Half Of My Soul

Rating : T

Pairing : Sasuhina/Narusaku

Genre : Hurt/Comfort/ Romance

Warning : AU, OOC, typo, abal, geje, dan lain-lain

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

Chapter akhir. complated

Suara gesekan kertas beradu dengan pena cukup jelas terdengar di telinga Sasuke yang duduk tidak nyaman dihadapan seorang pria yang sedari tadi mengeluarkan aura yang sama sekali tidak bersahabat.

Hampir lima menit ia diam, setelah bebrapa argument yang ia keluarkan. Yang selalu mendapat tantangan dari pria yang berstatus suami dari Hinata.

"Apa kau akan begini pada istrimu sendiri?!" Sasuke berusaha tenang, walaupun hatinya sudah membara.

"Itulah gunanya selingkuhan, kan? Karena itu kau capek-capek memohon padaku?!" Lelaki itu kembali menyeringai.

"Beberapa kali ku bilang! Kami tidak punya hubungan khusus, hanya beberapa kali bertemu," Ujar Sasuke meyakinkan, namun di balas dengan sinis oleh laki-laki itu.

"Keh! Apa kau sedang mencoba mengelabuiku?"

"Terserah kau percaya atau tidak." Dan Sasuke bukanlah orang yang sabar dalam menjelaskan sesuatu. Kakashi memandang hina pada orang yang berdiri di hadapannya. "Aku tidak akan mencabut tuntutan ku! Kalau memang kau ingin bersama jalang itu, kau bisa memilikinya lima tahun atau sepuluh tahun kemudian. Tidak masalah, kan?"

Sasuke kembali mengepalkan kedua tangannya, tidak ada gunanya ia terus di sini yang harus ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya ia menolong Hinata.

Tanpa permisi Sasuke melangkah keluar meninggalkan Kakashi dengan rasa marah, di hadapan pria bermata tajam itu Kakashi memang berakting namun hatinya berontak ingin menghancurkan wajah datar pria yang beberapa detik yang lalu ada di hadapannya.

Lelaki itulah yang telah menghancurkan segalanya.

"Pulanglah." Sasuke yang baru duduk memandang hinata yang di halangi pembatas kaca.

"Apa kau tidak punya kata-kata lain?"

"Jangan mengasihaniku, Sasuke."

"Siapa yang kasihan padamu."

Perempuan itu menarik nafas yang tak luput dari pandangan Sasuke, jari-jarinya bertaut. Ia tahu wanita itu sedang cemas sekarang, ia bahkan tidak mau memandangnya.

"Tenanglah. Aku akan berusaha membebaskanmu." Kini wanita bersurai biru itu melihat tepat di mata sasuke. "Jangan …" Itu katanya

"Kau tidak akan bisa melawan Kakashi."

Perkataan Hinata bukanlah main-main, itu benar! Kakashi bukanlah pria sembarangan, pria itu pintar dan memiliki kekuasaan. Sasuke dan pengacaranya tidak bisa berkutik. Yang hanya bisa dilakukan oleh pengacara mereka hanyalah meringankan hukuman, setidaknya Hinata tidak terlalu lama di dalam jeruji besi.

"Maaf." Hanya itu yang bisa ia katakan ketika hakim sudah memutuskan wanita itu bersalah, Hinata tidak berkata apapun ia paham bukan salah Sasuke. Ia memandang laki-laki itu, pembatas kaca satu-satunya yang menghalangi mereka, ia tersenyum menyakinkan Sasuke agar pria itu tidak terlalu cemas.

"Maukah kau menjaga Sai untukku, sasu?" pria diam memandang lekat-lekat pada wanita yang kini berstatus janda, ya Kakashi sudah menceraikannya sejak pria itu mencebloskan Hinata ke penjara. Bukannya ia menolak permintaan itu ia hanya penasaran pada satu hal.

"Hinata, bolehkan aku bertanya?"

"Sai …?" Hinata tahu arah pertanyaan itu, ia tersenyum lagi. "Kalau Sai bukan darah dagingmu, apa artinya kau tak bisa menjaganya?"

Itu adalah sebuah jawaban, Sasuke mengangguk kemudian berdiri. Padahal ia berharap walaupun itu sebuah kebohongan Hinata akan mengiyakan pertanyaannya.

Pria pirang dengan kulit tan itu tidak berhenti tertawa ketika ia berhasil mengelabui seseorang.

"Saku-chan kurasa kita akan di bunuh ayahmu." Perempuan di sampingnya ikut tertawa.

"tenang saja Naru, ayah akan memaafkan kita," katanya sambil tertawa, mereka sedang duduk di dalam pesawat sekarang. Naruto memandang lekat-lekat perempuan di sampingnya, perasaannya membuncah.

"Saku … apa artinya ini?" Sakura ikut menoleh memiringkan kepalanya. "Arti apa?"

"Apa kau akan menerimaku?"

"…"

"Aku ini mahal," jawab perempuan beriris hijau itu sambil tersenyum manis.

"Eh?"

"Jadi… tunjukkan usahamu padaku, mungkin akan kupikirkan." Sakura berpose seperti detektif yang lagi banyak kasus. Membuat lelaki di sampingnya terkekeh.

"Heh! Tidak adil, aku sudah banyak usaha."

Ya, mungkin tidak perlu buru-buru, biarkan Sakura melupakan Sasuke secara pelan-pelan setelah itu mungkin ia bisa masuk ke dalam hati wanita itu.

Lima tahun kemudian.

Naruto hari ini berwajah masam. Bukan apa-apa sih, ini semua karena istri baru di nikahinya meminta hal yang aneh.

Baru… tentu saja! jangan Tanya perjuangan selama ini untuk mendapatkan hatinya, walaupun harus ia lakukan dengan cara licik. Wanita itu terlalu keras kepala dan sok jual mahal.

Ia melirik ke samping pada istri yang berambut pink yang setia mengelus perut buncitnya, ha… ha… sudah ia bilang kan kalau ia licik, dan istri keras kepalanya ini baru mau menikahinya setelah itu menggunung.

"Kira-Kira Sasuke ada tidak ya?" dan inilah yang bikin ia kesal jauh-jauh dari London hanya ingin bertemu orang lain, lagian ia khawatir dengan keadaan istrinya yang lagi hamil tua.

"Entahlah." Jawabnya seenaknya, ia membelokkan laju mobilnya menuju sebuah rumah yang masih sama bentuknya seperti lima tahun yang lalu.

Ketika sampai di gerbang rumah itu, seorang memakai baju serba hitam mengendap-mengendap di depan gerbang. Hampir saja Sakura dan Naruto berpikir itu maling, sebelum ia menyadari sosok itu orang yang di kenalnya.

"Hinata?" perempuan yang berpakaian serba hitam itu langsung kabur. Sakura dan Naruto saling pandang.

"Kupikir mereka sudah bersama."

"Apa yang terjadi dengan mereka sih?" Tanya Naruto jelas suara terdengar jengkel. Sakura menggeleng kepala, tatapannya sendu.

"Ayo masuk. Aku mau memberikan si teme itu pelajaran, kalau ia masih bersikap seperti dulu."

Karena saking kesal Naruto tanpa sopan menekan bel berulang-ulang, membuat istrinya memukul lengannya.

Saat pintu di buka, seorang lelaki berkulit putih mengorek kupingnya dengan malas. Matanya sedikit terkejut melihat dua orang di depanya, namun tentu saja wajahnya cepat kembali ke ekspresi semula.

"Kalian " katanya.

"Teme brengsek!" dan sebuah kepalan tangan menghantam tengkuk pria itu, sebelum Sasuke sempat protes Naruto dengan cepat merangkul pria itu. "Aku kangen kamu, sobat."

Sakura mengerucut bibirnya, kemarin-kemarin padahal suaminya yang bilang tidak mau ketemu Sasuke, nyatanya ia yang paling merindukan pria itu.

"Mari masuk." Sakura mengangguk, matanya kembali melirik ke arah gerbang di sana ia kembali melihat Hinata.

"Sasu-kun, kau tahu ada Hinata di sini kan?" lelaki itu berhenti, namun ia tidak berpaling.

"Kalau ia berniat untuk pulang. Ia akan pulang dengan sendirinya." Ucapnya dingin. Sakura berdecak selalu begitu sifatnya terhadap wanita, tidak pernah berubah.

"Sasuke …" Naruto menyentuh bahu lelaki itu. Namun sasuke tetap bergeming.

"Ayah Sasu." Panggilan itu mengejutkan Sakura dan Naruto, dari tangga turun sosok remaja yang mirip Sasuke baik penampilan, mata, maupun warna rambutnya.

"Ia semakin mirip denganmu, Sasuke." Sakura jelas menampilkan wajah penuh dengan kekaguman, Naruto mengangguk mengiyakan. Sasuke hanya tersenyum kecil.

Ia juga merasa Sai sudah menjadi remaja dan sangat mirip dengannya.

"Ayah katanya ingin bertemu aku, sebelum ke prancis." Sasuke mengelus kepala putranya.

"Sampaikan salam ku padanya." Sai mengangguk lalu ia tersenyum manis ke arah dua tamu yang masih tak bergerak melihatnya.

"Apa kabar paman Naru sama bibi Sakura?"

"Baik." Baik Naruto maupun Sakura merasa agak canggung. Soalnya yang ia ingat bocah itu masih kecil. "Maaf aku balik ke kamar, besok ada ulangan."

"Oh… tidak apa Sai, belajarlah." Lelaki remaja itu mengangguk lalu ia menuju ke kamarnya kembali.

"Kau masih memberi izin ia bertemu Kakashi?" Tanya Naruto.

"Aku tidak berhak melarangnya bertemu ayah kandungnya sendiri, kan?"

"Aku hanya bersyukur, Sai lebih memilihku di bandingkan ayahnya." Sakura tersenyum mendengar jawaban itu. "Ngomong-ngomong Sasu, apa Sai tau kalau ibunya sudah bebas?" Sasuke melihat Sakura dalam diam, mimik wajah datar serta mata tajam itu seakan memberi jawaban yang sama untuk perempuan itu.

Dasar payah! Ayah dan anak sama saja keras kepalanya.

"Dari pada itu, Sakura. Kalian kan baru menikah tiga bulan yang lalu, kenapa sampai seperti itu?" Sasuke menunjuk perut Sakura yang sudah membesar, naruto terkekeh keras, istrinya memajukan bibirnya. Ini akan butuh waktu lama untuk menceritakan kisah mereka selama lima tahun ini.

Tapi lumayan jadi mereka bertiga bisa bernostalgia, waktu mereka masih bersahabat sejak kecil.

"Ah rasanya jadi lega setelah bertemu Sasuke." Sakura cemberut melihat wajah berseri suaminya.

"Yang pengen bertemu Sasu itu aku, kenapa kau yang jadi semangat?" suaminya kembali terkekeh kemudian ia tertegun melihat wanita itu di pintu gerbang.

Hinata hampir saja kembali melarikan diri sebelum Sakura secara reflek memanggilnya.

"Hinata!" Wanita itu berhenti, tubuhnya terasa kaku. "Kenapa tidak masuk?" pertanyaan Sakura tidak di jawab wanita berambut panjang itu. Tubuh Sakura bergetar tangannya di genggam erat oleh suaminya.

Memang ada suasana kaku di antara mereka bertiga, tapi Sakura yakin diantara mereka tidak ada dendam! Keegoisan dulu, penderitaan dan hal-hal menyakitkan dahulu akan jadi pengalaman serta kenangan yang mungkin akan indah di kenang diantara mereka.

Karena itu Sakura yakin ia tidak berbuat salah pada Hinata, dan wanita itu juga tidak pernah berlaku kejam padanya. Karena itu ia tidak pernah minta maaf pada Hinata dan ia pun tidak pernah berharap Hinata meminta maaf padanya.

Dahulu mereka memang sama-sama egois dan menyakiti orang-orang di sekitar mereka! Tapi bukankah itu sudah berlalu dan mereka punya kehidupan yang lebih baik sekarang?

"Sai sakit keras, ia bahkan menolak makan. Kata Sasu penyakitnya parah." Wanita bersurai indigo itu terkejut, matanya memandang Sakura tidak percaya. Naruto di sampingnya juga ikut terkejut, tidak bisa percaya dengan istrinya sendiri.

Namun saat Hinata menerobos pintu gerbang dan berlari kedalam, Sakura tersenyum dan Naruto tahu maksud dari perkataan istrinya.

"Dasar payah mereka bertiga." Naruto ikut tertawa.

"Jadi sayang karena kita sudah di sini, bagaimana kalau mengunjungi nenekmu." Sakura mengangguk.

"Nenek pasti marah, karena ayah tidak mau kembali."

.

Kabar ekstrim yang disampaikan oleh Sakura sudah tidak bisa di cerna oleh Hinata, yang ia pikirkan adalah nasip anaknya yang malang. Khawatir, cemas dan takut membuat ia panic.

Ia langsung membuka pintu tanpa permisi dan mungkin ia tidak sedar kalau pintu itu memang tidak di kunci.

Namun langkahnya terhenti saat melihat Sasuke duduk di atas sofa memandangnya lurus dan tajam, di sampingnya ada Sai yang duduk sambil membaca buku dan beberapa catatan di atas meja.

"Lama Bunda! Aku hampir mati karena terus makan masakan ayah Sasu." Sasuke mendelik tajam anak lelakinya. Hinata Cuma bengong di depan pintu. Bahkan ia tetap bergeming saat Sasu mendekat ke arahnya.

"Aku juga lapar. " Lalu merengkuhnya, dalam keterkejutannya Hinata tersenyum saat ia merasakan pelukan anaknya.

"Bunda kangen."

Ia senang, ia pikir Sasuke maupun anaknya membenci dirinya.

"Hinata, maukan kau hidup bertiga denganku." Jawaban itu seharusnya sudah di jawab oleh Hinata jauh sebelum ia memikirkan keegoisan masa remajanya. Tapi menyesali masa lalu juga tidak ada gunanya. Masa lalu adalah jalan ia dan keluarganya menapaki masa depan.

Karena itu semua hal di masa di lalunya yang pernah menyakiti mereka akan ia simpan selamanya. Karena adakalanya rahasia itu tidak perlu di cerikan demi kebaikan semua orang.

Lagian ia tidak pernah dendam pada siapun dan ia juga tidak merasa pernah merasa menyakiti ataupun di sakiti siapapun.

Dan ia bertekat akan menjalani hidup ini lebih baik daripada sebelumnya.

end

terimakasih yang udah ripiu dan ngedukung aku selama ini. Karena kalianlah penyemangat ku!

Maaf tidak sebut satu-satu tapi akan ku ingat nama kalian baik-baik ^^

Yang udah ngefav ama ngefolow ciuman manis buat kalian.

Story: Half Of My Soul, is on the favorites list of following users

Author

Date Added

3Blades

10-08-2013

Ai-lea Narura

09-06-2014

Aprilia Putri 120401

09-28-2013

AprilliaSiska

12-17-2014

Bee Hachi

11-30-2013

Cahya Uchiha

12-17-2014

Dark Rav3n

10-17-2014

Dear God

09-10-2013

Dewi Hyuuchi-chan

10-24-2014

El Gato Ingeniero

01-23-2015

Eternal Dream Chowz

12-17-2014

Euiko Katayanagi

07-21-2014

HNisa Sahina

01-02-2015

Hyou Hyouichiffer

11-02-2013

Hyuuga Qinata

05-21-2015

Kentang Malang

06-29-2014

Kohana23

09-20-2014

Lawchan-Ai

10-06-2014

Luluk Minam Cullen

03-12-2014

Matsuda Yuiko

01-23-2015

Minako-chan Namikaze

04-13-2014

Mugihito Zephyr

09-05-2014

Putri Hyuuga

03-12-2014

Renita Nee-Chan

12-18-2013

Restyviolet

09-13-2013

Revailleuchiha

02-17-2014

Ryuuclaw99

05-29-2015

Sarah Hyuzumaki

08-31-2014

SasoNara-Chan

12-19-2014

Summer172

08-30-2014

Vampire Uchiha

12-17-2014

WAtikah

04-07-2015

WaOnePWG

09-11-2013

Yuuki Sera

09-01-2013

Yuuna Emiko

02-17-2015

alta0sapphire

02-06-2014

bala-san dewa hikikomori

09-10-2013

03-28-2015

hinatauchiha69

09-12-2013

02-03-2015

03-03-2015

nadya ulfa

06-11-2015

onyx dark blue

05-19-2015

ricardo.

08-29-2014

shanzec

04-04-2014

shinigami onyx

12-17-2014

sushimakipark

06-16-2014

uchiha hana hime

01-27-2014

uzumaki ren

02-05-2015

yuu zari-himeChan

06-10-2015