Genre:

Romance, Action, OOC, OC, Adventure, Abal, Gaje.

Pair:

Naruto x Mini Harem?

Summary:

Seorang bocah tanpa keluarga, sebatangkara menjalani hidup yang berat, harus menjadi bahan uji coba manusia sempurna. Dengan kemampuannya dia akan mengguncang ketiga fraksi dan dunia supranatural.

Disclaimer:

Saya tidak memiliki kewenangan atas karakter naruto dan highschool dxd.

Memasukan kedua tangan kedalam saku celananya, Naruto berjalan santai menuju ruang kepala sekolah dengan expresi bosan. Semua tampak sepi karena pelajaran telah dimulai 1 jam yang lalu.

"Tok... tok..." masuk". Membuka knop pintu, Naruto langsung memasuki ruang kepsek. Kepala sekolah yang sedang menulis beberapa dokumenpun melihat kearah naruto 'apa dia kuli?' pikirnya saat melihat pakaian Naruto yang begitu pas ditubuhnya sehingga menampakan otot lengan dan dada.

"Ehem.. baiklah, jadi kamu murid baru pindahan dari osaka itu?" tanya pak kepsek.

"Ya pak"jawabnya dengan sedikit menundukan kepala lalu kembali ke normal.

'sopan' " baiklah, aku akan memanggil salah satu siswi untuk membawamu menuju kelas yang akan kamu tempati, sambil menunggu silakan duduk dulu." menuju kursi di sampingnya, Narutopun duduk sembari melihat kesamping jendela.

.

.

Sementara itu di ruang kelas 3A, seorang siswi bersurai merah tengah bersandar dengan memangku tangan nya, sambil menatap keluar jendela. Senyum indah terpatri diwajah cantiknya saat mengingat teman pria yang baru ia kenal beberapahari ini. Sosok pria yang menolongnya dari malaikat jatuh yang bejat. Ia masih ingat bagaimana mereka bisa bertemu waktu itu...

Flashback:

Sebuah helaan nafas panjang dikeluarkan oleh Rias saat dia sedang berjalan di kerumunan supermarket kuoh. Waktu sudah menunjukan pukul 5, dan banyak orang yang membeli perlengkapan sehari hari mereka. Rias menghiraukan tatapan nafsu yang banyak diarahkan padanya oleh pejalan sekitar.

Rias saat ini menggunakan kaos pink yang dibalut jaket bulu coklat yang nampak pas di tubuhnya dan juga celana jeans ketat dilengkapi sabuk dan sepatu hak sedang.

Walaupun tertutup, namun pakaiannya tetap menampakan kesan sensual, apalagi bagian dadanya yang terlihat menonjol, sehingga menarik seluruh pasang mata pada kedua *gadis* nya, membuat rias mendesah panjang, walupun dia tidak keberatan dengan tatapan tersebut, tapi dia ingin seseorang dapat melihat dirinya yang sebenarnya, dirinya yang ingin disayangi dan dicintai secara tulus, melihat tidak hanya dari fisiknya, tapi juga hatinya.

Tetapi, sangat sulit untuk mencari pria seperti itu. Kebanyakan dari mereka terlalu terpanah dengan kecantikanya atau merasa tidak sebanding, seperti kebanyakan pria disekolahnya yang minder jika berdekatan sedikit saja, ataupun cuma tatap mata.

Menghela napas untuk kesekian kalinya, pikirannya kembali pada para pelayannya. Menghabiskan waktu dengan pelayannya merupakan salah satu hobi tersendiri, bisa bercanda dan tertawa bersama, walaupun koneko tidak pernah terawa, tapi Rias tetap senang dan selalu menyayangi pelayannya seperti sebabnya, sebagai seorang raja, ia akan selalu melindungi mereka begitupun sebaliknya.

'aku tidak akan membiarkan malaikat jatuh itu melukai keluargaku'

Berdasarkan laporan akeno, para malaikat jatuh telah memulai pergerakan, ada kemungkinan akan terjadi pertempuran tidak lama lagi. Namun mereka seperti mengincar sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

Issei hyoudo.

Ya, itulah kemungkinan yang besar, mengingat bocah tersebut memiliki kekuatan magis yang besar, walaupun dia hanya manusia.

Terlalu adik dengan pikirannya sendiri, Rias tidak sadar jika dirinya telah memasuki sebuah gang yang sudah sepi kerumunan.

"Dzeeeet... cyuut duarrrr" beruntung dengan instingnya yang sudah terlatih, Rias berhasil menghindar dari serangan musuh misterius yang berupa tombak cahaya. Rias merintih sesaat karena dia menghindar tidak terlalu cepat sehingga bahunya harus tergores.

"Tap... tap... tap..." bunyi suara sepatu fantopel yang berbenturan dengan aspal menggema di pendengaran Rias.

"Heh. Heheee, coba lihat kelinci yang masuk sarang ular..mhmmmn.." ucap si malaikat jatuh itu menyeringai bejat sambil menjilat lidah.

Rias melihat kedepan sambil memegangi bahu kananya yang terlihat sedikit berdarah. Terlihat didepannya sosok pria memakai topi fedora hitam, pakaianya terdiri dari kaos putih dibalut stelan jas hitam, dan memakai celana jeans hitam dilengkapi sabuk. 'untung saja aku iblis kelas tinggi, kalau tidak aku pasti sudah terluka parah' batin Rias saat melihat pria itu berjalan mendekatinya, dan berhenti 5 meter dihadapan Rias.

"Hmm.. rambut merah, mata biru hijau, wah.. ternyata gremory, hehhh... betapa beruntungnya aku dapat melukai pemilik daerah ini. Perkenalkan namaku Dohnasiege siap melayani nona.." ucap pria yang bernama Dohnasiege itu melepas topi dan membungkuk mengejek.

Rias menggeram kesal "apa maumu, kalau kau sudah tau aku pemilik daerah ini, kenapa kau berani menyerangku!".

"Heh... apa tidak jelas huh.. kau itu iblis rendahan, tidak peduli kelas atas atau bawah, kalian sama saja, sekali iblis tetaplah iblis, dan aku akan menghabisimu he.. he.. tapi setelah mencicipi tubuh molekmu tentunya" Dohnisiege berucap sembari melihat Rias dari atas kebawah dengan expresi menjijikan.

Mata rias sedikit melebar, tanpa pikir panjang dia melempar energi merah kehitaman yang terbentuk di tanganya kearah Dohnasiege. "Booomm.. boommm.. kreeekkk ctas" serangan Rias gagal mengenai Dohnasiege dan mengenai pohon sekitar.

"Heh.. apa hanya segitu kemampuan seorang Gremory?.. aku sungguh kecewa..." Dohnasiege langsung melempar empat tombak suci yang baru ia ciptakan langsung menuju Rias.

Rias yang sedikit terengah hanya mampu menghindari 3 tombak, apalagi luka akibat tombak suci dibahunya kian memburuk, tapi Rias masih bisa menghancurkan tombak yang tersisa menggunakan pertahanan berupa perisai yang tercipta dari aura power of destruction miliknya.

Kembali akan melancarkan serangan, Rias seketika terkejut saat Dohnasiege sudah tidak ada ditempat. Dohnasiege muncul dibelakang Rias dan akan menusknya dengan tombak cahaya ditangan kanannya "rasakan ini Gremory hahahaha..." .

Saat Rias berbalik, dia sadar bahwa dia tidak bisa menghindar, membuat perisaipun sudah terlambat.

Perasaan putus asa mulai muncul di hatinya, 'a..aku ti...tid~ak ingin mati disini, tolong..!' seraya memejamkan mata menunggu rasa sakit ditusuk tombak cahaya.

"A..a.. a~pa..." Dohnasiege terkejut saat tiba tiba dihadapannya muncul sesosok pria bertubuh tegap sedang menahan tombak cahaya dengan 2 jari tangan kananya.

Pria tersebut memakai jaket biru tua dengan tudung menutupi kepalanya yang menunduk, celana jeans biru tua dan sepatu olahraga.

"Lemah"pria itu berkata sambil mendorong tombak cahaya bersama pemiliknya kebelakang.

'orang ini, aku tidak merasakannya' Dohnasiege mengambil posisi terbang dan langsung menerjang sosok pria tersebut.

"Jangan harap kau bisa lolos! Rasakan inii.. "

"Cyuuuut... pletak kraaak" pria bertudung itu menghalaunya menggunakan tangan kirinya yang membuat tompak itu patah.

"Ti~tidak mungkin!... siapa kau sebenarnya! Huh.. jawab aku!" Dohnasiege berteriak sambil menetap kearah bawah dimana pria bertudung itu merentangkan tangan kananya mengahadap Dohnasiege.

"Kemari"seketika Dohnasiege tertaik kearah tangan naruto. "Grep" "uhuak.. oa.. le..lepas ahhk..!" Dohnasiege meronta saat dinya dicekik kuat.

"Aku merasakan niat buruk darimu, jadi katakan padaku, apa yang akan kau lakukan pada wanita ini" cengkraman pria itu tidak dilepas dan terlihat kokoh.

"Kek...kau.. ti.. dak u.. .kut cec.. cam.. uakkk" darah kaluar dari mulutnya saat pria bertudung mencekik semakin keras.

"Jadi kau tidak mau bicara?" pria tersebut berucap tenang sambil tangan kirinya ia letakkan dikepala Dohnasiege.

"Ap..pa kkau.. lakukan.!" Dohnasiege memberontak semakin kuat.

"Serap jiwa"

"Akhhakkkkk!. !...oahk!..akhhs... aakhhhkhak... bruk".

Pria tersebut membuang tubuh yang sudah menjadi mayat kesembarang arah dan berbalik badan untuk menghadap Rias.

Rias sendiri hanya bisa membelalakan mata, sambil menutup mulut dengan sebelah tangan, saat menyaksikan pertarungan berat sebelah yang singkat.

"Kau terluka" pria itu berjalan santai, mendekati Rias yang memegangi bahu kirinya.

"Terima kasih karena telah menolongku ehhm..."

"Naruto, Uzumaki Naruto dan kau?" pria yang bernama naruto itu bertanya sambil membuka tudung kepalanya dan tersenyum tipis.

Wajah Rias terlihat sedikit merona saat melihat wajah Naruto "ohh iya aku Rias, Rias gremory, ap.. augghh.." Rias mencengkram bahunya yang berdenyut.

Sontak Naruto segera menghampiri Rias dan membawa Rias duduk di bawah pohon "lukamu terlihat biasa, jika dibiarkan akan menjalar keseluruh organ tubuh"

Rias hanya melihat Naruto yang dengan telaten memijat bagian sekitar bahunya, dan menyalurkan energi earna hijau dari tangannya.

Sedikit meringis saat jarinya menyentuh lukanya, Rias merasakan sensasi sejuk di area yang tergores itu.

"Nah sudah, bagaimana? Sudah tidak sakit?"

"Ia sudah tidak sakit lagi trimakasih" ucap Rias sebari tersenyum manis.

"Kalau begitu aku permisi dulu" hendak ingin pergi, sebuah tangan langsung memgang pergelangan tangan Naruto, mencegahnya untuk berdiri.

"Tunggu, jangan pergi, kau harus menjelaskan siapa kau sebenarnya!" Rias menarik Naruto untuk duduk di sebelahnya.

Naruto hanya mengeryitkan alisnya "dan kenapa aku harus? kita baru saja kenal dan aku bukan orang yang mau membuka data diri pada orang lain". Jawab Naruto santai dan menatap Rias.

Rias sendiri hanya menundukan kepalanya, menghindari tatapan Naruto 'bodoh, harusnya aku tidak mengatakan itu' "maaf.. aku tidak bermaksud menyinggungmu, tapi kau hanya ingin tau kau itu apa." Rias menatap Naruto dengan semburat merah tipis diwajah cantiknya.

Naruto terlihat berpikir, lalu ekspresinya kembali normal.

"Baiklah."

"Apa" rias menatap Naruto heran.

"Aku akan menceritakan siapa aku sebenarnya, tapi tidak ditempat ini, dan kau juga harus memberitau apa kau ini, karena aku yakin kau bukan iblis sembarangan"

"Baik kalo begitu ayo kita ketempatku, aku janji akan memberitahumu semua informasi yang Naruto-kun mau, " jawab Rias sambil tersenyum manis.

Rias dan Naruto akhirnya pergi kebsebuah kafe pilihan Rias, awalnya Naruto menolak karena takut akan ada yang menguping, tapi seperti kebanyakan pria, Naruto akhirnya harus kalah dengan tatapan memelas Rias yang disertai mata berkaca kaca, dan merekapun duduk saling berhadapan.

"Jadi bisa ceritakan siapa kau sebenarnya Naruto-kun?"

"Aku sama sepertimu"

Mengerutkan kening bingung Rias menatap Naruto aneh "kau serius? tapi aku tidak merasakan aura iblismu"

"Tentu saja, itu karena aku menyegelnya, untuk apa aku menyegelnya, nanti juga kau akan tau" Naruto menyeringai.

Mendapat jawaban seperti itu, Rias menggembungkan pipinya sambil membuang muka dan melipat tangannya dibawah dada besarnya, yang membuat beberapa pria di belakangnya mimisan "mou.. apa maksud Naruto-kun aku akan tau, apa a~apa itu artinya kita akan bertemu lagi?" ucap Rias berharap.

"Kita lihat saja nanti, nah sekarang giliranmu Rias-chan.." ucap Naruto sedikit menggoda Rias dengan suara dalamnya.

'dia memanggilku chan' merona tipis, Rias menatap Naruto sambil tersenyum.

"Baiklah."

Dan merekapun melanjutkan pembicaraan mereka sampai malam. Naruto berpisah dengan Rias, dan Rias kembali ke ruang Penelitian Ilmu Gaib dwngan wajah berseri.

Flashback off:

Akeno yang berada disebelahnya hearn melihat buchounya senyum senyum sendiri sambil melihat keluar jendela.

"Fufufu.. Rias? Apa yang kau pikirkan? Sepertinya kau sedang senang, seperti sedang.. jatuh cinta, ya jatuh cinta ara ara... aku tidak menyangka ternyata buchou yang selama ini menolak ajakan pria berkencan, kini sedang jatuh cinta fufufu..." Rias kaget saat sahabatnya itu menebak dengan tepat apa yang sedang dirasakannya.

"A.. apa yang kau katakan Akeno! Aku sama sekali tidak mengerti, dan jatuh cinta? Siapa yang jatuh cinta? Kau bercanda saja!" Rias sedikit tergagap dan mendwlik kearah Akeno.

"Ara.. ra.. sudahlah Rias aku tau dari ekspresimu bahwa kau sedang jatuh cinta, apa kau lupa bahwa aku ini mengenalmu dari kecil?"

"Panggilan kepada Rias gremory agar segera menghadap kepala sekolah... sekali lagi kepada siswi yang bernama Rias Gremory, harap menghadap kepala sekolah segera.. terima kasih.."

Mendengar pemberitahuan dari kantor, Rias segera bangkit berdiri dan meninggalkan kelas 'ada apa ya, tidak biasanya aku dipanggil kepala sekolah' pikir Rias bingung.

"Tok.. tok.. tok.. "

"Masuk"

"Oh rupanya kau sudah datang , nah Rias aku ingin kau membawa siswa baru ini ke 3A dan mulai sekarang dia akan jadi teman baru kalian"

Rias menatap sosok yang dimaksud kepswk, dan menemukan seorang siswa tengah memandang jendela dengan pandangan bosan.

Dan seketika matanya melebar.

"Naruto-kun?"

Naruto yang mendengar namanya disebut langsung menoleh ke sumber suara feminim tersebut.

"Rias"

.

.

.

"Jadi kau bersekolah disini Naruto-kun? Aku senang sekali kau disini, dan tenang saja aku akan menjadi pemandu wisatamu nanti supaya Naruto-kun tidak bingung hihihi..." Rias berjalan disamping Naruto sambil terkikik senang.

"Haha. Baiklah Rias aku yakin Kau akan jadi pemandu yang baik, kalau begitu aku mohon bantuannya"

Rias yang dipuji hanya mampu merona dan tersenyum indah "tentu saja, kau tidak usah meragukanku Naruto-kun, pokoknya nanti aku akan menemani naruto-kun" Rias mendekatkan jarak diantara mereka hingga bahu mereka bersentuhan.

"Ahh terima kasih Rias" Naruto tersenyum pada Rias.

Rias pun merona lagi 'ada apa denganku, kenapa jantungku berdegup seperti ini, tidak biasanya aku seperti ini apalagi dengan laki laki, kau sungguh berbeda Naruto'.

Seketika mereka telah berada di depan pintu kelas 3A.

"Baiklah Naruto-kun, aku masuk dulu ya, nanti Naruto-kun akan dipanggil sensei"

"Ya ya Rias, sudah masuk tuan putri"

"Hihihi" Rias pun masuk dengan sedikit menggoyangkan pinggulnya seperti sedang menggoda Naruto.

"Dasar perempuan" Naruto menyeringai saat melihat Rias berjalan dengan seksinya masuk kelas.

"Ara ra... ada apa kau dipanggil keruang kepala sekolah Rias? Apa ada sesuatu yang penting? Ingin tau Akeno saat Rias telah duduk di sampingnya.

"Kau akan tau setelah ini Akeno hihi..."

"Baiklah anak anak, kalian akan mendapat teman baru pindahan dari osaka, bapak harap kalian dapat berteman dengan baik, silakan masuk Naruto-san"

"Sreek.. tap.. tap.. tap" seketika ruangan kelas menjadi sunyi dan Narutopun segera memperkenalkan dirinya.

"Selamat pagi, saya Naruto, mohon bantuannya dari sekarang."

Hening...

Hening...

"Kyaaaa tampannya...!"

"Lihat tubuhnya... yummy sekali...!"

"Naruto-kuuuuunnn... minta no hpnya!"

"Naruto-kunnn jadilah seuamiku..."

Dan teriakan tersebut terus berlanjut dan untung saja Naruto telah memasang penutup telinga, kalau tidak pendengarannya bisa terancam.

"Anak anak diam!" sensei berteriak sambil memukulkan penggaris besar ke papan tulis.

"Baiklah Naruto-san silakan duduk di sebelah Himejima-san, himejima-san angkat tangan mu.

Akeno mengangkat tangan kanannya sambil mengedipkan sebelah matanya ke Naruto.

Mata Rias memincing saat melihatnya 'sepertinya akeno mulai tertarik dengan Naruto-kun, ini bahaya' alarm berbunyi di kepala Rias agar menjauhkan quenn miliknya dari Naruto.

Dengan santai Naruto berjalan diiringi tatapan nafsu dari para siswi dan tatapan penuh dari para siswa.

"Hai perkenalkan namaku Akeno, salam kenal" akeno memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.

"Halo aku Naruto, salam kenal" Naruto tersenyum dan menjabat tangan putih mulus akeno.

'ara ra... dia tidak seperti laki laki lain yang selalu gugup didepanku, dan kalu dilihat dari dekat wajahnya tampan swkali fufufu'.batin Akeno melihat Naruto yang fokus ke pelajaran sang sensei.

Sementara dengan Rias, sudah terlihat merah padam seperti menahan cemburu. 'mou.. naruto-kun cuek huh..'

"Kriiingg... krinnngg..."

"Naruto-kun ayo sekarang sudah jam istirahat, kita kekantin dulu baru nanti kita keliling sekolah." Rias menarik tangan Naruto untuk keluar menuju kantin.

"Tunggu dulu Rias aku belum selesai menulis" tangan Naruto yang bebas berusaha menulis materi di papan tulis.

"Ara ra Rias, kau sungguh bertindak cepat, tidak ingin pangerannya direbut wanita lain hihihi..." goda Akeno saat melihat beberapa siswi yang ingin menghampiri Naruto tidak jadi dan mendesah pasrah.

"Memangnya kenapa? Aku kan teman pertama Naruto-kun, dan lagipula aku akan memandu Naruto-kun untuk mengelilingi sekolah agar Naruto-kun tidak bingung" Rias mulai terpancing emosinya saat melihat Akeno yang terus menggodanya.

"Kalau begitu aku ikut"

"A-APA"

"Iya aku ikut, aku juga ingin mengenal Naruto-kun lebih dekat, bukankah kita akan bersama mulai dari hari ini, bukan begitu Naruto-kun? Rias melotot pada Akeno saat dia mulai berjalan menghampiri Naruto.

Sedangkan Naruto tau bahwa jika dia ikut menengahi, maka dia akan kena batunya, jadi dia lebih memilih diam dan mengangukan kepalanya dwmi menghindari sesuatu yang merepotkan.

Dan perubahan akan dimulai dari sini.

.

.

Bersambung...

.

.

.

Maaf semua kalo updatenya lama, maklum saya newbie banget, cuman bru liat fanfic beberapa kali tapi pengen bikin, sekali lagi maaf kalo banyak kesalahan penulisan ato apapun.

Masalah kekuatan Naruto saya akan membuat dia super strong soalnya saya greget banget sama Naruto yang kalah dulu sama musuhnya tapi nanti diakhir menang, kan aneh. Bukan godlike, tapi dia punya jurus yang bisa mengalahkan musuh yang godlike kaya Shiva, Ophis, sampe Red dan Trihexa.

Oke sekian dari saya, ditunggu reviewnya terima kasih.