Death Wish
Warning: Typo, agak baper, OOC (buanget), dan Kuroko no Basuke bukan punya saya! Tapi cerita ini gueh punya!
Anoo.. maaf update nya lamaa.. sibuk sekolah hehehe... :P
Aomine: bilang aja kalo males...
Author : urusai baka Ahomine!
Aomine : baka Ahomine?!
Author : humph. Jaa~ ini dia ceritanya~ Douzo douzo~ ^_^
Ahomine : temee!
.
.
.
Chapter 2 Death Wish... on!
My Lord.. My Emperor...
Masih flashback on
Hari demi hari, buan demi bulan, tahun demi tahun telah berlalu. Di waktu yang mereka lalui itu, mereka berdua semakin dekat satu sama lain. Kekuatan persahabatan mereka semakin besar. Begitu pula rasa cinta yang telah bertunas di hati masing masing. Bahkan Akashi sudah tahu kalau dia akan dijodohkan dengan (name). Well, mereka sekarang memang sudah bertunangan sih. Dan tak dapat dipungkiri rasa bahagia yang ada di antara mereka.
Disamping sifat Akashi yang begitu keras, kejam, sadis, dan dinilai tidak berperikemanusiaan /akashi: 'nani?!'/, (name) merasakan Akashi slalu melembut jika bersamanya, selalu perhatian, memberikan kasih sayang, melidunginya, dan slalu ada untuk (name) ketika ia sering jatuh sakit. Terlebih kini orang tua (name) yang sudah pindah keluar negeri untuk urusan bisnis dan meninggalkan anak perempuan mereka itu untuk tinggal di Jepang sendiri bersama dengan pembantunya. yah,mereka berani meningalkan (name) karna mereka percaya Akashi akan menemani (name). Dan Akashi sama sekali tidak keberatan.
Kini (name) sudah masuk SMA. Dan dia sudah memutuskan untuk pergi ke sekolah yang sama dengan si Tuan Emperor yaitu SMA Rakuzan, keluar dari rumah? Tentu saja lah. Sudah cukup (name) merasa jenuh bertahun tahun harus homeschooling di penjara yang biasanya orang orang panggil 'rumah' itu.
Pagi ini, (name) sudah siap memakai seragam dan jaket hangat (karna musim dingin) lengkap dengan syal merah kesayangannya dan hanya harus menunggu Akashi untuk menjemput. Senyum terus terukir di wajah manis sang gadis.
Reader pov
Ha~hh, sungguh pagi yang indah. Walaupun aku bangun terlalu pagi sih. Haha, biarlah. Hari ini aku senang sekali karna ini adalah hari jadi pertunanganku dan Seijurou yang ke-3. Yup, 3 tahun lalu kami resmi ditunangkan setelah beberapa tahun kami saling kenal. aku bahagia, sangat bahagia. Karna aku memiliki Seijurou disisiku. Lelaki yang sangat peduli dan sayang padaku sebesar rasa sayangku padanya. Tapi... entah kenapa aku merasa semua ini akan berakhir secepatnya.
Cepat cepat aku menggelengkan kepala, mengusir pemikiran bodohku itu. Mungkin hanya perasaanku saja. Aku tahu, meski tubuhku lemah seperti ini, Seijurou akan tetap ada di sampingku sampai ajal menjemput. Tapi kenapa perasaanku...
Greb!
Tiba tiba saja ada yang memelukku dari belakang. Dari baunya saja aku sudah tahu, siapa lagi kalau bukan Seijurou? Aku pun tersenyum sambil memejamkan mata, menikmati aroma tubuhnya. Aroma mint, khas Akashi Seijurou yang paling aku cintai.
"Kenapa melamun? Apa kau sakit, sayangku?" ujarnya membuyarkan lamunanku. Aku menggeleng.
"emm, tidak apa apa kok, Sei," aku berbalik dan menangkup pipi kirinya dengan tangan kananku tanpa membiarkan dirinya melepaskan tangannya. Wajahnya yang tampan itu tersenyum padaku. Hmm... betapa beruntungnya aku mempunyai Seijurou. "ohayou Sei-kun," sapaku agak terlambat. Seijurou menggenggam tanganku yang ada di pipinya dan mencium jariku. Sei...
"Hn, ohayou (name)," dia pun mengecup singkat pipiku.
"Kau sudah sarapan?" tanyaku yang dibalasnya dengan anggukan. Aku hanya tersenyum.
"Kau benar benar tidak apa-apa?" tanyanya lagi. Dia benar benar perhatian...
"Aku baik baik saja, Sayang." Jawabku menenangkannya.
"Hn. Aku khawatir dengan kondisi tubuhmu (name)," aku tersenyum mendengarnya.
"terima kasih sudah khawatir, Sei. Tapi aku tidak apa apa kok. Lagi pula, kau tau sendiri kan. Bertahun tahun denganmu tubuhku jadi tak seperti dulu?" dia tersenyum. lalu mencium keningku. Aku sudah pernah bilang kan pada kalian kalau tubuhku lemah? Tapi, semenjak aku kenal dan selalu diurus Seijurou, kesehatanku semakin membaik. Yah... begitulah.
"(name), kenapa kau memakai syal ini lagi? Bukankah syal ini sudah tua? Kau tak ingin memakai yang lainnya?" tanyanya tiba tiba ketika melihat syal merahku. Aku mengerjap lalu memandang syal merahku yang di ujungnya ada dua lonceng kecil berwarna emas. Tak lama aku tersenyum lebar. Aku pun melingkarkan kedua lenganku ke leher Seijurou, memeluknya kembali dengan erat. Membuat bunyi cring saat aku bergerak. Memang benar syal ini sudah tua karna diberikan padaku bertahun tahun lalu di hari ulang tahun ku. Yang membuatku terus memakainya adalah orang yang memberikan syal ini. Yah, siapa lagi kalau bukan suamiku dimasa depan, Akashi Seijurou.
"Tak apa Sei-kun. Kau tahu kan kenapa aku terus memakai syal ini. Syal ini penting untukku Sei. Sepenting dirimu yang memberikannya padaku." Gumamku di perpotongan lehernya. Tanpa menengok pun aku tahu dia sedang tersenyum. seijurou lalu memelukku balik.
"Arigatou (name)" balasnya.
"Ne, Sei-kun."
"hn?"
"Apa kau tahu hari ini hari apa?"
"hari senin" jawabnya singkat. Aku langsung mengangkat kepala, cemberut karna jawaban datarnya. Tapi yang ditatap malah menyeringai.
"mou~ Sei-kun!" teriakku sambil memukul pelan dada bidangnya. Dia hanya tertawa, lalu mengecup keningku, lagi.
"tentu saja aku tahu (name). Hari ini adalah hari dimana aku ingin kau berjanji untuk mendampingiku sampai tua tiga tahun yang lalu," senyumku pun merekah setelah mendengar jawabannya. Rupanya dia ingat. Tak berapa lama tatapannya melembut, mata heterochome-nya yang sangat aku suka menatapku penuh kasih sayang beserta dengan senyumnya yang tampan. Aku terpaku melihatnya. "Aku mencintaimu, My Empress (name)," ujarnya. Aku pun meleleh mendengar ungkapan Seijurou. Bagaimana bisa dia mengucapkan itu, sedangkan aku sebentar lagi akan... tidak tidak. Aku tak boleh berpikiran seperti itu!
"Aku juga mencintaimu, My Lord... My Emperor... Seijurou..." Jawabku ketika wajahnya mendekat. Bibir kami pun bertemu. Bertautan satu sama lain penuh dengan kasih sayang. Tak begitu lama dia mengangkat wajahnya. Masih dengan senyumnya yang menggoda.
"kau sudah siap?" tanyanya. Aku mengangguk bersemangat dan kami pun berjalan bergandengan tangan menuju mobil Seijurou yang terparkir di halaman depan rumahku.
Selama perjalanan aku terus ada di pelukan Seijurou di dalam mobil. Entah kenapa hari ini aku ingin terus bersamanya. Aku menatap tangannya dan tanganku yang saling bertautan satu sama lain. Hangatnya tangan Seijurou menjalar di telapak tanganku. Aku mendongak mengamati parasnya yang indah. Pangeranku memang tampan. Seijurou balas menatapku.
"ada apa?" tanyanya.
"kau tampan Sei," ujarku tanpa pikir panjang. Dia menyeringai jahil.
"Tentu saja aku tampan. Kalau aku tak tampan mana mungkin kau menyukaiku kan?" dia mengangkat daguku. Seringainya melebar setelah melihat wajahku memerah.. Apa apaan sih, pede begitu. Aku hanya mengerucutkan bibirku. Seijurou tertawa tipis melihatku. Lalu mengecup bibirku singkat. Eh? "kau manis sekali, honey." Ujarnya, membuat wajahku semakin memerah. Aku mengalihakan pandangan, masih cemberut.
"tentu saja lah," jawabku. Dia terkekeh lagi. Aku meliriknya dan sedikit tersenyum. andai aku bisa terus bersamanya dan melihat wajah tampannya tertawa terus seperti itu. Kamisama, ada apa dengan diriku? Kenapa aku begitu merasa Kau akan memisahkanku dengan Seijurou? Tanpa kusadari wajahku sedikit berubah sedih.
"Kenapa kau sedih (name)? Apa kau tak senang bersamaku?" tanyanya. Wajahnya menunjukkan ekspresi sedih. Seijurou... andai kau tau apa yang aku rasa...
"Tak apa kok Sei," aku mencoba tersenyum.
"Jangan berbohong padaku, (name). Aku tahu kau sedikit aneh sejak pagi ini. Apa ada yang mengganggumu sayang?" dia membelai pipiku. Aku hanya membalasnya dengan pelukan, agak mengejutkan Seijurou.
"Aku hanya berpikir, dari sekian banyak orang, kenapa kau harus terjebak bersamaku dalam pertunangan ini Sei? Kau orang yang sangat sempurna. Kau berhak mendapatkan lebih dari diriku. Tapi meski kau tau itu, kau tetap memilih bersamaku yang lemah ini. Dan aku berpikir, betapa beruntungnya aku mendapatkanmu Sei." Jawabku. Dia hanya terdiam sambil membelai suraiku. "Maafkan aku ya Sei. Kalau selama ini aku hanya menyusahkanmu saja. Aku sering sakit sakitan, manja, selalu mengganggumu diwaktu kau sibuk, tak bisa melakukan apapun, dan... dan..." tanpa kusadari air mata sudah mengalir di pipiku. Aku terisak dalam pelukannya.
"Ssst.. jangan berkata begitu (name), aku memilih menerima pertunangan ini memang karna aku menyayangimu dan mencintaimu (name) aku tak perduli kau sering jatuh sakit, kau lemah, atau apapun fikiran buruk yang terlintas dibenakmu. Karna dengan begitu, rasa sayang dan cintaku ini akan semakin besar dan aku akan semakin ingin untuk melindungimu sayang. Jadi jangan berkata seolah olah kau akan meninggalkanku," bisiknya sambil membelai suraiku. Aku mendongak. Dia tersenyum padaku. Senyum tulus yang slalu membuatku meleleh di hadapannya. "aku mencintaimu (name). Hanya kau. Dan kau adalah milikku. Jadi jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku karna ini perintah." Aku terkikik.
"hn, aku juga mencintaimu Sei. Kau milikku dan aku pun milikmu. Dan aku akan slalu ada di sisimu Sei," gumamku. Sei mendekatkan wajahnya. Hampir saja bibir kami bertemu, mobil sudah berhenti dan sang supir berdehem.
"Kita sudah sampai, Tuan Muda." Seijurou pun mendongak dan benar saja, beberapa siswa terlihat sudah memasuki gerbang sekolah. Seijurou keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untukku. Perlakuan manisnya itu memang mengejutkan untuk seorang Akashi Seijurou. Cukup membuatku ingin tertawa kalau boleh. Hehe... kami pun berjalan bergandengan tangan menuju sekolah.
.
.
.
Chapter 2 end..
Maaf ya semuanya. Chapter 2 aku buat bahas masa lalu dulu. Hehehe. Maapin.. :P tehe.
Author baper hehehe...
Gimana gimana? Maaf yaaa kalo ada salah kata atau apa... Author masih bingung nih gimana nyusunnya... review nya yaa minna~... T^T
Oh ya,
Untuk Ury Chan : selanjutnya? Hmmm... itu mah Ra-ha-si-a... Tehe... ^^ sabar ya sabaar... tunggu chapter berikutnya ya~ terima kasiiih ^_^
Zhunie Zoldyck : ya pasti lah... Author emang berencana buat manjangin chapter ini~ jadi yang sabar yaa~~ jangan bosen bosen buat baca dan nge review kay? ;)
MinervaDesu108 : huaaah... T^T arigatou gozaimasu ssu~ padahal itu susah banget loh buat nyusun biar dapet feelnya... Y^Y
Daa~n terima kasih karna kalian udah ngeluangin waktu buat nge review cerita yang gak jelas arahnya ini~
See you next chapter~~ *kira* ^_^
