Sunny menekan bell apartemen Jaejoong dengan sedikit terburu-buru. Hanya ini tempatnya untuk mencurahkan semua yang terjadi di rumah keluarga Jung saat sarapan pagi tadi. Sungguh, meskipun dia tidak mencintai Yunho seperti Istri yang mencintai suaminya pada umumnya, tetapi dia tetap tidak ingin melihat Yunho menderita jika mengetahui alasan sebenarnya kenapa Jaejoong bisa ada disini saat ini.
˝Kau berisik sekali, Sunny.˝ Meski menggerutu, tapi tetap saja, Jaejoong mempersilahkan Sunny untuk masuk dan memastikan sahabat masa kecilnya itu duduk dengan nyaman di apartemennya.
˝Aku tidak tahan melihat drama yang terjadi hari ini.˝ kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut Sunny. Matanya memandanga vas bunga di depannya dengan tatapan kosong.
Jaejoong belum memberikan tanggapan, dia sengaja menunggu Sunny untuk melanjutkan apa yang ingin diceritakan adik kecilnya itu sampai selesai, meski dia sendiri mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
˝Oppa, tidak kah kau ingin mengakhiri ini semua? Aku rasa idemu untuk membuat Yunho menderita itu sunggu keterlaluan, apalagi ketika nanti dia harus mengetahui kenyataan tentang penyakit Umma.˝
Jaejoong tetap diam ketika pertanyaan itu lagi yang didengarnya. Sedikitpun hatinya tidak ingin goyah. Apa yang Yunho rasakan, tidak sebanding dengan apa yang dulu dia rasakan. Mungkin perbedaannya, dulu dia menderita sendirian, sementara Yunho, dia dikelilingi orang-orang yang menyayanginya, dan ikut merasakan bagimana penderitaannya, yang bahkan belum dimulai.
˝Tadi, Sica memberiku buku ini. Dia bilang, itu adalah novel terbarunya.˝ Sunny mengeluarkan novel yang tadi diberikan Jessica kepadanya, dan menaruhnya diatas meja, tepat di depan Jaejoong.
˝Jika Oppa membaca sinopsisnya, Oppa akan mengerti kemana arah cerita ini, Apa maksud cerita ini dibuat, dan apa akhir yang akan terjadi, kita semua akan tahu bersama nantinya.˝
Jaejoong mengambil novel yang berjudul ˝Dear, My Family˝ itu dan membaca sinopsis yang terletak di cover bagian belakang.
Umma, Jika kau melakukan ini demi kebahagiaanku, Terima Kasih.
Umma, Jika kau melakukan ini karena merasa bersalah terhadapku, Terima Kasih.
Umma, Jika kau melakukan ini karena kau mencintaiku, Terima Kasih.
Rahasia kalian, semua yang telah kalian lakukan dengan alasan untuk membuatku bahagia, Terima Kasih.
Terima Kasih karena membuatku terlihat bodoh untuk 8 bulan terakhir ini. Dan terima kasih karena hanya aku menjadi orang terkahir yang mengetahui penyakit Umma.
Umma. Ketahuilah, walaupun kau pernah membuatku terpuruk, tapi aku tetap mencintamu. Bertahanlah melawan penyakit Leukimia itu, bertahanlah untukku. Kau pasti ingin melihatku bahagia dengan seseorang yang sudah kau panggil kemari dengan susah payah, bukan?
Jaejoong masih terpaku pada apa yang dibacanya pada cover belakang novel itu. Novel ini memang dibuat untuk semua rencana itu. Rencana yang bahkan belum dimulai.
˝Jika mengikuti alur yang ada di novel ini, bukankah itu akan bagus untuk kejutan ulang tahun Yunho?˝ Jaejoong akhirnya bersuara setelah beberapa lama terlarut dalam perasaan yang dia sendiri tidak dapat mendeskripsikannya.
˝Sica membuatnya memang untuk itu, Oppa. Tapi tidakkah kau ingin mengurungkan niatmu? Semuanya belum terlambat untuk diperbaiki, dan dimulai dengan cara yang lebih baik.˝
Jaejoong tersenyum tipis dan menatap Sunny. ˝Sunny, semua ini tidak akan menjadi keputusanku jika saja dulu Mrs. Jung memperlakukanku setidaknya seperti manusia pada umumnya. Bukan seperti benalu yang selalu menjadi parasit dan harus dibuang agar tidak mengganggu orang lain, bahkan untuk orang tuaku sendiri. Berhentilah merengek untuk menghentikanku, karena sampai kapanpun, aku tidak akan melakukannya.˝
Jaejoong melihat dari sudut matanya Sunny mendengus kesal dengan pertanyaannya. Tapi memang itu lah saat ini yang terbaik. Bagaimanapun, dia hanya ingin melihat usaha Yunho untuk memperbaiki hubungan mereka kembali.
˝Harusnya kau senang, Sunny. Aku rasa wanita dengan nama Angel ini adalah dirimu. Jessica menceritakanmu pada Bab awal. Apa kau tidak bangga?˝ Ucapan Jaejoong membuat Sunny ikut membaca bab pertama novel tersebut. Mulut Sunny membuka lebar ketika mengeja kalimat yang tertera disana. Karena istrinya yang tak sedikitpun dicintainya, berselingkuh dengan seseorang yang sangat dia cintai di masa lalu.
˝Jessica gilaaaaa!˝ Jaejoong menutup kedua telinganya, dan novel itu jatuh begitu saja ketika Sunny tiba-tiba berteriak. Tapi hal itu juga membuat Jaejoong tertawa terbahak-bahak.
˝Tidak ada yang lucu, Oppa. Kau tidak akan mengikuti apa yang tertera disana sebagai rencanamu kan?˝ Melihat Jaejoong yang tersenyum usil membuat Sunny memutar bola matanya kesal.
^^^JUST US^^^
Jaejoong membuat spaghetti dan segelas orange Juice untuk Sunny yang sedang menonton televisi. Mengingat isi novel Jessica tadi membuatnya senyum senyum sendiri. Bagaimana mungkin dia berakting mempunyai suatu hubungan dengan adik kecilnya itu? Tapi bukankah hal itu harus dicoba?
˝Makanlah, dan berhenti menekuk wajahmu seperti itu. Lagi pula kita hanya akting. Jangan terlalu serius menanggapinya.˝ Jaejoong meletakkan spaghetti dan orange juice buatannya di meja. Sunny langsung meneguk habis orange juice nya dan juga menghabiskan spaghettinya dalam waktu sekejap. Dan Jaejoong baru sadar, sahabatnya itu tidak layak disebut adik kecilnya lagi, karena adik kecil tidak mungkin menghabiskan makanan sebanyak itu dalam waktu singkat.
˝Taecyon Oppa bisa membunuhku jika dia tahu rencana ini. Aku sudah berjanji tidak akan terlalu ikut campur, dan hanya menonton. Mengetahui semua rencanamu dan umma itu sudah lebih dari cukup, dan aku tidak ingin menjadi orang yang ikut bermain drama itu.˝
Jaejoong tersenyum lucu, dalam ingatannya bayangan Taecyon yang dulu sempat ingin menghajarnya hanya karena menggendong Sunny yang pingsan membuatnya ingin selalu tertawa. Taecyon memang orang yang posesif, tapi dia tidak keberatan dengan hubungan mereka. Jaejoong mengenal Taecyon sudah lama sekali, dan dia mengerti sifat laki-laki itu. Dan Jaejoong yakin, Taecyon bisa menjaga Sunny dengan baik.
˝Aku yang akan meminta ijin Taecyon untuk hal ini.˝
˝Tidak perlu, aku yang akan mengatakannya sendiri.˝
˝Katakan padanya, aku bahkan lebih mengetahui dirimu luar dalam dari pada dia.˝ Jaejoong tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan itu.
˝Kau tidak perlu mengungkitnya, Oppa. Kau mengetahui itu ketika kita masih berumur 5 tahun.˝
˝Apa bedanya? Bukankah masih sama saja?˝
˝Yak!˝ Sunny memukul Jaejoong dengan tasnya. Menggoda Sunny memang pekerjaan paling menyenangkan untuk Jaejoong.
^^^JUST US^^^
Yunho menggantung jas kerjanya di sandaran kursi. Mengambil novel yang tadi pagi Jessica berikan, Yunho membacanya dengan serius. Dibalik wajah dan perangainya yang selalu serius, Yunho memang sangat menyukai membaca novel. Tidak mungkin ada yang menyangkanya bukan? Dan dia selalu menjadi orang pertama yang akan berkomentar tentang buku yang dikeluarkan adik perempuannya itu. Seperti yang sudah dia lakukan untuk buku pertama Jessica.
Kening Yunho berkerut, cerita yang dia baca benar-benar menarik. Dalam hati dia mengasihani si tokoh utama yang dibodohi oleh orang-orang di sekitarnya. Adiknya itu benar-benar hebat mendeskripsikan sesuatu.
Ponsel Yunho berdering …
Maukah kau makan malah denganku diluar?
Pesan singkat dari Jaejoong membuat bibir Yunho melengkung. Semenjak pertemuan mereka sebulan lalu, baru sekarang Jaejoong mengajaknya makan malam bersama. Biasanya, dia akan memasak di apartemen, dan Yunho yang dating tanpa di undang, akan makan malam bersamanya dalam kesunyian.
Apakah dengan kata lain kau mengajakku berkencan?
Tak menunggu terlalu lama Jaejoong sudah membalas pesan Yunho.
Terserah kau saja menyebutnya apa. Aku sedang bosan di apartemen, dan aku ingin makan di luar.
Walaupun pesan itu begitu ketus, tapi Yunho tetap tak berhenti tersenyum. Apapun akan dia lakukan untuk malaikatnya itu.
Aku akan menjemputmu pukul 7.
^^^JUST US^^^
Jaejoong tak memberikan banyak perubahan pada penampilannya malam ini, tapi entah mengapa Yunho begitu terkesan dengan Jaejoong, dan menurutnya, Jaejoong semakin mempesona. Benar yang orang bilang, cinta itu membuatmu gila. Dan dia sanga sadar bahwa dia gila karena lelaki di hadapannya ini.
˝Sampai kapan kau akan memandangiku seperti itu? Kau seperti akan memakanku saat ini juga.˝ Jaejoong memang sedang membolak balik buku menu ketika mengatakannya, tetapi ekor matanya melirik bagaimana Yunho yang sedang menatapnya lapar.
Yunho tersenyum mendengar pertanyaan Jaejoong yang tak perlu dia jawab.
˝Kau mau pesana apa?˝
˝Apapun yang kau pesan.˝ Yunho masih setia memandangi setiap gerak gerik Jaejoong yang membolak balik buku menu, membuat rambutnya bergerak gerak lucu.
˝Yunho? Kau tidak bilang jika sedang makan malam disini?˝ Sebuah suara menginterupsi Yunho yang sedang asik memandangi Jaejoong. Keduanya menatap sumber suara yang ternyata berasal dari seorang wanita yang membuat Yunho mendengus, sementara Jaejoong tersenyum.
˝Apa yang kau lakukan disini, Sunny?˝ terdengar sekali nada tak suka dari kalimat Yunho.
˝Tentu saja makan malam. Jika tahu kau juga akan kemari, kita bisa makan malam bersama. Apalagi kau bersama Jaejoong-ssi.˝ Sunny sengaja mengedipkan sebelah matanya kepada Jaejoong membuat Yunho semakin tidak suka.
˝Kau dating kemari sendiri?˝ Jaejoong menyapa Sunny.
˝Tidak, aku sedang menunggu temanku, tapi sepertinya temanku tidak jadi datang. Jadi bolehkah aku bergabung bersama kalian? Aku benar-benar sudah lapar. Dan aku tidak suka makan sendirian.˝ Sunny langsung mengambil tempat di sebelah Jaejoong, mengambil buku menu di depan Jaejoong dan memanggil pelayan untuk memsan.
Sementara Yunho masih belum sadar sepenuhnya karena kejadian itu begitu cepat di depan matanya, bahkan dia masih membuka mulutnya sedikit, terkejut dengan sikap genit Sunny yang tiba-tiba mengganggu Jaejoongnya. Atau lebih tepatnya, mengganggu makan malamnya bersama Jaejoong. Dan dia tahu, bagaimana nasibnya setelah ini.
Pertama kalinya Jaejoong mengajaknya makan malam romantis berdua diluar, dan sekarang pengganggu datang.
Dan tiba-tiba dia teringat dengan novel Jessica tadi pagi, sungguh dia tidak bermaksud mengasihani si tokoh utama tadi, karena sekarang apa yang tadi dibacanya, terwujud, dan dia menjadi tokoh utama yang sangat sangat perlu dikasihani.
TBC
