FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER

RATED T

FRIENDSHIP/ROMANCE

EXO © SME

FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER © YUKI

.

.

.

Chapter 3

The Goodness finally come(maybe)

.

.

Sebelum nya di Horrible Spring to Lovely Winter

.

Kyungsoo membaca pesan yang masuk dari handphone nya.

From : Baekkie-bacon

Kyung, Ayo kita pergi jalan-jalan. Aku dan Luhan akan menjemput mu. Kamu gak keberatan kami membawa Chanyeol dan Sehun kan? Tenang saja, kamu gak akan jadi obat nyamuk kok^^

Kyungsoo baru mau mencerna isi pesan Baekhyun, saat ada pesan lain yang masuk ke handphone nya.

From : Luhan-deer

Kyung, kami sudah di bawah, Baekhyun terlalu lambat memberitahu mu. Ayo cepat turun, kami tunggu.

1 detik

2 detik

3 det-

"MWO?!"

.

.

Dengan tergesa-gesa Kyungsoo mendekati jendela nya. Dan benar saja memang ada mobil Chanyeol di depan sana dan sudah dapat di pastikan itu teman-teman nya. Dengan cepat Kyungsoo mendekati lemari pakaian nya dan mulai membongkar nya.

Dia paling tidak suka membuat orang menunggu karena dia tau seberapa tidak enak nya menunggu itu. Ya walaupun itu salah teman-teman nya karena mendadak seperti ini.

.

Sekitar 10 menit kemudian Kyungsoo keluar dari kamarnya, Dia memakai t-shirt abu-abu dengan cardigan panjang berwarna hitam dan celana joger panjang berwarna hitam, rambutnya di biarkan nya tergerai, dia hanya menggunakan bandana di rambutnya dan dia membawa tas selempang kecil.

Setelah berpamitan pada Eomma dan Appa nya, Kyungsoo langsung keluar untuk menemui teman-teman nya. Saat Kyungsoo di luar dia di sambut oleh Baekhyun yang berlari kecil ke arah nya.

"Kyung-..!" Baekhyun mengamati penampilan Kyungsoo, dari atas sampai bawah, sebenarnya tidak ada yang salah, bahkan Kyungsoo terlihat manis, hanya saja warna dari pakaian Kyungsoo ini, sangat suram.

"Kenapa Baek?" Kyungsoo menatap binggung Baekhyun yang tiba-tiba tidak jadi bicara dan malah melihat ke arah diri nya.

"Ah, gak ada sih, hanya saja warna pakaian mu terlalu mm.. suram" Baekhyun mengatakan nya perlahan, mungkin dia sedikit tau kenapa Kyungsoo menggunakan pakaian begitu, mungkin karena Kyungsoo memang lagi dalam masa suram.

"Eh, benarkah?" Kyungsoo memandang binggung Baekhyun dan melihat ke arah pakaian nya. 'Menurutku pakaian ku tidak suram kok, ya walaupun memang dominasi warna gelap sih, aku pun gak sadar kalau aku memakai pakaian dengan warna gelap semua' Kyungsoo jadi sibuk dengan pikiran nya sendiri.

"Soo" Baekhyun memanggil Kyungsoo tapi tidak di hiraukan Kyungsoo

'Apa tanpa sadar alam bawah sadar ku, masih sedih' Kyungsoo menunduk semakin dalam larut di pikiran nya.

"Kyungsoo..!" Kali ini Baekhyun menepuk pundak Kyungsoo

Kyungsoo tersentak, "Ah, ada apa Baek?" Kyungsoo seperti lupa dengan keadaan sekitarnya.

"Kau ini kenapa malah melamun? Tenang saja, pakaian mu bagus kok, maaf tadi komplain" Baekhyun menyengir pada Kyungsoo.

"Iyaa Baek, gak apa-apa kok, Ayo kita pergi yang lain menunggu" Kyungsoo tersenyum.

"Ne, kajja" Baekhyun menarik Kyungsoo mendekati mobil Chanyeol.

Mereka semua pun berangkat menggunakan mobil Chanyeol.

.

Di dalam mobil Baekhyun terus saja berceloteh terkadang Chanyeol akan menanggapi dan ikut membuat suasana jadi semakin ramai, Luhan dan Sehun hanya menanggapi seadanya dan kadang-kadang mereka juga akan ikut berisik, tapi hanya satu orang yang sama sekali tidak bicara, Kyungsoo hanya diam sepanjang perjalanan, terkadang dia hanya tersenyum sebagai tanggapannya pada pembicaraan teman-teman nya.

"Kyung, kau kenapa? Kau lebih diam dari biasanya?" Luhan yang menyadari Kyungsoo diam mulai bertanya pada Kyungsoo, pasal nya teman nya yang satu ini, biasa nya akan ikut berceloteh dengan Baekhyun atau terkadang memarahi Baekhyun yang terlalu berisik, tapi sekarang bersuara pun tidak.

"Ah, aku tidak apa-apa Lu, hanya sedang malas berbicara" Kyungsoo memaksa dirinya untuk tersenyum.

"Sudahlah Kyung, tidak usah kau pikirkan lagi si sialan Kris itu" Bahkan sekarang Baekhyun tidak repot-repot memanggil Kris dengan embel-embel oppa. Menurut Baekhyun Kris tidak layak di hormati lagi.

"Aku tidak memikirkan nya Baek" Kyungsoo menghela napas.

Chanyeol dan Sehun yang sudah di beritahu oleh Baekhyun dan Luhan hanya diam, takut-takut salah berucap jadi mereka hanya mendengarkan percakapan ketiga sahabat itu.

"Sudah lah Kyung, kami tau kamu masih memikirkan nya, memang tidak mudah, tapi tenang saja kami akan membantu mu melupakan Kris oppa dengan mudah" Luhan tersenyum lembut ke arah Kyungsoo.

"Tenang saja Kyung, kami selalu di sini" Baekhyun mengancungkan dua jempol nya ke arah Kyungsoo.

"Ne" Kyungsoo tersenyum ke arah dua sahabatnya itu.

"Eh, ngomong-ngomong kita mau kemana?" Kyungsoo baru menyadari kalau teman-teman nya belum memberitahu nya mereka akan pergi kemana.

"Kita akan pergi ke Yeojwacheon Stream" Chanyeol melihat ke belakang dari spion depan. "Kita akan menikmati bunga sakura" Baekhyun menambahkan dengan antusias.

"Untung kita tinggal di Jinhae, jadi tidak perlu pergi jauh-jauh kalau sedang musim semi seperti ini" Sehun menambahkan lagi.

Yang lain menggangguk setuju. Memang kalau di Jinhae, salah satu distrik di Changwon, Gyeongsang Selatan, banyak tempat wisata atau pun tempat-tempat yang keren untuk di kunjungi.

Contoh nya saja seperti Yeojwacheon Steam yang penuh dengan bunga sakura yang bermekaran saat musim semi selain itu tempat yang bagus lainnya untuk melihat bunga sakura mekar adalah di Gyeonghwa station. Selain itu tempat wisata lain seperti Jinhae NFRDI Eco park, taman hiburan Heyang Sengmul juga bagus untuk di kunjungi.

Changwon city museum juga salah satu musium sejarah yang harus di kunjungi atau Korea naval academy museum-musium tentara-, musim benda khusus, Gyeongnam art museum itu tempat bagus untuk lebih mengetahui sejarah dari Changwon dan benda-benda seni dari Changwon.

.

.

.

"Wah bunga sakura nya cantik sekali" Kyungsoo mengatakan dengan penuh kagum.

"Noona ini seperti tidak pernah ke sini saja" Menurut Sehun bunga sakura di Yeojwacheon tidak pernah berubah paling jumlah nya saja yang bertambah, lagi pula mereka sering ke sini.

"Ya walaupun kita sering ke sini, tempat ini kan tidak pernah membuat bosan" Yang lain menyetujui ucapan Kyungsoo-minus Sehun-.

"Sudah lah kita ke sini kan untuk bersenang-senang, jadi ayo bersenang-senang" Baekhyun mengatakannya dengan antusias dan langsung menarik Kyungsoo dan Luhan, meninggalkan Sehun yang menghela napas melihat kelakuan Baekhyun dan Chanyeol yang tersenyum dan langsung menarik Sehun juga.

'Ini akan menjadi hari yang berat' Batin Sehun pasrah.

.

.

.

.

.

"Terima kasih teman-teman untuk hari ini, aku merasa senang sekali" Kyungsoo berdiri di depan rumah nya dan mengancungkan dua jempol nya ke arah sahabat-sahabatnya yang berada di dalam mobil Chanyeol. Hari sudah sore saat mereka pulang.

"Sipp Kyung, itu guna nya sahabat" Baekhyun tersenyum ke arah Kyungsoo.

"Baiklah kami pulang dulu ya, Sampai jumpa besok Kyungsoo" Luhan melambaikan tangan nya ke arah Kyungsoo dan di ikuti Baekhyun.

"Sampai jumpa besok" Kyungsoo membalas lambaian Luhan dan Baekhyun.

Setelah mobil Chanyeol tidak terlihat lagi, Kyungsoo masuk ke dalam rumah nya.

.

"Apa menurut mu Kyungsoo akan baik-baik saja Lu?" Baekhyun bertanya pada Luhan, terlihat guratan khawatir di wajah Baekhyun. Mereka baru saja mengantarkan Kyungsoo tadi. Dan sekarang mereka akan mengantarkan Luhan.

"Entahlah Baek, aku harap begitu" Luhan berusaha untuk tidak terlalu khawatir.

"Kalian tenang saja, Kyungsoo akan cepat melupakan Kris" Chanyeol menunjukkan cengirannya pada Baekhyun dan Luhan lewat spion depan mobil nya.

"Ya, kalian juga harus mensupport Kyungsoo noona" Sehun menambahkan.

"Ya, kau ada benarnya Sehunnie" Luhan menjadi bersemangat. Baekhyun pun begitu. Mereka akan ada selalu untuk Kyungsoo.

.

.

.

Sekarang sudah hari senin kembali, sudah 5 hari sejak kejadian Kyungsoo memergoki Kris dan Kristal.

Sekarang Kyungsoo, Luhan dan Baekhyun berjalan menuju ke kantin.

"Hah~ Akhirnya pelajaran sejarah berakhir, kalian tau tidak aku bahkan hampir tertidur di tengah pelajaran, belum lagi pelajaran pertama tadi, ck. Matematika, kepala ku rasa nya mau pecah, kenapa pelajaran hari senin itu harus sangat menyiksa, Hah" Baekhyun mengomel-ngomel dan menghela napas beberapa kali.

Sedangkan Luhan dan Kyungsoo terkekeh, bahkan kadang-kadang tertawa melihat ekspresi dan mendengar omelan tidak jelas Baekhyun.

"Kenapa kalian tertawa? Kalian senang aku menderita ya?" Baekhyun mengembungkan pipi nya.

"Haha. Tidak kok Baek, hanya saja ekspresi mu ketika menderita itu lucu" Kyungsoo mengatakan nya sambil setengah(?) tertawa.

"Huh, kalian benar-benar menyebalkan" Baekhyun semakin mengembungkan pipi nya dan berjalan cepat mendahului Luhan dan Kyungsoo.

Kyungsoo dan Luhan menyusul Baekhyun.

"Oo ayo lah Baek jangan ngambek, kami minta maaf okay" Kyungsoo melalukan puppy eyes ke arah Baekhyun.

"..." Baekhyun menatap sengit Kyungsoo dan Luhan secara bergantian.

"Baek, kami minta maaf ya, bagaimana makan siang ini aku akan mentraktirmu okay? Jadi jangan ngambek lagi" Sekarang Luhan yang mencoba merayu Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, "Semua yang ku pesan harus di belikan ya" Baekhyun tersenyum lebih ke menyengir sih.

"Iyaa, aku juga akan ikut mentraktrir mu" Sekarang Kyungsoo yang menjawab.

"Yes! Sipp, Kajja" Baekhyun langsung menarik Luhan dan Kyungsoo menuju kantin. Kyungsoo dan Luhan hanya bisa menghela napas pasrah.

.

"Aku tidak sabar menunggu makanan ku" Baekhyun tersenyum bahagia memikirkan makanan nya. Dia baru saja selesai memesan makan untuk mereka bertiga.

Kyungsoo dan Luhan hanya saling berpandangan dan lagi-lagi pasrah.

Saat Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo sedang menunggu makanan mereka, 3 orang namja menghampiri mereka.

"Kalian sudah memesan makanan?" Chanyeol bertanya kepada Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo.

"Sudah Yeollie, Sebaiknya kalian memesan makanan" Baekhyun memjawab pertanyaan Chanyeol, Chanyeol tersenyum lembut ke arah Baekhyun lalu Chanyeol berdiri dan pergi untuk memesan makanan, tentu sebelumnya Chanyeol bertanya pada teman-temannya.

"Wah, seperti nya kalian mendapatkan teman baru ya?" Luhan bertanya kepada Sehun yang ada di depannya.

"Ah iya. Dia Kim Jongin, dia anak pindahan dan dia sekelas bersama ku" Sehun berkata seperti itu seraya menunjuk namja di sebelahnya.

"Salam kenal, nama ku Kim Jongin" Jongin tersenyum kepada 3 yeoja di depannya.

"Ah, salam kenal juga Jongin. Aku Byun Baekhyun. Aku satu tingkat di atas mu, kelas 11.1 dan aku juga yeojachingu Chanyeol" Baekhyun tersenyun ke arah teman baru Sehun itu.

"Aku Xi Luhan, Aku setingkat dan sekelas dengan Baekhyun, aku juga yeojachingu nya Sehun, salam kenal Jongin" Luhan tersenyum ke arah Jongin. Jongin langsung menyenggol siku Sehun dan memberi Sehun tatapan. 'Jadi kau suka yang lebih tua?' Jongin menyeringai jahil. Sehun membalas tatapan Jongin dengan tatapan 'Diam kau' plus melotot ke arah Jongin.

"Aku Do Kyungsoo, tingkat dan kelasku sama seperti 2 orang temanku ini, salam kenal" Kyungsoo tersenyum tipis ke arah Jongin. Kyungsoo memang agak susah berbaur dengan orang baru. 'Bertemu lagi eh? Memang tidak terduga' batin Jongin, Jongin tersenyum misterius menatap Kyungsoo.

Setelah itu Chanyeol datang dan tidak lama menyusul makanan Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo, sedangkan makanan Chanyeol, Sehun dan Jongin menyusul agak lama.

.

.

.

Kyungsoo sedang berjalan menuju gerbang XOXO High School. Dia mau apa? Tentu saja mau pulang. Ya, Kyungsoo menolak ajakan pulang Baekhyun maupun Luhan(lagi). Dia hanya tidak mau merepotkan kedua sahabatnya itu, lagi pula dia mau mampir ke toko buku langganan nya terlebih dahulu(merasa de javu) dia sedang ingin membaca manga jadi dia akan membeli manga terbaru.

.

Tringg

Setelah Kyungsoo masuk ke dalam toko. Dia langsung menuju rak manga dan melihat-lihat adakah yang bagus? Lalu dia menemukan satu yang menarik perhatiannya, setelah dia membaca sinopsis manga itu dia pun pergi membayar manga nya dan keluar dari toko.

Kyungsoo mulai berjalan menjauh dari toko saat dia mendengar ada yang memanggil nama nya.

"Kyungsoo noona..!" Kyungsoo berbalik dan medapati seorang namja yang lebih tinggi dari nya berlari ke arah nya, karena namja itu memanggilnya dengan embel-embel noona, dia mengira orang itu akan lebih pendek dari nya, tapi well.

Namja itu sekarang berada di depan Kyungsoo.

"Noona habis membeli buku?" Namja itu bertanya kepada Kyungsoo, Kyungsoo pertama memandang Namja itu.

"Ne" Kyungsoo menjawab, masih melihat ke arah namja itu, 'seperti nya aku pernah melihatnya, dimana ya?' Kyungsoo membatin, dia berpikir keras.

"Kyungsoo Noona tidak ingat pada ku lagi?" Namja itu menghela napas.

Setelah melihat begitu lama Kyungsoo teringat. "Ah! Kau teman Sehun itu ya, Kim Jongin kan" Kyungsoo berkata sambil menunjuk Namja itu.

"Nah, itu ingat" Jongin menyengir.

"Eh, tapi apa maksud mu dengan 'tidak ingat lagi'? Kita kan baru bertemu waktu di kantin tadi" Kyungsoo menatap binggung Jongin.

"Kita pernah bertemu sebelum nya kok" Jongin tersenyum ke arah Kyungsoo.

"Ha? Kapan? Dimana?" Kyungsoo langsung bertanya bertubi-tubi. Pasal nya dia tidak pernah merasa bertemu dengan Jongin.

"Aa itu" Jongin mulai bercerita.

.

...Flashback...

Jongin POV

.

"Cih dasar Taemin hyung kurang ajar, adik nya ini baru saja datang dari Jepang tapi malah sudah di suruh-suruh seperti ini. Hah, dasar hyung yang kurang ajar" Aku mengomel-ngomel sepanjang jalan menuju tempat kerja sampingan Hyung ku. Aku baru saja tiba dari Jepang kemarin dan dia sudah menyuruh ku menggantikan nya bekerja karena ada kencan dadakan dengan pacar nya dan tidak dapat di cancel, alasan macam apa itu. Fuh.

Aku pun mau tidak mau menuruti nya dengan setengah hati.

.

Tring

Sekarang aku sudah masuk ke dalam tempat kerja sampingan Hyung ku, toko buku ini lumayan besar, dan di dalam nya pun enak di pandang, aku sebenarnya sempat binggung kenapa Hyung ku itu mau bekerja di toko buku, tapi aku tidak terlalu ambil pusing jadi tanpa buang waktu aku langsung menuju tempat karyawan dan memberitahu ketidak hadiran Hyung ku, sekaligus aku yang akan menggantikan nya.

Setelah selesai, aku berganti baju dan mulai berkeliling toko itu, terkadang ada orang yang bertanya pada ku, ada kah buku ini atau di mana letak buku ini. Aku membantu mereka semampuku ya aku kan juga tidak hapal tempat buku di sini. Terkadang aku hanya diam, kadang-kadang aku juga di suruh karyawan lainnya untuk menambahkan buku-buku baru yang ada dan lain-lain. Bekerja di toko buku ini ternyata lumayan melelahkan.

Sampai siang hari, tugasku mulai melonggar karena mulai sedikit yang datang. Saat aku sedang berdiri diam, ada suara yang memanggilku.

"Permisi" Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja dengan mata bulat dan surai hitam panjang berbicara ke arah ku.

"Saya sedang mencari novel Ilana tan, Sunshine becomes you. Apakah sudah ada?" Dia bertanya sopan kepada ku. Ugh, ada apa dengan ku, rasanya aku tidak mau berpaling dari wajah nya, apa lagi mata bulat nya dan bibirnya yang berbentuk hati itu, lucu nya.

"Aa. Apakah anda sudah mencari ke bagian 'I'?" Aku menunjuk rak yang tidak jauh dari tempat kami. Astaga ada apa lagi dengan ku, aku serasa kaku berbicara dengan nya. ah, aku gugup.

"Sudah. Tapi tidak ada" Sepertinya dia sangat menginginkan novel itu, kenapa menurutku dia imut dengan ekspresi seperti itu. Ah, ini gawat.

Aku berjalan melewatinya dan langsung menuju rak yang tadi ku tunjuk, dan kurasa sekarang dia mengikuti ku.

Aku mulai mencari buku yang di cari nya. Ilana tan ya? hm. ini bagian buku nya, apa tadi judul nya? Sunshine Becomes You? Ah, seperti nya dia tidak sabaran, dia terlihat gelisah, mungkin dia membatin kalau aku ini keras kepala, haha, aku bisa melihat gerak gusar nya dari sudut mata ku, aih imut nya. Ya! Jongin ada apa dengan mu, aku mulai menyingkirkan pikiran ngawurku, ah, ini dia buku nya.

Aku mengambil buku itu dan langsung memberikannya.

"Ini" Kulihat dia sedikit terlonjak, haha, lucu.

Dia mengambil buku itu dan seperti nya dia membaca cover buku itu, ah, mata nya tambah bulat seperti nya dia agak terkejut aku menemukan nya. Astaga ekspresi terkejutnya itu sangat lucu, aku tidak tahan untuk tidak tersenyum.

"Anda mencari novel itu kan?" Aku bertanya dengan biasa, susah payah aku menahan ekspresi ku ini supaya tetap seperti ini. Dia menggangguk, ah, lucu nya, rasa nya ingin ku cubit pipi nya, Eh, Kim Jongin, hentikan pikiran mu itu.

Aku membungkukan badan dan pergi meninggalkan nya, aku langsung tersenyum. Ah, hati ku berdebar-debar dan senang, perasaan apa ini.

Saat dia membayar novel itu dan keluar dari toko ini pun aku masih melihat nya dengan tersenyum-senyum, ah aku pasti sudah gila. Sekarang aku percaya dengan cinta pandangan pertama.

"Hey Jongin, kenapa kau malah senyum-senyum seperti orang gila, ayo cepat kembali kerja" Aku tersentak mendengar kata-kata Minho Hyung.

"Ne, Hyung" Aku pun kembali berkerja sambil membayangkan wajah yeoja tadi, dan berharap bisa bertemu lagi. Sepertinya aku memang sudah gila.

.

End of Jongin POV

...End of Flashback...

.

"Ah, jadi kau petugas yang waktu itu" Kyungsoo mengangguk-angguk kan kepala nya. Tentu saja tidak semua nya di ceritakan Jongin, tidak mungkin kan dia menceritkan kalau dia menyebut Kyungsoo imut.

"Ne, begitu lah" Jongin tersenyum ke arah Kyungsoo. "Noona mau pulangkan? Perlu tumpangan, aku bawa motor lo, motor ku, ku parkir di depan toko roti itu" Jongin menunjuk toko roti di seberang jalan. Agak jauh dari toko buku.

"Ah, tidak usah Jongin, rumah ku dekat kok" Kyungsoo menolak halus ajakan Jongin.

"Tidak apa-apa Noona, aku juga mau pulang kok, tunggu sebentar ya" Jongin langsung berbalik dan berlari menghampiri motor nya. Kyungsoo yang baru saja mau menolak lagi sampai tidak jadi, dia hanya pasrah saat Jongin ada di depan nya dan menyuruh Kyungsoo naik, dan Kyungsoo hanya menurut.

.

.

"Jadi di sini rumah Noona" Mereka sekarang sudah ada di depan rumah Kyungsoo, "Wah, tidak terlalu jauh dari rumah ku ya, rumah kita cuma beda dua blok" Jongin tersenyum ke arah Kyungsoo.

"Ne. Terima kasih karena telah mengantarku ya Jongin" Kyungsoo tersenyum ke arah Jongin.

"Tidak masalah Noona, baiklah aku pulang dulu ya. Bye Kyungsoo Noona" Jongin menutup Helm nya dan pergi dari rumah Kyungsoo.

Kyungsoo masih berdiri di depan rumah nya sampai Jongin tidak terlihat lagi dari pandangan nya. Saat di masuk ke rumah dia sudah langsung di sambut tatapan jahil oleh adik nya.

"Ehm, ehm siapa tu?" Hyang Gi tersenyum jail.

"Bukan siapa-siapa, Jangan berpikir aneh-aneh Gi" Kyungsoo menatap malas ke arah adik nya.

"Ooh ayo lah Eonni, aku bisa menjaga rahasia kok" Hyang Gi menaik turun kan alis nya. Menggoda Eonni nya ini tidak buruk juga.

"Berisik" Kyungsoo berjalan melewati Hyang Gi.

"Eonni ayo lah" Hyang Gi berjalan menyusul Kyungsoo.

"Diam lah Gi, kau berisik" Kyungsoo naik ke kamar nya lalu mengunci pintu, ditaruh nya asal tas nya lalu merebah kan diri nya ke ranjang. Dia memegang dada nya, 'Perasaan apa ini' Kyungsoo membatin, padahal hanya melihat senyum namja itu dan di bonceng oleh namja itu dia berdebar.

Hah. Kyungsoo menghela napas dia menghilangkan pikiran itu dan mengambil manga yang baru saja di beli nya dan mulai membaca nya.

TBC

#.

Hey yo. Yuki kembali. Bagaimna Chap 3? Bagus kah? Jelek kah? Kurang asik kah? Kaku kah? Barbelit kah?

Tapi semoga bisa membuat reader semua puas ya, wah tangan Yuki sampai keriting ngetik, ini sudah rugi nya ngetik dari handphone, ah betul-betul capek. tapi dengan mengingat review kalian, Yuki jadi semangat ngetik, jadi Yuki minta review nya ya. Rasa nya Yuki pengen ganti Nama deh, marga nya aja kali ya,#gakpentingthor#plak

okeh, Kritik dan Saran Yuki tunggu ya, Asal yang membangun okeh. Review ya, ingat lo ingat#maksabangetthor. Sekian dari Author Ini.

Sampai Jumpa di Chap 4..^_^