FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER

RATED T

FRIENDSHIP/ROMANCE

EXO © SME

FROM HORRIBLE SPRING TO LOVELY WINTER © YUKI

.

.

.

Chapter 4

Getting Closer

.

.

.

Sekarang sudah pertengahan musim semi, tepat nya tanggal 5 April. Sudah lumayan lama dari kejadiaan 'itu'. Kejadian yang tidak ingin Kyungsoo ingat. Akhir-akhir ini dia juga jadi akrab dengan Jongin. Jongin juga sekarang sering berkumpul bersama-sama dengan Kyungsoo dan yang lainnya.

Yeoja itu-Kyungsoo-sekarang sedang makan bersama teman-teman nya di kantin sekolah mereka.

"Aku permisi sebentar" Sehun bangkit dari duduk nya.

"Mau kemana Hunnie?" Luhan bertanya pada namjachingu nya itu.

"Aku ke toilet sebentar Hannie" Sehun mengacak rambut Luhan lembut lalu beranjak dari tempat itu dan keluar dari kantin.

Saat Sehun sudah benar-benar tidak terlihat mereka langsung berumbuk.

"Jadi bagaimana?" Chanyeol memulai diskusi mereka. Omong-omong mereka mendiskusikan apa ya?

"Hmm. Apa suprise party saja? Kalau party biasa aja, makin biasa gak seru kan? Hmm" Luhan mulai berpikir dengan keras. Begitu juga yang lain nya. Ah, seperti nya rencana pesta ultah untuk seseorang.

Keadaan menjadi hening dalam beberapa menit. Sampai..

"Ah!" Chen memekik sampai menarik perhatian teman-teman nya yang sedang asik berpikir. "Aku punya ide" Chen mengisyaratkan yang lain untuk mendekat ke arah nya.

"Hm.. Bukan ide yang buruk" Jongin mengangguk-anggukan kepala nya. Mereka kembali ke posisi duduk mereka semula.

"Betul juga sih.. Baiklah ayo kita lakukan ide Chen!" Luhan berkata dengan semangat di ikuti anggukan semangat dari yang lain.

"Kalian membicarakan apa?" Tiba-tiba Sehun sudah berdiri di belakang Luhan. Luhan sedikit terlonjak dan langsung menoleh ke belakang.

"Ah Hunnie, sejak kapan ada di belakang ku?" Luhan tersenyum kikuk ke arah Sehun.

"Baru saja" Sehun pun duduk di sebelah Luhan. "Jadi apa yang kalian bicara kan tadi?" Sehun menatap penuh selidik teman nya satu per satu.

"Aaa" Luhan yang paling di tatap Sehun, jadi serba salah.

"Kami hanya membicarakan soal Jinhae Gunhangje Festival, sebaiknya kapan mulai berkeliling, kau tau kan, ini sudah pertengahan Festival" Kyungsoo tersenyum. Beruntunglah dia pandai menutupi ekspresi nya yang sebenarnya.

"Hm.. Benar juga ya, ini sudah tanggal 5, festival nya mulai tanggal 1 berakhir tanggal 10. Lebih cepat kita berkeliling lebih baik" Sehun mulai memberi usul

"Kalian ini seperti tidak pernah datang saja. Kita kan tinggal di sini Jinhae, tinggal buka pintu rum-

Dukk

"Appo" Chanyeol memegangi kaki nya yang di injak Baekhyun, "Baekkie sakit" Chanyeol memasang muka memelas.

"Kau juga sih yang ngomong begitu, Kyungsoo sedang mengalihkan perhatian, antusias sedikit dong, tidak peka banget sih" Baekhyun agak berbisik.

"Kalian kenap-

"Ah, aku belum pernah kesitu lo" Jongin memotong ucapan Sehun. "Bagaimana kalau malam ini kita pergi, aku penasaran" Jongin berkata dengan antusias. Ini bukan akting ya, dia memang sungguh-sungguh ingin pergi.

"Baiklah, malam ini kita akan berkumpul di rumah Sehun dan mulai keliling nya dari situ. Jam 07:00 oke?" Suho mulai bebicara-menggambil keputusan sepihak-.

"Loh kok ru-

"Ah, ide yang bagus. Baiklah" Yixing mengangguk. Lalu yang lain mengikuti.

Mereka tidak menyadari aura membunuh yang berasal dari maknae di antara mereka itu karena omongan maknae itu terus di potong. Tapi teman-teman nya sangat tidak merasa dan malah sudah sibuk bicara dengan topik baru. Sehun hanya menghela napas kasar lalu mulai ikut mengobrol lagi.

Poor Sehun sabar ya.

.

.

Tok Tok Tok

"Sehunnie, seperti nya itu teman-teman mu" Leetuk berteriak dari ruang tengah.

"Ne" Sehun yang berada di kamar nya-lantai dua-langsung turun dan menuju pintu.

Benar saja, saat dia-Sehun-membuka pintu dia bisa melihat, Luhan-nya dan teman-temannya yang lain.

Luhan memakai kaos lengan panjang berwarna biru tua, dengan tulisan angka 56 dan jeans panjang berwarna hitam, dia juga memakai topi tuque atau cora cap.

Di sebelah nya Baekhyun memakai blus berwarna cream dengan jeans panjang berwarna coklat muda dan dia memakai bandana hitam. Baekhyun menggandeng Chanyeol yang memakai kemeja bludru hijau dengan jaket hitam dan jeans hitam. Dia juga memakai snapback hitam.

Di sebelah Chanyeol ada Chen yang memakai kaos abu-abu dengan varsity cream dan jeans biru tua, tidak ketinggalan snapback abu-abu nya. Gandengan Chen-you know-Xiumin memakai kemeja putih dengan cardigan biru tua dan jeans biru tua.

Di sebelah Xiumin ada Suho yang memakai kaos hitam dengan varsity hitam serta jeans hitam(O_O). Dia merangkul Yixing di sebelahnya yang memakai sweater putih hitam-dominasi putih-dengan jeans hitam dan syal cream yang melilit di lehernya.

Lalu di sebelah Yixing ada Kyungsoo yang memakai kaos lengan panjang putih bergambar minie mouse dengan jeans coklat muda.

Di sebelah Kyungsoo ada Jongin dia bahkan tidak menghadap ke sehun melainkan menghadap ke arah festival, Jongin memakai kaos biru dengan jaket warna warni(Yuki binggung dengan warna nya yang campur aduk) tapi dominasi warna gelap, dan jeans hitam.

Sehun sendiri memakai kaos putih dengan kemeja garis berwarna putih yang kancing nya di buka semua dan jeans biru tua, dia juga memakai fedora hat berwarna putih-hitam.

"Hunnie aku mau ke toilet sebentar" Sehun pun menyingkir dari Luhan dan Luhan un masuk ke rumahnya.

"Seperti nya semua nya sudah lengkap?" Sehun keluar dari rumah nya lalu memandang teman-temannya.

"Memang sudah, kami memang sengaja bersama-sama, jadi tidak akan lama menunggu" Chen tersenyum menunjukkan deretan gigi nya.

Tidak lama kemudian Luhan keluar dari rumah Sehun. Ya Luhan memang sering ke rumah Sehun, jadi dia sudah biasa.

"Oke. Sekarang kah?" Sehun bertanya ke pada teman-teman nya.

"Tentu saja sekarang, memang mau nunggu tengah malam" Jongin tanpa babibu lagi langsung menarik Sehun dan berjalan paling depan di ikuti yang lain, Sehun hanya menghela napas pasrah, sedangkan orang-orang di belakang hanya tertawa melihat Sehun yang di eret Jongin.

.

Sekitar 30 menit mereka berkeliling, tentu saja belum semua nya yang mereka lihat, kalau mau melihat seluruh Jinhae Gunhangje Festival tidak akan cukup hanya dengan 30 menit, karena luas festival ini seluas distrik Jinhae itu sendiri. Iya benar jadi festival ini-toko/stan-berada di seluruh distrik Jinhae, itu lah mengapa festival ini selalu ramai tiap tahun nya, karena dikunjungi orang-orang lokal maupun turis.

"Ah aku ingin dango"

"Ah aku ingin dango"

Dua orang pemilik suara yang menyuarakan ingin dango-manisan Jepang-itu langsung memandang satu sama lain.

"Bagus lah kalian berdua menginginkan hal yang sama. Kalau begitu kalian berdua pergi beli sana" Chanyeol berkata sambil menggerakkan tangan nya tanda mengusir.

"Mwo? Kenapa hanya kami? Kalian tidak ikut?" Kyungsoo bertanya ke arah teman-teman nya.

"Kyungsoo ku sayang, tiap tahun kau kan selalu mau beli itu bukan, tapi karena toko nya selalu beda dengan rute berkeliling kita jadi kita tidak membeli nya, kecuali sedang melewati nya, jadi pada akhirnya kau menunggu dulu. Tapi karena sekarang ada orang lain yang mau, kalian bisa membeli nya dan kami akan meneruskan lagi jalan nya, lalu kita akan bertemu di taman kota saja. Oke?" Baekhyun berceloteh-ria sedangkan yang lainnya-minus orang yang sama dengan Kyungsoo- hanya mengangguk-anggukkan kepala, meng-iyakan kata-kata Baekhyun.

"Tapi Baek, tidak bisa kah kalian ikut" Kyungsoo mengeluarkan aegyo nya.

"Ugh Kyungsoo, kau tau, kalau kita ikut ke situ, mutar banget, sedangkan kau tau, barang incaran kami itu ada di daerah rute kita seharusnya" Lagi-lagi yang lain-minus orang yang sama dengan Kyungsoo-menggangguk meng-aminkan kata-kata Baekhyun again.

"Ah, baiklah. Ayo Jongin" Kyungsoo berjalan mendahului Jongin.

Jongin yang sejak tadi mendengarkan negosiasi kedua kakak kelas nya itu pun agak tersentak lalu mengikuti langkah Kyungsoo.

Tanpa mereka berdua sadari-JongSoo-teman-teman mereka tertawa jahil di belakang.

"Alasan mu itu sungguh luar biasa tidak masuk akal Baek, tapi Kyungsoo mengiyakan nya. Luar biasa" Luhan tertawa kecil.

"Haha. Mau gimana lagi, kalau gak begini, perkembangan mereka akan lambat" Baekyun tersenyum geli. Ya dia sengaja melakukan itu. Awal nya dia gak berpikir begitu sih, sampai Chanyeol yang berbicara, lalu dia langsung mendapat ide.

Semua nya-Hunhan,ChanBaek,ChenMin,SuYix(?)-tersenyum penuh arti. Mereka hanya mengharapkan kebahagiaan teman mereka.

Sementara itu di bagian JongSoo.

"Noona toko nya ada di mana? Apa jauh?" Jongin dan Kyungsoo sudah berjalan sekitar 5 menit dari tempat mereka awal.

"Tidak juga. Dari sini lumayan kelihatan kok" Kyungsoo menunjuk sebuah toko yang jauh dari mereka. Kalau dari jarak mereka hanya bisa melihat lampu nya.

Keadaan kembali hening. Kalau Kyungsoo dengan keadaan hening dia biasa saja, karena memang suka keheningan tapi beda dengan Jongin, dia kurang suka keheningan, dia rasa nya mau memecahkan ke heningan tapi binggung membicarakan apa, kehabisan topik.

"Umm.. Kyungsoo Noona?" Jongin memanggil Kyungsoo ragu-ragu.

"Ne?" Kyungsoo menoleh ke arah Jongin.

"Aku haus ayo kita beli minum dulu" Ya memang sejak dari rumah Sehun dia belum membeli apa-apa, dia asik melihat-lihat atau bermain di beberapa stan, sedangkan yang lainnya sudah banyak membeli makanan-makanan kecil-camilan-.

"Hmm.. Baiklah aku juga haus" Jawaban Kyungsoo membuat Jongin tersenyum. Jadi mereka menepi sebentar ke sebuat toko untuk membeli minuman.

.

.

"Uwa, dango di sini ternyata enak juga" Jongin makan dango nya sambil tersenyum. Ya mereka sudah di toko dango sekarang.

"Hu'um, dango di sini memang enak? Kalau di Jepang bagamaina rasa nya? Apa sama saja atau beda?" Kyungsoo memakan dango nya sambil memandang Jongin.

"Umm.. Rasa ny 11:12 saja sih. Sama-sama enak kok" Jongin mengambil tusuk dango nya yang lain, karena dango nya tadi sudah habis.

Kyungsoo hanya mengangguk-angguk. Akhir nya mereka diam dan menikmati dango mereka masing-masing.

Sekita 10 menit mereka pun selesai dan keluar dari toko itu.

"Jadi kita akan ke tama kota sekarang Noona?" Jongin menoleh ke arah Kyungsoo yang ada di sebelah nya.

"Ne, memang saat festival begini, kami sering berkumpul di situ" Kyungsoo tersenyum ke arah Jongin.

Jongin hanya diam melihat ke arah wajah Kyungsoo. Membuat Kyungsoo heran dan memberhentikan langkahnya sejenak dan di ikuti oleh Jongin.

"Jongin? Hello?" Kyungsoo melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Jongin. Tidak ada respon.

"Ya! Jongin" Sekarang Kyungsoo menepuk-nepuk pipi Jongin. 'Ada apa dengan anak ini' batin Kyungsoo.

"Eh.. Ada apa Noona?" Jongin agak tersentak, dia tadi sedang asik melakukan hobi baru nya-memandangi wajah Kyungsoo-sampai menyadari Kyungsoo menepuk-nepuk pipi nya.

"Kau kenapa tiba-tiba diam sambil memandangi ku. Ada yang aneh dengan wajah ku?" Kyungsoo melipat tangan nya di depan dada.

"Ani. Hanya saja wajah Noona terlalu imut dan cantik"

Blush

Wajah Kyungsoo sudah sangat merah sekarang, tapi Jongin malah makin melebarkan senyumnya.

"Noo-

"Sudahlah, ayo kita lanjut jalan" Kyungsoo berjalan mendahului Jongin. 'Sial. Hanya kata-kata gombal seperti itu kenapa aku malu' Kyungsoo bahkan sekalang sudah menutup sebagian wajah nya, karena masih malu.

Jongin yang berada di belakang Kyungsoo tersenyum dan agak mempercepat langkahnya untuk menyusul Kyungsoo.

Sesampainya di sebelah Kyungsoo, Jongin menggapai tangan Kyungsoo dan menggenggamnya.

"Hey apa yang kau lakukan?" Kyungsoon bertanya ke Jongin tapi tidak menatap ke arah nya, tentu saja tidak, muka nya saja sekarang sudah semerah tomat.

"Ah, sekarang kan semakin ramai, nanti kita bisa terpisah, kalau begini kan tidak" Jongin menyengir ke arah Kyungsoo. Memang sekarang ini jalanan-trotoar-makin penuh dengan orang.

Kyungsoo hanya memalingkan wajah nya, di dalam hati dia protes dan ingin melepaskan genggaman Jongin, tapi yang dia lakukan malah menggenggam balik tangan Jongin. Itu membuat Jongin tersenyum dengan semburat merah tipis di wajah nya. 'Malam terbaik ku di Korea' Jongin membatin, mungkin iner nya sekarang sudah loncat-loncat.

.

.

Akhirnya Kyungsoo dan Jongin sampai di taman kota, mereka tidak perlu berkeliling karena kata Kyungsoo ada tempat di taman sini yang sering mereka tempati saat festival.

Jadi saat mereka sampai di tempat nya. Di situ teman-teman nya sudah ada semua.

"Ah, akhirnya kalian datang juga. Kami pikir kalian tidak akan datang karena melakukan kencan berdua" Mereka-Kyungsoo dan Jongin-baru datang tapi sudah di goda oleh Baekhyun.

"Tidak lah. Kau ngomong apa sih Baek" Kyungsoo memalingkan wajah nya yang agak memerah. Jongin di sebelah nya hanya tersenyum canggung.

"Lalu itu apa?" Luhan tersenyum jahil sambil menunjuk ke arah tangan Kyungsoo dan Jongin yang masih bertautan.

"Ah!" Refleks mereka berdua langsung melepas tautan mereka. Mereka sama-sama memalingkan wajah mereka,karena malu.

"Khukhu.. Seperti nya ada yang baru jadian nih. Pajak jadian nya dong" Chanyeol ikut memanas-manasi. Dasar teman-teman evil.

"Aniya, kami tidak jadian" Kyungsoo menatap sebal ke arah Chanyeol.

"Ah, dari tadi Kkamjong diam saja dan tidak menyangkal. Seperti nya dia mau apa yang di katakan Chanyeol hyung terjadi Kyungsoo Noona" Sehun menatap jail Jongin. Sedangkan Jongin sudah melotot ke arah Sehun.

"Sudah lah, sudah lah. Jangan terus menggoda mereka. Kalian mau wajah mereka jadi tambah merah dari itu" Akhirnya Yixing menengahi.

Mereka pun tertawa semua, minus JongSoo yang masih memasang wajah sebal campur malu.

Mereka menghabiskan waktu di sana dan pulang pada jam 22:00.

.

.

.

.

.

"Ah kenapa kita harus ke sini" Si Maknae itu mengeluh dari pertama kali masuk ke dalam Mall. Kenapa juga mereka memaksa nya ikut, dan ternyata cuma untuk berbelanja.

"Ooh Ayo lah Hunnie. Berbelanja bersama sesekali kan tidak apa-apa" Luhan bergelayutan manja di tangan namjachingu nya itu, berharap Sehun tidak melipat muka nya terus.

"Tapi harus kah hari ini. Hari ini kan-

"Hari ini cerah sekali Hun. Sayang untuk di lewatkan. Setelah berbelanja kita kan juga mau kerumah mu karena eomma mu yang menyuruh, jadi dari pada kita menunggu dengan berdiam diri, lebih baik kita bergerak kan?" Chen memotong ucapan Sehun dan malah berceramah yang membuat Sehun makin malas, entah kenapa mood nya hari ini kurang baik.

"Ya! Hyung, aku paham kalau hyung cerewet, tapi sejak kapan hyung juga suka berbelanja. Biasa nya kalau yang lain mau mengajak berbelanja hyung dan aku selalu kompak menolak. Tapi kenapa sekarang seolah hyung sangat bersemangat" Wow, Sehun mulai mengomel. Mengakibatkan keheningan sesaat.

"Ehm. Hun, aku hanya ingin belanja, lagi pula ada yang ingin aku beli, jadi aku bersemangat" Chen menyengir.

"Hah, aku paham kalau Suho hyung, Chanyeol hyung dan Kkamjong suka berbelanja, karena memang sudah kebiasaan atau mereka mungkin mulai kehilangan kejantanan(?) mereka" Suho, Chanyeol dan Jongin langsung melotot ke arah Sehun. "Tapi kalau Chen hyung juga, aku kan jadi sendiri" Entah kenapa Sehun mulai mendramatisir.

"Ah, sudah lah ayo kita masuk" Baekhyun yang mulai jengah langsung menarik Chanyeol masuk dan di ikuti oleh yang lain.

Saat di dalam Mall, mereka berpencar-pencar.

.

.

JongSoo - ChanBaek Place

"Apa yang harus kita beli untuk Sehun" Baekhyun bertanya seraya melihat-lihat deretan jaket kulit di rak itu.

"Hmm. Jaket? Baju? Topi? Kacamata mungkin? Atau barang lain, seperti PSP? Apa yang akan di sukai anak itu" Kyungsoo mulai berandai-andai.

"Kalau sepatu?" Chanyeol mengangkat sepatu kets berwarna hijau perpaduan putih. Menunjukan pada Jongin, Baekhyun dan Kyungsoo. Gaya nya memang bagus, selera Chanyeol lumayan.(tolong di bayang kn sendiri ya reader, Yuki kurang bagus dalam hal deskripsi. mian)

"Hmm. Kalau menurutku jangan sepatu deh. Sepatu nya saja setiap hari ganti-ganti, sepertinya dia gak akan memerlukan itu hyung" Chanyeol mengangguk-angguk. Jongin ada benarnya juga sih, Sehun mah gitu orang nya.

"Kalau pewarna rambut?" Jongin bertanya sambil berpikir, sementara yang lain masih sibuk memilih-milih dan memikirkan hadiah nya.

"Bukan ide yang buruk sih. Hmm.. Hahh, kenapa kita tidak memikirkan hadiah nya dari hari yang lalu sih. Di pikiran kita ini akan mudah, ternyata susah" Kyungsoo menghela napas, lalu di ikut yang lain. Sabar ya Jongsoo dan Chanbaek.

.

ChenMin - HunHan - SuYix(?) Place

Luhan melihat setiap baju di rak itu, tapi pikiran nya sedang ke lain. 'Ah, kue nya sudah sampai belum ya? Apa , Leetuk Eomma dan Kangin Appa dan Heesuk bisa mendekor sendiri? Ah, aku mau membantu'. Luhan gusar. Ya memang sebelum hari ini, dia sudah memesan kue dan membeli dekor-dekor juga. Dan tentu saja bicara pada keluarga Sehun tentang rencana nya dan teman-teman ini waktu malam festival itu. Tapi sekarang dia cemas.

Pukk

"Kamu datang untuk belanja atau untuk melamun Han" Suara Sehun di samping Luhan membuat dia agak terlonjak.

"Eh, Hunnie, aku gak melamun kok, aku cuma mikir tempat sepatu yang bagus di sini itu di toko yang mana?" Luhan tersenyum ke arah Sehun.

"Hm. Kau mau beli sepatu?" Luhan mengangguk, lalu menggeleng.

Sehun menaikan sebelah alis nya binggung. Yeojachingu nya ini kenapa sih.

"Ah, maksud ku, aku hanya ingin lihat-lihat dulu" Luhan menjadi kikuk sekarang.

"Baiklah, kajja kita pergi" Sehun meraih tangan Luhan dan membawa Luhan keluar dari toko baju itu.

"Cih, dasar mereka itu" Chen mengomentari moment HunHan yang mereka lihat tadi.

"Ya begitu lah. Maklumi saja Chen" Yixing terkekeh pelan. Ya kelakuan adik nya dengan Sehun itu memang begitu.

"Ngomong-ngomong mau ngasih apa ni?" Xiumin menatap ketiga teman nya itu.

"Ah benar juga apa ya, bagus nya?" Yixing yang tadi asik melihat bagian baju, jadi iku terdiam.

"..."

"..."

"..."

"..."

Baiklah kita tinggalkan dulu keheningan empat orang ini ayo kita beralih kepada grub yang agak berisik.

.

JongSoo - ChanBaek Place

Sekarang mereka beralih ke bagian toko topi. Ya, Sehun itu suka memakai topi jadi tidak ada salah nya mungkin.

Baekhyun sedang mencari di bagian topi ushanka-topi bulu dari rusia-. Sebenarnya dia berniat mencari topi untuk Sehun tapi entahlah saat dia melihat topi ushanka kotak-kotak berwarna merah dia jadi ingat dengan Chanyeol. Namjachingu nya itu memang suka topi. Apalagi topi bulu.

Baekhyun tersenyum lalu berbalik untuk mendekati Chanyeol.

Chanyeol sedang sibuk memikirkan yang mana bagus nya, biru atau hijau. 'Ah yang mana ya?' Chanyeol mengerutkan dahi nya.

"Yeollie~" Chanyeol berbalik dan mendapati Yeojachingu nya menuju ke arah nya.

"Ada apa Baekkie?" Chanyeol menghadap ke arah Baekhyun yang audah berdiri di hadapan nya.

"Ikut aku sebentar, aku menemukan topi yang bagus" Baekhyun tersenyum lalu menarik Chanyeol. Chanyeol hanya diam dan mengikuti ke mana arah yeojachingu nya ini membawa nya.

"Ini. Bagus gak?" Baekhyun memberikan topi ushanka yang tadi.

Mata Chanyeol langsung berbinar. "Wah, ini bagus sekali Baek" Chanyeol langsung tersenyum ke arah Baekhyun.

"Apa menurut mu Sehun akan suka?" Chanyeol langsung menganga, dia kira topi ini di pilih kan Baekhyun untuk nya. Ah, benar juga mereka kan di sini memang untuk mencari hadiah untuk Sehun. 'Tapi tetap saja' batin Chanyeol.

"Ah, Yeollie. Sudah wajah mu jangan kau tekuk seperti itu. Aku bercanda. Aku tau kau pasti suka topi ini" Baekhyun tertawa kecil. Seketika wajah Chanyeol makin di tekuk nya, dan terlihat guratan sebal nya.

"Cih. Menyebalkan" Chanyeol berbalik dan berjalan menjauh dari Baekhyun. Baekhyun di belakang malah tertawa, lalu menyusul Chanyeol.

"Yeollie, jangan marah dong" Baekhyun berdiri di depan Chanyeol. Chanyeol membuang muka.

"Lagi pula kalau kau marah, topi nya jangan di bawa juga dong. Segitu nya mau ya?" Baekhyun tertawa lagi. Ah, Chanyeol nya kalau sedang ngambek lucu sekali.

Chanyeol menengok ke arah tangan nya, dan benar saja dia maaih memegang topi tadi, karena gengsi, di taruh nya topi tadi ke tangan Baekhyun lalu berjalan melewati Baekhyun. Bukan nya khawatir Baekhyun malah terkekeh.

"Ooh ayo lah. Yeol aku cuma bercanda" Baekhyun mulai menyusul Chanyeol lagi. Kali ini dia menarik tangan Chanyeol yang membuat Chanyeol berhenti. Chanyeol hanya membuang muka.

"Ah, Yeollie. Aku minta maaf ya? Gimana cara nya supaya aku di maaf kan?" Baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyes nya.

Chanyeol hanya melirik sebentar lalu melihat ke arah lain lagi. Sebenarnya Chanyeol gak benar-benar ngambek, dia cuma ya you know lah, pahami aja sifat Chanyeol.

"Umm. Baekkie akan lakukan semua permintaan Yeollie deh. Ya? Ya?" Baekhyun mulai mengeluarkan jurus(?) lain nya.

"Kau yakin? Tanpa mengeluh dan menolak?" Chanyeol mulai menghadap Baekhyun.

"Ne. Tanpa mengeluh dan menolak" Baekhyun tersenyum mania ke arah Chanyeol.

"Baiklah, Baekkie di maaf kan" Chanyeol balas tersenyum ke arah Baekhyun. Lalu mereka kembali ke kegiatan semula.

"Dasar mereka berdua itu, seperti anak kecil saja" Kyungsoo berkomentar, dia dari tadi melihat kelakukan dua teman nya itu.

"Seperti nya mereka memang harus begitu Noona, kalau tidak aneh juga nanti nya" Jongin yang juga melihat moment ChanBaek hanya bisa memaklumi.

"Ya mungkin saja" Kyungsoo kembali fokus.

.

.

.

"Hah, aku capek seharian berbelanja" Chanyeol menghela napas. Mereka sekarang ada di dalam mobil Chanyeol. Tidak semua ya, sebagian ada di mobil Suho.

"Hyung sih, tidak percaya berbelanja itu repot" Sehun menambahkan.

"Hey kita tidak seharian, cuma beberapa jam saja" Baekhyun mengomentari kata-kata Chanyeol.

"Lagi pula, kalian tidak tulus ya menemani kami" Sekarang Luhan yang mengomentari kata-kata Sehun.

"Ah, tidak Han. Tulus kok. Hanya capek saja" Sehun tersenyum.

Luhan hanya mengembungkan pipi nya dan menghadap keluar jendela.

Di mobil Chanyeol yang ikut itu JongSoo, HunHan, dan tentunya Chanbaek. Posisi duduk nya. Chanyeol mengemudi di kursi sebelahnya ada Baekhyun. Di bagian tengah ada Luhan dan Kyungsoo. Dan di kursi belakang Sehun dan Jongin.

"Sudahlah. Yang penting belanja nya sudah selesai. Jangan ribut dan menambah sakit kepala ku" Kyungsoo langsung mengomentari dengan pedas.

"Ya benar juga sih. Oo iya Hun. Memangnya Leetuk Ahjumma menyuruh kita ke rumah mu ada apa?" Baekhyun pura-pura bertanya.

"Entahlah, aku juga tidak tau Noona" Sehun mwngendikkan bahu nya acuh.

'Untung kami tidak berencana mengerjaimu Hun, kalau tidak habis kau' iner Chanyeol.

'Aku akan memenuhi muka mu dengan mentega, Haha' Jongin

'Ternyata Sehun sudah besar, kami selalu mensupport mu teman' Kyungsoo

'Tunggu kejutan yang menanti mu di rumah Hun, kau beruntung punya teman seperti kami' Baekhyun

'Aku mencintaimu Hunnie, happy birthday' Luhan

'Ah, aku capek' Sehun

Begitu lah kurang lebih pikiran mereka yang ada di dalam mobil Chanyeol. Sunggu aku binggung berkomentar.

Sedangkan di mobil Suho.

"..."

"..."

"..."

"..."

Hanya keheningan yang menyelimuti. Bahkan si cerewet Chen diam.

TBC

#.

Aa Yuki sangat susah kalau soal mendeskripsikan jadi tolong maklumi apa bila ada salah deskripsi atau apa ya.. hehe

Dan maaf juga kalau ada typo. hehe. Yuki susah menghindari itu.

Ooh ya. Waktu itu ada yang bertanya-tanya kenapa Kristal membenci Kyungsoo ya. Hmm, itu hanya kejadian tentang cowok juga, biasa masa SMA. Waktu di kelas 10 dulu Kristal menyukai cowok, dia udah dekati tu cowok, dan yang cowok juga biasa-biasa aja. Tapi tidak di duga-duga yang cowok tu suka sama Kyungsoo, jadi yang cowok nembak Kyungsoo tapi Kyungsoo menolak nya. Dari situ Kristal mulai benci sama Kyungsoo. Padahal kan bukan salah Kyungaoo ya? Tapi nama nya orang berbeda-beda ya. Mungkin Kristal ini sosok pendendam maka nya begitu.

Bagaimana Chap kali ini? Bagus kah? Jelek kah? Review ya^_^

Eh, Yuki publish cerita baru lo#promosi#plak

Muahahaha.. Yuki mau tau gimana pendapat readers. Judul nya Heroes^_^

Okeh, gitu aja. Ini udah panjang amet. Mana di tempat Yuki mati lampu lagi..

Di tunggu Kritik n saran nya yang membangun. RnR please^_^

Akhir kata. Sampai bertemu di Chap 5. Saranghae~ Chuu~