Naruto dan Megumi. Dia mengeluarkan sebuah pisau dari balik pakaiannya, namun berbeda dengan pisau tadi yang beraura gelap, pisaunya kali ini beraura sangat cerah.

"Wahai para malaikat pinjam aku kekuatan dari sayap perkasamu… ALIS ANGELIS...", ucap Megumi tiba – tiba.

Liontin ditangan Megumi mulai bercahaya kembali dan mengubah bentuknya menjadi sebuah busur yang indah bercorak emas dan perak, seperti yang dilihat oleh Naruto sebelumnya.

"Megumi itu?", tanya Naruto penasaran.

"Yah, ini senjata yang tadi kudapat dari-Nya. Aku akan coba menggunakan kekuatan penuh dari senjata ini.", jawabnya.

Baru saja Naruto akan bertanya lagi, Megumi tanpa takut lagi menarik tali busur itu. Ketika sampai di batas maksimal regangan busur, mulai muncul sebuah anak panah bercahaya dari tangan Megumi. Semakin terlihat bentuk padat dari anak panah tersebut, semakin kuat tekanan udara di tempat itu.

Megumi melepaskan anak panah itu. Hanya dengan melepaskan anak panah itu, dampaknya begitu kuat hingga, mengakibatkan Naruto, Megumi dan Ji-san yang berdiri dibelakangnya terpental cukup jauh.

BLAMMMM!

Suara ledakan itu terdengar begitu memekakan telinga. Mereka bertiga bergidik ngeri mendengar bunyi ledakan itu.

"Tunggu? Seharusnya tidak ada efek ledakan yang menghancurkan dari serangan itu?", kata Ji-san itu menyadari bahwa serangan itu telah merusak sebagian dari tempat itu.

….

HAHAHAHAHAHAHA

"KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN KAU MENGHANCURKAN PASUKANKU INI BEGITU SAJA?", terdengar sebuah teriakan dari balik asap yang mengepul hasil dari ledakan barusan.

Ketika asap mulai menghilang, munculah sosok pria yang sangat tinggi, memegang sebuah tombak berpedang tiga sedang berpose seakan – akan baru saja membelah sesuatu.

"Luci…", kata – kata Ji-san terpotong.

"Hentikan mulut kotormu Michael… Aku adalah pembawa berita dari Kami-sama aku akan murnikan seluruh manusia di bumi ini sehingga mereka dapat berjalan di jalan kebenaran.", kata pria itu memotong kata – kata Ji-san.

"Kalian lihat semua para pengikut kebenaran, mereka berusaha membunuh kalian dengan serangan tadi, kalian lihat daya hancur serangan tadi.. Bisa kalian bayangkan jika serangan itu mengenai kalian.", kata pria itu kepada para pria yang menyerang Naruto dan Megumi sebelumnya yang ada dibelakangnya.

"Ya, Gabriel-sama sudah jelas sekali mereka adalah iblis terkutuk yang berusaha menghancurkan kebenaran absolut dari Kami-sama… mereka harus dimusnahkan.. Begitu juga Michael yang berani menghianati kebenaran dari Kami-sama…", jawab para pria dibelakangnya.

"Kebenaran absolut? Kami iblis terkutuk?", pikir Naruto dan Megumi bersamaan.

"Tenanglah kalian berdua, nanti akan aku jelaskan. Kepala durian-kun kita harus berhati-hati. Orang itu sangat berbahaya.. Kita bertiga bisa tewas jika sampai salah memilih lang…", kata – kata Ji-san terpotong lagi.

"HAHAHAHA… Kalian dengar itu semua para pengikut kebenaran? Itulah akibat jika melawan kebenaran absolut dari Kami-sama, hanya ketakutan pada sang utusan sejati seperti aku lah yang akan ada dalam hati mereka.", potong pria yang disebut dengan Gabriel itu sambil menunjukan sebuah senyum licik.

"Kalian tenang saja para iblis terkutuk, kalian akan kami lepaskan untuk saat ini. bersiaplah di pertemuan selanjutnya kalian akan kumusnahkan.", lanjutnya.

"Tapi Gabriel-sama? Bukankah kita lebih baik memusnahkan para iblis terkutuk itu sekarang.", protes seorang pengikut dari pria itu.

"Ara ara... Jadi kau sudah mulai mempertanyakan kebenaran mutlak yang disampaikan oleh permbawa berita Kami-sama ini.", jawab Gabriel.

"Tentu saja tidak Gabriel-sama, maafkan aku.", jawab pria itu sambil berlutut pada pria yang dipanggil Gabriel itu.

"Kau….grrrr….", geram Michael-jisan.

Naruto dan Megumi yang mendengar percakapan hanya bisa diam dan mendengarkan karena tidak mengerti.

"Hahaha… Sampai jumpa kalian wahai para iblis terkutuk!", kata Gabriel dengan senyum liciknya.

Setelah berkata seperti itu, tiba – tiba saja daerah sekitar danau tersebut menjadi gelap, dan para penyerang Naruto dan Megumi satu persatu menghilang dalam bayangan.

Beberapa saat kemudian, cahaya mulai menyinari tempat itu dan cuaca kembali cerah, namun bekas ledakan yang diakibatkan serangan Megumi tadi masih tersisa disana, tempat yang tadinya indah itu kini menjadi sangat berantakan.

"Ermmm… Michael-jisan, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Gab…", kata – kata Megumi terpotong.

"Cukup.. Dia bukan Gabriel. Dia adalah raja dari semua kegelapan yang menyelimuti hati manusia, jangan samakan dia dengan Gabriel sang pembawa warta kebenaran.", potong Michael-jisan marah.

"anoo.. maafkan ketidak sopa…", kata – kata Megumi terpotong lagi.

"Hei jisan kau tidak perlu marah – marah seperti itu pada Megumi. Dia kan juga tidak tahu, kami mengatakan dia adalah Gabriel, karena itu apa yang kami tangkap ketika mendengar percakapan tadi. Bisakah kau jelaskan sekarang apa yang sebenarnya terjadi?", jawab Naruto tegas membela Megumi.

Michael-jisan yang mendengar itu menunduk dan merasa bersalah, "maafkan aku… ya kau benar kepala durian-kun tidak seharusnya aku marah seperti tadi. Baiklah akan kujelaskan, tapi lebih baik kita pergi ke apartemen Megumi, disana adalah tempat yang aman untuk kita sekarang, karena orang – orang tadi tidak akan dapat mendekatinya.", jawab Michael-jisan.

Naruto yang tidak terima sejak tadi dipanggil kepala durian awalnya ingin memprotes panggilan tersebut, "Jisan kenapa kau terus mem…".

"Sudahlah Naruto itu hanya sebuah panggilan. Yang lebih penting sekarang aku ingin mendengar keseluruhan ceritanya. Ayo kita pergi paman.", potong Megumi yang sudah benar – benar penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Michael-jisan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan mengangguk menanggapi permintaan Megumi.

[Skip time]

Akhirnya mereka tiba di apartemen Megumi.

Megumi PoV

Kami akhirnya tiba di apartemenku. Kubuka pintu apartemenku dan mengajak mereka masuk dan mempersilahkan mereka duduk.

"Michael-jisan, Naruto, kalian mau minum apa?", tanyaku sopan.

"Aku air putih saja.", jawab Michael-jisan.

"Aku juga", kata Naruto.

"Baik kalian tunggu sebentar akan aku ambilkan.", kataku.

Aku pergi ke dapur dan mengambilkan air putih untuk mereka. Ketika berada di dapur aku menyandarkan punggungku di tembok sambil berpikir. Apa yang terjadi hari ini benar – benar hal yang sangat tidak masuk akal bagiku.

Aku kembali melihat liontinku. Liontin pemberian Kaa-san itu tampak sangat indah. Aku tidak pernah mengira benda seindah itu akan menjadi sebuah senjata yang sadis seperti tadi. Aku tidak habis pikir jika anak panahku tadi benar – benar mengenai orang – orang itu. Melihat daya ledak yang terjadi, tentu anak panah itu tidak mungkin tidak memakan korban jika sampai mengenai salah satu atau bahkan lebih banyak dari mereka.

Hanya membayangkan itu saja aku sudah menjadi sangat takut. "Apa benar orang yang menemuiku itu Kami-sama? Apa benar kata orang yang disebut Gabriel oleh mereka bahwa kami adalah iblis terkutuk? Kenapa penjelasannya sungguh terbalik dengan apa yang dijelaskan oleh Kami-sama?", pikirku bingung.

"Megumi-chan putriku yang manis… Dari pada kau menjadi ragu, bagaimana jika kau bertanya pada Michael-san.", tiba – tiba suara itu kembali ketelingaku.

"Kami-sama?", pikirku.

Lalu tidak ada jawaban. Tapi setelah aku pertimbangkan benar kata suara itu, lebih baik aku mendengarkan penjelasan dari Michael-jisan juga jadi aku tidak menyimpulkan ini secara sepihak.

Setelah perasaanku kembali tenang, aku pergi kembali kesana untuk menemui mereka dan mendengarkan Michael-jisan.

End of Megumi PoV

Naruto PoV

Megumi pergi untuk mengambilkan aku dan Michael-jisan air.

Aku yang duduk berdua dengan Michael-jisan mencoba membuka pembicaraan, karena memang banyak sekali yang ingin aku ketahui.

"Jisan? Sebenarnya kau ada dipihak yang buruk atau yang baik?", tanyaku.

Michael-jisan hanya tersenyum lalu menjawab, "Kepala durian-kun[Aku mengerucutkan bibirku karena merasa terganggu dengan panggilan yang diberikan oleh Michael-jisan]… Hahahaha.. bagaimana lagi aku sudah terbiasa memanggilmu seperti itu[aku hanya bisa tetap menunjukan muka tidak sukaku.], baiklah begini.. Baik atau buruk itu relatif, itu tergantung dari sisi mana kau melihatnya, tapi yang jelas aku dapat mengatakan padamu, kau dan Megumi ada di sisi yang benar.".

"Tapi Jisan, mengapa orang itu menyebut kita iblis terkutuk?", tanyaku lagi.

"Kita tunggu Megumi-chan sebentar lagi, aku akan menjelaskannya pada kalian berdua.", kata Michael-jisan.

"Gomen ne… Sudah menunggu lama ya? Ini minumannya..", Megumi muncul dan memberikan minuman pada kami.

End of Naruto PoV

"Arigatou ne, Megumi-chan..", kata Michael-jisan ketika menerima air yang diberikan Megumi.

"Baik.. Jadi apa langsung aku mulai saja penjelasannya?", lanjutnya lagi.

"Tentu saja Jisan..", kata mereka berdua kompak.

"Baik tapi sebelumnya… Ijinkan aku memperkenalkan diriku secara lengkap terlebih dahulu.. Aku adalah Malaikat perang surga Michael..", katanya memperkenalkan diri.

"Eh?", kata Megumi bingung.

"Kenapa Megumi? Ngomong – ngomong apa malaikat itu? Apa itu seperti dewa atau?", tanya Naruto yang tidak paham.

"Hmmm… Aku baru ingat di duniamu kau tidak mengenal kata malaikat ya Naruto.. Malaikat itu orang – orang kepercayaan dari Kami-sama. Tapi mereka bukan manusia sih.. Aku juga bingung menjelaskannya…. Yang jelas mereka adalah mahkluk mulia.", kata Megumi bingung.

"Hahahaha.. Aku lupa kau bukan berasal dari dunia ini ya Naruto. Yah begitulah, aku adalah mahkluk yang dipercaya oleh sang pencipta untuk mendampinginya.", Michael-sama menjelaskan.

"HAAAA.. jadi anda benar – benar Michael-sama?", tanya Megumi meyakinkan.

"Megumi-chan tenang saja tidak perlu seformal itu, kau bisa memanggilku dengan Michael-jisan, itu lebih terlihat akrab.", kata Michael-jisan lembut.

"Anoo.. Bisakah jisan jelaskan keadaannya, sebenarnya aku belum terlalu mengerti siapa jisan.. mungkin dengan jisan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, akan lebih mudah bagiku untuk memahami.", kata Naruto tetap tidak mengerti.

"Hahaha, kepala durian-kun.. kau benar – benar tidak sabaran ya. Tapi kau memang terlihat sangat bersemangat seperti di dalam cerita. Baiklah aku akan mulai menjelaskan, sebenarnya orang yang tadi kalian temui bukanlah Gabriel tapi Lucifer, ya begitulah Megumi-chan kau pasti mengerti maksudku kan.. dan untuk kepala durian-kun, Lucifer disini intinya adalah mahkluk yang jahat sedangkan Gabriel itu mahkluk yang baik. Kenapa Lucifer mengaku sebagai Gabriel tadi, ya begitulah, dia menghasut orang – orang di bumi dengan mengaku sebagai Gabriel yang membawa perintah langsung dari Kami-sama. Semua ini adalah rencana yang sudah dia siapkan matang – matang sejak dia diusir dari surga beribu – ribu abad yang lalu.", jelas Michael-jisan.

"Awalnya Lucifer sama seperti kami, dia adalah malaikat utama yang diciptakan oleh Kami-sama, bukan hanya itu dia merupakan yang paling dekat dengan Kami-sama, tapi justru itulah yang akhirnya membawanya kepada kesombongan dan merasa dirinya setara dengan Kami-sama. Saat itu dengan hasutan dari Baliel iblis yang sama dengan Lucifer yang dulunya juga malaikat, mereka mulai melakukan pemberontakan dan berhasil mempengaruhi sepertiga bala tentara surga. Karena itulah saat itu aku mengalahkan dan mengusir mereka dari surga. Tapi ternyata setelah aku mengusir mereka, mereka mulai mengumpulkan kekuatan dengan mempengaruhi pikiran – pikiran manusia. Sehingga mereka semakin kuat, karena sumber kekuatan mereka adalah hawa negatif manusia, semakin banyak manusia yang meragukan Kami-sama maka semakin kuat manusia. Mungkin Kami-sama sudah mengatakan kepadamu Megumi-chan bahwa Dia ada karena manusia percaya, dan manusia ada karena Dia ada. Jadi begitulah jika ini tidak dihentikan maka akan jadi akhir dari manusia."

"Selanjutnya setelah mengetahui keadaan ini menjadi semakin parah aku dan beberapa malaikat lain turun ke bumi untuk menghancurkan mereka, tapi diluar dugaan, mereka berhasil mempengaruhi banyak manusia, dan kekuatannya meningkat sangat jauh. Aku dan teman – temanku yang melawannya tidak dapat berbuat apa – apa, sampai akhirnya kami dikalahkan dan dikendalikan dengan sihirnya."

"Aku sempat terkejut karena aku bisa sadar, ketika aku melihat panah yang Megumi-chan pegang, aku menyadarinya ketika melihat busur panah itu, itu adalah Alis Angelus milik Gabriel jadi aku menyimpulkan waktunya telah tiba untuk menyerang balik. Kami-sama telah bertindak dengan memilih kalian berdua, dan aku yakin ada beberapa orang lain lagi, dan tentunya kita akan bertemu dengan mereka dalam waktu dekat ini.", kata Michael-jisan menyelesaikan penjelasannya.

"Ah dan satu lagi aku adalah malaikat pelindung kalian berdua. Jadi untuk saat ini aku adalah wali dari kalian. Wali disini sebenarnya lebih seperti guru untuk kalian. Untuk Megumi-chan aku akan mengajarkan rahasia – rahasia dari kekuatan yang kau miliki, dan untuk kepala durian-kun, aku akan mengajarkanmu untuk membiasakan kekuatanmu di dunia ini. Aku cukup terkejut kau dapat melumpuhkanku meskipun belum terbiasa dengan dunia ini.",lanjutnya lagi.

"Ah, kau berlebihan Jisan… haha", jawab Naruto malu – malu.

"Ah Michael-jisan.. berarti ada orang lain selain aku yang dipilih oleh Kami-sama?", tanya Megumi setelah mencerna penjelasan Michael-jisan.

"Yah begitulah seharusnya, tapi aku tidak tahu siapa dan ada dimana mereka. Oh hari sudah gelap lebih baik kalian beristirahat. Besok pagi ada yang harus kita lakukan.", jawab Michael-jisan.

"Hal yang harus kami lakukan?", tanya Naruto.

"Hmmm…. Yah begitulah, mulai besok kalian harus sudah memulai latihan kalian.", jawabnya tenang.

"Hai..", jawab keduanya bersamaan.

….

"Tapi….", kata Megumi tiba – tiba.

"Ada apa Megumi-chan?", tanya Michael-jisan.

"Apartemenku tidak cukup besar untuk kalian…=_=a", kata Megumi lagi.

"Tenang saja Megumi-chan, aku sudah menyiapkan kamar untukku dan kepala durian-kun ini.^^", jawab Michael-jisan.

"Naniii… …. Wah kau pengertian sekali Jisan… karena kau orang yang hebat pasti itu kamar yang luar biasa ya… ", kata Naruto bersemangat, di pikirannya dia sudah memikirkan sebuah kamar yang luar biasa, lengkap dengan kasur yang empuk dan fasilitas lainnya.

"Hmmm…", jawab Michael-jisan meragukan.

Namun Naruto yang sudah tidak memperhatikan jawaban dari Michael-jisan sekalipun tidak melepaskan senyum bahagiannya itu, dan segera mengajak Michael-jisan keluar dari apartemen Megumi.

"Jaa ne Megumi-chan…", kata Naruto bersemangat saat pergi sambil menarik Michael-jisan.

Megumi yang dipanggil dengan suffix –chan hanya dapat tersipu.

Megumi PoV

"Kenapa baka itu….", kataku malu.

Akhirnya setelah mereka pergi kututup pintu apartemenku, lalu kubereskan minuman mereka. Setelah itu aku merapikan apartemenku.

"Hahhh… benar – benar hari yang panjang. Aku akan membereskan ini dulu sebelum mandi", kataku pada diri sendiri.

Akhirnya aku merapikan apartemenku dan setelah itu aku pergi mandi.

Setelah menyelesaikan semua yang perlu aku kerjakan, aku berbaring di tempat tidurku, sambil mengangkat pergelangan tanganku dan mengamati liontin pemberian ibuku itu. "cantik..", kataku pelan mengagumi keindahan dari liontin itu.

Otakku mulai mereka ulang kejadian – kejadian aneh yang kualami hari ini dan terus memikirkan alasan penyebab dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kejadian itu, hingga pada akhirnya mataku berat dan tidak mampu bertahan lagi. Aku terlelap….

…..

"Dimana ini?", kataku.

Dunia ini terlihat sangat gelap dan pekat. Sejauh mataku memandang aku hanya dapat melihat kegelapan. Aku berlari dan terus berlari tanpa arah berusaha keluar dari tempat ini. Tanpa tersadar air mataku mengalir karena takut akan kegelapan pekat ini.

….

Tiba – tiba…

Sebuah cahaya muncul dari kegelapan, bagai bintang yang membawa terang. Tapi apa yang ada dibalik cahaya itu benar – benar diluar dugaan. Itu adalah sosok pria yang Michael-jisan bilang sebagai Lucifer.

"HAHAHAHA… Kau pasti terkejut Megumi-san… Ya aku adalah Lucifer, fallen angel terkuat yang pernah ada dan raja dari segala kegelapan…", katanya.

"KAU MEMBUATKU JIJIK… UNTUK APA KAU HADIR DI MIMPIKU DENGAN MEMBAWA CAHAYA ITU.", jeritku penuh dengan rasa benci, takut, dan tidak percaya.

"hahaha… Kau pikir apa arti namaku, Lucifer adalah pembawa terang.. Akulah terang ", katanya dengan sombong.

"Cihh… bahkan kau tidak pantas untuk mendapatkan terang, apalagi membawanya. Nama itu terlalu baik untukmu.", kataku dengan wajah jijik menanggapi pernyataan yang dia buat.

"Sombong sekali kau.. Aku menjadi suka padamu.. Akan kupastikan kau menjadi salah satu selirku diakhir nantinya.", jawabnya tetap dengan senyum liciknya.

Aku yang mendengar itu merasa semakin takut, benci, dan lain sebagainya, seolah semua perasaan Negatif itu memenuhi diriku. Tanpa terasa air mata yang tadi mengalir, kini mengalir makin deras mendengar semua kata – kata dari raja iblis didepanku itu.

"RAITON – RAIJINDAMA RASENGAN"….

"Suara itu…", kataku mengingat suara yang meski baru dua hari memenuhi telingaku, namun sudah terasa sangat dekat.

Setelah suara itu, muncul kilatan – kilatan cahaya yang membuat tempat ini menjadi terang dalam sekejap. Dan aku merasakan sensasi yang baru saja aku rasakan tadi.

Naruto menggendongku lagi. Tapi sedang apa dia dimimpiku?

"Bangunlah Megumi-chan.", katanya lembut.

…..

Perlahan aku membuka mataku, Sinar mentari pagi menelusup kedalam mataku, ketika pengelihatanku kembali aku menyadari ini adalah tempat aku dan Naruto diserang kemarin.

"Ah kau sudah bangun Megumi?", tanya Naruto.

"hmm… Begitulah.. Kenapa aku bisa ada disini?", tanyaku heran.

"Lucifer memberikan sihir khusus padamu Megumi-chan, aku sadar dengan hal itu jadi aku melakukan sihir khusus pada kepala durian-kun agar dia bisa pergi menyelamatkanmu.", jawab Michael-jisan.

"Jadi tadi itu bukan hanya sekedar mimpi?", tanyaku lagi.

"Ya, begitulah", jawab Naruto menegaskan pernyataan dari Michael-jisan.

"Hm.. Baiklah jika begitu ayo kita mulai latihannya.", kata Michael-jisan tiba – tiba.

"NANII….. Tapi akukan harus sekolah… ", protesku pada Michael-jisan.

"Bagaimana lagi? Kalian adalah para pewaris baru..", kata Michael-jisan santai.

To be continued