FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER

RATED T

FRIENDSHIP/ROMANCE

EXO © SME

FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER © YUKI

.

.

.

Chapter 2

Take a break

.

.

Sebelumnya di From Horrible Spring to Lovely Winter..

.

"Sudah lah oppa, kita akhiri saja" Kyungsoo menatap malas ke arah Kris. Kris sudah ketangkap basah berselingkuh, dan masih saja kukuh kalau dia masih bisa menjelaskan.

"Soo, tapi aku mencintaimu, bukan Kristal" Kris masih mencoba untuk menjelaskan sekaligus meyakinkan Kyungsoo.

"Hmm.. Benarkah?" Baekhyun dan Luhan sampai mengerutkan kening mendengar pertanyaan dari Kyungsoo. Apa-apaan sahabat mereka itu.

"Kyung, untuk apa kau bertanya seperti itu?" Baekhyun yang binggung langsung bertanya pada Kyungsoo.

"Diam dulu Baek" Kyungsoo mengisyaratkan pada Baekhyun untuk diam. Baekhyun diam dengan muka sebal. Ada apa dengan sahabat nya ini. Masak dia percaya dengan Kris. Sedangkan Luhan hanya diam sambil melihat ke arah Kristal yang menunjukan ekspresi sinis.

"Iyaa, Soo, aku mencintaimu" Kris tersenyum sambil menatap Kyungsoo.

"Ooh. Jadi begitu" Kyungsoo mendekati Kris, Kyungsoo membelai pipi Kris. Kris tersenyum ke arah Kyungsoo. Lalu Kyungsoo...

.

.

Buagh..!

Kris terjatuh ke belakang, karena pukulan dari Kyungsoo. Kristal yang terkejut langsung beringsut mendekati Kris.

"Tapi maaf aku sudah tidak" Kyungsoo berbalik dan berjalan pergi menjauh dari Kris yang duduk sambil memegangi hidung nya yang merah mungkin sedikit berdarah, lalu di susul Luhan dan Baekhyun yang menatap Kris dan Kristal dengan pandangan jijik.

.

.

.

.

Angin berhembus lumayan kencang membuat daun-daun pepohonan menari-nari, langit begitu gelap mungkin sore ini akan turun hujan atau mungkin hanya mendung.

Kyungsoo merapatkan mantel yang digunakannya, walaupun sudah musim semi tapi hawa musim dingin masih lumayan terasa, dia juga mempererat pegangan nya pada kantong belanjaan yang baru saja di beli nya dari mini market yang tidak jauh dari rumah nya.

Setelah dia sampai di depan gerbang rumah nya Kyungsoo membuka gerbangnya, menutup nya lagi dan masuk ke dalam rumah. Kyungsoo masih melepas sepatu nya, saat di rasa nya suara langkah kaki mendekati nya dari belakang.

"Eonni, es krim ku mana?" seorang gadis kira-kira berumur 14thn, berjalan dengan sedikit melompat-lompat ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo dengan diam mengambil es krim dari dalam kantong belanjaan yang di bawa nya tadi "Ini Gi" Kyungsoo menyodorkan es krim ke arah adiknya, "Kau ini sudah kelas 9, masih saja berlaku seperti anak umur 5thn" Kyungsoo berdiri dan berjalan melewati adik nya.

"biar saja" Do Hyang Gi-nama adik Kyungsoo-sedikit berlari menyusul Kyungsoo.

"Eonni?" Hyang Gi memanggil Kyungsoo sambil melihat ke arah Kyungsoo.

"Ne?" Kyungsoo menjawab tanpa menoleh.

"Apa Eonni sedang ada masalah?" Kyungsoo langsung berhenti, tepat di depan pintu dapur rumahnya."Eonni tidak seperti biasanya?" tambah Hyang Gi. Kyungsoo diam membisu, tatapan nya kosong.

"Eonni" Hyang Gi memanggil Kyungsoo

"..."

"Eonn-

"Apa yang kalian lakukan di depan pintu seperti itu?" Do Ryeowook berseru dari dalam dapur.

Kyungsoo tersentak dan langsung berjalan lagi, dia mendekati counter yang ada di dapur dan menaruh kantong belanjaan nya, berbalik dan pergi dari dapur.

"Apa menurut Eomma, Eonni sedikit aneh?" Hyang Gi bertanya pada Eomma nya yang sedang mecuci piring di wastafel, lalu mendekati kantong belanjaan yang Kyungsoo taruh di counter tadi.

Ryeowook menoleh pada anak bungsu nya itu. "Ya memang, setelah pulang dari acara jalan-jalan nya, Eonni mu itu jadi pendiam" Ryeowook berpikir, lalu mengeluarkan isi kantong belanjaan Kyungsoo tadi.

"Apa menurut Eomma terjadi masalah" Hyang Gi melanjutkan makan es krim nya seraya mendekati Ryeowook.

"Hmm.." Ryeowook berdiam sebentar. "Ya, semoga saja tidak" Ryeowook menoleh pada Hyang Gi dan tersenyum.

Hyang Gi membalas senyum Ryeowook dan mengangguk.

.

.

Kyungsoo sedang telungkup di ranjang nya, menenggelamkan wajah nya pada bantal. Dia bahkan tidak bergerak sama sekali, seperti orang sedang tidur, padahal tidak. Sebenarnya dia sedang menahan diri nya untuk menangis, bohong kalau dia berkata dia tidak sakit, sebenarnya dia sangat sakit, tapi dulu dia sudah berjanji pada Luhan kalau dia tidak akan menangis.

Nal annehejwo~ Yeah~ Gedege salgo innen gose nado hamkke deryogajwo~

Kyungsoo mengangkat kepala nya dan menoleh ke arah handphone nya yang berbunyi, di ulurkan nya tangan nya untuk mengambil handphone nya yang ada di atas meja kecil di samping ranjang nya.

Baekhyun

Itu lah tulisan yang tertera saat dia melihat layar handphone nya, di tekan nya tombol accept dan menempelkan handphone nya ke telinganya. Baru saja Kyungsoo mau berbicara, suara cempreng di seberang sudah memotong nya duluan.

"KYUNGSOO...!"

Kyungsoo meringis dan menjauhkan handphone dari telinganya.

"Ya! Byun Baekhyun jangan berteriak, kau membuat telingaku sakit" Suara lain terdengar dari seberang handphone nya lalu terdengar suara tawa Baekhyun.

"Apa kalian sedang bersama, Lu?" Karena Kyungsoo mendengar suara Luhan tadi.

"Tidak, Kyung, aku sedang on the phone dengan Baekhyun lalu kami memutuskan untuk menelpon mu" Luhan menjelasakan dari seberang telepon.

Kyungsoo hanya menganggukkan kepala nya, walaupun dia tahu Luhan dan Baekhyun tidak melihat.

"Oo ya Kyung, Ngomong-ngomong kau tidak apa-apa kan? Maksudku, tentang kejadian siang tadi" Baekhyun berkata perlahan, takut membuat Kyungsoo sakit atau baper.

Kyungsoo langsung terdiam, pandangannya kembali kosong.

"Kyung" Sekarang terdengar suara lembut Luhan.

"..."

"Kyungsoo" Suara yang lebih cempreng terdengar.

Kyungsoo tersentak. "Aku tidak apa-apa kok" Kyungsoo membuat suara nya terdengar ceria, lalu sedikit terkekeh(terpaksa).

Baekhyun dan Luhan menyadari kalau Kyungsoo sedang berbohong.

"Kami tau kau sedang berbohong Kyung" Suara Baekhyun terdengar.

"Kau tau kan, kami selalu ada untuk mu, jangan memendam sendiri" Luhan menambahkan.

Kyungsoo tersenyum tipis. Betapa bahagia nya dia memiliki sahabat seperti Baekhyun dan Luhan. "Iyaa, maaf. Aku tau kok. Terima kasih, teman-teman"

"Eonni?" Hyang Gi, muncul di depan pintu Kyungsoo. "Ayo, turun makan malam" Kyungsoo menoleh ke arah Hyang Gi, lalu kembali ke Luhan dan Baekhyun.

"Aku mau makan malam dulu ya, Lu, Baek. Sampai jumpa besok di sekolahan" Kyungsoo turun dari ranjangnya.

"Oke Kyung, Bye" Baekhyun mengatakan dengan semangat.

"Bye, Kyungsoo. Makan yang banyak ya" Beritahu Luhan lembut.

Kyungsoo tersenyum lalu menutup panggilan nya. Dia menaruh handphone nya lalu turun ke ruang makan bersama dengan Hyang Gi.

.

.

.

.

Kyungsoo duduk termenung menatap ke luar jendela di kursi nya. Sekarang di dalam kelas masih sepi, karena masih jam 6:27am. Entah kesambet apa di pergi kesekolah hari ini pagi sekali.

Kalau di lihat sekilas, Kyungsoo seperti sedang memperhatikan sesuatu di luar jendela, apalagi dengan muka serius nya. Tapi kalau dilihat dengan seksama, Kyungsoo memang melihat ke luar jendela tapi dia tidak memperhatikan apa-apa. Dia menatap keadaan di luar dengan kosong.

Pukk

Kyungsoo tersentak dengan tangan yang menyentuh bahu nya. Lalu dia menoleh, dan menemukan wajah Luhan yang menatap nya Khawatir. Kyungsoo cepat-cepat memasang wajah ceria.

"Eh, Luhan, kamu udah datang" Kyungsoo tersenyum ke arah Luhan, 'sepertinya aku terlalu lama melamun' Kyungsoo membatin.

Luhan duduk di tempat duduk nya, di samping Kyungsoo.

"Kenapa pagi-pagi melamun Kyung?" Luhan menatap Kyungsoo menyelidiki.

"Aa. Aku tidak melamun kok Lu" Kyungsoo tersenyum kikuk.

"Oo ya. Terus kamu datang jam berapa? Tumben sebelum aku sampai, kamu sudah ada?" Ya sebenarnya Luhan agak kaget waktu dia masuk kelas dan melihat Kyungsoo sudah ada di dalam kelas, tidak seperti biasa nya.

"Um. Entahlah, aku tidak melihat jam waktu aku berangkat" Kyungsoo tertawa hambar. Sebenarnya dia sedikit(?) berbohong.

"Hmm.. Lalu apa yang kamu lihat di luar, sampai melihat begitu lama? Seperti nya sangat menarik" Luhan menatap Kyungsoo penuh selidik. Sedangkan yang di tatap tambah makin kikuk. Tapi untungnya sahabatnya yang berisik itu datang Kyungsoo merasa terselamatkan.

"Hai Kyungsoo..! Luhan..!" Baekhyun memanggil mereka dengan heboh dari depan kelas mereka.

"Kalian sedang apa?" Baekhyun berjalan menuju bangkunya, yaitu di belakang Kyungsoo.

"Kami hanya membicara tentang 'hal menarik' yang di lihat Kyungsoo di luar" Luhan melirik Kyungsoo.

Kyungsoo hanya menyengir kikuk.

"Hm?" Baekhyun yang baru datang menatap dua sahabat nya itu binggung.

"Memang nya kenap-

Tett Tett Tett

Bunyi bel memotong Baekhyun yang baru saja mau bertanya. Tidak lama kemudian Guru datang. Mereka pun mulai belajar.

.

.

.

.

Kyungsoo sedang berjalan seorang diri. Dia baru saja pulang dari sekolah nya. Jangan berpikir kalau Baekhyun dan Luhan tega membiarkan sahabat mereka pulang sendiri. Tapi Kyungsoo yang menolak ajakan pulang Baekhyun maupun Luhan, karena arah rumah mereka berlawanan dan jarak rumah Kyungsoo tidak terlalu jauh dari sekolahan mereka.

Lagi pula Kyungsoo berencana mampir ke toko buku langganan nya terlebih dahulu. Mau membeli novel baru yang sudah di tunggu-tunggu nya.

Tring

Saat Kyungsoo masuk, sudah tercium aroma buku-buku. Kyungsoo tersenyum lalu pergi ke bagian novel. Dia mulai berkutat dengan novel-novel. Memang buku adalah hal kedua yang bisa mengalihkan dunia nya.

Kyungsoo mencari nama penulis favorite nya.

"Uh. Dimana ya? Apa aku tanya saja?" Kyungsoo bergumam pada diri nya. Masalah nya dia tidak menemukan novel yang di cari nya.

Kyungsoo menoleh ke kanan tapi tidak ada petugas nya toko buku nya, lalu menoleh ke kiri tidak ada juga. lalu dia berjinjit melihat ke depan melewati rak-rak buku novel yang ada di depan nya. Gotcha! Di sana ada petugas nya, tanpa pikir panjang Kyungsoo langsung mehampiri orang itu.

"Permisi" Petugas yang bergender laki-laki itu menoleh saat di dengarnya ada orang di belakangnya.

"Saya sedang mencari novel Ilana tan, Sunshine becomes you. Apakah sudah ada?" Kyungsoo bertanya dengan formal dan sopan.

"Aa. Apakah anda sudah mencari ke bagian 'I'?" Laki-laki itu menunjuk rak buku di mana Kyungsoo datang tadi.

"Sudah. Tapi tidak ada" Tanpa sadar Kyungsoo berkata dengan gusar.

Petugas laki-laki itu berjalan melewati Kyungsoo dan pergi ke arah rak buku yang di tunjuk nya tadi. Kyungsoo langsung mengikutinya.

Petugas itu langsung sibuk mencari novel yang Kyungsoo cari. Sedangkan Kyungsoo sudah berdiri tidak sabar. 'Sudah ku bilang kau gak ada, tapi kenapa masih di cek' Kyungsoo membatin. Kyungsoo menghela napas, melirik petugas yang masih mencari itu. 'Seperti nya dia orang baru, aku tidak pernah melihatnya' tambah Kyungsoo dalam hati.

"Ini" Kyungsoo sedikit terlonjak dengan buku yang tiba-tiba ada di depan wajah nya.

Kyungsoo mengambil buku yang di sodorkan petugas itu, dan membaca cover itu.

Sunshine Becomes You

Itu tulisan yang tertera di cover novel yang di pegng Kyungsoo. Mata Kyungsoo yang memang sudah bulat dan besar itu tambah besar seperti ingin keluar dari tempat nya. Dia terkejut bahkan mulutnya sedikit terbuka. Bagaimana bisa buku ini ada di rak situ, sedangkan dia sudah mencari nya daritadi.

"Anda mencari novel itu kan?" Kyungsoo mengangguk. Petugas itu membungkukan badan nya dan pergi meninggalkan Kyungsoo.

'Mungkin karena aku terlalu bersemangat, jadi penyakit kurang teliti ku kambuh' Kyungsoo angguk-angguk sendiri. Lalu dia pergi ke kasir dan membayar novel itu.

.

.

.

.

Keluarga Do sedang makan siang di kediaman mereka. Mereka semua makan dengan diam dan khusuk. Karena memang appa mereka-Do Kyuhyun-melarang untuk berbicara atau ribut pada saat makan.

Setelah selesai Kyuhyun dan Hyang Gi ingin membantu membereskan meja makan tapi langsung di usir Ryeowook dan Kyungsoo, jadi mereka berdua pergi menuju ruang tengah. Sedang kan Kyungsoo dan Ryeowook membereskan meja makan, sekarang mereka sedang mencuci piring Ryeowook yang mencuci, Kyungsoo yang membilas.

"Kyung, bagaimana sekolah mu?" Ryeowook menoleh sebentar ke arah Kyungsoo.

"Baik-baik saja eomma, tidak ada masalah kok" Kyungsoo tersenyum pada Ryeowook.

"Hmm.. Kalau ada masalah tentang sekolah atau pun yang lain, jangab ragu menceritakan pada eomma ya" Ryeowook berhenti sebentar dan menatap anak sulung nya itu.

Kyungsoo menatap balik eomma nya. "Tentu saja eomma" Kyungsoo tersenyum sambil mengancungkan jempol nya.

Ryeowook jadi ikut tersenyun lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka. 'mungkin dia tidak ingin menceritakan nya' batin Ryeowook.

.

.

Kyungsoo sudah berada di dalam kamar nya. Dia mengambil nove yang baru di beli nya tadi, membuka segel nya lalu mulai membaca. Baru sekitar 10-15 menit dia membaca handphone nya sudah berbunyi.

Kyungsoo membaca pesan yang masuk.

From : Baekkie-bacon

Kyung, Ayo kita pergi jalan-jalan. Aku dan Luhan akan menjemput mu. Kamu gak keberatab kami membawa Chanyeol dan Sehun kan? Tenang saja, kamu gak akan jadi obat nyamuk^^

Kyungsoo baru mau mencerna isi pesan Baekhyun, saat ada pesan lain yang masuk ke handphone nya.

From : Luhan-deer

Kyung, kami sudah di bawah, Baekhyun terlalu lambat memberitahu mu. Ayo cepat turub, kami tunggu.

1 detik

2 detik

3 det-

"MWO?!"

TBC

#.

Sorry kalau lama dan kurang bagus, dan kurang panjang mungkin. karna beberapa waktu ini ak agk kehilangan mood nulis jadi ak sedang berusahan nii. waktu liat review yang bagus-bagua, semangat ku langsung tinggi. hehe. jadi sempat lah menulis lanjutan nya. Tenang kalau ada kesalahan di sini ak akn memperbaiki nya di chap 3. oke.. hehe.

Di tunggu review nyy ya.. Aku sangan memerlukan support, kritik dab sarab dari kalian semua. dan terima kasih karena mau membaca tulisan kuu.. oke sampai di sini.. mata kuu udah 5 watt nii.. hehe..

See you guys in Chap 3^^