*Eternity Star*
"Kong~!" Seseorang 'mendobrak' pintu membuat Lee HongBin, pasien yang menghuni kamar tersebut kaget.
"Ah, JaeHwan hyung, kau mengagetkanku." HongBin mengusap dadanya. "Bogoshippeo, HongBin-ah~" JaeHwan tidak mengidahkan perkataan HongBin. "YA ! Lee JaeHwan, sudah kubilang jangan membuat keributan di rumah sakit !" JaeHwan cemberut.
"Ah, HakYeon hyung~ Aku kan sudah lama tidak melihat uri HongBin-ie~" Namja tan yang bernama HakYeon itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik sepupunya.
"Jadi apa kata dokter ?"
"Katanya aku sudah cukup kuat dan aku akan dioperasi besok siang." HakYeon tersenyum dan mengelus kepala adik sepupunya itu. "Baguslah, kau harus cepat sembuh. Apa WonShik sudah tahu ?" HongBin cemberut begitu mendengar nama kekasihnya disebut. "Dia sudah tahu."
"Ada apa dengan cemberutmu HongBin-ah ?" JaeHwan menusuk-nusuk pipi HongBin. " Dia ada urusan besok jadi harus kuliah."
"Tenang saja, kita akan menungguimu besok. Aku dan JaeHwan akan ambil cuti saja besok."
HongBin tersenyum, "Gomawoyo, hyung."
*Eternity Star*
"Kalau aku meninggalkanmu bagaimana WonShik-ah ?" WonShik mengerutkan dahinya.
Ia menatap HongBin dengan sepasang mata tajamnya. "HongBin-ah, berpikir positif adalah yang terbaik, kau tahu itu kan ?"
"Tapi bagaimana kalau operasiku tidak berhasil ? Aku akan meninggalkanmu dan HakYeon juga JaeHwan hyung."
"Lee HongBin yang aku tahu tidak akan menyerah dan pasrah seperti ini, ia adalah orang yang kuat. HongBin yang aku tahu adalah pemilik senyuman paling indah dan akan terus terus tersenyum untukku," WonShik menggenggam tangan HongBin.
"Semuanya akan baik-baik saja."
HongBin hanya diam dan keheningan menyelimuti mereka berdua.
WonShik melirik jam tangannya dan menghembuskan nafasnya. "Kong, aku harus pergi. Nanti saat aku kesini lagi, kau harus memberiku senyumanmu lagi."
HongBin hanya tersenyum, "Hati-hati, WonShik-ah."
*Eternity Star*
"Kong ?"
"Eoh, HakYeon hyung, JaeHwan hyung…"
"Semangatlah HongBin-ah~" kata JaeHwan sambil tersenyum. HongBin mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Ah, HakYeon hyung, ada kertas ?" HakYeon segera merobek kertas dari memonya dan menyerahkannya bersama sebuah pulpen. HongBin kemudian menulis sesuatu, beberapa menit kemudian ia melipat kertas itu dan menyerahkannya kepada HakYeon. "Hyung, seandainya operasi ini tidak berhasil, tolong serahkan pada WonShik."
"HongBin-ah – "
Dan suara ketukan pintu terdengar, JaeHwan membukanya dan mendapati dua orang perawat.
"Permisi sudah waktunya HongBin-ssi untuk dioperasi." HakYeon menjawab dengan 'ne' sambil tersenyum seadanya. HakYeon dan JaeHwan kemudian mengikuti HongBin menuju ruang operasi, dan sebelum masuk HakYeon mengelus rambut HongBin sambil tersenyum. JaeHwan tersenyum riang seperti biasanya, "Hwaiting~!"
HongBin hanya bisa tersenyum.
*Eternity Star*
"WonShik-ah kau mau – "
Dan sebelum temannya dapat menyelesaikan kalimatnya WonShik sudah berlari menuju keluar ruangan.
"YA ! WonShik-ah !"
WonShik berlari dengan cepat menuju tempat parkiran kampusnya.
'Bruk !'
"YA!"
Ia tidak peduli menabrak orang-orang dan umpatan yang keluar dari mulut mereka.
Ia hanya peduli pada keadaan HongBin sekarang.
"Uwaa!"
Persetan dengan es krim yang sekarang menempel pada jaketnya.
Pesan dari HakYeon benar-benar membuat ia khawatir. WonShik segera memacu motornya ke rumah sakit.
*Eternity Star*
"WonShik-ah…" suara HakYeon bergetar.
Tidak, tidak.
Ini bukan yang diharapkannya.
Pasti HakYeon mengeluarkan air mata gembira kan ?
Pasti JaeHwan yang memeluknya mengucapkan selamat kan ?
Iya kan ?
"Mianhae, WonShik-ah…"
*Eternity Star*
"HakYeon hyung, ini bohong kan ?" Lidah HakYeon kelu, ia tidak dapat menjawab pertanyaan JaeHwan. Mereka bertiga memutuskan untuk melihat HongBin yang terakhir kalinya. "Tentu saja JaeHwan hyung…" Ia dan JaeHwan menoleh kearah WonShik. "Sehabis ini pasti dia bangun dan tertawa karena kita seperti orang bodoh yang menangisinya."
"WonShik…"
"Pasti dia akan tertawa riang…"
"WonShik…"
"Ini hanya mimpi buruk. Kita akan terbangun…"
"Kim WonShik !" HakYeon membentaknya sementara air mata WonShik menetes. "Kita harus menghadapi kenyataan, demi HongBin." Suara HakYeon melembut. "Aku tidak mungkin kehilangannya." WonShik menggenggam tangan kekasihnya.
HakYeon menyodorkan kertas, "Titipan darinya."
Ia dan JaeHwan kemudian keluar, memberikan waktu bagi WonShik.
*Eternity Star*
WonShik memandang gedung rumah sakit tempat ia bekerja sekarang, tempat dulu HongBin dirawat. Ia meraih dompetnya dan mengeluarkan sebuah kertas yang terus berada disana selama empat tahun terakhir, pesan HongBin untuknya. WonShik membacanya, 'Kau membalikkan perkataanku, HongBin-ah.'
'Kim WonShik adalah orang yang tidak pernah menyerah dan pasrah, ia adalah orang yang kuat. WonShik yang aku tahu adalah pemilik tawa yang paling indah dan akan terus tertawa untukku.
Semua akan baik-baik saja.'
WonShik menghela nafas sebelum ia keluar dari mobilnya dan memulai pekerjaanya hari ini.
'Ya, semuanya baik-baik saja…'
Eternity Star
Mingseokie
Kim WonShik (Ravi) and Lee HongBin from VIXX
687
Inspired by Eternity - VIXX & The Fault In Our Stars - Troye Sivan
