Disclaimer: Harry Potter Milik JK Rowling.

Pairing: Draco Malfoy x Hermione Granger

Rating: T

Warning : OOC. No Magic. Based on Feltson's life story dengan tambahan sana sini yang murni karangan penulis.


Sudah dua bulan sejak Hermione menyelesaikan proses syuting filmnya dan kembali ke Inggris. Sejak dua bulan itu pula waktunya disibukan oleh persiapan pernikahannya, dan hari ini ia akan melepas predikat lajang-nya.

Hermione meremas lengan ayahnya dengan gugup. Mr. Granger menggenggam tangan putrinya yang berbalutkan sarung tangan putih se-siku dan melingkari lengannya, mencoba mengalirkan energi positif pada anak sulungnya tersebut.
"Tenanglah sweetheart. Kau telah berhadapan dengannya 15 tahun tanpa kutemani, bahkan sekarang aku akan ada untuk mengantarkanmu berhadapan dengannya, jadi kenapa kau harus gugup?" Mr. Granger terkekeh mendengar putrinya mendengus karena ucapannya.

"Bisakah kau memberiku saran yang lebih berguna Dad? Daripada berkata yang tidak-tidak?" kata Hermione.

"Umm, apa misalnya? Kau mau kita merundingkan mengenai kasus klienku?" Hermione memutar bola matanya kesal mendengar perkataan ayahnya.

"Sudahlah Dad, kau merusak mood-ku."

"Yah ampun, kau menyakiti hatiku nak." goda Mr. Granger.

Hermione terkekeh dan menepuk pelan lengan ayahnya. Sejak usianya 5 tahun, ia hanya menghabiskan waktu dengan ayahnya di akhir pekan selama hidupnya, namun Hermione tetap mendapatkan kasih sayang yang sangat cukup dari sosok seorang ayah. Hermione sangat dekat dengan ayahnya maupun ibunya. Hal yang sama juga dirasakan adiknya Alex, mereka berempat saling menyayangi. Semua orang bahkan takkan menyadari kalau mereka adalah keluarga broken home ketika melihat mereka bersama, jika saja putri mereka tidak kelewat terkenal sehingga semua orang tahu cerita hidupnya.

Mereka masih terlihat harmonis ketika berkumpul. Sampai sekarang Hermione masih bingung kenapa kedua orang tuanya bisa bercerai, mereka terlihat baik-baik saja. Kadang ia berpikir apa mungkin profesi kedua orang tuanya yang sama-sama seorang pengacara menjadi penyebab perpisahan mereka? Mungkin karena kecermatan mereka dalam berargumen, mencari kesalahan lawan dan membela diri sehingga mereka tak ada yang mau mengalah dan kelewat serius menghadapi masalah kecil? Entahlah, Hermione tak pernah mempermasalahkannya lagi setelah usianya menginjak delapan tahun. Ia telah menerima keadaan keluarganya dengan lapang, begitu pula dia mengajarkan adiknya untuk tetap menjadi anak normal yang berprestasi walaupun kedua orang tua mereka telah berpisah.

Hermione selalu membimbing adiknya untuk menjadi seseorang yang membanggakan, ia bahkan memperkenalkan adiknya dalam dunia karirnya dengan mengajak adiknya menjadi model sejumlah brand terkenal seperti burberry yang digawanginya sebagai brand ambasador. Mereka tak pernah sedikitpun terlihat seperti anak yang berasal dari keluarga broken home. Semua orang menyukai kekompakan kakak beradik Granger itu.

Perceraian yang dialami kedua orang tuanya 20 tahun lalu tak membuatnya takut atau pesimis terhadap sebuah pernikahan, justru hal itu menjadi pelajaran baginya untuk tak mengulangi kegagalan kedua orang tuanya. Ia bahkan pernah hampir menikah muda dengan mantan kekasihnya.

Hermione menghembuskan napasnya dengan berlebihan mengingat mantan kekasihnya Will Adamowicz. Ia bersyukur karena tak jadi menikah dengan pria yang telah dikencaninya selama 3 tahun itu. Kalau saja mereka jadi menikah, ia takkan berada ditempatnya berdiri sekarang.
Di ujung altar, bersama ayahnya yang akan mengantarkannya menuju pria idamannya sejak remaja yang telah menunggu dirinya beberapa meter di hadapannya.

Ginny dan Elena mendatangi Hermione dan Mr. Granger, mereka tampak cantik mengenakan gaun satin putih dengan model yang sama rancangan Rosalie.
"Sekarang aku akan masuk duluan bersama dua bocah mungil ini Mione, Elena akan mengiringimu di belakang untuk memegangi ekor gaunmu. Kau siap Mione? Harus siap! sebaiknya kau tarik napas. Baiklah, hitung sampai lima, kemudian masuklah." Ginny mencium pipi Hermione dan berjalan keluar.

Hermione menarik napasnya dalam-dalam seperti saran Ginny dan mencoba mengatur emosinya setenang mungkin. Harum dari aroma bunga-bunga kesukaannya seperti mawar, lily, orange blossom, dan fressia memenuhi indra penciumannya. Hal itu membuatnya sedikit rileks, untung saja ia masih sempat untuk mengurus detail kecil seperti dekorasi bunga-bunga itu sendiri. Hermione memilih semua bunga kesukaannya untuk hadir dalam pernikahannya, ia juga yang menentukan letak beberapa bunga seperti bunga lily of the valley yang ia pesan langsung dari sebuah desa bernama Tondu di Selatan Wales untuk ia rangkai di setiap sudut langit-langit dekorasi. Hermione sangat menyukai bunga imut nan harum itu, bahkan ia menjadikannya sebagai buket bunga tangannya.
Selain detail itu, Hermione juga mengurus catering, daftar tamu dan desain undangannya sendiri. Hermione bekerja sama dengan Draco dalam mendesain undangan pernikahan mereka. Mereka sepakat untuk memberikan sentuhan dunia sihir pada pesta pernikahan mereka, maka mereka membuat undangan berbahan dasar perkamen persis seperti perkamen yang biasa mereka gunakan ketika syuting film Harry Potter. Mereka meminta teman mereka yang juga tim kreatif dalam produksi film Harry Potter untuk membuat dan mencetak undangan mereka dengan font dari tulisan tangan mereka sendiri. Mereka juga memintanya untuk mensertakan foto mereka pada perkamen undangan itu dengan gambar 3 dimensi berhologram agar dapat terlihat bergerak seperti lukisan pada dunia sihir.

"Psst.. Hermione fokus okay! Sekarang keluarlah, jalan perlahan. Uncle Will, jaga langkah kalian agar stabil." bisik Elena memperingatkan.

Hermione berjalan bersama ayahnya secara perlahan melewati deretan para tamu yang berdiri menyambutnya dan ayahnya. Empat langkah di depan mereka, Ginny berjalan sebagai maid of honour Hermione didampingi oleh dua anak perempuan cantik sebagai junior bridesmaids yang mengenakan gaun satin organza putih dengan pita merah maroon yang melingkari pinggang mereka. Mereka Charlotte anak dari sepupu Hermione dan Scarlett keponakan Draco dari Oliver yang memegang keranjang berisi kelopak bunga putih di masing-masing tangan mungil mereka. Kedua flower girl itu menebarkan kelopak mawar putih dan kuntum lily of the valley di sepanjang altar yang akan dilewati Hermione.

Sebuah musik klasik yang sebelumnya mengalun di seantero taman terbuka kediaman keluarga Malfoy yang menjadi latar permberkatan pernikahan Draco dan Hermione bermetamorfosa menjadi mars pernikahan setelah Hermione muncul. Hermione sedikit terkejut melihat Rosalie dan Cedric yang ternyata memainkan musik itu. Rosalie memainkan sebuah cello di samping piano putih mewah milik Cedric, mereka melakukannya seperti rekan pemusik profesional. Kedua musisi keluarga Malfoy selain Draco itu menatap Hermione tersenyum. Hermione membalas senyum mereka, mereka benar-benar keren dan sangat mempesona.
Hermione kemudian mengalihkan netranya pada dekorasi sekelilingnya. Bukan hanya bunga-bunga yang menggantung menghiasi langit-langit dan rerumputan, tapi juga beberapa butir labu mulai dari yang berukuran kecil untuk di gantung menghiasi lampu sampai yang ukuran raksasa untuk di letakan begitu saja secara asal di atas rumput. Gadis itu tersenyum puas dengan hasil kerja Alice dan Rosalie, mereka benar-benar menakjubkan.

Setelah puas menebar senyum terbaiknya yang tentunya telah diabadikan oleh banyak media yang diundang secara terbatas oleh kedua mempelai, Hermione kini memusatkan pandangannya pada pria pirang di ujung altar yang sedang menunggunya dengan senyum paling menawan yang pernah Hermione lihat. Pria itu begitu mempesona dengan balutan tuxedo putih, terlihat seperti pangeran negeri dongeng. Oh Hermione benar-benar merasa seperti Belle dalam film disney yang dibintanginya beberapa bulan lalu. Dengan refleks Hermione mengeratkan pegangannya pada lengan ayahnya. Susah payah ia menahan diri untuk tak melepaskan pegangan ayahnya dan berlari seperti orang gila untuk menyerbu calon suaminya diujung sana.

Hermione dapat mendengar gumaman para tamu yang memuji penampilannya mulai dari tata rambutnya yang dikepang sanggul dan menyisakan beberapa helai rambut di kanan kiri wajahnya, ini adalah karya hairstylist pribadi Hermione.

Gaun pengantin berwarna putih yang dirancang Alice untuk Hermione juga menjadi perhatian para tamu. Gaun itu membungkus tubuh Hermione dengan sempurna. Ekor gaun elegan itu menyapu jalan batu yang dilapisi rumput hijau tipis. Elena mengiringi ekor gaun Hermione.

Ayahnya baru saja berhasil membuatnya melewati altar dengan selamat. menyerahkan tangan putrinya ke atas telapak tangan calon menantunya.
"Jaga dia baik-baik." gumam Mr. Granger penuh ketegasan.
"Pasti." balas Draco.
Mr. Granger mengedipkan sebelah matanya pada putri cantiknya sebelum mundur menuju kursi di samping mantan istrinya.

Kedua mempelai saling menatap penuh arti sampai sebuah dehaman dari pendeta di hadapan mereka menginterupsi kegiatan mereka.
"Kalian bisa mulai mengucapkan janji nak." kata sang pendeta tua mempersilahkan.

"Hermione Charlotte Duerre Granger, Hari ini aku berdiri di sini karena aku membutuhkan sedikit cinta dan sedikit simpati darimu. Kau menunjukan padaku cinta yang menakjubkan. Aku butuh sedikit rasa manis dalam hidupku. Maka hari ini aku memilihmu untuk menjadi pemanis dalam hidupku, untuk menjadi My Sugar.Hermione Granger, aku akan mencintai dan menghargaimu dalam senang maupun duka, miskin ataupun kaya, sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita. Hari ini aku menikahi seseorang yang begitu berbeda, tapi begitu sama." Draco menatap hazel Hermione yang berkaca-kaca.
"Hermione, aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, dan semua orang tahu seberapa aku mencintai diriku sendiri." guyon Draco membuat mempelai wanitanya beserta seluruh tamu terkekeh mendengarnya.
Draco memasangkan cincin pernikahan mereka pada jari Hermione.

"Draco Lucius Malfoy. Aku berdiri di sini karena aku hanya ingin berada dimanapun kau berada. Teruslah menatapku. Andai kubisa, akupun akan memandangimu sepanjang waktu. Aku ingin berjuang bersamamu, membangun keluarga bersamamu, melihatmu dan berada di sampingmu saat aku membuka mata disetiap pagiku. Kau adalah inspirasi dan salah satu alasan aku untuk hidup. Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, maka kini kuucapkan selamat tinggal pada diriku yang dulu, semua itu sudah berlalu. Draco Malfoy aku akan mencintai dan menghargaimu dalam senang maupun duka, miskin ataupun kaya, sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita." Hermione tersenyum. Mereka berdua menitihkan air mata.
"Dan aku tak sabar untuk membawamu pulang." lanjut Hermione sambil menyeringai.
Hermione memasangkan cincin pernikahan mereka di jari Draco.

"Dihadapan Tuhan dan keluarga serta kerabat, hari ini saya meneguhkan pernikahan saudara berdua menjadi
suami istri yang sah, dalam nama Tuhan, dan apa yang dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia, Amin!" sang pendeta mengesahkan pernikahan Hermione dan Draco.

Draco menarik dagu Hermione lembut dan membimbing bibir pink Hermione menuju bibirnya sendiri. Mereka berciuman dalam rasa haru. Hermione terus mengalirkan air mata bahagia sambil menyambut ciuman Draco yang sarat akan perasaan, perasaan bahagia, haru, dan perasaan menang. Ya, Draco merasakan kemenangan karena telah berhasil mendapatkan dan memperjuangkan wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.

Tepukan tangan para tamu dan siulan dari para best man dan teman pria mereka menyadarkan Hermione dan Draco yang sebelumnya telah hanyut dalam ciuman mereka.

Draco membimbing Hermione yang melingkari lengan kanannya dengan kedua tangan untuk berjalan diiringi tebaran bunga dan beras.

Seluruh keluarga dan kerabat dekat Hermione dan Draco bergantian menyalami dan memberi selamat pada mereka.

Hermione telah berdiri membelakangi para tamu yang telah bersiap untuk mendapatkan buket bunga pengantin yang akan dilemparkan Hermione.
Seluruh teman-teman Hermione dan Draco yang belum menikah telah bersiap untuk menangkap buket bunga Hermione. Dengan sedikit main-main, Hermione akhirnya melemparkan buket bunganya dalam hitungan ketiga. Terdengar jeritan dari para gadis, kemudian ketika berbalik, Hermione mendapati Elena sedang melompat kegirangan sambil memegang buket bunga yang baru saja dilemparnya.

Setelah melakukan sesi foto, Draco meninggalkan Hermione bersama teman-teman kuliahnya dan berjalan ke arah piano putih Cedric. Ia mulai menekan tuts-tuts piano dengan jari-jari panjangnya, mengundang semua mata para tamu, keluarga, termasuk istrinya yang memandangnya dari jauh.

Draco mulai bernyanyi

"What would I do without your smart mouth?
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh oh

How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you

My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh oh

Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you
I give you all of me
And you give me all of you."

Draco tersenyum pada Hermione yang sedang menitihkan air matanya. Para tamu memberikan tepukan tangan pada Draco.

Setelah selesai Draco langsung memainkan intro baru dengan pianonya, ia kembali bernyanyi dengan akustik, kali ini musiknya lebih ceria.

"I'm hurting, baby, I'm broken down
I need your loving, loving
I need it now
When I'm without you
I'm something weak
You got me begging, begging
I'm on my knees
I don't wanna be needing your love
I just wanna be deep in your love
And it's killing me when you're away, ooh, baby,
'Cause I really don't care where you are
I just wanna be there where you are
And I gotta get one little taste
Sugar... Yes, please...
Won't you come and put it down on me?
I'm right here, 'cause I need
Little love, and little sympathy
Yeah, you show me good loving
Make it alright
Need a little sweetness in my life
Sugar... Yes, please...
Won't you come and put it down on me?" Terdengar siulan panjang dari para best man yang terdiri dari Theo, Harry, Ron, Blaise dan jeritan para tamu wanita.

Detik selanjutnya Draco berdiri dengan mike-nya bersamaan dengan kemunculan band Maroon 5 di atas panggung. Para tamu wanita terutama teman kuliah dan teman model Hermione mengeluarkan jeritan maut mereka. Hermione dan Elena hanya menutup mulut mereka dengan kedua telapak tangan sambil menatap tak percaya ke arah panggung.

Adam Levine sang pentolan band melanjutkan nyanyian akustik Draco diiringi permainan band-nya.

"My broken pieces
You pick them up
Don't leave me hanging, hanging
Come give me some
When I'm without ya
I'm so insecure
You are the one thing, one thing
I'm living for

I don't wanna be needing your love
I just wanna be deep in your love
And it's killing me when you're away, ooh, baby,
'Cause I really don't care where you are
I just wanna be there where you are
And I gotta get one little taste

Sugar... Yes, please..
Won't you come and put it down on me?
I'm right here... Cause I need
Little love, and little sympathy
Yeah, you show me good loving
Make it alright
Need a little sweetness in my life
Sugar! Yes, please
Won't you come and put it down on me?

Yeah, I want that red velvet
I want that sugar sweet
Don't let nobody touch it
Unless that somebody's me
I gotta be your man
There ain't no other way
'Cause girl you're hotter than a southern, California day
I don't wanna play no games
You don't gotta be afraid
Don't give me all that shy shit
No make-up on
That's my Sugar... Yes, please
Won't you come and put it down on me
I'm right here, 'cause I need
Little love, and little sympathy
So, baby, you show me good loving
Make it alright
Need a little sweetness in my life
Sugar! Yes, please
Won't you come and put it down on me?

_oOo_

Resepsi pernikahan berlangsung tak kalah meriah dengan prosesi pemberkatan. Dengan tamu lebih banyak dibanding saat pemberkatan sore tadi. Alice, Rosalie, Hermione, dan dengan bantuan para bridesmaids juga best man telah menyulap ruang tengah Malfoy Manor yang luas menjadi aula pesta yang megah, mereka tetap memasang berbagai kanopi seperti di halaman Malfoy Manor pada langit-langit ruangan.

Lampu kristal mewah di tengah langit-langit ruangan bersinar dibalik hiasan bunga-bunga yang melilitnya.
Tepat di bawahnya, lantai dansa telah dipenuhi para tamu yang berdansa dengan iringan musik klasik yang dimainkan secara langsung oleh Alexandre Desplat.

Mereka menggelar pesta indoor dan outdoor, jadi ada dua lantai dansa. Di dalam aula ruang tengah dan di halaman Malfoy Manor tempat pemberkatan pernikahan Draco dan Hermione.

Pada resepsi kali ini Draco mengenakan tuksedo abu-abu dengan dasi kupu-kupu sedangkan Hermione mengenakan gaun rancangan Rosalie. Gaun itu tak kalah memukau dari gaun pemberkatannya tadi sore. Warnanya hijau lembut dengan aksen emas pada pinggang dan bahunya. Gaun tanpa lengan yang berpotongan bahu seperti gaun dewi-dewi Yunani itu jatuh menjuntai membungkus tubuh Hermione dengan sempurna.

Hermione sedikit terkejut mendapati Astoria datang pada pesta pernikahannya. Walaupun ia tak datang saat pemberkatan, tapi Hermione cukup terperangah melihat mantan kekasih suaminya sekaligus rivalnya dalam mendapatkan hati suaminya menghadiri resepsi pernikahan mereka.

Seharusnya Hermione tak perlu kaget, karena Cedric sudah meminta izinnya untuk mengundang Astoria sebagai temannya, tapi tetap saja. Dia tahu Astoria sangat membencinya, namun saat menemuinya tadi, wanita bersurai hitam itu mengucapkan selamat padanya dengan senyum tulus, berbeda dengan saat ia memberi selamat beberapa bulan lalu ketika terakhir kali bertemu di kantor Draco dan Cedric. Kali ini Astoria bahkan memeluknya seperti seorang saudara. Selama berhadapan dengan Hermione dan Draco, Cedric terus merangkul bahu Astoria, seperti menjaganya untuk tak hancur berkeping-keping seperti porselen retak.

Setelah dirasa telah menyalami semua tamu, baik tamu formal seperti Mr. Ban Ki Moon, rekan-rekan Hermione di PBB, dan rekan bisnis keluarga Malfoy, maupun tamu lain seperti teman se-profesi artis mereka, Draco menarik tangan Hermione menuju lantai dansa di halaman Malfoy Manor. Draco meletakan tangannya di pinggul Hermione, sedangkan Hermione meletakan tangannya di dada Draco. Mereka berdansa dalam diam, hanya saling menatap dan menghayati aransemen gubahan composer ternama yang juga mengisi soundtrack film mereka, Alexandre Desplat.

"Kau senang?" bisik Draco.

"Aku merasa menjadi gadis yang lebih beruntung dari Belle ataupun princess disney lainnya, bahkan Kate Middleton sekalipun." Hermione tak bisa menahan senyum puas di bibirnya.

Draco balas tersenyum dan menempelkan keningnya ke kening Hermione. "Akupun merasa jauh lebih beruntung dari Dewa Zeus yang punya permaisuri mempesona dan banyak selir cantik."

"Aku tersanjung." Hermione berjinjit untuk mengecup bibir Draco sambil mengalungkan tangannya pada leher Draco.
Draco mempererat pelukannya, kini mereka tak lagi berdansa, hanya bergeser teratur dari kiri ke kanan dan begitu seterusnya tanpa melepaskan ciuman mereka.

"Ehm." sebuah suara berat menginterupsi kegiatan mereka.

"Dad." Draco memutar bola matanya.

Lucius Malfoy terkekeh dan berjalan mendekat pada putra bungsu dan menantu barunya. "Maaf mengganggu son, tapi seperti tradisi keluarga kita, aku perlu mengajak menantuku untuk berdansa di hari pernikahannya." Mr Malfoy menyeringai pada anak bungsunya.

"Huh, well silahkan berdansa dengan ayahku dear. Aku akan mengajak ibumu saja kalau begitu." kata Draco sebelum mengecup pipi Hermione.

Hermione tersenyum dan mulai berdansa dengan ayah mertuanya dengan sedikit grogi.
"Akhirnya kalian bersatu juga." Lucius membuka pembicaraan.

"Yeah, terima kasih atas restumu ayah. Err boleh kupanggil kau ayah?" Hermione merasakan semburat merah di pipinya.

Lucius terkekeh sebelum menjawab "Tentu. Alice dan Rosalie juga memanggilku Dad."

Hermione dapat melihat Draco sedang berdansa dengan Narcissa Malfoy beberapa meter di sampingnya. Mr. Malfoy melirik arah pandangan Hermione.

"Hey Son! Gagal mengajak ibu mertuamu eh?" ejek Lucius.

"Ibu mertuaku sedang berkencan dengan ayah mertuaku." kata Draco sambil mengedikan kepalanya ke arah lantai dansa di dalam manor.

Hermione menatap Draco yang mengedipkan sebelah mata padanya, dan segera mencari-cari sosok kedua orang tuanya dalam kumpulan orang-orang yang berdansa dalam ruangan besar itu dari jendela kaca besar. Kemudian ia mendapati sesosok wanita dengan rambut cokelat lurus yang di gelung elegan sedang berdansa dengan seorang pria berambut hitam agak berombak. Hermione tak dapat melihat dengan jelas, namun ia menangkap siluet kedua orang itu berada dalam posisi yang sangat intim. Seperti sepasang kekasih atau suami istri. Hermione tersenyum memandang kedua orang tuanya.

"Dad, kurasa calon istriku sudah rindu padaku, kau tak boleh memonopolinya lagi." Draco datang menginterupsi dan langsung menarik tangan Hermione menuju sebuah jembatan kecil di atas sungai buatan di sebelah utara area taman.

"Dasar pengantin baru." Dengus Lucius Malfoy.

.

"Dari sini kita bisa melihat semuanya kau tahu?" Draco tampak bersemangat, matanya berkilat jahil.

"Kau tampan sekali sih!" goda Hermione tak nyambung sambil nyengir menampakan giginya yang putih.

"Eh?" Draco menaikan sebelah alisnya.

"Rambutmu berkibar lembut disapu angin dan berkilau tertimpa sinar rembulan, matamu berbinar jernih, bibirmu merekah senyum bahagia yang sangat mempesona." Hermione berbicara layaknya sedang membaca puisi dengan gaya melamun Luna Lovegood.

"Aku bisa terbang kalau saja kau bukan hanya menggodaku." dengus Draco.

"Hahaha... aku serius. Baiklah, apa yang bisa kudapatkan dengan berdiri disini selain angin malam eh?" Hermione tak hentinya tersenyum memandangi Draco.

"Disana." Draco mengedikan dagu runcingnya ke arah meja-meja bundar tempat para tamu berbincang dan makan.
Hermione mengikuti arah yang ditunjukan suaminya. Hermione dapat melihat di sebuah meja bundar kedua dari kanan jendela, adiknya Alex sedang berbincang dan bercanda dengan Ginny hanya berdua, terkadang mereka hanya saling menatap, lalu tersenyum tak jelas. Hermione yakin mereka sedang saling menggoda satu sama lain, padahal mereka sama-sama saling naksir.
Hermione terkekeh dan berkata "Mereka itu... huh, sama-sama berlagak seperti teman. Tapi aku tahu mereka saling naksir, aku bahkan berani bertaruh kalau saat ini mereka sedang saling menggoda."

"Okay, berarti kau sudah merestui mereka?" tanya Draco dengan senyum miringnya.

Hermione mengedikan bahunya "Alex adikku, dia pria yang baik di mataku, setidaknya begitu aku dan kedua orang tuaku mendidiknya. Kemudian Ginny adalah sahabat aktris terdekatku. Lebih dari separuh hidupku aku mengenalnya, sama lamanya dengan aku mengenalmu. Aku tahu Ginny gadis yang baik dan pintar. So, apa lagi yang perlu kupertimbangkan?"

Draco mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengelus-elus dagunya, kemudian ia menunjuk manornya, tepatnya jendela ruang tengah Malfoy Manor yang menjadi lokasi lain pesta.
Seorang pria sangat tampan dan mempesona dengan surai perunggu sedang berdansa anggun dengan seorang wanita bergaun abu-abu selutut dan rambut hitam yang hanya kuncir kuda sederhana. Hermione menatap Draco dengan pandangan bertanya.

"Cedric benar-benar berkencan dengan Astoria?" tanya Hermione.

"Sepertinya begitu. Cedric bilang mereka sedang saling membantu untuk move on."

"Kau setuju?" kini Hermione yang bertanya sambil mengamati ekspresi Draco.

"Tentu, mereka berdua adalah orang yang kusayangi. Aku tak ingin mereka hancur, jadi saat mereka bisa saling membantu untuk menjadi lebih baik, aku tentu akan mendukungnya. Aku sudah melihat efeknya, Cedric tak lagi seperti orang gila. Dia mulai pulih, mulai memperhatikan penampilannya lagi, kembali fokus bekerja, dan lebih banyak tersenyum." Draco tersenyum miring.

"Ya, tadi aku juga melihatnya. Ia bahkan terus memegangi Astoria seperti takut gadis itu akan pingsan atau menjerit-jerit." gumam Hermione.

Draco terkekeh. "Dan Astoria sekarang sudah bisa mengontrol emosinya, kau tentu ingat pertemuan terakhir kita bertiga di Malfoy Corp? Kau bisa lihat perbandingannya. Ia bahkan datang ke acara pernikahan kita dan tersenyum, itu sebuah kemajuan besar. Aku tahu Cedric sangat bisa diandalkan dalam masalah seperti ini."

Hermione mengerti maksud dari 'Bisa Diandalkan' pada kalimat Draco, lalu terkikik "Semua pria Malfoy bisa diandalkan dalam hal itu."

"Tepat sekali." Draco menyeringai.

"Ada lagi yang bisa kau tunjukan dari sini?" kata Hermione sambil menggelayutkan tangannya pada lengan Draco.

Draco menunjuk ke satu titik di kursi taman di bawah kanopi bunga lily of the valley arah pukul sebelas dari tempat mereka berdiri.
Hermione memicingkan matanya mencoba memperjelas pengelihatannya karena arah yang ditunjuk Draco minim pencahayaan.

"Holly Shitt." gumam Hermione.

"Why?" Draco mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Elena dan Theo? Apa tak ada yang lebih brengsek dari Nott eh?" Hermione mendelik pada suaminya setelah mengalihkan pandangannya dari kedua manusia berbeda gender yang sedang bercumbu mesra di dalam keremangan malam. Mereka terlihat seperti pendosa yang tak kenal hari esok, Elena terlihat duduk di pangkuan Theodore Nott dan terus menunduk saling bercumbu dengan anak tunggal keluarga Nott itu.

"Tadi dia menangkap bungaku, aku harap bukan Nott orangnya." gerutu Hermione.

"Aku tak akan menyangkal kalau dia sedikit brengsek Mione." Hermione mendelikan matanya pada suaminya yang segera melanjutkan.

"Well, dia memang tidur dengan banyak wanita, tapi bukan berarti dia tak dapat berkomitmen. Sejak sekolah, bahkan dialah yang paling berkomitmen atas segala hal dibandingkan aku atau Blaise. Dia serius dengan apa saja yang disukainya. Saat high school ia pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis selama 3 tahun, itu bukan waktu pacaran yang singkat untuk ukuran anak sekolah Hermione." Hermione hendak membuka mulutnya namun didahului oleh Draco.
"Dan selama berpacaran, ia tak pernah selingkuh atau bahkan flirting sedikitpun pada gadis lain." Draco mengamati wajah istrinya yang sedang berpikir, seperti akan memutuskan sesuatu.

"Kuharap kau memang benar-benar telah mengenalnya, karena aku tak mau Elena dipermainkan. Dia sudah kuanggap seperti kakak perempuanku sendiri. Terlepas dari kebrengsekan Nott, sebenarnya aku sangat setuju dengan teman tampanmu itu. Dia sempurna untuk Elena." Hermione terkikik melihat wajah dingin Draco setelah ia menyebut Theodore Nott tampan.

"Kau lebih tampan suamiku." Hermione mencubit pipi Draco.

Draco merengkuh wajah Hermione dengan kedua tangannya dan melumat bibir ranum istrinya dengan lembut dan penuh perasaan.

"Hey pengantin baru!" terdengar teriakan dua orang pria yang menginterupsi ciuman pengantin baru itu.

"Harry, Ron... sebaiknya kalian urus saja pacar kalian masing-masing okay! Mengganggu saja." dengus Hermione.

"Suamimu sendiri yang meminta kami mengurus ini semua, jadi aku takkan membiarkanmu menghancurkan usaha kami Mione." kata Harry.

"Well, Yang Mulia Hermione Charlotte Duerre Malfoy dan Yang Mulia Lord Draco Lucius Malfoy, trip kalian sudah siap." Ron berkata sambil membungkukan badannya seperti seorang pelayan kerajaan.

Draco terkekeh "Thanks Mate!" Draco membantu Hermione turun dari jembatan lalu memeluk Ron dan Harry bergantian. "Aku janji, aku akan gantian membantu pernikahan kalian nanti." seringai membelah wajah Draco.

"Kami pegang janjimu." kata Harry.

"Apa yang kalian maksud adalah honeymoon? Oh bahkan kalian masih belum mau memberitahukan padaku kemana aku akan pergi!" rajuk Hermione.

"Ini kado pernikahan dariku Mione, jadi sifatnya surprise. Kau akan tahu saat kita mencapai setengah perjalanan." Draco merangkul dan mengecup puncak kepala Hermione penuh sayang.

"Uh menyebalkan. Kalau begitu aku akan ganti baju dulu." Hermione hendak kembali ke dalam Malfoy Manor.

Draco menahan pergelangan tangan istrinya "Tak perlu, aku suka kau mengenakan gaun itu."
Rona merah di pipi Hermione bertambah nyata dengan siulan iseng dari kedua sahabat laki-lakinya.

_oOo_

Keluarga Hermione dan Draco melepas kedua anak mereka untuk berangkat ke tempat tujuan bulan madu mereka di jalan utama gerbang Malfoy Manor. Draco Malfoy masuk ke Aston Martin putih miliknya yang telah dihias dengan sangat cantik namun tetap keren oleh Alice dan Alex.

Draco menyalakan mesin mobilnya saat Hermione memeluk ayah dan ibunya.
"Hati-hati dear." kata kedua orang tua Hermione.
Kemudian Hermione memeluk Narcissa dan Lucius dan langsung masuk ke mobil. Draco telah bersiap menancap gas dengan perlahan sambil melambai pada keluarga dan para tamu.

"Jaga baik-baik putriku nak." Mr. Granger menepuk bahu Draco dari luar jendela pengemudi.

"Pasti Dad." Draco tersenyum dan menatap Mr. Granger dengan penuh hormat dan tanggung jawab.

Mr. Granger manarik tangannya sambil mengangguk dan balas tersenyum pada Draco.
Draco melajukan mobilnya perlahan hingga perbatasan jalan kawasan rumahnya dengan jalan raya dan langsung menambah kecepatan mobilnya 2 kali lipat dari sebelumnya setelah masuk ke jalan raya. Hermione tak protes dengan cara mengemudi Draco seperti yang akan dilakukan gadis lain, ia justru menyeringai menatap Draco yang juga sedang menatapnya masih sambil mengemudi.

"Belum satu hari kau resmi menjadi seorang Malfoy, kau sudah dapat menyeringai seperti aku." kekeh Draco.

"Well, aku memang berbakat." kata Hermione.

Tiba-tiba terdengar sebuah musik, sepertinya intro sebuah lagu. Hermione melirik Draco yang sedang tersenyum lembut menatapnya sambil sesekali melihat ke jalan. Draco mulai bernyanyi.

"Whenever I see your face the world disappears,
All in a single glance so revealing.
You smile and I feel as though I've know you for years.
How do I know to trust what I'm feeling?
I believe my heart,
What else can I do?
When every part of every thought leads me
straight to you.
I believe my heart.
There's no other choice,
For now whenever my heart speaks, I can only hear your voice."

Hermione menatap Draco dengan berbinar, ia tahu lagu itu. 'I believe my heart' salah satu lagu kesukaannya yang dinyanyikan secara duet oleh salah satu personel boyband favoritnya Duncan 'Blue' bersama seorang penyanyi wanita bernama Keedie.
Hermione melanjutkan bagiannya.

"The life-time before we met has faded away.
How did I live a moment without you?
You don't have to speak at all, I know what you'd say.
And I know every secret about you.
I believe my heart.
It believes in you.
It's telling me that what I see is completely true.
I believe my heart.
How can it be wrong?
It says that what I feel for you I will feel my whole life long.

Draco dan Hermione menyanyikan reff-nya kembali secara bersama-sama hingga selesai, kemudian tertawa.

"Tak ku sangka kau sudah mahir menyanyi dari saat terakhir kita karaoke." goda Draco.

Hermione mencubit lengan Draco "Tentu saja, kau harus menonton film Beauty and the Beast nanti!"

"Tidak mau, aku tak mau melihat istriku berciuman dengan pria lain." dengus Draco.

"Uh, please Draco. Kau hanya perlu menutup matamu jika aku mulai berciuman dengan Beast."

Draco tak menjawab.
"Romantis sekali lagunya, kau menyiapkannya?" tanya Hermione.

"Tidak."

"Lalu?" kini Hermione menghadapkan tubuh sepenuhnya pada Draco dan memunggungi pintu.

"Hanya kebetulan." jawab Draco dingin.

"Menyebalkan. Kalau kau marah, aku mau pulang saja." Hermione membenarkan posisi duduknya seperti semula mengghadap dashboard sambil menyilangkan tangan dan memanyunkan bibirnya.

"Berhenti bersikap seperti anak-anak Hermione." kata Draco dengan suara datar.

Hermione menatap Draco tak percaya. "Belum dua puluh empat jam aku menjadi istrimu kau sudah memperlakukan aku seperti ini." Hermione memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
Draco menyentuh lembut tangan Hermione yang terkepal kuat di pangkuannya, ia mengelusnya untuk melonggarkan kepalan tangannya.
"Jangan begini, nanti tanganmu sakit." Draco menyusupkan jari-jarinya yang panjang diantara jemari Hermione.

"Maafkan aku, maksudku tadi kau jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu saat aku mengemudi. Membuatku ingin menciummu saja." kata Draco yang kemudian mendapatkan pukulan di lengan atletisnya.

Lebih baik kita menyanyi lagi saja, Draco kembali menyetel sebuah lagu yang lebih ceria.
"Woohoo... Ed Sheeran!" senyum Hermione merekah.

"Ron memberiku CD-nya, dia dapat beberapa dari Ed setelah membintangi video clipnya."

"Waow! Jahat, kenapa dia tak memberiku juga."

Draco tak menyahuti Hermione dan malah mulai menyanyi.
"It's late in the evening
Glass on the side
I've been sat with you
For most of the night
Ignoring everybody here
We wish they would disappear
So maybe we could get down now
I don't wanna know
If you're getting ahead of the program
I want you to be mine, lady
To hold your body close
Take another step into the no-man's land
For the longest time lady
I need you darling
Come on set the tone
If you feel you're falling
Won't you let me know"

"Ho..o.. ..." senandung keduanya menggema di mobil. Draco melakukan rap pada bagian lagu itu yang memang aslinya dinyanyikan secara rap oleh Ed Sheeran.
Mereka bernyanyi bersama sambil berteriak-teriak sampai lelah sendiri selama perjalanan. Perjalanan mereka menuju bandara berlanjut dengan diiringi instrument santai A Nova Vida milik Carter Burwell.


InStyle Magazine

DRACO & HERMIONE HERE COMES THE BRIDE!
by : Colin Creevey

London - Akhir pekan lalu Draco Malfoy dan Hermione Granger (sekarang Malfoy) mengikat janji pernikahan di Malfoy Manor, kediaman mewah keluarga besar Malfoy di Wiltshire, Inggris, di hadapan para keluarga, kerabat, dan tamu undangan lainnya.

Pernikahan kedua selebritis ini mengejutkan banyak pihak terutama dari kalangan fans berat keduanya. Pasalnya keduanya tak pernah mendeklarasikan hubungan asmara mereka sebelumnya, bahkan mereka baru terlihat makan siang bersama pertengahan bulan lalu di sebuah restoran Italia di New York dan selalu menolak untuk menjelaskan hubungan mereka pada media. Namun saat ini semua orang dikejutkan dengan pernikahan mereka yang tiba-tiba, yang walaupun memunculkan banyak pertanyaan, tapi juga memberikan euforia tersendiri bagi para fans mereka yang selalu mengharapkan mereka untuk bersatu baik dalam film sebagai Tom Felton dan Emma Watson, maupun dalam kehidupan nyata mereka sebagai Draco Malfoy dan Hermione Granger.

Resepsi pernikahan kedua bintang Harry Potter ini dihadiri oleh tamu undangan baik dari kalangan orang biasa, artis, pengusaha, sampai pejabat PBB. Selain para pemain film Harry Potter, tamu dari kalangan selebritis yang juga hadir seperti Victoria Beckham dan suaminya David Beckham, Taylor Swift dan kekasihnya Calvin Harris, Luke Evans, Dan Stefans, Paris Hilton, Ashley Greene, Leonardo DiCaprio, dan Logan Lerman, namun Draco dan Hermione tidak diragukan lagi tetap menjadi daya tarik utama.

Resepsi pernikahan berjalan meriah, hampir sebagian acara pesta dilakukan di luar ruangan.
Pasalnya, pemberkatan yang berkonsep garden party ini dilakukan di halaman Malfoy Manor yang luasnya luar biasa, jadi resepsi pernikahan yang berlangsung saat matahari terbenam itu dilaksanakan di halaman tempat pemberkatan dan juga di dalam Manor megah milik Malfoys Family. Para tamu selain mendapatkan pelayanan yang baik, juga dimanjakan dengan pemandangan matahari terbenam yang terlihat dalam landscape sempurna dari halaman Malfoy Manor. Kanopi-kanopi bunga yang didominasi oleh bunga mungil lily of the valley menghiasi setiap sudut area taman dan ruang tengah manor yang menjadi lokasi pesta. Lantai dansa berbahan kayu di sediakan di area taman sedangkan lantai dansa berbahan marmer bisa di gunakan di dalam Manor.

Untuk acara makan malam disajikan dengan gaya makan malam keluarga di halaman maupun di dalam manor.
Dengan dekorasi yang terlihat manakjubkan dan segala sesuatunya di-setting dengan warna-warna netral termasuk putih dan ivory, pernikahan pasangan yang sangat di harapkan oleh banyak fans di seluruh dunia ini terlihat seperti di dunia dongeng. Semua berkat campur tangan kedua kakak ipar Draco Malfoy, Alice Malfoy istri dari Adrian Malfoy (kakak kedua Draco) dan Rosalie Malfoy yang biasa dikenal dengan nama gadisnya Rosalie Hale sebelum menikah dengan Oliver Malfoy (kakak pertama Draco).
Kedua wanita modis yang juga merupakan pengusaha event organizer dan desainer terkenal ini berada dibalik layar dalam persiapan pernikahan Draco dan Hermione.

Meskipun pada pesta resepsi pernikahan mereka banyak dihadiri tamu dari banyak kalangan yang merupakan teman-teman seprofesi Hermione dan Draco, namun pemberkatan pernikahan mereka yang diadakan pada sore harinya di halaman Malfoy Manor hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat dari kedua belah pihak saja. Hal tersebut dikarenakan kedua mempelai ingin momen spesial mereka berlangsung privat dan khidmat.

Kabarnya, mereka akan langsung berangkat ke Amerika untuk berbulan madu setelah selesai menggelar resepsi pernikahan. Namun belum diketahui kemana tepatnya Draco Malfoy akan membawa istrinya untuk menghabiskan bulan madu mereka, karena dari orang terdekat Hermione menyatakan bahwa sang mempelai wanita sendiri pun juga belum mengetahui tempat tujuan mereka sampai mereka sampai disana.

"Draco Malfoy selalu penuh kejutan." ujar Ronald Weasley saat diwawancara akhir pekan lalu setelah melepas pengantin untuk pergi bulan madu. Weasley dan Potter yang merupakam Best Man dari Draco Malfoy selain Theodore Nott dan Blaise Zabini mengaku bahwa mereka yang mengurus segala keperluan perjalanan bulan madu pasangan pengantin baru tersebut, namun mereka menolak untuk membocorkan kemana tujuan bulan madu Hermione dan Draco.

Hmm, sepertinya kita setuju bahwa Draco Malfoy memang penuh kejutan.
Congratulations to the happy couple!


Harper's Bazaar Magazine

[Cover : Draco & Hermione sedang berpose dalam sesi foto setelah pemberkatan]

DRAMIONE IS REAL!
Feltson To Be a Fact Since a Wizardry Royal Wedding!

by Rita Skeeter

Akhirnya Hermione Granger kini telah resmi menjadi Hermione Malfoy. Tentu hal ini menggemparkan seluruh dunia, terutama para Dramione Shipper (sebutan untuk fans Hermione dan Draco). Karena seperti yang semua orang ketahui, bahwa pasangan ini merupakan salah satu pasangan paling diharapkan dapat bersatu namun juga menjadi pasangan paling mustahil untuk bersatu bukan hanya di film tapi juga di dunia nyata.

Kedua sejoli ini selalu rajin menampik segala pertanyaan media atau fans yang menyangkut hubungan keduanya. Mereka juga terlihat selalu menjaga jarak setiap tampil berdua di depan publik, seperti ada masalah pribadi. Padahal kita semua tahu bahwa mereka pernah menjadi sangat akrab saat masih menjalani syuting film kedua dan ketiga mereka, tapi tingkah laku mereka saat beranjak dewasa menimbulkan banyak pertanyaan dan dugaan dari para fans.

Terlepas dari itu semua, begitu banyak fans keduanya di seluruh dunia yang menginginkan keduanya bersatu baik dalam cerita fiksi novel fantasi karya J.K Rowling, maupun dalam kehidupan nyata keduanya. Namun takdir berkata lain, jarak yang Draco dan Hermione buat diantara mereka menjadikan bersatunya mereka sebagai sepasang kekasih sama mustahilnya dengan hubungan mereka dalam novel yang memang berperan sebagai musuh satu sama lain.

Tapi pada pekan lalu semua tembok kemustahilan itu jelas telah musnah dengan digelarnya pernikahan akbar dua penyihir berbakat ini. Pernikahan megah yang dilaksanakan di Malfoy Manor dan dihadiri oleh para keluarga, kerabat dekat, teman sekolah, kolega, dan teman seprofesi kedua mempelai ini menjadi kejutan yang membahagiakan bagi para Dramione Shippers.

Setelah memposting di account twitter pribadinya foto selfie-nya sendiri yang tengah mengenakan gaun pengantin berlatar salah satu kamar megah di Malfoy Manor dengan caption 'Do'akan aku, semoga aku tak terjatuh saat berjalan di altar.' banyak mention yang masuk ke akun twitternya, rata-rata berasal dari para fans-nya yang menyatakan selamat dan kegembiraan mereka karena akhirnya dua idola mereka benar-benar bersatu. Hari itu juga pernikahan megah Dramione menjadi trending topic selama dua hari di twitter dengan hastag #WizardryRoyalWeddingDramione
Dramione kini menjadi nyata, Dramione is Real, kalimat itu yang paling banyak di tweet dan di retweet oleh para fans.

Hermione Granger menjadi putri cantik di hari pernikahannya dengan Draco Malfoy. Banyak yang penasaran seperti apa penampilan aktris cantik kelahiran Perancis itu ketika berada di
pelaminan. Kini, busana pengantin yang digunakannya telah terungkap.

Di hari pernikahannya, Hermione tampil mempesona dengan gaun rancangan desainer dunia sekelas Rosalie Hale. Juru bicara Hale mengungkapkan bahwa gaun yang
dikenakan Hermione di hari spesialnya itu terinspirasi dari koleksi musim semi 2013.
Gaun tersebut khusus dibuat untuk pesta resepsi pernikahan Hermione. Berwarna hijau lembut, gaun itu tampak elegan dengan aplikasi kancing di bagian bahu berwarna gold dan belt tipis berwarna senada dengan kancing bahu.

Secara keseluruhan gaun resepsi pernikahan Hermione bergaya seperti busana dewi Yunani, dengan kain gaun yang menjuntai dari bahu belakang hingga tungkai. Wanita 25 tahun itu tampak semakin seksi karena pada bagian belakang, gaun berpotongan rendah yang memamerkan punggung putihnya.

Selain gaun resepsi Hermione yang sangat memukau hasil karya kakak ipar dari Draco Malfoy yang kita kenal dengan nama Rosalie Hale, semua orang juga bertanya-tanya siapakah sosok di balik gaun pemberkatan pernikahan Hermione dan Draco.

Gaun pemberkatan pernikahan Hermione benar-benar menakjubkan dan elegan. Berpotongan halter neck yang mengekspos bahu mulusnya persis seperti gaun princess Belle (tokoh disney yang diperankannya dalam film terbarunya). Berwarna putih gading, gaun satin itu tampak sangat manis dengan aplikasi lace pada bagian samping dan belakang gaun. Lace itu melapisi kain satin yang menjadi bahan dasar gaun Hermione. Namun di bagian kanan kiri perut dan punggungnya kain satin luput untuk membungkus tubuh Hermione digantikan dengan aplikasi bunga yang dibentuk di atas kain tulle sehingga pada bagian-bagian itu mengekspos kulit putihnya.

Gaun bagian atas sampai pinggul atas dibuat pas badan untuk membentuk siluet tubuh Hermione dan bagian bawahnya melebar dan menjuntai mulus dengan ekor gaun sepanjang satu setengah meter.
Kesan seksi, manis, romantis, dan elegan sangat kental pada gaun pernikahannya itu.

Desainer gaun pemberkatan pernikahan Hermione tak lain dan tak bukan adalah Alice Malfoy yang merupakan kakak ipar Draco dan Hermione, sekaligus istri dari Adrian Malfoy (kakak kedua Draco Malfoy).

Dalam pembuatan gaun, Hermione tak secara langsung ikut memberikan ide karena berdasarkan pernyataan Ginny Weasley - teman bermainnya dalam film Harry Potter yang juga menjadi salah satu bridesmaids - Hermione sendiri baru mengetahui rencana pernikahannya dua setengah bulan sejak awal persiapan pernikahan. Saat itu Hermione tengah berada di New York untuk menjalankan syuting film terbarunya Beauty and the Beast, dan tanpa sepengetahuannya Draco Malfoy dengan dibantu kedua kakak iparnya Rosalie dan Alice Malfoy telah mempersiapkan pernikahan mereka dan membuat gaun pernikahan Hermione. Saat Hermione mengetahui kejutan pernikahan dari kekasihnya Draco Malfoy, gaun pernikahannya sudah selesai dikerjakan oleh kedua kakak iparnya.

Artis, Model, sekaligus Duta besar PBB kelahiran Perancis itu sempat mencoba baju pengantinnya beberapa bulan sebelum hari spesialnya.

Sepatu putih bertumit tinggi dengan permainan aksen bebatuan berbentuk bunga yang cantik hasil karya Carolina Herrera yang berkolaborasi dengan Manolo Blahnik, menjadi pilihan Hermione untuk melengkapi penampilannya di hari spesialnya.

Tak hanya busana sang pengantin wanita yang membuat decak kagum para tamu dan semua orang yang menghadiri pernikahan Dramione ini. Busana keluarga, juga busana para bridesmaids dan best man juga mencuri perhatian.

Gaun para bridesmaids juga di rancang oleh Rosalie dan Alice Malfoy dengan potongan satu lengan dan gaun satin selutut di bagian depan namun membentuk ekor panjang menggantung di belakangnya dengan bahan lace motif bunga.
Sedangkan para best man mengenakan setelan tuksedo hitam dilapisi vest dengan warna senada lengkap dengan dasi kupu-kupu yang maskulin.

Penampilan para keluarga Hermione tak kalah memukau dari penampilan keluarga Malfoy. Walau tak memiliki anggota keluarga yang menggeluti bidang fashion, namun tak dapat dipungkiri bahwa kenyataan mereka yang tinggal di Paris tentunya membuat mereka sangat mengetahui mode.

Dengan segudang bakat yang dimilki oleh para anggota keluarga Malfoy, pesta pernikahan berjalan sempurna, dekorasi pernikahan, musik yang dimainkan oleh Rosalie, Cedric, dan Draco Malfoy. Maroon 5 dan beberapa musisi lain seperti Taylor Swift dan Alexandre Desplat ikut meramaikan acara dengan menyumbang lagu.
Pernikahan Draco dan Hermione digelar di Malfoy Manor, Wiltshire, Inggris.

To be continue...


A/N : Huft... banyak banget ya? Ini chapter paling panjang sepanjang sejarah He For She (7.311 words boook!) sekaligus chapter yang paling menguras waktu dan pikiran -.-"

Butuh banyak browsing seputar pernikahan bangsa sana untuk menyempurnakan weddingnya Dramione. Ditambah lagi saya gak mengerti tentang upacara pernikahan dalam agama mereka, jadi kalo ada yang kurang pas atau bahkan ngaco, mohon maaf ya. Apalagi isi janji pernikahannya itu asli ngaco banget, saya ambil dari makna lagu Sugar - Maroon 5 dan Mirrors - Justin Timberlake.

Dan ada sepenggal kalimat dalam janji pernikahan yang diucapkan Draco yang saya ambil dari salah satu kalimat Mas Adam Levine (sok akrab) dalam janji pernikahannya dengan Behati Prinsloo.. xD (yang bagian "Hermione, aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, dan semua orang tahu seberapa aku mencintai diriku sendiri.")

Oh iya! Maaf saya banyak memasukkan lirik beberapa lagu dalam chapter ini, soalnya menurut saya lagu-lagu ini menggambarkan mereka :3

Dilema antara mau posting chapter ini sekarang atau digabung aja sama chapter 10 jadi 1 chapter, tapi akhirnya saya memutuskan untuk posting chapter 9 ini sekarang aja deh ya.

Rada bingung mau mengakhiri cerita ini gimana, mereka udah merit sesuai dengan harapan saya untuk Feltson, so apa lagi yang perlu saya tambahkan? ^_^"

Tapi sepertinya chapter 10 akan saya jadikan chapter akhir, semoga bisa pas deh -_-"

Yang jelas di chapter depan bakal positif rate M, secara, dari awal chapter ini udah di label-in M tapi unsur M-nya cuma ada di chapter 2, ya gak? .

Sampe waktu posting chapter 2, ada review yang isinya maki-maki saya karena nulis itu, padahal kayaknya chapter 2 gak separah rate M yang biasanya ada x_x

Nha Chang : Happy Wedding untuk kakakmu ya :)

narcisssy : sudah lanjut :)

VeeQueenAir : Makasih banget loh *o* Btw, saya bikin nama Hermione sedikit berbeda disini, perpaduan antara nama Hermione dan Emma xD

ElectraMalfoy : Makasih, lope lope too . yaah tapi udah terlanjur saya bikin Ginny ama Alex, gimana donk? o.O soalnya Daniel udah punya pacar namanya Erin Darke :O

Yellowers : Yeah, u right babe.. memang ga ada konflik di chapter lalu, begitupun di chapter ini, makanya saya merasa makin kesini fict ini makin membosankan. Saya ga mau maksain konflik ah nanti malah jadi tambah amburadul, mau bikin interaksi romantis aja antara Dramione. Haha... Berhubung juga sebentar lagi mau diakhiri, maka jangan berharap konflik lagi ya.. ini tinggal buntutnya aja :D

Fea : Makasih Fea, ini udah di lanjut.

Indiradcliffe : this is it.

Thanks for reading...

Thanks for review...

And thanks for waiting...

Druella Malfoy