Mohon maaf, sepertinya part ini cukup membingungkan dan entah kenapa jadi kehilangan inspirasi.

oke langsung saja.

HAPPY READING ...

Sunny kembali melirik jam tangannya. Sudah 30 menit dia di tempat itu, dan menghabiskan 1 porsi jajangmyun dan segelas jus apukat, tapi orang yang ditunggunya belum juga menampakkan diri.

"Maafkan aku, Sunny! Jalanan macet." seorang laki-laki tiba-tiba muncul dari pintu masuk restaurant.

Sunny hanya memandang sekilas, memasang wajah cemberut yang berhasil membuat laki-laki di hadapannya tersenyum gemas.

"Jangan memasang wajah seperti itu. Maafkan aku. Lain kali aku tidak akan terlambat!"

"Ini sudah kencan kita yang kesekian kali, tapi kau selalu terlambat, Oppa! Dan aku bosan dengan janjimu itu." Sunny menghentakkan kakinya kesal.

"Oke, maafkan aku Sunny ku yang cantik! Ngomong-ngomong, alasan apa yang hari ini kau katakan pada Yunho?"

Sunny tersenyum sekilas, lalu menatap laki-laki di hadapannya, sepertinya kekesalannya sudah hilang karena tema pembicaraan yang baru saja diucapkan laki-laki dihadapannya itu.

"Aku hanya mengatakan aku akan pergi dengan temanku, lagipula dia pasti pergi ke apartemen Jaejoong Oppa lagi." Sunny tersenyum penuh semangat.

"Baguslah, semenjak ada Jaejoong memang perhatian Yunho teralih seratus persen."

"Taecyon Oppa, bagaimana seandainya Yunho tahu hubungan kita?" Tanya Sunny.

Taecyon hanya diam, dan menerawang jauh ke jendela restaurant. Hal ini juga sering dipikirkannya, bagaimanapun Yunho adalah sahabat baiknya. Bagaimana seandainya sahabatnya itu mengetahui hubungannya dengan istrinya sendiri.

"bukankah itu Changmin?" Taecyeon menunjuk seseorang yang berjalan memasuki restaurant yang sama. Baru saja mereka membicarakan bagaimana jika Yunho tahu, sekarang pernyataan itu sepertinya akan benar-benar terjadi.

"Sial! apa yang monster food itu lakukan disini." Sunny mengambil buku menu di depannya dan menutup wajahnya. Apa yang harus dilakukannya sekarang.

"Noona" Suara melengking itu tiba-tiba saja menjadi suara yang dibencinya.

"Apa yang kau lakukan disini Noona? Oh, bahkan kau tidak perlu menutup wajahmu seperti itu. Sudah jelas kau Sunny noonaku yang cantik, dan untuk apa Taecyeon Hyung juga disini? Tolong berikan aku penjelasan."

Sunny menghempaskan buku menu yang tadi dipegangnya. Alasan apa yang harus dia katakan pada Changmin? Otaknya tiba-tiba bekerja sangat buruk.

"Apa yang kau lakukan disini Jung Changmin?"

"Tentu saja memberi makan cacing-cacing di perutku."

"Kalau begitu itu juga menjadi jawabanku."

"Lalu bagaimana dengan jawaban kenapa Taecyeon hyung ada disini?"

"Dia datang bersamaku, menemaniku. Puas?"

"Oh aku mencium bau perselingkuhan."

"Hentikan otak detektifmu itu Changmin. Bahkan kau mengerti Yunho juga melakukan hal yang sama." Sunny berkata geram. Bukan hanya dirinya yang harus disalahkan disini.

"Aku tidak ingin ikut campur urusan kalian. Aku pergi dulu. Taecyeon Hyung, aku harap Yunho hyung masih menganggapmu sahabatnya." Changmin berlalu begitu saja.

Sungguh sial kencannya hari ini, Taecyeon yang terlambat dan Changmin yang tiba-tiba muncul membuat Sunny tertunduk lesu. Apa yang harus dilakukannya sekarang? bagaimana jika Changmin mengadukan semuanya pada Yunho.

Sunny mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu, lalu mengirimnya.

#####

Jaejoong sedang mencuci piring setelah makan malamnya dan Yunho seperti malam-malam sebelumnya, ketika Yunho melingkarkan tangannya di pinggang Jaejoong.

Jaejoong membeku sejenak lalu segera melanjutkan aktivitasnya, mencoba mengabaikan Yunho.

"Jongie ..." Yunho mencium tengkuk jaejoong dan menggumamkan namanya.

Jaejoong tidak menjawab dan mencoba tetap fokus.

"Boo ..." Kali ini Yunho mencium daun telinga Jaejoong.

Jaejoong menggeliat ketika tempat sensitifnya diberi rangsangan.

"Ada apa Yunho?"

"I want you, baby."

Jaejoong melepaskan tangan Yunho dari pinggangnya dan menjauhkan diri darinya.

Ini sudah kesekian kalinya Yunho ditolak.

"Ada apa Jaejoong? kau tidak menginginkanku?"

"Tidak"

"Kenapa?"

"Kenapa? Kau ingin aku menuruti keinginanmu tapi kau tidak pernah mau membahas masalah kita?"

"ada apa dengan kita? bukankah kita baik - baik saja?"

Jaejoong tersenyum sinis.

"Setelah apa yang kau lakukan padaku 4 tahun lalu, kau ingin aku menganggap kita baik-baik saja?"

"itu kesalahanku, Jongie dan aku minta maaf. Bisakah kita mulai dari awal?"

"Tidak bisa"

Jaejoong berbalik menghadap Yunho, amarah jelas terpancar dari wajahnya.

"kau ingin memulai dari awal? bahkan ibumu tidak pernah tahu aku kembali dari Jepang. Demi Tuhan Yunho, kau sudah punya Sunny, dan kau mengabaikannya ketika mengatakan padaku ingin memulai semua dari awal."

Inilah yang ingin dikatakan Jaejoong sejak kesepakatan itu berlaku, tapi tidak pernah bisa terucap karena sikap Yunho yang selalu berusaha mengalihkan pembicaraan ketika menyinggung masalah hubungan mereka.

"Lalu kau ingin aku berbuat apa? aku menceraikan Sunny? akan dengan senang hati ku lakukan."

"Oh ya? lalu bagaimana dengan ibumu? bukankah dulu ibumu yang melarangmu melamarku, sampai akhirnya appa menyuruhku meninggalkan Korea karena sikap ibumu? Apa kau lupa hal itu Yunho?"

Yunho tidak mungkin lupa ketika dia harus menangis memohon kepada ibunya demi seorang Jaejoong. Yunho yang berlutut di hadapan ibunya agar diijinkan melamar Jaejoong, dan ditolak dengan tegas oleh ibunya. Ibunya yang mengusir jaejoong dari rumah yunho ketika dia datang berkunjung, dan ibunya yang meminta appa Jaejoong agar dia meninggalkan Korea. Apa yang tidak bisa dilakukan seorang keluarga pemilik Jung Corp saat itu, bahkan saat ini? Dan rasa sakit itu yang sampai saat ini belum dilupakan Jaejoong, membuat hatinya yang lembut menjadi beku dan butuh waktu lama untuk mencair.

"aku tidak mungkin lupa, hal apa yang membuat aku terpuruk Jaejoong" Gumam Yunho nyaris seperti angin lalu yang bahkan tidak bisa di dengar semut sekalipun.

Seulas senyum kemenangan terpancar jelas dari bibir Jaejoong yang melihat Yunho jatuh berlutut di hadapannya, dengan air mata yang mengalir deras.

Tidak semudah itu Yunho. Bersakit sakitlah dahulu.

Batin Jaejoong.

#####

Changmin menatap ponselnya lalu menggumamkan kata-kata yang tidak jelas. Menggerutu lebih tepatnya.

"Apa salah ponselmu? Kau memarahinya seperti itu." Jessica yang duduk di sebelahnya memandang Changmin heran.

"Harusnya aku tidak perlu tahu urusan mereka, karena sekarang mereka selalu menyusahkanku." Changmin menatap ponselnya lagi, mengeja kalimat yang tertera disana berulang ulang. Tuhan, apa salahnya selama ini? kenapa hidupnya dipenuhi orang-orang yang selalu meminta ini itu darinya?

Jessica tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Changmin yang menurutnya sangat menggemaskan. ini pasti tentang Kakak tertua mereka. siapa lagi yang bisa membuat Changmin kesal seperti ini jika bukan kakak mereka itu.

"Ada apa lagi? Dia menyuruhmu apa?"

"Sunny noona memintaku untuk menyembunyikan hubungannya dengan Taecyeon dari Yunho hyung bagaimanapun caranya"

"Changmin-ah, bagaimanapun caranya, aku tidak ingin Yunho tahu tentang hubunganku dan Taecyeon. Atau kau akan ku laporkan pada Jaejoong karena tidak membantu rencana kami."

Changmin membaca kalimat pesan dari Sunny dengan ekspresi yang dibuat-buat semirip mungkin dengan Sunny ketika mengucapkannya secara langsung.

"Harusnya kau juga tidak perlu mengetahui rencana itu kalau kau tidak menguping pembicaraan mereka." Jessica tak bisa menghentikan tawanya melihat wajah adik laki-lakinya itu menderita.

"Noona harus membantuku juga. ini juga tanggung jawab noona, karena noona juga mengetahui rencana itu. aku tidak mau menanggungnya sendirian"

"Sunny meminta bantuan padamu, bukan aku." Jessica berlalu dari hadapan Changmin dengan wajah penuh kemenangan.

Senyum evil tiba-tiba tercipta di bibir Changmin.

Baiklah noona, aku akan menjaga rahasiamu, dan kami pasti membantu rencanamu sebaik mungkin, begitupula yang dikatakan Jessica noona.

Senyum Changmin semakin lebar ketika laporan pengiriman telah diterimanya. Bagaimanapun Jessica harus terlibat juga.

####

TBC