Alur cerita sudah keluar dari apa yang seharusnya. ketika membuat awal chap aku tidak berniat membuat alurnya menjadi seperti ini. maafkan. semoga masih ada yang menyukainya. *bow

**HAPPY READING**

#1 minggu sebelum pertemuan pertama Yunho dan Jaejoong.

Jaejoong memandang orang dihadapannya malas. Apapun yang dikatakannya, tidak sedikitpun menimbulkan rasa iba. Dengan seenak hatinya dia membuang Jaejoong dulu dan membuat dia terpisah dengan keluarga juga dengan Yunho, hari ini dia juga membuat Jaejoong duduk di hadapannya. Inilah bukti kekuasaan.

Jaejoong tersenyum acuh ketika sekali lagi wanita itu mengeluarkan jurus memohonnya. Mengapa wanita paruh baya ini dengan seenaknya mempermainkan hidup anaknya? Mungkin itulah kira-kira yang saat ini menjadi tanda tanya di otak Jaejoong.

Tidak semudah itu Nyonya Jung. Bagaimanapun anda pernah memperlakukanku dengan buruk. Lagi pula sudah ada Sunny yang siap menjaga Yunho 24 jam.″ Jaejoong memandang wanita itu lekat, mencari kebenaran dalam matanya.

Wanita itu tersenyum pahit. ″Kau bahkan mengerti Yunho tidak pernah mencintai Sunny. Tolonglah Jaejoong, aku hanya tidak ingin Yunho melihatku sebagai orang paling jahat. Aku ingin Yunho bahagia.″

Jaejoong hampir saja tertawa mendengan kata-kata ″Aku ingin Yunho bahagia″ yang baru saja diucapkan Mrs. Jung. Yang benar saja, kenapa baru sekarang?

Aku mengerti apa yang saat ini kau pikirkan Jaejoong. Tapi aku mempunyai alasan tersendiri, kenapa aku melakukan hal ini, atau mungkin, kenapa baru sekarang aku melakukannya. Aku mohon, kembalilah pada Yunho. Lakukan apapun yang kau mau, asal kalian bisa bersatu.″ Mrs. Jung memejamkan matanya sejenak. Keputusannya ini tidak akan pernah salah. Dia yakin, hanya Jaejoonglah yang mampu membuat Yunho bahagia.

Tidak akan semudah itu, Nyonya. Andai kau mengerti betapa menderitanya hidupku 7 tahun lalu, saat kau membuangku ke negara yang bahkan aku tidak mengenal seorangpun disana, kau pasti juga tidak akan mudah memaafkan orang yang sudah membuatmu seperti itu.″ Jaejoong menghela napas sejenak lalu melanjutkan.″Aku akui, aku memang masih menyimpan perasaanku untuk Yunho, tetapi aku tidak semudah itu ditaklukkan kembali. Yunho juga harus merasakan apa yang aku rasakan dulu. Itulah syaratku.″ Jaejoong menerawang jauh, matanya menyiratkan sakit hati yang begitu dalam. Dipermainkan oleh kekuasaan seseorang, itu benar-benar menyakitkan. Takdirnya seakan diatur oleh orang yang saat ini ada dihadapannya.

Mrs. Jung tertegun dengan syarat yang baru saja diajukan Jaejoong. Bagaimana mungkin itu menjadi syarat? Sementara dia memanggil Jaejoong kembali kemari untuk membahagiakan Yunho. Apa bedanya jika Yunho harus menderita lagi nantinya?

Aku memanggilmu kembali kemari untuk membahagiakan Yunho, Jae. Bukan untuk membuatnya semakin menderita.″ Tegas Mrs. Jung. Amarah mulai terpancar jelas dari sorot matanya.

Jaejoong tersenyum sinis. ″Salah satu cara membuatmu juga merasakan apa yang aku rasakan, adalah dengan melihat Yunho menderita. Itu memang tujuanku Nyonya.″ Jaejoong bangkit dari duduknya, besiap meninggalkan wanita yang saat ini masih mencerna apa yang baru saja dikatannya. Oh Tuhan, sikapku sendiri yang membuat anakku menderita, dan sekarang anakku harus menderita kembali karena pilihan yang sudah ku buat? Batin Mrs. Jung.

Langkah Jaejoong terhenti sejenak sebelum tangannya membuka pintu restaurant. Menoleh kembali ke arah wanita itu, ″tenang saja Nyonya, aku tidak akan terlalu kejam. Aku masih mencintai Yunho.″ setelah mengatakannya, Jaejoong segera membuka pintu dan pergi dari tempat itu.

#End Flasback

###YUNJAE###

Sarapan di kediaman Jung berlangsung hening. Yang terdengar hanya bunyi alat makan yang saling beradu, menciptakan harmoni yang khas.

Sunny hampir saja menjatuhkan sumpitnya ketika Changmin memulai pembicaraan dengan Yunho yang membuat matanya membelalak lebar.

″Hyung, Taecyeon Hyung apa kabar? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.″ Changmin hanya melirik Sunny dari ujung matanya. Pertanyaannya itu hanya basa-basi, ingin melihat bagaimana reaksi kakak iparnya itu.

″Aku juga tidak pernah bertemu dengannya. Akhir-akhir ini dia sering ke luar negeri″ jawab Yunho santai, tanpa menyadari sikap gugup Sunny.

Jessica dan Mrs. Jung hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Changmin. Mereka juga dapat melihat keterkejutan Sunny, meski dapat ditutupinya dengan sepertinya semua orang disini sedang bermain sesuai peran masing-masing, dan satu orang diantara mereka menjadi terlihat bodoh. Andai saja Yunho tahu, rencana dibalik semua ini, dia pasti akan mencincang mereka satu per satu. Meski tak bisa dipungkiri bahwa rencana ini akan membuat Yunho bahagia nantinya.

″Buku keduaku sudah terbit, apakah kalian tidak ingin membeli dan membacanya?″ Jessica mengalihkan pembicaraan.

″Harusnya kau memberikan buku itu gratis, noona. Kau perhitungan sekali.″

″Jumlah buku yang terjual itu mempengaruhi pendapatanku, Changmin, jadi lebih baik kalian membelinya daripada aku memberikannya.″

″Jangan menatapku seperti itu, baiklah baiklah, aku ambilkan untuk kalian semua.″ Semua yang berada disana tersenyum lega, setelah sebelumnya mereka memasang wajah penuh tanya sejak kapan Jessica jadi begitu perhitungan dengan pendapatannya, yang bahkan tidak mampu mengcover kebutuhannya dalam satu hari.

Jessica segera berlari menuju kamarnya dan membagikan 4 buku untuk 4 orang di meja makan. Mrs. Jung tersenyum penuh makna ketika membaca sinopsis novel yang baru saja diberikan putri kandungnya itu. Kilasan ingatannya ketika bertemu Jaejoong beberapa waktu yang lalu membuatnya bahagia.

Bagaimana Nyonya Jung? Bukankah pemintaanku tidak sulit?″ Ucap Jaejoong ketika keduanya bertemu kembali untuk menemukan kesepakatan rencana mereka.

Melihat Yunho menderita tentu saja sulit untukku Jaejoong. Kau butuh waktu berapa lama untuk membuatnya seperti apa yang kau katakan sebelumnya? Aku harap itu tidak akan membutuhkan waktu yang terlalu lama.″

Bagaimana jika sampai hari ulang tahun Yunho? Anggap saja semua ini untuk kejutan di hari ulang tahunnya?″

terdiam, jika itu ulang tahun Yunho, berarti masih sekitar 8 bulan lagi. Semoga dia masih bisa melihat kebahagiaan itu terpancar di wajah Yunho sampai hari itu tiba.

Apakah tidak bisa dipercepat? Aku tidak punya terlalu banyak waktu.″ Sangat jelas terlihat kesedihan dalam raut wajah Mrs. Jung, dan Jaejoong bukan orang bodoh untuk menyadari itu. Sedari awal memang dia sudah menyangka, pasti ada alasan khusus kenapa wanita paruh baya dihadapannya ini memanggilnya kembali dan menyusun rencana ini agar dia kembali pada Yunho.

Aku menderita Leukimia, Jaejoong-ah. Dan Yunho adalah satu-satunya orang yang belum mengetahui itu. Aku ingin melihatnya bahagia sebelum dia mengetahui hal ini.″ harusnya penjelasan Mrs. Jung saat ini membuat Jaejoong bahagia. Bagaimanapun Mrs. Jung adalah orang yang sangat dia inginkan untuk menderita. Tapi penjelasan itu seakan melukai hatinya yang terdalam. Bagaimanapun dia sangat mencintai Yunho, dan membayangkan kemungkinan Yunho yang akan sangat terluka membuatnya juga terluka.

Jaejoong bungkam untuk beberapa saat sampai dia menemukan kesadarannya secara utuh.

Jika begitu, itu tergantung pada sikap Yunho,Nyonya. Jika Yunho bisa merebut hatiku lagi dengan cepat, maka semua ini akan cepat berakhir.″ hanya itu yang Jaejoong putuskan.

Mrs. Jung tersenyum penuh harap. Dia sangat mengerti Jaejoong tidak akan setega itu kepadanya walau dia sudah menyakiti Jaejoong sedemikian rupa. Dan sekali lagi dia memuji calon pendamping putranya itu. Yunho memang tidak pernah salah jatuh cinta pada seorang Jaejoong.

″Bukankah terlalu umum, novel yang menggunakan penyakit Leukimia untuk pemerannya?' pertanyaan Yunho menyadarkan Mrs. Jung dari lamunannya. Jessica hanya tersenyum pahit ketika mendapati pertanyaan kakaknya itu.

″Aku hanya mementingkan alur ceritanya, Oppa.″ Jessica menjawab singkat setelah beberapa menit memikirkan alasan yang tepat.

″Terlalu umum bukan berarti tidak bagus, Yunho. Mungkin saja karena terlalu umum, akhirnya Jessica bisa dengan baik merasakan perasaan sedih ketika seandainya salah satu dari keluarga kita yang menderita penyakit itu.″ Mrs, Jung menambahkan.

Yunho hanya mengangguk mengiyakan penjelasan ummanya, tanpa tahu raut sedih yang jelas terpancar dari 3 orang lain yang duduk disana. Sunny yang tidak bisa menahan air matanya segera bangkit dari duduknya.

″Aku ada acara sebentar lagi. Aku pergi dulu.″ Sunny mempercepat langkahnya menuju beranda rumah keluarga Jung itu. Air matanya sudah tidak mampu dia tahan lagi. Rasanya dia ingin memberitahu Yunho apa sebenarnya yang terjadi, tapi janjinya kepada Mrs. Jung membuatnya mengurukan niat. Yang bisa dia lakukan sekarang hanya mengikuti alur. Alur yang sudah direncanakan semua orang, yang bahkan tertulis dengan rinci pada novel Jessica yang saat ini ada di genggamannya.

Sunny melajukan mobilnya entah menuju kemana. Drama yang baru saja dilihatnya di meja makan membuat perasaannya kacau. Jika Yunho tahu dia sedang dipermaikan, Sunny tidak dapat membayangkan siapa orang yang pertama kali akan Yunho salahkan. Dirinya kah? Jaejoong? Mrs. Jung atau 2 orang adik iparnya? Mereka semua bersalah dan kesalahan ini memang mereka rencanakan.