Get Well Soon

Yang pertama dilihat kedua mata sipit Soonyoung adalah Chan-adiknya Jihoon- yang baru keluar dari dapur dengan tangan kanannya yang memegang gelas penuh susu. "Oh hyung," Chan terkejut melihat Soonyoung yang kini sedang melepas sepatu putihnya. Setelah mengingat kalau Soonyoung mengetahui password apartment yang ditempatinya bertiga dengan Jihoon dan Jisoo-kakak sepupu mereka, Chan mengubah raut wajahnya.

Senyum terlukis di wajah Soonyoung setelah berhasil melepas kedua sepatunya. Kemudian, kedua matanya menangkap Chan yang berdiri beberapa meter di depan sedang menatapnya. "Annyeong Chan-ie," Soonyoung melambai dengan senyum hingga kedua matanya menyipit. Chan balas mengangguk. "Annyeong hyung."

"Jihoon-ie Nuna masih di kamar," Soonyoung mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Jihoon masih di kamar jam segini. Biasanya kekasih manisnya sedang mengurus rumah atau sibuk memarahi adiknya-entah karena kamar yang berantakan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pikirannya. "sepertinya nuna demam. Semalam nuna pulang basah kuyup." Chan melangkah menuju kamarnya dengan kakak sepupunya. Oh pantas saja semalam Jun-saudaranya Soonyoung- marah-marah ditelepon pada Minghao. Jihoon bilang padanya, kemarin sore akan pulang bersama Minghao setelah selesai latihan untuk acara seni bulan depan.

"Oh iya hyung, tolong sekalian bawa makanan nuna di dapur." Seru Chan sebelum masuk ke kamarnya. Soonyoung melangkah menuju dapur, setelah Chan menutup pintu kamarnya. Soonyoung langsung saja mengambil nampan berisi mangkuk bubur, segelas air putih dan botol sirup obat penurun panas. Jihoon tidak bisa minum tablet, Soonyoung baru ingat.

Pengap. Itulah yang pertama kali dirasakan Soonyoung begitu memasuki kamar Jihoon. Soonyoung berjalan mendekati Jihoon yang masih bergelung di kasurnya. Selimut tebal berwarna biru langit membungkus seluruh badan Jihoon. Hanya terlihat wajah dan rambutnya yang basah karena keringat, mungkin. Pendingin ruangan mati dan jendela tertutup rapat. Membuat kerutan di kening Soonyoung.

Soonyoung meletakan nampan di meja belajar Jihoon, kemudian duduk di pinggiran kasur. "Jihoon-ie," Soonyoung menyentuh kening Jihoon dengan telapak tangan kemudian punggung tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya ditempelkan pada keningnya sendiri. Wajahnya berubah panik begitu merasakan kening Jihoon panas. Jihoon benar-benar demam. "Jihoon-ie," panggil Soonyoung dengan khawatir mengusap pipi bulat kekasih manisnya.

"Soonyoung-ie," suara Jihoon terdengar serak dengan matanya yang masih menutup. "leherku sakit." Jihoon membuka matanya dan langsung terlihat Soonyoung yang sedang mengambil gelas di meja belajar. Soonyoung membantu Jihoon duduk, lalu memberikan gelas berisi air putih. Jihoon meminumnya dengan kedua mata sipitnya yang melihat wajah khawatir kekasihnya. "Gomawo," Jihoon memberikan gelasnya kembali pada Soonyoung dengan senyuman lemah.

"Kenapa bisa seperti ini, hm?" Soonyoung bertanya dengan nada lembut. Kedua tangannya memegang mangkuk. Jihoon terbatuk sebelum menjawab. "Semalam aku dan Minghao menerobos hujan."

"Kau tahu," Soonyoung menyuapkan sesendok bubur ke mulut Jihoon. Jihoon awalnya menolak, tapi Soonyoung menatapnya tajam. Mau tidak mau Jihoon menerimanya. Soonyoung terlihat menyeramkan sekarang. "Jun hyung marah-marah semalam karena mendengar Minghao hujan-hujanan." Soonyoung tersenyum setelah Jihoon menelannya.

"Leherku sakit, Soonyoung-ie." Jihoon merengek dengan matanya yang mulai berair. Membuat Soonyoung mengusap pipinya lembut.

"Beberapa suap lagi setelah itu minum obat, okay?" Jihoon mengangguk, kemudian menerima suapan dari Soonyoung. Soonyoung tersenyum lembut menyuapi kekasihnya hingga beberapa suap, dan berhenti ketika Jihoon kembali merengek dengan matanya yang kembali berair. Soonyoung hanya tersenyum pelan melihat kekasih manisnya begitu kesakitan. Soonyoung meletakkan mangkuk di atas nampan dan mengambil botol obat. Menuangkan cairan bening itu ke sendok, setelah itu mengambil gelas minum. Soonyoung menyuapkan obatnya ke Jihoon seraya memberikan gelas yang berisi setengah ke Jihoon. Jihoon menghabiskan air di dalam gelas lalu memberikannya kembali ke Soonyoung.

"Tidur lah," Soonyoung meletakkan kembali gelas ke meja belajar, setelah mencium lembut kening panas Jihoon.

"Dingin," Jihoon bergumam yang membuat Soonyoung terkekeh pelan. Langsung saja Soonyoung menempatkan punggungnya di sebelah Jihoon. Membuat kekasih manisnya langsung beringsut ke pelukannya. Soonyoung terkekeh pelan, kemudian memeluk Jihoon. Menempatkan kepala Jihoon pada dada bidangnya. Soonyoung tersenyum lembut seraya mengusap rambut lepek Jihoon.

Jihoon yang biasanya galak akan berubah manja, jika sakit. Salah satu sifatnya yang tidak ditunjukan pada orang lain-kecuali Chan dan Jisoo- dan Soonyoung senang sekali. Walaupun begitu, Soonyoung tetap menyukainya. Bagaimanapun Jihoon, Soonyoung tetap mencintainya, karena baginya Jihoon adalah perempuan tercantik, terimut, dan termanis yang pernah dikenalnya-setelah ibunya yang pasti. Dan Soonyoung bahagia memiliki Jihoon sebagai kekasihnya sekarang.

"Get well soon baby hoon."


holaaaaaa

aku bawa chap 2 yeyeyeyey

lama ya updatenya wkwkwkwk maapkeun sibuk nih udh tingkat akhir di sekolah

seneng deh liat respon kalian makasih ya yang udh mau baca ff ini.

buat yang nanya ini berhubungan atau ga ceritanya, jawabannya adalah iya

juga buat CypherJeon makasih udh semangatin jadi terharu aku

Jangan lupa review yaaaa^^